• Tidak ada hasil yang ditemukan

IRAWAN DANISMAYA* ABSTRAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "IRAWAN DANISMAYA* ABSTRAK"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH DUKUNGAN MASYARAKAT BAGI KELUARGA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN KELUARGA DALAM PROGRAM IMUNISASI

DASAR DI KELURAHAN DAYEUH LUHUR KOTA SUKABUMI 2012

IRAWAN DANISMAYA*

[email protected] ABSTRAK

Imunisasi menurut Depkes RI (2005) adalah tindakan untuk mencegah berpindahnya penyakit dari satu orang ke orang lain atau dari daerah satu ke daerah lain, dengan cara memasukan vaksin hidup yang dilemahkan/dimatikan sehingga tubuh terangsang membentuk antibodi alami. Partisipasi masyarakat dalam program imunisasi tergambar dari besarnya angka Drop Out (DO). Kelurahan Dayeuh Luhur di wilayah binaan Puskesmas Benteng dilaporkan memiliki angka DO tertinggi dan non UCI (Universal Child Immunization) se-Kota Sukabumi di tahun 2011. Jenis penelitian korelasional ini bertujuan mengidentifikasi ada tidaknya pengaruh dukungan masyarakat bagi keluarga terhadap pengambilan keputusan keluarga tentang DO imunisasi dasar di kelurahan Dayeuh Luhur.

144 orang responden dipilih berdasarkan kriteria inklusi sampel melalui teknik Cluster Random Sampling dari 21 RW di lokasi penelitian. 67 responden ( 46,5% ) menyatakan dukungan masyarakat terasa Rendah, 44 orang ( 30,6% ) merasakan dalam tingkat Sedang dan 33 orang ( 22,9% ) merasakan dukungan yang Tinggi. Teridentifikasi 71 keluarga ( 49,3% ) memiliki kecenderungan Tinggi untuk DO, 42 keluarga ( 29,2% ) bersikap ragu- ragu dan 31 keluarga ( 21,5% ) bersikap tidak akan DO. Analisis Spearman mendapatkan nilai p sebesar 0,0005 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh dukungan masyarakat terhadap pengambilan keputusan keluarga tentang DO. Puskesmas hendaknya melakukan upaya-upaya preventif secara rutin kepada para ibu-ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan dengan melibatkan partisipasi masyarakat di tingkat RW.

Kata Kunci : dukungan, keputusan, Drop Out.

59 Halaman, 15 Pustaka (2002-2012), 9 Tabel, 1 Skema, 5 Lampiran.

(2)

IMMUNIZATION PROGRAMME AT DAYEUH LUHUR DISTRICT OF SUKABUMI CITY

2012 ABSTRACT

Immunization according to the Ministry of Health (2005) is an act to prevent the migration of disease from one person to another or from one area to another area, by entering the live attenuated vaccine / turned off so the body naturally produces antibodies. Community participation in immunization programs drawn from a large number Drop Out (DO).

Dayeuh Luhur Village at the Fort built health center was reported to have the highest DO rates and non UCI (Universal Child Immunization) at Sukabumi City in 2011. This type of correlational research is aimed at identifying the presence or absence of public support for the family influence on family decisions about basic immunization in villages of Dayeuh Luhur. 144 respondents were selected based on inclusion criteria of the sample through random cluster sampling technique from 21 neighborhoods in the study site. 67 respondents (46.5%) stated that community support was low, 44 individuals (30.6%) felt the level of Medium and 33 men (22.9%) felt that support High. Identified 71 families (49.3%) had a tendency to DO High, 42 families (29.2%) were undecided and 31 families (21.5%) were not going to DO. Spearman analysis of a p-value of 0.0005 so that it can be concluded there is the influence of public support of family decision-making about the DO. Health centers should conduct preventive measures routinely to mothers with babies aged 0-12 months

with community participation at the local level.

Keywords: support, decision, Drop Out.

