MATERI KULIAH KE-3:
ASPEK EKOLOGI DAN BUDAYA DALAM ARSITEKTUR LANSKAP
LANSKAP ~
(ingat definisi/pengertiannya)Mempunyai karakter (tropis, temperate;
gurun, gunung, pantai; rural, urban;
oriental, western; tradisional/etnik, modern, dll)
Karakter lanskap muncul terjadi karena kekuatan faktor-faktor pembentuknya, baik berupa elemen atau proses alami (aspek ekologis) maupun karena pengaruh manusia (aspek budaya)
FACTORS FORMS Climate
Geognostic Land
surface
Climatic
Vegetational
NATURAL LANDSCAPE
soil drainage mineral resources
X Sea and coast
Vegetation TIME
FACTORS MEDIUM FORMS
Population
density mobility
Culture TIME
Housing
plan structure
CULTURAL LANDSCAPE Natural
Landscape
interaksi
Semakin kuat karakter alaminya
Semakin man-made, artificial ALAM/LANSKAP
ALAMI
MANUSIA, BUDAYA
Production Communicat.
XX
MANUSIA & LINGKUNGANNYA
• Dalam mempertahankan hidup di dunia, manusia berinteraksi dengan lingkungannya
• Ekosistem : hubungan saling mempengaruhi antara makhluk hidup dengan lingkungannya
LANSKAP YANG TERBENTUK
Lingkungan biotik: Komponen hidup
- -
Iklim Tanah
- Landform, altitude - Vegetasi, satwa
Misal: hewan, tumbuhan
Lingkungan abiotik: komponen tak hidup Misal: air, tanah, batu, udara, iklim
Proses-proses di alam terjadi dalam unit-unit ekologis, saling terkait tidak dapat di pecah2/
dibatasi (misal berdasarkan batas administratif)
harus menjadi perhatian penting bagi para planner dan penentu kebijakan (Pemda)
Dalam kajian spatial ekologis sering digunakan batas Daerah Aliran Sungai (hulu, tengah, hilir)
watershed/river basin/water drainage
Perencana sumberdaya alam/lahan/lanskap wajib memahami dan menjaga kelestarian sistem-sistem alami/ekologis yang melindungi kesehatan dan kenyamanan (well being) manusia
Hutan Lindung Telaga Warna preservation area, melindungi tata air dan tata tanah yang rentan, dan sangat berpengaruh pada daerah di bawahnya;
Perlu ke hati-hatian jika dijadikan hutan wisata.
• Life support systems semua fungsi-fungsi pada alam yang harus dijaga keberlanjutannya untuk menunjang kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya
• Contoh fungsi/proses fotosintesis, evapotranspirasi, respirasi, osmosis, oksidasi, fermentasi, dekomposisi, dll
• Kelangsungan kehidupan (manusia) sangat tergantung pada proses-proses tsb.
Tipe Pengelolaan Lanskap
Preservasi: perlindungan untuk lanskap yang paling sensitif/kritis
Konservasi, penggunaan terbatas: perlindungan area/lanskap penyangga (protective suport areas)
Pengembangan less critical areas, dengan tidak membahayakan lingkungan
Pengembangan berbagai jenis land use untuk mewujudkan hubungan terbaik antar manusia, antara manusia dengan alam, serta antara manusia dengan Tuhannya
Deforestation yang menyebabkan banjir bandang di dekat Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah (Des 2003)
karya arsitektur lanskap tata ruang, tata letak elemen, desain elemen, dan pemilihan bahan keamanan, kenyamanan dan keawetan
FAKTOR-FAKTOR ALAMI
• iklim (sinar matahari, suhu, curah hujan, kelembaban, angin) makro dan mikro
•
•
•
• tanah
air (termasuk bentuk badan air: sungai, danau) topografi
sumber daya alam (batu, kayu, pemandangan)
Plantation Forest garden
Upland field
Paddy field Residential area
0
10km
N Cianjur City
Mt. Gede
Legend Forest
Rehabilitasi lanskap hutan mangrove
Tanah Lot terjadi karena proses abrasi pantai, pura ini dilindungi dengan cara pembuatan pemecah gelombang
Contoh Tataguna Lahan Pada DAS Cianjur
(Sumber: Harashina, Takeuchi, Tsunekawa & Arifin, 2002) Faktor-faktor alami juga sangat mempengaruhi
Elevasi (m) 3000
2000
1000
Desa Galudra/Hulu
Desa Mangunkerta/Tengah
Kec. Cugeunang, Kota Cianjur, Kec. Karang Tengah
Desa Selajambe/Hilir 0
m ontana alpine
TN Gede Pangrango
Z.Penyangga TNGP, hutan tanaman dan perkebunan teh
hutan hujan perkebunan teh
talun bam bu
pekarangan & kolam kecil,ayam ,sapi,dom ba & kelinci tegalan sayuran dataran tinggi
talun bam bu tegalan sayurandataran tinggi
pekarangan ,kolam ikan,ayam ,kam bing kebun cam puran
saw ah berteras
tegalan palaw ija
kebun cam puran pekarangan ,kolam , ayam ,bebek, kam bing,kerbau
kolam ikan saw ah beririgasi
10 20 30
of dari profile of study sites Cianjur di DASWest Java, IndonesiaFigure Jarak (km)
Distance (km)
Profil lanskap landuse hulu-tengah-hilir Watershed, Cianjur (Arifin,HS 2001)
Mosaik lanskap dan penutupan tanaman di DAS Cianjur
Hilir
Tengah Hulu
Terrain~Pola Lanskap Sawah:
Mountaineous Hilly
Undulating - flat
> 10 m
Gambar Profil Pohon dan Perdu di Pekarangan Tradisional (Pohon, Perdu dan Herba yang Lebih Pendek dan Berada di Belakang Profil ini Tidak Tergambar) a
b c
da
e e b f e
p g
dh
i i i
j k
c l bm
c m o
n p
g tc
g q
u r
r r s p
g c v g
Pola pekarangan, taman rumah tropis di perdesaan. Memadukan keragaman vertikal (mengkondisikan iklim mikro lebih baik) &
keragaman horizontal (pengaruh budaya)
Perbedaan Iklim
Delonix regia
Kebun teh Gunung Mas Kesesuaian tanaman dengan altitude (ketinggian tempat)
Pola taman rumah moderen berbeda pola pekarangan perdesaan karena pergeseran luas lahan, budaya, dan teknologi
Pengaruh musim
Bangunan dan taman tropis yang ekologis desain &
struktur
Taman Tropis
Taman pada pola rumah vertikal
Struktur bahan pada elemen lanskap disesuaikan dengan kondisi ekologis
ASPEK BUDAYA
Manusia mengolah mengubah dan memanfaatkan lanskap sesuai kebutuhannya (needs & wants)
Hasil perubahan lanskap dipengaruhi:
- persepsi/pengetahuan terhadap kondisi/
sifat lanskap atau sumberdaya - budaya kelompok masyarakat - teknologi yang dikuasai/tersedia - ekonomi
- aspek legal
Keterangan rumah tradisional (Wijaya, 2002):
1. Halaman utama 2. Bangunan suci keluarga 3. Balai tidur utama
7. Dapur 8. Lumbung padi 9. Kandang ternak 4. Balai upacara
5. Ruang tamu
10. Pintu masuk
11. Aling-aling Pola tata ruang dan orientasi pada permukiman tradisional
Prambanan (atas) dan 6. Balai tiang enam
Borobudur – candi Budha
The Great Mosque in Banten
(built in the 16th c.) Islam cemetery with Hindu portico (Banten, in the 17th c.)
Asimilasi budaya pada bentukan lanskap Dieng (kanan) candi Hindu
Ficus benjamina surrounding palace square in Yogyakarta Palace
Lanskap Kolonial di Batavia
Pecinan di Batavia (pada 18)
Pengaruh budaya asing pada desain Taman Sari Yogyakarta
Budaya masyarakat ~ lanskap sungai strip development
Lanskap Industri Pertambangan Tembaga Roros, Norwegia
Macam-macam pola taman
Vegetasi di lanskap perkotaan
Pengaruh global pada pola permukiman
Pengaruh ekonomi dan kebijakan pada tampilan lanskap
Sumber ide/inspirasi desain
Pertimbangan agar desain/perencanaan sesuai budaya masyarakat tapak/lanskap dapat berfungsi efektif
Identitas dan nilai lanskap
Memberikan value of space lanskap yang mempunyai identitas menentukan kualitas desain, pride dan sense of belonging bagi masyarakat
Aplikasi aspek ekologis dan budaya
Pertimbangan aspek ekologis dan budaya, serta aspek lainnya (ekonomi, sosial, politik,
teknis/kepraktisan, dll) tidak dapat berdiri sendiri, namun terintegrasi dalam menghasilkan suatu karya lanskap baik berupa perencanaan, perancangan maupun pengelolaan
Pelaku pekerjaan lanskap wajib mengutamakan keselamatan dan kenyamanan user dan masyarakat luas, serta menjaga keberlanjutan lingkungan/sistem ekologis
Pertimbangan aspek ekologis dan budaya menentukan keberhasilan karya lanskap sesuai dengan kondisi alami dan budaya serta keinginan masyarakat