• Tidak ada hasil yang ditemukan

TAHAP EVALUASI PROGRAM DIKLAT MODEL ADDI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TAHAP EVALUASI PROGRAM DIKLAT MODEL ADDI"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

TAHAP EVALUASI PROGRAM DIKLAT MODEL ADDIE

Gian Perdana Saka Iswara (150121603204) S1 Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan

[email protected]

Setelah tahapan analisa, perancangan, pengembangan dan pelaksanaan dilakukan, maka tahapan terakhir adalah Evaluasi. Evaluasi dilakukan guna meninjau kembali pelaksanaan pelatihan apakah sudah sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan atau tidak. Kemudian evaluasi juga digunakan oleh perancang pelatihan untuk memperbaiki kekurangan dari program pelatihan dan metode yang digunakan, sehingga kegiatan pembelajaran kedepannya dapat dirancang dengan lebih baik lagi.

Pada tahap ini apa yang telah dilakukan direfleksikan dan direvisi yaitu mulai dari tahap analisis, desain, pengembangan, hingga pelaksanaan. Jika terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki, maka perlu diidentifikasi untuk kemudian disempurnakan. Terdapat dua bentuk evaluasi yakni evaluasi formatif, yang dilakukan pada masing-masing tahapan, serta evaluasi sumatif untuk mengukur sampai seberapa jauh trainee mampu belajar dari bahan ajar berbasis teknologi informasi serta memperoleh umpan balik dari trainee.

Hasil akhir dari tahap ini adalah laporan evaluasi dan revisi dari masing-masing tahap untuk digunakan sebagai acuan revisi masing-masing tahapan serta feedback secara keseluruhan dari bahan ajar yang telah dibuat. Hasil dari tahap evaluasi dipakai untuk merevisi tahap-tahap sebelumnya. Pada setiap perpindahan tahapan, bisa juga dilakukan penyesuaian untuk tahap sebelumnya. Ya, desain instruksional memang suatu proses dinamis yang dapat berubah-ubah sesuai dengan informasi dan evaluasi yang diterima. Semua perubahan yang dilakukan memiliki satu tujuan, yakni meningkatkan hasil pembelajaran peserta didik.

Daftar Pustaka:

Cartwright R. (1994), Implementing a Training and Development Strategy. UK : Capstone Publishing Limited

Dewi Salma Prawiradilaga, Prinsip Desain Pembelajaran, Kencana Prenada Media Group, 2009

Referensi

Dokumen terkait

pengembangan, implementasi, hasil dan dampak. Dari uraian tersebut bisa disimpulkan bahwa kelima tahapan yang ada dalam model evaluasi ini dilaksanakan secara

Oleh karena itu diperlukan sebuah konsep model evaluasi dan cara pengaplikasiannya sebagai alat untuk mengukur bagaimana penjaminan mutu program studi Kependidikan

Penelitian evaluasi ini memberikan beberapa kesimpulan, yaitu gambaran pelaksanaan pembelajaran di Unismuh Makassar pada tahapan proses (transactions) menunjukkan

Langkah evaluasi diawali dari data yang diperoleh dikumpulkan (koleksi data) untuk kemudian dipilah (reduksi data) berdasarkan tahapan masukan (anteseden),

Ada dua cara yang dapat diguna- kan untuk memproses data evaluasi deskrip- tif pada program pendidikan yaitu mene- mukan contingency (keterhubungan) antara anteseden,

1. Model Evaluasi Formatif: Tujuan untuk memahami dan memperbaiki program sebelum atau selama pelaksanaan. Evaluasi formatif membantu mengidentifikasi kelemahan dalam perencanaan atau implementasi program pengamanan pemilu, sehingga perbaikan dapat dilakukan sebelum pemilu berlangsung. 2. Model Evaluasi Partisipatif: Tujaun untuk melibatkan pemangku kepentingan dalam proses evaluasi termasuk pihak berwenang, lembaga pemilihan, partai politik, masyarakat sipil, dan pemilih. Model ini dapat membantu mendapatkan perspektif yang beragam dan membangun dukungan yang kuat untuk program pengamanan pemilu. 3. Model Evaluasi Responsif: Model ini mengukur sejauh mana program pengamanan pemilu merespons perubahan dalam situasi dan tantangan yang muncul selama pemilu. Ini memungkinkan program untuk beradaptasi dengan cepat sesuai kebutuhan. 4. Model Evaluasi Penilaian Risiko: Model ini berfokus pada identifikasi dan penilaian risiko selama pemilu. Ini membantu dalam merencanakan respons yang tepat terhadap situasi yang berpotensi

Hal ini disebabkan beberapa isu yang terjadi pada pelaksanaan Pamsimas, baik dari segi perencanaan, pembangunan sampai monitoring evaluasi Kecamatan Tembalang masih tertinggal jauh

HASIL DAN PEMBAHASAN Model logika evaluasi program pengembangan SDM responsif gender bidang ESDM yang telah dihasilkan dari seluruh tahapan pemodelan dan dilakukan secara