EVALUASI KINERJA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN FKIP UNS MENGGUNAKAN METODE MALCOLM BALDRIDGE CRITERIA FOR EDUCATIONAL (MBCFE) | N | Pendidikan Teknik Bangunan 5228 11384 1 SM

Teks penuh

(1)

1

Jurusan Pendidikan Teknik Kejuruan, Universitas Sebelas Maret 2,3

Dosen Pendidikan Teknik Kejuruan, Universitas Sebelas Maret

EVALUASI KINERJA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN FKIP UNS MENGGUNAKAN METODEMALCOLM BALDRIDGE CRITERIA FOR

EDUCATIONAL(MBCFE)

Khilyatin Ulin Nur1, Ernawati Sri Sunarsih2, Anis Rahmawati3

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Hal-hal yang belum dimiliki atau perlu ditingkatkan oleh Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan (PTB) berdasarkan kriteria Baldridge. 2) Posisi PTB yang dihitung menggunakan kriteria Baldridge. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif karena dengan bentuk penelitian ini memungkinkan peneliti menggambarkan objek penelitian berdasarkan realita. Penelitian ini dilaksanakan di Kampus V UNS. Sumber data adalah dosen tetap PTB FKIP UNS yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Hal-hal yang belum dimiliki PTB atau perlu ditingkatkan menurut Baldridge Criteria yaitu pada semua kategori. Pada kategori kepemimpinan yang perlu ditingkatkan yaitu tingkat keterlibatan pimpinan prodi, komunikasi kepada staf atas harapan pelanggan, perencanaan dampak dan manfaat hasil kegiatan kepada pelanggan. 2) Nilai kinerja PTB dengan MBCfE adalah 580,926, nilai kinerja tersebut adalah Emerging Industry Leader (level 5). Level 5 mempunyai arti bahwa prodi PTB menunjukkan kinerja yang efektif, sistematis, baik, sudah mengerahkan pendekatan responsiv terhadap keseluruhan persyaratan item menurut Baldridge. Kinerja PTB jika diukur dengan kriteria Baldridge dapat dilihat pada perolehan nilai perkategori, nilai rata-rata kategori tertinggi ditempati oleh kriteria Sumber Daya Manusia dengan perolehan nilai sebesar 62,975%. Nilai rata-rata kategori terendah ditempati oleh kriteria Pengukuran, Analisis, dan Manajemen dengan perolehan nilai sebesar 53,616%.

(2)

PERFORMANCE EVALUATION STUDY OF ENGINEERING EDUCATION BUILDING FKIP UNS USING MALCOLM BALDRIDGE CRITERIA FOR

EDUCATIONAL (MBCfE)

Khilyatin Ulin Nur1, Ernawati Sri Sunarsih2, Anis Rahmawati3

This study aims to determine: 1) Things are not owned or need to be improved by the Engineering Education Building (PTB) using Baldridge criteria. 2) Position PTB is calculated using Baldrige criteria. The method used in this study is a qualitative research method because the shape of this study allows researchers describe the object of research is based on the existing reality. This research was conducted at the campus V UNS. The data source is a lecturer PTB FKIP UNS selected by purposive sampling. Data collection technique used quisioner, observation, and interview. The results showed that: 1) Things are not owned by PTB or need to be improved according to Baldridge criteria is one of them in the category of leadership is leadership involvement level study programs, communication to staff above customer expectations, the impact and benefits of the results of planning activities to customers. 2) The value of performance UNS Guidance and Counseling Program PTB with MBCfE criteria is 580.926, the value is the performance of the Emerging Industry Leader (level 5) in accordance Level and Score Baldridge. Level 5, means that the department of PTB to perform effective, systematic, well, already deploying responsive approach to the overall requirements of the items according to Baldridge. PTB Program Performance measured with Baldridge criteria can be seen in per-category grades, the average value of the highest category assigned by the criteria of Human Resources with the acquisition value of 62.975 %. The average value of the lowest category occupied by criteria Measurement, Analysis, and Knowledge Management with the acquisition of a value of 53.616%.

(3)

1

Jurusan Pendidikan Teknik Kejuruan, Universitas Sebelas Maret 2,3

Dosen Pendidikan Teknik Kejuruan, Universitas Sebelas Maret PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan kebutuhan masyarakat yang sangat penting pada era globalisasi sekarang ini. Masyarakat membutuhkan pendidikan yang layak demi meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Menyadari pentingnya suatu mutu pendidikan, maka pendidikan diharapkan dapat menghasilkan manusia yang berkualitas dan berkompetensi dalam bidang pengetahuan, sikap, maupun ketrampilan.

