Certiicate No: 10071
ISO 9001:2008 Pemberi Beasiswa YatimTerbanyak 2011
Pindai untuk Versi
Majalah Digital Donatur:
Majalah Donatur Y
atim Mandiri April 2017 / Rajab - S
ya’ban 1438 H
Kontinuitas Dalam Beramal
Waktu Yang Tepat
Mengajarkan Shalat
Pada Anak
Mencegah
Asma Kambuh
Pada Anak
MEC
Bekal Yatim
Agar Bisa Mandiri
1
Yatim Mandiri/Edisi April 2017
Nabi SAW bersabda, “Lakukanlah (amalan) menurut kemampuanmu.
Demi Allah, Dia tidak merasa bosan sehingga kamu sendiri
yang bosan. Amalan agama yang paling disukai Allah SWT
adalah yang dilakukan oleh pelakunya secara kontinu.”
(HR. Bukhari)
BANK INFAK SHODAKOH ZAKAT WAKAF
Mandiri 1400003117703 1420010313327 1420010313350 BCA 0101 358 363 0883 996 647 088 399 6621 BRI 009601001 968305
Muamalat 701 0054 803 70 100 548 04 BNI Syariah 010 835 1174 02 114 97 003
Syariah Mandiri 700 1201 454 700 1241 782 700 1241 782 Permata Syariah 0290 1445 144
BNI 2244 900 000
009601001969301
KEMANUSIAAN
BALIKPAPAN Jl. Pattimura RT104 No.38 B, Batu Ampar, Balikpapan, Telp. (0542) 860 609, 081 25344932. BANDUNG Jl. Rusa No.12 Buah Batu Bandung, Telp (022) 7309138, 0877 8164 3543, BANTEN Jl. Ayip Usman No.11 Cikepuh Kebaharan Serang Banten, Telp. (0254) 219375, 0812 8744 8444. BATAM Perumahan Kurnia Djaya Alam Parkit 01, No. 02 Batam Center - Batam, Telp. (0778) 7413 149, 0813 7260 1112. BEKASI Jl. Laskar Perum Griya Metropolitan Blok DI-4 Pekayon Jaya Bekasi (021) 8240 1706, 0851 0805 6400. BLITAR Jl. Bali No. 264 Blitar, Telp. (0342) 8171727, 0851 0376 1333. BOGOR Jl. Sempur Kaler No. 02 Bogor Tengah - Kota Bogor, Telp (0251) 8409054, 0813 3177 1830. BOJONEGORO Jl. Panglima Polim Gg. Mangga 2 Sumbang Bojonegoro, Telp. (0353) 5254809, 0857 3336 4999. DENPASAR Jl. Gunung cemara 7K Perumnas Monang Maning, Denpasar - Bali, Telp. 081 333 241 248. DEPOK Jl. Margonda No. 23B, Pancoran Mas Kota Depok, Telp. (021) 7777785, 0821 40742135, 0852 407 421 35.
GRESIK Ruko Multi Sarana Plaza Blok B-11 Jl. Gubernur Suryo Gresik, Telp. (031) 399 0727, 0853 4774 2008, Fax. (031) 399 0727. JAKARTA Jl. Utan Kayu Raya No. 64 Matraman Jakarta Timur, Telp. (021) 29821197, 081 316 313 700. JAKARTA BARAT Jl. C No. 41 Kebon Jeruk Jakarta Barat, Telp. 087 77 35 333 56, (021) 2567 2565. JAKARTA SELATAN Jl. Gedung Hijau Raya SV.07 No. 74 Pondok Indah Jakarta Selatan, Telp 0812 8016 5001, 081 613 307 01. JEMBER Pandora Square Jl. Mastrip No. 8 Ruko 8 E, Jember, Telp. 0817 9393 412, 0851 0264 0333. JOMBANG Perum Widya Graha Permai 14B RT 31/RW 06 Jl. Pattimura Gang III Jombang, Telp. (0321) 865879, 0851 0015 0808. LAZNAS YATIM MANDIRI
SK. Menteri Agama No. 185/2016
VISI
Menjadi Lembaga Terpercaya dalam Membangun Kemandirian Yatim
MISI
1. Membangun nilai-nilai kemandirian yatim dhuafa 2. Meningkatkan pertisipasi masyarakat dan dukungan
sumberdaya untuk kemandirian yatim dan dhuafa 3. Meningkatkan Capacity Building Organisasi
Pembina GM Regional Office I GM Regional Office II Penasehat
Penasehat Hukum
H. Nur Hidayat, S.Pd, M.M Prof. Dr. Moh. Nasih. Ak Moch. Hasyim Ir. Bimo Wahyu Wardoyo Drs. H. Abdul Rokib Yusuf Zain, S.Pd, MM Drs. Sumarno
H. Mutrofin, SE
Zaini Faisol
Prof. Dr. H. Imam Bawani, MA Prof. Dr. HM. Roem Rowi, MA Drs. Agustianto, MA
KH. Abdurahman Navis, Lc., MHI Drs. Sumarno Ir. H. Jamil Azzaini, MM
Dr. Muhammad Nafik
H. Mahfud, SH
HEAD OFFICE
Graha Yatim Mandiri
Jl. Raya Jambangan 135-137 Surabaya 60232 Telp. (031) 8283488 (Hunting) Fax. (031) 8291757
Website: www.yatimmandiri.org Email: [email protected]
REDAKSI MAJALAH YATIM MANDIRI
Dewan Redaksi: Sumarno, Zaini, Mutroin Pemimpin Umum: Zaini Faisol
Wakil Pemimpin Umum: Kindy M. U Pemimpin Redaksi: Bambang Prianggodo Reporter : M. Irsyad
Layout : Hilya F. dan Hevi Metalika A. Fotografer : M. Irsyad, Sirkulasi : Bam Diterbitkan oleh : LAZNAS Yatim Mandiri Alamat Redaksi : Graha Yatim Mandiri, Jl. Raya Jambangan 135-137 Surabaya telp. (031) 8283488, fax. (031) 8291757 Email : [email protected] ISSN : 1410-542X
Surat Donatur
Para Donatur yang budiman, bila anda ingin memberikan masukan atau usulan terhadap Majalah Yatim Mandiri, silahkan kirimkan melalui: email : [email protected] SMS Center : 0856 4844 3000
SURAT PEMBACA
yatimmandiri
Leny Fitria
Alhamdulillah semoga makin banyak masyarakat
yang tersentuh oleh program Yatim Mandiri.
Achmad Fudholy
Semoga semakin banyak rumah sehat
mandiri-nya, bisa hadir di seluruh Indonesia..
Abdul Hadi Al Fatih
Yayasan yatim mandiri surabaya dengan
mengutamakan memandirikan anak yatim se
Indonesia dan memberdayakan anak-anak yatim
di seluruh wilayah indonesia. Semoga berkah dan
bermanfaat bagi masyarakat luas
website
www.yatimmandiri.org
Saksikan liputan berita dan tausiyah di Yatim
Mandiri TV Channel dengan subscribe di:
3
Yatim Mandiri/Edisi April 2017
Salam Redaksi
KUDUS Jl. Ganesha 2 No. 4 Purwosari Kudus 59316, Telp. (0291) 2912735, 0851 0275 4279. KEPANJEN Jl. Panglima Sudirman 209 A Kepanjen, Telp. (0341) 392199, 081 3329 006 39. LAMPUNG Jl. Z A Pagar Alam No. 11 RT 04 LK.02, Rajabasa Nunyai, Rajabasa, Bandar Lampung, Telp. (0721) 5613878, 0852 7566 9977.
LAMONGAN Jl. Nangka No.3 Perum Deket Permai, Lamongan, Telp. (0322) 324025, 0821 3993 9427. LUMAJANG JL. Suwandak No. 42, Lumajang, Telp. (0334) 890300, 081 2491 424 53. MADIUN Jl. MT Haryono No. 105 Madiun, Telp. (0351) 457740, 081 332 537 501. MAKASSAR JL. Andi Tonro No.11 Kec. Tamalate, Kota Makassar, Telp. 0813 3000 3450, 0853 9561 5116. MALANG Jl. Titan 2 BB.12 Purwantoro-Blimbing, Kota Malang, Telp. (0341) 4371011, 0857 4567 8974.
MAROS Jl. Ibrahim (HM kasim DM) NO. 19 Turikale, MAROS, Telp. (0411) 371635, 0823 4343 0681. MOJOKERTO Perum Kranggan Permai C-14 Jl. Pahlawan, Mojokerto, Telp. (0321) 322964, 3869898, 0851 0786 9898. PALEMBANG Jl. R. Sukamto Lorong Pancasila No.73, Telp. (0711) 362598, 0852 6734 8612.
PASURUAN Perum Pondok Sejati Indah blok 8 No. 11b Pasuruan, Telp. (0343) 4742 017, 0888 0550 8832, 0852 3499 3585. PEKALONGAN Jalan Bina Griya blok B-IV No. 191 Medono, Pekalongan, Telp (0285) 421082, 0853 2927 7285, 0822 4440 1333. PONOROGO Jl. Ir. Juanda No. 158 Tonatan Ponorogo, Telp (0352) 488223, 0812 5951 5665. PROBOLINGGO Jl. Mawar No.50 Kota Probolinggo, Telp. (0335) 894623, 085 1036 44 849. PURWOKERTO Jl. Patriot No. 073 RT/RW 03/03 Kel. Karangpucung Kec. Purwokerto Selatan, Telp 0281-639042, 0851 0092 6664. SEMARANG Jl. Nangka Timur No. 35 Semarang, Telp. (024) 8416166, 0812 2715 3899, 0857 5154 3068. SIDOARJO Perum Taman Tiara Regency Blok A No. 2 Sidoarjo, Telp. (031) 9970 2587, 0851 0049 0045 Fax. (031) 8921021. SOLO Jl. Nakula no 38 Protojayan, Serengan, Surakarta, Telp. (0271) 656218, 0851 0301 2224. SRAGEN Jl. Raya Sukowati No. 514 Sragen Wetan, Sragen, Telp. 0823 0013 4410, 0857 2597 3921, 0877 3307 4777. SURABAYA Jl. Bendul Merisi Selatan I/2A Surabaya, Telp. (031) 8494100, 0851 0098 6844. TANGERANG Jl. Cibodas Raya No. 7 Perumnas 1 Karawaci Baru Tangerang, Telp. (021) 2917 0263, 0851 0168 4004. TUBAN Jl. Soekarno - Hatta No. 29 Tuban, Telp. (0356) 327118, 0813 3388 3360. TULUNGAGUNG. Pahlawan III No. 5A, Kedungwaru Tulungagung, Telp. (0355) 332 306, 0851 0577 0187.
YOGYAKARTA Jl. Jazuli Karangkajen MG III/892. RT/RW 043/011 Yogyakarta, Telp. (0274) 2871601, 0822 4359 0007. GRAHA YATIM MANDIRI Jl. Raya Jambangan 135-137 Surabaya, Telp. (031) 8283488, Fax. (031) 8291757. MEC Jl. Jambangan No. 70 Surabaya, Telp. (031) 8299970, 0857 4888 8170, Fax : 031-8297654. KAMPUS STAI AN NAJAH INDONESIA MANDIRI Jl. Raya Sarirogo No. 1 Sidoarjo, Telp. (031) 99700528, 082 333 2727 04. ICMBS Jl. Raya Sarirogo No. 1 Sidoarjo. Telp. (031) 8076436, 0822 3224 7576, 0857 0491 9337.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, serta shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW.
Nabi Muhammad SAW adalah seorang hamba Allah SWT yang bila mengerjakan suatu kebaikan, beliau teguh pendirian dalam melaksanakannya. Artinya, sekali beliau menetapkan untuk mengerjakan kebaikan tertentu, maka kebaikan tersebut akan menjadi suatu kebiasaan yang dikerjakannya terus-menerus.
Sehingga isteri beliau Aisyah radhiyallahu ’anha berkata, “Bila Rasulullah melakukan suatu amal perbuatan, maka beliau teguh pendirian. Dan bila ia tertidur sepanjang malam atau ia sedang sakit, maka ia akan shalat (sunnah) di siang hari dua belas rakaat.” (HR. Muslim)
Jadi, teladan kita Nabi Muhammad SAW telah memberi contoh, betapa beliau sangat peduli untuk kontinu dalam beramal. Beliau tidak mengenal kebiasaan beramal musiman. Sekali bertekad untuk mengerjakan sesuatu, maka ia akan terus mengerjakannya. Kalaupun ada halangan untuk mengerjakannya, maka ia akan berusaha menggantinya di waktu lain.
Nabi SAW bahkan pernah menyatakan, bahwa perbuatan yang sedikit asal dikerjakan secara kontinu terus-menerus lebih disukai Allah daripada perbuatan yang banyak namun karena berat akhirnya hanya dikerjakan secara musiman saja. Ketika musimnya sedang semangat ia akan mengerjakannya. Namun ketika musimnya sedang lesu, maka ia akan tinggalkan perbuatan tersebut.
Nabi SAW bersabda, “Lakukanlah amal sesuai kesanggupan. Karena sesungguhnya Allah tidak akan bosan sehingga engkau menjadi bosan. Dan sesungguhnya amal yang paling Allah sukai ialah yang terus-menerus dikerjakan walaupun sedikit.” (HR. Abu Dawud)
Itulah tema bahasan utama pada rubrik Bekal Hidup Majalah LAZNAS Yatim Mandiri Edisi April 2017. Serta kami juga menyajikan tema bahasan menarik di rubrik-rubrik lainnya. Semoga di edisi kali ini semakin informatif, menarik dan dapat menambah wawasan bagi para donatur. Aamiin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
2 Profil Majalah
Bekal Hidup
N
abi Muhammad SAW adalah seorang hamba Allah SWT yang bila mengerjakan suatu kebaikan, beliau teguh pendirian dalam melaksanakannya. Artinya, sekali beliau menetapkan untuk mengerjakan kebaikan tertentu, maka kebaikan tersebut akan menjadi suatu kebiasaan yang dikerjakannya terus-menerus.Sehingga isteri beliau Aisyah radhiyallahu ’anha
berkata, “Bila Rasulullah melakukan suatu amal perbuatan, maka beliau teguh pendirian. Dan bila ia tertidur sepanjang malam atau ia sedang sakit,
rakaat.” (HR. Muslim)
Jadi, teladan kita Nabi Muhammad SAW telah memberi contoh, betapa beliau sangat peduli untuk kontinu dalam beramal. Beliau tidak mengenal kebiasaan beramal musiman.
Sekali bertekad untuk mengerjakan sesuatu, maka ia akan terus mengerjakannya. Kalaupun ada halangan untuk mengerjakannya, maka ia akan berusaha menggantinya di waktu lain.
Contohnya adalah shalat malam. Bila Rasulullah SAW ketiduran atau sakit sehingga tidak shalat
Kontinuitas Dalam Beramal
“Lakukanlah amal sesuai kesanggupan. Karena sesungguhnya
Allah tidak akan bosan sehingga engkau menjadi bosan. Dan
sesungguhnya amal yang paling Allah sukai ialah yang terus-menerus
5
Yatim Mandiri/Edisi April 2017
Bekal Hidup
mengerjakan shalat sunnah di siang hari sebanyak dua belas rakaat.
Sedikit Asal Kontinu
Nabi SAW bahkan pernah menyatakan, bahwa perbuatan yang sedikit asal dikerjakan secara kontinu terus-menerus lebih disukai Allah daripada perbuatan yang banyak namun karena berat akhirnya hanya dikerjakan secara musiman saja. Ketika musimnya sedang semangat ia akan mengerjakannya. Namun ketika musimnya sedang lesu, maka ia akan tinggalkan perbuatan tersebut.
Nabi SAW bersabda, “Lakukanlah amal sesuai kesanggupan. Karena sesungguhnya Allah tidak akan bosan sehingga engkau menjadi bosan. Dan sesungguhnya amal yang paling Allah sukai ialah yang terus-menerus dikerjakan walaupun sedikit.”
(HR. Abu Dawud)
Sahabat Abdullah bin Amr bin Ash pernah ditegur Nabi SAW karena ia ketahuan pernah shalat malam namun kemudian semangatnya sempat memudar. Maka Nabi SAW langsung bersabda kepadanya,
“Wahai Abdullah, janganlah kamu seperti si Fulan. Dulu ia (rajin) shalat malam, kemudian ia tinggalkan shalat malam.” (HR. Bukhari: 1084)
Untuk itu, marilah kita meneladani yang telah dilakukan Rasulullah SAW. Bila sudah memilih suatu amal shaleh atau amal ibadah sunnah untuk dikerjakan, maka harus bertekad untuk mengerjakannya secara kontinu, tidak angin-anginan. Mulailah dari amal shaleh yang ringan dan pasti sanggup kita kerjakan.
Lalu pastikan bahwa setiap hari kita kerjakan. Jangan lupa minta kepada Allah agar hati kita diteguhkan dalam melaksanakannya. “Ya Allah yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku dalam agamaMu.” (HR. Tirmidzi)
Jika memilih untuk setiap pagi mengeluarkan infaq rutin walau ”hanya” Rp 2000, maka kerjakanlah. Jika memilih untuk mengerjakan shalat dhuha, maka biasakanlah setiap hari mengerjakannya. Jika memilih untuk membaca Al-Quran setiap hari setengah juz, maka kerjakanlah sebaik mungkin.
Jika memilih untuk shalat malam sepekan tiga kali, maka usahakanlah untuk kontinu
mengerjakannya. Lebih baik lagi jika ditekadkan agar pada akhirnya sanggup mengerjakan shalat Tahajud setiap malam.
Amal Ketika Berhalangan
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jika seorang hamba sakit atau sedang safar (bepergian), maka dicatat untuknya amal perbuatan yang biasa ia kerjakan seperti di waktu ia sehat dan tidak sedang bepergian.” (HR. Bukhari: 2774)
Hadis diatas menyatakan bahwa orang yang sakit atau sedang dalam perjalanan alias safar, maka segenap kebiasaan rutinnya akan tetap dicatat sebagai pahala di sisi Allah, walaupun ia sebenarnya tidak mengerjakannya.
Seperti kita ketahui, bahwa penyakit seringkali menghalangi kita dari berbuat optimal sebagaimana saat kita sedang sehat. Begitu pula dengan orang yang sedang dalam perjalanan. Tabiat safar seringkali menghalangi seseorang dari sanggup mengerjakan perbuatan rutin yang biasa ia kerjakan saat sedang mukim di satu tempat tidak sedang safar.
Hal istimewa ini hanya berlaku bagi mereka yang memang sudah memiliki kebiasaan beramal shaleh atau amal ibadah sunnah yang sudah kontinu dikerjakan. Oleh karena itu, mumpung umur masih ada, marilah mulai membiasakan amal yang baik secara kontinu, walaupun kecil.(*)
5
Bekal Hidup
D
icintai Allah SWT adalah karunia yang amat berharga dan yang didambakan oleh semua umat. Ada hamba yang terpilih menjadi kekasihNya, waktu yang dijadikanNya mustajabah, sehingga doa-doa yang terpanjatkan dikabulkan. Ada pula amalan-amalan khusus yang bisa membuat Allah mencintai siapa pelaku amalan tersebut. Semua itu membuktikan bahwa Allah Maha Pencipta dan Maha Kuasa untuk melakukan apa pun yang dikehendakiNya.Amalan-amalan yang dicintai Allah SWT jumlah-nya amat bajumlah-nyak. Di antara bajumlah-nyakjumlah-nya amalan yang dicintai Allah SWT itu, ada amalan yang paling dicintai Allah SWT, yakni:
1. Berbakti kepada orang tua.
Surga berada di telapak kaki ibu. Ridha Allah SWT, salah satu kuncinya juga terletak dalam ridha orang tua kita. Siapa yang berbakti kepada orang tua, kesuksesan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat adalah keniscayaan baginya. Sebaliknya, andai durhaka, maka siksa dunia dan azab neraka telah menunggu dengan nyalanya yang teramat dahsyat.
Berbakti kepada orang tua menempati derajat yang agung. Bahkan, perintahnya bergandengan dengan larangan berlaku syirik kepada Allah SWT. Maknanya, berbakti kepada orang tua erat kaitannya dengan kualitas akidah seseorang. Semakin benar iman dan taqwanya, maka ia akan semakin berbakti kepada orang tuanya.
2. Shalat tepat waktu.
Shalat adalah tiang agama. Siapa mendirikan
Amalan Yang Disukai Allah
mereka yang meninggalkan shalat, amalan buruknya itu tergolong merobohkan agama. Shalat adalah sarana untuk mengingat Allah SWT. Ia juga merupakan waktu ketika seseorang bisa berkomunikasi dengan sang Maha Penciptanya. Maka, shalat disebut sebagai Mi’rajnya orang yang beriman. Shalat sudah ditentukan syariatnya. Tentang bagaimana menjalankannya, keutamaan-keutamaan, sunnah-sunnahnya, termasuk waktu dan aturan-aturan lain yang sifatnya pemberian. Sehingga tidak bisa ditawar lagi.
Maka dalam hal ini, mendirikan shalat tepat waktu menjadi salah satu amalan yang paling dicintai Allah SWT. Bersegera dalam melakukan seruan Allah Ta’ala ketika waktu shalat telah tiba.
3. Jihad di jalan Allah SWT.
Jihad merupakan kunci kemenangan Islam. Inilah maqam tertinggi, tiada kemuliaan tanpa jihad. Jihad adalah syariat dari Allah SWT untuk mempertahankan ketinggian Islam. Dalam jihad, ada banyak hal yang harus dikorbankan: waktu, usia, dana, harta bahkan keluarga dan nyawa. Jihad tidak terbatas pada mengangkat senjata di medan perang. Jihad bisa dilakukan di banyak bidang. Maka ada istilah jihad terhadap nafsu, jihad menghidupi keluarga, dan lainnya.
7
Yatim Mandiri/Edisi April 2017
Bekal Hidup
S
edikit adalah dasar dari yang banyak. Bukankah tetesan demi tetesan akan membentuk sebuah aliran air yang deras. Melakukan amal secara kontinu dan berkesinambungan ibarat membangun benteng diri yang kokoh. Satu-persatu batu bata yang kita susun secara bertahap dan terus-menerus pada akhirnya membentuk suatu bangunan yang megah dan kokoh.Begitu juga segenap amal ibadah, amal shaleh, dan seluruh perbuatan baik yang kita tekuni terus-menerus akan membentuk keistiqamahan dalam jiwa kita sehingga benteng keimanan kita akan kokoh.
Beramal sedikit demi sedikit tetapi secara terus-menerus juga ibarat menanam benih pohon, memu-puk dan menyiramnya dengan air secara berkala, sehingga ia tumbuh segar dan tak layu. Begitu juga melakukan amal ibadah sedikit demi sedikit tetapi terus-menerus ibarat memupuk dan menyirami pohon iman kita. Pohonnya adalah jiwa sendiri, pu-puknya dan airnya adalah amal ibadah dan keimanan.
Beramal sedikit demi sedikit tapi melanggengkan-nya dan melakukan secara kontinu memang sulit. Perlu pengorbanan, perlu kekuatan mujahadah
(kesungguhan) melawan keinginan yang bisa mema-tahkan kontinuitas amal. Perlu kepasrahan dan ketun-dukan penuh pada Allah, untuk meraih suplai energi yang mampu mengalahkan rasa sombong dan ujub.
Perlu kesabaran berlipat untuk bisa bertahan menjalani ragam tantangan dan halangan yang pasti dijumpai dalam memelihara kontinuitas amal. Tapi, itulah harga yang mesti dibayar untuk kenikmatan surga di akhirat.
Seseorang yang tergesa-gesa dan tak sabar ingin melakukan apa saja dengan sekali jadi dan
melaku-kannya melebihi batas kemampuannya, maka kelak ia akan terkalahkan, capek dan merasa bosan, akan terputus dari apa yang dilakukannya, melemah, lalu ia akan meninggalkan apa yang ingin dilakukannya tersebut.
Alangkah indahnya ia melakukannya sedikit demi sedikit, dan setahap demi setahap sesuai dengan perancanaan yang matang, pasti akan melalui fase-fase itu dengan tenang. Dan pengalaman membukti-kan bahwa seseorang yang melakumembukti-kan pekerjaan secara bertahap jauh lebih produktif daripada melakukannya sekaligus.
Amal ibadah yang kita laksanakan walau sedikit tapi kontinu merupakan indikasi yang menunjukkan adanya keikhlasan dalam diri, dimana tetap meme-lihara amal-amal dalam setiap kondisi baik kondisi dalam kelapangan atau kondisi-kondisi sulit. Berbeda dengan orang yang melakukan amalan hanya bersifat temporal, sewaktu-waktu, sesuai keadaan dan tidak kontinu menunujukkan tanda keihlasan yang belum sempurna. Sebab umumnya, amalan yang dilakukan-nya lebih dimotivasi oleh kondisi lahir dan urusan dunia.
Beramal secara rutin sangatlah penting, karena setan akan merasa putus asa mengoda dan kemu-dian meninggalkan kita. Karena orang yang rutin beramal itu menunjukkan adanya keikhlasan dalam hatinya. Dan setan sendiri yang menyatakan bahwa ia tidak memiliki kekuasaan menggoda terhadap hamba-hamba yang mukhlis. “(Iblis) menjawab, ‘Demi kemulian-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis”
(QS. Shad : 82-83).(*)
“Perlu kesabaran
berlipat untuk bisa bertahan
menjalani ragam tantangan
dan halangan yang pasti
dijumpai dalam memelihara
kontinuitas amal”
Perlu
A
da kisah mashur bagaimana seorang ahli ibadah digoda oleh pelacur yang menyuka-inya. Ahli ibadah ini selalu ke masjid sebelum orang lain datang. Tapi kemudian pelacur itu mengutus seorang pembantu agar mengundang ahli ibadah ke rumah untuk sebuah kesaksian.Ahli ibadah tidak mengira sesuatu yang macam-ma-cam, sampai kemudian masuki rumah, pintu langsung ditutup oleh sang pelacur, tertinggal berdua. Pelacur ini cantik, tubuhnya benar-benar memikat, hingga siapa pun yang memandang tidak bisa mengelak. Pakaiann-ya menantang, dan ditangannPakaiann-ya ada arak, anehnPakaiann-ya di dekatnya juga ada bayi.
“Aku mengundangmu bukan untuk kesaksian, tapi aku ingin bercinta denganmu, atau minum arak bersamaku meski satu teguk, atau membunuh anak ini,” pelacur menunjuk bayi di samping kakinya. “Bagaima-na jika aku menolak?” “Aku akan berteriak dan semua orang akan masuki rumahku,” pelacur itu menantang.
Ahli ibadah sontak terkejut. Baginya pilihan hanya ada tiga, bukan menolak. Ahli ibadah memilih memi-num segelas arak yang menurutnya teringan di antara dua pilihan lainnya. Ia tidak pernah berpikir minuman keras adalah pangkal kejahatan. Ketika diminum, ia langsung mabuk, pelacur itu tanpa sadar ditiduri, seka-ligus membunuh bayi.
Ahli ibadah tak menyadari godaan yang akan ia terima, apalagi membayangkan ujungnya. Tapi sekuat-kuat ibadahnya, sudah tentu juga sekuat-kuat godaan setan yang mendera. Jelas, godaan itu datangnya dari setan, meski dipatik oleh pelacur cantik. Dalam Al-Quran telah dijelaskan bagaimana setan berjanji untuk terus menguji manusia.
‘Aku pasti akan mengambil bagian tertentu dari hamba-hamba-Mu, dan pasti akan Ku sesatkan mereka, dan akan Ku bangkitkan angan-angan kosong pada mereka...” (QS. an-Nissa’: 118-119)
Bahkan Allah SWT dalam Al-Quran juga terus akan menguji manusia, “Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? Dan sungguh,
Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS.
Al-Ankabut: 2-3)
Efeknya, iman dan ibadah manusia bisa naik turun. Kemarin beribadah shalat sunnah rawatib tidak tertinggal, ada godaan untuk kumpul bersama kawan lama, tiba-tiba shalat wajib menjadi tidak tepat waktu. Sehingga yang paling berat pada akhirnya adalah terus istiqamah dalam keimanan.
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Tuhan Kami adalah Allah,’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata): ‘Janganlah kamu merasa takut, dan janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu’.” (QS. Fushshilat: 30)
“Meneguhkan” dalam ayat di atas disebutkan dengan kata istiqamah, yang artinya terus-menerus, berkelanjutan, tidak goyah. Bahkan dalam kamus baha-sa Indonesia, teguh berarti tetap tidak berubah iman, pendirian, dan kesetiaan. Hasil dari istiqamah adalah surga yang telah dijanjikan. Artinya ada pahala sangat besar bagi orang yang istiqamah dalam keimanan.
