• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta PAI 6 Al Hadis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta PAI 6 Al Hadis"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

AL-HADIS

KOMPETENSI DASAR:

 Menganalisis kedudukan dan fungsi al-Hadis dalam agama Islam.

 Mengidentifikasi berbagai karakteristik yang berkaitan dengan al-Hadis

INDIKATOR:

 Mendeskripsikan kedudukan dan fungsi al-Hadis dalam agama Islam.

 Mengidentifikasi berbagai karakteristik yang terdapat dalam al-Hadis

(2)

SUNNAH/AL-HADIS (1)

Sunnah menurut bahasa berarti: „ketentuan, aturan,

hukum‟, atau „perbuatan yang dilakukan seseorang, kebiasaan, dan adat kebiasaan‟.

Sunnah menurut istilah:

Ahli Hadis: „Segala yang dinukilkan dari Nabi Muhammad

saw, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun taqrir, sifat, kelakuan, perjalanan hidup Nabi baik sebelum dan sesudah diangkat menjadi utusan Allah‟.

Ahli Fiqh: „Segala yang dinukilkan dari Nabi Muhammad

(3)

AL-HADIS

ًل دبت َ نسل دجت نل لبق نم ا خ ن ذلا ف َ نس

(

:

٦

)

ش غلا ث دح تأ له

(

٨٨

:

(4)

AL-HADIS (2)

Hadis menurut bahasa berarti: „perkataan, berita,

atau ceritera‟

Hadis menurut istilah:

Ahli Hadis: „Segala sabda, perbuatan, taqrir, dan

segala hal-ihwal yang disandarkan kepada Nabi

Muhammad saw‟.

Ahli Fiqh: „Segala perkataan, perbuatan, dan

(5)

AL-HADIS (3)

Kedudukan Sunnah atau Hadis:

Sebagai sumber ajaran kedua setelah al-Qur‟an Nabi berkata:“Aku telah meninggalkan kepadamu sekalian dua perkara, tidak akan tersesat kamu sekalian selama kamu berpegang teguh pada keduanya,yaitu Kitabullah dan Sunnah RasulNya”

(HR. Ibn Abdil-Bar)

(6)

AL-HADIS

غ ب مف لع ت ل نإ بر نم لإ لزنأ م غ ب ل سرلا أ

ن رف كلا لا د َ َ نإ س نلا نم مصع َ هتل سر

(

:

٦٧

)

ن رك ت عل لإ لزن م س ن ل ن بتل ركذلا لإ نلزنأ

(

٦:

)

ىًده ه ف ا تخا ذلا ل ن بتل َإ تكلا ع نلزنأ م

ن نم ل ً محر

(

:

٦

(7)

AL-HADIS (4)

FUNGSI SUNNAH ATAU HADIS:

Bayan Ta’kid atau taqrir, yaitu menguatkan hukum yang terdapat dalam al-Quran

Bayan Tafshil atau tafsir, yaitu memerincikan hukum yang terdapat dalam al-Quran

Bayan Takhshish, yaitu mengkhususkan atau mengecualikan hukum dalam al-Quran

Bayan Ta’yin, yaitu menentukan kadar ukuran tertentu atas ketentuan hukum dalam al-Quran

(8)
(9)
(10)
(11)

AL-

HADIS (TA’YIN)

ص لا اًر خ رت نإ ملا كدحأ رضح اذإ ك ع تك

ن تملا ع ً ح ف رعمل ب ن برقْا ن دلا ل

(

ةر بلا

:

8

)

َ ل ق رطشل ف ق َ ل ق ه ك ل مب ص أ َ ل سر ق

ء نغأ تثر عدت نأ نإ ر ثك ث ثلا ث ثل ف ل ق ث ثلا ق

(12)

AL-

HADIS (TASYRI’)

ه ع لا ص َ ل سر ن ل ق س بع نبا نع

ذ لك نع عبسلا نم ن ذ لك لكأ نع س

(13)

PEMBAGIAN AL-HADIS (5)

SIFAT PEMBENTUKAN HADIS:

 Hadis Qauliyah, yaitu hadis yang berupa ucapan atau semua penjelasan nabi terkait dengan ajaran Islam.