59 Pages, 15 Bibliography (2002-2012), Table 9, Scheme 1, 5 Appendix,

(3)

LATAR BELAKANG

Imunisasi dijelaskan Depkes RI (2005) merupakan tindakan untuk mencegah berpindahnya penyakit dari satu orang ke orang lain atau dari daerah satu ke daerah lain, sebagai cara yang sangat efektif dan dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat.

Pencegahan penyakit infeksi dengan cara diimunisasi pada tingkat dasar dilaksanakan oleh puskesmas melalui program rutin maupun program tambahan bagi sekelompok PD3I seperti penyakit TBC, Difteri, Pertusis, Tetanus, Polio, Hepatitis B, dan Campak. Targetnya adalah setiap bayi harus mendapat imunisasi dasar yang lengkap.

Angka cakupan dan target imunisasi diperoleh melalui kegiatan Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) yang dilakukan rutin di satu wilayah binaan puskesmas. Depkes RI (2006) menyatakan harus dilakukan analisis terlebih dahulu terhadap indikator di dalam PWS untuk menentukan ketercapaian program, yaitu . 1). partisipasi masyarakat, 2). tingkat perlindungan terhadap penyakit, dan 3). pengelolaan sasaran. Dan angka Drop Out (DO) mengindikasikan tingkat pengelolaan sasaran (bayi). Semakin besar angka DO maka semakin buruk pula pengelolaan sasarannya.

Sasaran imunisasi di Kota Sukabumi sebesar 6.998 bayi, tetapi laporan dalam tabel 1 selama bulan Januari sampai Oktober 2011 sebelum penelitian ini dilakukan menunjukan bahwa belum ada satu jenis imunisasi pun yang berhasil mencapai target.

Tabel 1

Cakupan Imunisasi Dasar di Kota Sukabumi Januari sampai Desember 2011

Antigen % Cakupan Januari sampai dengan Oktober

2011 % Target

BCG 94,9 98

DPT/HB 3 87,3 93

Polio 4 85,5 90

Campak 87,0 75

DO DPT/HB(1)-(3) 5,7 >5

DO DPT/HB1-Campak 6,1 >8

Sumber:

Laporan Monitor dan Evaluasi Program Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Sukabumi triwulan 4 tahun 2011

(4)

Puskesmas Benteng memiliki persentase cakupan Drop Out tertinggi dan dibanding dengan 15 puskesmas lainnya. Salah satu wilayah binaaannya yaitu Kelurahan Dayeuh Luhur memiliki angka cakupan DO DPT/HB(1)-(3) sebesar 18,86% (angka toleransi 5%) dan DO DPT/HB1-Campak sebesar 13,59% sedangkan angka toleransinya 8%.

Survey pendahuluan di Puskesmas Benteng hasil diskusi bersama petugas pelaksana program imunisasi menemukan bahwa aspek budaya lokal seringkali menjadi penyebab tidak bersedia diimunisasi. Azwar MA (2003) menyatakan bahwa faktor lingkungan memiliki kekuatan besar dalam menentukan perilaku, bahkan kadang-kadang kekuatannya lebih besar daripada karakteristik individu. Perawat harus meluruskan persepsi masyarakat yang salah tentang imunisasi sebagai salah satu bentuk intervensi praktek keperawatan komunitas untuk membantu mensukseskan program imunisasi.

RUMUSAN MASALAH

Rumusan permasalahan penelitian berdasarkan fenomena yang terjadi sebagai latar belakang penelitian ini adalah ; “ Adakah pengaruh dukungan masyarakat bagi keluarga terhadap pengambilan keputusan keluarga dalam program imunisasi dasar di kelurahan Dayeuh Luhur ?”

