3. METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana penelitian ini dituntut banyak menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data. Sedangkan jenis studinya adalah hypothesis testing karena research question-nya dirumuskan dalam bentuk hipotesis yang berisi dugaan tentang pengaruh antara variabel yang satu dengan yang lainnya, yaitu faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya earnings management. Faktor – faktor tersebut adalah kualitas audit, komisaris independen, komite audit, struktur kepemilikan institusional, dan ukuran perusahaan.
3.2. Identifikasi Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah sesuatu hal yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2004). Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu :
1. Variabel bebas (Independent Variable)
Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat (Sugiyono, 2004). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah kualitas audit, komisaris independen, komite audit dan kepemilikan institusional.
2. Variabel terikat (Dependent Variable)
Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2004). Variabel terikat adalah earning management.
3. Variabel kontrol
Variabel kontrol adalah Kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti (Sugiyono, 204).
1. Kualitas Audit
2. Komisaris Independen 3. Komite Audit
4. Kepemilikan Institusioonal Variabel Bebas
Variabel Kontrol
Hubungan antara variabel-variabel yang akan diteliti dinyatakan dalam model analisis sebagai berikut
-
Gambar 3.1 Model Analisis
3.3. Definisi Operasional Variable 1) Struktur Kepemilikan Institusional
Kepemilikan institusional adalah kepemilikan saham perusahaan oleh institusi keuangan seperti perusahaan asuransi, bank, dana pensiun, dan investment banking (Siregar & Utama , 2006).
Pengukuran dari variabel struktur kepemilikan institusional yaitu persentase kepemilikan institusi dalam struktur saham perusahaan. Data tentang struktur kepemilikan institusional dapat dilihat di catatan atas laporan keuangan (bagian:
modal saham) masing- masing perusahaan.
2) Kualitas Audit
Kualitas audit diukur dengan menggunakan kualitas KAP. KAP big 4 (PWC, KPMG, Deloitte, Ernst & Young) dianggap lebih memiliki ketrampilan dan pengalaman dalam mengaudit. Selain itu, KAP big 4 cenderung akan mempertahankan reputasi mereka. Sehingga, cara skoringnya, apabila diaudit oleh KAP big 4 maka kualitas auditnya tinggi dan nilainya 1 sedangkan jika diaudit oleh KAP non-big 4 maka kualitas auditnya rendah dan nilainya 0
Informasi tentang KAP apa yang mengaudit perusahaan, dapat dilihat dari laporan auditor independen yang terdapat di laporan keuangan lengkap auditan
Variabel Terikat Earning Management
Ukuran Perusahaan
3) Dewan Komisaris Independen
Penelitian yang dilakukan oleh Sanjaya (2006) menemukan bahwa ada hubungan yang negatif antara proporsi komisaris independen terhadap kenaikan abnormal accruals. Dewan komisaris yang independensi secara umum mempunyai pengawasan yang lebih baik terhadap manajemen, sehingga mempengaruhi kemungkinan terjadinya manipulasi dalam laporan keuangan.
Proporsi dewan komisaris independen dihitung dengan membagi jumlah dewan komisaris independen dengan total anggota dewan komisaris. Informasi mengenai jumlah dewan komisaris independen diperoleh dari laporan keuangan lengkap auditan, laporan tahunan dan Indonesian Capital Market Directory
4) Keberadaan Komite Audit
Wedari (2004) yang dikutip dalam Siregar & Utama (2006) menyatakan bahwa discretionary accruals perusahaan yang mempunyai komite audit secara signifikan lebih tinggi daripada perusahaaan yang tidak memiliki komite audit.
Cara skoringnya adalah nilai 1 apabila perusahaan memiliki komite audit, sedangkan nilai 0 apabila perusahaan tidak memiliki komite audit. Untuk
menentukan apakah perusahaan mempunyai komite audit atau tidak, dapat dilihat di laporan tahunan masing – masing perusahaan dan pengumuman yang dikeluarkan BEI. Pengukuran dari variabel ini yaitu 1 jika perusahaan mempunyai komite audit dan 0 untuk sebaliknya.
