PRA RENCANA PABRIK
Oleh :
PUTRI PERTIWI KARTIKASARI 063101 0071
JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR
PABRIK COCONUT MILK
DARI BUAH KELAPA
DENGAN PROSES PASTEURISASI (LINDEN)
Oleh :
PUTRI PERTIWI KARTIKASARI
063101 0071
Disetujui untuk diajukan dalam ujian lisan
Dosen Pembimbing,
dengan segala rahmat serta karuniaNya sehingga penyusun telah dapat
menyelesaikan Tugas Akhir “Pra Rencana Pabrik Coconut Milk Dari Buah
Kelapa Dengan Proses Pasteurisasi (Linden)”, dimana Tugas Akhir ini merupakan
tugas yang diberikan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program
pendidikan kesarjanaan di Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri,
Universitas Pembangunan Nasional Surabaya.
Tugas Akhir “Pra Rencana Pabrik Coconut Milk Dari Buah Kelapa
Dengan Proses Pasteurisasi (Linden)” ini disusun berdasarkan pada beberapa
sumber yang berasal dari beberapa literatur , data-data , majalah kimia, dan
internet.
Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih atas segala
bantuan baik berupa saran, sarana maupun prasarana sampai tersusunnya Tugas
Akhir ini kepada :
1. Bapak Ir. Sutiyono, MT
Selaku Dekan FTI UPN “Veteran” Jawa Timur
2. Ibu Ir. Retno Dewati, MT
Selaku Ketua Jurusan Teknik Kimia, FTI,UPN “Veteran” Jawa Timur.
3. Ibu Ir. Kindriari Nurma Wahyusi, MT
selaku dosen pembimbing.
7. Semua pihak yang telah membantu , memberikan bantuan, saran serta
dorongan dalam penyelesaian tugas akhir ini.
Kami menyadari bahwa tugas akhir ini masih jauh dari sempurna,
karena itu segala kritik dan saran yang membangun kami harapkan dalam
sempurnanya tugas akhir ini.
Sebagai akhir kata, penyusun mengharapkan semoga Tugas Akhir yang
telah disusun ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya bagi mahasiswa
Fakultas Teknologi Industri jurusan Teknik Kimia.
Surabaya , Januari 2011
Perencanaan pabrik coconut milk ini diharapkan dapat berproduksi dengan
kapasitas 35.000 ton coconut milk/tahun dalam bentuk liquid. Pabrik beroperasi
secara continuous selama 330 hari dalam setahun.
Produk coconut milk merupakan produk santan instan yang lebih praktis
dan higienis dibandingkan santan yang dibuat secara manual. Masyarakat lebih
menyukai kepraktisan yang ditawarkan produk ini. Secara singkat, uraian proses
dari pabrik coconut milk sebagai berikut :
Pertama-tama kelapa tua dipisahkan dari sabut, tempurung, air kelapa, dan
kulit ari sehingga dihasilkan daging buah kelapa. Daging buah kemudian
dihancurkan diekstraksi, disterilkan dan dihomogenisasi untuk kemudian
ditampung sebagai produk akhir coconut milk.
Pendirian pabrik berlokasi di Manyar, Gresik dengan ketentuan :
Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas
Sistem Organisasi : Garis dan Staff
Jumlah Karyawan : 190 orang
Sistem Operasi : Continuous
* Fixed Capital Investment (FCI) : Rp. 17.192.443.000
* Working Capital Investment (WCI) : Rp. 25.465.228.000
* Total Capital Investment (TCI) : Rp. 42.657.671.000
* Biaya Bahan Baku (1 tahun) : Rp. 234.880.613.000
* Biaya Utilitas (1 tahun) : Rp. 5.218.073.000
- Steam = 23.256 lb/hari
- Air pendingin = 113 M3/hari
- Listrik = 8.544 kWh/hari
- Bahan Bakar = 1.368 liter/hari
* Biaya Produksi Total (Total Production Cost) : Rp. 305.582.733.000
* Hasil Penjualan Produk (Sale Income) : Rp. 335.354.888.000
* Bunga Bank (Kredit Investasi Bank Mandiri) : 19%
* Internal Rate of Return : 53,95%
* Rate On Investment : 36,41%
* Pay Out Periode : 2,1 Tahun
Tabel VII.2. Jenis Dan Jumlah Fire – Extinguisher ………. VII - 7
Tabel VIII.2.1. Baku mutu air baku harian ……….………… VIII-7
Tabel VIII.2.3. Karakteristik Air boiler dan Air pendingin ………… VIII-9
Tabel VIII.4.1. Kebutuhan Listrik Untuk Peralatan Proses Dan Utilitas
……….……….……….…… VIII-60
Tabel VIII.4.2. Kebutuhan Listrik Untuk Penerangan Ruang Pabrik
Dan Daerah Proses ……….………. VIII-62
Tabel IX.1. Pembagian Luas Pabrik ……….……… IX - 8
Tabel X.1. Jadwal Kerja Karyawan Proses ……….…… X - 11
Tabel X.2. Perincian Jumlah Tenaga Kerja ……….…… X - 13
Tabel XI.4.A. Hubungan kapasitas produksi dan biaya produksi … XI - 8
Tabel XI.4.B. Hubungan antara tahun konstruksi dengan modal sendiri
……….……….……….…… XI - 9
Tabel XI.4.C. Hubungan antara tahun konstruksi dengan modal pinjaman
……….……….……….……… XI - 9
Tabel XI.4.D. Tabel Cash Flow ……….……….…… XI - 10
Tabel XI.4.E. Pay Out Periode ……….……….…… XI - 14
Gambar IX.2 Peta Lokasi Pabrik ……….……….……… IX - 10
Gambar IX.3 Lay Out Peralatan Pabrik ……….………. IX - 11
Gambar X.1 Struktur Organisasi Perusahaan ……….………… X - 14
KATA PENGANTAR ……….……….………. ii
INTISARI ……….……….……….……… iv
DAFTAR TABEL ……….……….……….…… vi
DAFTAR GAMBAR ……….……….……… vii
DAFTAR ISI ……….……….……….………… viii
BAB I PENDAHULUAN ……….……….……… I – 1
BAB II SELEKSI DAN URAIAN PROSES ……….…… II – 1
BAB III NERACA MASSA ……….……….…… III – 1
BAB IV NERACA PANAS ……….……….……… IV – 1
BAB V SPESIFIKASI ALAT ……….……….. V – 1
BAB VI PERENCANAAN ALAT UTAMA ………. VI – 1
BAB VII INSTRUMENTASI DAN KESELAMATAN KERJA …. VII – 1
BAB VIII UTILITAS ……….……….……… VIII – 1
BAB IX LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK ……….. IX – 1
BAB X ORGANISASI PERUSAHAAN ……….………… X – 1
BAB XI ANALISA EKONOMI ……….……….… XI – 1
BAB XII PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN ……….. XII – 1
I.1. Latar Belakang
Tanaman kelapa tersebar diseluruh Indonesia. Pada tahun 2003, total areal
perkebunan kelapa mencapai 3,74 juta hektar, meliputi : Sumatera 34,5%; Jawa
23,2% ; Bali, NTB dan NTT 8% ; Kalimantan 7,2% ; Sulawesi 19,6% ; Maluku
dan Papua 7,5%. Dari seluruh luas areal kelapa tersebut, sekitar 98% merupakan
perkebunan rakyat. Namun sedikit sekali petani yang dapat melakukan
diversifikasi hasil olahan kelapa untuk peningkatan pendapatan dan mengurangi
resiko usaha tani. Dari total produksi kelapa di Indonesia, 34,7% diolah menjadi
santan, 8% untuk minyak dan 57,3% untuk kopra (Kompas, 2004; Dep.Pertanian,
2005).
