Latar Belakang
Latar Belakang
10 destinasi 10 destinasi pariwisata prioritas pariwisata prioritas dalam Era Presiden dalam Era Presiden RI Joko Widodo RI Joko Widodo salah satunya salah satunya Tanjung Lesung Tanjung Lesung yang berlokasi di yang berlokasi di Bangka Belitung. Bangka Belitung. Tanjung Lesung Tanjung Lesung masuk dalam masuk dalam kategori Kawasan kategori Kawasan Strategis Pariwisata Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Nasional (KSPN)Presiden Joko Widodo Presiden Joko Widodo telah menetapkan Nawa Cita telah menetapkan Nawa Cita sebagai program prioritas sebagai program prioritas pembangunan Kabinet Kerja pembangunan Kabinet Kerja 2015-2019. Pada kabinet kerja, 2015-2019. Pada kabinet kerja, sektor kepariwisataan tumbuh sektor kepariwisataan tumbuh menjadi sektor unggulan dengan menjadi sektor unggulan dengan pertumbuhan tercepat di dunia pertumbuhan tercepat di dunia dan menjadi lokomotif untuk dan menjadi lokomotif untuk penerimaan devisa negara, penerimaan devisa negara, pengembangan usaha, pengembangan usaha,
pembangunan infrastruktur serta pembangunan infrastruktur serta penyerapan tenaga kerja.
penyerapan tenaga kerja. Pariwisata dinilai merupakan Pariwisata dinilai merupakan sektor strategis perekonomian sektor strategis perekonomian Indonesia di era Presiden Joko Indonesia di era Presiden Joko Widodo ditandai dengan
Widodo ditandai dengan
pembentukan lembaga khusus pembentukan lembaga khusus pariwisata yaitu
pariwisata yaitu KementerianKementerian Pariwisata.
Pariwisata.
Di era Presiden Joko Di era Presiden Joko Widodo ini, konsep menghadap Widodo ini, konsep menghadap laut, bukan memunggungi laut laut, bukan memunggungi laut akan banyak memberdayakan akan banyak memberdayakan sumber daya kelautan. Jika sumber daya kelautan. Jika dihubungkan dengan
dihubungkan dengan pariwisata,pariwisata, maka pariwisata bahari dan maka pariwisata bahari dan berbasis maritim akan menjadi berbasis maritim akan menjadi
fokus pengembangan fokus pengembangan kepariwisa
kepariwisataan Indonesia. Di taan Indonesia. Di sisisisi kelembagaan, munculnya
kelembagaan, munculnya undang-undang yang mengatur undang-undang yang mengatur secara khusus kawasan
secara khusus kawasan ekonomiekonomi pariwisata di Indonesia ditandai pariwisata di Indonesia ditandai dengan keputusan presiden dengan keputusan presiden terhadap beberapa kawasan terhadap beberapa kawasan pariwisata seperti Morotai, pariwisata seperti Morotai, Tanjung Lesung dan
Tanjung Lesung dan MandalikMandalika.a. Beberapa kawasan lainnya masih Beberapa kawasan lainnya masih dalam proses seperti Kepulauan dalam proses seperti Kepulauan Seribu dan Tanjung Kelayang. Seribu dan Tanjung Kelayang. Berdasarkan prinsip Nawa Cita Berdasarkan prinsip Nawa Cita yang lain, maka perkembangan yang lain, maka perkembangan daerah terpencil, pulau kecil, daerah terpencil, pulau kecil, akan menjadi prioritas
akan menjadi prioritas pengembangan.
pengembangan.
Pengembangan pariwisata Pengembangan pariwisata merupakan prioritas bagi
merupakan prioritas bagi Presiden Joko Widodo. Hal ini Presiden Joko Widodo. Hal ini karena menguatnya Dollar dari karena menguatnya Dollar dari para wisatawan sebagai akibat para wisatawan sebagai akibat dari penurunan industri di dari penurunan industri di China, yang mempengaruhi China, yang mempengaruhi permintaan terhadap komoditi permintaan terhadap komoditi Indonesia dan juga nilai tukar Indonesia dan juga nilai tukar rupiah. Selain mendorong rupiah. Selain mendorong
BAB I
BAB I
Pendahuluan
Pendahuluan
1
Perjalanan domestik, Perjalanan domestik, pemerintah menargetkan pemerintah menargetkan setidaknya 20 juta turis dapat setidaknya 20 juta turis dapat masuk setiap tahunnya ke masuk setiap tahunnya ke Indonesia pada tahun 2020. Indonesia pada tahun 2020. Banyak yang harus dilakukan Banyak yang harus dilakukan para
para penyelenggapenyelenggarara
pariwisata untuk mewujudkan pariwisata untuk mewujudkan hal itu. Indonesia memiliki hal itu. Indonesia memiliki banyak potensi yang dapat banyak potensi yang dapat mendukung pariwisata seperti mendukung pariwisata seperti 13000 pulau yang indah,
13000 pulau yang indah, warganya yang ramah, dan warganya yang ramah, dan pencitraan Islam yang pencitraan Islam yang toleran.
toleran.
Dari sisi regulasi Dari sisi regulasi pengelolaan
pengelolaan kepariwisataakepariwisataan,n, otonomi daerah berdampak otonomi daerah berdampak pada pengelolaan
pada pengelolaan pariwisatapariwisata yang mandiri dan adaptif yang mandiri dan adaptif terhadap perkembangan yang terhadap perkembangan yang terjadi, terutama pada
terjadi, terutama pada pelaku industri pariwisata pelaku industri pariwisata yang ada di daerah
yang ada di daerah tujuantujuan wisata. Oleh karena itu, wisata. Oleh karena itu,
kerjasama yang sinergis perlu kerjasama yang sinergis perlu dilakukan antara sektor
dilakukan antara sektor publik dan privat untuk publik dan privat untuk pengembanga
pengembangan n pariwisata dipariwisata di Indonesia.
Indonesia.
Diperlukan pengelolaan Diperlukan pengelolaan pariwisata yang terintegrasi pariwisata yang terintegrasi dengan baik secara vertikal dengan baik secara vertikal maupun horizontal.
maupun horizontal. Perkembangan Perkembangan kepariwis
kepariwisataan ataan IndonesiaIndonesia terkini yakni, pada bulan terkini yakni, pada bulan Oktober 2015 adalah Oktober 2015 adalah kerjasama pemerintah kerjasama pemerintah Indonesia dengan Ogilvy, Indonesia dengan Ogilvy, agen periklanan besar agen periklanan besar internasional, untuk internasional, untuk
mendorong pencitraannya; mendorong pencitraannya; selain itu, otoritas imigrasi selain itu, otoritas imigrasi telah memberikan visa masuk telah memberikan visa masuk gratis untuk 90 negara di 3 gratis untuk 90 negara di 3 Greater Indonesia, Batam, Greater Indonesia, Batam, Bali dan Jakarta; dokumen Bali dan Jakarta; dokumen perencanaan dibuat
perencanaan dibuat menggunaka
menggunakan n kesepakatankesepakatan publik dan privat; dan yang publik dan privat; dan yang terakhir, menyusun konsep terakhir, menyusun konsep Pengembangan 10 Destinasi Pengembangan 10 Destinasi Pariwisat
Pariwisata a Prioritas IndonesiaPrioritas Indonesia sebagai ujung
sebagai ujung tombaktombak pengembang
pengembangan an pariwisatapariwisata Indonesia di tahun 2015. Indonesia di tahun 2015.
Beberapa langkah yang Beberapa langkah yang telah dilakukan oleh
telah dilakukan oleh
Kementerian Pariwisata untuk Kementerian Pariwisata untuk terus mengejar target 10 terus mengejar target 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Destinasi Pariwisata Prioritas Indonesia diharapkan dapat Indonesia diharapkan dapat memberikan sebaran kegiatan memberikan sebaran kegiatan pariwisata di wilayah
pariwisata di wilayah
Republik Indonesia sehingga Republik Indonesia sehingga mendukung pada pemerataan mendukung pada pemerataan kesejahteraan masyarakat, kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja dan membuka lapangan kerja dan kesempat
kesempatan an usaha, sekaligususaha, sekaligus memberikan solusi bagi
memberikan solusi bagi kawasan-kawasan pariwisata kawasan-kawasan pariwisata di Indonesia yang
di Indonesia yang kapasitaskapasitas daya dukungnya sudah daya dukungnya sudah maksimal.
maksimal.
Dengan melakukan Dengan melakukan prioritasi diharapkan focus prioritasi diharapkan focus pembangunan di 10
pembangunan di 10 DestinasiDestinasi ini dapat memberikan
ini dapat memberikan dampak langsung maupun dampak langsung maupun tidak langsung untuk tidak langsung untuk
mengelola sumber daya alam mengelola sumber daya alam dan budaya yang
dan budaya yang dimilikidimiliki Indonesia agar bisa
Indonesia agar bisa memberikan manfaat memberikan manfaat ekonomi untuk rakyat ekonomi untuk rakyat Indonesia.
Kondisi Fisik
Tanjung Kelayang ?
Tanjung Kelayang memiliki pesisir sepanjang ±1,5 km dengan lebar pantai ±7 m ini dan terletak di sebelah utara Pulau Belitung, tepatnya di Kecamatan Sijuk, sekitar 27 Km dari Tanjung Pandan, Ibukota Kabupaten Belitung. Pada peta dunia, Pulau Belitung dikenal dengan nama BILLITONIT yang bergaris tengah Timur- Barat +79 km, dan garis tengah Utara-Selatan +77 km, dengan letak astronomis antara 107o08’ BT sampai 107o58’ BT dan 02o30’ LS sampai 03o15’ LS, dan memiliki luas daratan sekitar 229.369 Ha. Posisinya yang dekat dengan jalur perdagangan dan pelayaran
internasional, serta berada di Alur Laut
Kepulauan Indonesia (ALKI),
menyebabkan pulau ini memiliki tingkat aksesibilitas yang tinggi dari Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, dan Singapura.
Tanjung Kelayang terdapat pantai yang mempunyai panorama unik, berpasir putih, dan gugusan bebatuan granit yang memiliki bentuk dan susunan yang
beraneka ragam yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.
BAB II Gambaran Umum
Tanjung Kelayang merupakan kawasan wisata pantai baru yang potensial atau lebih dikenal dengan “New Beach Resort” di Indonesia, dan telah ditetapkan sebagai salah satu kawasan
andalan dengan pariwisata sebagai sektor unggulan berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPKN), karena pantainya yang indah dan berpasir putih, serta gugusan terumbu karang yang terdapat di sekitarnya. Tanjung Kelayang juga ditetapkan sebagai salah satu dari 88 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dengan objek wisata utama berupa pantai, cagar alam dan wisata budaya, berdasarkan Peraturan Pemerintah PP) Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (Riparnas Tahun 2010– 2025).