Pendidikan tinggi merupakan pencetak sumber daya manusia yang berkualitas sebagai pendidik. Salah satu jurusan pendidikan tinggi yang memiliki peran penting dalam usaha mencetak sumber daya manusia yang berkualitas terutama untuk tenaga pendidik teknik kejuruan adalah Jurusan Pendidikan Teknik dan Kejuruan (JPTK). JPTK merupakan salah satu jurusan yang diselenggarakan perguruan tinggi yang diharapkan dapat mencetak calon tenaga pendidik untuk mendidik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Berbicara hal tersebut, pencetak lulusan sebagai tenaga pendidik di bidang bangunan yang bernaung dibawah JPTK yaitu Pendidikan Teknik Banguan (PTB). Dalam riset ini, objek PTB yang ditinjau di Perguruan Tinggi Negeri Universitas Sebelas Maret Surakarta Jurusan Pendidikan Teknik dan Kejuruan Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan (PTB). PTB yang bertujuan mendidik lulusan SMU/SMK dan sederajat sebagai tenaga pendidik dan teknisi dalam bidang struktur dan gambar bangunan yang berkualitas, mempunyai daya saing, dan siap berkembang ke arah profesional. Disamping itu para lulusan PTB diharapkan dapat mengisi kesempatan pekerjaan yang tersedia dengan bekal yang dimilikinya dan mendapatkan imbalan sesuai. Hal ini merupakan tantangan yang sangat serius bagi PTB agar dapat mengantisipasi kekeliruan konsep dan stigma dalam SMK bangunan supaya tidak terus berlanjut

sehingga dapat seimbang antara minat siswa SMK dengan kebutuhan pasar.

Permasalahan yang dihadapi PTB misalnya, program studi PTB belum mempunyai fasilitas kesehatan, kurangnya relasi untuk bekerja sama dengan PTB sehingga saat pelaksanaan Praktek Industri terhambat karena sulit mencari proyek, banyaknya mahasiswa yang memilih prodi PTB sebagai pilihan kedua bahkan ketiga.

Melihat permasalahan-permasalahan diatas menimbulkan beberapa tahap penyelesaian untuk suatu program studi di perguruan tinggi antara lain Pendidikan Teknik Bangunan memerlukan: (1) Evaluasi kinerja dari suatu program studi pendidikan untuk mengukur sejauh mana pendidikan tersebut dilaksanakan. (2) Perlu adanya pedoman manajemen yang jelas agar menjadikan suatu program studi pada perguruan tinggi menjadi unggul, ekselen, dan berkelas dunia. (3) Penghargaan kualitas yang perlu dikembangkan untuk mendorong dan memotivasi program studi untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

(4)

Berdasarkan latar belakang tersebut maka tujuan penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut: 1) Mengetahui hal-hal yang belum dimiliki atau perlu ditingkatkan oleh Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan berdasarkan kriteria Baldrige. 2) Mengetahui posisi Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan yang dihitung menggunakan kriteriaBaldrige.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan di Kampus V UNS FKIP JPTK di Jalan Ahmad Yani 200 Kartasura, Sukoharjo yang terdiri dari karyawan dan dosen Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan FKIP UNS. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif karena dengan bentuk penelitian ini memungkinkan peneliti untuk dapat menggambarkan objek penelitian berdasarkan realitas yang ada di lapangan. Sumber data menurut Sugiyono (2012: 308) adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Sumber primer dalam penelitian ini adalah hasil angket dari responden, para informan yang diwawancara, dan hasil observasi lapangan. Sumber sekunder dalam penelitian ini adalah dokumen dan tempat atau lokasi penelitian. Populasi yang digunakan adalah seluruh stakeholderyaitu dosen dan karyawan yang terkait dalam peningkatan mutu program studi PTB. Sampel dipilih secara purposive sampling dengan pertimbangan tertentu.