Informasi mengenai keberadaan komite audit dapat diperoleh dari laporan keuangan lengkap auditan, laporan tahunan dan data pengumuman dan pembentukan komite audit yang terdapat di website www.idx.co.id
5) Ukuran Perusahaan
Penentuan ukuran perusahaan dengan menggunakan nilai logaritma natural dari total aktiva perusahaan tersebut. Data tentang total aktiva perusahaan dapat diperoleh dari neraca masing-masing perusahaan tersebut.
6) Earning Management
Earnings management diukur dengan menggunakan discretionary accruals.
Nilai ini dihitung dari total accruals dikurangi dengan non – discretionary accruals dengan menggunakan Jones model (1991).
3.4. Jenis dan Sumber
Penelitian ini menggunakan data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang dinyatakan dalam bentuk angka (scoring).
Sumber merupakan data sekunder. Adapun Sumber yang digunakan untuk penelitian ini adalah :
1. Website Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id) untuk mendapatkan data tentang laporan keuangan lengkap auditan, annual report, data pengumuman dan pembentukan komite audit.
2. Indonesian Capital Market Directory (ICMD) untuk mendapatkan data pembagian kategori perusahaan manufaktur dan non-manufaktur.
3.5. Prosedur Pengumpulan Data
Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakukan melalui proses dokumentasi dengan cara pengumpulan data sebagai berikut:
1. Menentukan jumlah dan karakteristik sampel yang hendak diteliti berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya (purposive judgment sampling).
2. Menggolongkan perusahaan manufaktur sesuai dengan pembagian kategori perusahaan manufaktur dan non-manufaktur yang terdapat di Indonesian Capital Market Directory (ICMD).
3. Mengumpulkan laporan keuangan lengkap auditan, annual report, data pengumuman dan pembentukan komite audit perusahaan manufaktur tahun 2005- 2009.
4. Menginputkan dan menyimpan data-data laporan keuangan pada microsoft excel sebagai berikut :
Nama KAP yang mengaudit (dilihat di laporan auditor independen); total aktiva; total hutang; property, plant, equipment (dilihat di neraca), revenue;
net income (dilihat di laporan laba-rugi); arus kas dari kegiatan operasional (dilihat dari laporan arus kas); struktur kepemilikan institusional (dilihat di catatan atas laporan keuangan bagian modal saham), keberadaaan komite audit dan proporsi dewan komisaris (lihat di catatan atas laporan keuangan
bagian umum atau annual report atau data pembentukan komite audit di BEI)
3.6. Populasi
Target populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI yang telah menerbitkan annual report dan laporan keuangan lengkap auditan periode yang berakhir 31 Desember 2005 sampai 31 Desember 2009.
Karakteristik sektor industri manufaktur adalah mengolah sumber daya alam menjadi barang jadi melalui suatu proses pabrikasi. Adapun penggolongan sektor industri manufaktur menurut Indonesian Capital Market Directory adalah sebagai berikut:
1. Food and Beverages 2. Tobacco Manufacturers 3. Textile Mill Product
4. Apparel and other Textile Products 5. Lumber and Wood Products
6. Paper and Allied Products 7. Chemical and Allied Products 8. Adhesive
9. Plastics and Glass Products 10. Cement
11. Metal and Allied Products 12. Fabricated Metal Products
13. Stone, Clay, Glass and Concrete Products 14. Cable
15. Electronics and Office Equipment 16. Automotive and Allied Products 17. Photographic Equipment 18. Pharmaceuticals
19. Consumer Goods
3.7. Sampel dan Teknik Sampling
Sampel dalam penelitian ini adalah semua jenis perusahaan yang memenuhi kriteria – kriteria yang ditetapkan dalam penelitian ini.
Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik non probability sampling dengan cara purposive judgment sampling. Kriteria – kriteria sampel dalam penelitian ini adalah
1. Perusahaan publik yang terdaftar di BEI yang telah menerbitkan annual report dan atau laporan keuangan lengkap auditan periode yang berakhir 2005 – 2009.