Tanjung Kelayang
KARAKTERISTIK KAWASAN
a Koordinat : S 02 33 31.3 E107 40 10.3
b Nama KSPN : Tanjung Kelayang Belitung
c Provinsi : Kep. Bangka Belitung
d Kabupaten / Kota : Belitung
e Kecamatan : Sijuk
f Luas : 31,94 km2
g Jumlah Penduduk : 5420 jiwa
h Jumlah KK : 1421 KK
i
Wilayah administratif dalam lingkup KSPN (jika lebih dari 1 wil. administratif)
: Tanjung Binga, Sijuk, Batu Itam, Keciput, Terong, Sungai padang
j Pengelola KSPN : UPT Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung k Jumlah Wisatawan Per Tahun : 10.000
INFRASTRUKTUR KONDISI EKSISTING DOKUMENTASI
Jalan
Lingkungan
Kondisi dalam kawasan pantai sudah memadai Diperlukan peningkatan jalan pada akses
penghubung antar pantai
Drainase Lingkungan
Drainase lingkungan sudah memenuhi 40% kawasan
Perlu dibangun drainase sekunder sebagai pengantar aliran air lingkungan
Sistem
Penyediaan Air Minum
Sudah terlayani jaringan PDAM 75% Dibutuhkan sambungan rumah (SR) ke masyarakat
Pengelolaan Limbah
Belum ada pengelolaan limbah skala komunal Belum ada unit pengelola
Pengelolaan Sampah
Belum terlayani pelayanan sampah Belum ada unit pengelola
Proteksi
Kebakaran Belum ada jaringan kebakaran
Ruang Terbuka Hijau
Sudah dibangun dalam kawasan pantai sebagai pendukung sarana
Perlu perbaikan dan penambahan sarana pendukung
lokasi
5
Tanjung Kelayang . . . . KSPN Tanjung Kelayang meliputi Desa Tanjung Kelayang, Desa Tanjung Binga, dan Desa Terong yang berada di Kecamatan Sijuk.Daya Tarik
Tanjung Kelayang ?
Tanjung Kelayang dan sekitarnya terletak di Kabupaten Belitung, sebuah provinsi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dari segenap pelosok wilayah kabupaten ini, kepariwisataan yang relatif berkembang adalah di Tanjung Kelayang dan sekitarnya. Sebagaimana diketahui Kabupaten Belitung memiliki 5 kecamatan, yakni : Membalong, Tanjung Pandan, Badau, Sijuk, dan Selat Nasik. Dari ke-5 kecamatan ini, kepariwisataan paling berkembag di Kecamatan Sijuk, walaupun di bagian lain Kabuaten Belitung juga terdapat daya tarik wisata. Di kecamatan inilah terdapatnya kawasan Tanjung Kelayang dan sekitarnya.Potensi
Tanjung Kelayang ?
Tanjung Kelayang memiliki potensi wisata beragam, terutama yang berbasis pada obyek dan atraksi. Obyek dan atraksi ini dapat dibedakan pada sumber daya dan
ekosistem alami (pesisir bahari, hutan), sumberdaya dan ekosistem binaan (pertanian, pertambangan, perdesaan, kota kecil yang unik), sumberdaya budaya dan kesejarahan, dan lainnya. Kabupaten ini juga merupakan daerah peninggalan budaya dan sejarah pada masa lalu ini dapat dilihat dengan terdapatnya makam raja, upacara adat, kesenian tradisional serta adat istiadat; serta memiliki sejarah khusus dalam
penambangan timah yang sudah dilakukan berpuluh tahun sejak jaman kolonial Belanda dan Inggris dahulu.
Pantai Tanjung Pendam
Pantai Tanjung Kelayang
Pantai Tanjung Tinggi
Pantai Lengkuas
ATRAKSI DAYA TARIK
TANJUNG KELAYANG
Pantai Tanjung Pendam terkenal dengan sunset-nya yang mempesona, serta pemandangan Pulau Kalimoa di kejauhan. Di sekitar pantai ini juga
terdapat hutan pinus. Saat malam menjelang,
bermunculan warung dan kafe tenda yang
menyuguhkan makanan dan minuman ditemani dengan
live music. Pantai ini paling dekat di Kota Tanjungpan dan dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung.
Pantai Tanjung Kelayang dianugerahi dengan pasir putih berkilau dan
rangkaian batu karang yang unik. Banyak orang mengakuinya sebagai salah satu pantai terindah di Belitung. Dari pantai ini, wisatawan dapat menjelajah pulau-pulau kecil tak berpenghuni yang ada di Pulau
Belitung. Tiap pulau kecil ini menyimpan kekayaan bawah air yang indah. Pantai Tanjung Kelayang merupakan salah satu pintu gerbang menuju pulau-pulau kecil yang ada di sekitar Pulau Belitung, seperti Pulau Lengkuas, Pulau Babi, Pulau Burung, dan lainnya.
Atraksi yang menarik di pantai ini adalah snorkeling dan selam, karena pantai ini memiliki beragam terumbu karang yang indah. Di sekitar pulau-pulai ini akan dijumpai varian ikan cantik, penyu, dan terumbu karang yang kaya warna. Selain itu, Penangkaran penyu di Tanjung Kelayang juga ikut berkontribusi dalam pemeliharaan populasi penyu yang bertelur di pulau tersebut. Menara di Pulau Lengkuas yang tidak berpenghuni menjadi daya tarik wisatawan.
