• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Pendidikan Inklusi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah Pendidikan Inklusi"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PENDIDIKAN INKLUSI

PENDIDIKAN INKLUSI

MAKALAH MAKALAH

Untuk memenuhi tugas

Untuk memenuhi tugas matakuliahmatakuliah Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus  Y

 Yang dibimbing oleh Tang dibimbing oleh Tety Nur Cholifah, M.Pdety Nur Cholifah, M.Pd

PROGRAM STUDI SI PGSD

PROGRAM STUDI SI PGSD

FAKULTAS PSIKOLOGI DAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS PSIKOLOGI DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS ISLAM RADEN RAHMAT MALANG

UNIVERSITAS ISLAM RADEN RAHMAT MALANG

Maret, 2017 Maret, 2017 Oleh Oleh PGSD A Semester 4 PGSD A Semester 4 1.

1. AhAhmamad d NaNa’im ’im (1(158586262060600004)4) 2.

(2)

KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR

Assalamualaik

Assalamualaikum um arohmatulloarohmatullohi hi abarokabarokatuh.atuh.

Pu!i syukur keh

Pu!i syukur kehadirat Allah "#T adirat Allah "#T yang telah memberikanyang telah memberikan nikmat kesehatan dan iman islam sehingga $enulis

nikmat kesehatan dan iman islam sehingga $enulis da$atda$at menyelesaikan tugas untuk mnyusun makalah yang ber!udul menyelesaikan tugas untuk mnyusun makalah yang ber!udul Pendidik

Pendidikan %nklusi ini an %nklusi ini dengan semaksimal mungkin. "holaat dandengan semaksimal mungkin. "holaat dan salam semoga selalu ter&urahkan ke$ada Nabi Muhammad "A#. salam semoga selalu ter&urahkan ke$ada Nabi Muhammad "A#. yang men!adi $emim$in dan $enyelamat bagi kita semua

yang men!adi $emim$in dan $enyelamat bagi kita semua

sehingga kita masih dalam keadaan iman %slam se$erti saat ini. sehingga kita masih dalam keadaan iman %slam se$erti saat ini.

 T

 Terima kasih $enuerima kasih $enulis sam$aikan klis sam$aikan ke$ada dosen $embimbinge$ada dosen $embimbing kami, %bu Tety Nur Cholifah, M. Pd yang telah membantu

kami, %bu Tety Nur Cholifah, M. Pd yang telah membantu memberikan arahan dan bimbingan di dalam

memberikan arahan dan bimbingan di dalam menyusun makalahmenyusun makalah Pendidik

Pendidikan %nklusi an %nklusi ini.ini.

Makalah yang ber!udul Pendidika %nklusi ini

Makalah yang ber!udul Pendidika %nklusi ini meru$akanmeru$akan makalah tentang a$a, bagaimana dan menga$a harus

makalah tentang a$a, bagaimana dan menga$a harus adaada $endidikan inklusi bagi $ara anak

$endidikan inklusi bagi $ara anak didik yang memiliki didik yang memiliki kebutukebutuhanhan khusus baik karren

khusus baik karrena faktor &a&at a faktor &a&at mental, &a&at 'sik, mental, &a&at 'sik, mau$unmau$un kar

karena kesulitan di dalam ena kesulitan di dalam bela!ar sisa. (atar belakang historisbela!ar sisa. (atar belakang historis $endidikan inklusi, dasar hukum $endidikan inklusi,

$endidikan inklusi, dasar hukum $endidikan inklusi, konse$konse$

$endidikan inklusi, makna $endidikan inklusi, tu!uan $endidikan $endidikan inklusi, makna $endidikan inklusi, tu!uan $endidikan inklusi, serta bagaimana $engelolaan kelas dalam $endidikan inklusi, serta bagaimana $engelolaan kelas dalam $endidikan inklusi %m$likasi $endidikan inklusi.

inklusi %m$likasi $endidikan inklusi.

)emikian kata $engantar ini kami buat. "emoga a$a yang )emikian kata $engantar ini kami buat. "emoga a$a yang akan dibahas $ada bab $embahasan da$at bermanfaat dan

akan dibahas $ada bab $embahasan da$at bermanfaat dan menambah aasan bagi kita semua

menambah aasan bagi kita semua khususnya &alon $endidikakhususnya &alon $endidika dalam memahami dan menangani anak*anak didik yang memiliki dalam memahami dan menangani anak*anak didik yang memiliki kebutuhan khusus.

kebutuhan khusus.

+ +

(3)

#assalamualaikum arohmatullohi abarokatuh. Malang, - Maret -+ Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... ... DAFTAR ISI... ... BAB I... ... PENDAHULUAN... ... 1.1 Latar bea!a"#... ... 1.2 R$%$&a" %a&aa'... 1.( T$)$a"... ... BAB II... ... PEMBAHASAN... ...

