• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah pendidikan inklusif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah pendidikan inklusif"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

A.

A.

Latar Belakang

Latar Belakang

Pen

Pendidik

didikan

an inklu

inklusi

si meru

merupaka

pakan

n seseu

seseuatu

atu yang

yang baru di

baru di

dun

dunia

ia pen

pendid

didik

ikan

an Ind

Indone

onesia

sia.

. Ist

Istila

ilah

h  pendidikan

 pendidikan inklusif 

inklusif   atau

  atau

inklusi

inklusi,

, m

mu

ulla

ai

i m

me

en

ng

ge

em

mu

uk

ka

a s

se

ejja

ak

k tta

ah

hu

un

n 1

19

99

90

0,

, k

ke

ettiik

ka

a

ko

konfe

nfere

rensi

nsi dun

dunia

ia ten

tentan

tang

g pen

pendid

didik

ikan

an unt

untuk

uk sem

semua,

ua, yan

yang

g

diter

diterusk

uskan dengan

an dengan per

pernyataa

nyataan

n tenta

tentang pendidik

ng pendidikan

an inklu

inklusif 

sif 

pada tahun 1994.

pada tahun 1994.

P

Pen

endi

didi

dik

kan

an kh

khu

usu

sus

s

m

mer

erup

upak

akan

an p

pen

end

did

idik

ikan

an y

yan

ang

g

di

dipe

peru

runt

ntuk

ukan

an b

bag

agi

i pe

pese

sert

rta

a di

didi

dik

k ya

yang

ng me

memi

mili

liki

ki ti

ting

ngk

kat

at

k

kes

esul

ulit

itan

an da

dala

lam

m me

meng

ngik

ikut

uti

i pr

pros

oses

es pe

pemb

mbela

elaja

jara

ran

n k

kar

aren

ena

a

memili

memiliki

ki ke

kelainan sik,

lainan sik, emosi

emosional,

onal, ment

mental,

al, sosi

sosial,

al, dan/

dan/atau

atau

memiliki potensi

memiliki potensi keer

keerdasan dan bakat istime!a.

dasan dan bakat istime!a. "leh karena

"leh karena

itu

itu,

, unt

untuk

uk men

mendor

dorong

ong k

kema

emampu

mpuan

an pem

pembel

belaja

ajaran

ran mer

merek

eka

a

dib

dibutu

utuhk

hkan

an lin

lingk

gkung

ungan

an bel

belaja

ajar

r yan

yang

g k

kond

ondusi

usif,

f, bai

baik

k tem

tempat

pat

belajar, metoda, sistem penilaian, sarana dan

belajar, metoda, sistem penilaian, sarana dan prasarana serta

prasarana serta

ya

yang

ng ti

tida

dak

k k

kal

alah

ah pe

pent

ntin

ingn

gnya

ya ad

adal

alah

ah te

ters

rsed

edia

iany

nya

a me

medi

dia

a

pendidikan yang memadai sesuai dengan kebutuhan peserta

pendidikan yang memadai sesuai dengan kebutuhan peserta

didik.

didik.

#

#e

eiirriin

ng

g

de

d

en

ng

ga

an

n

p

pe

errjja

alla

an

na

an

n

k

ke

eh

hiid

du

up

pa

an

n

s

so

os

siia

all

ber

bermas

masyar

yarak

akat,

at, ada

ada pan

pandan

dangan

gan bah

bah!a

!a mer

merek

eka

a ana

anak$a

k$anak

nak

pe

peny

nyan

anda

dang

ng dissabilitas

dissabilitas dia

diangg

nggap

ap seb

sebaga

agai

i sos

sosok

ok ind

indi%id

i%idu

u

yang tidak berguna, bahkan perlu diasingkan. &amun, seiring

yang tidak berguna, bahkan perlu diasingkan. &amun, seiring

de

deng

ngan

an pe

perk

rkem

emba

bang

ngan

an pe

pera

rada

daba

ban

n ma

manu

nusi

sia,

a, pa

pand

ndan

anga

gan

n

tersebut mulai berbeda. 'eberadaannya mulai dihargai dan

tersebut mulai berbeda. 'eberadaannya mulai dihargai dan

memiliki hak yang sama seperti anak normal lainnya. (al ini

memiliki hak yang sama seperti anak normal lainnya. (al ini

sesuai dengan apa yang diharapkan dalam )ndang$)ndang

sesuai dengan apa yang diharapkan dalam )ndang$)ndang

*asar 194+ Pasal 1 ayat 1 dan )ndang$)ndang &omor -0

*asar 194+ Pasal 1 ayat 1 dan )ndang$)ndang &omor -0

 

 ahun

ahun -00

-00 tentang

tentang #istem

#istem Pendidik

Pendidikan

an &asional

&asional dapat

dapat

disimpulkan bah!a &egara memberikan jaminan sebenarnya

disimpulkan bah!a &egara memberikan jaminan sebenarnya

(2)

kepada anak$anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh

kepada anak$anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh

layan

layanan

an pendi

pendidika

dikan

n yang

yang berk

berkualit

ualitas.

as. (al

(al ini

ini menun

menunjukk

jukkan

an

ba

bah!

h!a

a an

anak

ak$a

$ana

nak

k be

berk

rkeb

ebut

utuh

uhan

an kh

khus

usus

us me

mend

ndap

apat

atk

kan

an

kes

kesempat

empatan

an yang

yang sama

sama deng

dengan

an anak$

anak$anak

anak nor

normal

mal lainn

lainnya

ya

da

dala

lam

m pe

pend

ndid

idik

ikan

an.

. (a

(any

nya

a sa

saja

ja,

, ji

jik

ka

a di

diti

tinj

njau

au da

dari

ri su

sudu

dutt

pandang pendidikan, karena karakteristiknya yang berbeda

pandang pendidikan, karena karakteristiknya yang berbeda

den

dengan

gan ana

anak

k nor

normal

mal pad

pada

a umu

umumny

mnya

a men

menyeb

yebabk

abkan

an dal

dalam

am

pr

pros

oses

es pe

pend

ndid

idik

ikan

anny

nya

a

me

merrek

eka

a

me

memb

mbut

utuh

uhk

kan

an la

laya

yana

nan

n

pendekatan dan metode yang berbeda dengan pendekatan

pendekatan dan metode yang berbeda dengan pendekatan

khusus

khusus

P

Pem

emer

erin

inta

tah

h se

seba

baga

gai

i fa

fakt

ktor

or ut

utam

ama

a da

dala

lam

m me

memb

mbua

uatt

k

ke

eb

bij

ija

ak

ks

sa

an

na

aa

an

n

p

pe

en

nd

diidi

dik

ka

an

n

m

me

en

ng

gu

up

pa

ay

ya

ak

ka

an

n

p

prro

og

grra

am

m

pemerataan pendidikan dengan penyelenggaraan pendidikan

pemerataan pendidikan dengan penyelenggaraan pendidikan

in

inkl

klus

usif

if.

. P

Pen

endi

didi

dika

kan

n in

inkl

klus

usif

if ad

adal

alah

ah su

suat

atu

u k

keb

ebij

ijak

aksa

sana

naan

an

pe

peme

meri

rint

ntah

ah da

dala

lam

m me

meng

ngup

upay

ayak

akan

an pe

pend

ndid

idik

ikan

an ya

yang

ng bi

bisa

sa

di

dini

nikm

kmat

ati

i ol

oleh

eh se

seti

tiap

ap !

!ar

arga

ga ne

nega

gara

ra ag

agar

ar me

memp

mper

erol

oleh

eh

pendid

pendidikan

ikan tanpa me

tanpa memand

mandang an

ang anak berk

ak berkebutu

ebutuhan khu

han khusus

sus

da

dan

n an

anak

ak no

norrma

mal

l ag

agar

ar bi

bisa

sa be

bers

rsek

ekol

olah

ah da

dan

n me

memp

mper

erol

oleh

eh

pen

pendid

didik

ikan

an yan

yang

g lay

layak

ak dan

dan ber

berku

kuali

alitas

tas unt

untuk

uk mas

masa

a dep

depan

an

hidupnya.

hidupnya.

uan

uang

g ling

lingku

kup

p med

media

ia pen

pendid

didik

ikan

an ink

inklus

lusif

if seb

sebaik

aikny

nya

a

me

men

nak

akup

up se

semu

mua

a je

jeni

nis

s me

medi

dia

a pe

pend

ndid

idik

ikan

an un

untu

tuk

k se

semu

mua

a

pe

pese

sert

rta

a di

didi

dik

k ter

terma

masu

suk

k di

dida

dala

lamn

mnya

ya an

anak

ak be

berk

rkeb

ebut

utuh

uhan

an

kh

khus

usus

us,

,

se

sepe

pert

rti

i

un

unan

anet

etra

ra,

,

un

unar

arun

ungu

gu,

,

un

unag

agra

rahi

hita

ta,,

 

 unadaksa,

unadaksa, 

unalaras,

unalaras, 

una

una iara,

iara, 

unaganda,

unaganda, (I2/3I*#,

(I2/3I*#,

ifet

ifeted,

ed, 

alent

alented,

ed, '

'esulit

esulitan

an 5elaj

5elajar,

ar, 6amb

6amban

an 5elaj

5elajar,

ar, 3utis

3utis,,

'

'o

orrb

ba

an

n

P

Pen

eny

ya

alla

ah

hg

gu

un

na

aa

an

n

&ar

&

ark

ko

ob

ba

a,

,

IIn

nd

diig

go

o,

,

d

da

an

n

lla

aiin

n

sebagainya.

sebagainya.

'hu

'husus

sus unt

untuk

uk pem

pembel

belaja

ajaran

ran 7IP

7IP3,

3, mem

memang

ang tid

tidakl

aklah

ah

mud

mudah

ah men

mengaj

gajark

arkan

an dan

dan men

mengap

gaplik

likasi

asika

kan

n k

kons

onsep$

ep$ko

konse

nsep

p

materi pada anak yang berkebutuhan khusus atau memiliki

materi pada anak yang berkebutuhan khusus atau memiliki

(3)

-bakat istime!a. etapi hal itu bukan berarti mata pelajaran

7IP3 tidak dapat diberikan kepada mereka.

*engan dilatarbelakangai hal tersebut maka dirasa

perlu untuk mempelajari lebih mendalam tentang kajian

pendidikan inklusif khususnya pada mata pelajaran 7IP3.

B.

Rumusan Masalah

5erdasarkan latar belakang tersebut diatas, dapat

dirumuskan permasalahan sebagai berikut

1.

3pa pengertian pendidikan inklusif8

2.

3pa landasan pendidikan inklusif8

3.

3pa tujuan pendidikan inklusif8

4.

3pa prinsip$prinsip pendidikan inklusif8

5.

3pa manfaatnya pendidikan inklusif8

6.

5agaimana pembelajaran pendidikan inklusif8

7.

5agaimana ara mengaplikasikan pembelajaran 7IP3 pada

konsep pendidikan inklusif8

C.

Tujuan Penulisan Makalah

 ujuan penulisan makalah ini adalah sbagai berikut

1.

)ntuk mengetahui pengertian pendidikan inklusif.

2.

)ntuk mengetahui landasan pendidikan inklusif.

3.

)ntuk mengetahui tujuan pendidikan inklusif.

4.

)ntuk mengetahui prinsip$prinsip pendidikan inklusif.

5.

)ntuk mengetahui fator$faktor keberhasilan pendidikan

inklusif 

6.

)ntuk mengetahui manfaat pendidikan inklusif 

7.

)ntuk mengetahui bentuk kurikulum dan model

pendidikan inklusif 

8.

)ntuk mengetahui ara mengaplikasikan pembelajaran

7IP3 menggunakan pendidikan inklusif.

D.

Manfaat Penulisan Makalah

1.

5agi penulis

5agi penulis dengan dibuatnya makalah ini dapat lebih

memahami tentang pendidikan inklusif, dan penulis dapat

(4)

mengaplikasikannya dalam bentuk nyata apabila terdapat

dalam kelas penulis ada anak yang mempunyai kebutuhan

khusus.

2.

5agi pembaa

Pembaa dapat mengetahui tentang moti%asi dan

membangkitkan belajar dan dapat memilih suatu

pendekatan yang tepat untuk pembelajaran.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Peniikan Inklusif 

*enisi pendidikan inklusif terus menerus berkembang

sejalan dengan semakin mendalamnya renungan orang

terhadap praktik yang ada. ika pendidikan inklusif ingin tetap

menjadi ja!aban yang nyata dan berharga untuk mengatasi

tentang pendidikan dan hak asasi manusia. 3khirnya denisi

pendidikan inklusif hanya berupa %ersi lain dari pendidikan

luar biasa untuk anak berkebutuhan khusus.

5eberapa denisi pendidikan inklusif yaitu sebagai

berikut

1. Menurut Hildegun Olsen (Tarmansyah, 200782!, "engertian "endidi#an in#lusi$ adalah se#%lah harus menga#%m%dasi semua ana# tan"a memandang #%ndisi $isi#, intele#tual, s%sial em%si%nal, linguisti# atau #%ndisi lainnya. &ni harus men'a#u" ana#ana# "enyandang 'a'at,

(5)

 )er)a#at. *na#ana# +alanan dan "e#er+a ana# )erasal dari "%"ulasi ter"en'il atau )er"indah"indah. *na# yang )erasal dari "%"ulasi etnis min%ritas, linguisti#, atau )udaya dan ana#ana# dari area atau #el%m"%#  yang #urang )eruntung atau terma+inalisasi.

2. Menurut (ay -e#eh Marthan, 2007145! /engertian "endidi#an in#lusi$ adalah se)uah "elayanan "endidi# an )agi "eserta didi# yang mem"unyai #e)utuhan "endidi#an #husus di se#%lah regular ( , M/, M, dan M-! yang terg%l%ng luar )iasa )ai# dalam arti #elainan, lam)an )ela+ar mau"un )er#esulitan )ela+ar lainnya.

3. Menurut tau) dan /e'# (Tarmansyah, 200783!, "engertian "endidi#an in#lusi adalah "enem"atan ana# )er#elainan ringan, sedang dan )erat se'ara "enuh di #elas. Hal ini menun+u#an #elas regular meru"a#an tem"at )ela+ar yang relean )agi ana#ana# )er#elainan, a"a"un +enis #elainanya.

4. /endidi#an in#lusi menurut (a"%nhein dalam Oeil, 14! adalah sistem layanan "endidi#an yang mensyarat#an ana# )er#e)utuhan #husus  )ela+ar di se#%lahse#%lah terde#at di #elas )iasa )ersama temanteman

seusianya.

5. e#%lah in#lusi menurut (tain)a'#,180! adalah se#%lah yang menam"ung semua murid di #elas yang sama. e#%lah ini menyedia#an  "r%gram "endidi#an yang laya#, menantang, teta"i disesuai#an dengan #emam"uan dan #e)utuhan setia" murid mau"un )antuan dan du#ungan yang da"at di)eri#an %leh "ara guru, agar ana#ana# )erhasil.

Indonesia dan dunia memiliki banyak keberagaman.

#eperti yang kita tahu negeri ini kaya akan suku, bangsa dan

bahasa, itu salah satu ontoh keberagaman. :ontoh lain ada

pribadi yang ;lengkap<, dalam artian memiliki dua mata, satu

hidung, dua telinga, satu mulut, dua tangan, dua kaki dan

anggota = anggota tubuh lain yang berfungsi dengan baik.

 etapi ada juga pribadi yang berbeda dengan kita >manusia

mayoritas?, yaitu tuna rungu, tuna !iara, tidak punya kaki,

lumpuh >difable?, dll. @ang saya tekankan disini, mereka tidak

(6)

aat A 7ereka hanya berbeda, ya hanya berbeda dengan

orang kebanyakan.

;:oba bayangkan kalau di dunia ini semua orang berkaki

satu, berarti kalau kita mempunyai dua kaki, kita dianggap

aat. Padahal sesungguhnya kita tidak aat, hanya

berbeda<.

*ari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan

bah!a pendidikan inklusif adalah pelayanan pendidikan untuk

peserta didik yang berkebutuhan khusus tanpa memandang

kondisi sik, intelektual, soial emosional, linguisti atau

kondisi lainnya untuk bersama$sama mendapatkan pelayanan

pendidikan di sekolah regular.

B.

Lanasan Peniikan Inklusif 

1. Landasan Filosofis

e'ara $il%s%$is, "enyelenggaraan "endidi#an in#lusi$ da"at di+elas#an se)agai )eri#ut

1. angsa &nd%nesia adalah )angsa yang )er)udaya dengan lam)ang negara urung aruda yang )erarti )hine#a tunggal i#a. -eragaman dalam etni#, diale#, adat istiadat, #eya#inan, tradisi, dan  )udaya meru"a#an #e#ayaan )angsa yang teta" men+un+ung tinggi  "ersatuan dan #esatuan dalam egara -esatuan 9e"u)li# &nd%nesia

(-9&!.

2. /andangan *gama (#hususnya &slam! antara lain ditegas#an )ah:a  (1! manusia dilahir#an dalam #eadaan su'i, (2! #emuliaan sese%rang di hada"an Tuhan (*llah! )u#an #arena $isi# teta"i ta;:anya, (3! *llah tida# a#an meru)ah nasi) suatu #aum #e'uali #aum itu sendiri (4! manusia di'i"ta#an )er)eda)eda untu# saling silaturahmi (<in#lusi$!.

3. /andangan uniersal Hak azasi manusia, menyata#an )ah:a setia" manusia mem"unyai ha# untu# hidu" laya#, ha# "endidi#an, ha#  #esehatan, ha# "e#er+aan.

(7)

2. Landasan Yuridis

1.  145 (*mandemen! /s. 31 (1! )er)unyi <etia" :arga negara  )erha# menda"at "endidi#an. *yat (2! etiaa" :arga negara :a+i)

mengi#uti "endidi#an dasar dan "emerintah :a+i) mem)iayainya. 2.  %. 23 Tahun 2002 tentang /erlindungan *na#, /s. 48

</emerintah :a+i) menyelenggara#an "endidi#an dasar minimal  (sem)ilan! tahun untu# semua ana#. /s. 4 egara, /emerintah, -eluarga, dan Orangtua :a+i) mem)eri#an #esem"atan yang seluas luasnya #e"ada ana# untu# mem"er%leh "endidi#an.

3.  %. 20 Tahun 2003 tentang istem /endidi#an asi%nal. /s. 5 ayat (1! <etia" :arga negara mem"unyai ha# yang sama untu#  mem"er%leh "endidi#an yang )ermutu. *yat (2! =arganegara yang memili#i #elainan $isi#, em%si%nal, mental, intele#tual dan>atau s%sial )erha# mem"er%leh "endidi#an #husus. *yat (3! <=arga negara di daerah ter"en'il atau ter)ela#ang serta masyara#at adat yang ter"en'il )erha# mem"er%leh "endidi#an layanan #husus. *yat (4! <=arga negara yang memili#i "%tensi #e'erdasan dan )a#at istime:a )erha# mem"er%leh "endidi#an #husus. /asal 11 ayat (1! dan (2! </emerintah dan "emerintah daerah :a+i) mem)eri#an layanan dan #emudahan, serta men+amin terselenggaranya  "endidi#an yang )ermutu )agi setia" :arga negara tan"a

dis#riminasi.

</emerintah dan "emerintah daerah :a+i) men+amin tersedianya dana guna terselenggaranya "endidi#an )agi setia" :arga negara yang  )erusia tu+uh sam"ai dengan lima )elas tahun. /asal 12 ayat (1! <etia" "eserta didi# "ada setia" satuan "endidi#an )erha#  menda"at#an "elayanan "endidi#an sesuai dengan )a#at, minat dan #emam"uannya (1.)!. etia" "eserta didi# )erha# "indah #e "r%gram  "endidi#an "ada +alur dan satuan "endidi#an lain yang setara (1.e!. /asal 32 ayat (1! </endidi#an #husus meru"a#an "endidi#an )agi  "eserta didi# yang memili#i ting#at #esulitan dalam mengi#uti "r%ses  "em)ela+aran #arena #elainan $isi#, em%si%nal, mental, s%sial, dan>atau

(8)

memili#i "%tensi #e'erdasan dan )a#at istime:a. *yat (2! </endidi#an layanan #husus meru"a#an "endidi#an )agi "eserta didi# di daerah ter"en'il atau ter)ela#ang, masyara#at adat ter"en'il, dan>atau mengalami )en'ana alam, )en'ana s%sial, dan tida# mam"u dari segi e#%n%mi. alam "en+elasan /asal 15 alinea tera#hir di+elas#an )ah:a </endidi#an #husus meru"a#an "enyelenggaraan "endidi#an untu#   "eserta didi# yang )er#elainan atau "eserta didi# yang memili#i

#e'erdasan luar )iasa yang diselenggara#an se'ara inklusif  atau  )eru"a satuan pendidikan khusus "ada ting#at "endidi#an dasar dan menengah. /asal 45 ayat (1! <etia" satuan "endidi#an $%rmal dan n%n $%rmal menyedia#an sarana dan "rasarana yang memenuhi #e"erluan  "endidi#an sesuai dengan "ertum)uhan dan "er#em)angan "%tensi $isi#, #e'erdasan intele#tual, s%sial, em%si%nal, dan #e+i:aan "eserta didi#.

1. /eraturan /emerintah %. 1 tahun 2005 tentang tandar asi%nal /endidi#an. /asal 2 ayat (1! ing#ungan tandar asi%nal /endidi#an meli"uti tandar isi, tandar "r%ses, tandar #%m"etensi lulusan, tandar "endidi# dan #e"endidi#an, tandar sarana  "rasarana, tandar "engel%laan, tandar "em)iayaan, dan tandar   "enilaian "endidi#an. alam // %. 1>2005 terse)ut +uga

di+elas#an )ah:a satuan "endidi#an #husus terdiri atas , M/ dan M*.

2. urat ?daran ir+en i#dasmen e"di#nas %. 380>@.@6>M>2003 tanggal 20 Aanuari 2003 /erihal /endidi#an &n#lusi$ menyeelenggara#an dan mengem)ang#an di setia" -a)u"aten>-%ta se#urang#urangnya 4 (em"at! se#%lah yang terdiri dari , M/, M*, dan M-.

3. Landasan Empiris

1. e#larasi Ha# *sasi Manusia, 148 ( Declaration of Human Rights!, 2. -%nensi Ha# *na#, 18 (Convention on the Rights of the Child !, 3. -%n$erensi unia tentang /endidi#an untu# emua, 10 (World 

Conference on Education for All !,

(9)

4. 9es%lusi / n%m%r 48>6 tahun 13 tentang /ersamaan -esem"atan )agi Orang er#elainan (the standard rules on the equalization of opportunities for persons with disailities!

5. /ernyataan alaman'a tentang /endidi#an &n#lusi, 14 ("he #alamanca #tatement on $nclusive Education !,

6. -%mitmen a#ar mengenai /endidi#an untu# emua, 2000 ("he  Dakar Commitment on Education for All!% dan

7. e#larasi andung (2004! dengan #%mitmen B&nd%nesia menu+u  "endidi#an in#lusi$C,

8. 9e#%mendasi u#ittinggi (2005!, )ah:a "endidi#an yang in#lusi$  dan ramah terhada" ana# sey%gyanya di"andang se)agai

(1! e)uah "ende#atan terhada" "ening#atan#ualitas se#%lah se'ara menyeluruh yang a#an men+amin )ah:a strategi nasi%nal untu# <"endidi#an untu# semua adalah )enar)enar  untu# semua

(2! e)uah 'ara untu# men+amin )ah:a semua ana# mem"er%leh  "endidi#an dan "emeliharaan yang )er#ualitas di dalam #%munitas tem"at tinggalnya se)agai )agian dari "r%gram  "r%gram untu# "er#em)angan usia dini ana#, "ra se#%lah,  "endidi#an dasar dan menengah, terutama mere#a yang "ada saat ini masih )elum di)eri #esem"atan untu# mem"er%leh  "endidi#an di se#%lah umum atau masih rentan terhada"

marginalisasi dan e#s#lusi dan

(3! e)uah #%ntri)usi terhada" "engem)angan masyara#at yang menghargai dan mengh%rmati "er)edaan indiidu semua :arga negara.

isam"ing itu +uga menye"a#ati re#%mendasi )eri#ut ini untu# le)ih mening#at#an #ualitas sistem "endidi#an di *sia dan )enua)enua lainnya (1! &n#lusi sey%gyanya di"andang se)agai se)uah "rinsi" $undamental yang

mendasari semua #e)i+a#an nasi%nal

(2! -%nse" #ualitas sey%gyanya di$%#us#an "ada "er#em)angan nasi%nal, em%si dan $isi#, mau"un "en'a"aian a#ademi# lainnya

(10)

(3! istem asesmen dan ealuasi nasi%nal "erlu direisi agar sesuai dengan  "rinsi""rinsi" n%ndis#riminasi dan in#lusi serta #%nse" #ualitas

se)agaimana telah dise)ut#an di atas

(4! Orang de:asa sey%gyanya menghargai dan mengh%rmati semua ana#, tan"a memandang "er)edaan #ara#teristi# mau"un #eadaan indiidu, serta seharusnya "ula mem"erhati#an "andangan mere#a

(5! emua #ementerian sey%gyanya )er#%%rdinasi untu# mengem)ang#an strategi )ersama menu+u in#lusi

(6! emi men+amin "endidi#an untu# emua melalui #erang#a se#%lah yang ramah terhada" ana# (9*!, ma#a masalah n%ndis#riminasi dan in#lusi harus diatasi dari semua dimensi 9*, dengan u"aya )ersama yang ter#%%rdinasi antara lem)agalem)aga "emerintah dan n%n"emerintah, d%n%r, masyara#at, )er)agai #el%m"%# l%'al, %rang tua, ana# mau"un se#t%r s:asta

(7! emua "emerintah dan %rganisasi internasi%nal serta %rganisasi n%n  "emerintah, sey%gyanya )er#%la)%rasi dan )er#%%rdinasi dalam setia" u"aya untu# men'a"ai #e)erlangsungan "engem)angan masyara#at in#lusi$ dan ling#ungan yang ramah terhada" "em)ela+aran )agi semua ana# 

(8! /emerintah sey%gyanya mem"ertim)ang#an im"li#asi s%sial mau"un e#%n%mi )ila tida# mendidi# semua ana#, dan %leh #arena itu dalam Mana+emen istem &n$%rmasi e#%lah harus men'a#u" semua ana# usia se#%lah

(! /r%gram "endidi#an "ra+a)atan mau"un "endidi#an dalam +a)atan guru sey%gyanya direisi guna mendu#ung "engem)angan "ra#te# in#lusi se+a# "ada ting#at usia "rase#%lah hingga usiausia di atasnya dengan mene#an#an "ada "emahaman se'ara h%listi# tentang "er#em)angan dan  )ela+ar ana# termasu# "ada interensi dini

(10! /emerintah ("usat, "r%"insi, dan l%'al! dan se#%lah sey%gyanya mem)angun dan memelihara dial%g dengan masyara#at, termasu# %rang tua, tentang nilainilai sistem "endidi#an yang n%ndis#riminati$ dan in#lusi$ 

C.

Tujuan Peniikan Inklusif 

(11)

Pendidikan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia

untuk menjamin keberlangsungan hidupnya agar lebih

bermartabat. 'arena itu &egara memiliki ke!ajiban untuk

memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu kepada

setiap !arganya tanpa terkeuali termasuk mereka yang

memiliki perbedaan kemampuan >difabel? seperti yang

tertuang dalam ))* 194+ pasal 1 ayat 1.

3nak$anak yang memiliki perbedaan kemampuan

>difabel? disediakan fasilitas pendidikan khusus disesuaikan

fasilitas dengan derajat dan jenis difabelnya yang disebut

dengan sekolah luar biasa >#65?. #eara tidak disadari system

pendidikan #65 membangun tembok eksklusisme bagi anak$

anak yang berkebutuhan khusus. embok eksklusisme

tersebut selama ini tidak disadari telah menghambat proses

saling mengenal antara anak$anak difabel dengan anak$anak

non$difabel. 3kibatnya dalam interaksi soial dimasyarakat

kelompok difabel menjadi komunitas yang tereliminasi dari

dinamika soial masyarakat.

Masyara#at men+adi tida# a#ra) dengan #ehidu"an #el%m"%# di$a)el. ementara #el%m"%# di$a)el sendiri merasa #e)eradaannya )u#an men+adi  )agian yang integral dari #ehidu"an masyara#at di se#itarnya. eiring dengan  )er#em)angnya tuntutan #el%m"%# di$a)el dalam menyuara#an ha#ha#nya,

ma#a mun'ul #%nse" "endidi#an in#lusi$.

/endidi#an in#lusi$ di &nd%nesia diselenggara#an dengan tu+uan

1. Mem)eri#an #esem"atan yang seluasluasnya #e"ada semua ana#  (termasu# ana# )er#e)utuhan #husus! menda"at#an "endidi#an yang laya# sesuai dengan #e)utuhannya.

2. Mem)antu mem"er'e"at "r%gram :a+i) )ela+ar "endidi#an dasar 

3. Mem)antu mening#at#an mutu "endidi#an dasar dan menengah dengan mene#an ang#a tinggal #elas dan "utus se#%lah

4. Men'i"ta#an sistem "endidi#an yang menghargai #eane#aragaman, tida#  dis#riminati$, serta ramah terhada" "em)ela+aran

(12)

5. Memenuhi amanat ndangndang asar 145 #hususnya /s. 32 ayat 1 yang )er)unyi setia" :arga negara negara )erha# menda"at "endidi#an, dan ayat 2 yang )er)unyi setia" :arga negara :a+i) mengi#uti  "endidi#an dasar dan "emerintah :a+i) mem)iayainya.  n%. 20>2003 tentang istem /endidi#an asi%nal, #hususnya /s. 5 ayat 1 yang  )er)unyi setia" :arga negara mem"unyai ha# yang sama untu# 

mem"er%leh "endidi#an yang )ermutu.  %. 23>2002 tentang /erlindungan *na#, #hususnya /s. 51 yang )er)unyi ana# yang menyandang 'a'at $isi# dan>atau mental di)eri#ana #esem"atan yang sama dan a#sesi)ilitas untu# mem"er%leh "endidi#an )iasa dan  "endidi#an luar )iasa.

