8 BAB II
KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori
1. Pengertian Pembelajaran
UU Nomor (2003) mengutarakan belajar mengajar ialah cara penghubung siswa dan guru juga sumber belajar berdasarkan landasan untuk menuntut ilmu.
Adapun pengertian dari Azhar (2011) menguraikan pembelajaran ialah penghubung yang berlaku antara pendidik juga siswa yang saat itu melibatkan pemberitahuan juga pengetahuan ilmu. Sependapat dengan penjelasan Sagala (2010) pembelajaran merupakan ajaran peserta didik menerapkan landasan pendidikan juga teori pmbelajaran yang menciptakan penentuan utama keberhasilan ilmu pengetahuan. Adapun menurut Suyono & Hariyanto (2014) mengatakan bahwa pembelajaran identik dengan pengajaran, suatu kegiatan dimana guru mengajar atau membimbing anak-anak menuju proses pendewasaan diri. Dengan demikian dapat diketahui bahwa pembelajaran erat kaitan dengan pengajaran. Pengajaran sebagaian bagian yang terintegral dalam pembelajaran dan tidak dapat dipisahkan antara yang satu dan yang lain.
Berlandaskan penguraian diatas dapat diuraikan pembelajaran yaitu ilmu pengetahuan yang masuk kedalam karakter peserta didik, melewati cara interaksi antara Peserta didik dengan pendidik. Dalam pembelajaran terdapat aktivitas siswa sebagai pendidik. Pembelajaran dilakukan dengan tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi oleh guru selaku pendidik yang kemudian diterapkan melalui pertemuan klasikal dengan di dukung fasilitas yang memadai.
2. Pembelajaran Efektif
Saefudin dan Beriati (2014) mengatakan pembelajaran bisa dimaknai sebagai suatu teknik yang dapat di tunjukkan adanya transformasi yang bersifat jelas sehingga mengikuti tingkatan akhir yang didapatkan, keterampilan, ilmu pengetahuan terbaru yang diperoleh sejak penyatuan pengelaman dan pendidikan.
Pembelajaran ialah tindakan yang terjadi sebab tampaknya faktor sengaja maupun tidak sengaja. Pembelajaran merupakan pengalihan sikap pesrta didik terhadap macam-macam karakter siswa. Kesimpulan yang diandalkan tidak melulu berupa keterampilan namun bisa bersikap, berilmu, keinginan juga pandangan ragam mencakup pada kepribadian siswa. Pembelajaran ialah satu rangkaian aktivitas yang terdapat di penerapan cara juga penggunaan berbagai ragam usaha juga upaya pada saat belajar mengajar juga dirangkai agar tercapai suatu tujuan belajar. Keefektifan yaitu faktor utama yang mencapai tujuan sasaran yang telah ditentukan. (Nasution, 2016)
Belajar efektif ialah bilamana langkah mendidik diperoleh menjangkau keinginan yang sesuai direncana pokok. Pembelajaran diucapkan lancar atau baik saat siswa menyerapkan suatu materi pembelajaran juga efesien. Pada saat belajar mengajar pendidik sebaiknya menydiakan rencana pelaksanaan pembelajaran. Sebagai tenaga pengajar juga ditugaskan bukan sekedar merencanakan merangkai, pendidik juga bisa mengamati kegiatan belajar tersebut telah sebanding atas tujuan yang direncanakan agar murid bisa mempelajari bahan ajar terhadapan objek yang dirancang agar murid bisa
memperoleh materi dengan tepat. Bahkan guru juga harus memanfaatkan waktu dengan baik agar pelajaran yang aktif, produktif, kreaktif, praktis juga menaik didunia pendidikan sangat wajib. Model pembelajaran tersebut menghendaki mengharapkan pendidik yang terbaik sebagai perencanaan pembelajaran sebagai motivasi dalam menentukan pembelajaran. Penguasaan pendidik yang menjalankan kelas dengan begitu baik agar berhasil mencapai tujuan pembelajaran tersebut (Saefudin dan Berdiati,2014).
Berdasarkan pemaparan dari beberapa teori yang telah diuraikan penulis dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran efektif manakala tindakan mendidik mampu mendapatkan suatu tujuan yang sesuai direncana awal. Pembelajaran bisa disebutkan efektif manakala peserta didik bisa menerima materi belajar yang efesien. Disetiap pembelajaran pendidik ataupun pengajar harus mempunyai rencana awal secara tertulis dalam bentuk RPP, dan juga pendidik harus memanfaatkan waktu dengan baik sehingga pembelajaran menjadi efesien, agar pembelajaran dapat dikatakan efektif.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pembelajaran efektif yaitu sebagai berikut:
a. Faktor Internal
Faktor internal ialah suatu unsur yang terdapat di dalam hidup peserta didik yang sedang belajar.