1
P NT I
T NJUNG PEND
P NT I
T NJUNG KEL Y NG
2
8
Tanjung Kelayang . . . .Pemandangan indah dari atas menara Pulau Lengkuas merupakan daya tarik
tersendiri bagi wisatawan. Berbagai atraksi lainnya yang dapat dilakukan di pantai ini yaitu snorkeling, Karena air permukaan lautnya yang jernih, dan Batu Garuda yang merupakan salah satu ikon Belitung, yaitu batu granit besar yang bentuknya menyerupai kepala burung Garuda.
Menginjakkan kaki di pantai ini, wisatawan akan
langsung tergoda untuk berlarian dan bermain di pasir pantai yang putih dan bersih. Airnya berwarna biru kehijauan, dikelilingi oleh batu-batu granit besar, semakin mempercantik pantai. Di sinilah lokasi syuting film Laskar Pelangi. Pantai ini berjarak sekitar 30 km dari pusat Kota Tanjungpandan, Belitung. Pemerintah Daerah Belitung menetapkan kebijakan yang
meringankan masyarakat sekitar dan wisatawan, yakni pantai-pantai dikelola oleh pemerintah kabupaten dan bukan oleh pengelola swasta. Pantai-pantai sengaja tidak diserahkan ke pihak pengembang swasta karena merupakan milik masyarakat Belitung dan wisatawan yang datang berkunjung. Salah satu sudut Pantai Tanjung Tinggi diselimuti dengan pasir putih dan lembut, menjadi tempat bermain anak-anak.
Kejernihan pantai Tanjung Tinggi mengundang untuk berendam di antara batu-batu granit besar.
9
Tanjung Kelayang . . . .P NT I
T NJUNG TINGGI
3
P NT I
LENGKU S
4
Peninggalan Sejarah di Museum Tanjungpandan
Melasti adalah upacara pensucian diri untuk
menyambut hari raya Nyepi oleh seluruh umat Hindu.
Wisata
Sejarah Dan Budaya
Terdapat dua museum yang wajib dikunjungi yang masih berlokasi di kawasan tanjung kelayang Kecamatan Sijuk yaitu Museum Pemerintah Daerah. Museum Pemerintah Daerah terletak di dalam Kota Tanjungpandan, tak jauh dari Pantai Tanjung Pendam. Museum ini dahulu bernama Museum Geologi. Dibangun atas prakarsa DR. Osberger, seorang ahli Geologi berkebangsaan Belgia pada tahun 1963 ketika beliau masih bertugas di
unit Penambangan Timah Belitung. Di Museum ini bisa melihat sejarah penambangan timah di Pulau Belitung dalam bentuk replika tambang dan peralatannya, barang-barang peninggalan bersejarah, dan juga sebuah kebun mini lengkap dengan sarana bermain anak.
Selain wisata sejarah museum geologi terdapat wisata sejarah lainnya yang termasuk dalam kawasan Tanjung Kelayang Kecamatan Sijuk, yaitu:
▪ Masjid Pertama Dan Tertua Di Kab. Belitung - Desa Sijuk Kec. Sijuk ▪ Vihara Pertama Dan Tertua Di Kab. Belitung - Desa Sijuk Kec. Sijuk ▪ Masjid Sijuk - Dsn Ulu, Kp. Tier Kec. Sijuk
▪ Situs Pelabuhan Lama Sijuk - Dsn Ulu, Kp. Tier Kec. Sijuk ▪ Ketenteng Sijuk - Dsn Ulu, Kp. Tier Kec. Sijuk
▪ Mercusuar Pulau Lengkuas - Desa kecipuk Kec. Sijuk
Selain wisata pantai dan sejarah, juga terdapat wisata budaya di kawasan Tanjung Kelayang Kecamatan Sijuk, yaitu :
Upacara Melasti / Merlis - Desa Sijuk
Plodolan Pujawati ( Peringatan Berdirinya Pura ) - Desa Sijuk
Pengembangan Dan Pengelolaan
Destinasi Pariwisata Prioritas Tanjung Kelayang
Visi
Visi pengembangan Tanjung Kelayang sebagai
“Holiday Resort and Recreation” menjadikan
image Tanjung Kelayang sebagai destinasi yang mengedepankan keindahan alam pantai Belitung bagi wisatawan yang ingin
menghirup udara segar dan menenangkan dari hiruk pikuk kehidupan perkotaan
yang dilengkap dengan berbagai sarasan rekreasi pendukungnya. Potensi pulau yang dilengkapi dengan hamparan hutan, pasir putih, dan kawasan tanaman pertanian menjadi ciri keindahan negara
maritim yaitu Indonesia. Pengembangan
tanjung kelayang dengan visi tersebut mengedepankan
pada konsep yang menyatu dengan alam dan ciri khas Indonesia sebagai negara maritim. Pengembangan diarahkan pada wisata alam, wisata budaya dan sejarah, wisata geologi, wisata agro dan wisata petualangan yang dilengkapi beragam atraksi seni dan budaya yang
mencerminkan ciri khas daerah Belitung.
Visi Tanjung Kelayang : Holiday Resort and Recreation
Tujuan
Tujuan utama pengembangan destinasi pariwisata Tanjung Kelayang adalah“Menjadikan Tanjung Kelayang sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Nasional yang memiliki keindahan alam, kekayaan budaya, dan peninggalan bersejarah bertemakan Maritim yang mampu menarik 500.000 wisatawan pada Tahun 2019”
Planning
(Perencanaan)
Sesuai dengan tujuan destinasi prioritas pariwisata untuk dapat menarik wisatawan
mancanegara sebanyak kurang lebih 500.000 wisatawan di tahun 2019 maka perencanaan akan berbasis pada 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Ameniti).
