Pengaruh Arus Kas Terhadap Harga Saham Perusahaan
Amanda Wicaksana Kudus
Mahasiswi Fakultas Ekonomi
Universitas Atma Jaya Makassar
Abstrak
Informasi arus kas yang tersedia dapat membantu untuk menyajikan informasi utama dalam mengevaluasi harga pasar surat -surat berharga, terutama harga saham. Adanya respon pasar dan juga informasi arus kas terhadap perubahan harga saham yang secara jelas dipengaruhi oleh informasi arus kas yang tersedia, dengan adanya informasi arus kas historis maka perusahaan akan mampu meramalkan jumlah kas yang mungkin didistribusikan pada waktu yang akan datang baik dalam bentuk dividen, bunga maupun pembayaran kembali pokok, dengan kata lain informasi arus kas masa lalu dan sekarang mampu memprediksi arus kas dimasa yang akan datang dan mengevaluasi hubungan antara aktivitas operasi (AKO), aktivitas investasi (AKI), aktivitas pendanaan (AKP), dan total arus kas (TAK). Hasil dari penelitian ini bahwa arus kas dari aktivitas operasi (AKO), aktivitas investasi (AKI), aktivitas pendanaan (AKP), dan total arus kas (TAK). Masing-masing aktivitas tidak mempunyai pengaruh terhadap perubahan harga saham. Hasil dari uji statistik SPSS dapat diketahui AKO tidak mempunyai pengaruh yang menunjukkan bahwa hubungan antara arus kas terhadap harga saham perusahaan kuat.
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja pasar modal di Indonesia dan negara besar lainnya. Adapun faktor utama yang mempengaruhi kinerja pasar modal yang secara eksplisit tidak mampu menahan besarnya slope pasar dan sentimen negatif dari beberapa aspek. Aspek tersebut meliputi aspek ekonomi bangsa yang terus bergejolak, aspek politik yang tidak pasti, aspek pertahanan dan keamanan negeri yang masih perlu diwaspadai akibat adanya teror bom, serta fluktuasi kurs rupiah yang dapat merosot tajam namun dapat pula melambung tinggi dalam periode waktu tertentu.
Siklus kegiatan pada suatu perusahaan pada hakikatnya perolehan dan penggunaan dana. Siklus kegiatan tersebut dapat dibagi menjadi dua yaitu siklus jangka pendek dan siklus jangka panjang. Siklus jangka pendek berhubungan dengan perolehan dan penggunaan jangka pendek, yang pada dasarnya juga berhubungan dengan modal kerja.
Siklus ini dapat dilihat dari kegiatan perusahaan dalam mengubah uang tunai menjadi persediaan yang dari persediaan menjadi kas kembali. Piutang yang merupakan tahap antara yang menunjukkan hubungan dengan langganan. Siklus ini juga berkaitan dengan perolehan dana dari kreditur jangka pendek serta pembayarannya kembali. Sebaliknya siklus jangka panjang berkaitan dengan perolehan dan penggunaan dana jangka panjang. Siklus yang berbeda ini harus diperhatikan oleh perusahaan. Siklus yang berbeda ini dapat berkaitan dengan harga saham yang ada di pasar saham.
Harga saham berubah setiap hari sebagai akibat dari kekuatan pasar. Dengan ini kami garis bawahi bahwa, harga saham berubah karena pasokan dan permintaan (supply and demand). Jika lebih banyak orang ingin membeli saham (demand) dari menjualnya (supply), maka harga merangkak naik. Sebaliknya, jika lebih banyak orang ingin menjual saham dari membelinya, akan ada pasokan lebih besar dari permintaan, dan harga akan jatuh.
Informasi akuntansi adalah informasi yang sangat dibutuhkan baik oleh perusahaan maupun oleh para investor dan kreditor. Laporan keuangan adalah sumber utama informasi akuntansi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan para pemakai. Salah satunya adalah laporan arus kas. Laporan arus kas (cash flow) adalah suatu laporan keuangan yang berisikan pengaruh kas dari kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi dan kegiatan transaksi pembiayaan/pendanaan serta kenaikan atau penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan selama satu periode.
