• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANAN PENYIDIK PAJAK DALAM PROSES PENYIDIKAN TERHADAP TINDAK PIDANA PERPAJAKAN DI KOTA PALEMBANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERANAN PENYIDIK PAJAK DALAM PROSES PENYIDIKAN TERHADAP TINDAK PIDANA PERPAJAKAN DI KOTA PALEMBANG"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

i

TINDAK PIDANA PERPAJAKAN DI KOTA PALEMBANG

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Hukum

Pada Bagian Program Kekhususan Hukum Pidana Fakultas Hukum

Universitas Sriwijaya

Oleh:

SANIA TRINANTI

02011181621051

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2021

(2)

ii

(3)

v

(4)

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto :

“If you believe, you will receive whatever you ask for in prayer”

~Matthew 21:22~

“Nothing worth having comes easy”

~Unknow~

Kupersembahkan kepada :

1. Tuhan Yesus Kristus 2. Mama Papa Tercinta 3. Abang-abangku Tersayang 4. Semua Dosen dan Guru-guru ku 5. Sahabat-Sahabat ku

6. Almamater ku

(5)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat serta karunia-Nya saya dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini yang berjudul

“Peranan Penyidik Pajak Dalam Proses Penyidikan Tindak Pidana Perpajakan di Kota Palembang”. Penulisan skripsi ini dibuat untuk memenuhi persyaratan mengikuti ujian skripsi dguna memperoleh gelar Sarjana Hukum di Universitas Sriwijaya.

Melalui kesempatan ini juga, saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Dr.H.Ruben Achmad,S.H.,M.H. Selaku Pembimbing Utama dan Ibu Neisa Angrum Adisti, S.H.,M.H. Selaku Pembimbing Pembantu yang telah membimbing, memberikan nasihat, masukan, dan saran terhadap tulisan skripsi ini sehingga penulis dalam proses penulisan skripsi ini dapat menyelesaikannya dengan baik.

Demikian kiranya skripsi ini diharapkan dapat bermanfaat dan bisa menjadi penambhaa ilmu di kemudian hari bagi kita semua.

Indralaya, Maret 2021

Penulis,

Sania Trinanti

(6)

vi

UCAPAN TERIMAKASIH

Ucapan puji dan syukur penulis atas Berkat dan Karunia yang melimpah dari Tuhan Yang Maha Esa sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul

“Peranan Penyidik Pajak Dalam Proses Penyidikan Terhadap Tindak Pidana Perpajakan di Kota Palembang”. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh pendidikan Strata Satu (S1) Fakultas Hukum jurusan Ilmu Hukum Program Kekhususan Hukum Pidana di Universitas Sriwijaya.

Penulisan skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik dan lancar karena bantuan serta bimbingan dari semua pihak. Maka, pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada:

1. Terimakasih kepada Yesus Kristus atas limpahan berkat dan karunia-Nya dalam kehidupanku dan keluargaku.

2. Bapak Dr. Febrian, S.H.,M.S. selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya

3. Bapak Dr. Mada Apriadi, S.H.MCL. selaku Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya

4. Ibu Dr. Hj. Nashriana, S.H., M.Hum, selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah membing semasa perkuliahan.

5. Bapak Dr. H. Ruben Achmad, S.H.,M.H. selaku Dosen Pembimbing Utama yang telah banyak membantu, mengarahkan, dan membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

(7)

6. Ibu Neisa Angrum Adisti, S.H.,M.H. selaku Pembimbing Pembantu yang telah banyak membantu, mengarahkan, dan membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

7. Bapak Rd. Muhammad Ikhsan, S.H.,M.H. selaku Ketua Jurusan Studi Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya.

8. Segenap dosen pengajar dan karyawan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya yang selama ini telah memberikan ilmu pengetahuan dan arahan kepada penulis selama masa perkuliahan.

9. Seluruh Jajaran Pegawai dan Staf Direktorat Jenderal Pajak Palembang dan POLDA Sumatera Selatan yang telah mempermudah kegiatan riset skripsi

Terimakasih tak terhinga pula kepada:

1. Kedua orang tua ku tercinta yang paling kusayangi, Mama dan Papa ku . terimakasih atas semua doa, dukungan, dan kasih sayang kalian berikan tanpa henti untukku .

2. Kedua saudaraku Tersayang yang selalu memberi dukungan dan semangat, Billy Olivianus, S.ST dan Serda Deonardo Tarigan.

3. Sahabat-sahabatku tersayang teman seperjuangan semasa kuliah Nadia Romadhon, Della Handayani, Maudy Aprilia, Fina Audina, Marselli Citra Dewi, Rahayu Asriani dan lainnya.

4. Sahabat-sahabatku LBIBTBIG MAKASRI Yunika Marsarintha, Marcella Anggreini, Ruth Sahana, Rizky Khairani, Wahyuni Agustina, Gress Nadya Sari, Paul Lawrence, Chandra Pramana Paskanta, Fransiskus De Karo

(8)

viii

5. Sahabat-sahabatku Geng Layolayo aja Elsa Aprilianti, Muammar Hafish, Galuh Darma Putra, Adamas Wantoro, Firdhayanti, Atik Puput Mukhlifa, Ervini Adriani, Dwi Sukarti, Amhar Taliyus Caesar

6. Sahabat-sahabatku yang selalu memberikan dukungan dan bantuan dalam segala hal Genk BPJS Fitri Ayu Marpal, Tirsa Aulia Puspita Sari, Nadya Maharani Ananta, Gilang Prasetiya, AD Arli Saputra, Sefryan M Fhadilla, Ahmad Irvan Fhadil, Made Jaksane

7. Sahabat-sahabatku seperantauan semasa kuliah Monika Karina Ginting. S.Kg, Finda Pratama Ramsay, Vedra Meyriska Putri

8. Teman-teman Batak Hukum 2016

9. Teman Teman PLKH kelas F terkhusus anggota kelompok F1 MCC PTUN 10. Kepada semua orang yang aku temui di masa akhir pengerjaan skripsi.

Akhir kata terhadap semua doa, dukungan yang telah diberikan kepada penulis, semoga kebakan kalian di balas oleh Tuhan Yang Maha Esa., Semoga skripsi ini dapat bermanfaat lagi bagi pembacanya

Indralaya, Maret 2021

Penulis

Sania Trinanti

(9)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

SURAT PERNYATAAN ... iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... iv

KATA PENGANTAR ... v

UCAPAN TERIMAKASIH... vi

DAFTAR ISI ... ix

ABSTRAK ... xii

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 9

C. Tujuan Penelitian ... 10

D. Manfaat Penelitian ... 10

E. Ruang Lingkup ... 11

F. Kerangka Teori ... 11

G. Metode Penelitian ... 14

(10)

x

1. Jenis Penelitian ... 15

2. Pendekatan Penelitian ... 16

3. Sumber Data ... 16

4. Lokasi Penelitian ... 18

5. Populasi dan Sampel ... 18

6. Teknik Pengumpulan Data ... 19

7. Teknik Pengolahan Data ... 20

8. Analisis Data ... 20

9. Teknik Penarikan Kesimpulan ... 21

H. Sistematika Penulisan ... 19

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 23

A. Tinjauan Umum Tentang Peranan ... 23

1.Pengertian Peranan ... 23

2. Unsur-Unsur Peranan ... 25

B. Tinjauan Umum Tentang Penyidik dan Penyidikan ... 26

1. Penyidik ... 26

a. Pengertian Penyidik ... 26

(11)

b. Tugas dan Wewenang Penyidik ... 29

2. Penyidikan ... 29

a. Pengertian Penyidikan ... 29

b. Proses Penyidikan ... 30

C. Tinjauan Umum Tentang Penegakan Hukum Pidana ... 32

1.Pengertian Tentang Penegakan Hukum Pidana ... 32

2. Tahap-Tahap Penegakan Hukum Pidana ... 40

D. Tinjauan Umum Tentang Tindak Pidana Perpajakan ... 42

1. Pengertian dan Ruang Lingkup Tindak Pidana Perpajakan ... 42

a. Pengertian Tindak Pidana Perpajakan ... 42

b. Jenis-Jenis Tindak Pidana Perpajakan ... 46

2. Pertanggungjawaban Tindak Pidana Perpajakan ... 50

3. Kebijakan Sanksi Tindak Pidana Perpajakan ... 53

4. Sanksi Pada Tindak Pidana Perpajakan ... 57

1. Jenis Sanksi Pidana Pada Perpajakan (Starfsoort) ... 58

2. Berat Ringan Sanksi Pidana (Strafmaat) ... 59

3. Cara Pelaksanaan (Starfmodus) ... 59

BAB III PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN ... 72

A. Peranan Penyidik Pajak Dalam Penyidikan Tindak Pidana Perpajakan ... 72

1. Penyidik Tindak Pidana Pajak ... 72

2. Wewenang Penyidik ... 80

3. Proses Penyidikan Tindak Pidana Perpajakan ... 82

(12)

xii

a. Pemeriksaan ... 82

b.Proses Peyidikan ... 88

4. Hubungan penyidik Pajak dan Instansi Lainnya ... 94

5. Kendala Yang Dihadapi Penyidik Pajak Dalam Mengungkap Tindak Pidana Pajak di wilayah Palembang ... 100

BAB IV PENUTUP ... 104

A. Kesimpulan ... 104

B. Saran ... 106

DAFTAR PUSTAKA ... 108

LAMPIRAN

(13)
(14)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pajak dianggap penting dalam sebuah Negara untuk mencapai kesejahteraan sosial masyarakat karena pajak merupakan salah satu sumber pendapatan dari suatu Negara, dari berbagai alternatif sumber penerimaan pemerintah.1 Indonesia merupakan Negara yang menjadikan Pajak sebagai salah satu penghasilan pada Negara, namun belom menjadikan pajak sebagai penghasilan utama dalam kelangsungan hidup rakyat. namun pajak memegang peranan penting bagi pemerintah Indonesia. Pajak dianggap sangat penting karena pajak memberikan kontribusi yang besar bagi Negara yang bersangkutan.2

Demi menjaga pendapatan Negara maka diperlukannya penyidik pajak dalam menanggulangi tindak pidana di bidang perpajakan agar perbuatan yang dilakukan manusia dan korporasi (badan hukum) sebagai subjek tindak pidana pajak dapat di pertanggungjawabkan, agar terciptalah keadilan yang merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan dari hukum sebagai perangkat

1 Romli Atmasasmita, Sekitar Masalah Korupsi Aspek Nasional dan Aspek Internasional, Jakarta: Mandar Maju, 2004, hlm.39

2 Adrian Sutedi, Hukum Pajak, Jakarta: Sinar Grafika, 2013, hlm.4

(15)

asas dan kaidah yang menjamin adanya kepastian dan ketertiban dalam masyarakat.

Sejarah pemungutan pajak mengalami perubahan dari masa ke masa sesuai dengan perkembangan masyarakat dan Negara baik di bidang kenegaraan maupun dibidang sosial dan ekonomi. Pada mulanya pajak belum merupakan suatu pungutan, tetapi hanya merupakan pemberian sukarela dari rakyat kepada raja berbentuk barang ataupun tenaga3. Perkembangan berikutnya setalah uang mulai digunakan sebagai alat untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari, maka peberian yang awalnya merupakan pemberian yang bersifat sukarela berubah menjadi pemberian tetap yang wajib dan dalam berbentuk uang.4

Secara umum pajak diartikan sebagai jumlah uang yang dibayarkan oleh masyarakat ke kas negara sesuai dengan ketentuan undang-undang, sehingga dapat diberlakukan tanpa imbalan langsung. Pajak dipungut pihak yang berwenang berdasarkan peraturan hukum untuk menutup seluruh keperluan kolektif untuk mencapai kesehjahteraan rakyat.

Pengertian hukum pajak adalah suatu kumpulan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara pemerintah sebagai pemungut pajak dan rakyat sebagai pembayar pajak5 Hukum pajak adalah keseluruhan dari

3 Abdul Hamid Usman, Dasar-Dasar Hukum Pajak, Palembang :Tunas Gemilang Press, 2008, hlm.19

4Marihot Pahala Siahaan, Hukum Pajak Elementer, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2010, hlm. 30

5Ibid. Hlm.29

(16)

3

peraturan-peraturan yang meliputi wewenang pemerintah untuk mengambil kekayaan sesorang dan menyerahkan nya kembali kepada masyarakat melalui kas negara.6 Dalam proses penegakan hukum dimana penegakan hukum pidana pajak termasuk di dalamnya, maka akan selalu berhadapan dengan suatu sistem peradilan pidana (criminal justice system). Hubungan hukum pajak dengan hukum pidana sesuai dengan ketentuan pasal 103 KUHP bahwa perbuatan-perbuatan yang oleh perundang-undangan lainnya diancam dengan pidana maka Buku I dari Bab I sampai dengan Bab VIII, berlaku, kecuali oleh undang-undang itu ditentukan lain.7

Hubungan antara hukum perpajakan dan hukum pidana, hukum perpajakan dan hukum pidana memiliki hubungan yang sangat erat, terlihat bahwa dalam undang-undang perpajakan (melalui undang-undang perpajakan) juga terdapat ketentuan tentang tindak pidana dan sanksi pidana. Memaksakan seseorang yang melakukan kejahatan.8

Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), sebagaimana juga digunakan untuk pelaku tindak pidana secara umum. proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di pengadilan pada dasarnya dilakukan menurut hukum acara yang diatur dalam (KUHAP), karena diatur secara khusus dalam undang-undang pajak dan aturan pelaksanaanya.

6 Andrian Sutedi, Op.Cit, hlm.1

7 Abdul Hamid Usman, Op.Cit, hlm.12

8 Marihot Pahala Siahaan, Hukum Pajak Parlementer, Yogyakarta : Graha Ilmu, 2010, hlm.76

(17)

Sebagaimana tindak pidana khusus, beberapa ketentuan pidana yang diatur dalam undang-undang pajak pada dasarnya telah dirumuskan dalam KUHP, termasuk sanksi pidananya. Tindak pidana yang memenuhi rumusan dalam undang-undang pajak, maka penuntutan tindak pidana tersebut akan didasarkan pada ketentuan dalam undang-undang pajak, bukan KUHP.

Ketentuan pidana dan sanksi pidana dalam undang-undang pajak menjadi hukum khusus (lex spesialis) dari ketentuan pidana yang diatur dalam KUHP (yang merupakan hukum umum atau lex generalis).9

Penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan adalah serangkaian proses yang dilakukan oleh penyidik untuk mencari dan mengumpulkan bukti tindak pidana di bidang perpajakan untuk menetapkan tersangka, sepanjang tindak pidana tersebut tidak dipercayakan kepada pengadilan. . Penyelidikan tindak pidana di bidang perpajakan merupakan pekerjaan penegakan hukum yang dipandang perlu karena akan berdampak jera terhadap kepatuhan wajib pajak. Jika tindakan lain sebelumnya tidak cukup untuk melaksanakan investigasi pajak, ini adalah tugas terakhir dalam penegakan pajak.10

Penyidik dalam pasal 1 ayat 1 jo pasal 6 KUHAP ditentukan bahwa penyidik umum adalah :

1. Penyidik Polisi Negara Republik Indonesia

9 Ibid, hlm.77

10 Sony Devano, Perpajaka: Konsep, Teori, dan Isu, Jakarta: Kencana, 2006, hlm. 136

(18)

5

2. Penyidik Pegawai Negeri Sipil yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang11

Dalam penjelasan pasal 44 undang-undang nomor 28 tahun 2007 Ketentuan Umum Perpajakan penyidik pejabat pajak dilingkungan Direktorat Jendral Pajak diangkat oleh Menteri Kehakiman (oleh Direktorat Jendral Pajak) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai kepangkatannya dan sebagainya.

