• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH HEMATOPOIESIS.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MAKALAH HEMATOPOIESIS.docx"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH MAKALAH HEMATOLOGI HEMATOLOGI ((HEMATOPOIESISHEMATOPOIESIS )) DISUSUN OLEH : DISUSUN OLEH :

PROGRAM STUDI DIII ANALIS KESEHATAN PROGRAM STUDI DIII ANALIS KESEHATAN

STIKES MEGA REZKY MAKASSAR  STIKES MEGA REZKY MAKASSAR 

2016 2016 BAB 1 BAB 1 PENDAHULUAN PENDAHULUAN LAT

LATAR BELAR BELAKANGAKANG

NAMA

NAMA MAHASISWA

MAHASISWA :

: NURHIL

NURHILALIYAH

ALIYAH

NIM

NIM

:

: 15

15 3145

3145 453

453 144

144

ANGKA

ANGKAT

TAN /

AN / KELAS

KELAS :

: 2015 /

2015 / 15D

15D

SEMESTER

(2)

Hematologi adalah ilmu yang mempelajari tentang darah serta jaringan yang membentuk darah !arah merupakan bagian penting dari sistem transport !arah merupakan jaringan yang berbentuk "airan yang terdiri dari # bagian besar yaitu  plasma darah dan bagian korpuskuli!alam arti lain hematologi juga dikenal sebagai "abang ilmu kedokteran mengenai sel darah$ organ pembentuk darah$ dan kelainan yang berhubungan dengan sel serta organ pembentuk darah Setiap orang mengetahui bah%a pendarahan pada akhirnya akan berhenti ketika terjadi luka atau terdapat luka lama yang mengeluarkan darah kembali Saat pendarahan  berlangsung$ gumpalan darah beku akan segera terbentuk dan mengeras$ dan luka  pun pulih seketika Sebuah kejadian yang mungkin tampak sederhana dan biasa saja di mata anda$ tapi tidak bagi para ahli biokimia Penelitian mereka menunjukkan$ peristi%a ini terjadi akibat bekerjanya sebuah sistem yang sangat rumit Hilangnya satu bagian saja yang membentuk sistem ini$ atau kerusakan seke"il apa pun padanya$ akan menjadikan keseluruhan proses tidak ber&ungsi

!alam kehidupan manusia pembentukan sel'sel darah sangat berperan  penting dalam proses penumbuhan dan perkembangan seorang indi(idu$ seperti

yang kita ketahui bah%a ada sebuah kehidupan di muka bumi ini yang bera%al dari kehidupan &etus hingga bayi dilahirkan$ pembentukan sel darah berlangsung dalam ) tahap yaitu *

+ Pembentukan di sa""us (itelinus , kantung kuning telur -# Pembentukan dihati$kelenjar lim&e dan limpa

) Pembentukan di sumsum tulang

Sesudah lahir semua sel darah dibuat pada sumsum tulang ke"uaili lim&osit yang juga dibentuk di kelenjar lim&e$ thymus dan lien Pada orang de%asa  pembentukan sel'sel darah dibentuk di luar sumsum tulang masih dapat terjadi  bila sumsum tulang mengalami kerusakan atau mengalami &ibrosis Sampai dengan usia . tahun pada dasarnya semua tulang dapat menjadi tempat  pembentukan sel darah tetapi sumsum tulang dari tulang panjang ke"uali bagian  proksimal$ humerus$ dan tibia$ tidak lagi membentuk sel darah setelah usia men"apai #/ tahun Setelah usia #/ tahun sel darah diproduksi teerutama pada tulang belakang$ sternum tulang iga dan iliumnah dengan demikian peran  pembentukan sel'sel darah sangat penting dalam tumbuh dan perkembangan

(3)

seseorang 

BAB II

PEMBAHASAN

Hemat!e"#"

!arah merupakan komponen esensial mahluk hidup$ mulai dari binatang  primiti& sampai manusia !alam keadaan &isiologik$ darah selalu berada dalam

(4)

 pembuluh darah sehingga dapat menjalankan &ungsinya sebagai pemba%a oksigen$ mekanisme pertahanan tubuh terhadap in&eksi$ dan mekanisme hemostasis

Hematopoiesis merupakan proses pembentukan komponen sel darah$ dimana terjadi proli&erasi$ maturasi dan di&erensiasi sel yang terjadi se"ara serentak