Santan kelapa disebut juga coconut cream atau coconut milk, merupakan
salah satu produk hasil olahan kelapa yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan
banyak digunakan sebagai bahan masakan. Selama ini santan masih dibuat secara
sederhana pada skala rumah tangga dari daging buah kelapa segar. Namun cara
tersebut kurang praktis dan higienis, karena memerlukan banyak waktu dan
tenaga. Selain itu santan segar secara alamiah mudah sekali rusak jika tidak segera
dikonsumsi. Dengan demikian, pendirian pabrik coconut milk di Indonesia
mempunyai peluang investasi yang menjanjikan dan mempunyai profitabilitas
I.2. Manfaat
Produk coconut milk merupakan produk santan instan yang lebih praktis
dan higienis dibandingkan santan yang dibuat secara manual. Masyarakat lebih
menyukai kepraktisan yang ditawarkan produk ini. Produk coconut milk dibuat
sebagai pengganti santan kelapa parut manual, selain itu juga digunakan sebagai
bahan baku pada industri roti, kue dan industri-industri makanan lainnya.
I.3. Aspek Ekonomi
Tabel 1.1. Kebutuhan Indonesia
Tahun Kebutuhan Indonesia
(ton/th)
2004 59.750
2005 62.320
2006 74.800
2007 81.360
2008 85.428
Sumber : Departemen Perindustrian , 2008
Perkiraan kebutuhan dengan metode Regresi Linier (Peters&Timmerhaus : 760) :
y = a+b
(
x−x)
Dengan : a = y (rata-rata harga y)
b =
( )
n x xn y x y x
2 2
i i
Σ − Σ
Σ Σ − Σ
(n = jumlah data)
Di dapat perkiraan kebutuhan untuk tahun 2012 sebesar 114.972 ton/th.
Untuk kapasitas produk pabrik ini diambil 30% dari kebutuhan nasional, maka
kapasitas produksi terpasang : 30% x 114.972 ton/th ≈ 35.000 ton/th
1 tahun 330 hari kerja dan 1 hari 24 jam proses.
I.4. Sifat Bahan Baku dan Produk
Bahan Baku :
I.4.A. Buah Kelapa (Ketaren, Wikipedia)
Bunga betina tanaman kelapa akan dibuahi 18 – 25 hari setelah bunga
berkembang dan buah akan masak (ripe) setelah 12 bulan. Buah kelapa berbentuk
bulat panjang dengan ukuran kurang lebih sebesar kepala manusia. Buah kelapa
terdiri dari : - Sabut (exocarp dan mesocarp) dengan ketebalan ± 5 cm.
- Tempurung (endocarp).
- Kulit ari (testa) dengan kadar ± 2,11% daging buah.
- Daging buah (meat) dengan ketebalan 1 cm atau lebih.
- Air buah kelapa
Gambar 1.1. Penampang Buah Kelapa
Tabel 1.2. Komposisi Buah Kelapa
Komponen % Berat
Sabut 35,00%
Tempurung 12,00%
Kulit ari 0,60%
Daging buah 27,40%
Air kelapa 25,00%
100,00%
Santan kelapa diperoleh dari ekstraksi daging buah kelapa. Daging buah
kelapa merupakan sumber karbohidrat yang penting dan mudah dicerna. Adapun
komposisi kimia daging buah kelapa dipengaruhi oleh umur buah kelapa dan
ditampilkan pada Tabel 1.3.