Tentu saja mendirikan ibadah yang wajib berkualitas, dan sunnah yang berlimpah secara
istiqamah tidaklah mudah. Seperti terus menerus puasa, sekaligus membaca Quran sepuluh lembar perhari, shalat tahajud sekian rakaat, shalat dhuha sekian rakaat, tidak banyak yang mampu melaksanakan ini bersamaan. Oleh sebab itu anjurannya adalah, ”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang terus-menerus walaupun itu sedikit” (HR. Muslim)
Dengan kata lain, paling tidak kita memulai dari hal yang sedikit (kecil) namun istiqamah. Seperti berkata yang baik, atau jika belum bisa diam. Yang dipelajari adalah istiqamahnya. Ketika sudah mampu, naik kelas dengan mengamalkan yang lain, yaitu memperlaku-kan muslim yang lain seperti engkau memperlakumemperlaku-kan dirimu sendiri. Mampu istiqamah dalam satu amal, naik kelas lagi, dan seterusnya.
Salah satu cara untuk istiqamah selain dengan memulai hal yang mudah adalah memilih ibadah sunnah yang kita sukai. Cara yang lain adalah, temu-kan teman yang bisa menjadi pengingat. Dan beramal bersama-sama seringkali lebih semangat dibanding
Sedikit Tapi Sulit
Oleh: Ma’mun Afani, M. Ud
Dosen UNIDA Gontor
9
Yatim Mandiri/Edisi April 2017
Oase
S
iti Aisyah meriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW, bahwa ketika Nabi SAW masuk ke tempatnya dan di sisinya ada seorang perempuan dari Bani Asad. Lalu, Nabi SAW bertanya,“Siapakah ini?“ Aisyah menjawab, “Si Fulanah (ia tidak pernah tidur malam), ia menceritakan shalatnya. Nabi SAW bersabda, “Lakukanlah (amalan) menurut kemampuanmu. Demi Allah, Dia tidak merasa bosan sehingga kamu sendiri yang bosan. Amalan agama yang paling disukai Allah SWT adalah yang dilakukan oleh pelakunya secara kontinu.’’ (HR. Bukhari)
Dalam hadis di atas, Rasulullah SAW mengingat-kan amalan paling baik dan disukai Allah SWT adalah amalan yang dilakukan secara kontinu. Bukan amalan yang besar atau yang kecil. Amalan kecil, bila kontinu lebih baik daripada amalan besar namun dilakukan hanya sekali. Amalan kecil dilakukan secara terus-me-nerus maka dalam pandangan Allah SWT amalan itu menjadi besar. Sebaliknya, kesalahan (maksiat) yang kecil dilakukan secara terus-menerus, lambat laun menjadi besar sehingga menumpuklah dosa kita.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada dosa kecil apabila dilakukan secara terus-menerus.” Artinya dosa kecil yang kontinu akan menjadi dosa besar. Karena itu, melakukan shalat Dhuha dua rakaat setiap pagi lebih baik daripada 12 rakaat cuma sekali. Menunaikan Tahajud dua rakaat setiap malam lebih baik daripada 13 rakaat beserta witirnya namun cuma sekali.
Begitu pun membaca Al-Quran satu ayat setiap hari lebih baik daripada membaca beberapa ayat tapi cuma sekali (hal ini biasanya dilakukan hanya di bulan Ramadhan). Bersedekah Rp 1.000 setiap hari lebih baik dibandingkan bersedekah Rp 100 Ribu tetapi hanya
Beramal Terus Menerus,
Walau Itu Kecil
sekali. Rasulullah SAW tidak menekankan jumlah rakaat, berapa ayat, dan berapa rupiah melainkan kontinuitas beramal yang baginda inginkan.
Dalam beribadah, Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya agar melakukannya sekuat tenaga dan semampu kita. Dalam hal ini Allah SWT berirman,
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah:286)
Dan Nabi SAW bersabda, “Kerjakan amal perbua-tan sekuat tenagamu, Allah tidak jemu menerima dan memberi sehingga kamu jemu beramal, dan shalat yang disukai adalah yang dikerjakan terus-menerus meskipun sedikit.’’ (HR Bukhari-Muslim).
Untuk menjalankan suatu amalan, harus didasari kesabaran dan keyakinan. Tanpa hal tersebut, sulit un-tuk membiasakan amalan (ibadah). Sebab kesabaran dan keyakinan melahirkan semangat sehingga dalam keadaan apapun kita terus beribadah.
Perlu disadari, bahwa kita selalu menanggapi sesuatu yang ‘kecil’ sebagai sesuatu yang remeh dan tidak mendatangkan kesan apa-apa jika melakukannya, baik ia berupa kebaikan atau keburukan. Mungkin kita banyak yang lupa bahwa tidak ada satu pun yang besar, kecuali diawali oleh sesuatu yang kecil.
Sejauh manapun pengembaraan, ia pasti bermula dengan langkahan pertama. Seluas manapun lautan, ia berasal dari titik-titik air. Semegah dan setinggi manapun sebuah gunung, ia pasti berasal dari batu-an-batuan kecil. Akan seperti itulah seterusnya, yang dibutuhkan dari kita adalah nilai-nilai keikhlasan ketika kita melakukannya, dengan begitu akan terhindar dari keruntuhan amal karena niat yang tidak sepadan.
Wallahu a’lam.(*)
Drs. Usman Daud, M.A
Konsultan Hukum Islam dan keluarga
9
Jendela
Nama lengkapnya Dwi Apridona Putri Kenanga.
Ia merupakan peserta didik MEC (Mandiri
Entrepreneur Center) Jurusan Akuntansi yang
berasal dari Kabupaten Lumajang. Gadis ramah
dan pemalu ini, lahir di Probolinggo pada 2 April
1997. Biasanya oleh teman-temannya, ia lebih
akrab disapa Kenanga.
Bekal Yatim
Agar Bisa Mandiri
11
Yatim Mandiri/Edisi April 2017
D
i MEC, khususnya bidang akademik,Kenanga adalah salah satu peserta didik terbaik. Bahkan dibidang entrepreneur pun, ia juga memiliki prestasi yang luar biasa. Karena Kenanga mengaku sangat menyukai entrepreneur yang diajarkan di MEC.
Seperti yang diungkapkanya, bahwa ia mulai jatuh hati dengan entrepreneur disaat pertama kali masuk MEC. Padahal awalnya, ia menganggap entrepreneur adalah aktivitas yang melelahkan. Namun, karena sebuah tuntutan yang harus dilakukan setiap peserta didik MEC, akhirnya ia pun melakukannya. “Harus jalan kaki dari Jambangan hingga ke Perum Gunung Sari, hanya untuk menjual krupuk dan sari kedelai,” katanya.
Tetapi lambat laun kegiatan ini malah membuatnya senang. Bahkan dengan penuh semangat dan motivasi yang tinggi, Kenanga melakukan kegiatan entrepreneur tersebut. Baginya, melakukan entreperenur bukan untuk sekedar memperoleh uang saku guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tetapi juga untuk menambah uang tabungannya.
Oleh karena itu, ia mempunyai komitmen bahwa semua dagangannya harus laku terjual. “Belum laku ya belum kembali ke asrama,” tegas gadis penggemar makanan manis ini.
Tak heran, usaha keras dan kegigihannya membuahkan hasil. Saat ini Kenanga memiliki tabungan sebesar Rp 2.260.000,- hasil dari
entrepreneur. Jumlah tersebut merupakan salah satu yang terbanyak diantara para peserta didik MEC.
Hal inilah yang menjadi komitmen Kampus MEC. Dengan visi “Pelopor diklat dalam memandirikan generasi bangsa yang berbasis entreprenuer center dan nilai-nilai keislaman”, MEC berusaha membina dan memberikan keterampilan kepada anak yatim dhuafa lulusan SMA/SMK sederjat. Sehingga mereka mampu menjadi insan mandiri.
Tidak hanya mengacu pada entrepreneurship. MEC juga memberikan kesempatan bagi peserta didiknya untuk berkarir sesuai dengan profesi yang diinginkan. Saat ini Kampus MEC memiliki 6 jurusan, yakni Akuntansi, Desain Grai s, Teknisi Komputer dan Jaringan, Managemen Zakat, Kuliner, dan Otomotif. Kemudian ditambah dengan pendidikan dasar agama, aqidah akhlaq dan entrepreneur.
Dengan begitu, diharapkan lulusan Mandiri Entrepreneur Center mampu menjadi sumber daya manusia yang handal dan profesional, serta memiliki akhlak yang baik.(*)
11
Yatim Mandiri/Edisi April 2017
Catatan
S
etiap umat Islam, menjaga semangat dalam bekerja dan berusaha, merupakan anjuran Rasulullah SAW yang harus terus dijaga dan dipupuk. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda,“Tiada makanan yang baik bagi Anak Adam kecuali yang ia dapat dari tangannya sendiri. Sungguh, Nabi Daud AS makan dari hasil tangannya sendiri.” (HR.
Imam Bukhari)
Islam sebagai agama Allah yang sempurna mem-berikan petunjuk kepada manusia tentang bidang usaha yang halal dan cara berusaha. Keagungan Islam tidak hanya memerintahkan manusia bekerja untuk kepentingan individual secara halal, namun juga mengajarkan cara manusia berhubungan baik dengan sesama bagi kepentingan dan keuntungan kehidupan mereka di bumi ini.
Sebagai umat Islam, menjaga semangat dalam bekerja menjadi sebuah keharusan untuk mendapat-kan hasil yang maksimal. Karena itu, Islam benar-be-nar mengajarkan umatnya untuk bekerja keras, mandiri dan tidak pantang menyerah.
Setidaknya terdapat beberapa dalam kandungan Al-Quran maupun Hadis yang dapat menjadi rujukan pesan tentang semangat kerja keras dan kemandi-rian ini. Rasulullah bersabda, “Amal yang paling baik adalah pekerjaan yang dilakukan dengan cucuran keringatnya sendiri.” (HR. Abu Dawud)
“Kami telah menjadikan untukmu semua didalam bumi sebagai lapangan mengusahakan kehidupan (bekerja) tetapi sedikit sekali diantara kamu yang bersyukur.” (QS. Al-A’raf: 10)
Islam memandang, bahwa bekerja merupakan satu kewajiban bagi setiap insan. Karena dengan bekerja, seseorang akan memperoleh penghasilan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan juga keluarganya, serta dapat memberikan maslahat
Semangat Bekerja
dan Berusaha
bagi masyarakat di sekitarnya.