Instrumen pengumpulan data berupa kuisioner, observasi, dan wawancara. Hasil dari pengumpulan kuisioner ini untuk dihitung menggunakan Malcolm Baldridge. Untuk menguji tingkat kepentingan dan kepuasan para dosen, staff dan karyawan menggunakan skala likert. Wawancara tidak terstruktur digunakan untuk mendapatkan informasi dari Dosen tetap PTB FKIP UNS. Observasi dilakukan dengan observasi nonpartisipan melalui observasi non terstruktur, meliputi: sarana prasaran, pengelolaan program studi, pembiayaan, dan P2M (penelitian dan pengabdian masyarakat). Teknik analisis

menggunakan teknik dari Malcolm criteria dengan bantuan triangulasi data.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Peneliti menggunakan bantuan Microsoft Office Excel 2010 dalam proses tabulasi. Uji validitas menggunakan Judgement Experts (pendapat ahli) dengan ketentuan minimal bergelar doktor, setelah itu di uji cobakan kepada 8 responden. Menghitung Product Moment dengan bantuan SPSS 19, untuk mendapatkan butir-butir instrumen yang valid dan tidak valid dengan r kritis = 0,3. Dari hasil uji reliabilitas diperoleh koefisien reliabilitas (r11) yang lebih besar dari rtabel pada taraf signifikansi (α)=5% yaitu sebesar 0,707, sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah reliable atau dapat dipercaya dan mampu untuk menjadi alat pengumpul data. Terdapat 7 kriteria untuk mengevaluasi suatu program studi dengan poin/skor akhir berupa angka yang menunjukkan level prodi PTB FKIP UNS. Tabel 1. Hasil Penelitian

Kategori Poin

Maks.

Poin PTB

Kepemimpinan 120 72.828

Perencanaan Strategis 85 50.578

Fokus Pelanggan 85 50.578

Pengukuran, analisis,

Manajemen Proses 85 46.686

Hasil-Hasil 450 258.47

3

TOTAL 1000 580.92

(5)

1

Jurusan Pendidikan Teknik Kejuruan, Universitas Sebelas Maret 2,3

Dosen Pendidikan Teknik Kejuruan, Universitas Sebelas Maret Skor yang

Diperoleh

Kriteria

376-475 Early Improvement 276-375 Early Result

0 -275 Early Developmant Dari tabel 1 total skor PTB adalah 580,92 yang berarti Emerging Industry Leader (tabel 2), yang mempunyai arti bahwa prodi PTB menunjukkan kinerja yang efektif, sistematis, baik, sudah mengerahkan pendekatan responsiv terhadap keseluruhan persyaratan item menurut Baldrige. Prodi menunjukkan fakta berdasarkan evaluasi yang sistematis dan proses perbaikan dan pembelajaran organisasi yang mengakibatkan peningkatan efektivitas. Prodi juga sudah menampakkan kunci kebutuhan pelanggan/stakeholder, pasar, dan proses, dan program studi sudah menunjukkan kekuatan untuk melawan ancaman.

Klasifikasi Kepentingan dengan Konsep Sevqual Important-Performance Analisis (IPA) yaitu prosedur untuk menunjukkan kepentinganrelativeberbagai atribut terhadap kinerja organisasi atau perusahaan, produk (Wijaya 2011: 75).

Gambar 1. Kuadran Klasifikasi IPA

1) Kuadran A Wilayah yang memuat kriteria-kriteria yang dianggap penting oleh pelanggan tetapi dalam kenyataannya kriteria ini belum sesuai yang diharapkan. 2) Kuadran B Wilayah yang memuat kriteria-kriteria yang dianggap penting oleh pelanggan dan memiliki tingkat kepuasan relatif tinggi. 3) Kuadran C Wilayah yang memuat kriteria-kriteria yang dianggap kurang penting oleh pelanggan dan pada kenyataannya kinerjanya kurang istimewa. 4) Kuadran D Wilayah yang memuat kriteria-kriteria yang dianggap kurang

penting oleh pelanggan dan dirasakan berlebihan.

Malcolm Baldridge mempunyai 7 kategori, sehingga terdapat 7 kuadran klasifikasi kepentingan.

Gambar 2. Klasifikasi IPA kategori 1 Hal-hal yang dianggap penting namun kinerjanya belum maksimal masuk dalam kuadran A yaitu (1) Tingkat keterlibatan pimpinan program studi dalam usaha peningkatan dan pengembangan mutu program studi yang meliputi perencanaan, komunikasi, penetapan tujuan, perubahan strategi, pendampingan, dll. (2) Komunikasi pimpinan prodi kepada staf atas harapan pelanggan untuk meningkatkan mutu program studi. (3) Perencanaan/perhitungan dampak dan manfaat hasil kegiatan pembelajaran kepada mahasiswa misalnya pada mahasiswa yang menerima beasiswa namun tidak melaksanakan kewajibannya. Sehingga kuadran A menjadi prioritas untuk ditingkatkan kinerjanya pada kategori 1 Kepemimpinan.