2.1 Latar bea!a"# '*&t+r*& e"-*-*!a" *"!$&*... 2.2 Da&ar '$!$% e"-*-*!a" *"!$&*... 2.( K+"&e e"-*-*!a" *"!$&*... 2. Ma!"a Pe"-*-*!a" *"!$&*... 2./ T$)$a" e"-*-*!a" *"!$&*... 2. Pe"#e+aa" !ea& -aa% e"-*-*!a" *"!$&*... 2.7 I%*!a&* e"-*-*!a" *"!$&*...

BAB III... ...

PENUTUP... ...

(4)

(.1 S*%$a"... .... (.2 Sara"... ....

DAFTAR RUUKAN... ....

(5)

BAB I

 PENDAHULUAN

1.1 Latar bea!a"#

Manusia se!ak lahir telah menyandang hak*hak diantaranya adalah hak untuk hidu$ dan menda$atkan $endidikan baik $endidikan formal, $endidikan nonformal, mau$un $endidikan informal. Menurut Undang*Undang )asar Negara %ndonesia tahun +012 dalam Bab Pembukaan telah ditegaskan baha tu!uan $endidikan di %ndonesia adalah untuk men&erdaskan kehidu$an bangsa. )ari $enn!elasan UU) +012 tersebut da$at diim$likasikan dalam dunia

$endidikan %ndonesia baha semua arga negara indonesia berhak menda$atkan $endidikan yang layak tan$a

membedakan antara arga negara yang memiliki latar

belakang agama, ras, budaya, arna kulit yag berbeda, atau bahkan keterbelakangan mau$un &a&at 'sik$un berhak

menda$atkan $elayanan $endidikan yang memadai. Manusia !uaga terlahir dengan segala kelebihan dan

kekurangannya. Kelebihan dari manusia tersebut akan da$at diterima oleh sekelom$oknya bila kelebihan tersebut da$at bermanfaat bagi orang lain. "ebaliknya kekurangan dari manusia akan sulit diterima

Namun masih banyak anak negeri ini yang tidak menda$atkan $elayanan $endidikan yang memadai

khususnya anak berkebutuhan khusus karena &a&at $ermanen se$erti tuna rungu, tuna netra, tuna daksa, dan lainnya. Anak ABK akan kesulitan a$abila tidak ada fasilitas dari $emerintah dan dukungan dari kedua orang tua dalam memoti3asi anak didik yang berkebutuhan khusus. Karena anak*anak yang berkebutuhan khusus tersebut berhak menda$atkan haknya yaitu menda$atkan ilmu dan mereka !uga ingin men!adi orang

(6)

yang sama dengan teman seusianya yaitu men!adi anak yang mam$u mengembangkan $otensi dirinya dengan &ara

mem$eroleh ilmu melalui $endidikan.

4al itulah yang menyebabkan $erlunya $endidikan inklusi bagi anak didik yang memiliki kekurangan baik &a&at 'sik atau mental mau$un kesulitan

(7)

/

bela!ar sehingga anak*anak tersebut mam$u men!adi arga negara yang &erdas.

1.2 R$%$&a" %a&aa'

+..+ Bagaimana latar belakang historis $endidikan inklusi5 +.. A$a dasar hukum $elaksanaan $endidikan inklusi5 +../ Bagaimana konse$ $endidikan inklusi5

+..1 Bagaimana makna $endidikan inklusi5 +..2 A$a tu!uan $endidikan inklusi5

+..6 Bagaimana $engelolaan $endidikan inklusi5

+.. Bagaimana im$likasi $enera$an $endidikan inklusi5

1.( T$)$a"

+./.+ Untuk mengetahui latar belakang historis $endidikan inklusi

+./. Untuk mengetahui dasar hukum $e7aksanaan $endidikan inklusi

+././ Untuk mengetahui konse$ $endidikan inklusi +./.1 Untuk mengetahui makna $endidikan inklusi +./.2 Untuk mengetahui tu!uan $endidikan inklusi

+./.6 Untuk mengetahui $engelolaan $endidikan inklusi +./. Untuk mengetahui im$likasi $enera$an $endidikan

(8)

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Latar bea!a"# '*&t+r*& e"-*-*!a" *"!$&*

"e!arah anak $enyandang &a&at diangga$ tidak

berguna bahkan anak dalam keadaan &a&at sering diasingkan. Pemahaman dan $andangan selan!utnya terhada$

$enyandang &a&at berubah seiring dengan $erkembangan $ola $ikir manusia, hal tersebut men!adi sangat $enting selain di$andang sebagai lambang dari sebuah $emikiran dan

$eradaban yang lebih ma!u dari suatu bangsa, !uga sebagai aal baha anak $enyandang &a&at mulai diakui, dihargai keberadaannya, dan oleh sebab itu mulai berdiri sekolah* sekolah khusus, rumah*rumah $eraatan, dan $anti sosial yang khusus mendidik dan meraat anak*anak $enyandang &a&at.

Kondisi aal se!arah membuktikan baha mereka yang menyandang ke&a&atan, di$andang memiliki karakteristik yang berbeda dari orang kebanyakan, sehingga dalam

$endidikannya mereka memerlukan $endekatan dan metode yang khusus $ula sesuai dengan karakteristiknya. 8leh sebab itu, $endidikan anak $enyandang &a&at saat itu harus

di$isahkan 9di sekolah khusus: dari $endidikan anak lainnya 9sistem $endidikan segregasi:.

Pendidikan inklusi yaitu $endidikan yang dilaksanakan oleh sekolah;kelas dengan melibatkan seluruh $eserta didik tan$a ke&uali meli$uti< anak*anak yang memiliki &a&at, anak* anak yang beresiko $utus sekolah karena sakit, kekurangan

(9)

gi=i, tidak ber$restasi dengan baik, anak*anak yang berbeda agama, anak*anak $enyandang 4%>;A%)", dan anak*anak yang berusia sekolah teta$i tidak sekolah, mereka dididik dan

diberikan layanan $endidikan yang sesuai dengan &ara yang ramah dan $enuh kasih sayang tan$a diskriminasi.+

2.2 Da&ar '$!$% e"-*-*!a" *"!$&*

+ "ugiarmin, Mohamad.--0. Pendidikan Inklusi. 9online:

(10)

/

"etia$ anak yang dilahirkan di Negara %ndonesia berhak menda$atkan $endidikan yang layak dan bermutu, hal ini

diu!udkan dalam UU No - Tahun --/ Pasal 2 ayat + men!elaskan baha setia$ arga negara mem$unyai hak yang sama untuk mem$eroleh $endidikan yang bermutu. 4al ini !uga tidak terle$as bagi arga negara yang memiliki

kebutuhan khusus 9ABK:. )alam UU No - Tahun --/ Pasal 2 ayat  men!elaskan baha #arga negara yang memiliki

kelainan 'sik, emosional, intelektual, dan;atau sosial berhak mem$eroleh $endidikan khusus.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor - Tahun --0 tentang $enyelenggaraan $endidikan inklusi Pasal + menyebutkan baha $endidikan inklusif adalah sistem

$eyelenggaraan $endidikan yang memberikan kesem$atan ke$ada semua $eserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki $otensi ke&erdasan dan;atau bakat istimea untuk mengikuti $endidikan atau $embela!aran dalam satu

lingkungan $endidikan se&ara bersama*sama dengan $eserta didik $ada umumnya. )engan $eraturan tersebut, dihara$kan $eran dari sekolah yang formal untuk da$at

menyelenggarakan $endidikan inklusi./

 %nstrumen hukum internasional yang telah dirati'kasi Negara %ndonesia, se$erti )eklarasi Uni3ersal 4ak Asasi

Manusia 9+01?:, )eklarasi )unia tentang Pendidikan untuk "emua 9+00-:, Peraturan "tandar PBB tentang Persamaan Kesem$atan bagi Para Penyandang Ca&at 9+00/:, Pernyataan

 Bahrul, Alam. -+6. Memaknai Pendidikan Inklusi. 9online:

(11)

1

"alaman&a dan Kerangka Aksi UN@"C8 9+001:, Undang* undang Penyandang Ke&a&atan 9+00:, Kerangka Aksi )akar 9---: dan )eklarasi Kongres Anak %nternasional 9--1:. "emua instrumen hukum tersebut ingin memastikan baha semua anak, tan$a ke&uali, mem$eroleh $endidikan.1

2.( K+"&e e"-*-*!a" *"!$&*

Konse$ dan $raktik $enyelenggaraan $endidikan inklusi bagi ABK di berbagai belahan dunia saat ini menga&u ke$ada dokumen internasional Pernyataan "alaman&a dan Kerangka Aksi $ada Pendidikan Kebutuhan Khusus.

)alam dokumen tersebut dinyatakan baha $rinsi$ dasar dari sekolah inklusif adalah selama memungkinkan, semua anak seyogyanya bela!ar bersama*sama, tan$a memandang kesulitan atau$un $erbedaan yang mungkin ada $ada diri mereka. "ekolah inklusif harus mengenal dan meres$on terhada$ kebutuhan yang berbeda*beda dari $ara sisanya, mengakomodasi berbagai ma&am gaya dan ke&e$atan bela!arnya, dan men!amin diberikannya $endidikan yang berkualitas ke$ada semua sisa melalui $enyusunan kurikulum yang te$at, $engorganisasian yang baik, $emilihan strategi $enga!aran yang te$at, $emanfaatan sumber dengan

sebaik*baiknya, dan $enggalangan kemitraan dengan

masyarakat sekitarnya.2

1 "unarya. --0. Manajemen Pendidikan Inklusif: Konsep, Kebijakan, Dan Implementasinya Dalam Perspektif Pendidikan Luar Biasa. 9online:

(12)

2

Bebera$a konse$ inti inklusi yang ter&antum dalam Pernyataan "alaman&a<6

+. Anak*anak memiliki keberagaman yang luas dalam karakteristik dan kebutuhannya

. Perbedaan itu normal adanya dan oleh karenanya $embela!aran itu harus disesuaikan dengan kebutuhan anak.