Dalam sebuah hadis disebutkan, “Dari Anas r.a. berkata, Nabi SAW bersabda, ”Bukan orang yang baik diantara kamu, orang yang meninggalkan kepentingan dunia untuk mengejar akhiratnya, atau meninggalkan akhirat karena mengejar dunia, sehingga dapat mencapai keduanya, karena dunia bekal untuk akhirat, dan kamu jangan menyandarkan diri pada belas kasihan orang.”
Menurut Isa Abduh dan Ahmad Ismail Yahya dalam al-Amal i al-Isl’m, Islam adalah agama yang menekankan amal atau bekerja. Sebab, amal atau bekerja merupakan salah satu cara praktis untuk mencari mata pencarian yang diperbolehkan Allah SWT.
Bekerja dalam Islam merupakan kewajiban bagi setiap individu atau kelompok. Konsep amal da-lam Isda-lam sangat luas dan tidak hanya menyangkut soal bisnis atau dagang. Amal adalah setiap peker-jaan yang dilakukan manusia yang pantas untuk mendapatkan imbalan (upah), baik berupa kegiatan badan, akal, indra, maupun seni.
Dalam sebuah kitab dijelaskan, orang yang dengan ikhlas bekerja keras, Allah SWT akan
memberikan beberapa ganjaran. Yakni pertama, akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT. Kedua, dihapuskan dosa-dosa tertentu yang tidak dapat dihapuskan dengan shalat, puasa dan shadaqah. Ketiga, mendapatkan cinta Allah SWT. Keempat, terhindar dari azab neraka. Dan kelima, bekerja mencari nafkah digolongkan dalam i sabililah.
Maka dari itu, kita patut terus menjaga semangat bekerja keras dengan keringat kita sendiri. Dengan begitu, kita Insya Allah termasuk ke dalam golongan yang selamat dunia dan akhirat. Amiin.(*)
Oleh: H. Mutroin, SE
13
Yatim Mandiri/Edisi April 2017
B
anyak orang sibuk mengejar-ngejar rezeki,namun tak kunjung cukup, bahkan sebagian penghasilannya habis hanya untuk konsumsi harian dan angsuran. Sementara ada orang yang ter-lihat kerjanya biasa saja, bisnisnya juga tidak terlalu besar, tetapi rezeki datang begitu berlimpah. Apa rahasianya?
Pertama, perlu disadari bahwa rezeki itu datang dari Sang Pemilik Rezeki, Allah SWT. Tentu terserah kepadaNya, siapa yang hendak diberi berlimpah. Orang atheis, sering berbuat dosa dan kesalahan-pun ada yang diberi rezeki dalam bentuk harta yang sangat berlimpah.
Dalam pandangan agama yang saya anut, ini namanya istidraj (mengulur-ngulur). Pebisnis yang
merusak lingkungan tapi dapat keuntungan ber-limpah, itu namanya istidraj.
Pebisnis barang haram, produk yang merusak dan bisnis lain yang membahayakan, namun mendapat keuntungan yang berlipat-lipat juga istidraj. Suatu
saat, harta yang diperolehnya akan merusak dirinya, keturunan dan keluarganya. Dan yang pasti, mencelakakannya dalam kehidupan setelah dunia
Logika Rezeki
(akherat).
Kedua, rezeki datang kepada siapapun yang lebih rajin, cerdas dan kreatif, tanpa pandang agama atau ketaatan kepada Sang Pemilik Rezeki. Orang yang berkarir, karirnya cepat naik bila kinerjanya selalu jempolan. Penghasilanpun terus meningkat.
Para pebisnis untungnya juga terus bertambah, karena mereka memiliki kelebihan dan keunikan dibandingkan yang lain. Dia cara bisnisnya di atas rata-rata, maka keuntungannya pun di atas yang lain.
Ketiga, rezeki datang karena kita berusaha sema-kin mencintai Sang Pemilik Rezeki. Rezeki model ini datang tanpa diduga, berlimpah dan terkadang tidak sesuai logika manusia.
Apabila Sang Maha Kaya sudah mencintai ham-baNya, maka Dia akan mendatangkan keberkahan rezeki yang diterima sang hamba. Berbagai kebaikan akan muncul dari sang hamba.
Mari berlomba menjadi yang kedua dan ketiga. Mau?
Salam Sukses Mulia
Oleh: Jamil Azzaini
Penasehat Yatim Mandiri
Tausiyah
Oleh: Ustad Muhammad Ariin Ilham
15
Yatim Mandiri/Edisi April 2017
I
mam Ghazali mengajak kita untuk mengenali sejumlah keadaan yang membuat setan “berpesta pora”, karena keberhasilannya menggoda manusia. Pertama, terjadinya perceraian rumah tangga. Iblis sebagai pimpinan para setan selalu memuji semua keberhasilan dan jerih payah anak buahnya. Tetapi iblis jauh lebih senang dan berupaya akan membanggakan kelompok setan yang berhasil menceraikan suami istri. (QS. Al-Baqarah: 102).Kedua, durhaka kepada orang tua. Kelompok-kelompok setan akan selalu berupaya agar manusia tidak hormat kepada orang tuanya. Bahkan berharap supaya manusia tidak mau peduli dan tidak mau memperhatikan keadaan kedua orang tuanya.
Jika kemudian mendapati manusia benar-benar sudah pada titik menyakiti dan durhaka kepada orang tuanya, maka bisa dipastikan setan benar-benar sedang mengibarkan panji kemenangannya. Mereka la’natullah ‘alaihim akan saling
mengucap selamat dengan riang.
Ketiga, perkelahian sampai membunuh atau terbunuh.
“Pembunuh dan yang dibunuh sama-sama di neraka.” (HR.
Mutafaq alaihi). Jika seorang hamba yang beriman mudah dan pada akhirnya terjerembab dalam kawah panas api neraka, maka saat-saat itu terkirimlah hidangan pesta bagi kelompok setan. Hal yang tentu saja penting buat kita adalah jangan mau kita diajak berkelahi apalagi sampai membunuh.
Keempat, pecandu khamar dan yang sejenis seperti halnya juga narkoba. Orang yang banyak mengonsumsi khamar dan narkoba, berarti sedang dalam keadaan super lalai kepada Allah. Dan tepatlah jika disebut bahwa orang yang mencandu khamar sedang diajak dalam sebuah pesta setan yang langsung diaransemeni iblis.
Kelima, tenggelam dalam dosa zina dan merasa nyaman dengan aktivitas faahisyah ini (QS al-Isra’: 32). Orang yang
berzina takluk dengan hawa nafsu. Filter keimanannya jebol dan tidak bisa mengontrol. Karena itulah setan sangat mudah masuk dan berpesta.
Keenam, ketagihan duit haram, seperti menipu, mencuri, merampok, mengorupsi, dan bermain riba. Berikutnya,
“Attakabburru bil hasadi wal intiqoomi,” angkuh dan sangat
sombong bahkan dibarengi dengan sifat dengki, pemarah, dan dendam (QS. Luqman:18).
Ilustrasinya sangat jelas, karena semua sifat ini adalah yang melekat pada diri setan. Berarti ketika manusia juga memprak-tikkan sifat setan ini, mereka bersama sedang berpesta pora.
Ihwal lain pesta setan adalah ketika manusia ada yang ingin menjadi dukun dan mengamini apa yang diucapkan dukun. Diriwayatkan oleh al-Bazzar dari ‘Imron bin Hushoin,
“Bukan termasuk golongan kami, siapa saja yang mendatangi tukang ramal atau membenarkan ucapannya, atau siapa saja yang melakukan perbuatan sihir atau membenarkannya.”
Terakhir, puncak kegembiraan setan dengan tingkat pesta yang luar biasa adalah manusia mati dalam keadaan maksiat, bahkan mati dalam kair. “Sesungguhnya orang-orang kair dan mereka mati dalam keadaan kair, mereka dilaknat Allah,
para malaikat dan manusia seluruhnya.” (QS. Al-Baqarah:161).
Ya Allah, lindungi kami dari nafsu maksiat dan godaan setan yang terkutuk.(*)
“
”
Sesungguhnya
orang-orang kair
dan mereka mati
dalam keadaan
Yatim Mandiri/Edisi April 2017
Solusi Islam
Assalammualaikum Wr. Wb.
Ustad Abdurrahman Navis yang saya hormati. Alhamdulillah saya oleh Allah diberikan dua buah hati, laki-laki dan perempuan. Anak laki-laki saya sudah berusia 7 tahun dan yang perempuan sudah berusia 4 tahun. Saya ingin mereka segera belajar shalat. Tetapi setiap diajak mereka selalu menolak.
Pertanyaan yang ingin saya ajukan :
1. Kapan waktu yang tepat untuk mengajarkan shalat kepada anak-anak?
2. Apakah harus menunggu hingga usia mendekati akhil baligh ?
3. Bagaimana metode yang cocok bagi anak-anak agar mereka bisa belajar shalat dan mempraktekkannya ?
Demikian, atas jawaban dan bimbingan ustadz Abdurrahman Navis, saya mengucapkan terima kasih.
Arif Prihananto, Bandung
Waktu Yang Tepat
Mengajarkan Shalat
Pada Anak
Jawaban:
Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarkatuh
Pak Arif Prihananto yang saya hormati. Anak adalah investasi dunia akhirat yang harus diperhatikan oleh orang tua dari semua hal, baik kesehatan, pendidikan pakaian dan agama, terutama membiasakan shalat. Karena itu yang menjadi harapan orang tua ketika meninggal dunia adalah punya anak shaleh yang mendoakan orang tua.