Tabel 1.3. Komposisi daging kelapa pada berbagai tingkat kematangan
Komposisi (tiap 100gr)
Umur
Muda Setengah Tua Tua
Kalori (kal) Protein (g) Lemak (g) Karbohidrat (g) Kalsium (g) Phosphor (mg) Besi (mg)
Vitamin A (Iu)
Thiamin (mg)
Asam Askorbat (mg)
Air (g)
Bagian yang dapat dimakan (g)
Stabilizer :
I.4.B. Sodium Metabisulphite (Chemicalland21, Perry 7ed)
Nama Lain : Sodium Pyrosulfite
Rumus Molekul : Na2S2O5 (komponen utama)
Rumus Bangun :
Berat Molekul : 190
Warna : putih
Bau : sulfur
Bentuk : serbuk
Specific Gravity : 1,480
Melting Point : 150°C terdekomposisi
Boiling Point : -°C
Solubility, Water : larut
Komposisi Sodium Metabisulphite : (PT.Metabisulphite Nusantara)
Komponen % Berat
Na2S2O5 98,00%
Na2S2O4 2,00%
I.4.C. Starch (Chemicalland21, Wikipedia, Perry 7ed)
Nama Lain : Sterchan, Pati
Rumus Molekul : C12H22O11 (komponen utama)
Rumus Bangun :
Berat Molekul : 342
Warna : tidak berwarna
Bau : manis
Bentuk : sirup
Specific Gravity : 1,588
Melting Point : 170°C
Boiling Point : 186°C terdekomposisi
Solubility, Water : larut Komposisi Starch : (Sunrise International)
Komponen % Berat
C12H22O11 85,00%
H2O 15,00%
Produk :
I.4.D. Coconut milk (Alibaba.com, Wikipedia)
Coconut milk merupakan emulsi minyak dalam air sehingga berupa
larutan pekat dan berwarna putih, mempunyai aroma kelapa. Coconut milk
dikenal dengan nama dagang seperti : coconut cream, natural coco-extract, dan
creama de coco. Spesifikasi produk coconut milk sangat tergantung dari tingkat
kematangan buah kelapa sebagai bahan baku utama, sehingga komposisi produk
pada beberapa negara berbeda pula. Adapun komposisi komersial coconut milk
adalah sebagai berikut :
Komposisi komersial beberapa produk coconut milk :
Coconut fat : minimum 18,5%
Water content : maksimum 77,6% Total solid : minimum 25%
(Food & Beverage Product ,alibaba.com)
Komposisi “ KARA ” coconut milk :
Coconut fat : 23% - 25%
Total solid : 28% - 32%
FFA : maksimum 0,1%
II.1. Macam Proses
Pembuatan coconut milk dapat dilakukan dengan cara ekstraksi daging
buah kelapa dengan atau tanpa penambahan air. Beberapa tahun perkembangan
dalam teknologi memicu modifikasi terhadap pengolahan awal daging buah
kelapa serta beberapa penambahan bahan kimia dalam menghasilkan produk
santan berkualitas. Macam proses pembuatan coconut milk adalah sebagai beikut :
1. Pembuatan Coconut Milk Dengan Proses Hagenmaier
2. Pembuatan Coconut Milk Dengan Proses APCC
3. Pembuatan Coconut Milk Dengan Proses Linden
Uraian Proses :
II.1.1. Pembuatan Coconut Milk Dengan Proses Hagenmaier
Dehusking Mature
Coconut
Hagenmaier Process
Deshelling
Coconut Husk
Coconut Shell
Paring Steam
Testa Grinding
Comminution
Hot Water Pressing
Coconut Cake
Washing Water
Centrifuge
Coconut Cake Pasteurizer
Coconut Milk
Pada pembuatan coconut milk, secara umum bahan baku yang digunakan
adalah buah kelapa masak yang sudah disimpan 45 – 60 hari. Buah kelapa
pertama-tama dikupas sabutnya (dehusking), kemudian dilakukan pemecahan dan
pemisahan tempurung (deshelling) sehingga dihasilkan daging buah, tempurung,
dan air kelapa. Kulit air yang masih melekat pada daging buah, kemudian dikupas
(paring) dan dipisahkan. Daging buah kemudian dicuci dengan air untuk
memisahkan kotoran yang terikut pada proses sebelumnya. (J.G. Woodroof :
202-205)
Pada proses Hagenmaier yang merupakan proses tertua (sejak 1977),
Daging buah yang sudah dicuci kemudian dihaluskan pada hammer mill dengan
ukuran produk 30 mesh. Daging buah halus kemudian diumpankan ke proses
pembuatan pulp kelapa (comminution) dengan penambahan air. Penambahan air
berkisar antara 35% - 100% berat daging buah halus dengan suhu operasi 22,2°C -
60°C. Pulp yang terbentuk kemudian difiltrasi dengan cara ditekan dengan
tekanan 140 psi pada leaf filter (hydraulic press) atau dapat juga menggunakan
screw press. Ampas yang dihasilkan kemudian dipisahkan dari filtrat yang berupa
coconut milk kemudian disaring kembali pada centrifuge untuk memisahkan
kotoran terikut. Coconut milk kemudian dipanaskan (pasteurization) pada suhu
115,6°C secara cepat untuk kemudian didinginkan sampai suhu 38°C dan siap
II.1.2. Pembuatan Coconut Milk Dengan Proses APCC
Pada proses yang dikemukakan oleh Asia Pacific Coconut Community ,
APCC (sejak 1980), daging buah yang sudah dikupas sabut, tempurung dan kulit
arinya kemudian dicuci dengan air panas selama 90 detik dan kemudian
dihaluskan pada grinder / disintegrator. Daging buah halus kemudian diperas
dengan cara ditekan (hydraulic press), kemudian hasilnya difiltrasi untuk
memisahkan ampas. Coconut milk kemudian dipanaskan (pasteurization) pada
suhu 80°C selama 6 menit dengan ditambahkan air setara dengan berat coconut
milk, serta stabilizer sebesar 3% dari larutan. Produk kemudian dihomogenisasi
dan langsung dikemas dalam keadaan panas pada kaleng. Kaleng kemudian
dipanaskan sampai 121°C pada retort selama 45 menit (proses seaming kaleng)
dan didinginkan untuk disimpan. (APCC , Annex-3)
APCC Process
Dehusking Mature
Coconut Deshelling
Coconut Husk
Paring
Testa Grinding
Pressing
Coconut Cake Washing
Water
Filtrasi
Coconut Cake Pasteurizer
Stabilizer
Homogenizer Coconut
Shell
Coconut Water
Sterilizer 1 Hot Water
Coconut
Milk Sterilizer
II.1.3. Pembuatan Coconut Milk Dengan Proses Linden
Pada proses Linden (sejak 1999), daging buah yang sudah dikupas sabut,
tempurung dan kulit arinya kemudian dicuci dengan air dan ditambahkan sodium
metabisulphite dengan perbandingan 1 gram tiap 1 kelapa. Sodium metabisulphite
berfungsi untuk menghilangkan residu dan mempercepat proses pelunakan daging
buah kelapa. Suhu operasi pencucian dijaga dibawah 84°C (apabila diatas 84°C
terjadi koagulasi protein) dengan waktu tinggal selama 1 – 2 jam. (Linden EAP)
Daging buah yang sudah dicuci kemudian dihaluskan pada hammer mill
dengan ukuran produk 1000 – 1500 micron (100 – 150 mesh) atau lebih kecil.
Daging buah kemudian diektrasi dengan perbandingan air 2 : 1 dan suhu operasi
60°C - 70°C. Pulp yang terbentuk kemudian difiltrasi dengan screw press. Ampas
yang dihasilkan kemudian dipisahkan dari filtrat yang berupa coconut milk dan
kemudian dipanaskan (pasteurization) pada suhu 70°C dengan penambahan
stabilizer berupa 600 ppm sodium metabisulphite dan 240 gr pectin (starch).