Proli&erasi sel menyebabkan peningkatan atau pelipatgandaan jumlah sel$ dari satu sel hematopoietik pluripotent menghasilkan sejumlah sel darah Maturasi merupakan proses pematangan sel darah$ sedangkan di&erensiasi menyebabkan  beberapa sel darah yang terbentuk memiliki si&at khusus yang berbeda'beda

Proses yang terjadi bisa lebih jelas dilihat melalui gambar di ba%ah ini *

Hematopoiesis pada manusia terdiri atas beberapa periode *

(5)

!ari embrio umur # 0 +/ minggu Terjadi di dalam yolk sa" 1ang dihasilkan adalah Hb2+$ Hb2#$ dan Hb Portland

# He!at#& 

!imulai sejak embrio umur 3 minggu terjadi di hati Sedangkan pada limpa terjadi pada umur +# minggu dengan produksi yang lebih sedikit dari hati !isini menghasilkan Hb

) M#e%#'

!imulai pada usia kehamilan #/ minggu terjadi di dalam sumsum tulang$ kelenjar lim&onodi$ dan timus !i sumsum tulang$ hematopoiesis berlangsung seumur hidup terutama menghasilkan HbA$ granulosit$ dan trombosit Pada kelenjar lim&onodi terutama sel'sel lim&osit$ sedangkan pada timus yaitu lim&osit$ terutama lim&osit T

Pem$et&a "e% 'a*a+ (Hem!e"#",Hemat!#e"#")

Hemopoesis atau hematopoiesis ialah proses pembentukan darah Tempat hemopoesis pada manusia berpindah'pindah sesuai dengan umur *

+

a 4anin * umur /'# bulan ,kantung kuning telur-umur #'5 bulan ,hati$

limpa-umur .'6 bulan ,sumsum tulang- b 7ayi * Sumsum tulang

" !e%asa * (ertebra$ tulang iga$ sternum$ tulang tengkorak$ sa"rum dan pel(is$ ujung proksimal &emur

Pada orang de%asa dalam keadaan &isiologik semua hemopoesis terjadi  pada sumsum tulang 8ntuk kelangsungan hemopoesis diperlukan *

(6)

+ Sel induk hemopoetik(hematopoietic stem cell)

Sel induk hemopoetik ialah sel'sel yang akan berkembang menjadi sel'sel darah$ termasuk eritrosit$ lekosit$ trombosit$ dan juga beberapa sel dalam sumsum tulang seperti &ibroblast Sel induk yang paling primiti& sebagai  pluripotent (totipotent) stem cell 

Sel induk pluripotent mempunyai si&at *

a Self renewal * kemampuan memperbarui diri sendiri sehingga tidak  akan pernah habis meskipun terus membelah9

 b  Proliferative* kemampuan membelah atau memperbanyak diri9

"  Diferensiatif * kemampuan untuk mematangkan diri menjadi sel'sel dengan &ungsi'&ungsi tertentu

Menurut si&at kemampuan di&erensiasinya maka sel induk hemopoetik  dapat dibagi menjadi *

a  Pluripotent (totipotent)stem cell * sel induk yang mempunyai yang mempunyai kemampuan untuk menurunkan seluruh jenis sel'sel darah  b Committeed stem cell * sel induk yang mempunyai komitmet untuk 

 berdi&erensiasi melalui salah satu garis turunan sel (cell line) Sel induk yang termasuk golongan ini ialah sel induk myeloid dan sel induk lim&oid

" Oligopotent stem cell * sel induk yang dapat berdi&erensiasi menjadi hanya beberapa jenis sel Misalnya :;8'2M (colony forming unit- granulocytelmonocyte) yang dapat berkembang hanya menjadi sel'sel

granulosit dan sel'sel monosit

d Unipotent stem cell * sel induk yang hanya mampu berkembang menjadi satu jenis sel saja :ontoh :;8'E (colony forming unit-erythrocyte) hanya dapat menjadi eritrosit$ :;8'2 (colony forming  unit-granulocyte) hanya mampu berkembang menjadi granulosit

(7)

# Lingkungan mikro(microenvirontment)sumsum tulang

Lingkungan mikro sumsum tulang adalah substansi yang memungkinkan sel induk tumbuh se"ara kondusi& Komponen lingkungan mikro ini meliputi *

a Mikrosirkulasi dalam sumsum tulang  b Sel'sel stroma * ' Sel endotel ' Sel lemak ' ;ibroblast ' Makro&ag ' Sel reti"ulum

" Matriks ekstraseluler * &ibronektin$ haemonektin$ laminin$ kolagen$ dan  proteoglikan

2br + ;isiologi dan Patologi Haemopoesis

Lingkungn mikro sangat penting dalam hemopoesis karena ber&ungsi untuk *

a Menyediakan nutrisi dan bahan hemopoesis yang diba%a oleh  peredaran darah mikro dalam sumsum tulang

(8)

 b Komunikasi antar sel (cell to cell communication)$ terutama ditentukan oleh adanya adhesion molecule

" Menghasilkan <at yang mengatur hemopoesis * hematopoietic  growth factor, cytoine, dan lain'lain

) 7ahan'bahan pembentuk darah

7ahan'bahan yang diperlukan untuk pembentukan darah adalah *

+ Asam &olat dan (itamin 7+# * merupakan bahan pokok pembentuk inti sel

# 7esi * sangat diperlukan dalam pembentukan hemoglobin ) :obalt$ magnesium$ :u$ =n

> Asam amino

. ?itamin lain * (itamin : (itamin 7 kompleks dan lain'lain

> Mekanisme regulasi

Mekanisme regulasi sangat penting untuk mengatur arah dan kuantitas  pertumbuhan sel dan pelepasan sel darah yang matang dari sumsum tulang ke darah tepi sehingga sumsum tulang dapat merespon kebutuhan tubuh dengan tepat Produksi komponen darah yang berlebihan ataupun kekurangan ,de&isiensi- sama'sama menimbulkan penyakit =at'<at yang  berpengaruh dalam mekanisme regulasi ini adalah *

a ;aktor pertumbuhan hemopoesis (hematopoietic growth factor) * ' !ranulocyte-macrophage colony stimulating factor (!"-CS#) ' !ranulocyte colony stimulating factor (!-CS#)

'  "acrophage-colony stimulating factor ("-CS#) ' $hrom%opoietin

'  &urst promoting activity (&P') ' Stem cell factor (it ligand)

 b Sitokon (Cytoine) seperti misalnya IL') ,interleukin')-$ IL'>$ IL'.$ IL'5$ IL'@$ IL'6$ IL'6$ IL'+/

!rowth factor dan sitokin sebagian besar dibentuk oleh sel'sel darah sendiri$ seperti lim&osit$ monosit$ atau makro&ag$ serta sebagian oleh

(9)

sel'sel penunjang$ seperti &ibroblast dan endotil Sitokin ada yang merangsang pertumbuhan sel induk (stimulatory cytoine), sebagian lagi menekan pertumbuhan sel induk (inhi%itory cytoine) Keseimbangan kedua jenis sitokin ini sangat menentukan proses hemopoesis normal

" Hormon hemopoetik spesi&ik yaitu rythrpoietin * merupakan hormon yang dibentuk diginjal khusus merangsang pre"ursor eritroid

d Hormon nonspesi&ik

7eberapa jenis hormone diperlukan dalam jumlah ke"il untuk  hemopoesis$ seperti *

' Androgen * ber&ungsi menstimulasi eritropoesis ' Estrogen * menimbulkan inhibisi eritropoesis ' 2lukokortikoid

' !rowth hormon ' Hormone tiroid

!alam regulasi hemopoesis normal terdapat feed %ac mechanism * suatu mekanisme umpan balik yang dapat merangsang hemopoesisjika tubuh kekurangan komponen darah (positive loop) atau menekan hemapoesis jika tubuh kelebihan komponen darah tertentu (negative loop)

(10)

