Analisis Ketentuan Hukum Perjanjian Kawin Dibuat untuk Menyimpangi Harta Benda dalam Perkawinan Menurut Pasal 35 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 - Ubaya Repository
Teks penuh
Dokumen terkait
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian perkawinan yang dibuat terpisah dari perkawinannya yang dilaksanakan di luar negeri statusnya adalah tidak sah karena
Dalam pasal 37 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan bila perkawinan putus karena perceraian, harta bersama diatur menurut hukumnya
campuran berlaku saat perkawinan dilangsungkan yang bertujuan untuk melakukan proteksi terhadap harta para mempelai yang melakukan perkawinan campuran, di mana para pihak
Perlindungan hukum terhadap harta dalam perjanjian perkawinan adalah berlaku saat perkawinan dilangsungkan yang bertujuan untuk melakukan proteksi terhadap harta para
Perlindungan hukum terhadap harta dalam perjanjian perkawinan adalah berlaku saat perkawinan dilangsungkan yang bertujuan untuk melakukan proteksi terhadap harta para
Perjanjian perkawinan yang dibuat di hadapan notaris yang dituangkan dalam Akta Nomor 20 tertanggal 5 Desember 1995 tentang Perjanjian Perkawinan yang berbunyi : Pasal 1 : “Antara
Penelitian ini mengkaji ulang pengaturan hukum harta perkawinan di Indonesia dan mengungkapkan akibat hukum harta perkawinan jika terjadi kepailitan suami/istri tanpa adanya perjanjian