• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Keuangan 08

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Manajemen Keuangan 08"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

M anajemen Keuangan

(Pertemuan Kedelapan)

“Struktur M odal: konsep dasar”

(2)

Cakupan Materi

Konsep struktur modal dan the pie theory.

Modigliani Miller I dan II: tanpa pajak.

(3)

Struktur Modal dan

The Pie Theory

Nilai dari perusahaan merupakan jumlah dari nilai hutang perusahaan dan nilai ekuitas.

V = B + S

Jika tujuan manajemen adalah untuk meningkatkan nilai perusahaan, maka perusahaan harus memiliki DER (debt to equity ratio) yang membuat “ pie” menjadi sebesar mungkin.

V alue of the Firm

(4)

Pertanyaan Struktur Modal

Terdapat 2 pertanyaan penting terkait dengan struktur modal: 1. Mengapa pemegang saham sebaiknya peduli dengan

peningkatan nilai perusahaan? Mungkin mereka tertarik dengan strategi yang akan meningkatkan nilai pemegang saham.

2. Berapa DER yang akan memaksimumkan nilai bagi pemegang saham?

(5)

Financial Leverage

, EPS, dan ROE

Misalkan sebuah perusahaan dengan struktur modal sepenuhnya ekuitas berencana untuk menggunakan hutang.

Saat ini

Asset $20,000

Hutang $0

Ekuitas $20,000

Debt/ Equity ratio 0.00

Tingkat Bunga n/ a

Jumlah saham 400

Harga saham $50

(6)

EPS dan ROE Pada Struktur Modal Saat Ini

Resesi Ekspektasi Ekspansi

EBIT $1,000 $2,000 $3,000

Bunga 0 0 0

Laba $1,000 $2,000 $3,000

EPS $2.50 $5.00 $7.50

ROA 5% 10% 15%

ROE 5% 10% 15%

(7)

EPS dan ROE Pada Struktur Modal Yang

Diajukan

Resesi Ekspektasi Ekspansi

EBIT $1,000 $2,000 $3,000

Interest 640 640 640

Net income $360 $1,360 $2,360

EPS $1.50 $5.67 $9.83

ROA 5% 10% 15%

ROE 3% 11% 20%

(8)

EPS dan ROE Pada Kedua Struktur Modal

Dengan Hutang

Resesi Ekspektasi Ekspansi

EBIT $1,000 $2,000 $3,000

Bunga 640 640 640

Laba $360 $1,360 $2,360

EPS $1.50 $5.67 $9.83

ROA 5% 10% 15%

ROE 3% 11% 20%

Jumlah saham beredar = 240 shares

Semua Ekuitas

Resesi Ekspektasi Ekspansi

EBIT $1,000 $2,000 $3,000

Bunga 0 0 0

Laba $1,000 $2,000 $3,000

EPS $2.50 $5.00 $7.50

ROA 5% 10% 15%

ROE 5% 10% 15%

(9)

Financial Leverage

dan EPS

(2.00) 0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00

1,000 2,000 3,000

E

P

S

Debt

No Debt

Break-even point

EBI in dalam dollar, tanpa pajak

Keuntungan dengan utang

Kerugian

(10)

Asumsi Model Modigliani Miller

Ekspektasi homogen (Homogeneous Expectations).

Kelompok risiko bisnis homogen (homogeneous business risk classes).

Arus kas bersifat perpetual.

Pasar modal sempurna:

– Persaingan sempurna.

– Perusahaan dan investor dapat meminjam/ meminjamkan dengan tingat bunga yang sama.

– Semua pihak memiliki akses informasi yang sama.

– Tidak ada biaya transaksi.

(11)

Homemade Leverage

: contoh

Resesi Ekspektasi Ekspansi EPS Perusahaan Unlevered $2.50 $5.00 $7.50

Earning untuk 40 lembar saham $100 $200 $300 Dikurangi bunga $800 (8%) $64 $64 $64

Laba $36 $136 $236

ROE (Laba / $1,200) 3% 11% 20%

Beli 40 lembar saham dengan harga $50 dengan margin. ROE akan sama dengan ROE jika membeli saham perusahaan yang menggunakan hutang Debt equity ratio “ personal” adalah:

3

2

200

,

1

$

800

$

(12)

Homemade (Un)Leverage

: contoh

Resesi Ekspektasi Ekspansi EPS dari perusahaan levered $1.50 $5.67 $9.83

Earnings untuk 24 lembar saham $36 $136 $236 Ditambah bunga pada $800 (8%) $64 $64 $64

Laba $100 $200 $300

ROE (Laba/ $2,000) 5% 10% 15%

Beli 24 lembar saham dari levered firm identik dengan hutang perusahaan untuk mendapatkan ROE dari unlevered firm.

(13)

MM Proposisi I & II (tanpa pajak)

Proposisi I

– Nilai perusahaan tidak terpengaruh oleh leverage.

– VL = VU

Proposisi II

– Leverage meningkatkan risiko dan return bagi pemegang saham

rs = r0 + (B / SL) (r0 - rB)

rB adalah tingkat suku bunga (biaya hutang)

rs adalah return (levered) ekuitas (biaya ekuitas)

r0 adalah return dari unlevered ekuitas (biaya modal)

B adalah nilai hutang

(14)

MM Proposisi I (tanpa pajak)

Penurunannya adalah sebagai berikut:

B

Present value dari arus kas adalahVL

EBIT

(15)

MM Proposisi II (tanpa pajak)

Turunannya adalah:

(16)

Biaya ekuitas, biaya hutang, dan WACC: MM

Proposisi II tanpa pajak perusahaan

Debt-to-equity Ratio

Biaya M

(17)

MM Proposisi I dan II (dengan pajak)

Proposisi I (dengan pajak perusahaan)

– Nilai perusahaan meningkat dengan adanya leverage.

VL = VU + TC B

Proposisi II (dengan pajak perusahaan)

– Sebagian peningkatan risiko dan return pada ekuitas di” offset” dengan adanya interest tax shield.

rS = r0 + (B/S)× (1-TC)× (r0 - rB)

rB adalah tingkat suku bunga (biaya hutang)

rS adalah return ekuitas (biaya ekuitas)

r0 adalah return dari unlevered ekuitas (biaya modal)

B adalah nilai hutang

(18)

MM Proposisi (dengan pajak perusahaan)

PV dari arus kas tersebut adalah VL

B

PV dari bentuk pertama adalah VU

PV dari bentuk kedua adalah TCB

(19)

MM Proposisi II (dengan pajak)

Dimulai dengan M&M Proposisi I dengan pajak:

)

Arus kas dari setiap sisi neraca harus sama dengan :

B

Bagi kedua sisi dengan S

(20)

Efek

financial leverage

pada biaya hutang dan

biaya ekuitas

Debt-to-equity

ratio (B/ S)

Cost of capital:r

(21)

Total arus kas untuk investor pada setiap

struktur modal dengan pajak perusahaan

Semua Ekuitas

Resesi Ekspektasi Ekspansi

EBIT $1,000 $2,000 $3,000

Bunga 0 0 0

EBT $1,000 $2,000 $3,000

Pajak(Tc = 35% $350 $700 $1,050

Total arus kas untuk S/ H $650 $1,300 $1,950

Dengan Hutang

Resesi Ekspektasi Ekspansi

EBIT $1,000 $2,000 $3,000

Bunga ($800 @ 8% ) 640 640 640

EBT $360 $1,360 $2,360

Pajak (Tc = 35%) $126 $476 $826

Total arus kas $234+640 $468+$640 $1,534+$640 (to both S/ H & B/ H): $874 $1,524 $2,174

EBIT(1-Tc)+TCrBB $650+$224 $1,300+$224 $1,950+$224

(22)

Total arus kas untuk investor pada setiap

struktur modal dengan pajak perusahaan

Perusahaan dengan hutang membayar pajak lebih sedikit dibandingkan perusahaan dengan struktur modal semuanya ekuitas.

Sehingga, jumlah hutang dan ekuitas dari perusahaan dengan

hutang lebih besar dari jumlah hutang dan ekuitas dari perusahaan tanpa hutang.

S G S G

B

(23)

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Pendapat Modigliani dan Miller ini ditekankan bahwa pengaruh pembayaran dividen terhadap kemakmuran pemegang saham akan diimbangi dengan jumlah yang sama dengan sumber dana yang

Menurut Modigliani- miller (MM) struktur modal tidak berpengaruh pada nilai perusahaan, hasil penelitian MM tersebut dianggap tidak relevan karena hutang dapat

Teori struktur modal modern dimulai pada tahun 1958, ketika Profesor Franco Modigliani dan Merton Miller (selanjutnya disebut MM) menerbitkan apa yang disebut

Modigliani dan Miller berpendapat bahwa struktur modal tidak mempengaruhi nilai perusahaan. Kemudian pada awal tahun 1960-an, kedua ekonom tersebut memasukan faktor

Pengusaha (pemegang saham) tidak boleh memberhentikan pekerja dalam tindakan penggabungan perseroan terbatas, jika hal tersebut hanya menguntungkan dan

Pengusaha (pemegang saham) tidak boleh memberhentikan pekerja dalam tindakan penggabungan perseroan terbatas, jika hal tersebut hanya menguntungkan dan

scientific dan atas dasar penelitian yang terus- menerus. Pada tahun 1950-an, Modigliani dan Miller menentang pandangan tradisional struktur modal. Mereka berpendapat

Tujuan ini dapat diwujudkan dengan memaksimumkan nilai perusahaan dengan asumsi bahwa pemilik perusahaan atau pemegang saham akan makmur jika kekayaannya meningkat,