1) Kesehatan
Kesehatan berarti dalam keadaan sehat jasmani dan rohani yang melingkup bagian tubuh yang bebas dari penyakit. Dan juga teknik
belajar orang tersebut bisa terhambat apabila kesehatan orang tersebut tergangguh.
2) Cacat tubuh
Apabila terjadinya cacat pada tubuh bisa juga mempengaruhi proses belajar mengajar, oleh sebab itu jika peserta didik tersebut mengalami kecacatan maka pembelajarannya bisa tergangguh.
3) Intelegensi
Intelengensi merupakan keahlian yang mengalami juga menyesuaikan diri dalam situasi yang baru dengan begitu cepat juga efektifan.
4) Minat
Minat merupakan keinginan yang patut harus diperhatikan dalam kegiatan belajar mengajar. Minat ini berpengaruhnya sangat besar terhadap pembelajaran dikarenakan pembelajaran tersebut di pelajari karena tidak sesuai dengan minat peserta didik maka murid tidak bisa belajar sebaik-baiknya.
5) Kesiapan
Persiapan merupakan kemampuan untuk memperoleh tindakan atau juga reaksi. Peresiapan ini dapat dilihat pada saat proses belajar mengajar dikarenakan Ketika murid tersebut belajar dan sudah mempunyai persiapan maka hasil belajarnya akan meningkat dengan baik.
Dari beberapa faktor unsur internal diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa faktor internal yaitu fakator yang dapat mempengaruhi belajar, yang
berasal dari peserta didik. faktor internal diatas merupakan aspek psikologis dalam diri siswa tersebut.
b. Faktor eksternal
Faktor eksternal merupakan salah satu proses yang dapat mempengaruhi pada pembelajaran yang efektif yaitu:
1) Suasana dalam rumah
Agar anak bisa belajar dengan baik perlu hendaklah menciptakan keadan di dalam rumah sehingga menghasilkan suasana yang tentram dan damai.
2) Hubungan antara anggota keluarga
Kecerdasan dalam belajar juga keberhasilan anak wajib ada hubungan yang baik dalam satu keluarga. Apabila hubungan baik ialah hubungan yang tersalurkan pengertian maupun kasih sayang dengan didikan untuk kesuksesan pembelajaran anak itu sendiri (Erwinsyah, 2016).
3) Lingkungan Sekolah
Lingkungan disekolah berupa pendidik, staf sekolah, maupun teman sekolah juga bisa menpengaruhi giat belajar mengajar peserta didik.
Pendidik yang siap sedia menunjukkan sikap juga perilaku yang menarik dapat menciptakan contoh yang baik, khusus di dalam proses pembelajaran.
Dari faktor eksternal penulis menyimpulkan bahwa faktor eksternal merupaka unsur yang melandai atau berasal dari luar kepibadian peserta
didik juga dapat terpengaruh dari cara pembelajaran peserta didik. Faktor eskternal ini sangat berpengaruh terhadap proses belajar siswa.
3. Permasalahan Pembelajaran
Rosihuddin (2011) menyatakan permasalahan dalam pembelajaran ialah masalah yang sangat menghabat, mengganggu juga dapat mempersulit dan mengakibatkan suatu kegagalan untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut.
Adanya unsur permasalahan pembelajaran yaitu sebagai berikut:
a. Unsur pendekatan dalam pembelajaran
Berawal dari permasalahan pembelajaran yang kerapkali muncul di masyarakat karena adanya masalah di lingkungan sekitar di antaranya orang tua, dan jug pendidikan. Dan juga selama ini pembelajaran itu hanya menekankan pada sikap dan perilaku tetapi masih ada siswa yang tidak begitu bisa menghargai perbedaan.
Oleh karena itu, kita harus memperlakukan siswa atau peserta didik dengan hati-hati juga penuh dengan kesabaran, dikarenakan siswa merupakan anak-anak yang identitasnya ialah manusia yang harus di didik.