KH. Abdurrahman Navis, Lc, MHI
17
Yatim Mandiri/Edisi April 2017
Solusi Islam
Lalu sejak kapan anak disuruh shalat apa nunggu aqil baligh? Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam
pernah bersabda, “Perintahlah anak-anakmu agar mendirikan shalat tatkala mereka telah berumur tujuh tahun, dan pukullah karenanya tatkala mereka telah berumur sepuluh tahun.” (HR. Abu Dawud dan Al-
Hakim)
Jadi, bahwa Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam dengan tegas telah mensyariatkan agar
pendidikan shalat dimulai sejak usia dini, yaitu sebelum mereka mencapai usia baligh. Bahkan ketika anak-anak berusia tujuh tahun, mereka telah diperintahkan untuk menjalankan shalat jadi tidak nunggu akil baligh.
Cara Mengajarkan Shalat
Tidak mudah mengajarkan anak-anak untuk mulai bisa menjalankan shalat. Ini memerlukan berbagai persiapan, seperti bagaimana cara berwudhu, mengajari mereka tentang rukun-rukun shalat, hal-hal yang diwajibkan, disunahkan, serta hal-hal-hal-hal yang membatalkannya. Berikut ini adalah beberapa cara mengajarkan anak-anak untuk shalat, yaitu:
1. Orang tua harus menjadi contoh kedisiplinan dalam menjalankan shalat.
Cara mengajari anak shalat adalah orang tua harus menjadi contoh agar anak mengikuti apa yang dilakukan orang tuanya. Jadi, untuk mengajarkan shalat sejak dini pada anak-anak kita, maka yang harus dilakukan orang tua adalah mereka harus bisa menjadi contoh atau tauladan yang baik bagi anak-anaknya. Yaitu dengan tetap konsisten menjaga kedisiplinan dalam menjalankan shalat.
2. Orang tua harus menanamkan tentang arti pentingnya shalat dalam kehidupannya.
Sejak usia anak-anak, seseorang harus ditanamkan tentang arti pentingnya shalat bagi kehidupannya, di mana shalat merupakan salah satu kewajiban bagi manusia. Shalat merupakan penghubung antara manusia dengan penciptanya, yaitu Allah SWT. Ketika manusia lalai dalam melakukan kewajiban tersebut, maka sudah pasti Allah SWT akan menenggelamkan orang tersebut dalan adzab di akhirat kelak. Akan tetapi jika manusia konsisten dalam menjalankan kewajiban tersebut, maka Allah SWT akan membalasnya dengan surga.
3. Juga memberikan hukuman bagi anak ketika ia lalai melaksanakan shalat.
Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda,
“Perintahlah anak-anakmu agar mendirikan shalat tatkala mereka telah berumur tujuh tahun, dan pukullah karenanya tatkala mereka telah berumur sepuluh tahun.” (HR. Abu Dawud dan Al- Hakim)
Hadist di atas menjelaskan bahwa ketika anak-anak telah mencapai usia tujuh tahun, maka orang tua harus memerintahkannya untuk melaksanakan
shalat, dan apabila pada usia sepuluh tahun anak-anak tidak mau melaksanak-anakan kewajiban tersebut, maka orang tua harus memukulnya sebagai bentuk hukuman atas kelalaian mereka itu.
Mengapa harus pada umur-umur tersebut? Karena pada umur tujuh tahun, kemampuan akalnya mulai berkembang secara bertahap, sehingga pada usia itu anak-anak harus mulai diperintahkan untuk melaksanakan salah satu kewajiban sebagai seorang muslim, yaitu shalat.
Sedangkan ketika anak-anak telah berusia sepuluh tahun, perkembangan akalnya telah mencapi tahap kesempurnaan. Di usia tersebut, mereka sudah mampu membedakan antara hal-hal yang bermanfaat dan hal-hal yang mengandung bahaya. Hal inilah yang diperlukan untuk memahamai arti pentingnya dari shalat. Di mana shalat merupakan sarana penghubung di antara makhluk dan penciptaNya, menjalankan shalat akan membawa seseorang untuk lebih dekat dengan surga, sedangkan meninggalkannya akan membuat seseorang tertimpa adzab di akhirat kelak.
Oleh karena itu ketika anak-anak mencapai usia tersebut maka ia diwajibkan untuk melaksanakan shalat, dan apabila mereka lalai dengan
kewajiban tersebut, maka orang tua harus memperingatkannya dengan memberikan mereka hukuman.
Hukuman yang diberikan orang tua kepada anaknya tidak boleh dilakukan dengan semena-mena dan sembarangan yang nantinya justru dapat membuat anak-anak tersebut cidera atau terluka. Selain itu, orang tua juga tidak boleh memukul bagian wajah, baik itu mulut, hidung, serta bagian wajah lainnya.
Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda,
“Pukullah mereka dengan pukulan yang tidak keras (tidak membikin patah tulang, atau luka, atau mengeluarkan darah, atau meninggalkan bekas).”
4. Mengajak anak-anak untuk shalat berjamaah di Masjid.
Langkah selanjutnya dalam cara mengajarkan anak shalat adalah dengan mengajaknya
melaksanakan shalat berjama’ah di Masjid. Hal ini memiliki beberapa tujuan, seperti mengajari anak-anak untuk bisa membaur dengan masyarakat, terutama dengan sesama kaum muslimin. Selain itu anak-anak juga bisa mengenal ulama maupun ustad dilingkungannya.
Smart Parenting
A
nak adalah salah satu karunia besar yang Allah titipkan sebagai rezeki pada kita. Tentu, tidak semua orang berun-tung dapat menjadi orang tua. Namun, di balik itu, ada hal yang lebih penting dari memiliki seorang anak, yaitu dapatkah kita menjadi orang tua yang amanah. Dapatkah kita membesarkan, menjaga, dan mendidik amanah itu agar tumbuh berkembang menjadi kebanggaan bagi dirinya sendiri dan keluarganya, baik di dunia maupun akhirat.Allah SWT beri rman, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”
Mengajari Anak Menjadi Diri Sendi
ri
Agar dapat mencapai keindahan ini, kita harus dapat mengembangkan kepribadian anak ke arah positif, mendukung terciptanya akhlak yang mulia, dan memberikan pendidikan yang memadai.
Salah satu yang kita patut perhatikan adalah mengajarkan anak cara menjadi diri sendiri dengan tujuan membuat mereka percaya akan kemampuan diri dan berkembang menuju prestasi gemilang yang membanggakan. Berikut ini beberapa cara mengajarkan anak agar menja-di menja-diri senmenja-diri:
1. Bantu anak menemukan aktivitas yang membuat mereka nyaman dan senang.
Kecerdasan anak berbeda-beda, ada yang berbakat dalam bidang kinestetik, musik, matematis, bahasa, hingga bakat dalam
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang
diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak,
kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan
hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”
19
Yatim Mandiri/Edisi April 2017
Smart Parenting
dasan berbeda, minat anak juga akan beragam. Sejak dini, kebanyakan dari kita sudah
mengenalkan anak pada banyak aktivitas, seperti menari, membaca, olahraga, atau bermain peran. Dari situ, kenalilah kecenderungan bakat anak. Selanjutnya, tugas orang tua adalah membantu anak menggali bakatnya lebih dalam dan tidak memaksakan sesuatu yang tidak mereka sukai hanya karena kita suka.
2. Tumbuhkan rasa percaya diri anak dengan pujian.
Berikan pujian saat ia berani melakukan sesuatu yang baik. Di saat dewasa, kita masih kerap membandingkan apa yang kita miliki dengan orang lain. Begitupun yang terjadi pada anak, apalagi pergaulan mereka yang masih diwarnai oleh celoteh saling pamer dan unjuk kebolehan. Cara lain dalam mengajarkan anak cara menjadi diri sendiri adalah dengan meyakinkan mereka bahwa mereka memiliki keunikan masing-masing yang tidak boleh dianggap sepele. Misalnya, ketika anak berhasil menggambar atau mewarnai satu pola secara penuh beri penghargaan dengan mengatakan, “Wah, anak Ummi pintar sekali menggambarnya, sudah besar punya cita-cita melukis, ya?”
3. Biarkan anak melakukan sesuatu secara mandiri.
Anak-anak memiliki sifat ingin dipercaya dan dianggap mampu melakukan tugas tertentu. Namun, terkadang sebagai orang tua kita kerap khawatir dan selalu ingin mendampingi anak dalam tugasnya. Malahan, kita juga sering kali melarang anak melakukan banyak hal karena pelbagai alasan. Coba mengajarkan anak cara menjadi diri sendiri dengan membiarkan mereka melakukan banyak hal secara mandiri. Hal ini juga dapat membantu orang tua menemukan apa bakat dan kemampuan yang anak kuasai. Misalnya, tidur sendiri, meminta maaf lebih dulu, atau membuat susu sendiri.
4. Jangan membandingkan dan mencela kekurangannya.
Jika anak dianggap kurang berhasil atau berprestasi dalam satu hal, coba jangan langsung menilai mereka gagal dengan memarahi atau memprotes, apalagi membandingkan dengan anak lain. Dengan cara ini, anak akan mencari-cari kekurangan dan minder, lalu selalu merasa orang lain lebih baik dari dirinya. Daripada memarahi, lebih baik ajak anak mengevaluasi apa yang membuat mereka kurang di bidang tersebut, apakah mereka tidak memiliki minat atau justru pola
pengasuhan orang tua yang kurang tepat. Ajak anak berbicara dari hati ke hati dan tetap berikan dukungan moral.