Coconut milk setelah proses sterilisasi kemudian dihomogenkan pada
homogenizer untuk kemudian didinginkan dan siap dikemas. (Linden EAP)
Dehusking Mature
Coconut
Linden Process
Deshelling
Coconut Husk
Paring
Testa Grinding
Extraction Water Washing
Hot Water
Filtrasi
Coconut Cake Pasteurizer
Coconut Milk
Na-Metabisulphite
Stabilizer
Homogenizer Coconut
Shell
II.2. Seleksi Proses
Parameter Macam Proses
Hagenmaier APCC Linden
Bahan Baku 30 mesh 3 mesh 100 mesh
Suhu Operasi 115,6oC 121oC <84oC
Instalasi Peralatan Kompleks Kompleks Sederhana
Utilitas Ekonomis Mahal Ekonomis
Bentuk produk - Stabilizer Na-metabisulphite
Kadar produk - - Pectin (Starch )
Pengemasan Kaleng Kaleng Kaleng /
Kantung Plastik
Dari tinjauan proses diatas maka dapat kami tarik kesimpulan bahwa
proses yang dipilih adalah pembuatan coconut milk dengan proses Linden dengan
faktor pertimbangan :
a. Bahan baku mudah didapat dan ekonomis. (cadangan melimpah)
b. Kadar produk yang tinggi. (karbohidrat tinggi)
c. Utilitas lebih ekonomis. (suhu rendah)
d. Instalasi peralatan sederhana. (tanpa proses seaming)
II.3. Uraian Proses
Pada pra rencana pabrik ini, dapat dibagi menjadi 3 Unit pabrik, dengan
pembagian unit sebagai berikut :
1. Unit Pengendalian Bahan Baku Kode Unit : 100
2. Unit Proses Kode Unit : 200
3. Unit Pengendalian Produk Kode Unit : 300
Adapun uraian proses pembuatan coconut milk dengan proses Linden adalah
sebagai berikut :
Pertama-tama buah kelapa dari stock pile F-110 dipisahkan sabutnya pada
dehusking machine C-140, dimana sabut yang terpisah ditampung pada yard sabut
kelapa F-310 untuk dijual sebagai produk samping, sedangkan buah kelapa tanpa
sabut diumpankan dengan belt conveyor J-141 pada deshelling machine C-150
untuk proses pemecahan dan pemisahan tempurung kelapa. Pada proses
pemecahan tempurung kelapa, maka air kelapa terikut terpisah bersama
tempurung kelapa yang kemudian disaring pada screen H-160 , dimana
tempurung kelapa ditampung pada yard F-320 dan air kelapa ditampung pada bak
air kelapa sebagai produk samping. Daging buah kelapa tanpa sabut dan
tempurung kemudian diumpankan dengan belt conveyor J-151 pada paring
machine C-170 untuk proses pemisahan kulit ari (Testa) dari daging buah kelapa.
Daging buah kelapa putih kemudian diumpankan dengan belt conveyor J-171
menuju ke drum pencuci X-180 untuk proses pencucian. (J.G. Woodroof :
Pada drum pencuci, ditambahkan sodium bisulphite (Na-bisulphite) dari
silo F-120 dengan belt conveyor J-122. Na-bisulphite berfungsi untuk mereduksi
kotoran dan memperlunak daging buah kelapa. Daging buah kelapa dicuci dengan
penambahan air proses yang sebelumnya dipanaskan pada heater E-181 sampai
suhu 80°C untuk memudahkan penghilangan kotoran yang melekat pada daging
buah kelapa. (Linden EAP : 10)
Daging buah kelapa kemudian dihaluskan pada hammer mill sampai 20
mesh. Daging buah kelapa kemudian diangkut dengan bucket elevator J-191
untuk ditampung ke bin daging buah F-192. Daging buah kemudian diumpankan
ke tangki exctraction M-210 untuk proses ekstraksi daging buah dengan
penambahan air proses dengan perbandingan 2 : 1, suhu operasi dijaga pada 60°C
dan selama 1 jam. (Linden EAP : 11)
Ekstraks daging buah kelapa kemudian difiltrasi pada screw press H-220,
dimana ampas kelapa dibuang, sedangkan santan kelapa hasil filtrasi dipompa
menuju ke pasteurizer Q-230 untuk proses sterilisasi dengan penambahan
stabilzer berupa Na-bisulphite dari silo F-120 dan sumber protein dan pengemulsi
berupa starch dari tangki F-130. Kadar penambahan Na-bisulphite adalah 600
Sterilisasi berjalan selama 2 menit dengan suhu 70°C (Linden EAP : 11),
coconut milk kemudian dipompa menuju ke homogenizer D-240 untuk proses
homogenisasi larutan dengan tekanan operasi 10 atm pada suhu konstan 80°C
selama 1 jam (US.Patent : 005698254-004). Produk Coconut milk kemudian
didinginkan pada cooler E-250 sampai suhu kamar (32°C) untuk kemudian
Kapasitas produksi = 35.000 ton/tahun
Waktu operasi = 24 jam / hari ; 330 hari / tahun
Satuan massa = kilogram
1. DEHUSKING MACHINE ( C - 140 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j)
* Buah kelapa dr F-110 * Kelapa tnp sabut ke C-150
Sabut 5943,0000 Sabut 59,4300
Tempurung 2037,6000 Tempurung 2037,6000
Kulit ari 101,8800 Kulit ari 101,8800
Daging buah 4652,5200 Daging buah 4652,5200
Air kelapa 4245,0000 Air kelapa 4245,0000
16980,0000 11096,4300
* Sabut kelapa ke F-310
Sabut 5883,5700
2. DESHELLING MACHINE ( C - 150 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j)
* Kelapa tnp sabut dr C-140 * Daging buah ke C-170
Sabut 59,4300 Sabut 58,8357
Tempurung 2037,6000 Kulit ari 100,8612
Kulit ari 101,8800 Daging buah 4605,9948
Daging buah 4652,5200 4765,6917
Air kelapa 4245,0000 * Tempurung+air ke H-160
11096,4300 Sabut 0,5943
Tempurung 2037,6000
Kulit ari 1,0188
Daging buah 46,5252
Air kelapa 4245,0000
6330,7383
