Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 1 dari 16 Putusan Nomor 06/Pdt.Sus-PKPU/2016/PN Niaga Mdn.
P U T U S A N
Nomor:6/Pdt.Sus-PKPU/2016/PN Mdn.
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Medan memeriksa dan memutus perkara permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang telah menjatuhkan putusan yang diajukan oleh:
PT. TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICE, suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut hukum Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta, Kotamadya Jakarta Selatan dan berkantor di Jalan HR. Rasuna Said Kav. C-3, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan 12920, berdasarkan akta No. 30 tertanggal 15 April 1994, yang dibuat di hadapan Enimarya Agoes Suwarko, S.H., Notaris di Kota Jakarta juncto Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 13 tanggal 3 Februari 2006 yang dibuat di hadapan Linda Herawati, S.H., Notaris di Jakarta, sebagaimana telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum dengan No. C-06037 HT.01.04.TH.2006 tanggal 2 Maret 2006 juncto Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 277 tanggal 16 Agustus 2008 yang dibuat di hadapan Linda Herawati, S.H., Notaris di Jakarta, sebagaimana telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum dengan No. AHU- 68514.AH.01.02.Tahun.2008 tanggal 23 September 2008 dan perubahan Anggaran Dasar yang telah mengalami perubahan beberapa kali sebagaimana perubahan terakhir berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 41 tanggal 14 September 2015 yang dibuat di hadapan Linda Herawati, S.H., Notaris di Jakarta, sebagaimana telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum dengan No. AHU-AH.01.03-0964699 tanggal 15 September 2015, yang dalam hal ini diwakili oleh Ferdinan Agustinus dan Muara Lysta Sirait, selaku Penerima Kuasa dari David Iskandar dan Naoki Tokuhisa dalam jabatannya masing-masing selaku Presiden Direktur dan Wakil Presiden Direktur Perseroan, oleh karenanya bertindak untuk dan atas nama Direksi Perseroan, yang memberikan kuasa kepada: Johan Bastian Sihite, S.H., M.H., Lambok Parulian Hutapea, S.H., Tommy Togar P Simorangkir, S.H., Nia Putriyana S.H., MHum., Fadiza Rianty S.H., MKn., masing-masing berkewarganegaraan Indonesia, para Advokat, Advokat Magang dan Konsultan Hukum pada Kantor Hukum LJP Law Office, yang beralamat di Rukan Sentra Niaga Blok C Nomor 5, Green Lake City, Jakarta Barat 11750, berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor: 147/POA/Leg/XI/2016 tanggal 17 November 2016, yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Medan pada tanggal 22
Menjadi Pailit
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 2 dari 16 Putusan Nomor 06/Pdt.Sus-PKPU/2016/PN Niaga Mdn.
Nopember 2016 dibawah registrasi nomor: 1816/Penk.Perd/2016/PN Mdn., untuk selanjutnya disebut sebagai……… Pemohon PKPU;
Terhadap
1. CV. SURYA PRATAMA, suatu badan hukum, yang didirikan menurut hukum Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jalan Merak No. 40, Sei.
Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, 20119, yang dalam hal ini diwakili oleh: Haltatif, S.E., selaku Direktur dan pesero pengurus satu- satunya yang bertanggungjawab sepenuhnya terhadap semua kewajiban perseroan, berdasarkan Akta Perseroan Komanditers C.V. SURYA PRATAMA Nomor 3 tertanggal 15 Januari 1999, yang dibuat dihadapan Notaris Hasmidah Hasyim, S.H., Notaris di Kabupaten Deli Serdang, yang dikuasakan kepada: Mukhlis, S.H., dan Hisar Sinaga, S.H.,M.H., Para Advokat/Penasihat Hukum pada Kantor Hukum “MUKHLIS AKHMAD 7 PARTNERS” berkedudukan dan berkantor di Jalan Merak 44, Kelurahan Sei.
Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 06 Desember 2016, yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Medan pada tanggal 7 Desember 2016 dibawah registrasi nomor: 1708/Penk.Perd/2016/PN Mdn., untuk selanjutnya disebut ………. TERMOHON PKPU I;
2. HALTATIF, selaku Persefrfo Pengurus dan Persero Aktif CV. Surya Pratama, yang beralamat di Jalan Tuar, Komplek Astra Nomor 11 A, Kota Medan, yang memberikan kuasa kepada: Mukhlis, S.H., dan Hisar Sinaga, S.H.,M.H., Para Advokat/Penasihat Hukum pada Kantor Hukum “MUKHLIS AKHMAD 7 PARTNERS” berkedudukan dan berkantor di Jalan Merak 44, Kelurahan Sei. Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 06 Desember 2016, yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Medan pada tanggal 7 Desember 2016 dibawah registrasi nomor: 1708/Penk.Perd/2016/PN Mdn., untuk selanjutnya disebut ……….. TERMOHON PKPU II;
Pengadilan Niaga tersebut;
Setelah membaca berkas perkara;
Setelah mendengar kedua belah pihak yang berperkara;
Setelah membaca dan memperhatikan bukti-bukti yang diajukan oleh Pemohon PKPU, dan Termohon PKPU;
TENTANG DUDUK PERKARA
Menimbang, bahwa Pemohon dengan surat permohonannya tanggal 22 Nopember 2016 yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 3 dari 16 Putusan Nomor 06/Pdt.Sus-PKPU/2016/PN Niaga Mdn.