ERITROSIT

Eritrosit memba%a hemoglobin didalam sirkulasi Ia merupakan "akram  bikonka& yang dibentuk dalam sumsum tulang Pada mamalia$ ia kehilangan intinya sebelum memasuki sirkulasi 8ntuk mengangkut hemoglobin agar   berkontak erat dengan jaringan dan agar pertukaran gas berhasil$ eritrosit yang  berdiameter @ m harus dapat se"ara berulang melalui mikrosirkulasi yang diameter minimumnya )$. m$ untuk mempertahankan hemoglobin dalam keadaan tereduksi ,&erro- dan untuk mempertahankan keseimbangan osmotik  %alaupun konsentrasi protein ,hemoglobin- tinggi dalam sel Perjalanan se"ara keseluruhan selama masa hidupnya yang +#/ hari diperkirakan sepanjang >@/ km ,)// mil- 8ntuk memenuhi &ungsi ini$ eritrosit adalah "akram bikonka& yang &leksibel dengan kemampuan menghasilkan energy sebagai adenosin tri&os&at ,ATP- melalui jalur glikolisis anaerob ,Embden'meyerho&- dan menghasilkan kekuatan pereduksi sebagai BA!H melalui jalur ini serta sebagai nikotinamida adenine dinukleotida &os&at tereduksi ,BA!PH- melalui jalur pintas heksosa mono&os&at

2br) gambar eritrosit normal

(11)

Pembentukan eritrosit ,eritropoiesis- merupakan suatu mekanisme umpan  balik Ia dihambat oleh peningkatan kadar eritrosir bersirkulasi dan dirangsang oleh anemia Ia juga dirangsang oleh hipoksia dan peningkan aklimatisasi ke tempat tinggi Eritropoiesis dikendalikan oleh suatu hormon glikoprotein  bersirkulasi yang dinamai eritropoietin yang terutama disekresikan oleh ginjal

Setiap orang memproduksi sekitar +/+# eritrosit baru tiap hari melalui  proses eritropoiesis yang kompleks dan teratur dengan baik Eritropoiesis berjalan dari sel induk menjadi prekursor eritrosit yang dapat dikenali pertama kali di sumsum tulang$ yaitu pronormoblas Pronormoblas adalah sel besar dengan sitoplasma biru tua$ dengan inti ditengah dan nu"leoli$ serta kromatin yang sedikit menggumpal Pronormoblas menyebabkan terbentuknya suatu rangkaian normoblas yang makin ke"il melalui sejumlah pembelahan sel Bormoblas ini  juga mengandung sejunlah hemoglobin yang makin banyak ,yang ber%arna merah muda- dalam sitoplasma$ %arna sitoplasma makin biru pu"at sejalan dengan hilangnya CBA dan apparatus yang mensintesis protein$ sedangkan kromatin inti menjadi makin padat Inti akhirnya dikeluarkan dari normoblas lanjut didalam sumsum tulang dan menghasilkan stadium retikulosit yang masih mengandung sedikit CBA ribosom dan masih mampu mensintesis hemoglobin

(12)

2br > 2ambar sel'sel darah dalam hematopoiesis

Sel ini sedikit lebih besar daripada eritrosit matur$ berada selama +'# hari

dalam sumsum tulang dan juga beredar di darah tepi selama +'# hari sebelum

menjadi matur$ terutama berada di limpa$ saat CBA hilang seluruhnya Eritrosit

matur ber%arna merah muda seluruhnya$ adlah "akram bikonka& tak berinti Satu

 pronormoblas biasanya menghasilkan +3 eritrosit matur Sel darah merah berinti

,normoblas- tampak dalam darah apabila eritropoiesis terjadi diluar sumsum

tulang ,eritropoiesis ekstramedular- dan juga terdapat pada beberapa penyakit

sumsum tulang Bormoblas tidak ditemukan dalam darah tepi manusia yang

normal

Mem$*a E*#t*"#t

Membran eritrosit terdiri atas lipid dua lapis (lipid %ilayer)$ protein

membran integral$ dan suatu rangka membrane Sekitar ./D membran adalah  protein$ >/D lemak$ dan +/ D karbohidrat Karbohidrat hanya terdapat pada  permukaan luar sedangkan protein dapat diperi&er atau integral$ menembus lipid

dua lapis

HEMOGLOBIN

Pigmen merah pemba%a oksigen didalam eritrosit (ertebrata merupakan hemoglobin$ suatu protein dengan berat molekul 3>>./ Hemoglobin suatu molekul globin yang dibentuk > subunit Tiap subunit mengandung suatu gugus hem yang dikonjugasi ke suatu poplipeptida Hem merupakan turunan por&irin yang mengandung besi Polipeptida dinamai se"ara bersama'sama sebagai bagian globin dari molekul hemoglobin Ada # pasangan polipeptida dalam tiap molekul hemoglobin$ # subunit mengandung satu jenis polipeptida dan # mengandung lainnya Pada hemoglobin manusia de%asa normal ,hemoglobin A-$ # jenis