11096,4300 11096,4300
3. SCREEN ( H - 160 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j)
* Tempurung+air dr C-150 * Tempurung ke F-320
Sabut 0,5943 Sabut 0,5943
Tempurung 2037,6000 Tempurung 2037,6000
Kulit ari 1,0188 Kulit ari 1,0188
Daging buah 46,5252 Daging buah 46,5252
Air kelapa 4245,0000 Air kelapa 42,4500
6330,7383 2128,1883
* Air kelapa ke F-330
Air kelapa 4202,5500
4. PARING MACHINE ( C - 170 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j)
* Daging buah dr C-150 * Daging buah ke X-180
Sabut 58,8357 Daging buah 4559,9349
Kulit ari 100,8612 Sabut 58,2473
Daging buah 4605,9948 4618,1822
4765,6917 * Kulit ari ke WTP
Sabut 0,5884
Kulit ari 100,8612
Daging buah 46,0599
147,5095
4765,6917 4765,6917
5. DRUM PENCUCI ( X - 180 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j)
* Daging buah dr C-170 * Daging buah ke C-190
Daging buah 4559,9349 Daging buah 4559,9349
Sabut 58,2473 Air 45,5993
4618,1822 4605,5342
* Na-bisulphite dr F-120 * Limbah cair ke WTP
Na2S2O5 13,8670 Sabut 58,2473
Na2S2O4 0,2830 Na2S2O5 13,8670
14,1500 Na2S2O4 0,2830
* Air pencuci 4559,9349 Air pencuci 4514,3356
4586,7329
6. TANGKI EXTRACTION ( M - 210 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j)
* Daging buah dr F-192 * Pulp kelapa ke H-220
Daging buah 4559,9349 Daging buah 4559,9349
Air 45,5993 Air 2279,9675
4605,5342 6839,9024
* Air proses 2234,3682
6839,9024 6839,9024
7. SCREW PRESS ( H - 220 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j)
* Pulp kelapa dr M-210 * Coconut milk ke Q-230
Daging buah 4559,9349 Lemak 864,9204
Air 2279,9675 Solid 1318,2772
6839,9024 Air 2234,3681
4417,5657
* Ampas ke F-340
Daging buah 2332,1823
Lemak 17,6514
Solid 26,9036
Air 45,5994
2422,3367
8. PASTEURIZER ( Q - 230 )
Komponen Masuk (kg/j) Komponen Keluar (kg/j)
* Coconut milk ke dr H-220 * Coconut milk ke F-350
Lemak 864,9204 Lemak 864,9204
Solid 1318,2772 Solid 1321,1317
Air 2234,3681 Air 2234,4041
4417,5657 4420,4562
* Na-bisulphite dr F-120
Na2S2O5 2,5975
Na2S2O4 0,0530
2,6505
* Starch dr F-130
C12H22O11 0,2040
Air 0,0360
0,2400
1. HEATER ( E - 181 )
Komponen Masuk (kkal/j) Komponen Keluar (kkal/j)
* ∆H air dr utilitas * ∆H air panas ke C-170
Air 10188,9246 Air 112701,3615
* Q supply 107907,8283 * Q loss 5395,3914
118096,7529 118096,7529
2. DRUM PENCUCI ( X - 180 )
Komponen Masuk (kkal/j) Komponen Keluar (kkal/j)
* ∆H Daging buah dr C-170 * ∆H Daging buah ke C-190
Daging buah 6839,9154 Daging buah 20519,7462
Sabut 130,1520 Air 305,9974
6970,0674 20825,7436
* ∆H Na-bisulphite dr F-120 * ∆H Limbah cair ke WTP
Na2S2O5 12,7385 Sabut 262,1484
Na2S2O4 0,2788 Na2S2O5 38,2155
13,0173 Na2S2O4 0,8364
* ∆H air dr E-181 Air 30293,7093
Air 112701,3615 30594,9096
* Q loss 68263,7930
3. TANGKI EXTRACTION ( M - 210 )
Komponen Masuk (kkal/j) Komponen Keluar (kkal/j)
* ∆H Daging buah dr F-192 * ∆H Pulp kelapa ke H-220
Daging buah 20519,7462 Daging buah 47879,4078
Air 305,9974 Air 35777,7677
20825,7436 83657,1755
* ∆H air proses 4992,5730
* Q supply 60883,0094 * Q loss 3044,1505
86701,3260 86701,3260
4. PASTEURIZER ( Q - 230 )
Komponen Masuk (kkal/j) Komponen Keluar (kkal/j)
* ∆H Coconut milk dr H-220 * ∆H Coconut milk ke D-240
Lemak 14230,7816 Lemak 18296,7192
Solid 1391,5524 Solid 1792,9692
Air 35062,2118 Air 45132,4943
50684,5458 65222,1827
* ∆H Na-bisulphite dr F-120
Na2S2O5 2,3907
Na2S2O4 0,0656
2,4563
* ∆H Starch dr F-130
C12H22O11 0,1263
Air 0,0805
0,2068
* Q supply 15299,9724 * Q loss 764,9986
5. HOMOGENIZER ( D - 240 )
Komponen Masuk (kkal/j) Komponen Keluar (kkal/j)
* ∆H Coconut milk dr Q-230 * ∆H Coconut milk ke E-250
Lemak 18296,7192 Lemak 22362,6568
Solid 1792,9692 Solid 2191,4068
Air 45132,4943 Air 55224,5560
65222,1827 79778,6196
* Q supply 15322,5652 * Q loss 766,1283
80544,7479 80544,7479
6. COOLER ( E - 250 )
Komponen Masuk (kkal/j) Komponen Keluar (kkal/j)
* ∆H Coconut milk dr D-240 * ∆H Coconut milk ke F-340
Lemak 22362,6568 Lemak 2846,1564
Solid 2191,4068 Solid 278,9064
Air 55224,5560 Air 6991,2044
79778,6196 10116,2672
* Q terserap 69662,3524
1. STOCK PILE KELAPA ( F - 110 )
Fungsi : Menampung kelapa tua dari supplier
Dasar Pemilihan : Bahan berbentuk solid
Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (atmospheric pressure)
- Suhu = 30°C (suhu kamar)
- Waktu penyimpanan = 30 hari
Spesifikasi :
Kapasitas : 11793 m3
Bentuk : persegi panjang
Ukuran : Panjang = 28,8 m
Lebar = 28,8 m
Tinggi = 14,4 m
Bahan konstuksi : Beton
2. BELT CONVEYOR - 1 ( J - 111 )
Fungsi : memindahkan bahan dari F-110 ke C-140
Type : Troughed belt conveyor with rolls of equal length
Dasar pemilihan : dipilih conveyor jenis belt sesuai dengan bahan
Spesifikasi :
Kapasitas maksimum : 32 ton/jam
Belt - width : 14 in
- trough width : 9 in
- skirt seal : 2 in
Belt speed : (17,0 / 32) x 100 ft/mnt = 54 ft/min
Panjang : 31 ft
Sudut elevasi : 11,3 o
Power : 4 Hp