Tanggung jawab yang dipikul orang tua dalam membesarkan anak membuat posisi anak juga menjadi cobaan dari Allah. Kewajiban kita adalah menjalankan amanah itu dengan sebaik mungkin dan tetap berpegang teguh pada ajaran agama. Warnai tumbuh kembang anak dengan mengajarkan anak cara menjadi diri sendiri. Buat mereka bangga dengan bakatnya dan selalu mensyukuri bakat tersebut sebagai nikmat dari Allah.(*)
Salah satu yang kita patut
perhatikan adalah mengajarkan
anak cara menjadi diri sendiri
dengan tujuan membuat mereka
percaya akan kemampuan diri
dan berkembang...
“
21
S
yu’aib bin Mikil bin Yasjir bin Madyan bin Ibrahim. Ia merupakan salah satu Nabi utusan Allah yang berdakwa pada suatu kaum yang gemar berbuat kecurangan, berbuat licik, tidak jujur dan tidak adil. Salah satu contohnya adalah, mereka gemar mengurangi timbangan dalam praktek jual beli.Nabi Syu’aib merupakan salah satu Nabi yang masih keturunan dari Nabi Luth as dari pihak yang perempuan. Ia diutus oleh Allah untuk berdakwah di negeri yang bernama Madyan, suatu negeri yang dekat perbatasan negeri Syam atau Palestina. Penduduk di negeri itu telah lama meninggalkan ajaran-ajaran yang dibawah oleh para Nabi terdahulu dan lupa menjalankan perintah-perintah agama yang semestinya mereka kerjakan.
Jadi untuk itulah Nabi Syu’aib diperintahkan oleh Allah untuk mengajak mereka kembali menyembah Allah dan meninggalkan perbuatan kemaksiatan, seperti mencuri, menipu, berdusta dalam menimbang atau menakar dan lain-lain. Hal ini seperti yang tertulis didalam Al-Quran, “Dan (kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu’aib, ia berkata, “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selainNya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka Sempurnakanlah takaran dan timbangan dan jangan kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusuhan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaiknya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu orang beriman.” (QS. Al-A’raf: 85)
Namun seruan Nabi Syu’aib as sedikitpun tidak mereka turuti. Mereka beranggapan, merekalah yang benar, sedangkan Nabi Syu’aib dianggap sebagai orang yang menyebabkan huru hara dan kegaduhan. Namun Nabi Syu’aib as tidak putus asa, malah ia semakin semangat untuk terus mengajarkan dan mendidik mereka.
Setelah memberi penjelasan mengenai masalah
tauhid secara langsung, Nabi Syuaib as beralih ke masalah muamalah kehidupan sehari-hari yang berkenaan dengan kejujuran dan keadilan. Hal yang terkenal pada penduduk Madyan adalah mereka sering mengurangi takaran timbanan dan mereka tidak memberi hak-hak manusia yang semestinya mereka dapatkan.
Masyarakat Madyan menganggap bahwa mengurangi bobot timbangan merupakan salah satu bentuk kepandaian atau keahlian dalam perdagangan. Lalu datanglah Nabi Syu’aib kepada mereka untuk mengingatkan bahwa apa yang mereka lakukan tersebut merupakan perbuatan yang tercela dan termasuk sebagai pencurian.
Nabi Syu’aib as khawatir, jika mereka meneruskan perbuatan curang tersebut, maka mereka akan mendapat azab yang tidak dapat mereka hindari. Ia mengulangi nasihatnya sampai beberapa kali kepada kaumnya dengan cara yang baik. Serta mengajak ke jalan yang benar. Ia menghimbau untuk menegakkan timbangan dengan keadilan dan kebenaran dan mengingatkan mereka agar jangan merampas hak-hak orang lain. Bukan hanya dalam jual beli saja, namun juga perbuatan lainnya.
Tetapi seruan itu ditentang keras oleh mereka dan menatang Nabi Syu’aib dengan berkata, “Cobalah engkau turunkan siksa itu sekarang juga kepada kami, jika memang engkau benar dalam kata-katamu itu.” Dan permintaan mereka langsung diberikan oleh Allah, dengan azab hawa yang panas terik membakar kulit, sebagaimana diterangkan dalam Al-Quran,
“Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka.” (QS. Al-A’raf: 91)
Itulah cerita Nabi Syu’aib, semoga cerita di atas dapat kita ambil hikmahnya, dan semoga kita tidak termasuk golongan seperti kaum Madyan yang dijatuhi azab oleh Allah karena telah berbuat kemaksiatan dimuka bumi.(*)
Nabi Syu’aib
Dengan Kaum Yang Suka
Mengurangi Timbangan
23
Yatim Mandiri/Edisi April 2017
T
ahun itu, disebut sebagai Tahun Kesedihan, di-mana Rasulullaah SAW sangat bersedih sebabmeninggalnya sang Isteri tercinta, Khadijah ra., dan sang Paman terkasih yaitu Abu Thalib. Dua orang yang begitu dalam tertancap di hati beliau, Isteri yang begitu setia dan taat, serta Paman yang mencintainya bagai anak sendiri.
Di tengah kesedihan itu, datanglah Malaikat Jibril AS yang membawa perintah dari Allah SWT kepada Ra-sulullah untuk membelah dada beliau. RaRa-sulullah kaget dengan maksud Jibril tersebut, namun setelah men-jelaskannya, barulah Rasulullah tahu bahwa maksudnya adalah membersihkan hati beliau.
Setelah itu, Jibril mengajak Rasulullah menaiki sebuah kendaraan yang memiliki kecepatan lebih cepat daripada cahaya, bernama Buraq. Dengan Buraq itu, Rasulullah berangkat dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, bahkan Rasulullah pun naik ke langit ke tujuh untuk bertemu dengan Allah SWT. Dari perjalanan Isra Mi’raj tersebut lah, Allah menurunkan perintah shalat fardhu 5 kali dalam sehari.
Kisah yang luar biasa menguji ketabahan Rasulullah dan memperlihatkan kepada kita betapa dahsyatnya kuasa Allah yang tak akan mungkin tertandingi oleh apapun. Nah, dari peristiwa Isra Mi’raj tersebut, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk dapat mengambil ibrah atau manfaat untuk kebaikan hidup kita di dunia dan menjadi bekal bagi kita di akhirat kelak.
Berikut ini adalah beberapa ibrah atau manfaat yang bisa kita ambil dan teladani dari peristiwa Isra Mi’raj tersebut:
1. Mukjizat Untuk Rasulullah. Riwayat Isra Mi’raj
telah disepakati ke-shahih-annya oleh ulama ahli hadis dan sirah (sejarah Islam). Juga telah ditetapkan sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran, hadis-hadis shahih, dan Ijma’ kaum muslimin. Peristiwa ini termasuk salah satu mukjizat yang diterima Rasulullah SAW.
2. Bukti Cinta Allah SWT. Peristiwa Isra Mi’raj terjadi
setelah beberapa ujian menimpa Rasulullah SAW, dan ini bertujuan untuk memperteguh semangat Rasulullah SAW. Juga sebagai isyarat bahwa penderitaan yang Rasulullah SAW alami, bukanlah karena Allah SWT ingin meninggalkannya, tetapi
Pelajaran Berharga Dari
Peristiwa Isra Mi’raj
sebagai sebuah kehendak Allah, bahwa ujian itu adalah bukti cinta Allah kepada hambaNya, untuk meningkatkan derajat mereka di hadapan Allah.
3. Masjidil Aqsa. Dalam Islam, kedudukan Masjidil
Aqsa sangatlah tinggi, hal ini telah terbukti ketika Masjidil Aqsa sempat menjadi arah kiblat untuk shalat umat muslim dahulu, sebelum diperintahkan arah kiblat adalah Ka’bah. Serta masjid inilah tempat dimana Rasulullah SAW mendarat dari langit setelah peristiwa Isra Mi’raj.
4. Islam adalah Agama Fitrah (Suci). Kisah
Rasulullah SAW yang dibawakan khamr dan susu, lalu beliau lebih memilih susu dalam kisah Isra Mi’raj ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sesuai dengan itrah atau kesucian.
5. Rasulullah SAW adalah Nabi Akhirul Zaman.
Allah SWT mengumpulkan para Rasul pembawa risalah untuk menyambut kedatangan pembawa risalah terakhir, yaitu Rasulullah Muhammad SAW. Ini menunjukkan bahwa para Rasul itu saling membenarkan, bahwa Muhammad SAW adalah Rasul terakhir (akhirul zaman), serta menunjukkan tingginya kedudukan Rasulullah SAW di sisi Allah SWT.
6. Kuasa Allah SWT. Menyaksikan tanda-tanda
kekuasaan Allah SWT yang Maha Besar di langit dan di bumi memberikan pengaruh dan motivasi yang kuat. Sehingga kita tak akan pernah khawatir terhadap tipu daya kaum kair yang hakikatnya sangat lemah sekali jika dibandingkan dengan segala kuasa Allah, Tuhan Semesta Alam.
7. Kewajiban Shalat Fardhu. Kewajiban shalat
fardhu yang turun saat malam Mi’raj merupakan bukti betapa pentingnya rukun Islam ini. Oleh karena itu, semestinya shalat bisa membebaskan manusia dari godaan nafsu dan syahwat duniawi yang menyesatkan, apabila shalat tersebut dilakukan dengan cara yang benar.
Itulah manfaat kebaikan yang bisa diambil dari salah satu peristiwa besar sepanjang sejarah ummat muslim ini, malam Isra Mi’raj. Semoga kita bisa selalu meneladani Rasulullah SAW, dan terus bersyukur ke-pada Allah sampai detik ini kita masih merasakan iman dan Islam yang sangat tak terkira nikmatnya. Aamiin.(*)
Dapur
Asinan Rambutan
Bahan yang Dibutuhkan:
1 kg Buah Rambutan
5 buah Jeruk Limau
5 buah (sesuai selera) Cabe Rawit
3 sdm Gula
1 sdt Garam
100 ml (1 gelas kecil)Air
2 gelasEs Batuyang sudah dihancurkan
Cara Membuat:
1. Kupas buah rambutan
2. Iris-iris jeruk limau dan cabe rawit
3. Kucuri buah rambutan dengan air perasan jeruk limau, tambahkan air
4. Bumbui dengan gula, garam, dan cabe rawit 5. Sajikan dengan es batu untuk menambah
25
Yatim Mandiri/Edisi April 2017 1. Gunakan semua hal dalam diri Anda untuk
memenangkan hati suami.