Hanya dalam Pasal 44 ayat 1 penyidik yang menetapkan pejabat pajak tidak memiliki ketentuan khusus dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007. Ditetapkan bahwa penyidik Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Tata Usaha Negara Perpajakan diberi kewenangan khusus. Sebagai penyidik, Bisa Penyidikan Tindak Pidana di Bidang Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP).12

Pada tindak pidana perpajakan terdapat pejabat yang berwenang dalam menyelidiki dan memeriksa tindak pidana perpajakan tersebut yaitu Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Jendral Pajak. Pasal 44 Undang-Undang Nomor Ketentuan Umum perpajakan ditegaskan bahwa Penyidik Pegawai Negeri Sipil yang. Diberikan wewenang khusus sebagai penyidik untuk menyelidiki kejahatan di bidang perpajakan. Dalam Pasal 6 ayat (1) (b) Undang-Undang Nomor 8 Hukum Acara Pidana tahun 1981

11 Muhammad Djafar Saidi & Eka Merdekawati Djafar, Kejahatan di Bidang Perpajakan, Jakarta: Rajawali Pers, 2012, hlm.165

12Tiasim Nung Samsyah, Tindak Pidana Perpajakan, Bandung: P.T.Alumni, 2011, Hlm. 75

(19)

ditentukan bahwa penyidik adalah penyidik pegawai negeri sipil tertentu dan diberi kewenangan khusus oleh undang-undang.13

Sesuai dengan pasal 44 ayat (2) undang-undang ketentuan umum perpajakan kewenangan penyidik pajak adalah sebagai berikut:

a. Menerima, mencari, mengumpulkan, dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan agar keterangan atau laporan tersebut menjadi lebih lengkap dan jelas.

b. Meneliti, mencari, dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi atau badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan tindak pidana di bidang perpajakan.

c. Meminta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau badan sehubungan dengan tindak pidana di bidang perpajakan.

d. Memeriksa buku, catatan, dan dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana di bidang perpajakan.

e. Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan bukti pembukua, pencatatan, dan dokumen lain, serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut.

f. Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidik tindak pidana di bidang perpajakan.

13 Bohari, Pengantar Hukum Pajak, Jakarta: Rajawali Pers, 2010. Hlm. 193

(20)

7

g. Menyuruh berhenti dan/atau melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas orang, benda, dan/atau dokumen yang dibawa.

h. Memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana di bidang perpajakan .

i. Memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi.

j. Menghentikan penyidikan dan/atau

k. Melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak pidana di bidang perpajakn menurut ketentuan peraturan perundang-undangan.14

Perumusan tindak pidana perpajakan terdapat di Undang-undang nomor 28 tahun 2007 tentang Ketentuan Umum Perpajakan pasal 38, pasal 39, pasal 39A, pasal 41, pasal 41A, pasal 41B, pasal 41C, pasal 43A, pasal 44 dan pasal 44.

Sebagai contoh tindak pidana dibidang perpajakan yang terjadi di Palembang yaitu penggelapan pajak yang dilakukan oleh Ir. Halim Thamsurie pengurus PT Felicia Tunas Persada (FTP) senilai Rp.2,3 milyar dan divonis majelis hakim PN Klas 1A Palembang 3,5 tahun penjara dan denda sebesar dua kali pajak terhutang atau senilai Rp4,6 milyar. Terdakwa didakwa JPU

14 Adrianto Dwi Nugroho, Hukum Pidana Pajak Indonesia, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2010, hlm.42

(21)

Pelanggaran Pasal 39 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 yang telah diubah untuk ketiga kalinya dengan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2007, yang terakhir dari Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 dan Pasal 64 (1) Peraturan dan tata cara perpajakan direvisi menjadi KUHP, karena tergugat tidak menyetor dana perpajakan dari tahun 2010 hingga 2012 yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rs 2.349.821.914. Menurut majelis hakim, terdakwa didampingi kuasa hukumnya mengutarakan pendapatnya dan diberi waktu seminggu oleh majelis hakim. Seperti yang diungkapkan dalam dakwaan jaksa, Adi Purnama, SH tentang kasus penggelapan pajak dini tahun 2010, 2011 dan 2012. Terdakwa menggunakan PT FTP untuk menandatangani kontrak dengan PTPN VII, PT Trakindo Utama dan PT MHP, dan secara langsung memungut pajak penghasilan 10% melebihi Rp 2,3 miliar. Namun, begitu ketiga perusahaan ini membayar pengurangan pajak, tergugat tidak akan menyetorkannya ke kas, dalam hal ini biro pajak. Dalam kasus ini, Andrianz Nalendar, Direktur Utama PT FTP (Dirut), juga divonis enam bulan penjara karena terdakwa Halim hanya mencatat catatan karena hubungan keluarga, namanya Direktur Utama. Di saat yang sama, putusan jaksa Adi Purnama juga menyatakan akan tetap mempertimbangkan terlebih dahulu. Banyaknya kasus tindak pidana perpajakan di kota Palembang melingkupi seluruh wilayah di Sumatera Selatan setiap tahunnya mengalami perubahan baik itu meningkat atau menurunnya kasus kasus tindak pidana perpajakan tersebut. Seperti yang dilansir di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), untuk tahun 2015 kasus yang terdapat 3 perkara, tahun 2016

(22)

9

kasus yang terdapat 1 perkara, tahun 2017 terdapat 4 perkara, dan hingga yang terbaru tahun 2019 terdapat 2 perkara.

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk menulis dalam bentuk skripsi yang berjudul : “PERANAN PENYIDIK PAJAK DALAM

PROSES PENYIDIKAN TERHADAP TINDAK PIDANA

PERPAJAKAN DI WILAYAH PALEMBANG”

B. Rumusan masalah

Dari latar belakang tersebut diatas, dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana peranan penyidik pajak dalam mencegah tindak pidana perpajakan di wilayah Palembang?

2. Apakah kendala yang dihadapi oleh penyidik pajak dalam mengungkap tindak pidana perpajakan di wilayah Palembang?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dilakukannya penelitian skripsi ini adalah :

1. Untuk mengetahui dan menganalisis peranan penyidik pajak dalam mengungkap tindak pidana perpajakan di Palembang

2. Untuk mengetahui hambatan-hambatan penyidik pajak dalam mengungkap tindak pidana perpajakan di Palembang

(23)

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan kegunaan teoritis dan praktis, yaitu:

1. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan, menjadi pengetahuan, dan menjadi rujukan di bidang hukum dalam hal ini khususnya bagi mahasiswa atau masyarakat dalam bidang hukum pidana.

2. Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan ataupun pedoman sebagai pengetahuan dan informasi bagi masyarakat terhadap peranan penyidik pajak dalam melaksanakan tugas serta wewenang penyidikan tindak pidana perpajakan.

E. Ruang Lingkup

Ruang lingkup skripsi ini terbatas pada pembahasan mengenai peranan penyidik pajak dalam proses penyidikan terhadap tindak pidana perpajakan di kota palembang serta hal-hal yang menjadi penghambat dalam proses penyidikan.

F. Kerangka Teori 1. Teori Peranan

Teori peranan adalah proses dinamis kedudukan ataupun status, dimana apabila seseorang melakukan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukan yang dimiliki maka dia disebut sedang menjalankan suatu peranan. Adapun perbedaan antara kedudukan dengan peranan yaitu

(24)

11

peranan memiliki tujuan untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan karena saling bergantung antara satu dengan yang lainnya.15

Apabila ditinjau dari perilaku organisasi, peran merupakan salah satu komponen dari sebuah sistem sosial organisasi, selain dari norma dan budaya organisasi. Di sini secara umum ‘peran’ dapat didefinisikan sebagai “expectations about appropriate behavior in a job position (leader, subordinate)”. Terdapat dua jenis perilaku yang diharapkan dalam suatu pekerjaan, sebagai berikut :

(1) Role Perception: persepsi seseorang tentang perilaku orang lain;

dengan kata lain, dapat dikatakan pemahaman atau pengetahuan tentang perilaku atau pola fungsional yang diharapkan orang tersebut;

dan

(2) Role Expectation: Cara orang lain menerima perilaku orang lain dalam situasi tertentu. Peran seseorang dalam suatu organisasi dapat menjadi bagian penting dari identitas dan kemampuan kerja seseorang. Dalam hal ini, organisasi harus memastikan bahwa peran yang diharapkan didefinisikan dengan jelas.

15 Soerjono soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta: Rajawali Pers, 2009, hlm.212

(25)

Scott et al mengemukakan bahwa peran tersebut memiliki lima aspek penting, yaitu:

1. Peran itu impersonal, dan posisi peran itu sendiri akan menentukan ekspektasi, bukan individu.

2. Peran berkaitan dengan perilaku kerja (task behaviour) yang berarti perilaku yang diharapkan dalam bekerja.

3. Peran sulit dikendalikan (peran jelas dan peran kabur).

4. Dapat mempelajari peran dengan cepat, dan dapat menyebabkan beberapa perubahan perilaku yang besar.

5. Peran berbeda dari pekerjaan, dan orang yang terlibat dalam satu pekerjaan mungkin memainkan banyak peran

2. Teori Penegakan Hukum Pidana

Penegakan hukum yaitu suatu cara dan upaya yang dilakukan dalam menegakkan Norma hukum yang sebenarnya dapat dijadikan pedoman bagi para pelaku lalu lintas atau hubungan hukum antara masyarakat dan negara. Penegakan bertujuan untuk mencapai ide dan konsep yang diharapkan oleh rakyat untuk menjadi kenyataan. Dalam menegakkan hukum, melibatkan banyak hal yang saling terkait satu dengan yang lainnya.16

16 Dellyana Shant, Konsep Penegakan Hukum, Yogyakarta: Liberty, 1998, hlm.37

(26)

13

Menurut Joseph Goldstein, mengelompokkan penegakan hukum pidana menjadi 3 bagian sebagai berikut :

a. Total Enforcement, Eksekusi penuh adalah ruang lingkup penegakan hukum pidana yang diatur dalam pedoman hukum pidana substantif. Namun, penegakan hukum pidana tidak dapat sepenuhnya selesai karena aparat penegak hukum dibatasi secara ketat oleh Undang-Undang Acara Pidana, yang meliputi aturan penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan dan peninjauan awal. Selain itu, mungkin ada hukum pidana substantif yang mengatur pembatasan seperti persyaratan untuk mengajukan pengaduan terlebih dahulu sebagai syarat untuk penuntutan tindak pidana pengaduan (klacht delicten). Rentang terbatas disebut area non-dieksekusi.

b. Full enforcement, Itu setelah ruang lingkup non-penegakan mempersempit cakupan total penegakan hukum pidana. Saat menegakkan hukum, aparat penegak hukum harus mematuhi hukum secara maksimal.

c. Actual enforcement, Menurut Joseph Goldstein, karena waktu, personel, alat investigasi, pendanaan dan kendala lainnya, penegakan hukum secara penuh dianggap ekspektasi yang tidak

(27)

realistis. Ini mengarah pada kebutuhan untuk penanganan yang hati-hati, dan sisanya adalah apa yang disebut eksekusi aktual.17

Penegakkan hukum pidana sebagai suatu proses yang bersifat sistematik, Muncul sebagai penerapan hukum pidana (application of criminal law), yang melibatkan berbagai subsistem struktural seperti kepolisian, kejaksaan, pengadilan dan lembaga pemasyarakatan. Sub-sistem struktural tersebut ermasuk didalamnya tentu lembaga penasehat hukum.

G. Metode Penelitian

Penelitian merupakan proses ilmiah yang sistematis, berarah dan bertujuan untuk kepentingan tertentu. Dalam melakukan penelitian, data atau informasi yang digunakan dalam penelitian harus relevan dengan persoalan yang dibahas. Artinya, data tersebut bersifat berkaitan, mengenal dan tepat.18 Penelitian hukum pada dasarnya merupakan suatu proses ilmiah yang didasarkan pada metode, sistematika dan pemikiran tertentu. Penelitian hukum bertujuan untuk mempelajari satu atau beberapa gejala hukum dengan metode analisis. Oleh karena itu, diperlukan adanya analisis yang mendalam mengenai fakta hukum untuk mencari solusi atas permasalahan yang timbul.19

17 M Alfi Syahri, Op Cit, hlm 39

18 Kartini Kartono dalam Marzuki, Metodologi Riset, Yogyakarta: UII Press, 1990, hlm.55

19 Bambang Sunggono, Metode Penelitian Hukum, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2013, hlm. 39.

(28)

15

1. Jenis Penelitian

Jenis hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengalaman hukum. Penelitian ini disebut juga penelitian hukum sosial atau penelitian lapangan, berdasarkan data mentah..20 Data utama merupakan data yang diperoleh dari pihak pertama, dalam hal ini masyarakat yang diperoleh melalui penelitian lapangan. Kumpulkan data mentah melalui wawancara atau kuesioner. Ruang lingkup penelitian hukum empiris adalah efektivitas hukum, yang mengukur sejauh mana hukum itu sebenarnya diterapkan dalam kehidupan. Penelitian hukum empiris tidak hanya ditujukan pada masyarakat, tetapi juga pada penegakan hukum.21

2. Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode pendekatan sebagai berikut:

a. Statute approach, yaitu pendekatan undang-undang dengan cara menelaah maksud dari semua undang-undang dan regulasi yang berkaitan dengan isu hukum.22

b. Socio Legal Approach, yaitu pendekatan yang menerapkan metode hukum sosial dalam penelitian ilmu sosial ke hukum.23

20 Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta: UI Press, 2005, hlm. 32.

21 Ibid, hlm. 35

22 Peter Mahmud Marzuki, Penelitian Hukum, Jakarta: kencana, 2009, hlm. 93

23 Peter Mahmud Marzuki, Penelitian Hukum, Jakarta: Pranadamedia Group, 2014, hlm. 88

(29)

3. Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari dua jenis data sebagai berikut:

1. Data Primer

Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari sumber. Data ini didapat dari proses wawancara, observasi, dokumen yang tidak resmi, dan dari pihak yang terlibat langsung dalam penelitian di lapangan di Rektorat Jendral Perpajakan Kota Palembang Sumatera Selatan.24

2. Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari dokumen resmi, buku, hasil penelitian yang berwujud laporan, buku harian, dan lain sebagainya.25

Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:

a. Bahan Hukum Primer

Merupakan bahan hukum yang bersifat mengikat, dan terdiri dari peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan perumusan masalah dan judul skripsi yang dibahas.

Buku dan tulisan ilmiah hukum merupakan bahan hukum primer yang berkaitan dengan objek penelitian.26

24 Zainudin Ali, Metode Penelitian Hukum, Jakarta: Sinar Grafika, 2010, hlm.1

25 Ibid., hlm. 11.

26 Zainudin Ali, Op Cit hlm. 106

(30)

17

b. Bahan Hukum Sekunder

Merupakan bahan hukum yang berisi informasi yang dapat menjelaskan bahan hukum utama.27 Bahan hukum sekuder terdiri dari bahan pustaka yang berisikan informasi tentang bahan primer. Untuk membantu proses penelitian, maka diperlukan bahan hukum tersier untuk menyelesaikan penelitian.

c. Bahan Hukum Tersier

Merupakan bahan hukum penunjang yang mencakup penjelasan maupun petunjuk terkait dengan bahan hukum sekunder.

4. Lokasi Penelitian

Dalam penelitian ini penulis akan melakukan penelitian:

a. Di kantor Direktorat Jendral Pajak Jln. Merdeka No.42, Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

b. Di Polresta Palembang Jakabaring Jln. Gub H Bastari, 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1, Palembang, Sumatera Selatan.

27 Bambang Waluyo, Penelitian Hukum Dalam Praktek2, Jakarta: Sinar Grafika, 1996, hlm

(31)

5. Populasi dan Sampel a. Populasi

Populasi yaitu jumlah keseluruhan atau himpunan objek dengan ciri yang sama.28 Populasi dapat berupa himpunan atau perkumpulan, benda hidup dan mati, kejadian, kasus, waktu, atau tempat dengan sifat dan ciri yang sama. Dalam penelitian ini, populasi yang dimaksud adalah Kantor Direktorat Jendral Pajak Palembang.

b. Sampel

Sampel merupakan himpunan bagian atau sebagian dari suatu populasi.29Pada penelitian ini, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling/Jundamental Sampling. Pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan subyektif dari penelitian, dimana peneliti berhak menentukan sendiri responden yang dianggap dapat mewakili suatu populasi.30 Pegawai pajak kota Palembang.

1. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (Pajak) yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang kota Palembang

2. Pegawai di kantor Direktorat Jendral Pajak kota Palembang 3. Penyidik Polisi Negera Republik Indonesia di kota Palembang

28 Bambang Sunggono, Op Cit. hlm. 118

29 Bambang Sunggono,Ibid, hlm. 39

30 Burhan Asshofa, Metode Penelitian Hukum, Jakarta: Rineka Cipta, 2007, hlm. 91

(32)

19

6. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang benar dan akurat dilakukan dengan menggunakan dua prosedur yaitu:

1. Studi Kepustakaan (Library Research)

Penelitian kepustakaan adalah metode memperoleh data penelitian dengan membaca, mengutip, mencatat, dan memahami berbagai sumber pustaka (seperti buku, laporan penelitian, artikel ilmiah, dan peraturan perundang-undangan).

2. Studi Lapangan (Field Research)

Studi lapangan memperoleh data secara langsung di lokasi atau objek penelitian yang telah ditentukan. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan data mentah dari narasumber yang dilakukan melalui wawancara.

7. Teknik Pengolahan Data

Kemudian mengolah data yang terkumpul melalui tahap pengolahan data dan presentasi. Mengolah data yang diperoleh dari penelitian kepustakaan dan wawancara, kemudian diseleksi, dievaluasi dan dideskripsikan31 dalam bentuk penjelasan. Sedangkan data yang diperoleh dari kuesioner dipilih terlebih dahulu, kemudian disajikan untuk memastikan bahwa data tersebut dapat dijelaskan sesuai dengan keadaan sebenarnya.

31 Ibid., hlm. 95

(33)

8. Analisis Data

Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif, yaitu menguraikan data secara bermutu dalam bentuk kalimat yang teratur, logis, dan efektif sehingga memudahkan interpretasi data dan pemahaman hasil analisis. Metode ini bersifat khusus, yang dipakai dalam penarikan kesimpulan guna menjawab setiap permasalahan.

9. Teknik Penarikan Kesimpulan

Teknik penarikan kesimpulan yang digunakan pada penelitian ini yaitu secara induktif32. Metode induktif bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat khusus (individual). Tahapan awal yang dilakukan pada proses ini yaitu mengemukakan pertanyaan dengan ruang lingkup yang khusus dan terbatas, yang diakhiri dengan pertanyaan umum dalam menyusun argumentasi. Proses berfikir induktif penghasilkan sebuah pengetahuan dari fakta-fakta yang dikumpulkan.

32 Ibid., hlm. 79

(34)

21

H. Sistematika Penulisan

Untuk mengetahui isi dari penulisan skripsi ini, disusunlah sistematika penulisan skrispi yang terdiri dari 4 (empat) bab, sebagai berikut:

BAB 1: PENDAHULUAN

Bagian bab ini menguraikan latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, kerangka teori, metode penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II: TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini menguraikan tentang tinjauan umum skripsi, yang berupa:

BAB III: PEMBAHASAN

Dalam bab pembahasan ini akan membahas permasalahan mengenai, peranan penyidik pajak dalam mencegah tindak pidana perpajakan serta kendala yang dihadapi oleh penyidik pajak dalam mengungkap tindak pidana perpajakan di kota Palembang

BAB IV: PENUTUP

Bagian ini berisi kesimpulan yang didapat dari hasil pembahasan dan menjawab rumusan masalah penelitian, serta berisi saran.

(35)

Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian hukum dibidang hukum pidana.

(36)

103

DAFTAR PUSTAKA

BUKU:

Abdul Hamid Usman. 2008. Dasar-Dasar Hukum Pajak. Palembang: Tunas Gemilang Press

Adrianto Dwi Nugroho, 2010, Hukum Pidana Pajak Indonesia, Bandung: PT.