D.

Prinsi!"Prinsi! Peniikan Inklusif 

7enurut 3bdul #alim :hoiri >-009 D9? menyebutkan

beberapa prinsip pendidikan inklusi sebagai berikut

a.

#etiap anak berhak memperoleh pendidikan dasar yang

ebih baik

 ).

#etiap anak berhak memperoleh layanan pendidikan pada

sekolah$sekolah yang ada di sekitarnya

'.

#etiap anak memiliki potensi, bakat, dan irama

perkembangan masing$masing yang harus diberikan

layanan seara tepat.

d.

Pendekatan pembelajaran bersifat Eeksibel, kooperatif,

dan berdayaguna

e.

#ekolah adalah bagian integral dari masyarakat

#edangkan seara umum prinsip penyelenggaraan

pendidikan inklusif di Indonesia, dapat dirumuskan sebagai

berikut 

a? Prinsip Pemerataan dan Peningkatan 7utu

Pemerintah mempunyai tanggung ja!ab untuk menyusun

strategi upaya pemertaan kesempatan memperoleh

layanan pendidikan dan peningkatan mutu. Pendidikan

inklusi merupakan salah satu strategi upaya pemerataan

(13)

1-kesempatan

memperoleh

pendidikan,

selain

itu

pendidikan inklusi juga merupakan strategi peningkatan

mutu.

b? Prinsip 'ebutuhan Indi%idual

#etiap anak memiliki kemampuan dan kebutuhan yang

berbeda$beda, oleh karena itu pendidikan harus

diusahakan untuk menyesuaikan dengan kondisi anak.

? Prinsip 'ebermaknaan

Pendidikan inklusif harus meniptakan dan menjaga

komunitas

kelas

yang

ramah,

menerima

keanekaragaman, dan mengahargai perbedaan.

d? Prinsip 'eberlanjutan

Pendidikan inklusif diselenggarakan seara berkelanjutan

pada semua jenjang pendidikan.

e? Prinsip 'eterlibatan

Penyelenggaraan pendidikan inklusi harus melibatkan

seluruh komponen pendidikan terkait

E.

Manfaat Peniikan Inklusif 

3dapun manfaat dari pendidikan inklusif adalah

1.

7embangun kesadaran dan konsensus pentingnya

pendidikan inklusif sekaligus menghilangkan sikap dan

nilai yang diskriminatif.

2.

7elibatkan dan memberdayakan masyarakat untuk

melakukan

analisis

situasi

pendidikan

lokal,

mengumpulkan informasi semua anak pada setiap distrik

dan mengidentikasi alasan mengapa mereka tidak

sekolah

3.

7engidentikasi hambatan berkaitan dengan kelainan

sik, sosial dan masalah lainnya terhadap akses dan

pembelajaran.

4.

7elibatkan masyarakat dalam melakukan perenanaan

dan monitoring mutu pendidikan bagi semua anak

(14)

'urikulum adalah seperangkat renana pembelajaran

yang didalamnya menampung pengaturan tentang tujuan, isi,

proses, dan e%aluasi.

7odel kurikulum pada pendidikan inklusi dapat dibagi tiga,

yaitu 

1.

7odel kurikulum regular penuh

2.

7odel kurikulum regular dengan modikasi

3.

7odel kurikulum PPI

*da"un "engertian dari #etiga m%del terse)ut adalah

a.

M$el kurikulum reguler% yaitu kurikulum yang

mengikutsertakan peserta didik berkebutuhan khusus

untuk mengikuti kurikulum reguler sama seperti ka!an$

ka!an lainnya di dalam kelas yang sama.

b. M$el kurikulum reguler engan m$i&kasi , yaitu

kurikulum yang dimodikasi oleh guru pada strategi

pembelajaran, jenis penilaian, maupun pada program

tambahan lainnya dengan tetap mengau pada

kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus. *i dalam

model ini bisa terdapat sis!a berkebutuhan khusus yang

memiliki PPI.

. M$el kurikulum PPI yaitu kurikulum yang

dipersiapkan guru program PPI yang dikembangkan

bersama tim pengembang yang melibatkan guru kelas,

guru pendidikan khusus, kepala sekolah, orang tua, dan

tenaga ahli lain yang terkait.

'urikulum PPI atau dalam bahasa Inggris Individualized

Education Program >IFP? merupakan karakteristik paling

kentara dari pendidikan inklusif. 'onsep pendidikan

inklusif yang berprinsip adanya persamaan mensyaratkan

adanya penyesuaian model pembelajaran yang tanggap

(15)

terhadap perbedaan indi%idu. 7aka PPI atau IFP menjadi

hal yang perlu mendapat penekanan lebih. homas 7.

#tephens menyatakan bah!a IFP merupakan pengelolaan

yang melayani kebutuhan unik peserta didik dan

merupakan layanan yang disediakan dalam rangka

penapaian tujuan yang diinginkan serta bagaimana

efekti%itas program tersebut akan ditentukan.

-eunggulan dan #elemahan dari #etiga m%del #uri#ulum terse)ut adalah

a. Model kurikulum regular penuh Keunggulan:

/eserta didi# )er#e)utuhan #husus da"at meng%"timal#an "%tensi yang

dimili#inya. (Drei)erg, 15!

Kelemahan:

/eserta didi# )er#e)utuhan #husus harus menyesuai#an diri dengan met%de "enga+aran dan #uri#ulum yang ada. /ada saatsaat tertentu, #%ndisi ini da"at menyulit#an mere#a. Misalnya, saat sis:a di:a+i)#an mengi#uti mata "ela+aran Cmenggam)ar.C -arena memili#i ham)atan  "englihatan, tentu sa+a sis:a disa)ility tida# )isa Cmenggam)ar.C Ta"i, #arena mata "ela+aran ini :a+i) dengan #uri#ulum yang C#etatC, Ctida#  $le#si)el,C tida#lah dimung#in#an )agi guru mau"un sis:a disa)ility untu# mela#u#an Cada"tasi atau su)situsiC Euntu# mata "ela+aran Cmenggam)arC terse)ut.

b. Model kurikulum regular dengan modifikasi Keunggulan:

/eserta didi# )er#e)utuhan #husus da"at di)eri "endidi#an yang sesuai

dengan #e)utuhannya.

Kelemahanna:

Tida# semua guru di se#%lah regular "aham tentang *-. ntu# itu  "erlu adanya s%sialisasi mengenai *- dan #e)utuhannya.

(16)

Keunggulan:

/eserta didi# menda"at#an layanan "endidi#an yang sesuai dengan #e)utuhan.

Kelemahan:

uru #esulitan dalam menyusun &?/ dan sangat mem)utuh#an :a#tu

yang )anya#.