(Afifah, 2015)
b. Perubahan Kurikulum
Di lingkungan pendidikan juga sering terjadi dengan adanya perubahan kurikulum hal inilah yang disebabkan sering membuat kebingungan peserta didik. Kita ambil contoh jika pesrta didik sudah mulai memahami dengan
adanya kurikulum KTSP dan juga selang beberapa waktu digantikan dengan kurikulum 2013. Kurikulum ialah suatu pegangan yang ada pada guru itu akan diajarkan kepada siswa untuk arahan dalam pembelajaran.
c. Faktor Kompetensi Guru
Guru dituntut harus bisa profesional dalam menangani situasi untuk menunjang keberhasilan peserta didik untuk belajar disekolah. Apabila seorang guru memiliki kompetensi yang baik maka akan terciptanya pula bagi peserta didik yang tingkat pemahamannya di sekolah bisa diterapkan di rumah. Kemudian apabila seorang guru memiliki tingkat profesioal juga pemahaman agama yang begitu baik maka sangat mudah sekali untuk menjelaskan kepada peserta didik dengan adanya materi keagamaan. Materi keagamaan sangat begitu penting di dunia Pendidikan yang umum sehingga akan menjadi acuan peserta didik dalam perubahan era digital. Adapun juga di sekolah umum mereka dapat membentuk kepribadian peserta didik menjadi lebih berakhlak dan juga ahli ibadah. (Afifah,2015)
Permasalahan dalam pembelajaran dapat kita menelusuri dengan jalannya proses dasar dalam pembelajaran sebagai proses pembelajaran pada di berbagai ragam permasalahan. Demikian dari banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi proses dan juga hasil hubungan dalam pembelajaran memiliki dua unsur yang akan menentukan seperti unsur pendidik sebagai pokok belajar mengajar dan juga siswa sebagai pokok dalam pembelajaran.
4. Pembelajaran Daring
Sanjaya (2020) mengatakan pembelajaran online merupakan suatu pembelajaran yang menggunakan sistem teknologi bisa juga jaringan internet dalam sebuah pembelajaran. Perkembangan teknologi secara cepat membawa situasi ini menuju perubahan saat ini. Pada zaman sekarang kita berada di situasi dimana teknologi juga internet sangat mendukung dalam kehidupan. Bahkan, Rusman (2007) menyebutkan bahwa internet merupakan perpustakaan raksasa dunia, karena di dalam internet terdapat miliaran sumber informasi, sehingga kita dapat menggunakan informasi tersebut sesuai dengan kebutuhan. Virus corona saat ini telah menguasi bumi dan seluruh peserta pendidikan yang belajar mengajar secara langsung tetapi kini harus dengan adanya media teknologi yang harus menggunakannya. Adanya keadaan saat ini sangat tidak mudah utuk diterima bagi setiap pihak, meskipun saat ini pembelajaran mengguakan media teknologi yang belajar dari jarak jauh atau di masing-masing rumah yang mampu menjadi penyambung untuk tetap memberikan ilmu dalam pembelajaran.
Kartikawati (guru SD Negeri 09 sanggau Kalimantan Barat) menyampaikan pembelajaran daring dari rumah akan tetap dilaksanakan. Pelaksanaan belajar mengajar dari rumah pedidik meminta wali murid sebagai narasumber yang langkah- langkahnya sudah diberikan melalui grup. Adapun pendapat dari Timur Setiawan mengutarakan beberapa metode pembelajaran secara daring yang sudah ditetapkan ialah belajar mengajar dari rumah yang diberikan melalui media sosial (Pengelola Web Kemendikbud, 2020).
Purnomo (dalam pikiran rakyat media network) menyampaikan pembelajaran daring dengan diterapkan metode pemberian tugas secara online untuk peserta didik melalui grup dapat dikatakan efektif dalam situasi darurat seperti sekarang ini karena penyebaran covid-19. Saat ini banyak sekali pendidik menggunakan berbagai macam ragam pembelajaran dari rumah, ada beberapa yang menggunakan metode ceramah online, ada beberapa juga yang tetap mengajar di ruangan kelas tetapi di videokan kemudian dikirim ke aplikasi siswa.
(Ashari, 2020)
Dari pernyataan Thome, Pembelajaran dalam jaringan merupakan salah satu pembelajaran yang belajarnya menggunakan media teknologi multimedia, kelas virtual, video, teks online animasi, email, pesan suara, telepon konferensi, dan juga video streaming online (Kuntarto, 2017). Sedangkan menurut Moore dkk (2019) menyampaikan pembelajaran dalam jaringan bahwa suatu pembelajaran yang mengguakan jaringan internet dengan akses, keluwesan, konektifitas, juga keterampilan guna meningkatkan interaksi belajar yang berbagai ragam. Sehubung dengan pendapat Enriquez (2014) ia mengatakan pembelajaran dalam jaringan pendidik dan siswa dapat melakukan belajar mengajar bersama, juga dengan waktu yang sama, dengan menggunakan berbagai macam aplikasi seperti WhatsApp, Edmodo, zoom meating, google med, google classroom, youtube ruang guru serta
aplikasi lainnya.