Hadis Fi‟liyah, yaitu hadis yang berupa perbuatan,

atau semua perbuatan nabi yang dimaksudkan untuk menjelaskan ajaran Islam

Hadis Taqririyah, yaitu penetapan atau pengakuan nabi terhadap perbuatan sahabat, baik perbuatan itu diketahui secara langsung maupun tidak

Hadis Hammiyah, yaitu suatu perbuatan yang dicita-citakan atau diinginkan Nabi untuk

(14)

PEMBAGIAN AL-HADIS (6)

JUMLAH BILANGAN PERAWI:

Hadis Mutawatir, yaitu hadis yang diriwayatkan oleh sejumlah besar perawi, yang menurut

kebiasaan mustahil mereka bersepakat untuk berdusta.

Hadis Masyhur, yaitu hadis yang diriwayatkan oleh dua atau sekelompok orang yang tidak

mencapai derajat mutawatir, kemudian diterima sekelompok perawi lainnya yang mencapai jumlah mutawatir.

Hadis Ahad, yaitu hadis yang diriwayatkan oleh perawi yang tidak mencapai jumlah masyhur

(15)

PEMBAGIAN AL-HADIS (7)

SUMBER ATAU SANDARAN HADIS:

Hadis Marfu‟, yaitu hadis yang disandarkan atau

sumbernya adalah Nabi.

Hadis Maukuf, yaitu hadis yang disandarkan atau sumbernya adalah para sahabat

Hadis Maqthu’, yaitu hadis yang disandarkan

(16)

PEMBAGIAN AL-HADIS (8)

KUALITAS HADIS:

Hadis Shahih, yaitu hadis yang diriwayatkan oleh adil, sempurna atau kuat ingatannya, sanadnya bersambung, dan matannya tidak berillat atau janggal.

Hadis Hasan, yaitu hadis yang diriwayatkan oleh para perawi yang adil, sanadnya bersambung, matannya tidak berillat (cacat), tetapi dalam sanadnya terdapat perawi yang kurang baik hafalannya.

(17)

SANAD HADIS

(18)

SANAD HADIS

(19)

SANAD HADIS

ِم ََْسِْْا ِنَع يِنْرِبْخَأ ُدَمَحُم اَي

....

Referensi

Dokumen terkait

Para sahabat tentu lebih mengetahui al-Qur’an dan segala sesuatu yang tercantum di dalamnya, tetapi tidak seorangpun yang menyatakan bahwa al-Qur’an mencakup seluruh cabang

Hadits Hasan: Hadits yang sanadnya bersambung, yang diriwayatkan oleh rawi yang adil dan memiliki hafalan yang sedang-sedang saja (khafif adh-Dhabt) dari rawi

Al-Hafiz Ibn Hajar mengatakan bahawa hadith sahih ialah hadith yang diriwayatkan oleh orang-orang yang adil, kuat ingatannya, bersambung-sambung terus sanadnya kepada Nabi

Data tentang Abu> Hurairah telah disebutkan pada hadis sebelumnya. Setelah melihat penilaian ulama tentang keadaan para perawi di atas, maka hadis yang diriwayatkan oleh Ibn

Menurut pendapat Ibnu Hajar, ”Hadis hasan adalah hadis yang dinukilkan oleh orang yang adil, yang kurang kuat ingatannya, yang muttasil sanadnya, tidak cacat dan tidak

Hadis ini sanad-nya bersambung dan memungkinkan adanya pertemuan (liqa>’), mulai dari perawi pertama sampai perawi terakhir, diriwayatkan oleh perawi yang thiqah,

2 Hadits Hasan Hadits hasan menurut Syi’ah adalah hadis yang bersambung sanadnya kepada imam yang ma’shum dari periwayat adil, sifat keadilannya sesuai dalam semua atau sebagian

Mahmud Thahan dalam Taisir Musthalahil Hadits menjelaskan hadits shahih yang artinya, “Setiap hadits yang rangkaian sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit