Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 1 dari 23. Putusan nomor 1507/pid.Sus/2019/PN.Tng.
P U T U S A N
Nomor 1507/Pid.Sus/2019/PN.Tng
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Negeri Tangerang yang mengadili dan memutus perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa:
Nama : NICKO YUNIANSYAH ALIAS NICKO Bin JOKO PRIANTO
Tempat Lahir : Jakarta
Umur/tanggal lahir : 29 tahun / 03 Juni 1990 Jenis Kelamin : Laki-laki
Kebangsaan
/Kewarganegaraan : Indonesia
Tempat Tinggal : Komplek Perum Duta Bintaro Blok E 15 No. 2 Rt.004, Rw.009, Kelurahan Kunciran Indah, Kecmatan Pinang, Kota Tangerang Selatan
Agama : Islam
Pekerjaan : Pelajar/Mahasiswa
Terdakwa ditahan dalam tahanan RumahTahanan Negara oleh:
1. Penyidik sejak tanggal 12 Maret 2019 kemudian dibantar sejak 12 Maret 2019 dan direhabilitasi;
2. Penuntut Umum tidak dilakukan penahanan;
3. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang tidak dilakukan penahanan; Terdakwa didampingi oleh Penasihat Hukum Muchtar Nusi, SH, Sasmito Sihombing, SH dan Andreas Tua Sitompul dari Law Office Andre Nusi and Partner berlamat di Bukit Duri Selatan No. 5, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan berdasarkan Surat Kuasa Khusus 17 September 2019;
Pengadilan Negeri tersebut; Setelah membaca:
- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Tangerang Nomor 1507/Pid.Sus/2019/PN.Tng. tanggal 21 Agustus 2019 tentang Penunjukan Majelis Hakim dan penggantian Majelis Hakim tanggal 30 Oktober 2019; - Penetapan Majelis Hakim Nomor 1507/Pid.Sus/2019/PN.Tng. tanggal 23
Agustus 2019 tentang penetapan hari sidang;
- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;
Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi, dan Terdakwa serta memperhatikan bukti surat dan barang bukti yang diajukan di persidangan;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 2 dari 23. Putusan nomor 1507/pid.Sus/2019/PN.Tng.
Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:
1. Menyatakan terdakwa Nicko Yuniansyah Bin Joko Prianto tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan permufakatan jahat melakukan perbuatan tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 114 ayat (1) Jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dalam dakwaan pertama primair;
2. Menyatakan terdakwa Nicko Yuniansyah Bin Joko Prianto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melaku kan tindak pidana dengan permufakatan jahat melakukan perbuatan tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai narkotika golongan I sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 112 ayat (1) Jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dalam dakwaan subsidair;
3. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Nicko Yuniansyah Alias Nicko Bin Joko Prianto dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun dan 6 (enam) bulan dengan perintah supaya terdakwa segera ditahan dan denda sebesar Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) subsidair 3 (tiga) bulan penjara;
4. Menetapkan barang bukti berupa :
- 1 (satu) bungkus plastik klip yang didalamnya berisikan kristal bening narkotika golongan I jenis sabu dengan berat bruto 0,41 (nol koma empat satu) gram dan berat netto 0,2276 gram dengan sisa barang bukti setelah diperiksa Nomor barang bukti 1134/2019/PF berupa 1 (satu) bungkus plastik klip berat netto 0,2091 gram;
- 1 (satu) Handphone merek LG Nexus berwarna hitam Dirampas untuk negara segera dimusnahkan;
5. Menetapkan agar para terdakwa dibebani membayar biaya perkara masing-masing sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah).
Setelah mendengar pembelaan Terdakwa dan Penasihat Hukum Terdakwa yang pada pokoknya terdakwa menyatakan keberatan atas tuntutan Jaksa Penuntut umum untuk itu mohon agar terdakwa ;
1, menyatakan terdakwa Nicko Yuniansyah alias Nicko Bin Joko Prianto terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalah guna narkotika golongan I bagi diri sendiri sebagaimana diatur dan diancam dalam
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 3 dari 23. Putusan nomor 1507/pid.Sus/2019/PN.Tng.
dakwaan alternative kedua melanggar pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009;
2. Menyatakan terdakwa Nicko Yuniansyah alias Nicko Bin Joko Prianto menjalani rehabilitasi dalam lembaga rehabilitasi medis dan atau rehabilitaasi social berdasarkan surat rekomendasi Nomor : Rekom/010/III/TAT/Rh.00.00/2019/BNNP DKI atau melepaskan dari tahanan untuk berobat secara mandiri;
3. Menyatakan barang bukti dirampas untuk dimusnahkan; 4. Membebankan biaya perkara kepada Negara;
Setelah mendengar replik Jaksa Penuntut Umum yang pada pokoknya terdakwa terbukti melanggar pasal 112 ayat (1) jo. Pasal 132 ayat (1) dan tetap dengan tuntutan Jaksa Penuntut umum;
Setelah mendengar duplik Penasihat Hukum Terdakwa dan terdakwa tetap dengan pembelaannya;
Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaansebagai berikut:
PERTAMA: PRIMAIR:
Bahwa terdakwa NICKO YUNIANSYAH Als NICKO Bin JOKO
PRIANTO, bersama-sama dengan saksi SYAHRIL Bin SARIPUDIN (dalam berkas perkara terpisah) pada hari Selasa, tanggal 05 Maret 2019, sekira jam 20.30 WIB atau setidak-tidaknya pada suatu waktu lalu dalam bulan Maret tahun 2019 atau setidak-tidaknya dalam tahun 2019, bertempat di Jalan Tali RT 04, RW 08, Kelurahan Kota Bambu Selatan Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Tangerang, berdasarkan Pasal 84 ayat (2)
KUHAP yakni di tempat terdakwa diketemukan atau ditahan dan di tempat kediaman sebagian besar saksi yang dipanggil lebih dekat pada Pengadilan Negeri Tangerang, maka Pengadilan Negeri Tangerang berwenang memeriksa dan mengadili perkara terdakwa tersebut, dengan permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan /, perbuatan tersebut
dilakukan terdakwa dengan cara :
Berawal dari adanya informasi dari Pengguna Jasa Bandara yang tidak mau disebutkan identitasnya yang diterima oleh saksi UJANG ARIANTO, S.Kom dan saksi M. SENTOT FERI N. S (kedua saksi Anggota Kepolisian
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 4 dari 23. Putusan nomor 1507/pid.Sus/2019/PN.Tng.
Polres Kota Bandara Soekarno Hatta) pada hari selasa tanggal 05 Maret 2019 sekira jam 16.00 Wib bahwa sekitar jam 17.00 WIB di Area dekat toilet Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta akan ada transaksi narkotika, selanjutnya saksi UJANG ARIANTO, S.Kom dan saksi M. SENTOT FERI N. S langsung melakukan observasi diwilayah tersebut namun sampai pukul 18.00 wib tidak ada tanda-tanda akan adanya orang yang melakukan transaksi narkotika dan pengguna jasa tersebut menginformasikan kembali bahwa transaksi narkotika tersebut berpindah di Jalan Tali RT 04 RW 08 Kelurahan Kota Bambu Selatan Kecamatan Palmerah Jakarta Barat dengan pelaku yang dicurigai ciri-cirinya berbadan gemuk, mata agak besar dan Nampak tanda lahir disekitar wajah atas informasi tersebut saksi UJANG ARIANTO, S.Kom dan saksi M. SENTOT FERI N. S langsung melakukan observasi dan sekitar pukul 20.00 wib saksi UJANG ARIANTO, S.Kom dan saksi M. SENTOT FERI N. S melihat terdakwa dengan ciri-ciri yang disebutkan oleh pengguna jasa bandara tersebut masuk kedalam sebuah rumah yang beralamat di Jalan Tali RT 04 RW 08 Kelurahan Kota Bambu Selatan Kecamatan Palmerah Jakarta Barat kemudian sekira pukul 20.30 wib saksi UJANG ARIANTO, S.Kom dan saksi M. SENTOT FERI N. S masuk kedalam rumah tersebut dan mendapati terdakwa NICKO YUNIANSYAH Als NICKO Bin JOKO PRIANTO kemudian saksi UJANG ARIANTO, S.Kom dan saksi M. SENTOT FERI N. S langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap terdakwa dan menemukan barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastik klip berisi 1 (satu) bungkus plastik klip berisikan Kristal warna putih dengan berat netto 0,2276 gram yang berada di baw ah lutut terdakwa yang sedang dalam posisi duduk bersila hingga akhirnya terdakwa dibawa ke kantor Polres Kota Bandara Soekarno Hatta berdasarkan pemeriksaan terdakwa mengaku bahwa barang bukti tersebut adalah milik terdakwa yang diperoleh dengan cara membeli dari saksi SYAHRIL Bin SARIPUDIN (dalam berkas perkara terpisah) pada hari selasa tanggal 5 Maret 2019 sekira jam 20.00 WIB di daerah Jembatan Besi Jakarta Barat dengan harga sebesar Rp. 400.000,- (empat ratus ribu rupiah) bahwa tindakan terdakwa secara tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I tidak memiliki ijin dari Pemerintah yang berwenang;
Bahwa berdasarkan BERITA ACARA PEMERIKSAAN LABORATORIS KRIMINALISTIK PUSLABFOR BARESKRIM POLRI NO. LAB : 2315/NNF/2019 tanggal 24 Juni 2019 yang ditandatangani oleh KABID NARKOBAFOR (SODIO
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 5 dari 23. Putusan nomor 1507/pid.Sus/2019/PN.Tng.
PRATOMO, S.Si., M. Si.), barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastik klip berisi 1 (satu) bungkus plastik klip berisikan Kristal warna putih dengan berat netto 0,2276 gram, diberi nomor barang bukti 1134/2019/PF.
Kesimpulan:
Setelah dilakukan pemeriksaan secara Laboratoris Kriminalistik disimpulkan bahwa barang bukti dengan nomor: 1134/2019/PF berupa kristal warna putih tersebut diatas adalah benar mengandung Metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan I Nomor urut 61 Lampiran Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
Sisa barang bukti setelah diperiksa:
1. Nomor barang bukti 1134/2019/PF : 1 (satu) bungkus plastik klip 0,2091 gram.
Sebagaimana diatur dan diancam pidana sesuai ketentuan Pasal 114 ayat (1) Jo. Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo. Pasal 84 ayat (2) KUHAP.;
SUBSIDIAIR
Bahwa terdakwa NICKO YUNIANSYAH Als NICKO Bin JOKO
PRIANTO bersama-sama dengan SYAHRIL Bin SARIPUDIN (dalam berkas perkara terpisah) pada hari Selasa, tanggal 05 Maret 2019, sekira jam 20.30 WIB atau setidak-tidaknya pada suatu waktu yang masih termasuk dalam bulan Maret 2019 atau setidak-tidaknya dalam tahun 2019, bertempat di Jalan Tali RT 04 RW 08 Kelurahan Kota Bambu Selatan Kecamatan Palmerah Jakarta Barat atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Tangerang, berdasarkan Pasal 84 ayat (2) KUHAP
yakni di tempat terdakwa diketemukan atau ditahan dan di tempat kediaman sebagian besar saksi yang dipanggil lebih dekat pada Pengadilan Negeri Tangerang, maka Pengadilan Negeri Tangerang berwenang memeriksa dan mengadili perkara terdakwa tersebut, dengan permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan,
menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman,perbuatan tersebut dilakukan terdakwa dengan cara :
Berawal dari adanya informasi dari Pengguna Jasa Bandara yang tidak mau disebutkan identitasnya yang diterima oleh saksi UJANG ARIANTO, S.Kom dan saksi M. SENTOT FERI N. S (kedua saksi Anggota Kepolisian Polres Kota Bandara Soekarno Hatta) pada hari selasa tanggal 05 Maret 2019 sekira jam 16.00 Wib bahwa sekitar jam 17.00 WIB di Area dekat toilet Terminal 2 Bandara
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 6 dari 23. Putusan nomor 1507/pid.Sus/2019/PN.Tng.
Soekarno Hatta akan ada transaksi narkotika, selanjutnya saksi UJANG ARIANTO, S.Kom dan saksi M. SENTOT FERI N. S langsung melakukan observasi diwilayah tersebut namun sampai pukul 18.00 wib tidak ada tanda-tanda akan adanya orang yang melakukan transaksi narkotika dan pengguna jasa tersebut menginformasikan kembali bahwa transaksi narkotika tersebut berpindah di Jalan Tali RT 04 RW 08 Kelurahan Kota Bambu Selatan Kecamatan Palmerah Jakarta Barat dengan pelaku yang dicurigai ciri-cirinya berbadan gemuk, mata agak besar dan Nampak tanda lahir disekitar wajah atas informasi tersebut saksi UJANG ARIANTO, S.Kom dan saksi M. SENTOT FERI N. S langsung melakukan observasi dan sekitar pukul 20.00 wib saksi UJANG ARIANTO, S.Kom dan saksi M. SENTOT FERI N. S melihat terdakwa dengan ciri-ciri yang disebutkan oleh pengguna jasa bandara tersebut masuk kedalam sebuah rumah yang beralamat di Jalan Tali RT 04 RW 08 Kelurahan Kota Bambu Selatan Kecamatan Palmerah Jakarta Barat kemudian sekira pukul 20.30 wib saksi UJANG ARIANTO, S.Kom dan saksi M. SENTOT FERI N. S masuk kedalam rumah tersebut dan mendapati terdakwa NICKO YUNIANSYAFI Als NICKO Bin JOKO PRIANTO kemudian saksi UJANG ARIANTO, S.Kom dan saksiM. SENTOT FERI N. S langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap terdakwa dan menemukan barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastik klip berisi 1 (satu) bungkus plastik klip berisikan Kristal warna putih dengan berat netto 0,2276 gram yang berada di bawah lutut terdakwa yang sedang dalam posisi duduk bersila hingga akhirnya terdakwa dibawa ke kantor Polres Kota Bandara Soekarno Hatta berdasarkan pemeriksaan terdakwa mengaku bahwa barang bukti tersebut adalah milik terdakwa yang diperoleh dengan cara membeli dari saksi SYAHRIL Bin SARIPUDIN (dalam berkas perkara terpisah) pada hari selasa tanggal 5 Maret 2019 sekira jam 20.00 WIB di daerah Jembatan Besi Jakarta Barat dengan harga sebesar Rp. 400.000,- (empat ratus ribu rupiah) bahwa tindakan terdakwa secara tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, at au menyediakan Narkotika Golongan I tidak memiliki ijin dari Pemerintah yang berwenang;
Bahwa berdasarkan BERITA ACARA PEMERIKSAAN LABORATORIS KRIMINALISTIK PUSLABFOR BARESKRIM POLRI NO. LAB : 2315/NNF/2019 tanggal 24 Juni 2019 yang ditandatangani oleh KABID NARKOBAFOR (SODIO PRATOMO, S.Si., M. Si.), barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastik klip berisi 1 (satu) bungkus plastik klip berisikan Kristal warna putih dengan berat netto 0,2276 gram, diberi nomor barang bukti 1134/2019/PF;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 7 dari 23. Putusan nomor 1507/pid.Sus/2019/PN.Tng.
Kesimpulan:
Setelah dilakukan pemeriksaan secara Laboratoris Kriminalistik disimpulkan bahwa barang bukti dengan nomor: 1134/2019/PF berupa kristal warna putih tersebut diatas adalah benar mengandung Metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan I Nomor urut 61 Lampiran Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
Sisa barang bukti setelah diperiksa:
1. Nomor barang bukti 1134/2019/PF : 1 (satu) bungkus plastik klip/0,2091 gram.
Sebagaimana diatur dan diancam pidana sesuai ketentuan Pasal 112 ayat (1) Jo. Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo. Pasal 84 ayat (2) KUHAP;
ATAU KEDUA
Bahwa terdakwa NICKO YUNIANSYAH Als NICKO Bin JOKO
PRIANTO, pada hari Selasa, tanggal 05 Maret 2019, sekira jam 20.30 WIB atau setidak-tidaknya pada suatu waktu yang masih termasuk dalam bulan Maret 2019 atau setidak-tidaknya dalam tahun 2019 bertempat di Jalan Tali RT 04 RW 08 Kelurahan Kota Bambu Selatan, Kecamatan Palmerah Jakarta Barat atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Tangerang, berdasarkan Pasal 84 ayat (2) KUHAP
yakni di tempat terdakwa diketemukan atau ditahan dan di tempat kediaman sebagian besar saksi yang dipanggil lebih dekat pada Pengadilan Negeri Tangerang, maka Pengadilan Negeri Tangerang berwenang memeriksa dan mengadili perkara terdakwa tersebut, Penyalah Guna Narkotika Golongan I bagi diri sendiri, perbuatan tersebut dilakukan
terdakwa dengan cara :
Terdakwa NICKO YUNIANSYAH Als NICKO Bin JOKO PRIANTO mengkonsumsi narkotika jenis sabu
dengan cara terdakwa masukan shabu kedalam pipet lalu dibakar dan dihisap, Bahwa Terdakwa NICKO YUNIANSYAH Als NICKO Bin JOKO PRIANTO sudah 5 kali membeli narkotika jenis shabu untuk dikonsumsi sendiri, Bahwa terdakwa NICKO YUNIANSYAH Als NICKO Bin JOKO PRIANTO mengaku telah mengkonsumsi narkotika jenis sabu terakhir tanggal 03 Maret 2019 secara tanpa ijin dari Pemerintah yang berwenang dengan tujuan untuk diri sendiri.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 8 dari 23. Putusan nomor 1507/pid.Sus/2019/PN.Tng.
Bahwa berdasarkan Surat Hasil Tes Urine Poliklinik Bandara Soekarno Hatta Nomor: R/310/V/2019/Urkes BSH tanggal 05 Maret 2019 yang dibuat dan ditandatangi oleh Dr. Wahyu Cahyono Mulianthe, M.Kes, Kesimpulan : Pada saat pemeriksaan urine terdakwa Ditemukan adanya tanda-tanda pemakai narkoitka jenis SHABU. Surat Berita Acara Rapat Pelaksanaan Asesmen BBN Provinsi DKI Jakarta Nomor: 010/ll/BA- RAT/2019/BNNP DKI tanggal 11 Maret 2019 yang dibuat ditandatangani oleh Gershon Ganti Renta, S.H., M.H. dan AKP. Heri Pujiono, S.Sos, MM Selaku Tim Hukum, dr. Wahyu Wulandari, M.Si dan dr. Ruth Adrian Melany K, M.Si selaku Tim Medis.
Kesimpulan:
Dari Hasil pemeriksaan Tim Asesmen Terpadu BNNP DKI Jakarta, Bahwa yan g bersangkutan atas nama terdakwa NICKO YUNIANSYAH Als NICKO Bin JOKO PRIANTO bahwa dari hasil asesmen yang dilakukan, terdakwa adalah pelahgunaan narkotika perlu direhabilitasi secara medis dan rehabilitasi sosial, sesuai dengan ketentuan yang berlaku UU narkoitka dengan tidak mengabaikan proses hukum yang sedang berjalan.
Surat Hasil Rekomdasi TAT BBN Provinsi DKI Jakarta Nomor : R/010/I l/TAT/2019/BN N P DKI tanggal 11 Maret 2019 yang dibuat ditandatangi oleh Drs. Johny Pol Latupeirissa, SH. terhadapa terdakwa NICKO YUNIANSYAH Als NICKO Bin JOKO PRIANTO dengan hasil rekomendasi Rehabilitasi Rawat Inap di Lembaga Instansi Pemerintah.
Sebagaimana diatur dan diancam pidana sesuai ketentuan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika;
Menimbang, bahwa atas surat dakwaan tersebut Terdakwa menyatakan telah mengerti aka isi dan maksud dari dakwaan tersebut dan baik Terdakwa maupun penasihat Hukumnya menyatakan tidak mengajukan keberatan atau eksepsi;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum telah mengajukan Saksi-saksi yang memberikan keterangan dibawah sumpah yang pada pokoknya sebagai berikut sebagai berikut:
1. Saksi UJANG ARIANTO, menerangkan;
- Bahwa saksi membenarkan keterangannya dalam BAP penyidik dan tanpa paksaan ataupun tekanan;
- Bahwa ketika itu saksi sedang melakukan observasi di Terminal 2 bersama dengan Saksi M. SENTOT FERI N. S kemudian mendapat informasi dari pengguna jasa bandara yang tidak mau disebutkan identitasnya bahwa di Area Parkir dekat toilet Terminal 2 Bandara Soetta
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 9 dari 23. Putusan nomor 1507/pid.Sus/2019/PN.Tng.
sekitar pukul 17.00 WIB akan ada transaksi Narkotika jenis sabu ;
- Bahwa setelah saksi mendapat informasi jika ciri-ciri orang yang akan transaksi seorang yang berbadan gemuk, mata agak besar dan Nampak tanda lahir di sekitaran wajah atas informasi tersebut tim bergerak dan sesampainya disana tim melakukan observasi dan sekitar pukul 20.00 WIB dan saksi melihat ada seseorang dengan ciri ciri yang sama seperti yang di sebutkan pengguna jasa bandara tersebut masuk ke dalam sebuah rumah di Jl. Tali, Jakarta Barat kemudian saksi dan saksi M. SENTOT FERI N. S beserta tim masuk ke dalam rumah tdan menemukan saksi SYAHRIL (dalam perkara terpisah) dan terdakwa NICKO YUNIANSYAH alias NICKO dan di depan tempat duduk terdakwa ditemukan barang bukti, saat ditanyakan kepada terdakwa, terdakwa mengakui bahwa barang tersebut adalah dibeli dari saksi SYAHRIL yan g dipesan oleh Lk. ARIS (DPO);
- Bahwa kemudian SYAHRIL di tangkap dan pada saat digeledah ditemukan 1 (satu) bungkus plastik klip yang di dalamnya Kristal bening narkotika jenis shabu dengan berat brutto 0, 91 (nol koma Sembilan puluh satu) gram yang di temukan di depan tempat du duk saksi SYAHRIL bin SARIPUDIN;
- Bahwa kemudian terdakwa NICKO YUNIANSYAH alias NICKO YUNIANSYAH alias NICKO di tangkap dan pada saat digeledah ditemukan 1 (satu) bungkus plastik klip yang di dalamnya Kristal bening narkotika jenis shabu dengan berat brutto 0, 40 (nol koma empat puluh) gram yang yang di temukan di depan tempat duduk di bawah lutut terdakwa NICKO YUNIANSYAH alias NICKO;
- Bahwa dalam pengakuan terdakwa bahwa barang narkotika tersebut akan diserahkan kepada Lk. ARIS (DPO) untuk selanjutkan akan digunakan Bersama-sama dengan Lk. ARIS;
- Bahwa berdasarkan pengakuan terdakwa bahwa terdakwa mendapatkan narkotika jenis shabu tersebut dari saksi SYAHRIL Bin SARIPUDIN dengan cara dibeli seharga Rp. 400.000 (empat ratus ribu rupiah).
- Bahwa selain barang bukti narkotika jenis sabu ditemukan juga 1 (satu) buah timbangan yang diakui oleh saksi SYAHRIL bin SARIPUDIN dalam perkara terpisah adalah miliknya.
- Bahwa berdasarkan pengakuan terdakwa barang narkotika yang dibeli oleh terdakwa dari saksi SYAHRIL dipesan oleh Lk. ARIS (DPO) dan akan dipakai terdakwa Bersama-sama dengan Lk. ARIS (DPO).
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 10 dari 23. Putusan nomor 1507/pid.Sus/2019/PN.Tng.
- Bahwa terhadap terdakwa tidak ditahan dan saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Ketergantungan Obat do Cibubur, Jakarta Timur;
- Bahwa ketika ditangkap saksi SYAHRIL dan terdakwa dan saat itu belu m digunakan oleh terdakwa dan barang itu ada di bawah lututnya.
- Bahwa terdakwa sudah di RSKO sejak setelah terdakwa diamankan oleh saksi dan rekannya sekitar bulan Maret 2019;
- Bahwa berdasarkan pengakuannya terdakwa sudah melakukan transaksi dengan saksi SYAHRIL sudah 2 kali.
- Bahwa saat saksi mendapati terdakwa, terdakwa tidak sedang menggunakan narkotika dan juga tidak ditemukan alat hisap u ntuk menggunakan narkotika sabu;
- Bahwa selain barang bukti narkotika jenis sabu disita juga 1 (satu) buah Handphone milik terdakwa.
- Bahwa atas keterangan saksi tersebut oleh terdakwa tidak keberatan; 2. Saksi M. SENTOT FERI N.S. menerangkan sebagai berikut :
- Bahwa saksi membenarkan keterangannya dalam BAP Penyidik dan diberikan tanpa ada paksaan;
- Bahwa saksi membenarkan keterangannya dalam BAP penyidik dan tanpa paksaan ataupun tekanan;
- Bahwa ketika itu saksi sedang melakukan observasi di Terminal 2 bersama dengan Saksi Ujang Arianto, kemudian mendapat informasi dari pengguna jasa bandara yang tidak mau disebutkan identitasnya bahwa di Area Parkir dekat toilet Terminal 2 Bandara Soetta sekitar pukul 17.00 WIB akan ada transaksi Narkotika jenis sabu;
- Bahwa setelah saksi mendapat informasi jika ciri-ciri orang yang akan transaksi seorang yang berbadan gemuk, mata agak besar dan Nampak tanda lahir di sekitaran wajah atas informasi tersebut tim bergerak dan sesampainya disana tim melakukan observasi dan sekitar pukul 20.00 WIB dan saksi melihat ada seseorang dengan ciri ciri yang sama seperti yang di sebutkan pengguna jasa bandara tersebut masuk ke dalam sebuah rumah di Jl. Tali, Jakarta Barat kemudian saksi dan saksi Ujang Arianto beserta tim masuk ke dalam rumah tdan menemukan saksi SYAHRIL (dalam perkara terpisah) dan terdakwa NICKO YUNIANSYAH alias NICKO dan di depan tempat duduk terdakwa ditemukan barang bukti, saat ditanyakan kepada terdakwa, terdakwa mengakui bahwa barang tersebut adalah dibeli dari saksi SYAHRIL yang dipesan oleh Lk.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 11 dari 23. Putusan nomor 1507/pid.Sus/2019/PN.Tng.
ARIS ;
- Bahwa kemudian SYAHRIL di tangkap dan pada saat digeledah ditemukan 1 (satu) bungkus plastik klip yang di dalamnya Kristal bening narkotika jenis shabu dengan berat brutto 0, 91 (nol koma Sembilan puluh satu) gram yang di temukan di depan tempat duduk saksi SYAHRIL bin SARIPUDIN;
- Bahwa kemudian terdakwa NICKO YUNIANSYAH alias NICKO YUNIANSYAH alias NICKO di tangkap dan pada saat digeledah ditemukan 1 (satu) bungkus plastik klip yang di dalamnya Kristal bening narkotika jenis shabu dengan berat brutto 0, 40 (nol koma empat puluh) gram yang yang di temukan di depan tempat duduk di bawah lutut terdakwa NICKO YUNIANSYAH alias NICKO;
- Bahwa dalam pengakuan terdakwa bahwa barang narkotika tersebut akan diserahkan kepada Lk. ARIS u ntuk selanjutkan akan digunakan Bersama-sama dengan Lk. ARIS;
- Bahwa berdasarkan pengakuan terdakwa bahwa terdakwa mendapatkan narkotika jenis shabu tersebut dari saksi SYAHRIL Bin SARIPUDIN dengan cara dibeli seharga Rp. 400.000 (empat ratus ribu rupiah).
- Bahwa selain barang bukti narkotika jenis sabu ditemukan juga 1 (satu) buah timbangan yang diakui oleh saksi SYAHRIL bin SARIPUDIN dalam perkara terpisah adalah miliknya.
- Bahwa berdasarkan pengakuan terdakwa barang narkotika yang dibeli oleh terdakwa dari saksi SYAHRIL dipesan oleh Lk. ARIS (DPO) dan akan dipakai terdakwa Bersama-sama dengan Lk. ARIS;
- Bahwa terhadap terdakwa tidak ditahan dan saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Ketergantungan Obat do Cibubur, Jakarta Timur;
- Bahwa ketika ditangkap saksi SYAHRIL dan terdakwa dan saat itu belu m digunakan oleh terdakwa dan barang itu ada di bawah lututnya.
- Bahwa terdakwa sudah di RSKO sejak setelah terdakwa diamankan oleh saksi dan rekannya sekitar bulan Maret 2019;
- Bahwa berdasarkan pengakuannya terdakwa sudah melakukan transaksi dengan saksi SYAHRIL sudah 2 kali.
- Bahwa saat saksi mendapati terdakwa, terdakwa tidak sedang menggunakan narkotika dan juga tidak ditemukan alat hisap untuk menggunakan narkotika sabu;
- Bahwa selain barang bukti narkotika jenis sabu disita juga 1 (satu) buah Handphone milik terdakwa.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 12 dari 23. Putusan nomor 1507/pid.Sus/2019/PN.Tng.
- Bahwa atas keterangan saksi tersebut oleh terdakwa tidak keberatan; 3. Saksi SYAHRIL BIN SARIPUDIN, menerangkan sebagai berikut :
- Bahwa saksi membenarkan keterangannya dalam BAP Penyidik dan diberikan tanpa ada paksaan ataupun tekanan;
- Bahwa terdakwa membeli narkotika jenis sabu kepada saksi untuk temannya terdakwa yakni Lk. ARIS;
- Bahwa pada hari Selasa tanggal 05 Maret 2019 sekitar pukul 20.30 WIB ketika saksi berada dirumahnya di Jl. Tali, Jakarta Barat. terdakwa datang ke rumah saksi mau membeli sabu atas suruhan Lk. ARIS, saksi tanya ini uang sapa dan dijawab oleh terdakwa uang Lk. ARIS, kemudian saksi menyerahkan sabu tersebut kepada terdakwa pada malam itu juga dan tidak lama setelah itu sekira jam 20.00 WIB datang sekitar 4-5 orang yang ternyata polisi ketika saksi lagi duduk di ubin dan lagi mau pakai dan terdakwa bergegas mau pulang dan barang sudah di tangan terdakwa;
- Bahwa awalnya sekira pukul 19.00 WIB terdakwa datang ke rumah saksi dan menyerahkan uang sebesar Rp. 400.000 (empat ratus ribu rupiah) yang merupakan uang Lk ARIS (DPO) kemudian sekira pukul 19.40 WIB terdakwa yang saat itu masih berada di rumah saksi menanyakan perihal pesananya lalu saksi menyerahkan 1 (satu) bungkus plastik klip narkotika jenis shabu kepada terdakwa;
- Bahwa pada saat mau menghisap narkotika jenis shabu datang saksi UJANG dan saksi SENTOT dan rekannya melakukan penangkapan dan penggeledahan dan berhasil menemukan di depan tempat duduk yang saksi tempati bersama terdakwa 3 (tiga) bungkus plastik klip berisikan Kristal bening narkotika jenis shabu
- Bahwa saksi membenarkan terdakwa sudah 3 (tiga) sampai 4 (empat) kali memesan narkotika jenis sabu kepada saksi;
- Bahwa terdakwa membeli barang kepada saksi kadang untuk dipakai sendiri dan juga untuk Lk. ARIS (DPO).
- Bahwa saksi maupun terdakwa tidak mempunyai ijin dan instansi terkait. - Atas keterangan saksi tersebut oleh terdakwa membenarkannya;
4. Saksi WAHYU WULANDARI, Msi. (Tim asesmen Medis), menerangkan sebagai berikut :
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 13 dari 23. Putusan nomor 1507/pid.Sus/2019/PN.Tng.
- Bahwa saksi kenal dengan terdakwa karena merupakan pasien di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) atas permintaan penyidik Polres Bandara Soekarno Hatta;
- Bahwa saksi bertuags dan bekerja di BNN;
- Bahwa Saksi yang memberikan rekomendasi atas terdakawa untuk dilakukan rehabilitasi di RSKO;
- Bahwa Saksi memeriksa terdakwa secara medis atas permintaan penyidik Polres Bandara Soekarno Hatta.
- Bahwa hasil lab urine dilampirkan pada saat dilakukan opemeriksaan selain itu dilakukan pemeriksaan secara fisik dan wawancara.
- Bahwa berdasarkan BAP penyidik barang bukti 0,40 (nol koma empat nol) gram dan biasanya yang diperiksa untuk barang bukti di bawah 1 (satu) gram;
- Bahwa Saksi mengharapkan seluruh pelaku yang barang buktinya di bawah 1 (satu) gram agar direkomendasikan untuk dilakukan asesmen; - Bahwa yang menjadi pertimbangan saksi adalah hasil pemeriksaan dari
tim hukum dari BNN.
- Bahwa Tim medis merekomendasikan secara medis kemudian diteruskan ke penyidiknya dengan fomulir asli, memberikan sejumlah pertanyaan, berdsarkan status hukumnya berdasarkan riwayat kesehatan terdakwa baru kita simpulkan untuk diberikan rekomendasi atau tidak. - Bahwa hasil pemeriksaan saksi, terdakwa dikategiorikan sebagai
penyalah guna sabu dan saksi sarankan untuk dilakukan rawat inap; - Bahwa tempat yang ditentukan untuk rehabilitasi rawat inap terdakwa
adalah milik instansi pemerintah ;
- Bahwa terdakwa ditempatkan di RSKO berdasarkan hasil pemeriksaan kami menyarankan dilakukan rehabilitasi rawat inap di RSKO;
- Bahwa hasil pemeriksaan terdakwa sudah lama menggunakan sejak tahun 2012, sempat berhenti kemudian pakai lagi dan waktu itu belum mendapatkan rehabilitasi baru setelah saksi yang memeriksa;
- Bahwa menurut saksi Jika tidak ditempatkan di rehabilitasi secara nyata tidak ada tapi secara psikologis keinginan (dorongan) untuk memakai kembali besar jika tidak ditempatkan di RSKO.
- Bahwa menurut saksi beda-beda pemiciu seseorang menggunakan narkoptika ada pemicu dari diri sendiri dan ada pemicu juga dari orang lain;
- Bahwa saksi membenarkan Rekomendasi yang saksi buat untuk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 14 dari 23. Putusan nomor 1507/pid.Sus/2019/PN.Tng.
rehabilitasi adalah selama 3 sampai 6 bulan sejak bulan Maret. - Bahwa terdakwa masuk kriteria yang harus ditempatkan di RSKO. - Bahwa dari tim medis yang memberikan rekomendasi tidak memaksakan
hanya merekomendasikan terdakwa dilakukan rehabilitasi rawat in aop di RSKO;
- Bahwa untuk assestmen bisa dilakukan penyidik jika yang bersangku tan terkena masalah hukum, namun jika tidak terkena masalah hukum pih ak keluarga bisa memohonkan;
- Bahwa saksi membenarkan syarat untuk dilakukan Assestmen harus ada Permohonan selama 6 hari setelah penangkapan oleh petugas jika lewat harus ada permintaan dari Jaksa;
- Bahwa saksi diperlihatkan surat oleh JPU surat Rencana Pemulangan terdakwa tanggal masuk 12 Maret 2019 tanggal keluar 1 Agustus 2019, saat direkomendasai tidak ditentukan batas waktu, namun saat di RSKO akan dilakukan pemeriksaan kembali.
- Bahwa terdakwa masuk dalam kategori teratur.
- Bahwa untuk menentukan batas masuk dan keluar nanti dari tim medis dan pihak RSKO yang melakukan evaluasi berapa lama akan dilakukan perawatan;
- Bahwa saksi membenarkan selama ini terdakwa belum keluar dari RSKO;
- Bahwa selama ini penyidik tidak pernah lagi mengabari ke pihak BNN (koordinasi) apakah terdakwa masih dalam tahap sidan g atau sudah selesai perkaranya;
- Bahwa setelah terdakwa ada putusan baru saksi dan pihaknya menindak lanjuti namun sampai dengan saat ini belum ada lagi koordinasi dari pihak penyidik.
- Bahwa menurut saksi jika telah ada surat seperti yang ditunjukkan JPU berarti hal terebut menerangkan bisa karena permintaan keluarga untuk dikeluarkan bisa juga karena memang masa perawatannya telah selesai. - Bahwa terdakwa secara medis terdakwa masuk kategori teratur pakai. Bukti pemakaian satu hariu kalua maksimal 1 (satu) gram kalau terdakwa kan masih di bawah 1 gram dilihat dari.
- Bahwa atas keterangan saksi tersebut oleh terdakwa menyatakan tidak keberatan;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 15 dari 23. Putusan nomor 1507/pid.Sus/2019/PN.Tng.
5. Ahli Dr. NILA SOSWITA YUSUF (dokter pada RSKO), menerangkan sebagai berikut :
- Bahwa Ahli adalah Dr. Umum di Rumah Sakit Ketergamntungan Obat yang bertindak selaku dokter kontrol pasien;
- Bahwa saksi membenarkan surat pengeluaran terdakwa sejak Maret sampai Agustus 2019 pada saat terdakwa akan diserahkan ke Kejaksaan dari pihak penyidik bersama dengan barang bukti;
- Bahwa tindak lanjut dari penananganan terdakwa selama di RSKO sehubungan dengan perawatannya telah berjalan sampai dengan sekarang dan belum diketahui hasil nya seperti apa dan ahli menjelaskan bahwa sampai dengan saat ini terdakwa masih di rawat di RSKO;
- Bahwa atas keterangan saksi tersebut oleh terdakwa tidak keberatan; Menimbang, bahwa Terdakwa di persidangan tidak mengajukan saksi yang meringankan baginya (saksi a de charge) walaupun telah diberikan kesempatan untuk itu;
Menimbang, bahwa Terdakwa dipersidangan memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut :
- Bahwa Terdakwa membenarkan keterangannya dalam BAP Penyidik tanpa ada paksaan ataupun tekanan;
- Bahwa terdakwa ditangkap pada hari Selasa, tanggal 05 Maret 2019, sekitar pukul 20.30 WIB di rumah saksi SYAHRIL di Jl. Tali, Jakarta Barat, oleh petugas Kepolisian dari Polres Kota Bandara Soekarno Hatta;
- Bahwa ketika terdakwa ditangkap pada diri terdakwa didapati 1 (satu) bungkus plastik klip yang berisikan Kristal bening atau sabu dengan berat setelah ditimbang brutto 0,41 (nol koma empat puluh satu) gram yang ditemukan di depan tempat duduk terdakwa;
- Bahwa terdakwa mendapatkan narkotika jenis sabu tersebut dari saksi SYAHRIL dengan cara membeli seharga Rp. 400.000 (empat ratus ribu rupiah);
- Bahwa awalnya terdakwa dihubungi teman nya Lk. ARIS (DPO) dan memesan narkotika jenis sabu paketan Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah), kemudian terdakwa datang ke rumah Lk. ARIS yang di daerah Petamburan dan bertemu dengan Lk. ARIS lalu menyerahkan uang sebesar Rp. 400.000,- (empat ratus ribu rupiah) dan meminta kepada terdakwa untuk dicarikan narkotika jenis sabu;
- Bahwa kemudian terdakwa menuju rumah saksi SYAHRIL untuk memesan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 16 dari 23. Putusan nomor 1507/pid.Sus/2019/PN.Tng.
narkotika jenis sabu, sesampainya dirumah saksi SYAHRIL terdakwa memberikan uang sebesar Rp. 400.000,- (empat ratus ribu rupiah).
- Bahwa selanjutnya terdakwa saksi SYAHRIL menyerahkan kepada terdakwa barang narkotika tersebut dan setelah beberapa lama mengobrol kemudian datang petugas Kepolisian dari Polres Kota Bandara Soekarno Hatta dan melakukan penggeledahan hingga menemukan di bawah lutu t terdakwa narkotika jenis shabu dengan berat netto 0,40 (nol koma empat nol) gram.
- Bahwa terdakwa mendapatkan narkotika tersebut dari saksi SYAHRIL seharga Rp. 400.000 (empat ratus ribu rupiah) dan rencananya akan terdakwa gunakan Bersama Lk. ARIS;
- Bahwa terdakwa membenarkan barang bukti jenis shabu yang diperlihatkan dengan berat brutto 0,41 (nol koma empat puluh satu) gram dan 1 (satu) unit Handphone kepada terdakwa diakui terdakwa adalah miliknya yang dibeli dari saksi SYAHRIL dengan harga Rp. 400.000,- (empat ratus ribu rupiah).
- Bahwa terdakwa menjelaskan terdakwa sudah 5 (lima) kali membeli narkotika jenis shabu saksi SYAHRIL;
- Bahwa terdakwa menjelaskan terdakwa saat ini belum memiliki pekerjaan. - Bahwa terdakwa menjelaska sudah lama memakai narkotika sempat
berhenti dan pakai lagi.
- Bahwa terdakwa menjelaskan menyesali perbuatannya;
Menimbang, bahwa Penuntut Umum juga mengajukan barang bukti dipersidangan sebagai berikut:
- 1 (satu) bungkus plastik klip yang didalamnya berisikan kristal bening narkotika golongan I jenis sabu dengan berat bruto 0,41 (nol koma empat satu) gram dan berat netto 0,2276 gram dengan sisa barang bukti setelah diperiksa Nomor barang bukti 1134/2019/PF berupa 1 (satu) bungkus plastik klip berat netto 0,2091 gram;
- 1 (satu) Handphone merek LG Nexus berwarna hitam;
Barang bukti yang diajukan dalam persidangan ini telah disita secara sah menurut hukum, karena itu dapat dipergunakan untuk memperkuat pembuktian;
Menimbang, bahwa berdasarkan alat bukti dan barang bukti yang diajukan diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut:
- Bahwa benar terdakwa ditangkap oleh pihak berwajib (polisi) pada hari Selasa, tanggal 05 Maret 2019, sekitar pukul 20.30 WIB di rumah saksi
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 17 dari 23. Putusan nomor 1507/pid.Sus/2019/PN.Tng.
SYAHRIL di Jl. Tali, Jakarta Barat, oleh petugas Kepolisian dari Polres Kota Bandara Soekarno Hatta;
- Bahwa benar terdakwa ketika ditangkap didapati barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastik klip yang berisikan Kristal bening berupa narkotika jenis shabu dengan berat brutto 0,41 (nol koma empat puluh satu) gram yang ditemukan di depan tempat duduk terdakwa.
- Bahwa benar terdakwa mendapatkan narkotika jenis sabu tersebut dari saksi SYAHRIL dengan cara membeli seharga Rp. 400.000 (empat ratus ribu rupiah).
- Bahwa benar terdakwa menjelaskan terdakwa dihubungi teman Lk. ARIS dan memesan narkotika jenis sabu paketan Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah).
- Bahwa benar terdakwa datang ke rumah Lk. ARIS yang di daerah Petamburan dan bertemu dengan Lk. ARIS (DPO) dimana Lk. ARIS menyerahkan uang sebesar Rp. 400.000,- (empat ratus ribu rupiah) dan meminta kepada terdakwa untuk dicarikan narkotika jenis sabu;
- Bahwa benar selanjutnya terdakwa menuju rumah saksi SYAHRIL untuk memesan narkotika jenis sabu, sesampainya dirumah saksi SYAHRIL (dalam perkara terpisah) terdakwa memberikan uang sebesar Rp. 400.000,- (empat ratus ribu rupiah).
- Bahwa benar ketika terdakwa sedang mengobrol dengan saksi SYAHRIL kemudian datang petugas Kepolisian dari Polres Kota Bandara Soekarno Hatta dan melakukan penggeledahan hingga menemukan di bawah lutut terdakwa narkotika jenis shabu dengan berat netto 0,40 (nol koma empat nol) gram.
- Bahwa benar terdakwa mendapatkan narkotika tersebut dari saksi SYAHRIL seharga Rp. 400.000 (empat ratus ribu ru piah) dan rencananya akan terdakwa gunakan Bersama Lk. ARIS;
- Bahwa terdakwa membenarkan barang bukti jenis shabu yang diperlihatkan dengan berat brutto 0,41 (nol koma empat puluh satu) gram dan 1 (satu) unit Handphone kepada terdakwa diakui terdakwa adalah miliknya yang dibeli dari saksi SYAHRIL dengan harga Rp. 400.000,- (empat ratus ribu rupiah). - Bahwa benar terdakwa sudah 5 (lima) kali membeli narkotika jenis shabu
saksi SYAHRIL;
- Bahwa benar terdakwa sudah lama memakai narkotika sempat berhenti dan pakai lagi;
- Bahwa benar berdasarkan hasil Laboratoris Kriminalistik disimpulkan bah wa
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 18 dari 23. Putusan nomor 1507/pid.Sus/2019/PN.Tng.
barang bukti dengan nomor: 1134/2019/PF berupa kristal warna putih tersebut diatas adalah benar mengandung Metamfetamina dan terdaf tar dalam Golongan I Nomor urut 61 Lampiran Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika;
- Bahwa benar terdakwa ketika dipenyidik penahanannya dibantarkan dan direhabilitasi oleh penyidik;
Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas, Terdakwa dapat dinyatakan telah terbukti melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya;
Menimbang, bahwa Terdakwa telah didakwa oleh Penuntut Umum dengan dakwaan yang berbentuk kombinasi yaitu dakwaan gabungan dari dakwaan subsidaritas dan dakwaan alternatif, sehingga dengan dakwaan kombinasi tersebut, maka Majelis Hakim terlebih dahulu memilih dakwaan mana yang akan dipertimbangkan berdasarkan fakta-fakta hokum yang ada, apabila Majelis Hakim memilih dakwaan alternative pertama, maka Majelis akan mempertimbangkan terlebih dahulu dakwaan primair apabila tidak terbukti selanjutnya mempertimbangkan dakwan subsidair akan tetapi apabila Majelis memilih dakwaan alternative kedua, maka Majelis akan langsung mempertimbangkan dakwan alternative kedua tersebut;
Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta hokum tersebut diatas Majelis tidak sependapat dengan pendapat Penuntut Umum yang menyatakan terdakwa terbukti melanggar dakwaan alternative pertama dakwaan subsidaritas dan Majelis berpendapat memilih dakwan alternative kedua yang akan dipertimbangkan;
Menimbang, bahwa dakwan alternative kedua terdakwa didakwa melanggar pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 beerbunyi “setiap penyalah Guna Narkotika Golongan I bagi dirinya sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun, dengan demikian menurut Majelis Hakim unsure-unsur pasal tersebut sebagai berikut;
1. Setiap penyalah guna narkotika golongan I; 2. Bagi dirinya sendiri;
Ad. 1. Setiap penyalah guna narkotika golongan I;
Menimbang, bahwa sesuai dengan ketentuan pasal 1 ke 15 yang dimaksud penyalahguna adalah orang yang menggunakan narkotika tan pa h ak atau melawan hokum, sedangkan narkotika adalah zat atau obat yang berasal
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 19 dari 23. Putusan nomor 1507/pid.Sus/2019/PN.Tng.
dari tanaman atau ukan tanaman baik sitentis maupu n semi sintetis yan g dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan yang dapat dibedakan kedalam golongan -golongan sebagaimana trlampir dalam undang-undang ini;
Menimbang, bahwa berdasarkan fakta hokum terdakwa pada hari selasa tanggal 5 Maret 2019 sekitar jam 20.30 Wib bersama saksi Syahril ditangkap oleh saksi Ujang Arianto dan saksi M. ketika berada didalam rumah saksi Syahril beralamat di Jalan Tali Rt. 04, Rw. 08 kelurahan Kota Bambu Selatan, Kecamatan Palmerah Jakarta Barat dan setelah digeledah terdakwa didapati barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastic berisikan Kristal putih dengan berat netto 0,2276 gram;
Bahwa terdakwa mendapati Kristal bening berupa sabu dengan cara membeli dari saksi Syahril Bin Saripudin dengan harga Rp. 400.000,00 (empat ratus ribu rupiah);
Bahwa berdasarkan hasil laboratorium Kriminalistik Puslabfor Bareskrim polri No. 2315/NNF/2019 tanggal 24 Jun i 2019 barang bukti jenis Kristal tersebut mengandung metafetamina yang merupakan narkotika golongan I nomor urut 61 lampiran Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009’
Bahwa terdakwa membeli narkotika untuk rencananya untuk digunakan sendiri bersama Lk. ARIS dan hasil tes urine terdakwa dinyatakan positif mengandung metafetamina;
Menimbang, bahwa terdakwa menggunakan narkotika tersebut sudah cukup lama sehingga terdakwa dilakukan rehabilitasi di RSKO oleh penyidik dan sampai sekarang terdakwa masih di RSKO tersebu t ;
Menimbang, bahwa terdakwa membeli untuk menggunakan narkotika tersebut sebelumnya tidak ada ijin dari pihak yang berwenang baik dari dokter maupun instansi lainnya yang berwenang;
Menimbang, bahwa walaupun terdakwa untuk memiliki sabu tersebut dengan cara membeli akan tetapi tidak dapat dikenakan pada pasal 114 (1) UU. No. 35 Tahun 2009, begitu juga setelah terdakwa membeli narkotika sabu tersebut berarti terdakwa memiliki atau menguasainya, tetapi menurut Majelis tidak juga dikenakan pada pasal 112 (1) UU. No. 35 Tahun 2009, karena narkotika jenis sabu yang dibeli tersebut untuk digunakan oleh terdakwa dan dari fakta hokum tersebut diatas, barang bukti yang didapati pada terdakwa beratnya 0,2267 gram tidak ada indikasi terdakwa untuk mengedarkannya atau terlibat dalam jaringan pengedar narkotika melainkan untuk digunakan halmana
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 20 dari 23. Putusan nomor 1507/pid.Sus/2019/PN.Tng.
sesuai keterangan saksi-saksi dan terdakwa serta tes urine terdakwa yang positif menggunakan narkotika dan terdakwa telah lama menggunakan narkotika jenis sabu tersebut;
Menimbang, bahwa berdasarkan fakta hokum tersebut diatas menurut Majelis terdakwa sebagai penyalah guna narkotika golongan I telah terbukti sehingga unsure ini telah terpenuhi;
Ad. 2. Bagi dirinya sendiri;
Menimbang, bahwa berdasarkan fakta hokum tersebut diatas terdakwa membeli narkotika tersebut untuk digunakan dirinya sendiri yang akan dipakai bersama LK. Aris halmana juga berdasarkan hasil pemeriksaan dari BNN terdakwa menggunakan narkotika jenis sabu tersebut sudah cukup lama sehingga Terdakwa direhabilitasi oleh penyidik dan sebelumnya terdakwa sudah pernah menggunakannya sehingga tes urine pada diri terdakwa positip mengandung matafemina yang merupakan narkotika golongan I dengan demikian usur ini telah terpenuhi;
Menimbang, bahwa oleh karena semua unsur dari Pasal 127 ayat (1) huruf a tersebut telah terpenuhi selurunya dan tidak ada alasan yang dapat memebaskan atau melepaskan terdakwa dari kesalahan dan pertanggungjawab pidananya baik alasan pemaaf mapun alasan pembenar dan berdasarkan bukti -bukti yang ditemukan telah memenuhi dua (dua) alat -bukti serta Majelis berkeyakinan terdakwa adalah pelakunya, maka Terdakwa haruslah dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan alternatif ke dua dengan demikian Majelis tidak sependapat dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan pertama subsidair dengan pertimbangan Majelis bahwa terdakwa memang membeli dan memiliki narkotika tersebut akan tetapi narkotika yang dibeli tersebut untuk digu nakan dan jumlahnya 0.2267 gram, sulit untuk menemukan seorang pengguna tanpa melalui membeli atau menguasai atau memiliki walaupun kemungkinan ada seseorang yang mengunakan narkotika tanpa membeli atau menguasai misalnya ikut menghisap saja tetapi hal tersebut jarang terjadi;
Menimbang, bahwa walaupun terdakwa untuk memiliki sabu tersebut dengan cara membeli akan tetapi tidak dapat dikenakan pada pasal 114 (1) UU. No. 35 Tahun 2009, begitu juga setelah terdakwa membeli narkotika sabu tersebut berarti terdakwa memiliki atau menguasainya, tetapi menurut Majelis
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 21 dari 23. Putusan nomor 1507/pid.Sus/2019/PN.Tng.
tidak juga dikenakan pada pasal 112 (1) UU. No. 35 Tahun 2009, karena narkotika jenis sabu yang dibeli tersebut tujuannya untuk digunakan oleh terdakwa dan dari fakta hokum tersebut diatas, barang bukti yang didapati pada terdakwa beratnya 0,2267 gram tidak ada indikasi terdakwa untuk mengedarkannya atau terlibat dalam jaringan pengedar narkotika melainkan untuk digunakan halmana sesuai keterangan saksi-saksi dan terdakwa serta tes urine terdakwa yang positif menggunakan narkotika dan terdakwa sudah lama menggunakan narkotika;
Menimbang, bahwa pertimbangan Majelis tersebut sejalan dengan pertimbangan dalam putusan Mahkamah Agung RI Nomor 1661 K/Pid.Sus/2014, Nomor 2470 K/Pid.Sus/2013, Nomor 2461 K/Pid.Sus/2013, bahkan dalam salah satu putu sannya tersebut Mahkamah Agung menghukum terdakwa yang dengan pidana penjara dengan mengacu pada pasal pasal 127 (1) hurup a UU. No. 35 Tahun 2009 walaupun pasal 127 ayat (1) huruf a tersebut tidak didakwakan oleh Penuntut Umum;
Menimbang, bahwa terhadap pembelaan Penasihat Hukum Terdakwa yang bersifat permohonan agar terdakwa direhabiltasi, Majelis tidak sependapat karena tidak memenuhi syarat untuk direhabitasi menurut ketentuan surat Edaran Mahkamah Agung RI Nomor 4 Tahun 2010 dimana ketika dilakukan penangkapan terdakwa tidak sedng menggunakan narkotika tersebut;
Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa dinyatakan berasalah dan mampu bertanggungjawab, maka harus dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana;
Menimbang, bahwa tujuan pemidanaan bukan semata-mata untuk penjeraan akan tetapi lebih memetingkaan adanya pembinaan agar kelak setelah menjalani hukuman terdakwa dapat diterima masyarakat kembali dan tidak mengulanginya lagi;
Menimbang, bahwa dalam perkara ini terhadap Terdakwa ditahan penyidik pada tanggal 12 Maret 2019 akan tetapi pada hari dan tanggal itu juga atas diri terdakwa dilakukan pembantaran, selanjutnya direhabilitasi oleh Penyidik akan tetapi ketika di Penuntut Umum maupun Majelis Hakim, terdakwa tidak ada perintah atau penetapan penahanan ataupun untuk direh ablitasi dan pihak terdakwa juga tidak mengajukan permohonan tersebut, maka terhadap terdakwa tidak ada pengurangan penahan;
Menimbang, bahwa dalam perkara ini terdakwa tidak dilakukan penahanan dan berdasarkan petimbangan Majelis terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dalam pasal 127 ayat (1) huruf a UU. No. 35 Tahun
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 22 dari 23. Putusan nomor 1507/pid.Sus/2019/PN.Tng.
2009 dan terdakwa korperatif dengan memperhatikan pasal 21 KUHAP, terhadap terdakwa tidak dilakukan penahanan;
Menimbang, bahwa terhadap barang bukti yang diajukan di persidangan untuk Majelis sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum yang selengkapnya akan disebutkan dalam amar putusan dibawah ini;
Menimbang, bahwa untuk menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa, maka perlu dipertimbangka terlebih dahulu keadaan yang memberatkan dan yang meringankan Terdakwa;
Keadaan yang memberatkan:
- Perbuatan Terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang sedang giat-giatnya memberantas penyalahgunaan narkotika;
Keadaan yang meringankan:
- Terdakwa mengakui terus terang perbuatannya;
- Terdakwa menyesali prbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi; - Terdakwa masih berusia muda masih dapat diharapkan dapat memperbaiki
kelakuannya dikemudian hari;
- Terdakwa dipenyidik menjalani rehabiltasi;
Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa dijatuhi pidana dan tidak ada alasan Terdakwa untuk dibebaskan dari pembebanan biaya perkara tersebut maka terdakwa haruslah dibebani pula untuk membayar biaya perkara yang besarnya akan disebutkan dalam amar putusan dibawah ini ;
Memperhatikan, Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan dengan perkara ini;
MENGADILI
1. Menyatakan Terdakwa Nicko Yuniansyah alias Nicko Bin Joko Prianto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana ”penyalah guna narkotika golongan I bagi diri sendiri”;
2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa tersebut diatas dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 6 (enam) bulan;
3. Menyatakan barang bukti berupa :
- 1 (satu) bungkus plastic klip yang berisikan Kristal bening narkotika golongan I jenis sabu dengan berat neto 0,2276 gram;
- 1 (satu) buah handphone merek LG Nexsus berwarna hitam; Dirampas untuk Negara untuk dimusnahkan;
4. Membebankan kepada Terdakwa membayar biaya perkara ini sejumlah Rp 5.000,00 (lima ribu rupiah);
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :