PENINGKATAN KOMPETENSI LULUSAN MELALUI MPMBS DITINJAU DARI PROSES PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI 5 TASIK
PUTRI PUYU KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Muhamad Amin 1) , Indra Prasetyo 2) , Mei Indrawati 3) Universitas Wijaya Putra Surabaya
INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK
URL : http://e-jurnalmitrapendidikan.com
© 2021 Kresna BIP.
e-ISSN 2550-0481 p-ISSN 2614-7254
Jurnal Mitra Pendidikan (JMP Online)
Dik irim : 15 September 2021 Revisi pertama : 18 September 2021 Diterima : 20 September 2021 Tersedia online : 29 September 2021
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Perencanaan dan pelak sanaan serta Fak tor penduk ung dan fak tor penghambat Manajemen Mutu Berbasis Sek olah dalam meningk atkan k ompetensi lulusan ditinjau dari p ro se s pembelajaran di SMP Negeri 5 Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti. Jenis penelitian yang digunak an dalam penelitian adalah desk riptif.
Sedangk an pendekatan yang digunakan peneli t i an i n i adalah k ualitatif. Informan penelitian ini adalah semua guru yang ada di SMPN 5 Tasik Putri Puyu yang berjumlah 6 orang. Metode pengumpulan data yang digunak an dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dok umentasi. Penelitian ini menggunak an model analisis interak tif, yaitu data yang dik umpulk an ak an dianalisa melalui tiga tahap yaitu reduk si data, menyajik an data dan menarik k esimpulan. Hasil penelitian menunjuk k an bahwa perencanaan dilak ukan berdasarkan k ekurangan n i l a i rapor pada periode sebelumnya. Pelak sanaan dilak uk an oleh Kepala Sek olah yang bek erja sama dengan para guru dan berbagai pihak yang terk ait, melak uk an evaluasi, pembentuk an pengurus atau tim sendiri. Fak tor penduk ung adalah k esiapan sek olah, k esiapan guru, k emampuan dan k emauan guru yang k uat, k esiapan peserta didik , k etersediaan sara n a d a n prasarana penunjang, duk ungan dari pihak luar dan orang tua. Fak tor penghambat adalah sek olah yang terletak di daerah 3T, k urang up date nya informasi, standar penilaian yang terlalu tinggi, sarana dan prasarana yang tidak memadai, k omitmen guru yang naik turun, buk u perpustak aan yang tidak lengk ap, k urangnya dorongan orang tua terhadap anak.
Kata Kunci: Perencanaan, Pelak sanaan, Manajemen Mutu Berbasis Sek olah, Kompetensi Lulusan, Proses Pembelajaran
Email : [email protected]
PENDAHULUAN Latar Belakang
Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, khususnya kompetensi lulusan pada pendidikan dasar dan menengah.
Sebenarnya usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan telah banyak dilakukan baik aspek kualifikasi guru, sarana, kurikulum maupun pengadaan buku dan alat pelajaran. Kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, ketrerampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak (Mulyasa, 2014: 66). Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mengartikan kompetensi sebagai kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk bersikap, menggunakan pengetahuan, dan ketrampilan untuk melaksanakan suatu tugas di sekolah, masyarakat, dan lingkungan untuk pihak yang bersangkutan berinteraksi. Kurikulum dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi siwa untuk mengembangkan sikap, ketrampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk membangun kemampuan tersebut. Hasil dari pengalaman belajar tesebut adalah hasil belajar siwa yang menggambarkan manusia dengan kualitas yang dinyatakan dalam SKL (Standar Kompetensi Lulusan).
Pada penjelasan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional Pasal 35 disebutkan bahwa standar kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik yang harus dipenuhinya atau dicapainya dari suatu satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan.