/em)ela+aran M%del &n#lusi$ di -elas 9eguler   /%la "em)ela+aran yang harus disesuai#an dengan ana# )er#e)utuhan #husus )iasa dise)ut dengan $ndividualized Education &rogram (&?/! atau /r%gram /em)ela+aran &ndiidual (//&!. /r%gram /em)ela+aran &ndiidual meli"uti enam #%m"%nen, yaitu elicitors% ehaviors% reinforcers% entering ehavior% terminal o'ective% dan enroute. e'ara ter"erin'i, #eenam #%m"%nen terse)ut yaitu

1.  Elicitors% yaitu "eristi:a atau #e+adian yang da"at menim)ul#an atau menye)a)#an "erila#u

2.  ehaviors, meru"a#an #egiatan "eserta didi# terhada" sesuatu yang da"at ia la#u#an

3.  Reinforcers% suatu #e+adian atau "eristi:a yang mun'ul se)agai a#i)at dari "erila#u dan da"at menguat#an "erila#u tertentu yang diangga" )ai# 

4.  Entering ehavior% #esia"an menerima "ela+aran

5. "erminal o'ective% sasaran antara dari "en'a"aian suatu tu+uan  "em)ela+aran yang )ersi$at tahunan

6.  Enroute% lang#ah dari entering ehavior menu+ut #e terminal  o'ective

M%del "em)ela+aran )agi ana# )er#e)utuhan #husus harus mem"erhati#an "rinsi" umum dan "rinsi" #husus. /rinsi" umum  "em)ela+aran meli"uti m%tiasi, #%nte#s, #eterarahan, hu)ungan s%sial,  )ela+ar sam)il )e#er+a, indiidualisasi, menemu#an, dan "rinsi" meme'ah#an masalah. /rinsi" umum ini di+alan#an #eti#a ana# )er#e)utuhan #husus  )ela+ar )ersamasama dengan ana# reguler dalam satu #elas. ai# ana# 

(17)

reguler mau"un ana# )er#e)utuhan #husus menda"at#an "r%gram  "em)ela+aran yang sama. /rinsi" #husus disesuai#an dengan #ara#teristi# 

masingmasing "eserta didi# )er#e)utuhan #husus. /rinsi" #husus ini di+alan#an #eti#a "eserta didi# )er#e)utuhan #husus mem)utuh#an  "em)ela+aran indiidual melalui /r%gram /em)ela+aran &ndiidual (&?/!.

alam "endidi#an in#lusi$, memilih strategi "enga+aran yang diangga" "aling e$e#ti$ untu# ana# tertentu sesuai gaya )ela+ar dan materi yang dia+ar#an meru"a#an hal yang "enting. eri#ut ini adalah )e)era"a strategi "em)ela+aran )agi ana# )er#e)utuhan #husus

1. trategi "em)ela+aran )agi ana# tunanetra

trategi "em)ela+aran "ada dasarnya adalah "endayagunaan se'ara te"at dan %"timal dari semua #%m"%nen yang terli)at dalam  "r%ses "em)ela+aran yang meli"uti tu+uan, materi "ela+aran, media, met%de, sis:a, guru, ling#ungan )ela+ar dan ealuasi sehingga "r%ses  "em)ela+aran )er+alan dengan e$e#ti$ dan e$esien. e)era"a hal yang

da"at di+adi#an se)agai )ahan "ertim)angan dalam menentu#an strategi  "em)ela+aran, antara lain

a. erdasar#an "eng%lahan "esan terda"at dua strategi yaitu strategi  "em)ela+aran dedu#ti$ dan indu#ti$.

 ). erdasar#an "iha# "eng%lah "esan yaitu strategi "em)ela+aran e#s"%sit%ri# dan heuristi'.

'. erdasar#an "engaturan guru yaitu strategi "em)ela+aran dengan se%rang guru dan )eregu.

d. erdasar#an +umlah sis:a yaitu strategi #lasi#al, #el%m"%# #e'il dan indiidual.

e. eradsar#an intera#si guru dan sis:a yaitu strategi tata" mu#a, dan melalui media.

elain strategi yang telah dise)ut#an di atas, ada strategi lain yang da"at ditera"#an yaitu strategi indiidualisasi, #%%"erati$ dan m%di$i#asi  "erila#u.

2. trategi "em)ela+aran )agi ana# )er)a#at

trategi "em)ela+aran yang sesuai denagan #e)utuhan ana#   )er)a#at a#an mend%r%ng ana# terse)ut untu# )er"restasi. Halhal yang

(18)

a. /em)ela+aran harus di:arnai dengan #e'e"atan dan ting#at #%m"le#sitas.

 ). Tida# hanya mengem)ang#an #e'erdasan intele#tual semata teta"i  +uga mengem)ang#an #e'erdasan em%si%nal.

'. er%rientasi "ada m%di$i#asi "r%ses, '%ntent dan "r%du#.

M%delm%del layanan yang )isa di)eri#an "ada ana# )er)a#at yaitu m%del layanan "er#em)angan #%gniti$a$e#ti$, nilai, m%ral, #reatiitas dan )idang #husus.

3. trategi "em)ela+aran )agi ana# tunagrahita

trategi "em)ela+aran ana# tunagrahita ringan yang )ela+ar di se#%lah umum a#an )er)eda dengan strategi ana# tunagrahita yang  )ela+ar di se#%lah luar )iasa. trategi yang da"at diguna#an dalam

menga+ar ana# tunagrahita antara lain

a. trategi "em)ela+aran yang diindiidualisasi#an  ). trategi #%%"erati$ 

'. trategi m%di$i#asi ting#ah la#u

4. trategi "em)ela+aran )agi ana# tunada#sa

trategi yang )ias ditera"#an )agi ana# tunada#sa yaitu melalui  "eng%rganisasian tem"at "endidi#an, se)agai )eri#ut

a. /endidi#an integrasi (ter"adu!  ). /endidi#an segresi (ter"isah!

'. /enataan ling#ungan )ela+ar 

5. trategi "em)ela+aran )agi ana# tunalaras

ntu# mem)eri#an layanan #e"ada ana# tunalaras, -au$$man (185! mengemu#a#an m%delm%del "ende#atan se)agai )eri#ut

a. M%del )i%geneti'

 ). M%del )ehai%ral>ting#ah la#u '. M%del "si#%dinami#a

d. M%del e#%l%gis

6. trategi "em)ela+aran )agi ana# dengan #esulitan )ela+ar

 *na# )er#esulitan )ela+ar mem)a'a yaitu melalui "r%gram deliery dan remedial tea'hing.

(19)

 *na# )er#esulitan )ela+ar menulis yaitu melalui remedial sesuai dengan ting#at #esalahan.

 *na# )er#esulitan )ela+ar )erhitung yaitu melalui "r%gram remidi yang sistematis sesuai dengan urutan dari ting#at #%n#ret, semi #%n#ret dan ting#at a)stra#.

7. trategi "em)ela+aran )agi ana# tunarungu

trategi yang )iasa diguna#an untu# ana# tunarungu antara lain strategi dedu#ti$, indu#ti$, heuristi', e#s"%sit%ri#, #lasi#al, #el%m"%#, indiidual, #%%"erati$ dan m%di$i#asi "erila#u.

edang#an, met%de "enga+aran yang umumnya diguna#an %leh guru ana# )er#e)utuhan #husus

1. @%mmuni'ati%n

is:a dalam )ela+ar tida# a#an le"as dari #%muni#asi )ai# sis:a antar sis:a, sis:a dengan $asilitas )ela+ar, atau"un dengan guru. -emam"uan #%muni#asi setia" indiidu a#an mem"engaruhi "r%ses dan hasil )ela+ar yang )ersang#utan dan mem)entu# #e"ri)adiannya. /r%ses ini da"at men'a#u" #eteram"ilan er)al dan n%ner)al, serta )er)agai  +enis sim)%l.

2. Tas# *nalisis

*nalisis tugas adalah "r%sedur dimana tugastugas di"e'ah #edalam rang#aian #%m"%nen#%m"%nen lang#ah atau )agian #e'il satu tu+uan a#hir atau sasaran. *nalisis tugas dima#sud#an untu#  mendes#ri"si#an tugastugas yang harus dila#u#an #e dalam indi#at%r indi#at%r #%m"etensi. *nalisis tugas untu# menentu#an da$tar  #%m"etensi. erdasar#an analisis tugastugas yang harus dila#u#an %leh guru di se#%lah se)agai tenaga "r%$essi%nal, yang "ada giliranya ditentu#an #%m"etensi#%m"etensi a"a yang di"erlu#an , sehingga da"at  "ula di#etahui a"a#ah se%rang sis:a telah mela#u#an tugasnya sesuai dengan #%m"etensi yang dituntut #e"adanya. -%m"etensi dasar   )er$ungsi untu# mengarah#an guru dan $asilitat%r mengenai target yang

harus di'a"ai dalam "em)ela+aran.