2. Merupakan perusahaan manufaktur (berdasarkan klasifikasi di Indonesian Capital Market Directory)
3. Laporan keuangannya diaudit oleh auditor independen, datanya lengkap,tanggal tutup buku adalah 31 Desember, data disajikan dalam rupiah.
Sampel yang nantinya akan digunakan dalam penelitian ini adalah sampel berupa tahun perusahaan yang secara beruntun mengeluarkan laporan lengkap auditan selama periode 2005-2009, yang terdaftar di BEI.
3.8. Unit Analisis
Penelitian hanya dilakukan pada perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam sektor industri manufaktur yang terdaftar di BEI, yang menerbitkan laporan keuangan lengkap auditan untuk periode yang berakhit per 31 Desember 2005 sampai 31 Desember 2009.
3.9. Teknik Analisis Data
Perhitungan statistik dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS (Statistic for Social Science) release 13 for Windows. Teknik analisis data dimulai dengan menyusun statistika deskriptif, melakukan perhitungan variable bebas, meregresikan variabel bebas terhadap variabel terikat, kemudian melakukan uji asumsi klasik, dan dilakukan uji hipotesis serta pembahasan hasil penelitian. Dan pada akhirnya dilakukan penyimpulan dari seluruh penelitian yang dilakukan serta memberikan saran-saran guna pengembangan penelitian selanjutnya.
3.9.1. Menyusun statistik deskriptif
Statistika deskriptif adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga memberikan informasi yang berguna. Pengklasifikasian menjadi statistika deskriptif dan statistika inferensia dilakukan berdasarkan aktivitas yang dilakukan.
Statistika deskriptif hanya memberikan informasi mengenai data yang dipunyai dan sama sekali tidak menarik inferensia atau kesimpulan apapun tentang gugus induknya yang lebih besar. Contoh statistika deskriptif yang sering muncul adalah, tabel, diagram, grafik, dan besaran-besaran lain di majalah dan koran-koran. Dengan Statistika deskriptif, kumpulan data yang diperoleh akan tersaji dengan ringkas dan rapi serta dapat memberikan informasi inti dari kumpulan data yang ada. Informasi yang dapat diperoleh dari statistika deskriptif ini antara lain seperti rata-rata (mean), median, modus, deviasi standar, varians dan sebagainya.
Seluruh analisis statistik pada penelitian ini akan menggunakan program SPSS versi 13 untuk membantu mempermudah dan mempercepat dalam pengolahan data sehingga tidak diperlukan untuk menghitung keseluruhan data secara manual.
3.9.2. Melakukan perhitungan variabel bebas dan terikat 1. Struktur Kepemilikan Institusional
= Persentase kepemilikan institusi dalam struktur saham perusahaan
= Jumlah lembar saham kepemilikan institusional Jumlah lembar saham yang beredar 2. Kualitas Audit
Kualitas audit tinggi (diaudit oleh KAP big 4) = 1 Kualitas audit rendah (diaudit oleh KAP non big 4) = 0 3. Proporsi Dewan Komisaris Independen
= Jumlah dewan komisaris independen Total anggota dewan komisaris
4. Keberadaan Komite Audit
Punya komite audit = 1 Tidak punya komite audit = 0 5. Ukuran Perusahaan
Size = Ln (total aktiva) 6. Mengukur discretionary accruals
a. Menghitung Total Accruals (Scott, 2003) TAj,t= NIj,t – CFOj,t
Keterangan :
TAj,t = Total Accruals perusahaan j pada tahun t
NIj,t = Net income before extra-ordinary items perusahaan j pada tahun t
CFOj,t = Cash flow from operation perusahaan j pada tahun t b. Menghitung Non Discretionary Accruals