Aksesibilitas
Aksesibilitas akan direncanakan terintegrasi baik udara, darat, dan air. Konektivitas antara bandara, terminal, dan pelabuhan dengan infrastruktur yang baik dan aman akan menjadi prioritas bagi pengembangan destinasi wisata yang tidak hanya bagi Tanjung Kelayang, namun juga bagi destinasi lain di dalam Pulau Belitung.
Aksesibilitas menuju destinasi wisata di Tanjung Kelayang melalui Pelabuhan Tanjung pandan, Pelabuhan Tanjung Ru’, dan Bandar Udara H. A. S Hanadjoedin dan sebagai pintu masuk utama dari dan menuju pulau-pulau lainnya.
Khusus marina dan pelabuhan cruise menuju Pulau Belitung akan dialokasikan berdekatan dengan Tanjung Binga, yaitu area yang diperuntukan bagi inclusive resort. Dengan demikian, konsep pintu masuk menuju area pengembangan pariwisata Tanjung Kelayang adalah membuka sebanyak-banyaknya akses masuk menuju Pulau Bangka, sehingga dapat menarik jumlah wisatawan mancanegara sesuai sasaran pengembangan.
Atraksi
Saat ini wisata yang menjadi daya tarik utama Tanjung Kelayang adalah pantai-pantai serta pulau- pulau yang memiliki pemandangan sangat indah serta alami dan tenang dari hiruk pikuk perkotaan. Sehingga atraksi utama adalah watersport and recreation dan festival budaya Belitung.
Amenitas
Perlu fasilitas kesehatan dan keselamatan skala internasional untuk mendukung kegiatan atraksi pantai termasuk peningkatan kebersihan dan sanitasi. Perlu pembangunan fasilitas peristirahatan skala internasional dan fasilitas budaya berupa museum maritim dan ‘chinese garden’ yang didukung dengan fasilitas keamanan dan informasi terintegrasi.
Rencana Aksesibilitas Pariwisata Tanjung Kelayang Dan Sekitarnya
Rencana Atraksi Tanjung Kelayang Dan Sekitarnya
Rencana Atraksi Tanjung Kelayang Dan Sekitarnya
Master Plan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Tanjung Kelayang
Master Plan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Tanjung Kelayang
Luxury Beach Resorts & Beach Residential
Lokasi : Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung
Koordinat : S02°34'14.10" E107°39'9.15" Area : ± 35,9 Ha (lahan)
Equestrian Resort & Marina Resort
Lokasi : Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung
Koordinat : S02°34'30.99" E107°39'20.55"
Reservoir & Future Commercial Development
Lokasi : Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung
Koordinat : S02°34'57.84" E107°39'54.69"
Organizing
(Kelembagaan)
Badan Pengelola Destinasi
Pengelolaan destinasi Tanjung Kelayang akan berbentuk lembaga pengelolaan implementasi KEK Tanjung Kelayang dengan Pemerintah Daerah dan Swasta dalam bentuk BUMD. Dewan
Kawasan Ekonomi Khusus merupakan pihak yang berperan penting dalam
pengembangan atraksi wisata di Tanjung Kelayang. Selain itu, Dewan ini juga dapat berperan dalam mekanisme perijinan, penciptaan lingkungan bisnis yang kondusif untuk investasi, dan strategi pemasaran Tanjung Kelayang sebagai destinasi
pariwisata prioritas. Dalam hal ini, peran dewan KEK di Tanjung Kelayang juga perlu mengevaluasi lahan milik swasta di lokasi pengembangan KEK untuk segera
dikembangkan.
Kelembagaan Terkait Destinasi
Saat ini, manajemen pariwisata dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Belitung, sebagai pihak utama yang
bertanggungjawab dalam mengelola kawasan destinasi yang ada di Belitung. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Belitung mempunyai visi
“Terwujudnya Kabupaten Belitung sebagai
daerah tujuan wisata dengan
memanfaatkan potensi wisata alam dan keaneka ragaman budaya untuk
meningkatkan kesejahteraan rakyat". Di tingkat provinsi, destinasi wisata Tanjung Kelayang dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Disbudpar Babel) sebagai unit kerja Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di tingkat pemerintah pusat, masyarakat dan lembaga multi-sektor baik pemerintah maupun swasta, pihak-pihak media, industri, asosiasi, maskapai dan bandara, LSM/NGO, UNDP, sanggar, individu maupun institusi-institusi pendidikan.
Dalam penyediaan data dan
informasi, Disbudpar Babel bekerja sama dengan BPS dan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Di samping itu, Disbudpar Babel menjalin kerjasama dengan UNDP melalui
Provincial Governance Strengthening Programs (PGSP) dalam menyusun kajian pengembangan destinasi dan desa wisata unggulan.
Koordinasi Instansi / Badan Terkait : Kementerian Pariwisata
Kementerian Pariwisata merupakan pemangku kepentingan utama dalam pengembangan KSPN Tanjung kelayang sebagai destinasi prioritas. Kementerian Pariwisata akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Perhubungan, terutama dalam peningkatan aksesibilitas dan peningkatan atraksi wisata di Tanjung Kelayang.
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Kelautan perlu untuk melakukan pengawasan terhadap konservasi pantai dan biodiversitas bawah laut. Bentuk upaya konservasi biodiversitas bawah laut di Tanjung Kelayang juga dapat dilakukan melalui kerjasama dengan organisasi konservasi di tingkat nasional maupun internasional seperti WWF Indonesia.
