Cara Belajar yang Baik

40 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

MAKALAH CARA BELAJAR YANG BAIK

Dalam Rangka Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah :

Pengantar Pendidikan

Disusun oleh :

Elis Nurul Fatonah

(1 B) Pendidikan Bahasa Inggris

NIM 13221020

(2)

2014-2015

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi ALLAH SWT yang telah memberikan segala

nikmatnya kepada hamba-hambanya dan oleh karena itu makalah

ini dapat kami selesaikan dengan baik walaupun dalam penulisan

ini masih begitu banyak kekurangan.

Saya ucapakan rasa terima kasih kepada kedua orang tua saya

yang selalu memberi semangat dalam menuntut ilmu sehingga

memberikan semangat motivasi dalam menuntut ilmu.

Saya sebagai penulis sangat menyadari bahwa makalah ini masih

jauh sekali dari kesempurnaan, baik dari isi maupun

penyajian.Untuk itu saya sangat mengharapkan saran dan kritik

yang membangun untuk menuju kesempurnaan dalam penulisan

makalah ini.Semoga hadirnya makalah yang sederhana ini

memberi manfaat untuk pembaca dan terutam untuk penulis.

Garut, 8 Januari 2014

Elis Nurul Fatonah

(3)

DAFTAR ISI

KATA

PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . i

DAFTAR

ISI . . . . . . . ii

BAB I PENDAHULUAN . . . . . . . 1-2

A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan dan Manfaat

BAB II

PEMBAHASAN . . . . . . 3-31

A. Pengertian Belajar

B. Masalah-masalah mengenai cara belajar C. Faktor- faktor kesulitan belajar

D. Cara-cara belajar yang baik E. Pedoman umum untuk belajar F. Evaluasi Belajar dan Pembelajaran

BAB III PENUTUP. . . . . . . 32

(4)

ii

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Penyelenggaraan pembelajaran merupakan salah satu tugas

utama guru, dimana pembelajaran dapat diartikan sebagai

kegiatan yang ditujukan untuk membelajarkan siswa. Untuk dapat

membelajarkan siswa, salah satu cara yang dapat ditempuh oleh

guru ialah dengan menerapkan pendekatan perlahan, cara belajar

yang baik.

(5)

1

B. Rumusan Masalah

Adapun Rumusan masalahnya adalah sebagai berikut : 1. Apa yang dimaksud dengan belajar ?

2. Apasajakah masalah-masalah yang dialami para mahasiswa mengenai cara belajar ?

3. Apasajakah factor-faktor kesulitan dalam belajar ? 4. Bagaimanakah cara-cara belajar yang baik ? 5. Apa saja pedoman umum untuk belajar ?

C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Agar kita mengetahui pengertian belajar, alat perlengkapan belajar serta persiapan-persiapan dalam belajar.

2. Agar kita mengetahui masalah-masalah yang dialami Mahasiswa. 3. Agar kita mengetahui factor-faktor kesulitan dalam belajar.

(6)

2

BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN BELAJAR

Suatu pendapat mengatakan bahwa belajar adalah kegiatan fisik atau badaniyah. hasil yang dicapai adalah serupa perubahan-perubahan dalam fisik itu, misalnya : dapat berlari, mengendarai mobil dan sebagainya. Sebaliknya pendapat lain mengatakan bahwa belajar adalah kegiatan rohaniah. Hasil belajar yang dicapai adalah perubahan-perubahan dalam jiwa seperti memperoleh pengertian tentang bahasa dan sebagainya. Ahli Pendidikan modern merumuskan perbuatan belajar sebagai berikut : Belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru

berkat pengalaman dan latihan.

Dari definisi diatas dapatlah diambil kesimpulan bahwa Belajar adalah proses perubahan di dalam diri manusia. Apabila setelah belajar tidak terjadi perubahan dalam diri manusia, maka tidaklah dapat dikatakan bahwa

padanya telah berlangsung proses belajar.

Tentu saja kita menginginkan agar perubahan yang terjadi dalam diri kita adalah perubahan yang berebcana dan bertujuan. Kita belajar dengan suatu

tujuan yang lebih dulu kita tetapkan.

Beberapa Prinsip Belajar adalah sebagai berikut :

1. Belajar harus bertujuan dan terarah

2. Belajar memerlukan bimbingan

(7)

diperoleh pengertian-pengertian. 4. Belajar memerlukan latihan dan ulangan agar apa-apa yang telah

dipelajari dapat dikuasai.

5. Belajar adalah suatu proses aktif dimana terjadi saling pengaruh secara

dinamis antara murid dengan lingkungannya.

6. Belajar harus disertai keinginan dan kemauan yang kuat untuk mencapai tujuan

7. Belajar dianggap berhasil apabila telah sanggup menerapkan kedalam

bidang praktek sehari-hari.

Belajar merupakan kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap jenjang pendidikan. Dalam keseluruhan proses pendidikan, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dan penting

dalam keseluruhan proses pendidikan.

Belajar adalah proses atau usaha yang dilakukan tiap individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan maupun sikap dan nilai yang positif sebagai pengalaman untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari. Kegiatan belajar tersebut ada yang dilakukan di sekolah, di rumah, dan di tempat lain seperti di museum, di laboratorium, di hutan dan dimana saja. Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Sebagai tindakan maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri dan akan menjadi penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar.

3

Definisi Belajar Menurut Para Ahli

Belajar adalah sebuah proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, ketrampilan, daya pikir, dan

kemampuan-kemampuan yang lain.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi belajar menurut beberapa ahli: # Gagne (The Conditions of Learning 1977)

Belajar merupakan sejenis perubahan yang diperlihatkan dalam perubahan tingkah laku, yang keadaaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan yang serupa itu. Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah.

# Arno F. Wittig ( Psychology of Learning 1981 )

Perubahan yang relatif menetap yang terjadi dalam segala macam tingkah laku suatu organisme sebagai hasil belajar.

# James Patrick Chaplin ( Dictionary of Psychology 1985 )

(8)

# Hintzman, Douglas L ( The Psychology of Learning and Memory 1987 ) Suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme, manusia atau hewan, disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme tersebut.

B. MASALAH-MASALAH MENGENAI CARA BELAJAR

Pada umumnya para mahasiswa atau pelajar banyak mengalami masalah cara belajar, disamping masalah-masalah lain yang menyangkut keadaan jasmani, keadaan keuangan dan sebagainya,

Menurut penelitan C.C. Wrenn dan Reginald Bell mengenai masalah-masalah pokok mahasiswa di Perguruan tinggi di Amerika, ternyata ada tiga hal yang sering terdapat pada mahasiswa yaitu :

1) Kesukaran dalam mengatur pemakaian waktu belajar

2) Ketidaktahuan mengenai ukuran-ukuran baku yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan tugas-tugas.

3) Kebiasaan membaca yang lambat.

Dari jumlah mahasiswa yang diselidiki itu ternyata ada 58% termasuk golongan 1, selanjutnya 32% termasuk golongan 2, sedangkan 30% dari jumlah mahasiswa termasuk golongan 3.

4

Suatu penyelidikan lain yang dilakukan oleh R.L. Mooney dan Mary Alice Price mengenai 11 macam masalah mahasiswa, ternyata ada 2 kesukaran yang paling banyak dialami mahasiswa, yaitu :

1) Tidak tahu bagaimana cara belajar efektif (Don’t know how to study effective)

2) Tidak dapat memusatkan perhatian dengan baik (Umable to concentrate well)

Masih banyak penelitian-penelitian lainnya di Amerika serikat yang secara jelas mencantumkan metode-metode belajar sebagai salah satu masalah-masalah yang dihadapi oleh para mahasiswa.

C. FAKTOR- FAKTOR KESULITAN BELAJAR

Ada dua faktor yang menyebabkan kesulitan dalam belajar yaitu : 1. Factor Indogen

a. Factor Biologis

(9)

b. Factor yang psychologis

Factor psychologis adalah factor yang berhubungan dengan rohaniah. Termasuk dalam factor ini adalah : Intelligensi (kecerdasan), perhatian, Minat, bakat dan emosi.