Kandungan informasi arus kas mampu menyajikan informasi utama dalam mengevaluasi harga pasar surat-surat berharga, terutama harga saham. Hal ini dapat ditunjukan dengan adanya respon pasar terhadap perubahan harga saham yang dipengaruhi oleh informasi arus kas. Dengan informasi arus kas investor maupu kreditor akan mampu meramalkan jumlah kas yang mungkin didistribusikan pada waktu yang akan datang baik dalam bentuk dividen, bunga, maupun pembayaran kembali pokok. Tertarik atau tidak tertariknya investor untuk membeli saham maka akan berpengaruh terhadap perubahan harga saham. Arus kas masa lalu dan sekarang merupakan informasi yang dapat digunakan untuk memprediksi arus kas di masa yang akan datang, sehingga informasi tersebut dapat mempengaruhi respon pasar terhadap perubahan harga saham.
Dalam melakukan investasi di pasar modal khususnya pasar saham, investor yang rasional harus mempunyai pemahaman dan analisis yang baik mengenai instrumen investasi serta mengumpulkan informasi lengkap kepada perusahaan untuk menilai kinerja perusahaan karena transaksi di pasar saham memiliki resiko yang cukup tinggi.
Faktor yang paling penting yang mempengaruhi nilai sebuah perusahaan adalah pendapatannya. Laba merupakan keuntungan yang dihasilkan perusahaan, dan dalam jangka panjang tidak ada perusahaan yang dapat bertahan tanpa profit/laba. Masuk akal ketika Anda berpikir tentang hal ini. Logikanya, jika sebuah perusahaan tidak pernah menghasilkan uang, mereka tidak akan bertahan dalam bisnis. Perusahaan milik publik wajib melaporkan pendapatan mereka empat kali setahun (setiap kuartal sekali). Pengawas bursa Wall Street sangat memperhatikan hal ini, mereka menyebutnya sebagai “Musim Laba”. Alasan di balik pengawasan ketat ini adalah, bahwa analis mendasar dari proyeksi nilai masa depan pendapatan perusahaan. Jika perusahaan menuai hasil mengejutkan (lebih baik dari yang diharapkan), harga saham otomatis akan melonjak. Jika hasil perusahaan mengecewakan (lebih buruk dari yang diharapkan), maka harga pasti jatuh.
1.2 Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini meneliti pengaruh arus kas terhadap harga saham pada perusahaan
manufaktur di sektor aneka industri yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia dan diambil dari idx selama periode 2010-2015 dan perusahaan memiliki laporan keuangan yang lengkap selama periode waktu tersebut.
1.3 Rumusan Masalah
1.4 Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pengaruh arus kas terhadap harga saham perusahaan manufaktur di sektor aneka industri yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia. Dan untuk mengkaji signifikansi pengaruh arus kas perusahaan dan harga saham.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah agar dapat digunakan sebagai masukan atau tambahan wawasan serta bukti mengenai pengaruh arus kas terhadap harga saham serta dapat dijadikan sebagai bahan referensi bagi peneliti yang akan melakukan penelitian sejenis atau lebih lanjut dan sebagai pertimbangkan dalam menetapkan investasinya apabila dividen menjadi satu unsur yang diprioritaskan dalam berinvestasi.
Melalui penelitian sederhana ini maka diharapkan dapat dikembangkan atau menjadi referensi bagi penelitian lain yang memiliki topik yang sama ataupun sejenis dan juga dapat menjadi tolak ukur atau alat perbandingan.
1.6 Landasan Teori
Faktor yang paling penting yang mempengaruhi nilai sebuah perusahaan adalah pendapatannya. Laba merupakan keuntungan yang dihasilkan perusahaan, dan dalam jangka panjang tidak ada perusahaan yang dapat bertahan tanpa profit/laba.