Kementerian Kebudayaan
Kementerian Kebudayaan dapat berperan untuk mendorong pelestarian budaya yang ada saat ini serta mendorong event-event budaya Belitung menjadi event internasional yang menjadi daya tarik wisatawan. Kementerian Kebudayaan juga harus mampu berperan lebih jauh dalam memproteksi pergeseran arus budaya lokal oleh budaya asing.
Kementerian Ekonomi Kreatif
Saat ini hasil industri kreatif masyarakat di Kabupaten Belitung belum mampu menjadi daya tarik wisatawan seperti Bandung, Bali dan wilayah lainnya. Kementerian Ekonomi Kreatif harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat penunjang pariwisata dengan standar kualitas internasional.
Badan Promosi Pariwisata
Badan promosi pariwisata memperkenalkan KSPN Tanjung Kelayang ke wisatawan nusantara maupun mancanegara melalui iklan, promosi langsung, dan partisipasi event internasional. Namun yang perlu dipastikan adalah kesiapan 3A mendukung promosi yang dilakukan.
Kementerian PU
Kurangnya sumberdaya air bersih di sebagian besar wilayah di Belitung perlu diperhatikan oleh Kementerian PU Pengairan. Perlu dilakukan kerjasama dengan PU daerah untuk membangun instalasi pengolahan air bersih maupun cadangan sumber air bersih.
Kementerian Energi
Faktor utama yang menjadi kendala pengembangan pariwisata di Belitung selain air bersih adalah minimnya ketersediaan sumber listrik. Oleh karena itu perlu dukungan yang besar dari Kementerian Energi untuk bersama-sama pemerintah daerah Belitung maupun pihak swasta untuk menciptakan pembangkit listrik pensupply pengembangan KSPN Tanjung Kelayang.
Actuating
(Penggerak)
Untuk mendukung pengembangan pariwisata Tanjung Kelayang, diperlukan dukungan dari berbagai stakeholder baik pemerintah pusat maupun daerah dengan arah pengembangan sebagai berikut :
I. a. Arah Pengembangan ke-1
Pembangunan sarana dan prasarana bertemakan“Holiday Resort and Recreation”
b. Desain dan Strategi Pengembangan
- Menyediakan fasilitas pendukung kegiatan pariwisata yang terstandar
Internasional seperti;hotel resort, tourism information center , sarana kuliner yang beragam, fasilitas resort dengan skalamiddle danhigh class;
- Mengembangkan atraksi, sarana, dan prasarana rekreasi; watersport,
waterboom, kereta gantung antar pulau dalam Pulau Belitung, Museum maritim dan theme park kemaritiman;
- Festival Topeng, Festival “Ngerepok Durin”, Maras Taun, Festival Seni Budaya kreasi Daerah Belitung, Festival Tradisi Bahari, Festival Laskar Pelangi,Belitong Fair dan Pesona Bahari Nusantara, danSail Indonesia.
II. a. Arah Pengembangan ke-2
Menghasilkanimage danicon budaya etnis Cina, terutama untuk membidik wisatawan mancanegara, seperti Singapura, Jepang, Malaysia, dan domestik, seperti Jakarta, Palembang, Batam, Pekanbaru, dan Medan.
b. Desain dan Strategi Pengembangan
- Membangun Chinese garden, Chinese Art and Culture Center ;
- Mengadakan event-event bercirikan budaya Cina, termasuk event-event
tahunan (Cap Go Meh) di pesisir pantai dan pesta kembang api, Belitung Cap Go meh Festival, dan rencana napak tilas jalur samudera Laksamana Cheng Ho;
- Menciptakan nuansa keseharian budaya Cina pada area urban, sepertiEthnic Quarter yang lengkap dengan tempat ibadah (Kelenteng) dan kedai-kedai kopi.
III. a. Arah Pengembangan ke-3
Mengembangkan infrastruktur yang terintegrasi untuk menciptakan konektifitas kegiatan resort dan rekreasi.
b. Desain dan Strategi Pengembangan
- Peningkatan skala bandara dan rute penerbangan;
- Peningkatan kualitas pelabuhan Tanjung Pandan, Tanjung Batu, dan pembangunan pelabuhan Manggar;
- Pembangunan Marina dan PelabuhanCruise;
- Menciptakan konektifitas antara bandara-pelabuhan-fasilitas group
Darmawangsa-Museum Maritim-Chinese Temple Garden-spot rekreasi, melalui jasa transportasi darat dengan kualitas terbaik.
