PRODUKTIVITAS
DALAM PROYEK KONSTRUKSI
MATA KULIAH MANAJEMEN KONSTRUKSI – SMT VI
Oleh : Muji Rifai
• Proyek adalah suatu rangkaian kegiatan sementara yang harus dilaksanakan dan diselesaikan dalam jangka waktu terbatas dengan alokasi sumber daya tertentu dengan sasaran dan tujuan yang telah digariskan dengan jelas
• Sumber Daya Manusia adalah salah satu faktor
yang sangat berpengaruh dalam sebuah
pekerjaan, termasuk dalam sebuah pekerjaan
proyek kontruksi
• Sebuah pekerjaan sekecil apapun apabila tidak didukung dengan sumber daya manusia yang bagus dalam hal kualitas dan produktivitas, tidak akan memberikan hasil yang maksimal dan memuaskan dalam sebuah proyek
• Akibat penggunaan sumber daya manusia yang kurang tepat bisa
mengakibatkan sebuah kerugian yang besar pada proyek kontruksi
• Dalam upaya untuk mengatur atau memanajemen penggunaan Sumber Daya Manusia agar realistis, maka kontraktor harus
mengetahui tingkat produktivitas masing-masing
• memantau dan memetakan apa yang akan terjadi pada sebuah proyek akibat penggunaan dan pemanfaatan tenaga kerja
• Kurang diperhatikannya produktivitas tenaga kerja pada suatu
proyek kontruksi dapat menghambat pekerjaan kontruksi itu
sendiri
• Rencana anggaran biaya (RAB) dan Time Schedule digunakan sebagai pedoman dan alat kontrol waktu pelaksanaan pekerjaan, biaya pelaksanaan dan produktivitas dari
tenaga kerja maupun alat kerja dalam proyek
• Khususnya dalam hal kontrol produktivitas tenaga kerja, penggunaan Rencana
Anggaran Biaya dan Time Schedule sangat penting ketika pelaksanaan di lapangan
• Ketika produktivitas tenaga kerja dilapangan tidak sesuai dengan perencanaan dan dapat menimbulkan kerugian, pelaksana atau
pengawas dilapangan bisa mengambil
keputusan untuk menambah atau mengurangi
tenaga kerja agar memperoleh kualitas dari
produktivitas tenaga kerja yang maksimal
PRODUKTIVITAS
• Produktivitas sering diartikan sebagai rasio antara keluaran dan masukan dalam satuan tertentu (Harry.1999)
• Produktivitas juga diartikan sebagai suatu ukuran atas penggunaan sumber daya dalam suatu organisasi yang
biasanya dinyatakan sebagai rasio dari keluaran yang dicapai dengan sumber daya yang digunakan (Maksiya, 2002)
• Produktivitas pada hakekatnya merupakan nilai banding antara hasil produksi dan faktor-faktor produksi yang dalam hal ini adalah peralatan dan tenaga kerja disamping modal dan sistem manajemennya sendiri. Produktivitas adalah kuantitas pekerjaan per jam tenaga kerja dan secara umum
produktivitas merupakan perbandingan antara output dan
input
PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA
• Dalam suatu proyek kontruksi, kinerja tenaga kerja yang akan mempengaruhi produktivitas
• Produktivitas menggambarkan kemampuan tenaga kerja dalam
menyelesaikan suatu kuantitas pekerjaan per satuan waktu
MENGUKUR PRODUKTIVITAS
STUDI WAKTU
Dalam studi waktu yang dicari adalah berapa banyak hasil kerja yang diperoleh seorang tenaga kerja pada suatu waktu tertentu atau berapa waktu yang pantas untuk menyelesaikan suatu
pekerjaan. Waktu yang pantas untuk menyelesaikan suatu pekerjaan adalah waktu penyelesaian suatu pekerjaan yang dapat dipenuhi oleh seorang pekerja secara wajar
AKTIVITAS SAMPLING
Pada aktivitas sampling pengamatan hanya dilakukan sesaat- sesaat dalam suatu interval waktu yang sama pengamatan
dapat dilakukan untuk beberapa pekerjaan sekaligus. Dasar dari aktivitas sampling adalah pengecekan terhadap hal-hal yang ingin diketahui dengan cara mengecek pada saat-saat tertentu apakah hal tersebut sedang dilakukan atau tidak. Manfaatnya yaitu untuk mengetahui distribusi pemakaian waktu serta
tingkat pemanfaatan alat oleh para pekerja
FAKTOR YG BERPENGARUH PADA
PRODUKTIVITAS
Menurut Kaming dalam Wulfram I Ervianto (2005):
• Metode dan teknologi, terdiri atas faktor : desain rekayasa, metode kontruksi, urutan kerja, pengukuran kerja
• Manajemen lapangan, terdiri atas faktor : perencanaan dan
penjadwalan, tata letak lapangan, komunikasi lapangan, manajemen material, manajemen peralatan, manajamen tenaga kerja
• Lingkungan kerja, terdiri atas faktor : keselamatan kerja,
lingkungan fisik, kualitas pengawasan, keamanan kerja, latihan kerja, partisipasi
• Faktor manusia, tingkat upah kerja, kepuasan kerja, pembagian
keuntungan, hubungan kerja mandor-pekerja
Menurut Abrar Husen (2010), faktor pengaruh dalam produktivitas:
•
Kuantitas atau jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam suatu proyek
•
Tingkat keahlian tenaga kerja
•
Latar belakang kebudayaan dan pendidikan termasuk pengaruh faktor
lingkungan dan keluarga terhadap pendidikan formal yang diambil tenaga kerja
•
Kemampuan tenaga kerja untuk menganalisis situasi yang terjadi dalam lingkup pekerjaannya dan sikap moral yang diambil pada keadaan tersebut
•
Minat tenaga kerja yang tinggi terhadap pekerjaan yang ditekuninya
•
Struktur pekerjaan, keahlian dan umur (kadang-kadang jenis kelamin)
Menurut Imam Soeharto (1995), faktor pengaruh dalam produktivitas:
• Kondisi fisik lapangan dan sarana bantu iklim, cuaca, medan kerja dan alat
• Supervisi , perencanaan dan koordinasi pengelolaan/memimpin tenaga kerja
• Komposisi pekerja perbandingan jam-orang supervisi thd pekerja yg dipimpin menunjukkan rentang kendali. Bila rentang lebih dari jam optimal akan menaikkan biaya, apabila kurang akan menurunkan produktivitas
• Kerja lembur jam kerja lebih dari 40 jam per minggu, misalnya untuk mengejar sasaran jadwal akan menurunkan efisiensi kerja
• Ukuran besar proyek besar proyek (dinyatakan dalam jam-orang), dimana semakin besar ukuran proyek produktivitas menurun
• Pekerja langsung versus sub-kontraktor sub kon lebih tinggi produktivitasnya krn sudah pengalaman dan terbiasa, tetapi biaya bisa jadi lebih mahal dari pekerja
langsung
• Kurva pengalaman semakin tinggi kurva, semakin besar produktivitas pekerja tsb
• Kepadatan tenaga kerja perbandingan luas tempat kerja dengan pekerja yang ada, jika kepadatan pekerja melewati tingkat jenuh, maka produktivitas
menunjukan tanda-tanda menurun (kesibukan manusia, alat yang bekerja, kelancaran terganggu dll)
PRODUTIVITAS MELALUI PENDEKATAN
KOEFISIEN TENAGA KERJA DAN BAHAN
• Koefisien tenaga kerja diukur dengan melakukan studi terhadap waktu yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan
• Dalam studi waktu yang dicari adalah banyaknya hasil kerja yang diperoleh seorang pekerja pada suatu waktu tertentu
• Dalam penelitian tersebut dilakukan pengamatan terhadap waktu yang dibutuhkan tukang untuk melakukan pekerjaan yang ditinjau
Contoh: pekerjaan 1 m3 cor beton plat lantai
Didapat koefisien tenaga kerja yaitu : 0,0051 mandor, 0,051 pekerja, 0,0255 tukang batu, 0,00255 kepala tukang batu (satuan orang per hari). Jika dilihat dari koefisien yang didapat, 1 orang kepala tukang batu mengepalai 10 orang tukang batu, seorang tukang batu dilayani 2 orang pekerja, sedangkan mandor mengepalai 10 orang pekerja
Koefisien alat yang didapat adalah 0,03353 jam/alat concrete pump dan 0,04999 jam/alat vibrator
ANALISA PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA
KAITANNYA TERHADAP WAKTU DAN PELAKSANA AN PROYEK
• Untuk mengetahui produktivitas tenaga kerja dalam masing-masing proyek objek penelitian, maka dilakukan perhitungan durasi pekerjaan, dimana dianggap durasi pekerjaan tersebut mempengaruhi produktivitas tenaga kerja yang tersedia pada pelaksanaan proyek tersebut
• Volume pada persamaan di atas merupakan volume rata-rata, sedangkan durasi diperoleh dari regresi faktor yang mempengaruhi produktivitas (pengalaman dan usia tenaga kerja)
• Faktor pengalaman tenaga kerja, yaitu : < 1 tahun, 1-3 tahun, dan > 3 tahun
• Faktor usia dipakai 3 alternatif yaitu : 17-21 tahun, 22-35 tahun, 36-45 tahun
• Semakin kecil persentase pengalaman dan usia tenaga kerja yang tersedia untuk melaksanakan suatu pekerjaan pada proyek kontruksi, semakin kecil pula
produktivitas tenaga kerja
PERENCANAAN WAKTU PELAKSANAAN DAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA
• Sebelum proyek kontruksi dilaksanakan, perlu direncanakan waktu dan jumlah tenaga yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut
• Perencanaan penggunaan jumlah tenaga baik serta waktu pelaksanaan yang tepat dapat
meminimalisir penggunaan biaya sehingga dapat menghasilkan keuntungan bagi seorang
kontraktor
• Dalam suatu perencanaan waktu dan
penggunaan jumlah tenaga kerja diperlukan
Analisa Harga Satuan sebagai pedoman
• Menurut Iman Soeharto, perencanaan waktu pelaksanaan / jumlah tenaga
kerja dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut
• Menghitung produktivitas tenaga kerja
PERHITUNGAN WAKTU PELAKSANAAN
Waktu pelaksanaan yang
dibutuhkan untuk mengerjakan suatu pekerjaan ditentukan
oleh jumlah tenaga kerja yang mengerjakannya.
Dalam memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk
mengerjakan suatu item pekerjaan, penting harus diketahui besarnya volume
pekerjaan suatu item pekerjaan dan juga tenaga kerja yang
diperlukan untuk mengerjakannya.
Maka dari itu sebagai dasar dalam perencanaan tersebut digunakanlah Analisa Harga Satuan untuk menghitung
waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan pekerjaan
tersebut
PERHITUNGAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA
Tenaga kerja yang diperlukan dalam pelaksanaan suatu
proyek sangat tergantung dari banyak faktor, yaitu : tingkat keahlian, peralatan yang
digunakan, kondisi lapangan dan sebagainya.
Produktivitas tenaga kerja sangat diperlukan dalam menentukan jumlah atau
banyaknya tenaga kerja yang dibutuhkan dalam
penyelesaian suatu pekerjaan.
PERHITUNGAN UPAH TENAGA KERJA
Ongkos Pekerjaan dihitung
berdasarkan jumlah tenaga kerja yang mengerjakan suatu item pekerjaan. Upah tenaga kerja
berbeda-beda sesuai jabatan dan pekerjaan yang dikerjaannya.
Masing-masing upah tenaga kerja per hari terdapat dalam Analisa Harga Satuan