(13)

 polipeptida dinamai rantai $ masing'masingnya mengandung +>+ gugusan asam amino dan rantai F$ yang masing'masingnya mengandung +>3 gugusan asam amino Sehingga hemoglobin A dinamai #F# Tidak semua hemoglobin dalam darah de%asa normal merupakan hemoglobin A sekitar #$.D hemoglobin merupakan hemoglobin A#$ tempat rantai F digantikan oleh G ,#G#- Cantai G  juga mengandung +>3 gugusan asam amino$ tetapi +/ gugusan tersendiri berbeda

dari yang dalam rantai F

Ada sejumlah ke"il dari rantai ) turunan hemoglobin A yang berhubungan erat dengan hemoglobin A yang diglikolisasi Salah satu dari ini$ hemoglobin A

+" ,HbA

+"-$ mempunyai suatu glukosa yang dilekatkan ke (alin terminal dalam tiap rantai F dan mempunyai minat khusus karena jumlah dalam darah meningkat didalam diabetes mellitus terkontrol buruk

Hemoglobin mengikat O

# untuk membentuk oksihemoglobin$ O# yang melekat ke ;e# didalam hem A&initas hemoglobin bagi O# dipengaruhi oleh pH$ suhu$ dan dan konsentrasi #$)'di&os&ogliserat ,#$)'!P2- #$)'!P2 dan H   bersaing denganO# dalam pengikatan ke hemoglobin di deoksigenasi$ yang menurunkan a&initas hemoglobin bagi O# dengan memindahkan posisi > rantai  polipeptida ,struktur kuatener-

7ila darah terpapar ke berbagai obat dan <at pengoksidasi lain in (itro atau in (i(o$ maka besi &ero ,;e#- dalam molekul diubah ke ion &eri ,;e)-$ yang membentuk methemoglobin Methemoglobin ber%arna gelap dan bila ia ada didalam jumlah besar didalam sirkulasi$ maka ia akan menyebabkan pe%arnaan kulit ber%arna kehitaman yang menyerupai sianosis Bormalnya timbul sejumlah oksidasi hemoglobin ke methemoglobin$ tetapi system en<im didalam eritrosit$ system BA!H'methemoglobin reduktase$ mengubah methemoglobin kembali ke hemoglobin

(14)

2br . Hemoglobin de%asa normal

Karbon monoksida bereaksi dengan hemoglobin membentuk  karbonmonoksi hemoglobim ,karboksihemoglobin- A&initas hemoglobin bagi O

#  jauh lebih rendah dibandingkan a&initasnya bagi karbon monoksida$ yang akibatnya menggeser O# dari hemoglobin$ yang mengurangi kapasitas darah memba%a oksigen

S#te"#" Hem.%$#

Kandungan hemoglobin normal rata'rata +3 gdl pada pria dan +> gdl  pada %anita$ yang semuanya terdapat dalam eritrosit !idalam badan pria 5/ kg

ada sekitar 6// g hemoglobin serta /$) g hemoglobin dirusak dan /$) g disintesis setiap jam 7agian hem dari molekul hemoglobin disintesis dari glisin dan suksinil'KoA

Kata$%#"me Hem.%$#

7ila eritrosit tua dirusak di dalam system retikuloendotel$ maka bagian globin molekul hemoglobin dipe"ah dan hem diubah ke bili(erdin Pada manusia$ kebanyakan bili(erdin diubah ke bilirubin dan diekskresikan ke dalam empedu

(15)

7esi dari hem digunakan kembali untuk sintesis hemoglobin9 jika darah hilang dari badan dan de&isiensi besi tidak dikoreksi$ maka timbul anemia de&isiensi besi

Pem$e*# a*a me*a+ !a'a 'a*a+

Protein heme ber&ungsi dalam pengikatan dan pengangkutan O#$ serta &otosintesis 2ugus prostetik heme merupakan "e/aa tet*a!#*% "#&%#& $ yang  jejaring ekstensi&nya terdiri atas ikatan rangkap terkonjugasi$ yang menyerap "ahaya pada ujung ba%ah spektrum (isibel sehingga membuatnya ber%arna merah gelap Senya%a tetrapirol terdiri atas > molekul pirol yang dihubungkan dalam "in"in planar oleh > jembatan metilen' Substituen F menentukan bentuk  sebagai heme atau senya%a lain Terdapat + atom besi &ero ,;e#- pada pusat "in"in planar$ yang bila teroksidasi$ akan menghan"urkan akti(itas biologik