Citra Aditya Bakti

Anang Mury Kurniawan. 2011. Upaya Hukum Terkait Dengan Pemeriksaan Penyidikan,dan Penagihan Pajak. Yogyakarta: Graha Ilmu

Adrian Sutedi. 2013. Hukum Pajak. Jakarta: Sinar Grafika

Andi Sofyan dan Abd Asis. 2014. Hukum Acara Pidana Suatu Pengantar.

Jakarta: Kencana Prenadamedia Group

Bambang Sunggono. 2013. Metode Penelitian Hukum. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Bambang Waluyo. 1996. Penelitian Hukum Dalam Prakter 2. Jakarta: Sinar Grafika

(37)

Burhan Asshofa. 2007. Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Rineka Cipta

Bohari. 2010. Pengantar Hukum Pajak. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Dellyana Shant. 1998. Konsep Penegakan Hukum. Yogyakarta: Liberty

Kartini Kartono dalam Marzuki, 1990, Metodologi Riset, Yogyakarta: UII Press

Komarudin, 1994. Ensiklopedia Manajemen. Bandung; Alumni

Mustafa Abdullah dan Ruben Achamd. 1983, Intisari Hukum Pdana, Jakarta:

Ghalia Indonesia

Moeljatno. 1987. Azas-Azas Hukum Pidana. Jakarta: Bina Aksara

Muhammad Djafar Saidi & Eka Merdekawati Djafar, 2012, Kejahatan di Bidang Perpajakan, Jakarta: Rajawali Pers

Marihot Pahala Siahaan. 2010. Hukum Pajak Elementer. Yogyakarta: Graha Ilmu

(38)

105

___________________. 2010. Hukum Pajak Parlementer. Yogyakarta:

Graha Ilmu

Peter Mahmud Marzuki, 2014, Penelitian Hukum, Jakarta: Pranadamedia Group

__________________, 2009, Penelitian Hukum, Jakarta: kencana

Romli Atmasasmita. 2004. Sekitar Masalah Korupsi Aspek Nasional dan Aspek Internasional. Jakarta: Mandar Maju

Soerjono Soekamto dan Mustafa Abdullah. 1980. Sosiologi Hukum Dalam Masyarakat. Jakarta: Rajawali

Soerjono Soekamto. 1983. Pengantar Pnelitian Hukum. Jakarta: Rineka Cipta

______________. 1983. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penegkan Hukum. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

_______________. 1986. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali

_______________. 2005. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press

(39)

_______________. 2009. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers

Syarifuddin Pettanase. 2010. Hukum Acara Pidana. Bandug: Angkasa

Sony Devano. 2006. Perpajakan: Konsep, Teori, dan Isu. Jakarta: Kencana

Tiasim Nung Samsyah. 2011. Tindak Pidana Perpajakan. Bandung: PT.

Alumni

Wirawan B Ilyas dan Richard Burton. 2010. Hukum Pajak. Jakarta: Salemba Empat

Zainudin Ali. 2010. Metode Penelitian Hukum, Jakarta: Sinar Grafika

UNDANG-UNDANG:

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan

(40)

107

JURNAL:

M. Alfi Syahri, Peran dan Wewenang Majelis Tuha Peut Dalam Membuat Kebijakan Partai Aceh (Studi Kasus Dewan Pimpinan Partai Aceh), Jurnal Ilmiah Mahasiswa FISIP Unsyiah Vol. 3 , Nomor 1-22 : 1-26 Juni 2018

Ruben Achmad, Aspek Hukum Pidana Dalam Tindak Pidana Perpajakan, Jurnal Hukum Doctrinal Universitas Muhammadiyah Vol 1, Nomor 2016

INTERNET:

Poetra, Tersandung Kasus Pajak 2,5 M, Bos PT FTP Diganjar 3,6 Tahun Bui, DetikSumsel.com https://www.detiksumsel.com/tersandung-kasus-pajak-23-m-bos-pt-ftp- diganjar-36-tahun-bui/

Referensi

Dokumen terkait

Untuk perabot, terdapat pengulangan patra bunga sakura pada kursi makan dan material kayu yang ada pada salah satu dindingnya, karena itu secara keseluruhan ruang ini

Kepemimpinan yang tidak aman pada traffic accident PT Pamapersada Nusantara jobsite Kideco tahun 2012 sebanyak 22.95% disebabkan oleh kepemimpinan yang tidak adekuat, 18.03%

Pemeliharaan rutin dilaksanakan setiap hari oleh petugas pemeliharaan sesuai dengan fungsi/tugas masing-masing sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan yakni dilaksanakan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan fungsi smartphone Android yang dapat digunakan sebagai pusat kendali, mengambil keuntungan dari pengenalan

a) Administrasi niaga internasional (business international administration) adalah seluruh kegiatan dan tindakan dari organisasi internasional dalam perniagaan

Pada penelitian akan dibuat suatu rancang bangun alat pemantau kondisi suhu dan kelembaban pada ruang inkubator dengan metode mencari dan mengumpulkan data mengenai kisaran suhu

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh kompres hangat terhadap penurunan nyeri derakat dismenorea primer pada mahasiswi di Asrama STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta Tahun

Penelitian ini akan menfokuskan pada kondisi oseanografi pada Musim Timur (Juli 2017) dan Musim Barat (Januari 2018).Hasil analisis menunjukkan pasang-surut di