Pembelajaran dalam jaringan ini merupakan suatu tantangan yang terbaru untuk para pendidik dimasa pandemi ini, yang diharuskan para pendidik mampu untuk menggunakan media pembelajaran online, yang dapat dilakukan
pembelajaran secara daring juga diharapkan mampu untuk meningkatkan kreatifitasnya dalam sebuah proses pembelajaran yang dilakukan pembelajaran daring, seluruh pihak yang ikut berperan dalam proses pembelajaran harus mempunyai persiapan seperti jaringan internet dengan konektif yang memenuhi seraya fasilitas lainnya yang dapat menunjang sehingga pembelajaran daring bisa dikerjakan dengan baik dan efektif. Menurut pendapat Mulyasa (2013) pendidik harus mengetahui bahwa pembelajaran memiliki sifat yang sangat kuat karena melibatkan aspek ilmu pendidikan, intelektual, juga bersifat mendidik secara bersamaan. Oleh sebab itu, pembelajaran dalam jaringan bukan hanya sekedar materi yang dipindah melalui media internet, dan bukan juga sekedar tugas maupun soal-soal yang dikirimkan melalui aplikasi media social.
Saat ini maraknya virus corona semakin merajalela di indonesia yang tidak luput dari wabah tersebut, universitas, sekolah harus tetap bergerak, untuk mengatasi keadaan di saat ini. Seluruh sekolah saat ini masih ditiadakan belajar mengajar secara masal. Pembelajaran dari rumah merupakan suatu keharusan dalam memutuskan rantai penyebaran virus corona. Dalam suatu pelaksanaan pembelajaran dalam jaringan ini seorang tenaga pendidik hendaknya harus mengetahui langkah-langkah pembelajaran daring ialah:
a. Tenaga pendidik wajib memanfaatkan waktu juga memberikan tugas melalui Google Classroom, Zoom, Whatsapp, Google Med, atau juga memberikan tugas dengan menggunakan google drive. Wajib dilakukan untuk mentransfer pengetahuan kepada peserta didik.
b. Seorang pendidik wajib menguraikan pembelajaran yang sangat terencana juga begitu dalam praktis dalam keterbatasan waktu.
c. Di akhir kegiatan dalam jaringan ini sebaiknya tenaga pendidik untuk memberikan kekuatan pada karakter dan motivasi pada peserta didik yang diberitahukan tenaga pendidik kepada orang tua murid atau juga peserta didik sehingga menjadi murid yang kuat dan siap dikondisi apapun saat pandemi covid-19.
Pembelajaran dalam jaringan yaitu belajar mengajar dirumah kapanpun maupu dimana saja saat muncul disituasi yang begitu darurat seperti sekarang ini organisasi Kesehatan dunia menganjurkan agar belajar mengajar dari rumah.
(Damalaksana dkk, 2020)
Di negara kita tercinta ini yaitu Indonesia serentak menerapkan model pembelajaran ini di karenakan sangat tergesa dan juga belum diketahui sampai saat terjadinya belajar mengajar untuk sekarang ini. Pembelajaran dalam jarigan atau disebut belajar online menjadi salah satunya jenis pembelajaran yang digunakan dinegara kita.
Pesatnya wabah virus corona ini menimbulakan dunia negara kita menjadi resah termasuk negara lainnya. Pembatasan sosial ditetapkan oleh pemimpin guna memastikan masyarakat terhindar dan juga jauh dari keramaian di tengah-tengah wabah virus corona.
Demikian Adapun kendala yang dapat mempengaruhi pembelajaran dalam jaringan yaitu:
a. Kurang adanya kuota internet dan handphone. Susahnya jaringan kuota dan handphone menjadi suatu masalah dalam proses belajar mengajar dalam
jaringan.
b. Pemahaman terhadap informasi teknologi masih sangat kurang. Perkembangan media teknologi sekarang ini dirasakan begitu wajib di karenakan ilmu pengetahuan teknologi akan mendukung strategi pembelajaran individu tanpa harus bertatap secara langsung. Namun demikian masih banyak sekali warga Indonesia yang belum memahami dan mengetahui adanya pembelajaran lewat media teknologi sebab ada beberapa wali murid yang berada di sebuah pedesaan yang tidak memiliki handphone. Hal inilah yang menjadi pemicu belajar mengajar dalam jaringan.
c. Susahnya jarigan atau signal
Menurut Ridwan (2020) apabila jaringan internet dapat tersambung dengan handphone atau media komunikasi lainnya itu sebabkan adanya jaringan,
bilamana dalam situasi yang tidak memiliki jaringan untuk mengakses suatu kegiatan di dalam internet itu tidak tersambung atau terkoneksi.