NDAj,t = α1 ( 1/ Aj,t - 1) + α2 (∆REVj,t / Aj,t – 1) + α3 (PPE j,t / Aj,t - 1)
Keterangan :
NDAj,t = Non discretionary accrualsperusahaan j pada tahun t
∆REVj,t =Selisih revenue dari perusahaan j pada tahun t dengan tahun sebelumnya
PPE j,t = Gross property, plant, and equipment perusahaan j
pada tahun t
Aj,t – 1 = Total aktiva perusahaan j pada tahun t-1
α1, α2, α3 =Konstanta dan koefisien regresi yang diestimasi c. Menghitung Discretionary Accruals
DAj,t = TAj,t / Aj,t – 1 - [α1 ( 1/ Aj,t - 1) + α2 (∆REVj,t / Aj,t – 1 - ∆ REC j,t / Aj,t - 1) + α3 (PPE j,t / Aj,t - 1)] atau
DAj,t = TAj,t / Aj,t – 1 - NDAj,t
Keterangan :
DAj,t = Discretionary Accruals perusahaan j pada tahun t TAj,t =Total Accruals perusahaan j pada tahun t
Aj,t – 1 = Total aktiva perusahaan j pada tahun t-1
∆REVj,t = Selisih revenue dari perusahaan j pada tahun t dengan tahun sebelumnya
PPE j,t = Gross property, plant, and equipment perusahaan j pada tahun t
Aj,t – 1 = Total aktiva perusahaan j pada tahun t-1
α1, α2, α3 = Konstanta dan koefisien regresi yang diestimasi
3.9.3. Melakukan analisis regresi linier berganda
Analisis regresi berganda digunakan untuk memprediksi besar variabel dependen dengan menggunakan data beberapa variabel independen yang sudah diketahui besarnya. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependen adalah earnings management (yang dihitung dengan discretionary accruals) sedangkan variabel independennya adalah struktur kepemilikan institusional, ukuran perusahaan, kualitas audit, proporsi dewan komisaris independen dan keberadaan komite audit.
Model regresi linier berganda yang digunakan dalam penelitian ini dalam penelitian ini dinyatakan dalam persamaan :
ABS_DACj,t = α0 + α1 AUD j,t + α2KI j,t + α3 KA j,t + Α4 INSTj,t + α5 UKUR j,t + e
Hipotesis – hipotesis penelitian yang dikemukakan sebelumnya dapat disajikan dalam bentuk hipotesis statistik sebagai berikut :
H1a: α1≠ 0, H1b: α2 ≠ 0, H1c: α3 ≠ 0, H1d: α4 ≠ 0, H1e: α5≠ 0, Di mana:
ABS_DAC : Nilai Absolute Discretionary Accruals. Digunakan nilai absolute karena yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah besaran dari pengelolaan laba (discretionary accruals) tersebut, bukan arahnya (positif atau negatif).
AUD : 1 jika perusahaan diaudit oleh KAP big 4 dan 0 jika sebaliknya
KI : Proporsi dewan komisaris independen
KA : 1 jika perusahaan mempunyai komite audit dan 0 jika perusahaan tidak mempunyai komite audit.
INST : Persentase kepemilikan institusional atau jumlah lembar saham kepemilikan institusional dibagi dengan jumlah lembar saham yang beredar
UKUR : Logaritma natural dari total aktiva
3.9.4. Melakukan uji normalitas dan uji asumsi klasik
Sebelum melakukan analisis regresi linier berganda, perlu dilakukan uji normalitas dan uji asumsi klasik ( uji multikolineritas, uji autokorelasi dan uji heteroskedastisitas) terlebih dahulu:
a. Uji normalitas
Menurut Nugroho (2005) Uji normalitas bertujuan ingin mengetahui apakah distribusi sebuah data mengikuti / mendekati distribusi normal. Data yang diinginkan adalah data yang mempunyai pola distribusi normal.
Menurut pendapat Gujarati (2003) pada asumsi kenormalan menyatakan bahwa apabila nilai error atau variabel pengganggu (unstandarised residual) berdistribusi normal, maka nilai y (variabel dependen) juga akan berdistribusi normal, dan pada akhirnya nilai dari variabel independen juga akan berdistribusi normal juga.
