BY:
MR. HALOHO
Pengertian Sistem Informasi
• Sistem Informasi dalam organisasi
menagkap/merekam data dan mengelola data untuk menghasilkan informasi yang berguna untuk
mendukung pengambilan keputusan terkait operasi usaha, karyawan, pemasok, pelanggan, dan entitas lainnya.
• Sistem informasi selalu terdiri dari input, proses dan
output serta lingkungan di sekitar sistem informasi itu. Sistem Informasi juga harus memiliki tujuan.
• Contoh-contoh sistem informasi: Sistem Pemrosesan
transaksi (Sistem Informasi Akuntansi), Sistem
Informasi Manajemen, Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System), Sistem Ahli (Expert
Stakeholder
dari Sistem
• Sistem Informasi memiliki beberapa pemangku
kepentingan (Stakeholder). Para Stakeholder sangat berpengaruh dalam proses analisis dan perancangan sistem.
• Stake holder dalam pengembangan sistem adalah:
1. Pemilik system (system Owners), yaitu orang yang
membiayai pengembangan dan pemeliharaan system. Pemilik system menetapkan prioritas system dan
menetapkan kebijakan penggunaan system. Pemiliki system cenderung berpikir dalam istilah-istilah yang umum
2. Pengguna-pengguna system (system users), yaitu orang
yang menggunakan system untuk melakukan atau
mendukung pekerjaan. Pengguna system mengerti tentang apa yang menjadi kebutuhan system karena mereka
menggunakan system setiap hari. Pengguna system dapat dibagi atas:
– Pengguna internal, yaitu karyawan suatu organisasi yang berkerja di kantor
organisasi
– Pengguna yang terpisah jauh dan selalu berpindah-pindah, yaitu karyawan
perusahaan yang secara geografi terpisah dari kantor bisnis.
– Pengguna eksternal, yaitu pemasok, pelanggan dan lain-lain yang bisa
terkoneksi ke suatu system informasi
3. Perancang system (system designers), yaitu spesialis yang
merancang system. Perancang system menguasai teknis perancangan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pengguna.
4. Pengembang/pembangun system (system builders), yaitu
ahli yang mengembangkan, menguji dan meyakinkan system dapat beroperasi dengan baik.
5. Analis Sistem, yaitu spesialis yang mempelajari masalah dan
Pemicu pengembangan sistem
Beberapa pemicu untuk proyek analisis dan
perancangan sistem bisa dikategori sebagai berikut:
Perkembangan bisnis
Globalisasi ekonomi
E-commerce dan e-business
Keamanan
Kolaborasi dan rekanan
Perbaikan berkesinambungan
Desain ulang proses bisnis
Perkembangan teknologi sistem informasi:
Jaringan dan internet
Teknologi mobile dan nirkabel
Teknologi berorientasi obyek
Teknologi kolaboratif
Proses pengembangan Sistem
informasi
Tahap Permulaan: Mengidentifikasi Masalah
dan Merencanakan proyek
Tahap Analisis: Menganalisis, memahami
masalah dan mengidentifikasi persyaratan dan
harapan dari solusi
Tahap Perancangan: Mengidentifikasi
solusi-solusi alternatif dan memilih solusi-solusi terbaik
serta merancang solusi