Laporan arus kas (cash flow) mengandung dua macam aliran/arus kas yaitu :
1. Cash inflow
Cash inflow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang melahirkan keuntungan kas (penerimaan kas). Arus kas masuk (cash inflow) terdiri dari:
• Hasil penjualan produk/jasa perusahaan. • Penagihan piutang dari penjualan kredit. • Penjualan aktiva tetap yang ada.
• Penerimaan investasi dari pemilik atau saham bila perseroan terbatas. • Pinjaman/hutang dari pihak lain.
• Penerimaan sewa dan pendapatan lain.
2. Cash out flow
Cash out flow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang mengakibatkan beban pengeluaran kas. Arus kas keluar (cash out flow) terdiri dari :
• Pengeluaran biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya pabrik lain-lain. • Pengeluaran biaya administrasi umum dan administrasi penjualan.
• Pembelian aktiva tetap.
• Pembayaran hutang-hutang perusahaan.
• Pembayaran kembali investasi dari pemilik perusahaan.
Arus kas perusahaan merupakan salah satu komponen laporan keuangan yang penting bagi perusahaan dan dilihat oleh investor. Namun, apakah arus kas mempunyai pengaruh yang kuat terhadap kuat atau lemahnya harga saham yang beredar
1.6.1 Harga Saham
Teori kebijakan harga saham yang dapat mempengaruhi nilai suatu perusahaan menurut Roberts (1959), adalah menggunakan teori random walk. Teori ini menyatakan bahwa
perubahan harga suatu saham atau keseluruhan pasar yang telah terjadi dan tidak dapat digunakan untuk memprediksi gerakan di masa akan datang.
1.6.2 Arus Kas Operasional (AKO)
Menurut Bambang Riyanto (2011, h.159) arus kas operasional adalah arus kas yang berasal dari aktivitas pendapatan utama atau transaksi yang masuk dan keluar dari dalam penentuan laba bersih. Sehingga makin tinggi arus kas operasional menunjukkan perusahaan mampu beroperasi secara profitable, karena dari aktivitas operasional saja perusahaan dapat menghasilkan kas dengan baik.
AKO diharapkan semakin besar ketika pada tahap mature karena pangsa pasar perusahaan relatif sangat tinggi. AKO yang positif ini mencerminkan realitas ekonomi
perusahaan yang baik sehingga harga saham diharapkan tinggi. AKO diharapkan berhubungan positif dengan harga saham. Hal ini sesuai dengan temuan Black (1998) yang memperoleh bukti bahwa aliran kas operasi berhubungan positif dengan nilai pasar equitas.
1.6.3 Arus Kas Investasi (AKI)
Menurut Bambang Riyanto (2011, h.161) Arus kas investasi dikaitkan dengan pelepasan (disposisi) aktiva pabrik sekuritas hutang dan ekuitas, memberikan dan menagih pinjaman, serta kegiatan strategis lainnya. Kategori ini mencakup selisih antara arus kas masuk dan arus kas keluar,sehingga perbedaan mendasar antara arus kas keluar operasional dan investasi terletak pada periode tertentu.
1.6.4 Arus Kas Pendanaan (AKP)
Menurut Bambang Riyanto (2011, h.163) arus kas pendanaan adalah pembiayaan dihubungkan dengan perolehan sumber daya dari pemilik, pengembalian atas investasi mereka, dan pembayaran kembali pokok pinjaman.
Kebutuhan dana ini masih terus berlangsung saat perusahaan berada pada tahap growth. Pada tahap ini tingkat pembayaran dividen perusahaan masih rendah karena kas masih
difokuskan untuk keperluan pendanaan. AKP positif ini mencerminkan perusahaan memiliki kesempatan untuk tumbuh sehingga diharapkan harga saham tinggi. AKP diharapkan
berhubungan positif dengan harga saham. Hal ini sesuai dengan temuan Black (1998) dan kemudian Atmini (2001) yang menyatakan bahwa aliran kas pendanaan berhubungan positif dengan nilai pasar ekuitas.