Untuk mencapai hasil yang lebih optimal, efektif dan efisien dalam menangani berbagai permasalahan pendidikan, pemerintah tidak mungkin dapat bekerja secara sendirian, karena masih ada pihak-pihak lain yang berkepentingan terhadap bidang pendidikan tersebut, seperti: orang tua (masyarakat), sekolah (lembaga pendidikan), dan institusi sosial lain seperti dunia usaha atau dunia industri. Karena itu kerja sama pihak yang berkepentingan tersebut menjadi sangat penting dalam rangka pelaksanaan asas desentralisasi, terutama dalam bidang pengelolaan pendidikan.
MPMBS (Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah) menawarkan kepada sekolah untuk menyediakan pendidikan yang lebih baik dan lebih memadai bagi para peserta didik. Adanya otonomi daerah dalam pengelolaan pendidikan merupakan potensi bagi sekolah untuk meningkatkan kinerja para personil, menawarkan partisipasi langsung baik pihak-pihak terkait, dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah (Suryosubroto, 2012:196).
Dengan MPMBS, unsur pokok sekolah (Constituent) memegang kontrol yang lebih besar dalam setiap kejadian di sekolah. Unsur pokok sekolah ini kemudian menjadi lembaga non-struktural yang disebut Komite Sekolah yang anggotanya adalah Kepala Sekolah, Guru, Administrator, Orang Tua/Wali Murid, Anggota Masyarakat dan Murid.
MPMBS merupakan bentuk otonomi manajemen pendidikan pada satuan pendidikan, yang dalam hal ini Kepala Sekolah/Madrasah dan Guru dibantu oleh Komite Sekolah/Madrasah dalam mengelola kegiatan pendidikan.
Seiring dengan desentralisasi, otonomi dalam pengelolaan pendidikan dan penyiapan sumber daya manusia untuk menghadapi tantangan global pada abad modern dan teknologi ini, SMP Negeri 5 Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti mempunyai peran yang sangat penting. SMP tersebut merupakan sekolah yang termasuk unggul dan maju dalam pembelajarannya.
Sebagai sekolah swasta, SMP Negeri 5 Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti harus mampu menghadapi tantangan yang semakin berat sejalan dengan perubahan masyarakat yang semakin cepat.
Untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas, maka SMP Negeri 5 Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti harus mampu menyelenggarakan pendidikan yang profesional, efektif dan efisien. Untuk meningkatkan mutu pengelolaan pendidikan yang mampu melakukan proses belajar mengajar yang efektif dan menghasilkan output yang berkualitas, maka perlu diadakan tindakan yang terencana dengan baik, terutama manajemennya. Keterlibatan orang tua/wali siswa secara fisik maupun emosional juga sangat membantu penyelenggaraan pendidikan di sekolah ini. Karena program SMP Negeri 5 Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti menekankan pada Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah dan menerapkan Kurikulum 2013.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian masalah yang tercantum di latar belakang, maka rumusan permasalahan penelitian adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana Perencanaan Manajemen Mutu Berbasis Sekolah dalam meningkatkan kompetensi lulusan ditinjau dari proses pembelajaran di SMP Negeri 5 Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti
2. Bagaimana Pelaksanaan mengelola Manajemen Mutu Berbasis Sekolah dalam meningkatkan kompetensi lulusan ditinjau dari proses pembelajaran di SMP Negeri 5 Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti
3. Apa faktor pendukung Manajemen Mutu Berbasis Sekolah dalam meningkatkan kompetensi lulusan ditinjau dari proses pembelajaran di SMP Negeri 5 Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti?
4. Apa faktor penghambat Manajemen Mutu Berbasis Sekolah dalam meningkatkan kompetensi lulusan ditinjau dari proses pembelajaran di SMP Negeri 5 Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti?