(6)

menggunakan kuadran C yaitu: (1) Kesesuaian perencanaan strategis yang disusun prodi dengan kinerja dan proses kerja yang diharapkan. (2) Indikator pencapaian strategi yang telah ditetapkan tidak sesuai dengan rencana yang distrategikan. (3) Proyeksi dan target untuk perencanaan, misalnya proyeksi rencana jangka pendek dan jangka panjang terhadap tantangan pada dunia pendidikan masa mendatang tidak menjadi focus dalam pelaksanaan perencanaan.

Gambar 4. Klasifikasi IPA kategori 3 Kriteria yang masuk dalam kuadran A pada kategori 3 Fokus Pelanggan merupakan hal yang penting namun belum memuaskan menurut responden sehingga perlu ditingkatkan kinerjanya, yaitu: (1) Menentukan kebutuhan mahasiswa meliputi kriteria mahasiswa saat ini dan mahasiswa jangka panjang. (2) Standar dan proses yang dibuat prodi untuk layanan mahasiswa dan proses untuk program studi dapat memikat pelanggan untuk masuk di PTB sebagai pilihan utama. (3) Evaluasi program studi terhadap hubungan dengan mahasiswa demi meningkatkan mutu program studi. (4) Evaluasi program studi membangun citra dan reputasi untuk kualitas dan persepsi masyarakat mengenai prodi PTB (5) Evaluasi dan analisis kepuasan mahasiswa berkaitan antara PTB UNS dengan PTB non UNS.

Gambar 5. Klasifikasi IPA kategori 4 Kriteria yang masuk dalam kuadran A pada kategori 4 Pengukuran, Analisis, dan Manajemen merupakan hal yang penting namun belum memuaskan menurut responden sehingga perlu ditingkatkan kinerjanya, yaitu: (1) Ketersediaan data pembanding untuk mengembangkan proses, membuat inovasi, dan menggapai target yang telah drencanakan prodi dalam rencana strategis. (2) Sistematika analisis data untuk penentuan trend dan juga peluang mahasiswa didunia luar.

(7)

1

Jurusan Pendidikan Teknik Kejuruan, Universitas Sebelas Maret 2,3

Dosen Pendidikan Teknik Kejuruan, Universitas Sebelas Maret Gambar 7. Klasifikasi IPA kategori 6

Kriteria yang masuk dalam kuadran A pada kategori 6 Manajemen Proses merupakan hal yang penting namun belum memuaskan menurut responden sehingga perlu ditingkatkan kinerjanya, yaitu: (1) Mengumpulkan kebutuhan dan harapan mahasiswa kemudian memproses masukan dari mahasiswa ini kedalam revisi/modifikasi untuk merencanakan strategi baru. (2) Siklus manajemen layanan yang baru untuk menguji lulusan PTB apakah benar-benar siap terjun dalam dunia kerja. (3) Penggunaan indikator kunci dan SOP untuk mengukur proses peningkatan prodi. (4) Evaluasi dan perbaikan program studi dalam hal peningkatan pelayanan.

Gambar 8. Klasifikasi IPA kategori 7 Kriteria yang masuk dalam kuadran A pada kategori 7 Hasil-Hasil merupakan hal yang penting namun belum memuaskan menurut responden sehingga perlu ditingkatkan kinerjanya, yaitu: (1) Pengukuran hasil operasi yang dijalankan oleh stakeholders PTB untuk mengukur kinerja operasional. (2) Pengumpulan data pengembangan kualitas terkait dengan pembelajaran secara keseluruhan.

SIMPULAN

Simpulan penelitian ini yaitu : 1) Terdapat beberapa hal yang belum dimiliki/ perlu ditingkatkan prodi yaitu pada ke-tujuh kategori. Pada kategori kepemimpinan yang perlu ditingkatkan yaitu tingkat keterlibatan pimpinan prodi, komunikasi kepada staf atas harapan pelanggan, perencanaan dampak dan manfaat hasil kegiatan kepada pelanggan. 2) Nilai kinerja Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan FKIP UNS berdasarkan metode Malcolm Baldrige Criteria for Educational untuk Kriteria Pendidikan adalah 580,926, nilai kinerja tersebut adalah Emerging Industry Leader (level 5) sesuai Level dan Score Baldrige. Level 5 mempunyai arti bahwa prodi PTB menunjukkan kinerja yang efektif, sistematis, baik, sudah mengerahkan pendekatan responsiv terhadap keseluruhan persyaratan item menurut Baldrige. Kinerja Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan jika diukur dengan kriteriaBaldrige dapat dilihat pada perolehan nilai perkategori, nilai rata-rata kategori tertinggi ditempati oleh kriteria Sumber Daya Manusia (Fokus Tenaga Kerja) dengan perolehan nilai sebesar 62,975%. Nilai rata-rata kategori terendah ditempati oleh kriteria Pengukuran, Analisis, dan Manajemen Pengetahuan