Jumlah : 1 buah
3. SILO SODIUM BISULPHITE ( F - 120 )
Fungsi : Menampung sodium bisulphite dari supplier
Type : silinder tegak dengan tutup atas plat dan bawah conis
Dasar pemilihan : umum digunakan untuk menampung padatan
Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (atmospheric pressure)
- Suhu = 30°C (suhu kamar)
- Waktu penyimpanan = 30 hari
Masuk
Keluar
α
Spesifikasi :
Volume : 900 cuft = 26 m3
Diameter : 7 ft
Tinggi : 21 ft
Tebal shell : 3/16 in
Tebal tutup atas : 3/16 in
Tebal tutup bawah : 3/16 in
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C (Brownell : 253)
Jumlah : 1 buah
4. BUCKET ELEVATOR - 1 ( J - 121 )
Fungsi : memindahkan Na-bisulphite dari supplier ke silo F-120
Type : Continuous Discharge Bucket Elevator
Dasar pemilihan : untuk memindahkan bahan dengan ketinggian tertentu
Spesifikasi :
Kapasitas maksimum = 14 ton/jam
Ukuran = 6 in x 4 in x 4 ½ in
Bucket Spacing = 12 in
Tinggi Elevator = 24 ft
Ukuran Feed (maximum) = ¾ in
Bucket Speed = (0,1 / 14) x 225 ft/mnt = 2 ft/menit
Putaran Head Shaft = (0,1 / 14) x 43 rpm = 1 rpm
Lebar Belt = 7 in
Power total = 3 hp
Alat pembantu = Hopper Chute (pengumpan)
Jumlah = 1 buah
5. BELT CONVEYOR - 2 ( J - 122 )
Fungsi : memindahkan bahan dari F-120 ke X-180
Type : Troughed belt conveyor with rolls of equal length
Dasar pemilihan : dipilih conveyor jenis belt sesuai dengan bahan
Spesifikasi :
Kapasitas maksimum : 32 ton/jam
Belt - width : 14 in
- trough width : 9 in
- skirt seal : 2 in
Belt speed : (0,1 / 32) x 100 ft/mnt = 1 ft/min
Panjang : 91 ft
Sudut elevasi : 5,7 o
Power : 6 Hp
Jumlah : 1 buah
6. TANGKI STARCH ( F - 130 )
Fungsi : menampung starch dari supplier.
Type : silinder tegak , tutup dish.
Dasar Pemilihan : Umum digunakan untuk liquid pada tekanan atmospheric
Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (atmospheric pressure)
- Suhu = 30°C (suhu kamar)
- Waktu penyimpanan = 30 hari
Masuk
Keluar
Spesifikasi :
Volume : 900 cuft = 26 M3
Diameter : 8 ft
Tinggi : 16 ft
Tebal shell : 3/16 in
Tebal tutup atas : ¼ in
Tebal tutup bawah : ¼ in
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C (Brownell : 253)
Jumlah : 1 buah
7. DEHUSKING MACHINE ( C - 140 )
Fungsi : Mengupas sabut kelapa dari buah kelapa.
Tipe : COM-11 coconut machine (coconutmachine.com)
Dasar pemilihan : dipilih jenis ini karena sesuai bahan dan kapasitas.
Kondisi operasi : - Tekanan operasi = 1 atm (tekanan atmosfer)
- Suhu operasi = 30oC (suhu kamar)
- Waktu proses = kontinyu
Spesifikasi : (coconutmachine.com)
Kapasitas umpan = 14150 butir/jam
Kapasitas mesin = 3600 butir/jam
Panjang = 1,1 m
Lebar = 1,2 m
Tinggi = 1,4 m
Electrical supply = 240 V , 1 phase
Power = 2 hp
Bahan konstruksi = Steel Alloy
Jumlah alat = 4 buah
8. BELT CONVEYOR - 3 ( J - 141 )
Fungsi : memindahkan bahan dari C-140 ke C-150
Type : Troughed belt conveyor with rolls of equal length
Dasar pemilihan : dipilih conveyor jenis belt sesuai dengan bahan
Spesifikasi :
Kapasitas maksimum : 32 ton/jam
Belt - width : 14 in
- trough width : 9 in
- skirt seal : 2 in
Belt speed : (11,1 / 32) x 100 ft/mnt = 35 ft/min
Panjang : 31 ft
Sudut elevasi : 11,3 o
Power : 4 Hp
Jumlah : 1 buah
9. DESHELLING MACHINE ( C - 150 )
Fungsi : Memecah dan memisahkan tempurung dari buah kelapa.
Tipe : COM-20 coconut machine (coconutmachine.com)
Dasar pemilihan : dipilih jenis ini karena sesuai bahan dan kapasitas.
Kondisi operasi : - Tekanan operasi = 1 atm (tekanan atmosfer)
- Suhu operasi = 30oC (suhu kamar)
- Waktu proses = kontinyu
Masuk
Keluar
Spesifikasi : (coconutmachine.com)
Kapasitas umpan = 14150 butir/jam
Kapasitas mesin = 3600 butir/jam
Panjang = 1,2 m
Lebar = 0,9 m
Tinggi = 1,2 m
Electrical supply = 240 V , 1 phase
Power = 1 hp
Bahan konstruksi = Steel Alloy
Jumlah alat = 4 buah
10. BELT CONVEYOR - 4 ( J - 151 )
Fungsi : memindahkan bahan dari C-150 ke C-170
Type : Troughed belt conveyor with rolls of equal length
Dasar pemilihan : dipilih conveyor jenis belt sesuai dengan bahan
Spesifikasi :
Kapasitas maksimum : 32 ton/jam
Belt - width : 14 in
- trough width : 9 in
- skirt seal : 2 in
Belt speed : (4,8 / 32) x 100 ft/mnt = 15 ft/min
Panjang : 31 ft
Sudut elevasi : 11,3 o
Masuk
Keluar
Power : 4 Hp
Jumlah : 1 buah
11. SCREEN ( H - 160 )
Fungsi : Menyaring bahan dari C-150
Type : Electrical Vibrating Screen (Perry 7ed ; fig.19-18)
Dasar pemilihan : dipilih jenis ini karena sesuai dengan bahan dan kapasitas.
Kondisi operasi : Tekanan operasi = 1 atm (atmospheric pressure)
Suhu operasi = 32°C (Suhu kamar)
Waktu proses = Continuous
Spesifikasi :
Kapasitas : 6,4 ton/jam
Speed : 50 vibration/dt ; P = 3 Hp (Peter’s 3ed;p.599)
Ty Equivalent design : 325 mesh
Sieve No. : No. 325
Sieve design : standard 44 µm
Sieve opening : 0,044 mm
Ukuran kawat : 0,030 mm
Effisiensi : 99,95%
12. PARING MACHINE ( C - 170 )
Fungsi : Mengupas kulit air dan memotong daging buah.