(20)

&ntru#si langsung adalah met%de "enga+aran yang mengguna#an  "ende#atan selang#ahselang#ah yang terstru#tur dengan 'ermat, dalam instru#si atau "erintah. Met%de ini mem)eri#an "engalaman )ela+ar yang  "%siti$ dengan demi#ian da"at mening#at#an #e"er'ayaan diri dan m%tiasi untu# )er"restasi. /ela+aran disam"ai#an dalam )entu# yang mudah di"ela+ari sehingga ana# men'a"ai #e)erhasilan "ada setia" taha"  "em)ela+aran. inta#nya adalah %rientasi, /rsentasi, latihan terstru#tur,

latihan ter)im)ing, re$le#si, latihan mandiri, dan ealuasi.

4. /r%m"ts

/r%m"t adalah setia" )antuan yang di)eri#an "ada ana# untu#  menghasil#an res"%n yang )enar. /r%m"ts mem)eri#an ana# in$%rmasi tam)ahan atau )antuan untu# men+alan#an instru#si. *da"un +enis  "r%m"ts adalah se)agai )eri#ut

a. Fer)al /r%m"ts

entu# in$%rmasi er)al yang mem)eri#an tam)ahan "ada instru#si tugas. &nstru#si mem)eri tahu ana# a"a yang harus dila#u#annya

 ). M%delling

M%delling adalah mem)eri tahu ana# a"a yang harus dila#u#annya atau )agaimana mela#u#annya dengan mendem%nstrasi#an tugas.

'. estural /r%m"ts

estural /r%m"ts adalah )antuan dalam )entu# isyarat da"at men'a#u" tangan, lengan, mu#a, atau gera#an tu)uh lainnya yang da"at meng#%muni#asi#an in$%rmasi isual s"e'ial s"esi$i#.

d. /hysi'al /r%m"ts

(21)

/hysi'al /r%m"ts adalah meli)at#an #%nta# $isi#, "hysi'al  "r%m"ts diguna#an hanya )ila "r%m"ts yang lain tida# mem)eri#an in$%rmasi 'u#u" "ada ana# untu# menger+a#an tugas atau )ila ana#   )elum sam"ai mengem)ang#an #emam"uan $isi# yang di"erlu#an

untu# mela#sana#an #egiatan terse)ut.

e. /eer Tuturial

/eer tut%rial adalah dimana se%rang sis:a yang mam"u ("andai! di"asang#an dengan temannya yang mengalami #esulitan>ham)atan. idalam "emasangan se"erti ini sis:a yang mam"u )ertinda# se)agai tut%r ("enga+ar!.

$. @%%"eratie earning

@%%"eratie learning meru"a#an salah satu 'ara yang "aling e$e#ti$ dan menyenang#an untu# mengarah#an )e)era"a sis:a dengan )er)agai dera+at #emam"uan untu# )e#er+a sama dalam menyelesai#an salah satu tugas. @%%"eratie learning mengem)ang#an ling#ungan yang "%siti$ dan mendu#ung, yang mend%r%ng "enghargaan "ada diri sendiri, menghargai "enda"at %rang lain dan menerima "er)edaan indiidu.

$.

Unsur Pelaksana Peniikan inklusif 

'omponen$komponen yang terkait dengan media

pendidikan adalah sebagai berikut

1.

#umber *aya 7anusia

2.

5ahan

3.

Peralatan

4.

6ingkungan

5.

 eknik

6.

Pesan

#edangkan unsur pelaksana media pendidikan

dapat diidentikasi sebagai berikut

(22)

1. uru di sekolah biasaG

-. uru Pendidkan 'hususG

. *okterG

4. PsikologG

+. 3hli pendidikan luar biasaG

B. 3hli olah ragaG

C. 'onselorG

D. #osial orkerG

9. #peehtherapiG

10. HisiotherapiG

11. 3hli eknologi 'omunikasi / I:G dan lain$lain

%.

M$el 'e#utuhan Meia Peniikan

5erdasarkan karakteristiknya, model media pendidikan

dapat digolongkan menjadi -. >dua? bagian yaitu

1.

7edia dua dimensi

7edia dua dimensi meliputi media gras, media bentuk

papan, dan media etak

2.

7edia tiga dimensi

7edia tiga dimensi dapat ber!ujud sebagai benda asli

baik hidup atau mati, dan dapat pula ber!ujud sebagai

tiruan yang me!akili aslinya.

5erikut adalah ontoh$ontoh media pembelajaran

seara khusus berdasarkan karakteristik peserta didik, antara

lain

&o.

enis

:ontoh

7odel

1.

unanetra

T$tal Peta timbul, radio, audio, penggaris

5raille, blokies, papan baa, model anatomi

mata, meteran braille, puel buah$buahan,

talking !ath, kompas 5raille, botol aroma,

bentuk$bentuk geometri, tape reorder,

(23)

--komputer dengan soft!are ja!s, media tiga

dimensi, media dua dimensi, lingkungan sekitar

anak, 5raille kit, mesin tik 5raille, kamus biara,

kompas biara, printer braille, ollor sorting boJ.

L$( )isi$n  ::2, 7agnier 6ens #et, 2ie!

#an, ele%isi, 7irosope, large print/tulisan

a!as yang diperbesar sesuai kondisi mata anak.

-

unarungu

Hoto$foto, %ideo, kartu huruf, kartu kalimat,

anatomi telinga, miniatur benda, nger alphabet,

torso setengah badan, pule buah$buahan,

pule binatang, pule konstruksi, silinder,

model geometri, menara segi tiga, menara

gelang, menara segi empat, atlas, globe, peta

dinding, miniatur rumah adat.

.

unagrahita

dan anak

lamban

belajar

ardasi kubus, gradasi balok, silinder, manara

gelang, kotak silinder, multi indra, pule

binatang, pule konstruksi, pule bola, books

sortor !arna, geometri tiga dimensi, papan

geometri, konsentrasi mekanik, pule set,

abaus, papan bilangan, kotak bilangan, sikat

gigi, dresing prame set, pias huruf, pias kalimat,

alphabet bre boJ, bak pasir, papan

keseimbangan, po!er raider.

4

unadaksa

'artu abjad, kartu kata, kartu kalimat, torso

seluruh badan, geometri shape, menara gelang,

menara segi tiga, gelas rasa, botol aroma,

abaus dan !asher, papan pasak, kotak

bilangan.

+.

unalaras

3nimal mahing games, sand pits, konsentrasi

mekanik, animal pule, fruits pule, rebana,

Eute, torso, onstruti%e pule, organ.

B.

3nak berbakat 5uku paket, buku referensi, buku pelengkap,

buku baaan, majalah, koran, internet, modul,

(24)

lembar

kerja,

komputer,

2:*,

museum,

perpustakaan, 2, "(P, hart, dsb

C

'esulitan

Pembelajaran

*isleksia kartu abjad, kartu kata, kartu kalimat

*isgraa kartu abjad, kartu kata, kartu kalimat,

balok bilangan, pias angka, kotak bilangan,papan

bilangan

D.

3utis

'artu huruf, kartu kata, katu angka, kartu

kalimat, konsentrasi mekanik, komputer, mnara

segi tiga, menara gelang, fruit puel, onstrukti%

pule

9.

unaganda

*isesuaikan dengan karakteristik kelainannya

10. (I2 dan 3I*#

*isesuaikan dengan kondisi anak, berat ringan

penyakit, dan setting pelayanan pendidikan

11. 'orban

Penyalahguna

an &arkoba

*isesuaikan dengan kondisi anak, tergantung

berat ringannya kondisi anak.

1. Indigo

*igunakan media seperti anak pada umumnya.

K 3nak :erdas Istime!a >ifted? dan 5akat Istime!a

>alented?

a.

3lat assesmen

1!

 est intelegensi I#:$

2!

 est intelegensi #tanford 5inet

3!

:ogniti%e 3bility est

4!

*iLerential 3ptitude est

 ).

#arana sebagai sumber belajar

1!

5uku$buku perpustakaan

2!

Internet/I: >komputer?

3!

:*, 2:*, *2*, "(P

4!

'aset ekaman

5!

#lide Proyektor, 6:*

6!

6aboratorium 7IP3

7!

6aboratorium 5ahasa

8!

3lat$alat kesenian

!

3lat$alat olahraga

10!

(andyam

11!

*igital :amera

12!

#tudio musik/kesenian

13!

3lat$alat keterampilan

1!

batik

2!

bubut

3!

pertukangan kayu

-4

(25)

4!

pertukangan batu

5!

ukir

6!

sablon

14!

3lat$alat pertanian

1!

peternakan

2!

pertanian

3!

perikanan

15!

3lat$alat olahraga

&.

Penikan Inklusif MIPA

Pada mata pelajaran 7atematika dan Ilmu Pengetahuan

3lam >7IP3?, proses dan kegiatan pembelajaran diutamakan

menggunakan media dan model pembelajaran yang tepat,

sesuai dengan konsep pendidikan inklusif. alaupun dalam

satu kelas dalam sekolah pendidkan inklusif terdapat

penampuran anak berkebutuhan khusus >35'? dan anak

normal, tetapi dalam proses pembelajaran tetap disatukan.

 etapi khusus untuk anak berkebutuhan khusus, lebih banyak

membutuhkan bimbingan dari pengajar.

5erikut ini beberapa media pembelajaran 7IP3 pada

sekolah penyelenggara pendidikan inklusif diantaranya

1.

 5uku pelajaran menggunakan huruf braille bagi tunarungu

2.

3lat ukur sika berhuruf braille

3.

3natomi tubuh manusia

4.

arputala

5.

:ermin

6.

#ikat getar

7.

 2/ 2:*/ *2*

(26)

.

'aset ekaman

10.

6aboratorium 7IP3

#elain menggunakan media yang disesuaikan dengan

kebutuhan dan karakteristik anak, model dan metode

pembelajaranpun berpengaruh dalam terapainya kegiatan

belajar pada sekolah penyelenggara pendidikan inklusif.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

5erdasarkan uraian di atas penulis memberikan

kesimpulan sebagai berikut

1.

Pendidikan inklusif adalah pendidikan regular yang

disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik yang

memiliki kelainan dan atau memiliki potensi keerdasan

dan bakat istime!a pada sekolah regular dalam satu

kesatuan

yang

sistemik.

Pendidkan

inklusif 

mengakomodasi semua anak berkebutuhan khusus yang

mempunyai IM normal, diperuntukan bagi yang memiliki

kelainan, bakat istime!a, keerdasan istime!a dan atau

yang memerlukan pendidkan layanan khusus.

(27)

2.

Pendidikan inklusif berlandakan pada landasan loso,

landasan yuridis, dan landasan empiris.

3.

 ujuan

pendidikan

inklusif

adalah

memberikan

kesempatan seluas$luasnya kepada semua peserta didik

yang memiliki kelainan sik, emosional, mental dan sosial

atau memiliki potensi keerdasan atau bakat istime!a

untuk memperoleh pendidikan ynag bermutu sesuai

dengan kebutuhan dan kemampuan.

4.

Prinsip umum pendidikan inklusif adalah >1?Prinsip

Pemerataan dan Peningkatan 7utu, >-? Prinsip 'ebutuhan

Indi%idual, >? Prinsip 'ebermaknaan, >4? Prinsip

'eberlanjutan, >+? Prinsip 'eterlibatan.

5.

Haktor penentu keberhasilan pendidikan inklusif antara

lain

3danya

kerangka

yang

kuat,

implementasi

berdasarkan budaya, partisipasi berkesinambungan, dan

pengembangan kerangka.

6.

7anfaat pendidikan inklusif antara lain 7embangun

kesadaran dan konsensus pentingnya pendidikan inklusif 

sekaligus

menghilangkan

sikap

dan

nilai

yang

diskriminatif,

melibatkan

dan

memberdayakan

masyarakat untuk melakukan analisis situasi pendidikan

lokal, mengumpulkan informasi semua anak pada setiap

distrik dan mengidentikasi alasan mengapa mereka tidak

sekolah, mengidentikasi hambatan berkaitan dengan

kelainan sik, sosial dan masalah lainnya terhadap akses

dan

pembelajaran,

melibatkan

masyarakat dalam

melakukan perenanaan dan monitoring mutu pendidikan

bagi semua anak

7.

7odel kurikulum pada pendidikan inklusi dapat dibagi

tiga, yaitu

*7odel kurikulum regular penuh,7odel

kurikulum regular dengan modikasi dan 7odel kurikulum

PPI

8.

Pada mata pelajaran 7atematika dan Ilmu Pengetahuan

3lam >7IP3?,

proses

dan

kegiatan pembelajaran

(28)

diutamakan

menggunakan

media

dan

model

pembelajaran yang tepat, sesuai dengan konsep

pendidikan inklusif.

B.

Saran

#eharusnya pemerintah lebih memperhatikan sekolah

inklusif sehingga anak yang berkebutuhan khusus yang

berbakat dapat menyakurkan bakat mereka. Pemerintah juga

harus mensosialisasikan adanya sekolah inklusif agar sekolah

inklusif diketahui keberadaanya, dan masyarakat tidak lagi

meremehkan sekolah inklusif bah!a anak$anak inklusif juga

bisa berprestasi layaknya anak normal.

*aftar pustaka

http//haenuy.blogspot.o.id/-014/09/pendidikan$inklusif.html

https//!!!.aademia.edu/BD4+BC9/pendidikanNinklusi

http//-01+inspirasi.blogspot.o.id/-01+/0-/makalah$pendidikan$

inklusif.html

-D

Referensi

Dokumen terkait

berkebutuhan khusus di kelas. Analisis sistem dukungan dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif. Pembahasan pada keempat fokus permasalahan di atas sangat.. penting mengingat

Adapun dalam tataran operasional, menurut Karten (2008), pendidikan inklusif mencakup beberapa karakter komponen pembelajaran, yakni: 1) siswa (berkebutuhan khusus)

Sebagai suatu model pendekatan pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus, pendidikan inklusif telah menjadi kajian yang menarik di Indonesia pada dekade terakhir

Manfaat pendidikan inklusif bagi peserta didik berkebutuhan khusus adalah memiliki rasa percaya diri dan memiliki kesempatan menyesuaikan diri serta memiliki

(1) Peserta didik berkebutuhan khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1), mendapat layanan pembelajaran inklusif yang diselenggarakan pada satuan

Pendidikan inklusif merupakan suatu proses untuk menghilangkan penghalang yang memisahkan peserta didik berkebutuhan khusus dari peserta didik normal agar mereka

Adapun dalam tataran operasional, menurut Karten (2008), pendidikan inklusif mencakup beberapa karakter komponen pembelajaran, yakni: 1) siswa (berkebutuhan khusus)

Dalam mengatasi permasalahan yang terjadi dalam implementasi pendidikan inklusif meliputi penerimaan peserta didik berkebutuhan khusus; identifikasi dan asesmen;