2. Factor Exogen

Selain factor endogen, ada pula factor yang dating dari luar (exogen) yang macamnya lebih banyak. Factor itu meliputi factor keluarga, kampus dan masyarakat.

a. Lingkungan Keluarga

Factor ini meliputi factor orang tua (memdidik), suasana rumah (gaduh atau tudak gaduh), dan factor ekonomi keluarga

b. Lingkungan Kampus

Lingkungan kampus kadang-kadang juga menjadi factor hambatan bagi mahasiswa. Misalnya : cara penyajian pelajaran yang kurang baik, hubungan dosen dengan mahasiswa yang urang baik, hubungan antara mahasiswa dengan mahasiswa kurang menyenagkan, alat-alat belajar dikampus yang tidak seba lengkap dan jam-jam kuliah yang kurang baik.

c. Lingkungan Masyarakat

Termasuk lingkungan masyarakat yang dapat menghambat kemajuan belajar anak ialah : Mass Media (boiskop-bioskop, televise, dll), teman bergaul yang memberikan pengaruh tidak baik, adanya kegiatan-kegianat dalam

masyarakat, dan corak kehidupan tetangga.

5 Adapun faktor kesulitan dalam proses belajar yang lainnya adalah ketenangan, kesabaran, kasih sayamg, dan kebetahan siswa dalam kelas. Selama ini sering kita jumpai di kelas ketika proses belajar mengajar berlangsung, saat guru menerangkan beberapa murid asyik bercerita dengan temanya, berjalan-jalan, atau bermain sendiri.

(10)

kita belajar dan terus belajar supaya peristiwa tersebut tidak menimpa kita sebagai guru.

Pembelajaran yang menonton termasuk salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya permasalahan dikelas adalah guru yang selalu menonton dalam mengajar. Mereka hanya menyampaikan pengetahuan secara sepihak tanpa berusaha melibatkan mental psikologi anak.

Dalam Kegiatan Belajar mengajar (KBM). Guru hanya memposisikan anak secara pasif. Siswa hanya dipersiapkan menerima ilmu pengetahuan dari guru yang menggunakan metode ceramah dengan program 30 CH (duduk,dengar,diam,catat, dan hafal). Seperti kita ketahui siswa adalah makhluk unik, sehingga pendidik harus memiliki pemahaman terhadap kebutuhan peserta didiknya. Sebagai guru profesional sudah selayaknya berusaha meningkatkan penguasaan materi pembelajaran dengan beberapa pendekatan yang bisa memberikan hasil belajar yang optimal.

Siswa usia SD berada pada fase paling kreatif dalam hidup manusia karena mereka dalam usi bermain. Kenyataanya sejak pagi hingga siang, mereka harus belajar di kelas dengan kondisi tersiksa, mereka tidak boleh bicara, tapi harus duduk rapi, tangan di meja melihat bapak ibu guru menyampaikan materi. Oleh karena itu, seorang guru yang profesional harus bisa mencari dan menggunakan metode yang sesuai, sehingga suasana belajar di kelas tanpa tekanan,paksaan.

6

D. CARA-CARA BELAJAR YANG BAIK

Sebelum mulai belajar seorang mahasiswa perlu mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Ada lima syarat yang perlu dipenuhi dalam persiapan ini, yaitu : 1. Kondisi Jasmani

(11)

minum obat lebih dahulu sebelum mulai belajar. Kesehatan adalah mahkota yang sangat mahal harganya. Makan, istirahat, tidur, olahraga, rekreasi dan lain-lain harus diatur sebaik mungkin sehingga badan selalu tetap segar, bersemangat, bergairah dan senantiasa siap untuk belajar dan bekerja. 2. Kondisi Rohani

Selain kesehatan jasmani yang baik, mahasiswa harus memiliki ketenangan jiwa dan fikiran. Rasa benci, dendam, takut, kahwatir, cemas, irihati dan sejenisnya harus di buang jauh-jauh. Disampin sifat-sifat tersebut tidak baik juga dapat mengurangi ketenangan jiwa. Ia dituntut dapat menciptakan pergaulan yang baik, pergaulan yang menyenangkan dan menggembirakan ia harus pandai-pandai memilih sahabat yang baik, tahu perasaan orang lain dan mau diajak musyawarah, belajar dan bekerja bersama.

3. Tempat

Untuk belajar hendaklah mahasiswa memilih tempat yang memenuhi syarat-syarat kesehatan. Tempat itu harus bersih, udara yang selalu berganti, sinar matahari bias masuk terutama di pagi hari, ada penerangan yang cukup, tidak terlalu lemah dan menyilaukan dan diusahakan sinar dating dari arah belakang atau samping sebelah kiri. Tempat harus teratur rapi, jauh dari segala gangguan dan lain-lain. Pendek kata kalau anda atau ada orang lain masuk ke tempat belajar itu merasa tergugah hatinya untuk belajar.

4. Suasana

Suasana belajar erat sekali dengan tempat belajar. Kalau tempat baik maka suasana pun menjadi baik. Suasana belajar dapat diciptakan dan diperbaiki. Seorang mahasiswa dapat menciptakan suasana yang lebih baik daripada sebelumnya apabila mau bertindak.

5. Waktu

Kapankah seorang mahasiswa harus belajar, pagi, sore siang atau malam ? sebenarnya dia sendirilah yang tahu jawabanya yang pasti. Hanya saja dianjurkan dan sebaiknya ia belajar sewaktu kondisi dan suasana

memungkinkan. Tentunya ia harus belajar diwaktu-waktu memiliki kesegaran dan kejernihan otak/pikiran serta dapat berkonsentrasi penuh.

6. Alat-alat

Berikut ini alat-alat yang seharusnya dimiliki oleh setiap mahasiswa, sedang alat-alat lain yang berupa alat-alat tambahan tergantung pada keperluan masing-masing. Alat-alat itu antara lain :

(12)

a. Buku-buku : buku pelajaran, buku catatan, kasykul dan lain-lain. Map atau tas untuk membawa buku.

b. Alat-alat tulis

Adapun persiapan lainnya sebelum kita belajar, yaitu: 1. Berdoalah sebelum belajar.

2. Murnikan niat jadikan menuntut ilmu sebagai ibadah.

3. Hilangkanlah kata “akan” dari hidup anda, dan jangan menunda-nunda. 4. Waspadalah dengan sugesti-sugesti yang negative, seperti, “aku gagal”, atau, “pelajaran yang sulit”.

5. Harus yakin diri sendiri, kalo kita bisa.

6. Percayalah tentang pentingnya ilmu dan mempelajarinya.

7. Waspadalah dengan teman yang kurang baik dan membuang-buang waktu.

8. Aturlah buku tulis dan belajar anda.

9. Kerjakan pekerjaan rumah dan ulangilah setiap hari.

10. Makanlah makanan yang sehat, dan jauhi makanan instant. 11. Jangan pernah belajar di saat merasa lelah.

12. Ikuti program pembelajaran disekolah dengan baik.

13. Buat jadwal belajar mulai sekarang, dan fokuslah pada satu hal. 14. Belajar kelompok, bahas soal saling bantu.

15. Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan. 16. Atur suhu udara senyaman mungkin.

17. Pasang tulisan di depan pintu kamar “jangan diganggu! Lagi belajar nih!!”

18. Silent HP agar konsentrasi belajar tidak terganggu.

19. Dengarkan musik-musik yang enak didengar, kalau bisa musik instrumental, supaya kita tidak ikut bernyanyi. Dan jangan musik rock. 20. Kalau bisa, jangan belajar sambil tiduran diatas kasur, tujuannya agar tidak gampang ngantuk karena bersandar pada bantal.

21. Sediakan cemilan ringan jika mulai bosan.

22. Jangan ragu bertanya pada teman, guru, atau siapa saja yang lebih mengerti tentang materi yang anda pelajari.

(13)

Adapun cara belajar lainnya diantaranya :

A. Menciptakan Suasana Belajar di Kelas yang Menyenangkan

Salah satu hal yang harus dikedepankan dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan adalah menyertakan partisipasi siswa di dalam kelas. Selain untuk membangun komunikasi dengan siswa, pengajar juga dapat mengetahui apa yang menjadi kebutuhan bagi para siswa. Jika situasi ini tak terbangun, bisa jadi siswa akan merasa canggung berbicara dengan guru dan komunikasi tidak akan berjalan baik. Akibatnya, pengajar juga akan mengalami kesulitan untuk mengetahui apa yang menjadi keinginan siswa. Beberapa tips yang dapat menjadi panduan dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan:

1. Ciptakan iklim yang nyaman buat anak didik

Iklim yang nyaman akan menghilangkan kecanggungan siswa, baik sesama guru maupun antar siswa sendiri. Hal ini juga bisa mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan, sehingga komunikasi antara pendidik dan anak didik dapat terbangun. Sebagai pengajar, Anda dapat menjelaskan kepada siswa bahwa tidak akan ada siswa lain yang akan mengejek ketika ia bertanya. Beri motivasi kepada siswa bahwa dengan bertanya, akan memudahkannya untuk lebih mengetahui tentang sesuatu hal daripada hanya diam mendengarkan.

