• Tidak ada hasil yang ditemukan

S BSI 1204958 Bibliography

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S BSI 1204958 Bibliography"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

143 Deti Parida, 2016

PENGGUNAAN PLESETAN ABREVIASI DALAM PENAMAAN KELAS DI SEKOLAH Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR PUSTAKA

Aminuddin. (2015). Semantik: Pengantar Studi tentang Makna. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Antonius, Rikky. (2008). Bahasa Plesetan dalam Acara Democrazy di MetroTV. (Skripsi). Universitas Sumatera Utara.

Ba’dulu. A.M & Herman. (2005). Morfosintaksis. Jakarta: Rineka Cipta.

Bagus, Ida. (2008). Kajian Morfologi: Bentuk Derivasional Dan Infleksional.Bandung: Refika Aditama.

Chaer, A. (2007). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, A. (2009). Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta. Djajasudarma, Fatimah. (2012). Semantik . Bandung: Refika Aditama.

KBBI. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia. Keraf, Gorys . (1982). Tata Bahasa Indonesia. Ende-Flores: Nusa Indah.

Kridalaksana, H. (2007). Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Kridalaksana, H. (2009). Linguistik Umum. Jakarta: Gramedia

Kridalaksana, Harimurti. (2001). Kamus Linguistik. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.

Naufali, Fauzan. (2014). Nama Kelas.(online). Tersedia di:

(http://fauzannrm.blogspot.co.id/2014/04/ide-nama-kelas.html). Diakses

16 April 2014.

Pateda, M. (2001). Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta. Pateda, M. (2010). Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.

Pateda, Mansoer. (2010). Semantik Leksikal. Jakarta: Rhineka Cipta.

Ramlan, M. (2001). Morfologi Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta karyono. Samsuri. (1982). Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: CV Karyono. Sitaresmi, N & Fasya, M. (2011). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia.

(2)

144

Deti Parida, 2016

PENGGUNAAN PLESETAN ABREVIASI DALAM PENAMAAN KELAS DI SEKOLAH Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Sudaryat, Yayat. (2003). Ulikan Semantik Sunda. Bandung: CV GEGER SUNTEN.

Sumarsono & Paina, P. (2004). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Tiara. (2014). Plesetan Abreviasi dalam Tuturan Panelis Acara Indonesia Lawak

Klub (ILK) trans7: Kajian Morfosemantik. (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Ullman, Stephen. (2014). Pengantar Semantik.Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Wulandari, Retno Eko. (2013). Penggunaan Abreviasi dalam Bahasa Sunda:

Kajian Morfosemantik. (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

(Tanpa Nama). (2011). Kaskus. (online). Tersedia di:

(

http://fjb.kaskus.co.id/product/50a4429cdb924854280000ac/bantu-cari-ide-untuk-nama-kelas-free-cendol). Diakses 29 Juni 2011.

(Tanpa Nama). (tidak ada tahun). Kaskus. (online). Tersedia di:

Referensi

Dokumen terkait

posisi fitur pada wajah seperti mata, hidung, dan mulut sehingga peran dari blok pre- processing cukup vital dalam sistem pengenalan wajah yang telah dibuat,

Keputusan hakim yang menyatakan seseorang bersalah atas perbuatan pidana yang dimaksud dalam pasal 13, menentukan pula perintah terhadap yang bersalah untuk

Tubektomi (Metode Operasi Wanita/ MOW) adalah metode kontrasepsi mantap yang bersifat sukarela bagi seorang wanita bila tidak ingin hamil lagi dengan cara mengoklusi tuba

Mendeskrikpsikan penerapan teknik pembelajaran Brainstorming untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok bilangan bulat. SMPN 2

Bagi calon penyedia jasa konstruksi yang keberatan atas Pengumuman ini, diberikan masa sanggah sesuai dengan jadwal Sistem Pelelangan Secara Elektronik (SPSE) dan

Kota Tanjungbalai dengan kode lelang 78388, dengan ini kami umumkan Daftar Pendek calon. Penyedia Jasa Konsultansi untuk kegiatan dimaksud sebagai

untuk mengetahui efektifitas penerapan metode pembelajaran pemecahan masalah (Problem Solving) dalam proses melakukan Matematika materi pelajaran pada siswa kelas VII

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan dan sesuai dengan rumusan masalah maka dapat disimpulkan bahwa presentase ketuntasan belajar pada siklus II