Niaga pada Pengadilan Negeri Medan tanggal 22 Nopember 2016 di bawah Register Nomor 06/Pdt.Sus-PKPU/2016/PN Mdn. telah mengajukan permohonan pernyataan pailit sebagai berikut:
I. PEMOHON PKPU MERUPAKAN KREDITOR DARI PARA TERMOHON PKPU YANG MEMILIKI HAK UNTUK MENGAJUKAN PERMOHONAN PKPU
1. Bahwa Pemohon PKPU merupakan suatu perseroan berbentuk badan hukum, yang didirikan menurut dan berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia, yang bergerak dalam bidang pembiayaan konsumen berdasarkan Anggaran Dasar PT.
Toyota Astra Financial Services berikut perubahan-perubahannya.
(Bukti P-1, P-2, P-3, P-4, P-5, P-6, P-7)
2. Bahwa Pemohon PKPU dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang pembiayaan konsumen, telah memberikan beberapa fasilitas pembiayaan kepada Para Termohon PKPU berupa pembiayaan pembelian 190 unit kendaraan bermotor berdasarkan beberapa perjanjian pembiayaan sebagai berikut:
No. Bukti No. Perjanjian Pembiayaan
P-8 Perjanjian Pembiayaan Nomor 93787513 tanggal 25 November 2013;
P-9 Perjanjian Pembiayaan Nomor 93791513 tanggal 25 November 2013;
P-10 Perjanjian Pembiayaan Nomor 93792613 tanggal 25 November 2013;
P-11 Perjanjian Pembiayaan Nomor 93793513 tanggal 25 November 2013;
P-12 Perjanjian Pembiayaan Nomor 93793913 tanggal 25 November 2013;
P-13 Perjanjian Pembiayaan Nomor 93795013 tanggal 25 November 2013;
P-14 Perjanjian Pembiayaan Nomor 93795613 tanggal 25 November 2013;
P-15 Perjanjian Pembiayaan Nomor 93796213 tanggal 25 November 2013;
P-16 Perjanjian Pembiayaan Nomor 93796713 tanggal 25 November 2013;
P-17 Perjanjian Pembiayaan Nomor 93797413 tanggal 25 November 2013;
P–18 Perjanjian Pembiayaan Nomor 94210613 tanggal 17 Desember 2013;
P–19 Perjanjian Pembiayaan Nomor 94211113 tanggal 17 Desember 2013;
P–20 Perjanjian Pembiayaan Nomor 94211413 tanggal 17 Desember 2013;
P–21 Perjanjian Pembiayaan Nomor 94212113 tanggal 17 Desember 2013;
P–22 Perjanjian Pembiayaan Nomor 94212413 tanggal 17 Desember 2013;
P–23 Perjanjian Pembiayaan Nomor 94212813 tanggal 17 Desember 2013;
P–24 Perjanjian Pembiayaan Nomor 94687213 tanggal 23 Desember 2013;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 4 dari 16 Putusan Nomor 06/Pdt.Sus-PKPU/2016/PN Niaga Mdn.
P–25 Perjanjian Pembiayaan Nomor 94687513 tanggal 23 Desember 2013;
P–26 Perjanjian Pembiayaan Nomor 94688313 tanggal 23 Desember 2013;
P–27 Perjanjian Pembiayaan Nomor 94702313 tanggal 23 Desember 2013;
P–28 Perjanjian Pembiayaan Nomor 94753813 tanggal 30 Desember 2013;
P–29 Perjanjian Pembiayaan Nomor 94753913 tanggal 30 Desember 2013;
P–30 Perjanjian Pembiayaan Nomor 94754013 tanggal 30 Desember 2013;
P–31 Perjanjian Pembiayaan Nomor 94754413 tanggal 30 Desember 2013;
P–32 Perjanjian Pembiayaan Nomor 94754613 tanggal 30 Desember 2013;
P–33 Perjanjian Pembiayaan Nomor 94754713 tanggal 30 Desember 2013;
P–34 Perjanjian Pembiayaan Nomor 94754813 tanggal 30 Desember 2013;
P–35 Perjanjian Pembiayaan Nomor 94754913 tanggal 30 Desember 2013;
P–36 Perjanjian Pembiayaan Nomor 94755013 tanggal 30 Desember 2013;
P–37 Perjanjian Pembiayaan Nomor 94755113 tanggal 30 Desember 2013;
P–38 Perjanjian Pembiayaan Nomor 94294013 tanggal 15 Januari 2014;
P–39 Perjanjian Pembiayaan Nomor 94296413 tanggal 15 Januari 2014;
P–40 Perjanjian Pembiayaan Nomor 90676114 tanggal 24 Februari 2014;
P–41 Perjanjian Pembiayaan Nomor 90627014 tanggal 28 Februari 2014;
P–42 Perjanjian Pembiayaan Nomor 90629114 tanggal 28 Februari 2014;
P–43 Perjanjian Pembiayaan Nomor 91299114 tanggal 27 Maret 2014;
P–44 Perjanjian Pembiayaan Nomor 91321614 tanggal 27 Maret 2014.