Langkah yang dilakukan untuk uji normalitas menggunakan SPSS 13.00 adalah dengan menggunakan analisis One Sample Kolmogorov- Smirnov (Trihendradi, 2005). Apabila One Sample Kolmogorov-Smirnov test menghasilkan nilai sig > 0,05, maka data dikatakan normal, sedangkan apabila nilai sig < 0,05 maka data dikatakan tidak normal.
b. Uji multikolineritas
Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya variabel independen yang memiliki kemiripan dengan variabel independen lain dalam satu model. Kemiripan antarvariabel independen dalam suatu model akan menyebabkan terjadinya korelasi yang sangat kuat antara suatu variabel independen dengan variabel independen yang lain. Selain itu deteksi terhadap multikolineritas juga bertujuan untuk menghindari kebiasan
dalam proses pengambilan kesimpulan mengenai pengaruh pada uji parsial masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen.
Deteksi multikolineritas pada suatu model dapat dilihat dari nilai Variance Inflation Factor (VIF) dan nilai tolerance. Model dapat dikatakan terbebas dari multikolineritas apabila nilai Variance Inflation Factor (VIF) tidak lebih dari 10 dan nilai tolerance tidak kurang dari 0,1. Perlu diketahui bahwa VIF=1/Tolerance sehingga semakin tinggi VIF maka semakin rendah tolerance.
c. Uji autokorelasi
Menguji autokorelasi dalam suatu model bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antar variabel pengganggu pada periode tertentu dengan variabel pengganggu periode sebelumnya. Apabila terjadi korelasi, maka di sebut masalah autokorelasi. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi.
Cara mudah untuk mendeteksi autokorelasi dapat dilakukan dengan uji Durbin-Watson (DW), merupakan uji non-parametrik sehingga tidak menuntut kenormalan distribusi data atau pun aturan yang lain. Adapun angka Durbin-Watson yang dapat dijadikan patokan adalah sebagai berikut : (Trihendradi, 2005:212)
a) 1,65 < DW < 2,35 :Tidak terjadi autokorelasi.
b) 1,21 < DW < 1,65 atau 2,35 < DW < 2,79: Tidak dapat disimpulkan c) DW < 1,21 atau DW > 2,79 : Terjadi autokorelasi
d. Uji heteroskedastisitas
Pengujian ini untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians pada residual dari pengamatan ke pengamatan varians pada residual yang lain. Model regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki persamaan varians residual suatu periode pengamatan dengan periode pengamatan yang lain, atau adanya hubungan antara nilai yang diprediksi dengan studentized delete residual nilai tersebut sehingga dapat dikatakan model tersebut homokesdastisitas. (Nugroho, 2005)
Cara mudah untuk mendeteksi heteroskedastisitas dapat dilakukan
regresi linier berganda antara absolute unstandarized residual variabel dependen terhadap variabel independen. Apabila pada tabel coefficients, nilai signifikansi t >0,05, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
3.9.5. Uji Hipotesis
3.9.5.1. Melakukan uji F(ANOVA)
Menurut Sulaiman (2004) , uji F bertujuan untuk melihat pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen / menyatakan bahwa model yang didapatkan berhubungan linier atau tidak.
Jika nilai F hitung > F tabel atau nilai signifikansi < α (5%), maka variabel independen secara keseluruhan berpengaruh terhadap variabel independen dan terhadap hubungan linier antar variabel.
3.9.5.2. Melakukan uji t statistik
Menurut Sulaiman (2004), uji t statistik digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari variabel independen secara individu terhadap variabel dependen, dengan variabel – variabel lain yang mempengaruhi variabel dependen dianggap konstan.
Jika nilai t hitung > t tabel atau nilai signifikansi < α (5%), maka variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
3.9.5.3. Koefisien Determinasi (R2)
Diperlukan untuk mengetahui seberapa besar perubahan variabel independen bisa menjelaskan perubahan dalam variabel dependen. Nilai r2 pada koefisien determinasi berkisar antara 0 sampai 1 (0 ≤ r2 ≤ 1)
Koefisien determinasi akan bernilai 0 jika tidak ada hubungan variansi variabel yang dapat dijelaskan oleh hubungan tersebut. Koefisien determinasi akan bernilai 1 jika semua variasi variabel dapat dijelaskan. Koefisien determinasi akan bernilai 0 dan 1 jika hanya sebagian variasi variabel yang dapat dijelaskan oleh hubungan tersebut.