TUJUAN PENELITIAN

Tujuan umum dari penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh dukungan masyarakat bagi keluarga terhadap pengambilan keputusan keluarga dalam program imunisasi dasar di kelurahan Dayeuh Luhur Kota Sukabumi. Sedangkan Tujuan Khususnya adalah ;

1. Mengidentifikasi tingkat dukungan masyarakat bagi keluarga dalam program imunisasi dasar di kelurahan Dayeuh Luhur Kota Sukabumi

2. Mengidentifikasi pengambilan keputusan keluarga dalam program imunisasi dasar di kelurahan Dayeuh Luhur Kota Sukabumi

3. Mengidentifikasi pengaruh dukungan masyarakat bagi keluarga terhadap pengambilan keputusan keluarga dalam program imunisasi dasar di kelurahan Dayeuh Luhur Kota Sukabumi

(5)

HIPOTESIS PENELITIAN

Hipotesis penelitian adalah satu bentuk pernyataan yang harus diuji kebenarannya dengan melakukan uji hipotesis. Hipotesis dalam penelitian ini adalah :

Ho : Tidak ada pengaruh dukungan masyarakat bagi keluarga terhadap pengambilan keputusan keluarga dalam program imunisasi dasar di Kelurahan Dayeuh Luhur H1 : Ada pengaruh dukungan masyarakat bagi keluarga terhadap pengambilan keputusan keluarga dalam program imunisasi dasar di Kelurahan Dayeuh Luhur

JENIS PENELITIAN

Desain penelitian merupakan penelitian deskriptif korelasional untuk menemukan hubungan antara variabel dukungan masyarakat bagi keluarga dengan pengambilan keputusan keluarga dalam program imunisasi dasar. Masing-masing variabel diukur dalam skala ordinal dan selanjutnya analisis korelasi.

POPULASI DAN SAMPLE

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga yang memiliki bayi usia 0-12 bulan dan bertempat tinggal di kelurahan Dayeuh Luhur pada saat penelitian dilakukan yang berjumlah 224 keluarga. Sedangkan sampelnya didapat dengan teknik cluster random sampling yaitu sebagian keluarga setelah dihitung menggunakan rumus Slovin dengan didapatkan hasil sebesar 144 keluarga yang harus memenuhi kriteria inklusi sebagai berikut :

1. Telah berdomisili di kelurahan Dayeuh Luhur lebih dari 6 bulan 2. Mampu membaca dan menulis

3. Status bayi adalah anak kandung

4. Keluarga yang dijadikan responden adalah ibu

PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA

Data kedua variabel penelitian dikumpulkan dengan menggunakan Instrumen berbentuk kuisioner yang berisi pernyataan-pernyataan tertutup yang harus dipilih dalam skala ukur Ordinal. Sistem skoring yang dipakai seprti terlihat dalam tabel 2.

(6)

Tabel 2

Skor Jawaban Instrumen

Pilihan Jawaban Nilai Skor

Pernyataan Positif

Nilai Skor Pernyataan Negatif

1. Sangat Tidak Setuju (STS) 4 1

2. Tidak Setuju (TS) 3 2

3. Setuju (S) 2 3

4. Sangat Setuju (SS)

1 4

Tingkat Dukungan masyarakat terhadap keluarga dikategorikan berdasarkan nilai kuartil untuk menginterpretasikan data yaitu :

a. Jika T > K3 = Tingkat dukungan masyarakat tinggi b. Jika K2 ≤ T ≤ K3 = Tingkat dukungan masyarakat sedang c. Jika T < K2 = Tingkat dukungan masyarakat rendah

dan Keputusan keluarga terhadap kelanjutan partisipasi dalam program imunisasi dasar diputuskan berdasarkan kategori sebagai berikut :

a. Jika T > K3 = Keluarga tidak akan Drop Out b. Jika K2 ≤ T ≤ K3 = Keluarga Ragu-ragu c. Jika T < K2 = Keluarga akan Drop Out

Korelasi Rank Spearman (rho) digunakan untuk mengidentifikasi adanya pengaruh, lalu memutuskanya setelah melihat nilai T yang didapatkan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Seluruh responden sejumlah 144 orang (100 %) sudah tinggal lebih dari 6 bulan di tempat tinggalnya ketika penelitian ini dilaksanakan. Hal ini berarti bahwa

(7)

para ibu telah cukup mengetahui dan mengalami kehidupan sosial di lingkungannya.

Meskipun tidak dibuktikan secara pasti bahwa status anak dapat memotivasi ibu untuk lebih rajin mengimunisasi anaknya sesuai jadwal, tetapi secara sengaja responden ditetapkan 100 % harus ibu kandung. Tabel 3 menunjukan distribusi umur ibu.