/. "etia$ anak da$at bela!ar, dan sia$a$un memiliki kesulitan bela!ar

1. Anak menda$atkan dukungan bela!ar 2. "istem $endidikan yang eksibel

6. Peningkatan sekolah*sekolah efektif 

. Menerima keberagaman sebagai kekuatan, bukan sebagai masalah

?. Memberantas diskriminasi

0. Peningkatan $artisi$asi nyata bagi semua

+-. Memandang orang sebagai sumber utama

++. "umber daya yang te$at dalam $enyelenggaraan $endidikan, misalkan huruf, braille dan alat asistif.

+. Partisi$asi masyarakat

+/. Penga!aran yang ter$usat $ada diri anak

+1. Pelaksanaan hak asasi manusia se&ara $enuh

+2. "ekolah reguler dengan orientasi inklusif meru$akan &ara yang $aling efektif untuk menghilangkan sika$ diskriminatif, men&i$takan masyarakat yang terbuka, membangun suatu masyarakat inklusif dan men&a$ai $endidikan untuk semua.

2 "unarya. --0. Manajemen Pendidikan Inklusif: Konsep, Kebijakan, Dan Implementasinya Dalam Perspektif Pendidikan Luar Biasa. 9online:

6 irdaus,@ndi. -+-. Pendidikan Inklusi dan Implementasinya di Indonesia.9online:

(13)

6

+6. "ekolah inklusif memberikan $endidikan yang efektif  ke$ada mayoritas anak dan meningkatkan e'siensi sehingga menekan biaya untuk keseluruhan sistem $endidikan

2. Ma!"a Pe"-*-*!a" *"!$&*

Makna inklusi adalah baha lingkungan kelas atau

sekolah mam$u memberikan rasa senang, menerima, ramah, bersahabat, $eduli, men&intai, menghargai, serta hidu$ dan bela!ar dalam kebersamaan.

Pe#didi$a# i#$lusi meru%a$a# idel&i atau 'ita'ita. Sea&ai

$#se$ue#si dari %a#da#&a# ah*a %e#didi$a# i#$lusi itu sea&ai idil&i da# 'ita'ita+ da# u$a# sea&ai mdel+ ma$a a$a# ter,adi $era&ama# dalam

im%leme#tasi#-a+ a#tara #e&ara -a#& satu de#&a# -a#& lai##-a+ a#tara daerah -a#& satu de#&a# -a#& lai##-a atau ah$a# a#tara se$lah -a#& satu de#&a# se$lah -a#& lai##-a.

Pe#didi$a# i#$lusi adalah $#se% %e#didi$a# -a#& mera#&$ul semua a#a$ ta#%a $e'uali. !#$lusi erasumsi ah*a hidu% da# ela,ar ersama adalah suatu 'ara -a#& leih ai$+ -a#& da%at memeri$a# $eu#tu#&a# a&i setia% ra#&+ u$a# ha#-a a#a$a#a$ -a#& dieri lael sea&ai -a#& memili$i suatu  %eredaa#. !#$lusi da%at di%a#da#& sea&ai suatu %rses u#tu$ me#,a*a da#

meres%# $era&ama# di a#tara semua i#diidu melalui %e#i#&$ata# %artisi%asi dalam ela,ar+ uda-a da# mas-ara$at+ da# me#&ura#&i e$slusi ai$ dalam mau%u# dari $e&iata# %e#didi$a#.

!#$lusi meliat$a# %eruaha# da# mdi/i$asi isi+ %e#de$ata#+ stru$tur da# strate&i+ de#&a# suatu isi ersama -a#& meli%uti semua a#a$ -a#& erada  %ada re#ta#&a# usia -a#& sama da# suatu $e-a$i#a# ah*a i#$lusi adalah

ta#&&u#& ,a*a sistem re&ular -a#& me#didi$ semua a#a$.

Pe#didi$a# i#$lusi er$e#aa# de#&a# a$tiitas memeri$a# res%# -a#& sesuai $e%ada s%e$trum -a#& luas dari $eutuha# ela,ar ai$ dalam  setting  %e#didi$a# /rmal mau%u# ##/rmal. Pe#didi$a# i#$lusi meru%a$a#  %e#de$ata# -a#& mem%erhati$a# a&aima#a me#tra#s/rmasi$a# sistem  %e#didi$a# sehi#&&a mam%u meres%# $era&ama# sis*a. Pe#didi$a# i#$lusi

(14)

 ertu,ua# da%at memu#&$i#$a# &uru da# sis*a u#tu$ merasa #-ama# de#&a# $era&ama# da# melihat#-a sea&ai suatu ta#ta#&a# da# %e#&a-aa# dalam li#&$u#&a# ela,ar+ da# %ada suatu %rlem.