Indikasi Anggaran Pengelolaan Kawasan Wisata Strategis Nasional Tanjung Kelayang
Arah Pengembangan Desain dan Strategipengembangan Program Pengembangan PenyediaPihak Indikasi Anggaran
1 Pembangunan sarana dan prasarana bertemakan
“Holiday Resort and Recreation” a. Menyediakan fasilitas pendukung kegiatan pariwisata yang terstandar Internasional
- Membangun hotel resort untuk Medium
class Swasta Rp 250.000.000.000,00
- Membangun hotelresort
untukHigh End Swasta Rp 400.000.000.000,00
- MembangunTourism Information
Center
Kementrian
Pariwisata Rp 50.000.000.000,00
- Membangun sarana kuliner dengan
pilihan F&B yang beragam Swasta Rp 20.000.000.000,00 b. Mengembangkan atraksi, sarana, dan prasarana rekreasi - Mengembangkan atraksi watersport Swasta Rp 200.000.000.000,00
- Membangunwaterboom Swasta Rp 50.000.000.000,00
- Membangun kereta gantung antar pulau
dalam Pulau Belitung Swasta Rp 100.000.000.000,00
- Membangun Museum Maritim Kementrian
Pariwisata Rp 50.000.000.000,00
- MembangunTheme Park
kemaritiman Swasta Rp 150.000.000.000,00 c. Mengadakan
festival tahunan
-Festival Layang-layang, -Festival Jeramba Sungai Padang, Festival Topeng, Festival
“Ngerepok Durin”, Maras Taun, Festival
Seni Budaya kreasi Daerah Belitung, Festival Tradisi Bahari, Festival Laskar Pelangi, Belitong Fair dan Pesona Bahari Nusantara, dan Sail Indonesia
Kementrian
Pariwisata Rp 30.000.000.000,00
Arah Pengembangan Desain dan Strategi
pengembangan Program Pengembangan
Pihak
Penyedia Indikasi Anggaran
2 Menghasilkanimage
dan iconbudaya etnis Cina, terutama untuk membidik wisatawan mancanegara, seperti Singapura, Malaysia, dan domestik, seperti Jakarta, Palembang, Batam, Pekanbaru, dan Medan
a. Membangunwisata berbasisicon budaya cina
- MembangunChinese Garden Kementrian
Pariwisata Rp 20.000.000.000,00
- MembangunCina Art and Culture Center Kementrian
Pariwisata Rp 25.000.000.000,00 b. Mengadakan event-event bercirikan budaya Cina
-Eventtahunan (Cap Go Meh) di pesisir pantai dan pesta kembang api, Belitung Cap Go meh Festival, dan r encana napak tilas jalur samudera Laksamana Cheng Ho
Kementrian Pariwisata Rp 20.000.000.000,00 c. Menciptakan nuansa keseharian budaya Cina pada area urban
-Ethnic Quarter yang lengkap dengan tempat ibadah (Kelenteng) dan kedai-kedai kopi Kementrian Pariwisata Rp 16.000.000.000,00 3 Mengembangkan infrastruktur yang terintegrasi untuk menciptakan konektifitas kegiatan
resortdan rekreasi
a.
Peningkatan skala bandara dan rute penerbangan
- Peningkatan fasilitas dan rute pelayanan
Bandara HAS Hanandjoeddin
Kementrian Perhubungan Rp 350.000.000.000,00 b. Peningkatan kualitas pelabuhan dan pembangunan pelabuhan baru
- Peningkatan kualitas pelabuhan Tanjung
Pandan, Tanjung Batu, pelabuhan Manggar
Kementrian Perhubungan Rp 150.000.000.000,00 c. Pembangunan Marina dan PelabuhanCruise
- Membangun fasilitas Marina berskala
internasional Kementrian Perhubungan Rp 200.000.000.000,00 Membangun Pelabuhan Cruise Kementrian Perhubungan Rp 350.000.000.000,00
Arah Pengembangan Desain dan Strategipengembangan Program Pengembangan PenyediaPihak Indikasi Anggaran
2 Menghasilkanimage
dan iconbudaya etnis Cina, terutama untuk membidik wisatawan mancanegara, seperti Singapura, Malaysia, dan domestik, seperti Jakarta, Palembang, Batam, Pekanbaru, dan Medan
a. Membangunwisata berbasisicon budaya cina
- MembangunChinese Garden Kementrian
Pariwisata Rp 20.000.000.000,00
- MembangunCina Art and Culture Center Kementrian
Pariwisata Rp 25.000.000.000,00 b. Mengadakan event-event bercirikan budaya Cina
-Eventtahunan (Cap Go Meh) di pesisir pantai dan pesta kembang api, Belitung Cap Go meh Festival, dan r encana napak tilas jalur samudera Laksamana Cheng Ho
Kementrian Pariwisata Rp 20.000.000.000,00 c. Menciptakan nuansa keseharian budaya Cina pada area urban
-Ethnic Quarter yang lengkap dengan tempat ibadah (Kelenteng) dan kedai-kedai kopi Kementrian Pariwisata Rp 16.000.000.000,00 3 Mengembangkan infrastruktur yang terintegrasi untuk menciptakan konektifitas kegiatan
resortdan rekreasi
a.
Peningkatan skala bandara dan rute penerbangan
- Peningkatan fasilitas dan rute pelayanan
Bandara HAS Hanandjoeddin
Kementrian Perhubungan Rp 350.000.000.000,00 b. Peningkatan kualitas pelabuhan dan pembangunan pelabuhan baru
- Peningkatan kualitas pelabuhan Tanjung
Pandan, Tanjung Batu, pelabuhan Manggar
Kementrian Perhubungan Rp 150.000.000.000,00 c. Pembangunan Marina dan PelabuhanCruise
- Membangun fasilitas Marina berskala
internasional Kementrian Perhubungan Rp 200.000.000.000,00 Membangun Pelabuhan Cruise Kementrian Perhubungan Rp 350.000.000.000,00
Arah Pengembangan Desain dan Strategi
pengembangan Program Pengembangan
Pihak
Penyedia Indikasi Anggaran
d. Menciptakan konektifitas antara bandara- pelabuhan-fasilitas group Darmawangsa-Museum Maritim-Chinese Temple Garden- spot rekreasi, melalui jasa transportasi darat dengan kualitas terbaik
-Menciptakan konektifitas antara bandara-pelabuhan- fasilitas group Darmawangsa-Museum Maritim-Chinese Temple Garden -spot rekreasi, melalui jasa transportasi darat dengan kualitas terbaik
Kemetrian
Perhubungan Rp 350.000.000.000,00
4. Mengembangkan fasilitaspendukung pariwisata berstandar internasional a. Membangun Rumah Sakit dengan pelayanan berstandar internasional
- Membangun Rumah Sakit dengan pelayanan
berstandar internasional Kementrian Kesehatan Rp 22.000.000.000,00 b. Membangun sarana pengolahan air bersih
- Membangun sarana pengolahan air bersih KementrianPU Rp 100.000.000.000,00
c.