Tabel 3

Distribusi Frekuensi Umur Ibu N 144

Kelompok Umur (thn) Jumlah Persentase

Kurang dari 21 3 2,08

21 s.d. 25 104 72,22

Lebih dari 25 37 25,69

Total 144 100

Hasil analisis terhadap variabel tingkat dukungan masyarakat terhadap keluarga dan variabel keputusan keluarga dalam program imunisasi dasar serta korelasinya tertuang dalam tabel 4, 5 dan 6.

Tabel 4

Distribusi Frekuensi Tingkat Dukungan Masyarakat N 144 Dukungan Masyarakat Jumlah Persentase

Rendah 67 46,5

Sedang 44 30,6

Tinggi 33 22,9

Total 144 100

Dukungan masyarakat yang dimaksud dalam kaitan penelitian ini bersumber dari kelompok-kelompok sosial yang ada di sekitar rumah tempat tinggal ibu yaitu dukungan dari aparat pemerintah (pengurus RT & RW), Kader Posyandu, PKK dan tetangga. Angka dukungan rendah yang dinyatakan oleh lebih dari 50 % responden mengindikasikan potensi masalah bagi pengembangan program imunisasi di wilayah Dayeuh Luhur. Jika kondisi ini diabaikan, maka lambat laun akan membentuk pola budaya keluarga yang cenderung negatif terhadap program imunisasi.

(8)

disebutkan Azwar (2003) bahwa masyarakat terikat dengan kebudayaan sebagai hasil interaksi antar seseorang dengan orang lainnya. Lebih jauh Maramis (2006) menekankan juga bahwa masyarakat memberikan pengaruh normatif yang tidak tertulis tapi disetujui secara umum. Dengan demikian hal ini berarti bahwa jika keterlibatan keluarga dalam program imunisasi dirasakan tidak lazim dalam lingkungan masyarakat di tempat ibu tinggal, maka budaya baru itu akan semakin menjauhkan bayi dari imunisasi.

Teridentifikasi ada sekelompok ibu yang merasakan ada dukungan yang tinggi yaitu 22,9%. Kelompok ini dapat menjadi potensi yang positif jika dilibatkan untuk memperbaiki isue negatif terkait imunisasi. Mereka bersama dengan tokoh masyarakat dan kader kesehatan dapat menjadi motor untuk memobilisasi masyarakat di lingkungannya agar terlibat dalam program imunisasi.

Tabel 5.

Distribusi Frekuensi Tingkat Pengambilan Keputusan Keluarga N 144 Pengambilan Keputusan

Keluarga Jumlah Persentase

Akan Drop Out 71 49,3

Ragu – ragu 42 29,2

Tidak Akan Drop Out 31 21,5

Total 144 100

Usia responden yaitu ibu sebanyak 104 dari 144 orang berada dalam rentang 21 – 25 tahun. Kelompok usia ini merupakan usia yang matang dalam berpikir untuk mengambil keputusan. Meskipun sesuai dengan pola budaya masyarakat suku sunda yang menempatkan suami sebagai pemimpin keluarga dan penentu keputusan, tetapi pendapat ibu dalam kaitan kesehatan anak akan sangat diperhatikan karena mereka terlibat langsung dalam pola asuh sehari-hari.

Pengambilan keputusan menurut Friedman dalam Suprajitno (2004) merupakan salah satu tugas dalam fase perkembangan keluarga. Faktor yang berpengaruh yaitu bagaimana kecenderungan fokus yang menjadi perhatian

(9)

keluarga, bagaimana cara memperoleh informasi dan bagaimana cara bersikap terhadap dunia luar. Jika keluarga memandang bahwa kesehatan anak sangat penting maka tanpa ragu keluarga akan menggunakan sumber daya yang dimilikinya demi kesembuhan anaknya bila sakit. Jika informasi dirasakan oleh keluarga telah cukup maka keputusan segera akan diambil. Dan jika keluarga memiliki norma keterbukaan terhadap lingkungan luarnya, maka ia akan memperoleh banyak bahan sebelum memutuskan.