Pembelajaran dalam jaringan seperti ini tentunya memiliki banyak kekurangan dan kelebihan sepeti berikut ini:
a. Kelemahan atau kekurangan
1) Begitu sulit untuk mengawasi mana peserta didik yang bersungguh- sungguh mengikuti pembelajaran dan yang tidak bersugguh-sungguh.
2) Belajar megajar lebih singkat karena tidak memungkinkan adanya bertatap muka langsung dengan peserta didik.
3) Adanya kesulitan untuk sebagian orang yang tinggal di daerah yang jaringannya sedikit kurang baik untuk mengakses internet.
4) Peserta didik tidak semuanya memiliki media teknologi dan juga mampu untuk mengakses internet.
b. Keunggulan
1) Waktu dan tempat sangat efektif dikarenakan murid langsung mengikuti proses pembelajaran dari rumah.
2) Meningkatkan wawasan kepada murid bahwa internet bisa digunakan untuk urusan yang positif.
3) Murid di didik untuk lebih menguasai teknologi informasi yang sangat berkembang.
B. Kajian Penelitian Yang Relevan
Sebagai bentuk terhindarnya penjiblakan, penulis wajib melaksanakan pencarian dari penelitian terdahulu. Berdasarkan pencarian tersebut, informasi beberapa penelitian yang relevan.
Tabel 2.1 Hasil Penelitian Yang Relevan No. Nama
Peneliti
Judul Persamaan Perbedaan Ket
1. Nadif Ulfia (2021)
Pembelajaran daring dimasa pandemi Covid- 19 refleksi bagi
para siswa
Topik yang dibahas sama yaitu membahas
tentang pembelajaran daring di masa
pandemic
Peneliti tersebut dilaksanakan
pada objek penelitian siswa SMA sedangkan
penulis melakukan pada
murid sekolah dasar.
2. Nova Pembelajaran Topik yang Penelitian
No. Nama Peneliti
Judul Persamaan Perbedaan Ket
Irawati Simatupang (2020)
Online pada masa pandemi Covid-19 dengan
Metode Survey
dibahas sama yaitu pembelajaran daring di masa pandemi Covid-
19
tersebut dilakukan dengan
pengumpulan datanya survey
dan angket, sedangkan
penulis melakukan
Dengan meggunakan
Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi.
3. Redita Wiguna (2020)
Analisis Proses Pembelajaran Siswa berbasis Online (Daring) Di Kelas Rendah
Pada Masa pandemi Covid-
19
Persamaan penelitian ini dengan penulis
adalah pada variable yang diamati yakni pembelajaran online disekolah
dasarpada masa pandemi.
Dalam penelitian ini bedanya sama penulis ialah di waktu dan tempat penelitian dimana peneliti tersebut membahas kelas rendah sedangkan
penulis meneliti kelas tinggi.
C. Kerangka Berpikir
Sehubung dengan kerangka berpikir di bawah ini, bisa dipahami bahwa penulis akan mengutarakan promblematika pembelajaran daring dimasa pandemi kelas IV di SD Muhammadiyah 08 Dau Malang.
Fakta yang ada Adanya pandemi Covid-19 yang memberikan dampak dalam dunia
pendidikan.
Fakta di Lapangan Kebijakan pemerintah mengeluarkan
surat edaran nomor 4 tahun 2020 tentang pendoman penyelenggaraan pembelajaran dari rumah dalam masa
darurat penyebaran Covid-19.
Aspek Yang Akan Diteliti
Untuk menjelaskan pembelajaran daring dimasa pandemi kelas
IV di SD Muhammadiyah 08
Dau Malang.
Untuk menghetahui problematika yang muncul dalam pembelajaran daring dimasa pandemi kelas IV di SD Muhammadiyah 08 Dau
Malang.
Untuk mengetahui upaya atau solusi apa yang dilakukan
untuk menyelesaikan permasalahan pembelajaran daring dimasa pandemi kelas IV di SD Muhammadiyah 08
Dau Malang.
Instrument Penelitian
Promblematika Pembelajaran Daring Dimasa Pandemi
Analisis problematika pembelajaran daring pada masa pandemic kelas IV di SD Muhammadiyah 08 Dau Malang.
Bagan 2.1 Kerangka Pikir
Observasi Wawancara Dokumentasi