 Nilai %e#ti#& -a#& mela#dasi suatu se$lah i#$lusi adalah

 %e#erimaa#+ %emili$a#+ da# asumsi lai# -a#& me#dasari se$lah i#$lusi adalah+ ah*a me#&a,ar -a#& ai$ adalah me#&a,ar -a#& %e#uh &airah+ -a#& me#dr#& a&ar setia% a#a$ da%at ela,ar+ memeri$a# li#&$u#&a# -a#& sesuai+ dr#&a#+ da# a$tiitas -a#& erma$#a. Se$lah i#$lusi me#dasar$a# $uri$ulum da# a$tiitas ela,ar haria# %ada sesuatu -a#& di$e#al de#&a# me#&a,ar da# ela,ar -a#& ai$.

A$hir#-a da%at dirumus$a# ah*a %e#didi$a# i#$lusi adalah %rses  %e#didi$a# -a#& memu#&$i#$a# semua a#a$ er$esem%ata# u#tu$

 er%artisi%asi se'ara %e#uh dalam $e&iata# $elas re&uler+ ta#%a mema#da#& $elai#a#+ ras+ atau $ara$teristi$ lai##-a.

2./ T$)$a" e"-*-*!a" *"!$&*

Pendidikan inklusi memberikan berbagai kegiatan dan $engalaman, sehingga semua sisa da$at ber$artisi$asi dan berhasil dalam kelas reguler yang ada di sekolah. )engan demikian kehadiran $endidikan inklusi ber$otensi mam$u memberikan kontribusi yang berarti bagi setia$ anak dengan segala keragamannya, terutama anak berkebutuhan khusus.

 Tu!uan $endidikan inklusi antara lain<

+. Men&i$takan dan membangun $endidikan yang berkualitas. . Men&i$takan dan men!aga komunitas kelas yang hangat,

menerima keanekaragaman, dan menghargai $erbedaan, men&i$takan suasana kelas yang menam$ung semua anak se&ara $enuh dengan menekankan suasana sosial kelas yang menghargai $erbedaan yang menyangkut

kemam$uan, kondisi 'sik, sosial ekonomi, suku, dan agama.

/. Memberikan kesem$atan yang sama ke$ada sisa agar mem$eroleh $endidikan yang sama dan terbaik bagi semua anak dan orang deasa yang memerlukan

(15)

?

yang se&ara 'sik dan $sikologis mem$eroleh hambatan dan kesulitan baik yang $ermanen mau$un sementara, dan bagi mereka yang ter$isahkan dan termar!inkan.

2. Pe"#e+aa" !ea& -aa% e"-*-*!a" *"!$&*

Guru memeri$a# materi -a#& sama $e%ada semua sis*a ta#%a

mem%ertima#&$a# %eredaa# i#diidual me#,adi me#&a,ar setia% a#a$ sesuai $eutuha# i#diidual#-a teta%i dalam setti#& $elas -a#& sama+ dari er%usat  %ada $uri$ulum me#,adi er%usat %ada a#a$ da# %eruaha#%eruaha#

lai##-a.

!m%leme#tasi %e#didi$a# i#$lusi dalam setting se$lah+ %erlu#-a ada%tasi $uri$ulum+ %eruaha# %e#didi$a# -a#& %te#sial+ $er,asama li#tas se$tral da# ada%tasi li#&$u#&a#. Se$lah -a#& i#$lusi adalah se$lah -a#& me#am%u#& semua murid di $elas -a#& sama. Se$lah i#i me#-edia$a#  %r&ram -a#& la-a$+ me#a#ta#&+ teta%i sesuai de#&a# $emam%ua# da#

$eutuha# setia% murid serta a#tua# da# du$u#&a# -a#& dieri$a# leh %ara &uru a&ar a#a$ erhasil. Selai# itu se$lah meru%a$a# tem%at setia%+ a#a$ u#tu$ diterima+ me#,adi a&ia# dari $elas terseut+ da# sali#& mema#tu de#&a# &uru da# tema# sea-a#-a+ mau%u# a#&&ta mas-ara$at lai# a&ar $eutuha# i#diidual#-a ter%e#uhi.

Pe#didi$a# i#$lusi dalam setting  %e#didi$a# i#$lusi di tatara# $elas me#u#tut ada#-a %emela,ara# -a#& er%usat %ada a#a$. Pe#didi$a# i#$lusi  erarti me#'i%ta$a# da# me#,a&a $mu#itas $elas -a#& ha#&at+ me#erima

$era&ama# da# me#&har&ai %eredaa#. Pe#didi$a# i#$lusi ,u&a me#u#tut  %e#era%a# $uri$ulum -a#& /le$siel. Pe#didi$a# i#$lusi ,u&a erarti

me#dr#& &uru sea&ai /asilitatr da# mela$u$a# %rses %emela,ara# da#  %e#&a,ara# -a#& $mu#i$ati/ da# i#tera$ti/+ me#dr#& ada#-a $er,asama tim

&uru.