2. Dengarkan dengan serius setiap komentar atau pertanyaan yang diajukan

oleh siswa Anda.

(14)

9

3. Jangan ragu memberikan pujian kepada siswa

Anda juga bisa mencoba dengan memuji setiap komentar yang diajukan oleh anak didik Anda. Misalnya, "Oh, itu ide yang sangat bagus" ,atau "Pertanyaan kamu bagus, itu tidak pernah saya pikirkan sebelumnya”.

4. Beri pertanyaan yang mudah dijawab

Jika hal di atas belum juga berhasil untuk mengajak siswa memberikan komentar atau pertanyaan, giliran Anda untuk mengajukan pertanyaan memancing yang bisa membuat anak didik Anda tidak lagi bungkam di dalam kelas. Pastikan pertanyaan Anda mampu dijawab oleh siswa, sehingga saat menjawab secara tidak langsung melatih siswa untuk berbicara.

Saat siswa sudah mulai merespon, beri senyum kepada siswa yang sudah berkomentar. Hal ini akan mengurangi rasa canggung yang biasa ia perlihatkan.

5. Biarkan siswa mengetahui pelajaran sebelum kelas dimulai

Minta agar para siswa mempelajari bahan yang nantinya akan Anda tanyakan. Sehingga, ia akan mempersiapkannya terlebih dulu. Jika saat anda bertanya dan para siswa tidak merespon, ubah format pertanyaan anda yang hanya membutuhkan jawaban "ya" atau "tidak".

6. Controlling

(15)

selanjutnya adalah memberi ia tugas yang bisa membantunya untuk berkomunikasi. Misalnya, tugas berpidato dalam kelas.

10 Selain itu, keakraban antara guru dan siswa sangat menentukan keberhasilan belajar bagi siswa. Jika hal ini terjalin suasana belajar akan lebih santai dan siswa akan lebih mudah menangkap pelajaran. Siswa tidak akan merasa sungkan bertanya jika mereka tidak mengerti karena salah satu jalan membuat siswa cepat mengerti adalah dengan cara bertanya. Mengajar kelompok kecil dan perorangan merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap peserta didik, dan menjalin hubungan yang lebih akrab antara guru dengan peserta didik maupun antara peserta didik dengan peserta didik yang lain. Khusus dalam melakukan pembelajaran perorangan perlu diperhatikan kemampuan dan kematangan berfikir peserta didik, agar apa yang disampaikan bisa diserap dan diterima oleh peserta didik. Penguasaan terhadap semua ketrampilan mengajar di atas harus utuh dan terintegrasi, sehingga diperlukan latihan yang sistematis, misalnya melalui pembelajaran mikro.

(16)

pembelajaran dengan baik dengan cara menyusun jadwal pelajaran dengan rapi. Dalam satu hari siswa jangan diberikan pelajaran yang berumus, harus diselingi dengan mata pelajaran yang lainnya.

11 Mengajar Menggunakan Bahasa Cinta

Untuk membuat suasana belajar dikelas menyenangkan dan menarik minat siswa untuk belajr lebih giat, maka guru harus dapat menciptakan hubungan yang harmonis dengan siswa. Karena siswa itu sendiri sebagai manusia yang memiliki rasa cinta jangan sampai membuat julukan negatif pada seorang guru gara-gara selalu marah dan berteriak

Bahasa cinta merupakan salah satu kunci sukses bagi semua guru untuk membangun sebuah hubungan yang indah dengan siswaagar tercipta suasana menyenangkan. Seorang guru dapat membangun hubungan yang indah dengan siswa jika mau berbuat.

1. Mengakui kesalahan yang pernah dilakukan

Guru adalah sosok yang di kagumi, dihormati, sehingga akan menjadi sangat memalukan baginya untuk mengakui kesalahan yang mungkin telah di perbuat kepada para siswanya. Kewibawaan seorang guru akan terlihat dari apa yang telah ia lakukan. Sikap mengakui kesalahan dan mau minta maaf menunjukkan kebersihan hati seseorang .

2. Pujian untuk meningkatkan motivasi belajar

(17)

3. Memberi kesempatan berfikir kreatif

Menanyakan dan memberikan pilihan kepada siswa dalam proses pembelajaran akan membuat siswa berlatih mengambil keputusam sendiri tanpa ada paksaan. Siswa akan terdidik untuk berpikir kreatif dalam mencari pemecahan suatu masalah.

4. Mau menghargai orang lain

Kata terimah kasih merupakan ungkapan yang bermakna luas, ketika seorang siswa mampu mengatakan terimah kasih baik kepada teman atau gurunya berarti dia memiliki kepekaan bahwa apa apa yang telah berhasil ia dapatkan bukan semata-mata kehebatanya sendiri melainkan ada orang lain yang turut membantu. Dari sinilah siswa dapat belajar untuk menyadari bahwa bekerja sama merupakan hal yang sangat baik untuk di lakukan.

12 Dengan bahasa cinta, hubungan yang kaku antara guru dan murid sudah saatnya di ubah menjadi hubungan yang harmonis penuh kasih sayang. Dengan demikian akan mencetak calon-calon generasi yang unggul di masa mendatang.

B. Menciptakan Lingkungan Kelas yang Menarik

Suasana belajar adalah faktor penentu keberhasilan mencapai sasaran belajar. Prinsip belajar orang dewasa dan anak-anak pada hakekatnya sama yaitu melalui penjelajahan (eksplorasi) dan suasana hati gembira (fun). Seorang guru idealnya kreatif mendesain lingkungan belajar agar tercipta suasana yang menyenangkan atau dalam istilah Gordon Dryden disebut orkestrasi lingkungan belajar. Lalu apa yang perlu disiapkan?

(18)

belajar banyak berlangsung dalam pikiran bawah sadar. Siswa menyerap materi pelajaran tanpa memikirkannya secara sadar. Oleh karenanya pikiran bawah sadar harus dirangsang sedemikian rupa agar responsif.

Kedua, Bila perlu ciptakan suasana kelas yang mirip pesta, ada balon, lampion, dan hiasan-hiasan dinding.

Ketiga, siapkan musik pengiring ketika presentasi atau ketika siswa mengerjakan tugas-tugas yang sebelumnya telah direncanakan. Akan lebih baik jika memakai musik klasik yang direkomendasikan oleh Dr Lazanov. (Mozart, vivaldi, Bethoven).

Keempat, seluruh atmosfer kelas harus benar-benar bersahabat, tidak ada tekanan, apalagi ancaman.

Stocwell (seorang pelatih pendidikan terkemuka di Eropa) menjelaskan bahwa poster berwarna di dinding yang didesain dengan baik sangatlah penting karena merangsang periferal otak. Kehadirannya yang konstan di ruang kelas menyampaikan isinya di memori otak walaupun tidak disadari oleh anak. Stocwell juga menjelaskan tentang psikologi warna.

13 Merah adalah warna peringatan, biru melambangkan kesejukan, kuning warna kecerdasan, hijau dan coklat mempunyai efek menentramkan, hangat dan ramah. Poster yang baik dapat membuat kesan di memori jangka panjang, menciptakan gambaran memori yang dapat dipanggil kembali jika dibutuhkan, walaupun tidak pernah dipelajari secara sadar.

C. Langkah Inovatif untuk Menggairahkan Nafsu Belajar Siswa

(19)

kebanyakan dicat dengan warna putih polos, kuning polos, dan warna–warna lain yang serba polos. Ini sudah lumayan bagus, artinya kondisi kelas yang demikian sudah terlihat bersih.