Membangun sarana pembangkit tenaga listrik
- Membangun sarana pembangkit tenaga
listrik
Kementrian
ESDM Rp 300.000.000.000,00
Arah Pengembangan Desain dan Strategipengembangan Program Pengembangan PenyediaPihak Indikasi Anggaran d. Menciptakan konektifitas antara bandara- pelabuhan-fasilitas group Darmawangsa-Museum Maritim-Chinese Temple Garden- spot rekreasi, melalui jasa transportasi darat dengan kualitas terbaik
-Menciptakan konektifitas antara bandara-pelabuhan- fasilitas group Darmawangsa-Museum Maritim-Chinese Temple Garden -spot rekreasi, melalui jasa transportasi darat dengan kualitas terbaik
Kemetrian
Perhubungan Rp 350.000.000.000,00
4. Mengembangkan fasilitaspendukung pariwisata berstandar internasional a. Membangun Rumah Sakit dengan pelayanan berstandar internasional
- Membangun Rumah Sakit dengan pelayanan berstandar internasional Kementrian Kesehatan Rp 22.000.000.000,00 b. Membangun sarana pengolahan air bersih
- Membangun sarana pengolahan air bersih Kementrian
PU Rp 100.000.000.000,00 c. Membangun sarana pembangkit tenaga listrik
- Membangun sarana pembangkit tenaga listrik
Kementrian
ESDM Rp 300.000.000.000,00
d. Membangun Balai - Membangun Balai Pertemuan KementrianPU Rp 20.000.000.000,00
Arah Pengembangan Desain dan Strategi
pengembangan Program Pengembangan
Pihak
Penyedia Indikasi Anggaran
Pertemuan dan Penelitian konservasi alam, budaya, dan peninggalan sejarah
- Membangun Balai Penelitian konservasi alam, budaya, dan peninggalan sejarah
Kementrian
Kehutanan Rp 35.200.000.000,00
TOTAL ANGGARAN Rp 3.368.200.000.000,00
Secara garis besar, biaya total terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut.
BIAYA TOTAL INVETASI Biaya APBN
1. Biaya Pembangunan Infrastruktur Rp 1.443.200.000.000,00
2. Biaya Non Infrastruktur Rp 405.000.000.000
Total Biaya Rp 1.848.200.000.000,00 Biaya Swasta
1. Biaya investasi swasta Rp 1.520.000.000.000,00
Arah Pengembangan Desain dan Strategipengembangan Program Pengembangan PenyediaPihak Indikasi Anggaran Pertemuan dan Penelitian konservasi alam, budaya, dan peninggalan sejarah
- Membangun Balai Penelitian konservasi
alam, budaya, dan peninggalan sejarah
Kementrian
Kehutanan Rp 35.200.000.000,00
TOTAL ANGGARAN Rp 3.368.200.000.000,00
Secara garis besar, biaya total terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut.
BIAYA TOTAL INVETASI Biaya APBN
1. Biaya Pembangunan Infrastruktur Rp 1.443.200.000.000,00 2. Biaya Non Infrastruktur Rp 405.000.000.000
Total Biaya Rp 1.848.200.000.000,00 Biaya Swasta
1. Biaya investasi swasta Rp 1.520.000.000.000,00
Total Biaya Rp 1.520.000.000.000,00
Kesimpulan
Aksesibilitas menuju Tanjung kelayang terdiri dari jalur udara, laut dan penyeberangan dan jalur darat, sehingga kemantapan sarana dan prasarana
Kesimpulan
Aksesibilitas menuju Tanjung kelayang terdiri dari jalur udara, laut dan penyeberangan dan jalur darat, sehingga kemantapan sarana dan prasarana
transportasi menjadi penentu keberhasilan pembangunan. Kawasan Tanjung kelayang dengan daya tarik Holiday Resort and Recreation akan didukung dengan pengadaan atraksi baru yang unik dan menarik.
Rencana pengembangan KEK dan potensi sumber daya yang dapat dikembangkan, dengan arah pengembangan yang disesuaikan dengan temaHoliday Resort and Recreation, menghasilkan image dan icon budaya etnis Cina, mengembangkan infrastruktur yang terintegrasi untuk menciptakan konektifitas kegiatan resort dan rekreasi, dan mengembangkan fasilitas pendukung pariwisata berstandar
internasional.
Pengembangan Kawasan Pariwisata Tanjung Kelayang terdiri dari empat kebijakan, yaitu pemantapan akses, perintisan atraksi baru, revitalisasi fasilitas penunjang kegiatan,dan penataan kawasan untuk mendorong pariwisata ke arah yang berkelanjutan
Saran
Perlunya Sosialisasi Dan Desiminasi Program Pembangunan Destinasi Prioritas Di Pusat Dan Daerah
Sinkronisasi Program Dan Kegiatan (Lintas Sektor) Pembangunan Destinasi Prioritas Dengan Program Pembangunan Kepariwisataan Di Daerah
Perlunya Komitmen dan kerjasama stakeholders dalam pengembangan destinasi prioritas Tanjung Kelayang agar tercapai kesuksesan dan sesuai dengan tujuan pengembangan