1.6.5 Arus Kas Dan Return Saham
Board dan Day [1989] menguji apakah data arus kas mempunyai kandungan informasi dalam hubungannya dengan harga saham. Data share price bulanan diambil dari London Share Price Database. Data akuntansi diperoleh dari Cambridge/DTI data. Sampel terdiri dari 39 perusahaan manufaktur untuk periode 1961-1977. Hasil penelitian mereka menunjukkan tidak berhasil menolak hipotesis nol, yang berarti bahwa data arus kas tidak mempunyai kandungan informasi dalam hubungannya dengan harga saham. Dechow [1994] meneliti laba akuntansi dan arus kas sebagai ukuran dalam menilai kinerja perusahaan. Sampel terdiri dari perusahaan yang listing di New York Stock Exchange atau American Stock Exchange. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 19.733 firm-quarter observations, 27.308 firm-year observations, dan 5.175 firm-four-year observations. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa laba akuntansi merupakan ukuran penilaian kinerja perusahaan dan ia mendukung pernyataan FASB bahwa earnings mampu memprediksi arus kas maupun menilai kinerja manajemen.
1.6.6 Arus Kas Terhadap Return Saham Melalui Persistensi Laba
1.7 Kerangka Berpikir
Analisis memberikan secara eksplisit hubungan kausalitas antar variabel berdasarkan pada teori. Anak panah menunjukkan hubungan antar variabel. Setiap nilai p menggambarkan jalur dan koefisien jalur. Berdasarkan gambar model jalur diajukan hubungan berdasarkan teori bahwa arus kas operasi mempunyai hubungan langsung dengan harga saham (p1). Namun demikian arus kas operasi juga mempunyai hubungan tidak langsung ke harga saham yaitu dari arus kas operasi ke persistensi laba (p2) baru kemudian ke harga saham (p3).
2. METODE PENELITIAN
2.1 Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berarti variabel independen dalam penelitian ini ada banyak yaitu Arus Kas Operasional, Arus Kas Investasi , dan Arus Kas Pendanaan sebagai variabel independen yang berpengaruh terhadap Harga Saham sebagai variabel dependen.
2.2 Populasi dan Sampel
Populasi dari penelitian ini adalah 25 perusahaan manufaktur di sektor aneka industri yang tercatat di Idx periode 2010-2015. Sampel dari penelitian ini berjumlah 25 perusahaan manufaktur yang tercatat di Idx pada periode 2010-2015.
2.3 Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu
pengambilan sampling di penelitian ini. Kriteria tersebut salah satunya perusahaan memiliki laporan keuangan yang jelas, lengkap, dan terperinci selama jangka waktu periode penelitian yaitu dari tahun 2010-2015
2.4 Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder atau data tidak langsung yang dapat diperoleh di Idx dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
2.5 Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini dikumpulkan data dengan metode dokumentasi, yaitu data diperoleh dari berbagai sumber, seperti Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dipublikasikan oleh Indonesia Stock Exchange (IDX) berupa laporan keuangan tahunan perusahaan manufaktur untuk periode 2010-2015.
2.6 Variabel Penelitian
2.6.1 Variabel Independen
Variabel independen pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Arus Kas Operasional Dilihat dari jumlah arus kas operasional.
Arus kas operasional ini berisi aktivitas operasi meliputi siklus kegiatan jangka pendek yang merupakan aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan. Semua transaksi yang berkaitan dengan laba yang dilaporkan dalam laporan rugi/laba dikelompokkan kedalam golongan ini.
b. Arus Kas Investasi Dilihat dari jumlah arus kas investasi.
Aktivitas investasi meliputi siklus kegiatan jangka panjang yang mempengaruhi investasi dalam aktiva tetap, juga investasi serta pemberian dan penagihan pinjaman kepada perusahaan lainnya. Arus kas masuk terjadi bila kas diterima dari hasil atau pengubahan investasi yang dilakukan sebelumnya.
c. Arus Kas Pendanaan Dilihat dari jumlah arus kas pendanaan.