Tanpa pengetahuan yang memadai, keluarga akan mengambil keputusan dengan terburu-buru atau bahkan salah. Sehingga dalam hal ini pengetahuan keluarga akan jenis dan jadwal imunisasi dasar turut menentukan bentuk sikap yang akan dilakukan. Cukup mengejutkan jika mengingat hasil penelitian yang menunjukan bahwa ada 71 orang ibu ( 49,3% ) yang memutuskan akan Drop Out dan terdapat 42 orang ibu ( 29,2% ) yang bersikap ragu-ragu. Ibu mungkin saja bukan pengambil keputusan dalam keluarga, tetapi angka tersebut mengindikasikan bahwa kemungkinan motivasi ibu untuk menuntaskan imunisasi dasar sangat menurun. Perlu segera dilakukan langkah-langkah antisipatif dari penyelenggara program yang dalam hal ini adalah Puskesmas.

Tabel 6

Pengaruh Dukungan Masyarakat terhadap Pengambilan Keputusan Keluarga

N r p-value (2 tailed)

144 0,453 0,0005

Individu yang menerima dukungan sosial secara memadai bila menghadapi krisis kehidupan, umumnya lebih mampu menghadapi situasi itu dibandingkan dengan mereka yang tidak menerimanya (Maramis, 2006). Beberapa pernyataan dalam intrumen penelitian ini disusun untuk menggali persepsi ibu tentang bagaimana dukungan masyarakat bagi dirinya ketika anaknya panas pasca imunisasi, mengingatkan jadwal posyandu atau mengajak datang ke posyandu. Jika ibu merasakan dukungan yang penuh saat hal tersebut terjadi, tentunya ibu akan merasa sangat diperhatikan atau didukung. Tetapi yang terjadi sesuai hasil

(10)

dan sedang dengan angka lebih dari 50 % responden. Akhirnya yang terjadi kemudian ibu mempersepsikan imunisasi sebagai satu stressor yang harus dihindari dan selanjutnya memutuskan akan DO.

Seseorang akan mengambil keputusan yang negatif jika dia sendiri menyakini bahwa ia tidak sedang melakukan sesuatu yang salah. Ini dapat terjadi jika informasi yang diterima tidak utuh atau salah. Sampai penelitian ini usai dilaksanakan, belum diketahui ada program penyuluhan khusus dan rutin tentang manfaat imunisasi yang dilakukan oleh pihak Puskesmas bagi masyarakatDayeuh Luhur. Bahkan ini kemungkinan terjadi juga di seluruh wilayah kerja Dinas kesehatan Kota Sukabumi. Kondisi ini tentunya ikut melatarbelakangi cara pengambilan keputusan ibu. Ibu yang sedang merasa tidak mendapatkan dukungan dan ditambah dengan kurangnya informasi akhirnya memutuskan untuk DO dari program imunisasi.

Hasil penelitian yang telah dilakukan ini telah membuktikan bahwa tingkat dukungan dari masyarakat berpengaruh terhadap tingkat pengambilan keputusan keluarga tentang DO program imunisasi dasar. Namun demikian aspek dukungan masyarakat ini juga bukan satu-satunya faktor karena ada faktor lainnya seperti hambatan geografis, jarak, jangkauan pelayanan, transportasi dan ekonomi. Faktor tersebut disebutkan dalam Kepmenkes no. 482/Menkes/SK/IV/2010 tentang Gerakan Akselerasi Imunisasi Nasional Universal Child Immunization (GAIN UCI) 2010-2014, sebagai faktor penyebab rendahnya cakupan imunisasi di beberapa daerah. Dengan arti lain bahwa untuk memperbaiki cakupan DO di Dayeuh Luhur tidak bisa hanya dengan meningkatkan dukungan masayarakat saja. Penyelenggara program imunisasi pada Puskesmas Benteng sebaiknya memikirkan upaya lainnya sebagai penguat bagi solusi persoalan tersebut.