3. Bahwa telah menjadi fakta hukum, Para Termohon PKPU telah menerima secara penuh haknya dari fasilitas pembiayaan atas 190 unit kendaraan bermotor dari Pemohon PKPU, yang dapat dibuktikan melalui Berita Acara Serah Terima yang telah ditandatangani oleh Para Termohon PKPU;
(Bukti P-45 sampai dengan P-216)
4. Bahwa sebagaimana Para Termohon PKPU telah menerima secara penuh haknya atas kewajiban yang telah selesai dan tuntas dilaksanakan oleh Pemohon PKPU, maka Para Termohon PKPU memiliki kewajiban untuk melakukan pembayaran dan/atau pelunasan atas pembiayaan dan pengiriman 190 unit kendaraan bermotor tersebut kepada Pemohon PKPU;
5. Bahwa berdasarkan Pasal 4 angka 4.1 Syarat dan Ketentuan Umum Perjanjian Pembiayaan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Pembiayaan – Perjanjian Pembiayaan sebagaimana dimaksud (Vide Bukti P-8 sampai dengan Bukti P-44), Para Termohon PKPU WAJIB mengembalikan utang secara mengangsur dengan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 5 dari 16 Putusan Nomor 06/Pdt.Sus-PKPU/2016/PN Niaga Mdn.
jangka waktu dan jumlah sebagaimana yang diuraikan dalam Perjanjian Pembiayaan.
(Bukti P-217 sampai dengan Bukti P-253) Namun :
Sejak bulan Oktober 2014, Para Termohon PKPU sudah tidak pernah lagi melakukan pembayaran angsuran atas pembiayaan yang telah diberikan oleh Pemohon PKPU.
6. Bahwa Bahwa berdasarkan Pasal 8 angka 8.2.3.2 Syarat dan Ketentuan Umum Perjanjian Pembiayaan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Pembiayaan – Perjanjian Pembiayaan sebagaimana dimaksud (Vide Bukti P-8 sampai dengan Bukti P-44), Pemohon berhak untuk melakukan eksekusi penarikan terhadap 190 unit kendaraan bermotor tersebut.
7. Bahwa berdasarkan Pasal 8 angka 8.2.3.5 Syarat dan Ketentuan Umum Perjanjian Pembiayaan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Pembiayaan – Perjanjian Pembiayaan sebagaimana dimaksud (Vide Bukti P-8 sampai dengan Bukti P-44), Pemohon berhak untuk melakukan lelang terhadap 190 unit kendaraan bermotor tersebut.
8. Bahwa berdasarkan Pasal 8 angka 8.2.3.6 Syarat dan Ketentuan Umum Perjanjian Pembiayaan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Pembiayaan – Perjanjian Pembiayaan sebagaimana dimaksud (Vide Bukti P-8 sampai dengan Bukti P-44), Para Termohon WAJIB melunasi kekurangan hasil penjualan 190 unit kendaraan bermotor tersebut kepada Pemohon selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja bank setelah diberitahukan.
9. Bahwa Pemohon PKPU telah mengingatkan Para Termohon PKPU untuk membayar lunas utang-utangnya tersebut melalui surat No. 280/Fleet- Coll/IX/2014 tertanggal 22 September 2014. Namun, Para Termohon PKPU sama sekali tidak memiliki itikad baik untuk memberikan tanggapan/respon terhadap surat peringatan tersebut.
10. Bahwa total utang Para Termohon PKPU sejak Oktober 2014 sampai dengan September 2016 kepada Pemohon PKPU adalah sebesar Rp 28.035.590.926 (dua puluh delapan miliar tiga puluh lima juta lima ratus sembilan puluh ribu sembilan ratus dua puluh enam rupiah)
11. Bahwa dengan tidak adanya itikad baik dari Para Termohon PKPU untuk membayar serta melunasi utang-utangnya tersebut, sesuai dengan ketentuan pasal 8.2.1.3.4 Syarat dan Ketentuan Umum Perjanjian Pembiayaan (vide Bukti P-217 sampai dengan P-253) Pemohon PKPU telah melakukan upaya penarikan serta melaksanakan penjualan melalui lelang atas 190 (seratus sembilan puluh) unit kendaraan tersebut.
II. MENGENAI UTANG PARA TERMOHON PKPU YANG TELAH JATUH WAKTU DAN DAPAT DITAGIH
12. Bahwa hasil yang diperoleh dari penjualan tersebut hanya sebesar Rp 20.872.908.000,- (dua puluh miliar delapan ratus tujuh puluh dua juta
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 6 dari 16 Putusan Nomor 06/Pdt.Sus-PKPU/2016/PN Niaga Mdn.
sembilan ratus delapan ribu Rupiah), sehingga masih terdapat sisa utang Para Termohon PKPU kepada Pemohon PKPU sebesar Rp 7.161.273.806,- (tujuh milyar seratus enam puluh satu juta dua ratus tujuh puluh tiga ribu delapan ratus enam Rupiah).
13. Bahwa atas sisa utang Para Termohon PKPU, Pemohon PKPU telah beberapa kali mengingatkan Para Termohon PKPU untuk membayar lunas utang-utangnya tersebut melalui :
a. Surat Perihal Teguran Keras/Somasi No. 90/LJP-SP/IX/2016 tertanggal 28 September 2016 yang telah diterima Para Termohon PKPU.
(Bukti P-254)
b. Surat Perihal Teguran Keras/Somasi Terakhir No. 94/LJP-SP/X/2016 tertanggal 11 Oktober 2016 yang telah diterima Para Termohon PKPU.
(Bukti P-255)
Namun :
Hingga Permohonan PKPU a quo diajukan, Para Termohon PKPU tidak juga membayar lunas utangnya yang telah Jatuh Waktu dan Dapat Ditagih tersebut kepada Pemohon PKPU.
14. Bahwa berdasarkan catatan Pemohon PKPU, jumlah total utang Para Termohon PKPU kepada Pemohon PKPU per-tanggal 18 November 2016 adalah sebesar Rp 7.161.273.806,- (tujuh milyar seratus enam puluh satu juta dua ratus tujuh puluh tiga ribu delapan ratus enam Rupiah).
(Bukti P-256) III. PARA TERMOHON PKPU MEMILIKI LEBIH DARI 1 (SATU) KREDITOR.
15. Bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh Pemohon PKPU, ternyata Para Termohon PKPU juga memiliki kewajiban yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih kepada kreditor-kreditor lain (selanjutnya disebut “Kreditor Lain”), sebagaimana dokumen yang diperoleh dari BANK INDONESIA berupa BI Checking maupun informasi yang diperoleh dari pihak ketiga lainnya;
16. Bahwa sebagaimana hasil klarifikasi berdasarkan dokumen yang diperoleh dari BANK INDONESIA tersebut maupun informasi dari pihak ketiga tersebut, terdapat fakta-fakta adanya Kreditor Lain dari Para Termohon Pailit sebagai berikut:
No Nama Kreditor Alamat
1 PT Bank BRI Syariah Cabang Medan
Jalan S. Parman No. 250E/8, Medan, Sumatera Utara;
2 PT Bank Victoria Syariah Kantor Pusat Operasional
Gedung The Victoria, Lantai 2 dan 3, Jalan Tomang Raya No. 35-37, Jakarta Barat – 11440;
3 PT Astra Sedaya Finance
Jl Letjend TB Simatupang Kav 90, tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12350;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 7 dari 16 Putusan Nomor 06/Pdt.Sus-PKPU/2016/PN Niaga Mdn.
4 Citibank N.A.
(Indonesia) Cabang Medan
Citibank Tower, Lantai 7th, Jalan Jend. Sudirman Kav. 54-55, Jakarta.
5 PT Bank Mandiri Syariah
Jl. Jenderal Achmad Yani No. 100, Medan, Sumatera Utara
6 PT Bank Danamon Indonesia, Tbk
Menara Bank Danamon, Jl Prof Dr Satriio Kav E4 No 6, Mega Kuningan, Jakarta Selatan 7 PT Bank Maybank
Indonesia Tbk
Sentral Senayan (SS) III, Jl Asia Afrika No 8, Gelora Bung Karno – Senayan Jakarta Pusat 10270
8 PT Bank Mega Tbk Menara Bank Mega, Jl Kapt Tendean 12-14A, Jakarta Selatan, JK 12790
9 PT Bank PAN Indonesia Tbk
Panin Bank Centre Building, Jl Jend Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat 10270, DKI Jakarta 17. Bahwa sehubungan dengan adanya Kreditor Lain dari Para Termohon
PKPU, maka dengan ini Pemohon PKPU memohon dengan hormat kepada Majelis Hakim Pengadilan Niaga Medan pada Pengadilan Negeri Medan yang mengadili perkara a quo agar juga berkenan untuk melakukan pemanggilan secara resmi kepada para Kreditor Lain tersebut di atas untuk datang menghadap pada sidang-sidang pemeriksaan perkara a quo;
18. Bahwa oleh karena Para Termohon PKPU juga memiliki utang kepada Kreditor Lainnya seperti:
PT BANK BRI SYARIAH CABANG MEDAN
PT BANK VICTORIA SYARIAH KANTOR PUSAT OPERASIONAL
PT ASTRA SEDAYA FINANCE
CITIBANK N.A. (INDONESIA) CABANG MEDAN
PT BANK MANDIRI SYARIAH
PT BANK DANAMON INDONESIA, TBK
PT BANK MAYBANK INDONESIA TBK
PT BANK MEGA TBK
PT BANK PAN INDONESIA TBK
Dengan Demikian, PARA TERMOHON PKPU TELAH TERBUKTI MEMILIKI LEBIH DARI 1 (SATU) KREDITOR.
IV. PEMOHON PKPU MEMPERKIRAKAN PARA TERMOHON PKPU TIDAK DAPAT MELANJUTKAN MEMBAYAR UTANGNYA YANG TELAH JATUH WAKTU DAN DAPAT DITAGIH SEHINGGA PERLU DIAJUKAN PERMOHONAN PKPU AGAR PARA TERMOHON PKPU DAPAT MENYELESAIKAN PEMBAYARAN UTANGNYA
19. Bahwa hingga Permohonan PKPU a quo diajukan, Para Termohon PKPU tidak membayar lunas utangnya kepada Pemohon PKPU meskipun Pemohon PKPU telah berupaya untuk mengingatkan Para Termohon PKPU sebagaimana telah diuraikan di atas.
20. Bahwa berdasarkan fakta-fakta sebagaimana telah diuraikan di atas, dengan demikian Pemohon PKPU memperkirakan Para Termohon PKPU sudah jelas tidak dapat melanjutkan membayar utangnya kepada Pemohon PKPU.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 8 dari 16 Putusan Nomor 06/Pdt.Sus-PKPU/2016/PN Niaga Mdn.
21. Bahwa atas kondisi tersebut, Pemohon PKPU masih melihat adanya kemungkinan kelangsungan usaha dari Para Termohon PKPU untuk melakukan pembayaran kepada Pemohon PKPU, sehingga perlu untuk diberikan tenggang waktu kepada Para Termohon PKPU guna mengajukan rencana perdamaian yang meliputi tawaran pembayaran utangnya kepada Pemohon PKPU dan kreditor lainnya.
22. Bahwa berdasarkan bukti-bukti serta fakta-fakta yang telah Pemohon PKPU uraikan di atas, terhadap Para Termohon PKPU dapat diajukan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang, sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (selanjutnya disebut sebagai “UU Kepailitan dan PKPU”), sebagaimana diatur dalam Pasal 222 ayat (3) UU Kepailitan dan PKPU, yang untuk lebih jelasnya kami kutip sebagai berikut:
“Kreditor yang memperkirakan bahwa Debitur tidak dapat melanjutkan membayar utangnya yang sudah jatuh waktu dan dapat ditagih, dapat memohon agar kepada Debitor diberi penundaan kewajiban pembayaran utang, untuk memungkinkan Debitor mengajukan rencana perdamaian yang meliputi tawaran pembayaran sebagian atau seluruh utang kepada kreditornya.”
23. Bahwa oleh karena itu, Permohonan PKPU a quo telah sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 222 ayat (3) UU Kepailitan dan PKPU tersebut di atas, yaitu untuk memungkinkan Para Termohon PKPU mengajukan rencana perdamaian yang meliputi tawaran pembayaran utang-utangnya kepada Pemohon PKPU dan kreditor lainnya.
V. PERMOHONAN PKPU A QUO BERDASARKAN HUKUM WAJIB UNTUK DIKABULKAN
24. Bahwa berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas, Permohonan PKPU a quo telah memenuhi persyaratan Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) sebagaimana diatur dalam UU Kepailitan dan PKPU.
25. Bahwa berdasarkan Pasal 225 ayat (3) UU Kepailitan dan PKPU, Pengadilan Niaga dalam jangka waktu paling lambat 20 (dua puluh) hari sejak tanggal didaftarkannya surat permohonan, harus mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang sementara dan harus menunjuk seorang Hakim Pengawas dari hakim pengadilan serta mengangkat 1 (satu) atau lebih pengurus yang bersama dengan Debitor mengurus harta Debitor, yang untuk lebih jelasnya kami kutip sebagai berikut :
“Dalam hal permohonan diajukan oleh Kreditor, Pengadilan dalam waktu paling lambat 20 (dua puluh) hari sejak tanggal didaftarkannya surat permohonan, harus mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang sementara dan harus menunjuk seorang Hakim Pengawas dari hakim pengadilan serta mengangkat 1 (satu) atau lebih pengurus yang bersama Debitor mengurus harta Debitor.”
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 9 dari 16 Putusan Nomor 06/Pdt.Sus-PKPU/2016/PN Niaga Mdn.
VI. PENUNJUKAN DAN PENGANGKATAN HAKIM PENGAWAS DAN PENGURUS SEBAGAIMANA DIATUR DALAM PASAL 225 AYAT (3) UU KEPAILITAN DAN PKPU
25. Bahwa sehubungan dengan pengajuan permohonan PKPU a quo, untuk memenuhi ketentuan dalam Pasal 225 ayat (3) UU Kepailitan dan PKPU, dalam jangka waktu paling lambat 20 (dua puluh) hari sejak tanggal didaftarkannya surat permohonan PKPU, Pengadilan harus mengabulkan permohonan PKPU sementara dan harus menunjuk hakim pengawas dan mengangkat Pengurus;
Untuk itu Pemohon PKPU mengusulkan:
- Sangap Jonathanis Tamba, SH., CLA Pengurus dan Kurator, yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagaimana Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus No. AHU.AH.04.03-210 tertanggal 27 Oktober 2016, beralamat di Jl Enggano Raya, Ruko Enggano Megah Blok C No. 11Q, Tanjung Priok, Jakarta Utara;
- Isak Franky P. Napitupulu, SH., Pengurus dan Kurator, yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagaimana Surat Bukti
Pendaftaran Kurator dan Pengurus No. AHU.AH.04.03-44 tertanggal 29 Maret 2016, beralamat di Jl. Sawo Raya No. 2 RT. 006/RW. 007 Kota
Baru Bekasi Barat
untuk diangkat selaku Tim Pengurus dalam proses PKPU Para Termohon PKPU.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, kiranya cukup alasan bagi Majelis Hakim Pengadilan Niaga Medan pada Pengadilan Negeri Medan yang menangani perkara a quo untuk memeriksa, mengadili, serta memberikan putusan sebagai berikut:
1. Mengabulkan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan oleh Pemohon PKPU terhadap Para Termohon PKPU.
2. Menyatakan Para Termohon PKPU berada dalam keadaan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dengan segala akibat hukumnya.
3. Menunjuk Hakim Pengawas dari hakim-hakim niaga pada Pengadilan Niaga Medan pada Pengadilan Negeri Medan untuk mengawasi proses PKPU Para Termohon PKPU.
4. Mengangkat:
- Sangap Jonathanis Tamba, SH., CLA Pengurus dan Kurator, yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagaimana Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus No. AHU.AH.04.03-210 tertanggal
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 10 dari 16 Putusan Nomor 06/Pdt.Sus-PKPU/2016/PN Niaga Mdn.
27 Oktober 2016, beralamat di Jl Enggano Raya, Ruko Enggano Megah Blok C No. 11Q, Tanjung Priok, Jakarta Utara;
- Isak Franky P. Napitupulu, SH., Pengurus dan Kurator, yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagaimana Surat Bukti
Pendaftaran Kurator dan Pengurus No. AHU.AH.04.03-44 tertanggal 29 Maret 2016, beralamat di Jl. Sawo Raya No. 2 RT. 006/RW. 007 Kota
Baru Bekasi Barat
untuk diangkat selaku Tim Pengurus dalam proses PKPU Para Termohon PKPU.
5. Menyatakan besarnya imbalan jasa Tim Pengurus akan ditetapkan kemudian setelah Tim Pengurus menjalankan tugasnya.
6. Membebankan biaya permohonan ini kepada Para Termohon PKPU.
Menimbang, bahwa berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Medan pada hari Selasa tanggal 13 Desember 2016 telah memberikan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Sementara selama 45 (empat puluh lima hari) kepada Pemohon PT. TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICE, yang amarnya sebagai berikut:
1. Mengabulkan Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan oleh PEMOHON PKPU;
2. Menyatakan Termohon PKPU Yaitu C.V. SURYA PRATAMA, yang berkedudukan di Jalan Merak No. 40, Kelurahan Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, dan HALTATIF, selaku Persero Pengurus dan Persero Aktif CV. SURYA PRATAMA, beralamat di Jalan Tuar, Komplek Astra, Nomor 11 A, Kota Medan, dalam Keadaan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Sementara untuk paling lama 45 (empat puluh lima) hari terhitung sejak putusan diucapkan;
3. Menunjuk Bpk. GOSEN BUTAR-BUTAR, S.H.,M.H., Hakim Niaga pada Pengadilan Niaga Medan sebagai Hakim Pengawas dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU);
4. Mengangkat:
1. SANGAP JONATHANIS TAMBA, S.H,, CLA., Pengurus dan Kurator, yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagaimana Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus No.
AHU.AH.04.03-210 tertanggal 27 Oktober 2016, beralamat di Jl Enggano Raya, Ruko Enggano Megah Blok C No. 11Q, Tanjung Priok, Jakarta;
2. ISAK FRANKY P. NAPITUPULU, S.H., Pengurus dan Kurator, yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 11 dari 16 Putusan Nomor 06/Pdt.Sus-PKPU/2016/PN Niaga Mdn.
sebagaimana Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus No.
AHU.AH.04.03-44 tertanggal 29 Maret 2016, beralamat di Jl. Sawo Raya No. 2 RT. 006/RW. 007 Kota Baru Bekasi Barat;
Sebagai Pengurus yang memilih alamat korespondensi di Jl Enggano Raya, Ruko Enggano Megah Blok C No. 11Q, Tanjung Priok, Jakarta;
5. Menetapkan bahwa sidang Permusyawaratan Majelis Hakim tentang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Sementara (PKPUS) ini akan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 27 Januari 2017, pukul 09.00 WIB bertempat di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Medan Jalan Pengadilan Nomor 8, Kota Medan;
6. Memerintahkan kepada Pengurus untuk memanggil Termohon Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) atau Debitur dan Para Kreditor yang dikenal dengan surat tercatat atau melalui kurir agar datang pada hari sidang yang ditetapkan;
7. Menetapkan biaya pengurusan dan imbalan jasa bagi Pengurus akan ditetapkan kemudian setelah Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang berakhir;
8. Membebankan biaya perkara kepada Para Termohon sebesar Rp 4.361.000,- (empat juta tiga ratus enam puluh satu ribu rupiah);
Menimbang, bahwa pada hari persidangan yang telah ditentukan hadir Hakim Pengawas, Pengurus, dan para Kreditor, sedangkan Para Debitor tidak pernah hadir meskipun telah dipanggil sah oleh Pengurus;
Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah mendengar Laporan Hakim Pengawas, alasan Pengurus serta Kreditor yang pada pokoknya mohon agar Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (selanjutnya disingkat PKPU) Sementera berakhir karena Debitur tidak pernah hadir sesuai jadwal rapat yang telah dilakukan sehingga pembicaraan mengenai rencana perdamaian tidak pernah dilakukan dan masa Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Sementara berakhir, sehingga sesuai dengan ketentuan Pasal 255 ayat (1) huruf d dan f Undang Undang No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang harus dinyatakan Pailit dengan segala akibat hukumnya;
Menimbang, bahwa untuk menyingkat putusan, maka segala sesuatu yang termuat dalam berita acara persidangan, dianggap telah termuat dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari putusan ini;
Menimbang, bahwa akhirnya para pihak menyatakan tidak ada hal-hal yang diajukan lagi dan mohon putusan;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 12 dari 16 Putusan Nomor 06/Pdt.Sus-PKPU/2016/PN Niaga Mdn.
TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM
Menimbang, bahwa isi dan maksud permohonan Pemohon adalah seperti tersebut di atas;
Menimbang, bahwa Hakim Pengawas telah menyampaikan Laporan Proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Sementara C.V.
SURYA PRATAMA dan HALTATIF tertanggal 26 Januari 2017, yang melaporkan, yang melaporkan bahwa selama waktu yang telah ditentukan oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Medan, ternyata pada tanggal 19 Desember 2016 telah hadir semua Kreditor dari C.V. SURYA PRATAMA dan HALTATIF, yang teridiri dari 4 (empat) Kreditor, yaitu:
1. PT. TOYOTA ASTRA FINANCIAL SERVICES, dengan jumlah tagihan Rp 7.161.273.806,- (tujuh miliar seratus enam puluh satu juta dua ratus tujuh puluh tiga ribu delapan ratus enam rupiah);
2. PT, BANK VICTORIA SYARIAH, dengan jumlah tagihan sebanyak Rp 75.754.068,41 (tujuh puluh lima juta tujuh ratus lima puluh empat ribu enam puluh delapan rupiah empat puluh satu sen);
Sedangkan Debitor, yaitu C.V. SURYA PRATAMA dan HALTATIF tidak hadir walaupun telah dipanggil secara sah dan patut;
Bahwa pada rapat kreditur pencocokan piutang (verifikasi) pada hari Senin, tanggal 9 Januari 2017, yang dihadiri oleh Hakim Pengawas, panitera Penngganti, Tim Pengurus, Para Kreditur yang telah mengajukan tagihan kepada Tim Pengurus, akan tetapi Debitur tidak hadir;
Menimbang, bahwa berdasarkan laporan dari Hakim Pengawas tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa Para Debitur telah tidak pernah hadir dalam rapat-rapat yang telah ditetapkan oleh Hakim Pengawas;
Menimbang, bahwa seturut dengan ketentuan Pasal 255 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, yang menyebutkan bahwa “Penundaan kewajiban pembayaran utang dapat diakhiri, atas permintaan Hakim Pengawas, satu atau lebih Kreditur, atau atas prakarsa Pengadilan dalam hal: Debitur lalai melaksanakan tindakan-tindakan yang diwajibkan kepadanya oleh Pengadilan pada saat atau setelah penundaan kewajiban pembayaran utang diberikan, atau lalai melaksanakan tindakan-tindakan yang disyaratkan oleh pengurus demi kepenytingan harta Debitur:
Menimbang, bahwa berdasarkan ketentuan pasal 255 ayat (2) Undang- Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, bahwa “Dalam hal keadaan sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1) huruf a dan c pengurus mengajukan permohonan pengakhiran penundaan kewajiban pembayarn utang”;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 13 dari 16 Putusan Nomor 06/Pdt.Sus-PKPU/2016/PN Niaga Mdn.
Menimbang, bahwa berdasarkan ketentuan pasal 255 ayat (26) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, bahwa “Jika penundaan kewajiban pembayaran utang diakhiri berdasarkan ketentuan Pasal ini, Debitur harus dinyatakan pailit dalam putusan yang sama”, maka dengan demikian Pengadilan Niaga menyatakan Para Debitor/Para Termohon PKPU/ C.V. SURYA PRATAMA dan HALTATIF Pailit dengan segala akibat hukumnya;
Menimbang, bahwa oleh karena Para Termohon dinyatakan pailit maka guna memenuhi ketentuan Pasal 15 ayat (1) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang dalam putusan pernyataan pailit ini, harus diangkat Kurator dan ditunjuk seorang Hakim Pengawas dari Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Medan yang namanya akan ditentukan dalam amar putusan ini;
Menimbang, bahwa oleh karena Para Debitor/Termohon PKPU/ C.V.
SURYA PRATAMA dan HALTATIF (Dalam PKPU Sementara) dinyatakan pailit dan putusan pernyataan pailit ini merupakan kelanjutan proses PKPU yang telah berakhir, sedangkan dalam Putusan Nomor : 06/Pdt.sus- PKPU/2016/PN.Niaga.Mdn tanggal 13 Desember 2016 telah ditunjuk Hakim Pengawas dan diangkat Pengurus, maka Pengadilan Niaga harus menunjuk Saudara GOSEN BUTAR-BUTAR, S.H.,M.H., Hakim Niaga pada Pengadilan Niaga Medan sebagai Hakim Pengawas dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU);
Menimbang, bahwa oleh karena Para Pengurus yang telah diangkat dalam Putusan Nomor : 06/Pdt.sus-PKPU/2016/PN.Niaga.Mdn tanggal 13 Desember 2016 yaitu
1. SANGAP JONATHANIS TAMBA, S.H,, CLA., Pengurus dan Kurator, yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagaimana Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus No.
AHU.AH.04.03-210 tertanggal 27 Oktober 2016, beralamat di Jl Enggano Raya, Ruko Enggano Megah Blok C No. 11Q, Tanjung Priok, Jakarta;
2. ISAK FRANKY P. NAPITUPULU, S.H., Pengurus dan Kurator, yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagaimana Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus No.
AHU.AH.04.03-44 tertanggal 29 Maret 2016, beralamat di Jl. Sawo Raya No. 2 RT. 006/RW. 007 Kota Baru Bekasi Barat;
tidak berkeberatan diangkat sebagai Kurator atas Debitor Pailit C.V. SURYA PRATAMA dan HALTATIF, maka Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Medan mengangkat :
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 14 dari 16 Putusan Nomor 06/Pdt.Sus-PKPU/2016/PN Niaga Mdn.