Tipe : COM-30 coconut machine (coconutmachine.com)
Dasar pemilihan : dipilih jenis ini karena sesuai bahan dan kapasitas.
Kondisi operasi : - Tekanan operasi = 1 atm (tekanan atmosfer)
- Suhu operasi = 30oC (suhu kamar)
- Waktu proses = kontinyu
Spesifikasi : (coconutmachine.com)
Kapasitas umpan = 14150 butir/jam
Kapasitas mesin = 1200 butir/jam
Panjang = 0,6 m
Lebar = 0,5 m
Tinggi = 1,1 m
Electrical supply = 240 V , 1 phase
Power = 1 hp
Bahan konstruksi = Steel Alloy
Jumlah alat = 12 buah
13. BELT CONVEYOR - 5 ( J - 171 )
Fungsi : memindahkan bahan dari C-170 ke X-180
Type : Troughed belt conveyor with rolls of equal length
Dasar pemilihan : dipilih conveyor jenis belt sesuai dengan bahan
Masuk
Keluar
Spesifikasi :
Kapasitas maksimum : 32 ton/jam
Belt - width : 14 in
- trough width : 9 in
- skirt seal : 2 in
Belt speed : (4,7 / 32) x 100 ft/mnt = 15 ft/min
Panjang : 31 ft
Sudut elevasi : 11,3 o
Power : 4 Hp
Jumlah : 1 buah
14. DRUM PRENCUCI ( X - 180 )
Fungsi : Mencuci daging buah dengan air panas.
Tipe : Tumbler – Double cone with spray nozzle
Dasar pemilihan : dipilih jenis ini karena sesuai bahan dan kapasitas.
Kondisi operasi : Tekanan operasi = 1 atm (atmospheric pressure)
Suhu operasi = 40°C (Suhu kamar)
Waktu proses = Continuous
Spesifikasi :
Sistem kerja : 10 minutes mixing per cycle
Panjang : 8,5 ft
Diameter : 1,7 ft
Tinggi cone : 1,01 ft
Putaran cone : 18 ft/min
Total power : 7,5 hp
Bahan konstruksi : Carbon steel
Jumlah : 1 buah
15. HEATER ( E - 181 )
Fungsi : Memanaskan air proses dari 30°C menjadi 80°C
Type : 1 – 2 Shell and Tube Heat Exchanger (Fixed Tube)
Dasar Pemilihan : Umum digunakan dan mempunyai range perpindahan
panas yang besar.
Spesifikasi :
Tube : OD = ¾ in ; 16 BWG
Panjang = 16 ft
Pitch = 1 in square
Jumlah Tube , Nt = 52
Passes = 2
Shell : ID = 10,0 in
Passes = 1
Heat Exchanger Area , A = 163,3 ft2 = 16 m2
Bahan konstruksi = Carbon steel
16. HAMMER MILL ( C - 190 )
Fungsi : Menghaluskan bahan sampai dengan 20 mesh
Type : Reversible Hammer Mill
Dasar pemilihan : dipilih karena sesuai dengan bahan dan kapasitas.
Spesifikasi :
Kapasitas maksimum : 40 ton/jam
Sieve number : No. 20
Model : 505
Rotor Dimension : 30 in x 30 in
Maximum feed : 2 ½ in
Maximum speed : 1200 rpm
Power : 100 hp
Bahan : Heavy Duty Steel
Jumlah : 1 buah
17. BUCKET ELEVATOR - 2 ( J - 191 )
Fungsi : memindahkan bahan dari C-190 ke F-192
Type : Continuous Discharge Bucket Elevator
Dasar pemilihan : untuk memindahkan bahan dengan ketinggian tertentu
Spesifikasi :
Kapasitas maksimum = 14 ton/jam
Ukuran = 6 in x 4 in x 4 ½ in
Bucket Spacing = 12 in
Tinggi Elevator = 39 ft
Ukuran Feed (maximum) = ¾ in
Bucket Speed = (4,7 / 14) x 225 ft/mnt = 76 ft/menit
Putaran Head Shaft = (4,7 / 14) x 43 rpm = 15 rpm
Lebar Belt = 7 in
Power total = 3 hp
Alat pembantu = Hopper Chute (pengumpan)
Jumlah = 1 buah
18. BIN DAGING BUAH ( F - 192 )
Fungsi : Menampung daging buah selama 8 jam
Type : silinder tegak dengan tutup atas plat dan bawah conis
Dasar pemilihan : umum digunakan untuk menampung padatan
Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (atmospheric pressure)
- Suhu = 30°C (suhu kamar)
- Waktu penyimpanan = 8 jam (maksimal)
Spesifikasi :
Volume : 1520 cuft = 44 m3
Diameter : 9 ft
Tinggi : 27 ft
Tebal shell : 3/16 in
inlet
Tebal tutup atas : 3/16 in
Tebal tutup bawah : 3/16 in
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C (Brownell : 253)
Jumlah : 1 buah
19. TANGKI EXCTRACTION ( M - 210 )
Fungsi : Ekstraksi daging buah kelapa dengan penambahan air proses.
Type : Silinder tegak , tutup atas dished, tutup bawah conis
dilengkapi pengaduk dan jaket pemanas.
Dimensi Shell :
Diameter Shell , inside : 6 ft
Tinggi Shell : 12 ft
Tebal Shell : 3/16 in
Dimensi tutup :
Tebal tutup atas (dished) : 3/16 in
Tinggi Tutup atas : 0,81 ft
Tebal tutup bawah (conis) : 3/16 in
Tinggi Tutup bawah : 0,70 ft
Sistem Pengaduk
Dipakai impeler jenis turbin dengan 6 buah flat blade dengan 2 buah impeller.
Diameter impeler : 2,000 ft
Panjang blade : 0,500 ft
Lebar blade : 0,400 ft
Power motor : 12 hp
Sistem Pemanas
Diameter jaket : 5,05 ft
Tinggi jaket : 8,3 ft
Jaket spacing : 3/16 in
Tebal Jaket : 3/16 in
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C (Brownell,T.13-1)
Jumlah tangki : 1 buah
20. POMPA - 1 ( L - 211 )
Fungsi : Memindahkan bahan dari M-210 ke H-220
Type : Reciprocating Pump
Dasar Pemilihan : sesuai untuk viskositas tinggi dan mengandung solid.