Pe#didi$a# i#$lusi memu#&$i#$a# %e#-esuaia#%e#-esuaia# aha#  %ela,ara#+ ealuasi+ alat+ da# %e#ataa# li#&$u#&a# ela,ar a#a$. Pe#didi$a#

i#$lusi erarti me#dr#& ra#& tua u#tu$ terliat se'ara %ra$ti/ da#  erma$#a+ dalam %rses %ere#'a#aa# %e#didi$a#+ %e#&a,ara# da#  %emela,ara# a&i a#a$.

elas i#$lusi da%at meme#uhi $eutuha# i#diidu setia% a#a$ di dalam#-a+ a#a$ -a#& er$eutuha# $husus da# era$at a$a# me#da%at$a#

(16)

0

 %ela-a#a# -a#& terai$. Strate&i %emela,ara# -a#& di%a$ai dalam %e#didi$a# i#$lusi+ -aitu %emela,ara# $%erati/. Pe#&&u#aa# mdel %emela,ara# i#i dia#&&a% $ura#& memeri$a# ta#ta#&a# da# ha#-a me#,adi$a# a#a$ era$at sea&ai tutr a&i tema# sea-a#-a.

del %emela,ara# i#$lusi/ erarti me#'i%ta$a# da# me#,a&a $mu#itas $elas+ -a#& ha#&at+ me#erima $ea#e$ara&ama#+ da# me#&har&ai  %eredaa#. Guru mem%u#-ai ta#&&u#& ,a*a me#'i%ta$a# suasa#a $elas -a#&

me#am%u#& semua a#a$ se'ara %e#uh de#&a# me#e$a#$a# suasa#a ssial $elas -a#& me#&har&ai %eredaa# -a#& me#-a#&$ut $emam%ua#+ $#disi /isi$+ ssial e$#mi+ a&ama+ da# sea&ai#-a. De#&a# demi$ia# %e#&ellaa# $elas dalam %emela,ara# $elas -a#& mema#& heter&e# da# %e#uh de#&a#  %eredaa#%eredaa# i#diidual memerlu$a# %eruaha# $uri$ulum se'ara

me#dasar.

Guru di $elas i#$lusi se'ara $#siste# a$a# er&eser dari %emela,ara# -a#& $a$u+ erdasar$a# u$u te$s+ atau materi iasa $e %emela,ara# -a#&  a#-a$ meliat$a# ela,ar $%erati/+ temati$+ da# er%i$ir $ritis+ %eme'aha#

masalah+ da# asesme# se'ara aute#ti$.

Pe#didi$a# i#$lusi/ erarti me#u#tut %e#era%a# $uri$ulum -a#& multileel da# multimdalitas. elas -a#& i#$lusi erarti %emela,ara# tida$ la&i er%usat %ada $uri$ulum melai#$a# er%usat %ada a#a$+ de#&a#

$#se$ue#si erarti ada#-a /le$siilitas $uri$ulum da# %e#era%a# la-a#a#  %r&ram i#diidual atau %e#de$ata# %rses $elm%$ dalam im%leme#tasi

$uri$ulum -a#& multileel da# multimdalitas terseut.

Pe#didi$a# i#$lusi/ erarti me#-ia%$a# da# me#dr#& &uru u#tu$ me#&a,ar se'ara i#tera$ti/. Peruaha# dalam $uri$ulum er$aita# erat de#&a#  %eruaha# metde %emela,ara#. del $elas tradisi#al+ di ma#a sera#&

&uru se'ara se#diria# er,ua#& u#tu$ da%at meme#uhi $eutuha# semua a#a$ di $elas harus di&a#ti de#&a# mdel %emela,ara# dima#a muridmurid

 e$er,a sama+ sali#& me#&a,ar+ da# se'ara a$ti/ er%artisi%asi dalam  %e#didi$a##-a se#diri da# %e#didi$a# tema#tema##-a. aita# a#tara+

 %emela,ara#. $%erati/ da# $elas i#$lusi se$ara#& ,elas+ semua a#a$ erada di satu $elas u$a# u#tu$ er$m%etisi+ teta%i u#tu$ e$er,a sama da# sali#&  ela,ar dari -a#& lai#. #se% multiple intelligence (i#tele&e#si terdiri dari  era&ai dime#si) sa#&at te%at dalam im%li$asi#-a di $elas -a#& i#$lusi.

(17)

+-Sesera#& -a#& $uat di satu dime#si mu#&$i# lemah %ada dime#si lai#. De#&a# demi$ia#+ sera#& a#a$ tida$ a$a# selama#-a me#,adi tutr atau  %emimi#& tema#tema##-a+ suatu saat dia a$a# erali$ me#,adi a#a$ -a#&

memutuh$a# ra#& lai#.

Pe#didi$a# i#$lusi/ erarti meliat$a# ra#& tua se'ara erma$#a dalam %rses %ere#'a#aa#. Pe#didi$a# i#$lusi sa#&at er&a#tu#& $e%ada masu$a# ra#& tua %ada %e#didi$a# a#a$#-a+ misal#-a $eterliata# mere$a dalam %e#-usu#a# %r&ram %e#&a,ara# i#diidual.

2.7 I%*!a&* e"-*-*!a" *"!$&*

a. Se$lah uar 3iasa he#da$#-a teta% da%at di%ertaha#$a# da# dialih /u#&si$a# sea&ai

+. Se$lah %usat sumer %e#&ema#& %e#didi$a# i#$lusi/. Se$lah i#i da%at er/u#&si me#,adi se$lah %usat %elatiha# da# %usat sumer te#a&a teram%il a&i se$lahse$lah umum da# sea&ai %e#-edia du$u#&a# %r/esi#al a&i se$lahse$lah umum dalam meme#uhi $eutuha# %e#didi$a# $husus+

. Se$lah -a#& me#a#&a#i %eserta didi$ -a#& er$ara$teristi$ s%esi/i$ de#&a# mem%erhati$a# metde da# %r&ram %emela,ara# i#diidu sesuai de#&a# $eutuha# setia% %eserta didi$ melalui %e#de$ata# i#$lusi/.

b. 3a&i lema&alema&a %emeri#tah -a#& memeri$a# du$u#&a# %ela-a#a# dalam %e#didi$a# i#$lusi/ (se%erti De%arteme# %e#didi$a# Nasi#al+ da# Pemeri#tah Daerah) se-&ia#-a mam%u me#&eluar$a# $ei,a$a#

$ei,a$a# ssial se%erti me#i#&$at$a# i#te&rasi da# %artisi%asi serta memera#&i e$s$lusi/ ($eter%isaha#). eih la#,ut di%erhati$a# ti#,aua# $husus u#tu$ merma$ e#tu$e#tu$ lema&a -a#& $husus da# stru$tur admi#istrasi -a#& da%at memeri$a# %ela-a#a# la#&su#& er$aita# de#&a#  %e#didi$a# i#$lusi/.

&. 3a&i &uru %e#didi$a# luar iasa atau &uru $husus da# &uru $u#,u#& he#da$#-a da%at mem/u#&si$a# diri#-a sea&ai &uru sumer+ da# &uru metde %emela,ara# i#$lusi/. Pada %ela$sa#aa##-a &uru i#i me#,adi -a#& da%at er$larasi de#&a# &uru $elas umum -a#& erta#&&u#& ,a*a u#tu$ memi#a &uru $elas umum dalam u%a-a me#i#&$at$a# strate&i da# $e&iata#$e&iata# -a#& da%at me#du$u#& %e#didi$a# i#$lusi a&i a#a$

(18)

++

 er$eutuha# $husus di $elas umum. Guru sema'am i#i harus mam%u me#'i%ta$a# era&ai $e&iata# -a#& $esemua#-a meru%a$a# u%a-a mema#tu &uru $elas dalam meme'ah$a# %ermasalaha# da# mam%u  e$er,a sema$simal mu#&$i# mela$u$a# $e&iata# la-a#a#%emela,ara#.

u#&si &uru sumer da# &uru metde %emela,ara# i#$lusi/ a#tara lai# sea&ai

+. Pe#&ema#& %ere#'a#aa# %emela,ara#+ .  %e#&ema#& im%leme#tasi+

/. itra $er,a &uru $elas umum -a#& mam%u mela$u$a# assesment. 1. e#a&a %e#didi$ -a#& mam%u mela$u$a# m#itri#& %r&ram+

2. Ora#& -a#& tida$ melalai$a# $mu#i$asi da# huu#&a# de#&a# %iha$  %iha$ lai#+

(19)

BAB III

PENUTUP

(.1 S*%$a"

+. Mun&ulnya diskriminasi terhada$ $enyandang &a&at

men!adi faktor yang melatar belakangi $endidikan inklusi. . Pe#didi$a# i#$lusi adalah %e#didi$a# u#tu$ me#erima %eredaa# a#a$

-a#& heter&e# dita#&a#i leh te#a&a+ dari era&ai %r/esi sea&ai satu tim+ sehi#&&a $eutuha# i#diidual setia% a#a$ da%at ter%e#uhi.

/. Dasar hu$um %e#-ele#&&araa# %e#didi$a# i#$lusi adalah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor - Tahun --0

tentang $enyelenggaraan $endidikan inklusi Pasal + dan UU No - Tahun --/ Pasal 2.

1. Makna $endidikan inklusi adalah baha lingkungan kelas atau sekolah mam$u memberikan rasa senang, menerima, ramah, bersahabat, $eduli, men&intai, menghargai, serta hidu$ dan bela!ar dalam kebersamaan.

2. Tu!uan $endidikan inklusi adalah memberikan kesem$atan yang sama ke$ada sisa agar mem$eroleh $endidikan yang sama dan terbaik bagi semua anak tan$a

memandang 'sik mau$un mental sisa yang berbeda.

6. !m%leme#tasi %e#didi$a# i#$lusi dalam setting se$lah+ %erlu#-a ada%tasi $uri$ulum+ %eruaha# %e#didi$a# -a#& %te#sial+ $er,asama li#tas

se$tral da# ada%tasi li#&$u#&a#

. !m%li$asi %e#didi$a# i#$lusi adalah se$lahse$lah umum da%at meme#uhi $eutuha# %e#didi$a# $husus+ se$lah -a#& me#a#&a#i  %eserta didi$ -a#& er$ara$teristi$ s%esi/i$ de#&a# mem%erhati$a#

metde da# %r&ram %emela,ara# i#diidu sesuai de#&a# $eutuha# setia% %eserta didi$ melalui %e#de$ata# i#$lusi/+ da# lema&a %emeri#tah se-&ia#-a mam%u me#&eluar$a# $ei,a$a#$ei,a$a# ssial se%erti

me#i#&$at$a# i#te&rasi da# %artisi%asi serta memera#&i e$s$lusi/ ($eter%isaha#).