Tujuan Penelitian
Dari perumusan masalah yang sudah dikemukakan, maka dapat ditentukan tujuan penelitian yaitu :
1. Untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana Perencanaan Manajemen Berbasis Sekolah dalam meningkatkan kompetensi lulusan ditinjau dari proses pembelajaran di SMP Negeri 5 Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti 2. Untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pelaksanaan mengelola
Manajemen Berbasis Sekolah dalam meningkatkan kompetensi lulusan ditinjau dari proses pembelajaran di SMP Negeri 5 Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti
3. Untuk mengetahui dan menganalisis Faktor pendukung Manajemen Mutu Berbasis Sekolah dalam meningkatkan kompetensi lulusan ditinjau dari proses pembelajaran di SMP Negeri 5 Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti 4. Untuk mengetahui dan menganalisis faktor penghambat Manajemen Mutu
Berbasis Sekolah dalam meningkatkan kompetensi lulusan ditinjau dari proses pembelajaran di SMP Negeri 5 Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti
KAJIAN PUSTAKA Manajemen
Manajemen merupakan termasuk dalam suatu ilmu dan seni yang digunakan untuk mengatur sumber daya yang dimanfaartkan supaya lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan (Hasibuan, 2017, Utari, et al., 2021).
Manajemen dapat diartikan sebagai suatu proses dengan tindakan yang berupa perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan pengawasan yang telah diatur dengan efektif dan efisien dalam mencapai tujuaun (Prasetyo, et al., 2021; Utari et al., 2020). Adapun Fungsi-fungsi dalam manajemen sebagai elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan di jadikan acuan dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan lebih dikenal dengan (POAC) Perencanaan (plaining), Pengorganisasian (organizing), Penggerakan (actuating), Pengawasan (controlling) (Indrawati, et al., 2021).
Kompetensi Lulusan
Kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, ketrerampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak (Mulyasa, 2014). Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mengartikan kompetensi sebagai kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Standar kualitas nasional dalam Peraturan Pemerintah no. 19 tahun 2015 dinyatakan sebagai standar kompetensi lulusan. Standar kompetensi lulusan tersebut adalah kualitas minimal lulusan satu jenjang atau satuan pendidikan.
Standar kompetensi lulusan mencakup sikap, pengetahuan, dan ketrampilan.
Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS)
Secara umum, Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) dapat diartikan sebagai model manajemen yang memberikan otonomi lebih besar
kepada sekolah, memberikan fleksibelitas atau keluwesan besar kepada sekolah dan mendorong partisipasi secara langsung warga sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan mutu sekolah berdasar kebijakan-kebijakan nasional serta peraturan perundangan yang berlaku (Sagala, 2014).
Arikunto (2017) menyatakan bahwa Manajemen Mutu Berbasis Sekolah sekolah adalah penataan system pendidikan yang memberikan keleluasaan penuh kepada kepala sekolah dan atas kesepakatan seluruh stafhya, untuk memanfaatkan sumber belajar dan semua fasilitas yang tersedia untuk menyelenggarahan pendidikan bagi siswa, serta bertanggung jawab penuh atas segala tindakannya itu.
Proses Pembelajaran
Menurut Husaini (2012) bahwa pembelajaran adalah inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama.
Pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu.
Mengajar ialah penstransmisian kebudayaan berupa pengalaman- pengalaman dan kecakapan kepada anak didik kita. Atau usaha mewariskan kebudayaan masyarakat pada generasi berikut sebagai generasi penerus (Slameto, 2015). Mengajar pada prinsipnya adalah membimbing siswa dalam kegiatan mengajar yang mengandung pengertian bahwa mengajar merupakan usaha mengorganisasikan lingkungan dalam hubunganya dengan siswa dan bahan pengajaran, sehingga terjadi proses belajar mengajar.
Menurut Slameto (2015), dalam proses belajar mengajar, guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing, dan memberi fasilitas belajar bagi siswa untuk mencapai tujuan. Guru mempunyai tanggung jawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk membantu proses perkembangan siswa.
METODE PENELITIAN Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif.