KESIMPULAN DAN EKOMENDASI

Seluruh ibu di kelurahan Dayeuh Luhur merasakan adanya dukungan dari masyarakat tetapi dalam tingkatan yang berbeda, dan lebih dari setengahnya menyatakan tidak mendapatkan dukungan yang tinggi. Hanya sebagian kecil

(11)

keluarga yang diwakili oleh sikap ibu yang mengambil keputusan tidak akan Drop Out dari program imunisasi dasar bagi anaknya. Dan diketahui terdapat pengaruh dukungan masyarakat terhadap pengambilan keputusan keluarga untuk tidak Drop Out dari program imunisasi dasar.

Puskesmas Benteng sebagai pelaksana pelayanan kesehatan di wilayah Dayeuh Luhur hendaknya melakukan upaya-upaya preventif melalui program penyuluhan dan sosialisasi program imunisasi secara rutin kepada keluarga terutama suami dan ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan dengan melibatkan partisipasi masyarakat di tingkat RW. Efektifitas suatu program koreksi terhadap masalah imunisasi di Dayeuh Luhur misalnya penyuluhan manfaat imunisasi terhadap keputusan keluarga untuk Drop Out dapat dijadikan fokus penelitian berikutnya.

(12)

Anonim. 2011. Laporan Hasil Monitor dan Evaluasi Program Imunisasi Dinas Kesehatan Propinsi 2010.

--- 2011. Laporan Triwulan Monitor dan Evaluasi Program Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Sukabumi 2011,.

`Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktik. Jakarta:

Rineka Cipta.

Azwar MA, Saipuddin. 2003. Sikap Manusia, Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar

Azwar dan Prihartono. 2003. Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Binarupa Aksara.

Budiarto, Eko. 2002. Biostatistika Untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta:

EGC

Ditjen PP & PL, Depkes RI, 2006. Pedoman Pelatihan Tenaga Imunisasi Puskesmas.

Departemen Kesehatan RI, 2009. Buku Acuan Imunisasi Dasar Bagi Pelaksana Imunisasi Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang:

Badan Penerbit Universitas Diponegoro

Hidayat, Aziz. 2007. Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data. Jakarta:

Salemba Medika.

Maramis, Willy F. 2006. Ilmu Perilaku dalam Pelayanan Kesehatan. Surabaya: Airlangga University Press.

Notoatmojo, Soekidjo. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam. 2003. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan.

Jakarta: Salemba Medika

Setiadi. 2007. Konsep dan Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta: Graha Ilmu Suprajitno. 2004.Asuhan keperawatan Keluarga Aplikasi dalam Praktik. Jakarta: EGC Sugiono. 2011. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan utama dari rancang bangun alat angkat sepeda motor bebek fleksibel ini adalah untuk lebih mempermudah masyarakat, khususnya diperbengkelan untuk membantu mekanik

Menurut Al-Gulayaini pembentukan ism mufrad menjadi sigat muntaha al-jumu’ adalah : Apabila ism yang akan dibentuk itu dari ism yang hurufnya empat, baik dari ism yang huruf

Menentukan perbedaan daya terima panelis terhadap kerupuk bawang dengan subtitusi tepung biji nangka dan tepung tiram (Crassostrea cucullata) berdasarkan aspek

Putra Dwija, S.Si., M.Biotech., selaku dosen pembimbing II yang dengan penuh perhatian telah memberikan motivasi, semangat, bimbingan dan saran selama penulis mengikuti

Syarat pemberian makanan cair yaitu jumlah makanan cair yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan cairan dan energi, bila diberikan lewat

Masih banyak terjadi kesalahan konsep pembelajaran pecahan di antara calon-calon guru di Indonesia yang disebabkan kurangnya pemahaman tentang konsep dasar pecahan

Patofisiologi terjadinya efusi pleura tergantung pada keseimbangan antara cairan dan protein dalam rongga pleura.Dalam keadaan normal cairan pleura dibentuk secara lambat

Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi risiko-risiko pada rantai pasok ikan bandeng, melakukan analisis untuk mengetahui risiko tertinggi pada masing-masing