(Measurement and Knowladge

Management) dengan perolehan nilai sebesar 53,616.

SARAN

(8)

DAFTAR PUSTAKA

Amalia, Bachtiar dkk. (2010). Analisis Perbandingan Penghargaan Kualitas Malcolm Baldrige National Quality Award Dengan European Quality Award (MBNQA vs EQA). Semarang: Universitas Diponegoro.

Arikunto, Suharsimi. (2010). Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Echols, John M., Shadily, Hassan. (2007). Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Gaspersz, V & Fontana, A. (2011). Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence. Bogor: Vinchristo Publication.

Husein, Umar. (2002). Metodologi Penelitian, Aplikasi dalam Pemasaran. Jakarta: PT. Grameda Pustaka Utama.

Harahap.R.F. (2012). Astaga, RI Peringkat ke 64 untuk Pendidikan.Diperoleh 30

November 2013, dari

http://kampus.okezone.com.

Kuspijani. (2010). Pengukuran Kinerja Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara (UBhara) Surabaya dengan Menggunakan Kriteria Malcolm Baldrige. Diperoleh 14

oktober 2013, dari

http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Master-9867Presentatiom.pdf.

Mangkunegaran, Prabu Anwar. AA. (2005). Evaluasi Kinerja SDM. Bandung: Refika Aditama.

Moleong, lexy J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Refika Rosdakarya.

Nawawi, Hadari. (2005).Metode Penelitian Bidang Sosial. Jogjakarta: Gadjah Mada University Press.

Putra, S.R. (2013).Desain Evaluasi Belajar Berbasis Kinerja. Jogjakarta: Diva Press.

Sastrohadiwiryo B.S. (2005). Manajemen Tenaga Kerja Indonesia, Pendekatan Administratif Dan Operasional. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Singgih, M.L. (2008). Penilaian Kinerja SuatuJurusan Dengan Kriteria Malcolm Baldrige National Quality Award dan Penentuan Ranking Menggunakan Analytic Network Process. Surabaya: Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh November.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.

Trihendradi, C. (2012). Step by Step SPSS 20 Analisis Data Statistik. Yogyakarta: ANDI.

Wijaya, Toni. (2011). Manajemen Kualitas Jasa. Jakarta: PT INDEKS Permata Puri Media.

Figur

Gambar 2. Klasifikasi IPA kategori 1

Gambar 2.

Klasifikasi IPA kategori 1 p.5
Gambar 1. Kuadran Klasifikasi IPA1)Kuadran AWilayah yang memuatkriteria-kriteria yang dianggap penting olehpelanggan tetapi dalam kenyataannyakriteria ini belum sesuai yang diharapkan.2)Kuadran BWilayah yang memuatkriteria-kriteria yang dianggap penting ol

Gambar 1.

Kuadran Klasifikasi IPA1)Kuadran AWilayah yang memuatkriteria-kriteria yang dianggap penting olehpelanggan tetapi dalam kenyataannyakriteria ini belum sesuai yang diharapkan.2)Kuadran BWilayah yang memuatkriteria-kriteria yang dianggap penting ol p.5
Gambar 6. Klasifikasi IPA kategori 5

Gambar 6.

Klasifikasi IPA kategori 5 p.6
Gambar 5. Klasifikasi IPA kategori 4

Gambar 5.

Klasifikasi IPA kategori 4 p.6
Gambar 4. Klasifikasi IPA kategori 3

Gambar 4.

Klasifikasi IPA kategori 3 p.6
Gambar 7. Klasifikasi IPA kategori 6

Gambar 7.

Klasifikasi IPA kategori 6 p.7
Gambar 8. Klasifikasi IPA kategori 7

Gambar 8.

Klasifikasi IPA kategori 7 p.7

Referensi

Memperbarui...