Gambar–gambar yang dapat menciptakan nuansa keindahan dan nuansa lain dari suatu kegiatan dan kebiasaan yang bersifat konvensional jarang kita temukan. Memang kita sadari bahwa eksistensi persekolahan di negara kita tercinta ini cukup bervariasi, mulai dari yang tidak layak pakai mungkin karena dinding mau roboh, genteng yang mau berjatuhan, plafon banyak yang jebol, dan siap untuk berjatuhan dan berbagai kondisi lain yang sangat memprihatinkan. Kita berharap kondisi yang sedemikian parah semacam ini segera dibenahi dan ditangani. Karena bagaimana bisa kita menciptakan suatu lingkungan yang indah kalau kondisinya saja sangat memprihatinkan.

Namun tidak berarti bahwa komunitas yang ada pada sekolah yang ada pada kondisi yang demikian menjadikan guru dan warga sekolahnya menjadi kehilangan kreatifitas untuk menciptakan hal–hal yang inovatif demi terciptanya lingkungan belajar yang indah, asri dan elok dipandang mata sehingga pada akhirnya tercipta suasana yang menyenangkan.

(20)

Langkah inovatif yang dapat dilakukan adalah bagaimana eksistensi dinding–dinding kelas yang pada dasarnya benda mati tersebut menjadi bermakna dan berbicara terhadap siswa pada khususnya dan bagi seluruh warga sekolah pada umumnya. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana menciptakan dinding–dinding sekolah dan ruang–ruang kelas yang mati ini menjadi lebih hidup, menjadi bermakna, dan pada akhirnya dapat menggairahkan nafsu belajar siswa?

Jawaban dari pertanyaan di atas tidak lain adalah diperlukan suatu langkah kreatifitas dari seorang guru, dan hal ini tentunya merupakan suatu langkah inovatif yang pada kenyataannya akan berbeda dengan kondisi realita dan mayoritas yang ada di lapangan saat ini. Pada kebanyakan orang dan pada kebanyakan guru bisa saja hal ini dianggap kegiatan yang mengada–ada. Namun justru di sinilah letak nilai inovatif itu sendiri muncul, sebab kegiatan yang bersiafat inovatif akan dirasakan hal yang asing oleh orang lain, sebab hal semacam itu sebelumnya jarang atau bahkan mungkin belum ada.

Pertanyaan yang mungkin timbul yaitu bagaimana, dan kreatifitas semacam apa yang dapat membedakan kondisi ruang kelas dan kondisi lingkungan sekolah konvensional dengan kondisi ruang kelas dan lingungan sekolah yang disentuh dengan nuansa kreatifitas sehingga memiliki nuansa estetis dan bermakna bagi siswa? Kegiatan ini merupakan suatu keniscayaan untuk dilakukan oleh guru di lapangan, yaitu dengan memberikan sentuhan– sentuhan seni pada dinding–dinding ruang kelas, gedung, dan pagar sekolah. Sentuhan seni itu berupa penuangan warna-warna ceria, serasi dan kolaborasi beberapa warna pada dinding kelas atau pun dinding sekolah.

(21)

dengan pembelajaran maksudnya gambar yang dituangkan merupakan upaya untuk mendekatkan anak dengan materi pelajaran yang dipelajari pada kelas tertentu, misalnya pada pelajaran IPA, ada meteri-materi tertentu yang bisa berupa sajian gambar yang menarik siswa bila dituankan pada dinding sekolah, seperti : gambar gerhana, solar sistem, simbiosis, pertumbuhan tumbuhan, cara–cara perkembangbiakan, dan lain–lain.

Demikian juga seperti materi pelajaran IPS seperti gambar tipe –tipe hewan: Asiatis , Peralihan, Australis, dan gambar bendera dan lambang ASEAN, merupakan gambar yang sangat menarik bagi siswa. Apabila materi semacam ini disajikan berupa lukisan atau gambar yang menarik pada dinding sekolah, materi tersebut pada akhirnya bukan merupakan hal yang asing bagi siswa. Sebab setiap hari dan setiap saat siswa dapat mengamati dan melihatnya. Hal itu dimaksudkan supaya dinding sekolah dan ruang kelas menjadi suatu yang integral dengan kegiatan pembelajaran bernuansa estetis dan menyenangkan. Lukisan yang tertuang harus menciptakan nuansa dan nilai keindahan artinya bila kita memandang lukisan itu dapat tercipta suasana batin yang damai, menyejukkan kalbu. Kondisi semacam ini akan memiliki dampak psikologis yang sangat dalam bagi penikmat lukisan tersebut khususnya siswa, yaitu dapat memberikan nuansa rekreatif yang dapat menciptakan suasana relaksasi bagi otot–otot syaraf yang tegang stress dan semacamnya. Hanya saja hal yang harus diperhatikan yaitu tata letak dan penempatan dari lukisan itu sendiri. Lukisan hendaknya ditata sedemikian rupa sehingga eksistensinya tidak memecahkan konsentrasi siswa pada saat menerima pembelajaran.

Hal semacam ini memang berbeda dan dapat menghapus cara–cara lama dalam memanfaatkan ruangan kelas pada khususnya dan lingkungan sekitar agar lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa untuk tetap berada di dalamnya.

(22)

Sehingga dengan kondisi kelas yang semacam ini siswa dan guru atau siapa saja yang masuk ke kelas ini beranggapan dan merasa bahwa kelasku adalah istanaku, atau dia beranggapan bahwa sekolahku adalah sorgaku.

Penciptaan ruang kelas dan lingkungan sekolah yang sedemikian rupa memang memerlukan kerja ekstra, sebab tidak semua guru dapat melukis. Apabila hal itu terjadi tentu perlu mengundang orang yang pandai melukis. Upaya–upaya seperti yang telah dipaparkan oleh penulis tidak lain adalah suatu kiat agar siswa tidak bosan di sekolah, siswa lebih bergairah dalam pembelajaran yang pada akhirnya tentunya tercapainya prestasi siswa yang optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

D. Syarat-syarat Menciptakan Suasana Belajar yang Baik

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi bila mana kita ingin menciptakan suasana belajar yang baik. Yang dimaksud dengan suasana belajar yang baik adalah suasana dimana proses belajar dapat berjalan sebaik mungkin. Syarat - syarat itu adalah seperti berikut :

 Murid harus mengalami kemajuan

 Murid harus menghargai pelajaran yang disajikan

 pengajar harus memperoleh kepuasan karenanya

(23)

-keterampilan tersebut dapat disamakan dengan -keterampilan mengetik, menulis atau mengendarai mobil.Tujuan terpenting dari kegiatan mengajar adalah penyampaian ilmu.

17 E. Belajar Menyenangkan di Luar Kelas

Salah satu kendala dalam pembelajaran adalah rasa bosan.Entah itu terjadi pada siswa atau guru. Ketika rasa bosan sudah mempengaruhi proses belajar mengajar, ada beberapa hal yang dilakukan siswa. Misalnya :

 Ngobrol dengan teman sebangku via memo. Seolah-olah siswa tersebut mencatat hal penting yang disampaikan guru. Pada kenyataannya mereka sedang asik berbincang tentang hal yang lebih menarik (musik, film, gossip, bahkan tak jarang membicarakan guru yang sedang mengajar).

 Menggambar. Hal kedua yang sering dilakukan siswa ketika bosan dengan suasana belajar yang itu-itu saja.

 SMSan, FB-an, dll.

Tentunya sangat tidak menyenangkan jika seorang guru mengetahui anak didiknya berperilaku seperti itu.Dalam hati sudah merasa bahwa upaya menyampaikan pelajaran sudah maksimal.Namun kenyataannya masih ada pula siswa yang merasa bosan.Dalam hal ini jangan menyalahkan siswa saja. Guru pun harus intropeksi diri, sudah tepatkah cara saya dalam menyampaikan pelajaran. Toleransi akan kondisi siswa sangat dibutuhkan ketika rasa bosan sudah melanda.

(24)

pembuatan dan pembacaan puisi sangat bagus diajarkan di luar kelas.Menciptakan suasana belajar di luar kelas tidak lah sulit.

 Pilih materi yang ringan, yang bisa diselingi dengan permainan dan candaan.

 Pilih waktu dan suasana yang mendukung. Misalnya pada jam terakhir dan langit sedang tidak mendung.

 Bagi siswa dalam kelompok=kelompok kecil supaya lebih terkondisikan.

 Mulai proses pembelajaran dengan berbagi ide dengan siswa.

18

Perlu diketahui tidak semua materi pelajaran dapat dibawa ke luar kelas. Jadi sesuaikan dengan situasi dan kondisi. Baik itu kondisi cuaca, materi, siswa, dan guru.

F. Peran Guru dan Orang Tua dalam Menciptakan suasana Belajar yang

Menyenangkan

Rasa senang dalam belajar adalah masalah suasana hati. Ini diperoleh melalui perlakukan guru dan orang tua melalui dorongan dan motivasi mereka. Sebenarnya yang diperlukan oleh siswa dalam belajar adalah rasa percaya diri. Maka tugas orang tua dan guru tentu saja menumbuhkan rasa percaya diri mereka.. Dari pengalaman hidup, kita sering menemukan begitu banyak anak yang ragu-ragu atas apa yang mereka pelajari, sehingga mereka perlu didorong dan diberi semangat lewat kata – kata dan perlakuan.

(25)

(suasana lingkungan), faktor emosional (suasana hati) dan faktor sosiologi atau lingkungan teman, guru, orang tua dan budaya sekitar. Rasa senang dalam belajar dapat tercipta jika terjalin keakraban antara guru dan siswa. Keakraban antara guru dan siswa sangat menentukan keberhasilan belajar bagi siswa. Jika hal ini terjalin suasana belajar akan lebih santai, lebih bisa mengungkapkan idenya sehingga lebih kreatif, anak akan lebih termotivasi ikut belajar sehingga siswa akan lebih mudah menangkap pelajaran. Anak tidak akan merasa sungkan bertanya jika mereka tidak mengerti karena salah satu jalan membuat siswa cepat mengerti adalah dengan cara bertanya.

Menciptakan suasana akrab dengan siswa bukanlah hal yang sulit. Guru perlu menciptakan suasana bahwa pada saat belajar, guru dan siswa sedang belajar. Bahwa pada saat itu mereka juga didengar ide, pendapat dan kreatifitasnya, guru akan menjadi pengarah dan fasilitator mereka dalam belajar. Dan guru perlu bersikap adil terhadap siapapun, artinya siswa perlu diperhatikan sesuai porsinya. Misalnya anak yang pintar perlu diarahkan untuk lebih memperhatikan temannya yang kurang pintar. Anak yang nakal perlu diaktifkan untuk lebih berperan dalam proses belajar misalnya dengan menunjuk anak tersebut untuk membantu menertibkan teman – temannya.

19 Guru menegur dan marah juga harus pada tempatnya dan ada alasannya. Dan salah satu cara untuk menciptakan suasana akrab dengan anak adalah berusaha untuk mengenal mereka satu persatu.

(26)

perasaan anak didik akan membuat guru tersebut (juga mata pelajarannya) menjadi sangat tidak menarik, kreatifitas anak didik akan tidak berkembang.

Lingkungan belajar melibatkan orang-orang, perilaku, gagasan, dan suasana hati. Untuk memaksimalkan dorongan alamiah dalam diri anak, lingkungan belajarnya harus memenuhi beberapa persyaratan. Anak membutuhkan lingkungan yang menanggapi perilakunya. Lebih cepat dan lebih konsisten tanggapan yang diberikan kepadanya, maka lebih cepat ia akan belajar. Persyaratan utama yang lain adalah kebebasan. Anak merasa tidak aman bila tidak ada batasannya. Dengan memberikan batasan tertentu, anak cukup leluasa untuk menyelidiki. Untuk menumbuhkan semangat kemandirian pada anak anda dan kemampuan untuk mengambil inisiatif, berikan dia kesempatan untuk memilih apa yang anda berdua ingin lakukan atau pelajari.

Anak anda juga memerlukan lingkungan yang dapat membantu mengembangkan imajinasinya. Bantulah anak dengan membacakan buku-buku yang penuh imajinasi dan bercerita menurut versi anda sendiri. Dengan demikian, anak akan tahu bahwa tidak semua cerita bersumber dari buku dan ia pun dapat mengarang ceritanya sendiri. Ingat, memberikan contoh adalah guru terbaik. Semakin anda tunjukkan kepada anak bahwa anda suka membaca dan menulis, dan bahwa anda sangat senang dan berminat dalam belajar, semakin besar keinginan anak untuk mencontoh anda. Anak tertarik untuk meniru anda bila bersama-sama melakukan yang anda kerjakan.

20 Libatkan anak dalam membahas berita di halaman depan surat kabar, atau sempatkan untuk menjelaskan isi buku yang sedang anda baca.

(27)

G.

Strategi Belajar yang Efektif dan Efisien

Cara belajar efektif adalah cara belajar yang sesuai dengan kondisi personal pembelajar, baik dari segi metode, penggunaan tempat, ataupun

penggunaan waktu. Sedangkan belajar efesien adalah cara belajar yang meminimalkan usaha tetapi mendapatkan hasil yang maksimal. Yang diminilkan disini juga berupa waktu, tempat, sarana dan prasarana belajar dan lain-lain. Biasanya seseorang belajar tidak terlalu lama, tetapi sangat menguasai materi tersebut, karena orang tersebut kemungkinan mempunyai cara efisien dalam belajar, selain metode yang mereka gunakan dalam

belajar. Yang perlu diingat disini adalah, tidak ada orang pintar atau bodoh dalam belajar, yang ada hanyalah orang malas, dan tak tahu cara belajar yang baik.

Dibawah ini adalah cara belajar yang efektif dan efisien: 1. Jangan paksa belajar pada satu kegiatan

Bagi warga belajar yang istiqomah (rutin) belajar, ia akana meluangkan waktu setiap hari meskipun sebentar untuk mengulang pelajaran, latihan atau sekedar membaca materi pokok pelajaran. Kebiasaan ini sangat baik, jika dilakukan setiap hari. Hal itu, lebih baik ketimbang belajar satu sesi menjelang ujian, atau semester. seperti kata pepatah: “Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.”

2. Saat mau belajar memiliki rencana

Rencana belajar maksudnya adalah memiliki jadwal-jadwal belajar di luar sekolah. Buatlah jadwal belajar harian, mingguan jam demi jam. Lalu usahakan dengan tegas, dan tepati semua jadwal yang kamu buat. Bagi warga belajar yang tidak teratur, biasanya tidak sebagus yang memiliki rencana dan rutin belajar.

3. Tepati rencana belajar sebagai kebiasaan

Memiliki jadwal belajar itu bagus, yang terpenting dari itu adalah meneptai kegiatan jadwal belajar itu sesuai waktu yang ditetapkan dengan rutin dan menjadi kebiasaan. Misalnya, setiap malam jam 20.00 – 21.00 Wib. Nah, jika ini rutin dilakukan, maka kamu akan lebih fokus dan menikmati proses

belajar sebagai bagian dari jam tubuh kamu seperti juga makan dan ibadah. Dampak dari semuanya, secara psikologis akan lebih tenang, fresh dan percaya diri serta lebih produktif.

4. Memiliki tujuan khusus di setiap kegiatan belajar

Tujuan khsusus dalam setiap sesi belajar itu maksudnya agar saat mau belajar sudah siap mau menyelesaikan problem apa, atau hendak memahami sesuatu yang dicari.

21

(28)

Ini akan membantu sekali pada keseluruhan topi pelajaran yang diajarkan di sekolah.

5. Sekali-kali jangan menunda belajar

Kebanyakan pelajar (warga belajar) ada yang suka dan tidak suka dalam mata pelajaran. Dampaknya, jika kamu tidak suka dengan pelajaran tersebut akan mudah menunda belajar, dan lebih memilih kegiatan lain.

Nah, warga belajar yang berhasil, biasanya tidak pernah menunda sesi belajar meski sibuk sekalipun. Jika kamu melakukan penundaan, maka masalah akan bertumpuk-tumpuk dan ini menjadi penyebab kegagalan dalam belajar. Jadi, sekali-kali jangan menunda belajar!

6. Dahulukan pelajaran yang paling sulit

Karena pelajaran yang sulit butuh konsentrasi tinggi, usaha dan mental pelajar, maka dahulukan dan jadikan perhatian yang utama. Nah, jika kamu memulai dengan yang sulit-sulit, percaya atau tidak, ini akan mengantarkan kamu menjadi pelajar yang meningkat dan sangat akan sangat efektif bagi kelangsungan pembelajaran kamu.

7. Selalu mengulang catatanmu sebelum mulai mengerjakan tugas Pastikan kamu mengulang atau membaca terlebih dahulu catatan yang dimiliki sebelum mengerjakan tugas. Karena itu, buatlah catatan yang baik selama mengikuti pelajaran di kelas. Karena hal ini akan membantu untuk menyelesaikan pekerjaan atau tugas yang harus diselesaikan. Jadi, pastikan kamu tahu persis bagaimana mengerjakan tugas utama itu dengan benar. 8 gangguan selama belajar. Jangan biarkan ada

Hal yang bisa menenangkan itu perlu dicari. Karena itu, carilah tempat belajar yang aman dari gangguan. Sebab, saat kamu terganggu, maka ini akan mengganggu konsentrasi belajar dan ini sungguh mengganggu beljar kamu.

9. Ikuti belajar kelompok dengan efektif

Percaya atau tidak, belajar kelompok dengan efektif akan membawa banyak keuntungan. Seperti mendapat bantuan teman, menyelesaikan tugas

dengan cepat, memahami konsep dengan tepat dan bisa berbagi

pengetahuan dengan teman-teman lainnya. Masih ingatkah pepatah, “Dua kepala lebih baik daripada satu kepala?”. Jadi, gunakan pepatah ini untuk belajar. Lalu mana kelompok belajar yang tidak efektif? yaitu mereka yang minim dari persiapan dan strategi belajar.

10. Catat ulang setiap tugas, dan materi setiap minggu terakhir Ada pengalaman yang bagus dari kebiasaan para pelajar yang sukses yaitu mereka selalu setiap akhir pekan mengulang catatannya. Kenapa begitu? Karena dengan mengulang catatan setiap akhir minggu, maka satu sisi dia lebih menguasai pelajaran selama seminggu, dan akan mempersiapkan materi apa saja yang belum dikuasai pada minggu berikutnya sehingga kamu akan lebih siap menerima konsep-konsep baru dalam pelajaran pada minggu berikutnya.

11. Hindari Belajar Berlebihan

(29)

seperti jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap.

22

Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.

12. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian

Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian, karena dengan mencontek dapat membuat sifat kita curang dan

pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya.

13. Disiplin Dalam Belajar

Kedisiplinan memang perlu diterapkan dalam belajar, seperti disiplin waktu dan disiplin dalam berkonsentrasi pada pelajaran. Dengan adaya sifat disiplin dalam diri Anda, dapat dipastikan pelajaran yang Anda lakukan dapat efektif dan efisien.

14. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya

Ada pepatah Malu bertanya sesat di jalan, ternyata pepatah ini benar, terlebih jika dalam pelajaran. Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya.

15. Belajar Dengan Serius dan Tekun

Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika Anda sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.

(30)

23

a.) Gaya Belajar Efektif - Gaya Belajar Visual

Gaya belajar dengan cara melihat,membayangkan dan memperhatikan (bersih,cantik,jelek,besar,jernih dll)

- Gaya Belajar Audio

Gaya belajar dengan cara mendengar (nada,irama,suasana heboh,suasana gaduh dll)

- Gaya Belajar Kinesthetic

Gaya belajar dengan cara bergerak, merasa,menyentuh, menggengam, menangkap,menekan (dingin,kasar,tebal,tipis dll)

b.) Prinsip Belajar

Berikut ini disajikan sepuluh prinsip belajar yang semestinya diketahui oleh seorang trainer dan juga mesti disadari oleh seseorang yang ingin belajar lebih efektif. Item-item berikut disarikan dari buku “The Trainer’s Handbook, Mitchell, 1987“ :

1. Mempelajari apa yang siap untuk dipelajari.

2. Kita pelajari yang terbaik dari apa yang pernah kita lakukan. 3. Kita belajar dari Kesalahan.

4. Kita belajar lebih mudah terhadap sesuatu yang kita kenal. 5. Kita menyukai adanya perbedaan sense dalam belajar. 6. Kita belajar secara metodik dan sistematik.

7. Kita tidak dapat mempelajari sesuatu yang tidak dimengerti. 8. Kita belajar melalui latihan.

9. Kita belajar lebih baik ketika kita mengetahui kemajuan kita.

10. Kita menanggapi dengan lebih baik ketika apa yang kita pelajari disajikan secara unik terhadap setiap orang.

(31)

2. Belajar yang signifikan terjadi apabila Subject mater dirasakan murid mempunyai relevansi dengan maksud-maksudnya sendiri.

3. Belajar yang menyangkut suatu perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya sendiri dianggap mengancam dan cenderung untuk ditolaknya. 4. Tugas-tugas belajar yang mengancam diri adalah lebih mudah dirasakan dan diasimilasikan apabila ancaman-ancaman dari luar itu semakin kecil. 5. Apabila ancaman terhadap diri siswa rendah, pengalaman dapat diperoleh dengan berbagai cara yang berbeda-beda dan terjadilah proses belajar. 6. Belajar yang bermakna diperoleh siswa dengan melakukannya.

7. Belajar diperlancar bilamana siswa dilibatkan dalam proses belajar dan ikut bertanggung jawab terhadap proses belajar itu.

8. Belajar atas inisiatif sendiri yang melibatkan pribadi siswa seutuhnya, baik perasaan maupun intelek, merupakan cara yang dapat memberikan hasil yang mendalam dan lestari.

24

9. Kepercayaan terhadap diri sendiri, kemerdekaan, kreativitas lebih mudah dicapai terutama siswa dibiasakan untuk mawas diri dan mengeritik dirinya sendiri dan penilaian diri orang lain merupakan cara kedua yang penting.

10. Belajar yang paling berguna secara sosial di dalam dunia modern ini adalah belajar mengenai proses belajar, suatu keterbukaan yang terus menerus terhadap pengalaman dan penyatuannya ke dalam dirinya sendiri mengenai proses perubahan itu.

Prinsip-prinsip pembelajaran yang perlu diketahui adalah : 1. Prinsip perhatian dan Motivasi

Dalam proses pembelajaran, perhatian memiliki peranan yang sangat penting sebagai langkah awal dalam memicu aktivitas-aktivitas belajar. Motivasi berhubungan erat dengan minat, siswa yang memiliki minat lebih tinggi pada suatu mata pelajaran cenderung lebih memiliki perhatian yang lebih terhadap mata pelajaran tersebut akan menimbulkan motivasi yang lebih tinggi dalam belajar.motivasi dalam belajar merupakan hal yang sangat penting juga dalam pelaksanaan proses pembelajaran.

2. Prinsip Keaktifan

Belajar pada hakekatnya adalah proses aktif dimana seseorang melakukan kegiatan secara sadar untuk mengubah suatu perilaku, terjadi kegiatan metrespon terhadap setiap pembelajaran.

3. Prinsip Keterlibatan Langsung / Berpengalaman

(32)

4. Prinsip Pengulangan

Teori yang dapat dijadikan sebagai petunjuk pentingnya prinsip pengulangan dalam belajar, antara lain bisa dicermati dari dalil-dalil belajar yang

dikemukan oleh Edward L. Thorndike ( 1974 – 1949 ) tentang law of lerning, yaitu “ law of effect, law of exercise and law of readiess “

5. Prinsip Tantangan

Implikasi lain adanya bahan belajar yang dikemas dalam suatu kondisi yang menantang seperti mengandung masalah yang perlu dipecahkan, siswa aka tertantang untuk mempelajariny. Dengan kata lain pembelajaran yang

memberi kesempatan pada siswa untuk turut menemukan konsep-konsep, prinsip-prinsip dan generalisasi akan menyebabkan siswa berusaha mencari dean menemukan konsep-konsep, prinsip-prinsip dab generalisasi tersebut. 6. Prinsip Balikan dan Penguatan

Siswa akan belajar lebih semangat apabila mengetahui dan mendapat hasil yang baik. Apalagi hasil yang baik, merupakan balikan yang menyenangkan dan berpengaruh baik bagi usaha belajar selanjutnya.

25

Balikan yang segera diperoleh siswa setelah belajar melalui pengamatan melalui metode-metode pembelaran yang menantang, seperti Tanya jawab, diskusi, eksperimen, metode penemuan dan yang sejenisnya akan membuat siswa terdorong untuk belajar lebih giat dan bersemangat.

7. Prinsip perbedaan Individual

Perbedaan individual dalam belajar, yaitu bahwa proses belajar yang terjadi pada setiap individu berbeda satu dengan yang lain baik secara fisik maupun psikism, untuk itu dalam proses pembelajaran mengandung implikasi bahwa setiap siswa harus dibantu untuk memahami kekuatan dan kelemahan

dirinya dan selanjutnya mendapat perlakuan dan pelayanan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa itu sendiri.

E. PEDOMAN UMUM UNTUK BELAJAR

1. Persiapan Belajar a. PersiapanMental

Masalah mental memiliki peran tersendiri dalam mendukung kesuksesan belajar Anda.Karenanya, bayangkan, hasil ujian yang baik agar Anda merasa bahagia dan nyaman dalam belajar.Berpikirlah positif.Yakinlah, Anda mampu menyelesaikan semua pelajaran dengan baik.Teknik belajar yang baik adalah dengan memasang mental Juara. Seorang juara akan selalu berjuang hingga titik darah penghabisan, tanpa peduli hasil akhir yang akan ia dapatkan. b. PersiapkanFisik

(33)

Sebelum mulai belajar, Anda bisa melakukan senam ringan, untuk memberikan efek ketenangan pada psikis Anda.Anda juga bisa

mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi sebelum belajar. Anda juga bisa mandi terlebih dahulu, agar lebih bersemangat dalam belajar. Fisik yang bugar, menjadi bagian teknik belajar yang efektif.

c. TentukanyanginginAndaPelajari

Pastikan Anda mempelajari mata pelajaran yang tepat. Jika Anda akan menghadapi ujian, jangan sampai Anda tidak mendapatkan informasi mengenai bab yang akan diujikan. Akan sangat fatal hasilnya jika Anda mempersiapkan yang bukan sesungguhnya diujikan, karena keteledoran Anda. Sebaik apapun teknik belajar yang Anda gunakan, jika tidak didukung keakuratan informasi materi yang diujikan, maka hasilnya tidak akan

optimal. d. Berdoa

Hal ini akan melatih konsentrasi dan menumbuhkan keyakinan diri sebelum melakukan sesuatu. Bahkan, keyakinan menjadi satu faktor pendukung kesuksesan, yang mendukung teknik belajar yang lain.

2. Sikap Mahasiswa Yang Baik

Dasar utama mahasiswa dalam mencapai teknik belajar yang baik ialah memiliki sikap rohani dan kesediaan mental. Tanpa kesediaan mental para mahasiswa taakan dapat bertahan tanpa berbagai kesukaran dan jerih payah di Perguruan Tinggi.

26

Adapun sikap mental yang perlu diusahakan oleh setiap mahasiswa meliputi 4 segi yaitu :

a. Tujuan Belajar

Seseorang yang belajar harus diarahan suatu cita-cita tertentu. Biasanya tujuan belajar diperguruan tinggi ini bersambung pula dengan tujuan hidupnya. Apakah kelak ingin menjadi seorang pendidik, seorang insiyur, seorang dokter, atau ahli hukum. hal ini akan merupakan suatu pendorong untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Tanpa tujuan tertentu, semangat belajar seorang mahasiswa akan mudah padam dan tidak mengarah. Perlu diketahui, bahwa belajar akan mendatangkan banyak manfaat. Menurut Ir. Arijo dalam bukunya “Pedoman Belajar”, belajar berarti: 1. Memperkuat kedudukan ekonomi di kemudian hari

2. Menciptakan kesempatan untuk menjadi pemimpin dalam masyarakat 3. Menimbulkan kepuasan bagi diri sendiri karena bertambahnya ilmu. b. Minat

(34)

apabila ada pemusatan (konsentrasi) perhatian terhadap pelajaran itu. Dan minat merupakan salah satu factor yang memungkinkan konsentrasi itu. Coba perhatikan seorang yang sedang memancing ikan atau bermain catur, ia akan duduk berjam-jam karena ia mempunyai minat besar terhadap pekerjaan itu.

Selain itu pemusatan fikiran, minat juga dapat menimbulkan kegembiraan dalam usaha belajar. Kegembiraan akan memperbesar daya kemampuan belajar, dan tidak mudah menjadi lupa. Sebaliknya belajar dengan perasaan tida gembira akan membuat pelajaran itu terasa sangat berat.

c. Kepercayaan pada diri sendiri

Setiap mahasiswa harus yakin, bahwa ia memiliki kemampuan untuk berhasil dalam studinya. Ia harus yakin pula bahwa ia pasti dapat mengikuti kuliah atau pelajaran yang baik.

Dalam ujian-ujian hendaknya ditempuh dengan kepercayaan yang penuh. Janganlah merasa ragu-ragu dan gentar menghadapinya. Walaupun kadang-kadang ujian itu memeng sukar, tetapi asal disertai persiapan belajar yang cukup, akan dapat dikerjakan dengan baik.

Karena itu kepercayaan diri sendiri perlu dipupuk dan dikembangkan dengan jalan belajar yang tekun. Hendaknya mahasiswa insyaf bahwa tidak ada pelajaran yang sulit, kalau ia mau belajar dengan giat, jika terdapat hal-hal yang sulit dan tidak mengerti, jangan terus bertanya pada orang lain, tetapi berusalah sendiri lebih dulu. Pekerjaan rumah (PR) perlu dicoba diselesaikan sendiri, jangan bertanya. Jika ini semua dapat dilaksanakan dengan baik, kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri pasti akan tumbuh.

27

d. Keuletan

Banyak orang yang memulai suatu pekerjaan, tetapi yang dapat sampai selesai hanyalah sedikit.

Demikian pula dalam soal balajar, banyak mahasiswa tiap tahun masuk perguruan tinggi, tetapi yang dapat menyelesaikan pelajarannya tidaklah banyak. Kalau ada tentamen/ujian tidak lulus, ia kemudian kecewa dan akhirnya keluar ia tidak ulet dalam usahanya.

Oleh karena itu setiap mahasiswa harus mempunyai keuletan, baik jasmani maupun rohani. Dengan keuletan rohani akan membuat seorang mahasiswa berani menghadapi segala kesulitan dan tidak mudah putus asa.

3. Sopan Santun Mengikuti Kuliah

(35)

seenaknya sendiri, menuntut kebebasan yang tidak wajar. Seorang

Mahasiswa bukan seorang seni yang bermode dan berambut gondrong dan pula bukan seorang crossboy.

2. Masuklah diruang kuliah 10 menit sebelum dosen yang bersabgkutan dating memasuki ruangak kuliah. Kalau anda terlambat dating, sedang kulia sudah dimulai, masuklah keruang kuliah melalui pintu depan seraya

mengetuk pintu terlebih dahulu.

3. Usahakan agar setiap ada kuliah anda dapat mengikuti secara teratur dan tertib, jangan mengandalkan catatan kuliah orang lain, daftar hadir akan mempengaruhi prestasi dan penilaian Dosen.

4. Pada waktu dosen menjelaskan mata kuliah, setiap mahasiswa harus memusatkan perhatian yang baik guna memperlancar proses belajar. 5. Kalau seorang dosen bertanya, jawablah dengan penuh keberanian dan keyakinan bahwa jawaban itu benar. Pertanyaan dari dosen tersebut

merupakan kebiasaan yang baik dan positif, karena bagi mahasiswa dapat menarik keuntungan.

6. Buatlah suatu catatan kuliah yang teratur, catatan ini sangat penting karena dalam perkuliahan sering dijelaskan dengan contoh-contoh, peragaan-peragaan gambar-gambar dan skema.

7. Jangan meningalkan tempat duduk sebelum dosen tersebut meninggalkan ruang kuliah.

8. Jangan membiasakan merokok sambil kuliah walaupun dosen

bersabgkutan tiak menegurnya karena menyebabkan polusi udara dalam ruang kuliah.

