• Tidak ada hasil yang ditemukan

J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

NOM OR 3 TAHUN 1967 TENTANG

DEW AN PERTIM BANGAN AGUNG

DENGAN RAHM AT TUHAN YANG M AHA ESA

KAM I, PEJABAT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

M enim bang:

a. bahw a perlu segera dibent uk Undang-undang yang m engat ur kedudukan, t ugas dan susunan Dew an Pert im bangan Agung sesuai dengan Undang-undang Dasar 1945; b. bahw a perlu m eninjau kem bali Penet apan Presiden No.3 t ahun 1959 junct o Penet apan

Presiden No.3 t ahun 1966 unt uk disesuaikan dengan ket ent uan dalam ayat a.

M engingat :

1. Pasal 5 ayat (1), pasal 16 dan pasal 20 ayat (1) Undang-undang Dasar; 2. Ket et apan M .P.R.S. No. X/ M PRS/ 1966;

3. Ket et apan M .P.R.S. No. XIX/ M PRS/ 1966; 4. Ket et apan M .P.R.S. No. XXXIII/ M PRS/ 1967.

Dengan Perset ujuan:

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT GOTONG-ROYONG,

M EM UTUSKAN:

M enet apkan:

(2)

BAB I

KEDUDUKAN

Pasal 1

Dew an Pert im bangan Agung berkedudukan di t em pat kedudukan Pem erint ah Pusat dan apabila perlu dapat bersidang di luar t em pat kedudukannya.

BAB II TUGAS

Pasal 2 Tugas Dew an Pert im bangan Agung ialah:

a. m em beri jaw aban at as pert anyaan Presiden; b. m em ajukan usul kepada Pem erint ah.

BAB III SUSUNAN

Pasal 3

(1) Susunan anggot a Dew an Pert im bangan Agung m eliput i unsur-unsur dari kehidupan m asyarakat dan t erdiri dari:

a. t okoh-t okoh polit ik; b. t okoh-t okoh karya; c. t okoh-t okoh daerah; d. t okoh-t okoh nasional.

(2) Jum lah anggot a Dew an Pert im bangan Agung dit et apkan sebanyak-banyaknya 27 (dua puluh t ujuh) orang t erm asuk Pim pinan Dew an Pert im bangan Agung.

(3)

Pasal 4

Unt uk dapat m enjadi anggot a Dew an Pert imbangan Agung harus dipenuhi syarat -syarat : a. w arga negara Republik Indonesia;

b. bert aqw a kepada Tuhan Yang M aha Esa; c. cakap/ ahli/ berpengalam an;

d. berw ibaw a, jujur, adil dan dapat m encerm inkan kehendak dan isi hat i nurani rakyat ; e. t idak t erlibat , baik langsung m aupun t idak langsung, dalam gerakan kont ra revolusi

" Gerakan 30 Sept em ber" / P.K.I. dan/ at au organisasi t erlarang lainnya;

f. m enerim a, m enyet ujui dan m em pert ahankan Undang-undang Dasar Republik Indonesia; g. m enerim a, m enyet ujui dan m em pert ahankan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara; h. set ia pada Nusa, Bangsa dan Negara Republik Indonesia;

i. t aat dan t unduk kepada segala Undang-undang dan perat uran-perat uran Negara Republik Indonesia.

Pasal 5

Pengangkat an anggot a-anggot a Dew an Pert im bangan Agung dilakukan dengan Keput usan Presiden.

Pasal 6

M asa jabat an anggot a Dew an Pert im bangan Agung adalah 5 (lim a) t ahun, anggot a Dew an Pert im bangan Agung berhent i bersama-sam a.

Pasal 7

(1) Pem berhent ian anggot a Dew an Pert im bangan Agung dilakukan dengan Keput usan Presiden. (2) Anggot a Dew an Pert im bangan Agung berhent i ant ar w akt u sebagai anggot a karena:

a. m eninggal dunia; b. perm int aan sendiri;

c. bert em pat t inggal di luar wilayah Republik Indonesia;

d. alasan-alasan lain yang m em erlukan diberhent ikannya anggot a Dew an Pert im bangan Agung.

(4)

b. Anggot a t ersebut pada ayat (3) sub a di at as berhent i sebagai anggot a pada saat m asa jabat an anggot a yang digant ikannya berakhir.

Pasal 8

Keanggot aan Dew an Pert im bangan Agung t idak dapat dirangkap dengan jabat an: a. Presiden;

b. Wakil Presiden; c. M ent eri; d. Jaksa Agung;

e. Ket ua/ Hakim M ahkam ah Agung;

f. Ket ua/ Anggot a Badan Pem eriksa Keuangan; g. Anggot a Dew an Perw akilan Rakyat ;

h. Pim pinan M ajelis Perm usyaw arat an Rakyat ;

i. Jabat an-jabat an lain yang t idak m ungkin dirangkap m enurut perat uran perundang-undangan.