1. SANGAP JONATHANIS TAMBA, S.H,, CLA., Pengurus dan Kurator, yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagaimana Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus No.
AHU.AH.04.03-210 tertanggal 27 Oktober 2016, beralamat di Jl Enggano Raya, Ruko Enggano Megah Blok C No. 11Q, Tanjung Priok, Jakarta;
sebagai Kurator dalam proses kepailitan C.V. SURYA PRATAMA dan HALTATIF;
Menimbang, bahwa menurut penilaian Majelis Hakim, Kurator yang diangkat tersebut tidak mempunyai benturan kepentingan dengan Pemohon dan Termohon PKPU, independen dan tidak sedang menangani perkara Kepailitan dan PKPU lebih dari 3 (tiga) perkara, sebagaimana Surat Pernyataan Kurator tertanggal 2 Pebruari 2017;
Menimbang, bahwa bahwa untuk menjadi Kurator haruslah berjumlah ganjil, sedangkan ketika menjadi Pengurus dalam PKPU a quo diangkat dua orang Kurator, dan oleh karenanya harus dipilih salah satu dari Pengurus tersebut menjadi Kurator dalam perkara kepailitan a quo;
Menimbang, bahwa berdasarkan Surat Pernyataan Para Pengurus tertanggal 2 Pebruari 2017, maka SANGAP JONATHANIS TAMBA, S.H., CLA., sebagai yang diangkat menjadi Kurator dalam perkara a quo;
Menimbang, bahwa oleh karena Debitor/ Termohon PKPU/ C.V.
SURYA PRATAMA dan HALTATIF dinyatakan pailit, maka biaya dalam perkara ini harus dibebankan kepada Debitor / Termohon PKPU / C.V. SURYA PRATAMA dan HALTATIF;
Menimbang, bahwa dengan berakhirnya PKPU maka biaya PKPU dan imbalan jasa Pengurus ditetapkan setelah Majelis Hakim memperoleh rekomendasi dari Hakim Pengawas;
Menimbang, bahwa mengenai biaya kepailitan dan imbalan jasa Kurator akan ditetapkan kemudian berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 1 Tahun 2016 setelah Kurator menjalankan tugasnya dan proses kepailitan berakhir;
Menimbang, bahwa oleh karena permohonan PKPU ditolak maka Pemohon dihukum untuk membayar biaya perkara yang jumlahnya akan ditentukan dalam amar putusan;
Memperhatikan Pasal 230 ayat (1), Pasal 289 ayat (1) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 15 dari 16 Putusan Nomor 06/Pdt.Sus-PKPU/2016/PN Niaga Mdn.
MENGADILI:
1. Menyatakan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Sementara terhadap Para Termohon/Debitor PKPU/ C.V. SURYA PRATAMA dan HALTATIF berakhir;
2. Menyatakan Para Termohon C.V. SURYA PRATAMA dan HALTATIF pailit dengan segala akibat hukumnya;
3. Menunjuk Sdr. GOSEN BUTAR-BUTAR, S.H.,M.H., Hakim Niaga pada Pengadilan Negeri Medan sebagai Hakim Pengawas;
4. Mengangkat:
SANGAP JONATHANIS TAMBA, S.H,, CLA., Pengurus dan Kurator, yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagaimana Surat Bukti Pendaftaran Kurator dan Pengurus No.
AHU.AH.04.03-210 tertanggal 27 Oktober 2016, beralamat di Jl Enggano Raya, Ruko Enggano Megah Blok C No. 11Q, Tanjung Priok, Jakarta;
sebagai Kurator terhadap Debitor Pailit C.V. SURYA PRATAMA dan HALTATIF;
1. Menetapkan biaya kepailitan dan imbalan jasa Kurator ditetapkan kemudian setelah Kurator selesai menjalankan tugasnya dan proses kepailitan berakhir;
2. Menghukum Pemohon untuk membayar biaya perkara yang sampai hari ini ditetapkan sejumlah Rp……,00 (……….. rupiah);
Demikian diputuskan dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Medan, pada hari SENIN, tanggal 30 JANUARI 2017, oleh kami, ERINTUAH DAMANIK, S.H.,M.H., sebagai Hakim Ketua, JOHNY JH. SIMANJUNTAK, S.H.,M.H., dan RIANA POHAN, S.H.,M.H., masing-masing sebagai Hakim Anggota, yang ditunjuk berdasarkan Surat Penetapan Ketua Pengadilan Niaga pada Negeri Medan Nomor 06/Pdt.Sus- PKPU/2016/PN Mdn tanggal 09 Desember 2016, putusan tersebut diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari: SENIN, tanggal 06 PEBRUARI 2017 oleh Hakim Ketua dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota tersebut, RUDY HARAPAN HUTAURUK, S.H., Panitera Pengganti dan Kuasa Pemohon dan tidak dihadiri oleh Para Termohon.
Hakim-hakim Anggota, Hakim Ketua Majelis,
Johny J.H. Simanjuntak, S.H..M.H. Erintuah Damanik, S.H.,M.H.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 16 dari 16 Putusan Nomor 06/Pdt.Sus-PKPU/2016/PN Niaga Mdn.
Riana Pohan, S.H.,M.H.
Panitera Pengganti,
Rudy Harapan Hutauruk, S.H.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]
Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16