Arus kas ini berisi kegiatan yang berkaitan dengan bagaimana kegiatan kas diperoleh untuk membiayai perusahaan termasuk biaya operasinya. Aktivitas ini mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman jangka panjang perusahaan. Dalam hal ini arus kas masuk merupakan kegiatan mendapatkan dana untuk kepentingan/pembiayaan perusahaan. Sedangkan arus kas keluar adalah pembayaran kembali kepada pemilik dan kreditur atas dana yang diberikan sebelumnya.
2.6.2 Variabel Dependen
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil dari penelitian SPSS:
Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan kepengamatan yang lain. Model regresi yang baik tidak terjadi heteroskedastisitas. Nilai yang digunakan apabila terjadi heteroskedastisitas jika
signifikasi < 0,05, sebaliknya apabila tidak terjadi heteroskedastisitas jika signifikansi > dari 0,05. Hasil pengujian heteroskedastisitas menunjukkan variabel independen bebas
heteroskedastisitas.
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antar kesalahan pengganggu pada periode dengan kesalahan pengganggu pada periode
4. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Pengaruh Arus Kas Operasional, Arus Kas Investasi, dan Arus Kas Pendanaan Terhadap Harga Saham pada Perusahaan
Manufaktur di Bursa Efek Indonesia, dapat disimpulkan bahwa dari uji hipotesis secara parsial (Uji t) variabel Arus Kas Operasional tidak berpengaruh secara negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur (H1 diterima). Variabel Arus Kas Investasi tidak berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap Arus Kas Investasi pada
perusahaan manufaktur (H1 diterima).
Variabel Arus Kas Pendanaan tidak berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur (H1 diterima). Berdasarkan hasil Uji F dapat disimpulkan bahwa variabel bebas secara serempak tidak mempunyai pengaruh terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur (H1 diterima).
Motivasi dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan tidak langsung antara arus kas operasi dengan harga saham melalui persistensi laba dengan path analysis yang merupakan perluasan regresi berganda . Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak adanya pengaruh arus kas operasi terhadap harga saham
5. KETERBATASAN PENELITIAN
1. Jumlah file yang banyak dan random menyebabkan data yang dihasilkan punya beberapa kekurangan dan kurang efisien
2. Terbatasnya tahun penelitian yang menyebabkan biasnya hasil penelitian yang diteliti.
3. Ada beberapa data perusahaan yang tidak terlalu lengkap dan kurang tepat
5. Laporan keuangan tahunan kurang memiliki kemampuan memprediksi yang lebih tepat
6. SARAN
Berdasarkan hasil kesimpulan, maka saya memberi saran bagi peneliti selanjutnya agar mencoba melakukan penelitian menggunakan perusahaan dalam sektor lain selain perusahaan manufaktur atau peneliti lainnya dapat mencoba meneliti perusahaan dengan jumlah yang lebih banyak atau dengan periode tahun yang lebih panjang. Atau peneliti dapat mencoba meneliti dengan
memanfaatkan metode lainnya. Agar hasil penelitian dapat lebih bervariasi dan dapat dibandingkan.
7. LAMPIRAN
8. DAFTAR PUSTAKA
[1] Alwi,I.Z 2010, Pasar modal, Teori dan Aplikasi Cetakan Pertama, Jakarta, Yayasan Pancur Siwah.
[2] Asri, Marselinus, 2017 Persistensi Akrual dan Harga Saham (Studi pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia)
[3] Ghozali, I 2009, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
[4] Hariyanto,Bambang 2013, Laporan Keuangan Arus Kas, Jakarta.
[5] Ikatan Akuntansi Indonesia 2002, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.2, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
[6] Sugata ,Agus 2015 Pengaruh Arus Kas Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Di Sektor Aneka Industri Yang Tercatat Pada Bursa Efek Indonesia
[7] Timuriana, Tiara; Nurdiana, Ardi 2014 Pengaruh Informasi Arus Kas Terhadap Harga Saham Pada PT Astra Agro Lestari TBK Di Bursa Efek Indonesia
[8] Meythi 2006 Pengaruh Arus Kas Operasi Terhadap Harga Saham Dengan Persistensi Laba Sebagai Variabel Intervening
[9] 2015 Dasar-Dasar saham : apa yang menyebabkan saham berubah