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN

Hemopoesis atau sering juga dikenal dengan hematopoiesis adalah  peristi%a pembuatan sel darahSel darah yang dimaksudkan adalah sel

(16)

Tempat *Sel'sel darah pada orang de%asa dibentuk di sumsum tulang$ yang membentuk tulang sumbu tubuh ,kerangka aksial-Pada sumsum tulang$ terdapat sel induk pluripotensial ,yang bermakna banyak   potensi- Sel induk adalah sumber semua sel darah Sel'sel ini akan

memperbarui diri dan berdi&erensiasi terus menerus sepanjang hidup Setelah beberapa tahap berdi&erensiasi$ sel induk mulai bekerja membentuk hanya satu jenis sel darah Sel ini disebut sel progenitor yang akan tetap berada di sumsum tulang$ kemudian dengan dipengaruhi &aktor' &aktor pertumbuhan$ akan berdi&erensiasi

;aktor *Sel progenitor akan distimulasi untuk ber  proli&erasi dan  berdi&erensiasi oleh berbagai hormon dan agens produk lokal yang se"ara kolekti& mengendalikan proses ini :ontoh &aktor pertumbuhan adalah sitokinJSitokin akan dilepaskan oleh sel'sel yang mengalami in&lamasi dan sel'sel imun menuju sel progenitor untuk pembuatan sel darah sehingga dapat membantu proses penyembuhan penyakit

Pada janin terdapat pengaturan hemopoesis yang berbeda dari tahap ketika de%asa

DATAR PUSRAKA

7akta$ I Made #//3 *ematologi +lini ingas 4akarta* E2:

7aldy$ :atherine M 2angguan Koagulasi dalam Pri"e$ Syl(ia A ilson$ Lorraine M #//3 Patofisiologi, +onsep +linis Proses-Proses Penyait edisi   4akarta* E2:

(17)

!orland$ A Be%man #//# Kamus Kedokteran !orland Edisi #6 4akarta* E2:

2uyton$ Arthur : Hall$ 4ohn E #//5 &uu '.ar #isiologi +edoteran disi // 4akarta* E2:

Sher%ood$ Lauralee #//+ ;isiologi Manusia !ari Sel Ke Sistem 4akarta* E2:

Suharti$ : !asar'dasar Hemostasis dalam Sudoyo$ Aru  Setiyohadi$ 7ambang Al%i$ Idrus Simadibrata K$ Mar"ellus Setiati$ Siti #//5 &uu '.ar 0lmu

 Penyait Dalam disi 01  4akarta* Pusat Penerbitan !epartemen Ilmu

Referensi

Dokumen terkait

Umumnya bangunan candi memiliki tiga bagian; Kaki candi berbentuk persegi.tubuh candi terdiri atas bilik-bilik yang berisi arca, tiap sisi memiliki arca

Ilmu Kesehatan Lingkungan adalah bagian integral dari ilmu kesehatan masyarakat yang khusus mempelajari dan menangani hubungan manusia dengan lingkungannya dalam keseimbangan

Selain sistem linguistik psikologi intuitif juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter seorang anak karena psikologi merupakan suatu ilmu yang

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari gejala kejiwaan yang ditampakkan dalam bentuk perilaku baik manusia ataupun hewan yang pemanfaatannya untuk kepentingan manusia

Sistem peredaran darah Aves adalah sistem peredaran darah tertutup (perjalanan di seluruh tubuh melalui jaringan pembuluh darah) dan sistem peredaran darah ganda

Di dalam tubuh kita terdapat miliaran sel saraf yang membentuk sistem saraf. Sistem saraf manusia tersusun dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat

Kerja dari Pembuluh darah Vena atau pembuluh Nadi adalah Setelah dihantarkan melalui sistem vaskular arteri dan menuju jaringan tubuh dan organ, darah “dikosongkan” menuju

Bereaksi dengan air untuk membentuk asam karbonat, yang pada pH basa darah muncul terutama sebagai bikarbonat Karbon dioksida memasuki darah dan jaringan karena tekanan parsial lokal