Pendekatan deskriptif. Jenis penelitian deskriptif yaitu analisis data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mengelola data kemudian menyajikan data observasi agar pihak lain dapat mudah memperoleh gambaran mengenai objek yang diteliti dalam bentuk kata-kata dan bahasa. (Sugiyono, 2018:16). Sedangkan pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif karena dalam penelitian ini menghasilkan kesimpulan berupa data yang menggambarkan secara rinci, bukan data yang berupa angka-angka.
Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian adalah di SMP Negeri 5 Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti.
Fokus Penelitian
Fokus penelitian ini adalah MPBMS, dimana peneliti akan mendeskripsikan perencanaan dan pelaksanaan MPMBS di sekolah dalam
meningkatkan kompetensi lulusan siswa, selain itu juga akan dideskripsikan mengenai proses pembelajaran yang dilakukan meliputi sarana dan prasarana penunjang, kemudian kualitas RPP mulai dari proses pembuatan RPP sampai keseuaian RPP dengan hasil pembelajaran sehingga dengan menciptakan mutu pendidikan yang berkualitas dan dengan pengawasan dari Kepala Sekolah maka proses berlangsungnya belajar mengajar di kelas yang merupakan interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa dalam rangka agar siswa menjadi paham dalam menerima pembelajaran sehingga kompetensi lulusan siswa dapat meningkat.
Untuk lebih jelasnya fokus penelitian penerapan konsep MPMBS dalam meningkatkan kompetensi lulusan SMP Negeri 5 Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti antara lain : 1) Perencanaan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. 2) Pelaksanaan Rencana Manajemen Mutu Berbasis Sekolah, 3) Proses Pembelajaran (sarana dan prasarana penunjang serta kualitas RPP), 4) Faktor Pendukung Manajemen Mutu Berbasis Sekolah, 5) Faktor Penghambat Manajemen Mutu Berbasis Sekolah.
Teknik Pengumpulan Data
Pada penelitian ini penulis menggunakan dua sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer menggunakan wawancara dengan narasumber atau informan. Informan penelitian ini adalah sebagian guru dan siswa yang ada di SMP Negeri 5 Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti yang berjumlah 6 orang guru. Sedangkan data sekunder didapatkan dari pihak SMP Negeri 5 Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti I dan data-data pendukung lainnya yang dibutuhkan dan berhubungan dengan tema penelitian ini.
Teknik Analisis Data
Setelah didapatkan data penelitian dianalisis menggunakan model analisis interaktif, yaitu data yang dikumpulkan akan dianalisa melalui tiga tahap yaitu reduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Manajemen Mutu Berbasis Sekolah
Manajemen Mutu Berbasis Sekolah merupakan suatu strategi pengelolaan penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang menekankan pada pengerahan dan pendayagunaan sumber internal sekolah dan lingkungannya secara efektif dan efisien sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas atau bermutu.
Dari hasil penelitian diadapatkan bahwa Kepala Sekolah SMPN 5 Tasik Putri Puyu sudah melakukan pengawasan di setiap pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada setiap periode waktu tertentu. Hal ini untuk mengetahui bagaimana proses belajar mengajar yang dilakukan oleh para guru apakah sudah efektif atau tidak untuk mengembangkan sekolah yang berupa kebijakan dari kepala sekolah dan guru.
Perencanaan Manajemen Mutu Berbasis Sekolah
Perencanaan Manajemen Mutu Berbasis Sekolah menjadi hal yang sangat penting dalam melakukan suatu hal karena segala sesuatu pekerjaan terlebih
dahulu harus direncanakan, begitu juga pada SMPN 5 Tasik Putri Puyu dalam menjalankan aktivitas pendidikannya, perlu dilakukan perencanaan dalam setiap kegiatannya. Dengan demikian segala kegiatan yang dilaksanakan di SMPN 5 Tasik Putri Puyu tersebut untuk menjadi sekolah yang berkualitas tentunya mempunyai program baik dalam jangka Panjang menengah maupun jangka pendek. Sekolah yang bermutu dapat dilihat dari kebutuhan dengan apa yang direncanakan, dan salah satunya adalah usahanya dalam kebutuhan memiliki siswa yang berprestasi dengan lulusan yang berkompensi tinggi. Berkaitan dengan perencanaan yang dilakukan oleh SMPN 5 Tasik Putri Puyu mengenai Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan kompetensi lulusan siswa.