Semua wanita memiliki ornamen yang diberikan Allah. Gunakan keindahan yang telah diberikan kepada Anda ini untuk memenangkan hati suami Anda.
2. Ketika suami pulang, sambutlah dengan ucapan indah.
Bayangkan suami Anda pulang ke rumah yang bersih, seorang istri yang indah berpakaian, makan malam disiapkan dengan hati-hati, anak- anak bersih dan manis, kamar bersih. Tentu suami akan merasa senang.
3. Pelajari karakteristik bidadari surga dan mencoba untuk menirunya.
Al-Quran dan Sunah menggambarkan wanita di Jannah dengan karakteristik tertentu. Seperti sutra yang mereka kenakan, mata hitam yang besar, bernyanyi untuk suami mereka, dan lainnya. Cobalah, mengenakan sutra untuk suami Anda, atau mungkin sesekali bernyanyilah untuk suami Anda.
4. Berdandan di rumah.
Dari awal, gadis kecil sudah mulai menghiasi diri dengan anting-anting dan gelang cantik. Sebagai seorang istri, teruslah menggunakan perhiasan yang Anda miliki dan gaun cantik untuk suami Anda.
5. Bercanda dan bermain game dengan suami.
Rahasia seorang pria, mereka mencari wanita yang sederhana dan memiliki rasa humor. Rasul mengatakan kepada Jabir menikahi seseorang
yang akan membuatnya tertawa dan dia akan membuatnya tertawa pula.
6. Berterimakasihlah pada suami untuk hal-hal baik yang dilakukannya.
Berterimakasihlah padanya. Ini adalah salah satu teknik yang paling penting, dan merupakan
karakteristik dari para wanita surga.
7. Sebuah argumen adalah api di dalam rumah.
Ketika Anda melawan, Anda hanya menambahkan
bensin ke dalam api. Perhatikan bagaimana
argumen akan berakhir ketika Anda hanya
mengatakan dengan tulus, “Dengar, aku
minta maaf. Mari kita menjadi teman.” bahwa setiap wanita yang meninggal dalam keadaan di mana suaminya ridho terhadapnya, maka akan masuk Jannah. Jadi, senangkanlah hatinya.
9. Dengarkan dan patuhi suami.
Mematuhi suami Anda itu wajib! Suami Anda adalah amir rumah tangga. Beri dia semua hal yang benar dan dengan penuh rasa hormat.
10. Berdoalah kepada Allah SWT agar penikahan Anda sukses.
Semua hal yang baik adalah dari Allah. Jangan lupa untuk meminta kepada Allah akan berkahnya terhadap pernikahan yang sukses yang dimulai di dunia ini dan berlanjut di Jannah.(*)
Muslimah
Menjadi Istri yang Sukses
Jika suami dituntut untuk menjadi suami sukses untuk kita dan keluarga, maka tak
berlebihan rasanya jika kita pun punya motivasi untuk jadi istri yang sukses pula.
Kinerja
LAZNAS
YATIM
MANDIRI
BULAN DESEMBER 2016
(Dalam Rupiah)
1. Penerimaan Dana Zakat 2. Penerimaan Dana Infak Shodakoh 3. Penerimaan Dana Terikat
Total Penerimaan Surplus Bulan Lalu Dana Tersedia
796.025.996 5.455.475.559 1.264.114.280
7.515.615.835 3.131.304.353 10.646.920.188
938.043.154 404.565.910 3.163.422.829
169.339.801 92.044.400 242.197.584 124.377.870
51.225.340 210.688.134 24.849.243 73.276.593 1.079.093.243 830.963.488 16.955.000
7.421.042.589 3.225.877.599
1. Program Sekolah SMP-SMA ICMBS 2. Program Kuliah MEC
3. STAI AN NAJAH Indonesia Mandiri 4. Program Pendukung:
Program Beasiswa Yatim Mandiri Program DUTA GURU Al-Qur’an Program Sanggar Genius Program Kesehatan & Gizi
Program Pemberdayaan Bunda Yatim (BISA) Supercamp
Kemanusiaan/Bantuan Langsung Mustahik 5. Klinik / Rumah Sehat Mandiri
6. Dakwah 7. Amil dan Admin 8. Inventaris
Jumlah Penyaluran Surplus Bulan Ini *)
Penerimaan
Penyaluran
Laporan Penerimaan
27
Yatim Mandiri/Edisi April 2017
Oleh: dr. Irmayanti Soeratmi
Dokter Klinik Rumah Sehat Mandiri
Mencegah Asma Kambuh
Pada Anak
Assalammualaikum Wr. Wb
Yang terhormat dr. Irmayanti, anak saya berusia 10 tahun memiliki penyakit asma. Hampir disetiap malam asma yang dideritanya kambuh. Dirinya selalu batuk dan mengeluh sesak di dada. Katanya, penyakit asma ini tidak bisa di obati. Tapi, Hanya bisa di cegah supaya tidak gam-pang kambuh.
Yang ingin saya tanyakan adalah:
1. Bagaimana langkah awal perawatan saat asma anak saya kambuh?
2. Adakah sebuah terapi yang harus saya lakukan untuk mengurangi masa kambuhnya?
Demikian, atas jawaban dan penjelasan dr. Irmayanti, saya mengucapkan berterima kasih.(*)
Hindun Setyani,Lamongan
Jawaban:
Wa’alaikumussalaam. Wr. Wb.
Asma pada anak anak memiliki spesii kasi yang perlu ditangani secara berbeda pada tiap usia. Asma dapat dikendalikan, tapi tidak dapat disembuhkan. Tujuan pengobatan asma pada anak-anak adalah agar anak tetap dapat hidup baik dan normal, meminimalisasi gejala dan kunjungan ke dokter, serta menemukan metode pengobatan yang tepat untuknya.
Dalam mendampingi anak yang mengidap asma, orang tua perlu melakukan beberapa hal berikut ini: kenali dan catat gejala yang dialami anak-anak, mendeteksi seberapa sering serangan asma kambuh, kenali faktor pemicu yang dapat menyebabkan gejala memburuk seperti hawa dingin, bulu binatang, atau asap rokok. Lalu ketahui apa yang perlu dilakukan ketika serangan asma terjadi, dan pahami berbagai macam jenis pengobatan asma.
Dari keluhan yang ibu sampaikan, anak ibu menderita Asma Episode Sering. Langkah awal saat asma anak Anda kambuh adalah dapat diberikan obat pereda asma reaksi cepat. Berikut ini adalah beberapa jenis obat-obatan reaksi cepat:
a. Pereda asma reaksi cepat (short-actingbeta agonists)
berpengaruh dalam hitungan menit dengan efek yang dirasakan hingga beberapa jam, meliputi
Salbu- tamol dan Terbutalin.
b. Kortikosteroid oral
ber-manfaat meredakan peradangan saluran napas akibat serangan
asma. Contohnya obat seperti
Prednisolon.
c. Ipratropium membuat pernapasan lebih ringan dengan cara merelaksasi saluran pernapasan.
Alat bantu
Selain obat obatan yang dikonsumsi, terdapat alat-alat bantu yang biasanya digunakan untuk membantu memudahkan pernapasan anak. Perawatan ini umumnya diberikan 4 kali sehari dan dalam waktu 10-15 menit. Namun frekuensinya tergantung kepada anjuran dokter. Berikut ini adalah beberapa alat tersebut:
• Masker wajah. Digunakan untuk anak di bawah usia 4 tahun. Saat anak mengalami kesulitan bernapas, masker yang disambungkan pada spacer atau tabung semprot sebelum anak mulai menghirup obat asma. • Inhaler dengan dosis terukur. Digunakan untuk
menyemprotkan obat ke dalam mulut.
• Nebulizer. Berfungsi untuk menyemprotkan obat dalam dosis tinggi ke paru paru.
• Inhaler dengan bubuk kering. Bubuk yang dihirup ini lebih umum digunakan untuk anak-anak di atas usia 4 tahun karena memerlukan teknik pernapasan yang dalam.
Terapi
Terapi yang dilakukan adalah mencegah serangan asma tersebut terjadi. Penting untuk mengetahui pemicu dari serangan asma tersebut, apakah ada alergi makanan, debu, asap rokok, bulu hewan peliharaan, stres.
Selain itu juga diperlukan obat pencegah asma jangka panjang. Kelompok obat-obatan ini berfungsi untuk mencegah terjadinya serangan asma dan mengurangi gejala yang ada, diantaranya adalah: 1. Kortikosteroid hirup. Adalah obat anti-peradangan
yang paling umum untuk menangani asma dalam jangka panjang. Antara lain: Ciclesonide, Fluticasone, Budesonide, dan Mometasone, Beclomethasone. 2. Long-acting beta antagonist (LABA) atau pereda
asma reaksi lambat. Obat ini berfungsi untuk membuka saluran pernapasan yang sempit dan mengurangi peradangan. Contohnya Salmerterol dan Formoterol.
3. Inhaler kombinasi. Obat obatan ini juga berfungsi mencegah serangan asma. Obat ini terdiri dari kombinasi Fluticasone-Salmeterol, Mometasone-Formoterol, dan Budesonide-Formoterol.
4. Pengubah leukotrin. Obat ini memblokir efek leukotrin yang merupakan senyawa imun sistem yang menyebabkan gejala asma. Contohnya
Montelukast, Zai rlukast, dan Zileuton.
Semoga bermanfaat. Salam sehat.(*)