Pasal 9

Sebelum m em angku jabat annya, anggot a-anggot a Dew an Pert im bangan Agung baik m asing-m asing asing-m aupun bersaasing-m a-saasing-m a, diaasing-m bil suasing-m pah/ ket erangan dan janjinya oleh Ket ua M ahkaasing-m ah Agung, m enurut agam anya m asing-m asing sebagai berikut :

" Saya bersum pah (m enerangkan dengan sungguh-sungguh) bahw a saya, unt uk m enjadi anggot a Dew an Pert im bangan Agung, langsung at au t idak langsung, dengan nam a at au dalih apapun, t iada m em berikan at au m enjanjikan at aupun akan m em berikan sesuat u kepada siapapun juga.

Saya bersum pah (berjanji) bahw a saya, unt uk m elakukan at au t idak m elakukan sesuat u dalam jabat an ini, t idak sekali-kali akan m enerim a, langsung at au t idak langsung dari siapapun juga sesuat u janji at au pem berian.

Saya bersum pah (berjanji) bahw a saya, senant iasa akan m enjunjung t inggi Am anat Penderit aan Rakyat , bahw a saya akan t aat dan akan m em pert ahankan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-undang Dasar 1945, dan segala Undang-undang sert a perat uran-perat uran lain yang berlaku bagi Negara Republik Indonesia, dan bahw a saya akan berusaha sekuat t enaga m em ajukan kesejaht eraan Rakyat Indonesia dan bahw a saya akan set ia pada Nusa, Bangsa dan Negara Republik Indonesia."

(5)

Pasal 10

(1) Pim pinan Dew an Pert im bangan Agung t erdiri dari seorang Ket ua dan seorang Wakil Ket ua. (2) Ket ua dan Wakil Ket ua t ersebut pada ayat (1) diangkat oleh Presiden at as usul Dew an

Pert im bangan Agung.

Pasal 11

At as perm int aan Dew an Pert im bangan Agung, Presiden dapat m em im pin rapat Dew an Pert im bangan Agung.

BAB VI TATA TERTIB

Pasal 12

(1) Dew an Pert im bangan Agung m engat ur t at a t er t ibnya sendiri. (2) Dalam t at a t ert ib t ersebut pada ayat (1) dicant um kan t ent ang:

a. persidangan dan rapat Dew an Pertim bangan Agung; b. t at a kerja Dew an Pert im bangan Agung;

c. hal-hal yang t ersebut dalam pasal 13 ayat (2).

BAB VII

BADAN PERLENGKAPAN

Pasal 13

(1) Dew an Pert im bangan Agung m em punyai sebuah Sekret ariat .

(2) Susunan t ugas dan t at a kerja Sekret ariat diat ur dalam t at a t ertib Dew an Pert im bangan Agung.

BAB VIII

(6)

Pasal 14

Kedudukan prot okoler dan keuangan Pim pinan dan anggot a Dew an Pert im bangan Agung dit et apkan dengan Perat uran Pem erint ah.

BAB IX PENUTUP

Pasal 15

Penet apan Presiden No.3 t ahun 1959 junct o Penet apan Presiden No.3 t ahun 1966, sert a sem ua perat uran-perat uran yang t elah ada yang m engat ur t ent ang Dew an Pert im bangan Agung (Sem ent ara) dengan Undang-undang ini dinyat akan t idak berlaku.

Pasal 16 Undang-undang ini m ulai berlaku pada hari diundangkan.

Agar supaya set iap orang m enget ahuinya, m em erint ahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penem pat annya dalam Lem baran Negara Republik Indonesia.

Disahkan Di Jakart a, Pada Tanggal 6 M ei 1967 PD. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Tt d. SOEHARTO JENDERAL TNI

Diundangkan Di Jakart a, Pada Tanggal 6 M ei 1967

(7)

Sekret aris Presidium Kabinet , Tt d.

Referensi

Dokumen terkait

Terima kasih. Saudara Ketua dan Pimpinan Komisi I yang saya hormati. Wakil dari Pemerintah, Menkumhan serta seluruh jajaran dan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan

Pihak pertam a tah u n 2019 mi berjanji akan m ew ujudkan target km erja tah u n a n sesuai lam piran perjanjian mi, dalam rangka m encapai target km erja jangka

Berikutnya, siber adalah fokus kami berikutnya, karena memang saat ini memang sudah hadir dimana-mana sehingga kita tidak bisa menghindar, dan menurut saya, harus menjadi fokus

Kami sangat menyadari keterkaitan rencana pembangunan ini dengan dapil- dapil yang diwakili oleh Ibu dan Bapak sekalian. Yang kami sampaikan disini palapa ring ini sekali lagi

KETUA RAPAT (DR. Bapak dan Ibu yang kami hormati. Kalau demikian boleh saya tidak membacakan draft DIM nomor 4 dengan setelah ada diantara kita kesepakatan ya,

"Demi Allah/Atas Nama Tuhan Yang Maha Esa, saya bersumpah/berjanji: bahwa saya, untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil, akan setia dan taat sepenuhnya kepada

Tadi sudah disampaikan oleh pembicara yang tiga, saya setuju Pak, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, masukan, kami setuju Pak, dengan

Saya kira mungkin definisi pemahaman antara perlu ada penjelasan atau pendefinisian yang sama yang dimaksudkan dengan tindak pidana politik antara pihak China dengan pihak