Berdasarkan pendapat dari Informan dapat diketahui bahwa untuk melakukan perencanaan hal pertama yang dilakukan adalah menganalisis kebutuhan, agar apa yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik.
Berdasarkan hasil wawancara terseu dapat disimpulkan bahwa dalam perencanaan Manajemen Berbasi Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi lulusan siswa di SMPN 5 Tasik Putri Puyu direncakan sebaik mungkin melalui rapat Bersama yang membahas strategi yang tepat untuk penigkatan mutu sekolah, biasanya indikator yang digunakan dengan dasar penilaian rapor pada semester sebelumnya untuk menentukan strategi dan bebrbagai cara yang dilakukan untuk dapat meningkatkan kompetensi lulusan misalanya dengan meningkatkan kompetensi para guru.
Pelaksanaan Rencana Manajemen Mutu Berbasis Sekolah
Kepala sekolah adalah orang yang bertanggung jawab dalam perencanaan pendidikan di sekolah. Sebagai manajer pendidikan di sekolah, ia harus melaksanakan fungsi manajemennya yang pertama ialah perencanaan.
Oleh karena itu, baik atau kurang baiknya perencanaan disekolah, banyak ditentukan oleh kapabilitas Kepala Sekolah.
Dari hasil wawancara dengan Informan dapat diketahui bahwa pelaksanaan manajemen mutu berbasis sekolah dapat dilakukan dengan melihat secara keseluruhan kelebihan dan kekurangan dari tahun ke tahun kemudian mengevaluasi kinerja guru memperbaiki sistim penjaminan mutu pendidikan dengan program kerja yang sudah dibuat. Kemudian dengan membentuk pengurus atau tim sendiri untuk memilah tugas dan tanggung jawab, melaksanakan tugas dan tanggungjawab dan mengevaluasi. Kepala Sekolah selama manajer di lingkungan sekolah juga melakukan control dan pengawasan di setiap palksanaan yang dilakukan oleh guru terutama pada saat proses pembelajaran berlangsunf pada setiap periode waktu tertentu. Hal ini untuk mengetahui bagaimana proses belajar mengajar yang dilakukan oleh para guru apakah sudah efektif atau tidak.
Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran dalam penelitian ini meliputi sarana dan prasarana penunjang pembelajaran dan kualitas rencana proses pembelajaran. Kesesuaian kebutuhan sarana dan prasarana yang diberikan sekolah dalam menunjang proses pembelajaran.
Dari hasil wawancara dapat diketahui bahwa RPP disusun oleh masing- masing guru pada saat kegiatan MGMP atau kegiatan in house sekolah di awal semester setiap tahun ajaran baru, pembuatan RPP disesuaikan dengan standar dari kementerian yang mengacu pada kurikulum tingkat satuan pendidikan. Pembuatan RPP dan selalu dibawa pada saat pelaksanaan proses pembelajaran.
Dalam menciptakan mutu pendidikan yang berkualitas sebagai tenaga pengajar setiap guru selalu membuat rencana dan strategi untuk meningkatkan kompetensi lulusan siswa sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Setiap guru diharuskan agar selalu terus belajar sesuai dengan perkembangan zaman, hal tersebut dapat dilakukan dengan cara mengikuti pelatihan agar guru dapat membangun dirinya dan belajar untuk menyelesaikan problem pada saat mengajar.
Selain itu guru harus memiliki motivasi, kreativitas dan inovatif sehingga pembelajaran di kelas tidak monoton dapat dilakukan dengan banyak mengikuti apa yang telah diajarkan oleh gurunya. Strategi guru dalam meningkatkan kompetensi lulusan siswa dengan cara melengkapai administrasi pembelajaran, melatih siswa dengan kebiasaan menggunakan soal yang HOTS dan melakukan jam tambahan bagi pelajaran yang di ujian nasionalkan dan mengikuti pelatihan.
Pembahasan
Temuan pertama penelitian ini menunjukan bahwa perencanaan Manajemen Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi lulusan siswa di SMPN 5 Tasik Putri Puyu sudah berjalan dengan baik, semua ini tidak terlepas dari peran seorang guru yang selalu melakukan kegiatan-kegiatan dan menerapkan strategi yang dapat meningkatkan semangat siswa dalam melakukan pembelajaran dengan menganalisis kebutuhan, agar apa yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik melalui rapat bersama yang membahas strategi yang tepat untuk peningkatan mutu sekolah.
Perencanaan Manajemen Mutu Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi lulusan siswa berdasarkan dari penilaian rapor pada periode sebelumnya kita bisa tahu langkah-langkah proses pembelajaran di SMPN 5 Tasik Putri Puyu, Untuk menentukan strategi dan berbagai cara yang dilakukan dalam meningkatkan kompetensi lulusan misalnya dengan meningkatkan kompetensi para guru.
Persiapan dan perencanaan untuk masa yang akan datang sangatlah kita butuhkan. Untuk itu persiapan atau perencanaan harus benar-benar dilaksanakan agar dalam semua kegiatan atau aktifitas dapat diukur, teramati dan terevaluasi secara baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Kunci utam kegiatan perencanaan adalah proses kegiatan perencanaan itu sendiri. Proses perencanaan adalah suatu cara pandang yang logis mengenai apa yang dilakukan dan bagaimana cara mengetahui apa yang dilakukan, dapat membantu dalam pengambilan keputusan, dan bersifat rasional.
Temuan kedua Pelaksanaan Rencana Manajemen Mutu Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan kompetensi lulusan siswa di SMPN 5 Tasik Putri Puyu.
Berkaitan dengan temuan ini bahwa pelaksanaan manajemen mutu berbasis sekolah dapat dilakukan dengan melihat secara keseluruhan kelebihan dan kekurangan dari tahun ke tahun kemudian mengevaluasi kinerja guru memperbaiki
sistim penjaminan mutu pendidikan dengan program kerja yang sudah dibuat.
Dalam melaksanakan Perencanaan Manajemen Mutu Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi lulusan siswa di SMPN 5 Tasik Putri Puyu Kepala Sekolah bekerja sama dengan para guru dan berbagai pihak yang terkait, selama proses perencanaan berlangsung selalu melakukan evaluasi terhadap perencanaan yang telah dilaksanakan .
Pelaksanaan Rencana Manajemen Mutu Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan kompetensi lulusan siswa di SMPN 5 Tasik Putri Puyu dapat dilakukan dengan membentuk pengurus atau tim sendiri untuk memilah tugas dan tanggung jawab, melaksanakan tugas dan tanggungjawab dan mengevaluasi.
Selama pelaksanaan berlangsung diharapkan tidak ada hambatan- hambatan yang berarti dapat menghalangi proses pelaksanaan rencana itu sendiri, Selain itu selama pelaksanaan rencananya juga tidak terlepas dari pengawasan oleh Kepala Sekolah karena Kepala Sekolah selama manajer di lingkungan sekolah juga melakukan control dan pengawasan di setiap pelakksanaan yang dilakukan oleh guru terutama pada saat proses pembelajaran berlangsunf pada setiap periode waktu tertentu. Hal ini untuk mengetahui bagaimana proses belajar mengajar yang dilakukan oleh para guru apakah sudah efektif atau tidak. Kinerja Kepala Sekolah dapat dikatakan bagus, apabila Kepala Sekolah dapat melakukan perubahan-perubahan baru, dalam meningkatkan kedisiplinan para gur dan bagaimana guru bertanggung jawab dalam proses belajar mengajar.
Segala sesuatu yang dilakukan dengan direncanakan dengan baik, teratur dan dilaksanakan dengan baik merupakan hal yang harus diperhatikan, karena substansi dari pembelajaran adalah membantu siswa agar mereka dapat belajar secara baik dan maksimal. Manajemen Mutu berbasi Sekolah dalam hal ini berarti mengatur atau mengelola sesuatu hal agar menjadi lebih baik sehingga kompetensi lulusan siswa dapat ditingkatkan dan sisiwa yang lulus nantinya dapay memiliki kompetensi yang tinggi untuk bersaing pada jenjang pendidikan selanjutnya.
Temuan ketiga Faktor Pendukung Manajemen Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi lulusan siswa di SMPN 5 Tasik Putri Puyu, di dalam proses pembelajaran terdapat Faktor Pendukung untuk menunjang proses pembelajaran siswa dimana faktor pendukung tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: kesiapan sekolah, kesiapan guru, kemampuan dan kemauan guru yang kuat, kesiapan peserta didik, ketersediaan sarana dan prasarana penunjang, dukungan dari pihak luar dan orang tua
Temuan keempat Faktor Penghambat Manajemen Mutu Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan kompetensi lulusan Siswa di SMPN 5 Tasik Putri Puyu, Faktor penghambat dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut: Sekolah yang terletak di daerah 3T memiliki beberapa penghambat dalam Manajemen Mutu Berbasis Sekolah khususnya kompetensi lulusan seperti kurang up datenya informasi, standar penilaian yang terlalu tinggi, sarana dan prasarana yang tidak memadai, komitmen guru yang naik turun, buku perpustakaan yang tidak lengkap, kurang updatenya informasi, kurangnya dorongan orang tua terhadap anak karena sekolah tidak dianggap penting bagi anak – anak mereka
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Berdasarkan pada hasil analisis data dan pembahasan yang sudah dilakukan, maka kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan Manajemen Mutu Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan kompetensi lulusan siswa di SMPN 5 Tasik Putri Puyu dilakukan berdasarkan kekurangan nilai rapor pada periode sebelumnya dan semua ini tidak terlepas dari peran seorang guru yang selalu melakukan kegiatan-kegiatan dan menerapkan strategi yang dapat meningkatkan semangat siswa dalam melakukan pembelajaran.
2. Pelaksanaan rencana Manajemen Mutu Berbasis Sekolah dalam meningkatkan kompetensi lulusan siswa di SMPN 5 Tasik Putri Puyu dalam melakukan perencanaan yang telah disusun sebelumnya dengan melihat secara keseluruhan kelebihan dan kekurangan dari tahun ke tahun kemudian mengevaluasi kinerja guru memperbaiki sistim penjaminan mutu pendidikan dengan program kerja yang sudah dibuat. Kepala Sekolah bekerja sama dengan para guru dan berbagai pihak yang terkait, selama proses perencanaan berlangsung selalu melakukan evaluasi terhadap perencanaan yang telah dilaksanakan kemudian dilakukan pembentukan pengurus atau tim sendiri untuk memilah tugas dan tanggung jawab, melaksanakan tugas dan tanggungjawab dan mengevaluasi.
3. Faktor pendukung Manajemen Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi lulusan siswa di SMPN 5 Tasik Putri Puyu adalah kesiapan sekolah, kesiapan guru, kemampuan dan kemauan guru yang kuat, kesiapan peserta didik, ketersediaan sarana dan prasarana penunjang, dukungan dari pihak luar dan orang tua.
4. Faktor penghambat Manajemen Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi lulusan siswa di SMPN 5 Tasik Putri Puyu adalah sekolah yang terletak di daerah 3T memiliki beberapa penghambat dalam Manajemen Mutu Berbasis Sekolah khususnya kompetensi lulusan seperti kurang up datenya informasi, standar penilaian yang terlalu tinggi, sarana dan prasarana yang tidak memadai, komitmen guru yang naik turun, buku perpustakaan yang tidak lengkap, kurang updatenya informasi, kurangnya dorongan orang tua terhadap anak karena sekolah tidak dianggap penting bagi anak – anak mereka.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang sudah dibuat maka saran yang dapat diberikan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Guru merupakan sosok yang paling dekat dengan siswa maka diharapkan guru menjadi inspirasi dan motivasi bagi siswa
2. Dalam proses pembelajaran diharapkan para guru harus benar-benar menguasai materi ajar yang disampaikan kepada siswa.
3. Guru diharuskan selalu melakukan kegiatan-kegiatan dan menerapkan strategi yang dapat meningkatkan semangat siswa
4. Perlu peningkatan kompetensi para guru dengan mengikutsertakan guru dalam pelatihan maupun kegiatan in house sekolah
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. 2017. Pengembangan Instrumen Penelitian dan Penilaian Program.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Handoko. 2017. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi. Jakarta : Bumi Aksara.
Hasibuan, Malayu S.P. 2017. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi.
Jakarta: Bumi Aksara.
Husaini, Usman. 2012. Manajemen Teori Praktik dan Riset Pendidikan. Jakarta:
Bumi Aksara.
Indrawati, M., Utari, W., Prasetyo, I., Rusdiyanto, Kalbuana, N. 2021. Household Business Strategy During The Covid 19 Pandemic. Journal of Management Information and Decision Sciences. Volume 24, Issue Special Issue 1, 2021 Mulyasa. 2014. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya.
Peraturan Pemerintah no. 19 tahun 2015 dinyatakan sebagai standar kompetensi lulusan
Prasetyo, Indra; Aliyyah, Nabilah; Rusdiyanto; Utari, Woro; Suprapti, Sri; Kartika, Chandra; Winarko, Ruddy; Chamariyah; Panglipursari, Dwi Lesno;
Muninghar, Halimah, Nur; Aminatuzzuhro; Indrawati, Mei; Junus, Onong:
Herli, Mohammad; Hafidhah; Kustiningsih, Nanik; Gazali; Kusuma, Adriani; Aina, Muslimatul; Bustaram, Isnain; Risal, Zef; Zainurrafiqi;
Amar, Siti Salama; Umah, Khoiroh; Khadijah, Susan Novitasari; Gustomi, Mono Pratiko; Irawan, Hendra; Rochman, Arif Syafi'ur; Pramitasari, Dini Ayu; Farid, Muhammad Miftah; Kalbuana, Nawang. 2021. Effects of Organizational Communication Climate and Employee Retention Toward Employee Performance. Journal of Legal, Ethical and Regulatory. Vol: 24 Issue: 1S (2021)
Sagala, Syaiful. 2014. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Siagian, P., Sondang. 2016. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi.
Aksara.
Slameto. 2015. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:
Rineka Cipta
Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
Suryosubroto, B. 2012. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta : PT Reneka.
Cipta.
Terry, George. 2016. Dasar-Dasar Manajemen. Cetakan kesebelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional
Utari, Woro; Iswoyo, Andi; Chamariyah; Mardiana, Fitra; Hidayat, Widi; Waras;
Rusdiyanto. 2021. Effect Of Work Training, Competency and Job Satisfaction on Employee Productivity: A Case Study Indonesi. Review Of International Geographical Education. 11(4), Winter, (2021)
Utari, Woro; Setiawati, Ratna; and Fauzia, Nur. 2020. The Effect of Work Discipline on the Performance of Employees in Compensation Mediation:
A Case Study Indonesia. PalArch's Journal of Archaeology of Egypt/Egyptology 17 (9) (2020)