(20)

(.2 Sara"

"aran $enulis ke$ada $emba&a agar mam$u

menghilangkan sika$ diskriminatif dan menghina anak yang memiliki ke&a&atan 'sik mau$un mental dan mam$u

menerima keberadaan $enyandang disabilitas.

"aran $enulis ke$ada $ara $endidik agar mam$u menangani dan mam$u membela!arkan sisanya yang

mengalami kesulitan dalam bela!ar akibat disabilitas mau$un karena kesulitan bela!ar yang tem$oral.

(21)

DAFTAR RUUKAN

Bahrul, Alam. -+6. Memaknai Pendidikan Inklusi. 9online:.

9htt$<;;bahrulalam.eblog.esaunggul.a&.id;-+6;-1;-+;me maknai*$endidikan*inklusi;5

g&lidCPD2EFyyN%CdC4aAodCm?%)A diakses tanggal 0 Maret -+:

irdaus, @ndi. -+-. Pendidikan Inklusi dan Implementasinya di Indonesia. 9online:.

9htt$<;;'le.u$i.edu;)irektori;P%P";MEKE)EU;+02-/-/+0?? -/+*

@N)%"E%G)AU";MakalahE$roEinternet;+nklsE"eminar.$df  diakses tanggal 0 Maret -+:

 "unaryo. --0. Manajemen Pendidikan Inklusif: Konsep, Kebijakan, Dan Implementasinya Dalam Perspektif Pendidikan Luar Biasa. 9online:.

9htt$<;;'le.u$i.edu;)irektori;%P;HUG.EP@N).E(UAGEB%A"A;+0 26-+0?2-/+*"UNAGY8;MakalahE%nklusi.$df  diakses tanggal 2 Maret -+:

"ugiarmin, Mohamad.. --0. Pendidikan Inklusi. 9online:.

9htt$<;;'le.u$i.edu;)irektori;%P;HUG.EP@N).E(UAGEB%A"A;+0 21-2+0?-/+*

M84AMA)E"UI%AGM%N;P@N)%)%KANE%NK(U"%.$df  diakses tanggal  Maret -+:

Referensi

Dokumen terkait

Pendidikan IPS bersumber pada (a) disiplin ilmu-ilmu social, humaniora dan kegiatan dasar manusia, (b) Ilmu Pengetahuan alam untuk metode berpikir; (c) disiplin Ilmu

Joni (1984), memandang disamping hal tersebut, dalam bagian ini perlu ada rasionel, yang berisi: (a) gambaran umum isi paket belajar, yang dipetik dari isi

tahap II akan mengikuti seleksi terdiri atas 20 orang dari guru ikan inklusif di Jawa Barat a Kuliah bagi 20 orang yang dari sekolah penyelenggaran asiswa yang

Melaksanakan Kode Etik Guru, sebagai jabatan profesional guru dituntut untuk memiliki kode etik, seperti yang dinyatakan dalam Konvensi Nasional Pendidikan I tahun 1988, bahwa

Pendekatan kontekstual berbasis alam yang diterapkan dalam penelitian ini efektif dalam meningkatkan pemahaman kimia dan sikap ilmiah peserta didik, karena : (a)

Pemerintah dan masyarakat dapat memperkuat upaya perlindungan hak-hak penyandang disabilitas dengan mengadopsi perspektif Sila Kelima Pancasila. Sebab, prinsip keadilan sosial menjadi landasan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh negara Indonesia. Semangat keadilan sosial dalam penerapan nilai-nilai Pancasila tercermin dalam kesetaraan, pengakuan hak, dan partisipasi penuh penyandang disabilitas di segala bidang kehidupan. Dalam perspektif Sila Kelima Pancasila, sekolah inklusif berfungsi sebagai sarana untuk mengamalkan prinsip keadilan sosial dan memberikan layanan pendidikan kepada anak penyandang disabilitas, tanpa memandang kondisi fisik, intelektual, sosial, emosional, atau lainnya. Gagasan ini menegaskan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama atas pendidikan yang bebas dari diskriminasi. Pembelajaran, pengajaran, kurikulum, sarana dan prasarana, serta sistem penilaian, semuanya diciptakan dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Hal ini untuk memastikan mereka dapat menyesuaikan diri dan mendapatkan pendidikan terbaik berdasarkan kemampuan unik mereka. Sekolah inklusif tidak hanya memperhatikan berbagai keadaan siswanya, tetapi juga memperlakukan mereka dengan layak, memperhatikan minat, jiwa, serta aspek masyarakat dengan segala kreatifitas, empati, dan pemberdayaan