9. Didalam ruangan kuliah jangan memakai tutup kepala dan jaket kulit. 10. Jagalah interaksi yang positif antara mahasiswa dan dosen seperti

hubungan anak dan bapak, bukan sebagai penerima ilmu dan pemberi ilmu. 4. Belajar Dengan Tekun Dan Hemat Tenaga

Setiap pekerjaan apapun akan berhasil dengan baik jika dikerjakan dengan teratur. Lebih-lebih dalam hal belajar. Pokok pangkal pertama dari cara belajar yang baik adalah keteraturan.

28

Pengetahuan dari teknik-teknik belajar yang baik umumnya berupa unsure-unsur untuk bekerja secara teratur. Hanya dengan belajar teratur seorang mahasiswa akan memperoleh hasil yang baik, misalnya :

a. Ia harus mengikuti kuliah secara teratur b. Ia harus membaca buku secara teratur c. Catatan kuliah harus disusun secara teratur

d. Alat-alat belajar harus dipelihara secara teratur dan sebagainya.

(36)

5. Disiplin Dan Bersemangat

Disamping belajar secara teratur dan hemat tenaga mahasiswa hendaknya juga belajar secara disiplin. Pada umumnya mahasiswa dihinggapi penyakit bermalas-malasan, ingin mencari gampangnya saja kalau perlu tidak usah belajar tapi dapat lulus. Gangguan ini hanya dapat diatasi kalau seorang mahasiswa mempunyai disiplin. Belajar secara teratur baru dapat dijalankan, jika mahasiswa berdisiplin menaati rencana kerja tertentu.

Diantara factor yang menyebabkan seseorang memiliki semangat tinggi : 1. Tertarik dan cinta kepada yang dihadapi.

2. Mempunyai tujuan dan target yang hendak di capai.

3. Keinginan untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.

4. Adanya rasa persaingan dan perlombaan sehingga masing-masing pihak berkeinginan untuk melebihi atau mengungguli pihak lain.

5. Adanya harapan dari orang lain dan ia sendiri ingin menggembirakan dan membahagiakan orang yang mengharapkannya itu.

6. Karena menjadi atasan atau pucuk pimpinan. 7. Ingin meniru orang-orang maju dan sukses.

8. Mengerjakan pekerjaan atas pilihan dan kemauan sendiri lebih-lebih kalau itu merupakan bakat atau hobinya.

9. Mengerjakan pekerjaan yang melangsungkan hidup atau mengancam kebahagiannya.

10. Memiliki energi /tenaga yang banyak dan kepercayaan diri bahwa ia sanggup dan mampu mengerjakan pekerjaan yang sedang dihadapi.

11. Mempunyai cita-cita dan ada sesuatu yang sangat diharapkan sehingga ia dapat memusatkan perhatian pada pekerjaan itu.

6. Konsentrasi

Dari seorang yang belajar dituntt konsentrasi dan kebulatan perhatian yang sepenuh-penuhnya. Konsentrasi adalah pemusatan pikiran terhadap sesuatu hal dengan mengenyampingkan semua hal lainnya yang tidak berhubungan. Konsentrasi dalam belajar berarti pemusatan pikiran terhadap sesuatu mata pelajaran dengan mengenyampinkan pelajaran-pelajaran yang lain.

Adapun sebab-sebab mahasiswa tidak dapat berkonsentrasi itu antara lain : 1. Kurang minat terhadap mata pelajaran.

2. Banyak urusan-urusan yang sering mengaggu perhatian.

29

3. Adanya gangguan-gangguan suara keras. 4. Adanya gangguan kesehatan atau terlalu letih.

Adapun cara mengatasi dan mengembangkan kemampuan konsentrasi antara lain :

(37)

2. Harus mempunyai ruang khusus untuk belajar.

3. Meja belajar hendaklah bersih dari segala benda yang tidak bersangkut paut dengan mata pelajaran yang dihadapi.

4. Hilangkan urusan-urusan kecil yang selalu mengganggu pikiran, sehingga bebas dari segala ketegangan-ketegangan kecil yang selalu menganggu. 5. Alat tulis dan kertas merupakan alat yang sangat berguna untuk membantu menciptakan konsentrasi.

6. Adakan istirahat sebentar jika sudah terasa jemu dan letih, agar pikiran jernih kembali.

7. Usahakan agar badan selalu sehat.

Barang siapa telah terlatih dalam soal konsentrasi akan sanggup belajar juga, walaupun pesawat radio diputar keras, walaupun anak-anak hiruk pikuk.

7. Istirahat Dan Tidur

Kita tidak bias mengetahui secara pasti apa sebenarnya tidur itu. Kita hanya mengetahui bahwa tidur adalah suatu kebiasaan dan suatu keadaan istirahat yang sudah menjadi khaliqah hidup manusia.

Untuk dapat tidur dengan enak dan tenang usahakanlah agar tidak ada organ yang tertekan, peredaran darah tak terhalang, pernapasan lancer dan leluasa dan otot kulit muka tidak mengkerut. Dengan kata lain seluruh organ tubuh dapat mencapai pengenduran yang sempurna, tidak ada ketegangan ataupun sisa ketegangan sama sekali.

8. Pelajaran Dan Watak

Belajar bukan saja soal “Know How”, melainkan juga sikap hidup dan watak.Banyak orang yang berpembawaan, namun tak pernah mencapai sesuatu, karena mereka enggan melatih diri dalam sifat-sifat watak yang tertentu.Jika kita hendak belajar, maka kita memerlukan sifat-sifat watak tettentu. Sifat-sifat mana yang kita butuhkan ketika henda belajar ?

1. Kerajinan dan Ketekunan 2. Kesabaran

3. Kesetiaan (tidak terburu-buru)

4. Keberanian (keberanian berpendapat, mengoreksi pendapat orang lain, menlakukan penyelidikan secara luas dan mendalam.

5. Kejujuran dan Ketelitian

(38)

1. Evaluasi Hasil Belajar

Evaluasi hasil belajar adalah keseluruhan kegiatan pengukuran, pengolahan, penafsiran, dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

2. Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi pembelajaran adalah evaluasi terhadap proses belajar mengajar diarahkan pada komponen-komponen system pembelajaran.

3. Pengartian, kedudukan dan syarat-syarat umum evaluasi a. Pengertian Penilaian

Penilaian adalah suatu upaya untuk mengetahui berapa banyak hal-hal telah dimilik oleh siswa dari hal-hal yang telah diajarkan oleh guru. Pengertian ini menunjukan bahwa pengukuran bersifat kuantitatif.

b. Kedudukan Evaluasi dalam Proses Pendidikan

Menurut Schwartz dkk, penilaian adalah suatu program untuk memberikan pendapat dan penentuan arti atau kaidah suatu pengalaman. Pengalaman adalah pengalaman yang diperoleh berkat proses pendidikan. Proses tersebut tampak pada perubahan tingkah laku atau pola kepribadian siswa c. Syarat-syarat Umum Evaluasi

Penilaian yang akan dilaksanakan harus memenuhi persyaratan atau criteria sebagai berikut:

1. Memiliki validitas 2. Mempunyai reliabilitas 3. Objektivitas

4. Efisiensi

5. Kegunaan/kepraktisan

31

(39)

PENUTUP

KESIMPULAN

Dari pembahasan makalah ini kami dapat menarik kesimpulan bahwa dalam pembelajaran ditemukan adanya dua pelaku, guru berinteraksi dengan siswa, yang keduanya mencapai tujuan pembelajaran atau sasaran belajar

yang serupa.Setelah mempelajari makalah ini, penulis dapatmengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Peran orang tua dan guru sangat diperlukan dalam membangkitkan

semangat belajar siswa.

2. Guru harus menciptakan suasan yang menyenangkan saat belajar di

kelas agar siswa tidak bosan.

3. Rasa percaya diri sangat dibutuhkan oleh siswa dalam belajar.

4. Suasana belajar merupakan factor utama dalam mencapai sasaran

pembelajaran.

5. Belajar juga bisa dilakukan di luar kelas untuk mengganti suasana, agar

(40)

DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Azhar. 2006. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Dimyati, Mudjiono. 1994. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Depdikbud. Hamalik, Oemar. 1994. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara. Syamsuddin, Abin. 2000. Psikologi Kependidikan. Bandung: Remaja R.

Ahmadi, Abu, 1991, Teknik Belajar Yang Efektif, Semarang: Rineka Cipta.

Hamalik, Oemar. 1994. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara

Dimyati, Mudjiono. 1994. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Depdikbud

www.google.co.id

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...