Spesifikasi :
Bahan konstruksi : Commercial Steel
Rate Volumetrik : 28,80 gpm
Total DynamicHead : 37,46 ft.lbf/lbm
Effisiensi motor : 80%
Power : 1,5 hp = 1,2 kW
Jumlah : 1 buah
21. SCREW PRESS ( H - 220 )
Fungsi : Memisahkan coconut milk dan ampas dengan pemerasan screw.
Tipe : PT&M Screw Press (presstechnology.com)
Spesifikasi :
Panjang : 21 ft
Diameter : 4,5 ft
Penggerak : Hydraulic Drive , 20 psig
Power : 200 hp
Bahan : 316 stainless steel
Jumlah : 1 buah
22. POMPA - 2 ( L - 221 )
Fungsi : Memindahkan bahan dari H-220 ke Q-230
Type : Reciprocating Pump
Dasar Pemilihan : sesuai untuk viskositas tinggi dan mengandung solid.
Spesifikasi :
Bahan konstruksi : Commercial Steel
Rate Volumetrik : 17,10 gpm
Total DynamicHead : 44,98 ft.lbf/lbm
Effisiensi motor : 80%
Power : 1,5 hp = 1,2 kW
23. PASTEURIZER ( Q - 230 )
Fungsi : Sterilisasi coconut milk pada suhu 70oC
Type : Silinder tegak , tutup atas dished, tutup bawah conis
dilengkapi pengaduk dan jaket pemanas.
Kondisi operasi : - Tekanan operasi = 1 atm (tekanan atmosfer)
- Suhu operasi = 70oC (Linden EAP : 11)
- Waktu proses = 2 menit (Linden EAP : 11)
Spesifikasi : Dimensi Shell :
Diameter Shell , inside : 5 ft
Tinggi Shell : 10 ft
Tebal Shell : 3/16 in
Dimensi tutup :
Tebal tutup atas (dished) : 3/16 in
Tinggi Tutup atas : 0,68 ft
Tebal tutup bawah (conis) : 3/16 in
Tinggi Tutup bawah : 0,50 ft
Sistem Pengaduk
Dipakai impeler jenis turbin dengan 6 buah flat blade dengan 2 buah impeller.
Diameter impeler : 1,667 ft
Panjang blade : 0,417 ft
Lebar blade : 0,334 ft
Power motor : 10 hp
Sistem Pemanas
Diameter jaket : 5,05 ft
Tinggi jaket : 6,3 ft
Jaket spacing : 3/16 in
Tebal Jaket : 3/16 in
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C (Brownell : 253)
Jumlah tangki : 1 buah
24. POMPA - 3 ( L - 231 )
Fungsi : Memindahkan bahan dari Q-230 ke D-240
Type : Reciprocating Pump
Dasar Pemilihan : sesuai untuk viskositas tinggi dan mengandung solid.
Spesifikasi :
Bahan konstruksi : Commercial Steel
Rate Volumetrik : 17,10 gpm
Total DynamicHead : 305,14 ft.lbf/lbm
Effisiensi motor : 83%
Power : 4,5 hp = 3,4 kW
Jumlah : 1 buah
25. HOMOGENIZER ( D - 240 )
Fungsi : Menghomogenkan coconut milk dengan tekanan tinggi.
Type : Silinder tegak , tutup atas dished, tutup bawah conis
dilengkapi pengaduk dan jaket pemanas.
Kondisi operasi : - Tekanan operasi = 10 atm (US.Patent : 005698254-004)
- Suhu operasi = 80oC (US.Patent : 005698254-004)
- Waktu proses = 1 jam (US.Patent : 005698254-004)
Spesifikasi : Dimensi Shell :
Diameter Shell , inside : 5 ft
Tinggi Shell : 10 ft
Tebal Shell : ¾ in
Dimensi tutup :
Tebal tutup atas (dished) : 1 in
Tinggi Tutup atas : 0,68 ft
Tebal tutup bawah (conis) : ¾ in
Tinggi Tutup bawah : 0,50 ft
Sistem Pengaduk
Dipakai impeler jenis turbin dengan 6 buah flat blade dengan 2 buah impeller.
Diameter impeler : 1,667 ft
Panjang blade : 0,417 ft
Lebar blade : 0,334 ft
Power motor : 10 hp
Sistem Pemanas
Diameter jaket : 5,05 ft
Tinggi jaket : 6,3 ft
Jaket spacing : 3/16 in
Tebal Jaket : ¾ in
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C (Brownell : 253)
Jumlah tangki : 1 buah
26. POMPA - 4 ( L - 241 )
Fungsi : Memindahkan bahan dari D-240 ke F-350
Type : Reciprocating Pump
Spesifikasi :
Bahan konstruksi : Commercial Steel
Rate Volumetrik : 17,10 gpm
Total DynamicHead : 44,98 ft.lbf/lbm
Effisiensi motor : 80%
Power : 1,5 hp = 1,2 kW
Jumlah : 1 buah
27. COOLER ( E - 250 )
Fungsi : Mendinginkan coconut milk sampai suhu 32°C.
Type : 1 – 2 Shell and Tube Heat Exchanger (Fixed Tube)
Dasar Pemilihan : Umum digunakan dan mempunyai range perpindahan
panas yang besar.
Spesifikasi :
Tube : OD = ¾ in ; 16 BWG
Panjang = 16 ft
Pitch = 1 in square
Jumlah Tube , Nt = 270
Passes = 2
Shell : ID = 21,25 in
Passes = 1
Bahan konstruksi = Carbon steel
Jumlah exchanger = 1 buah
28. YARD SABUT KELAPA ( F - 310 )
Fungsi : Menampung produk samping sabut kelapa
Dasar Pemilihan : Bahan berbentuk solid
Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (atmospheric pressure)
- Suhu = 30°C (suhu kamar)
- Waktu penyimpanan = 30 hari
Spesifikasi :
Kapasitas : 3220 m3
Bentuk : persegi panjang
Ukuran : Panjang = 18,8 m
Lebar = 18,8 m
Tinggi bahan = 9,4 m
Jumlah : 1 buah
29. YARD TEMPURUNG KELAPA ( F - 320 )
Fungsi : Menampung produk samping tempurung kelapa
Dasar Pemilihan : Bahan berbentuk solid
Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (atmospheric pressure)
- Suhu = 30°C (suhu kamar)
Spesifikasi :
Kapasitas : 917 m3
Bentuk : persegi panjang
Ukuran : Panjang = 12,4 m
Lebar = 12,4 m
Tinggi bahan = 6,2 m
Jumlah : 1 buah
30. BAK AIR KELAPA ( F - 330 )
Fungsi : Menampung produk samping air kelapa
Dasar Pemilihan : Bahan berbentuk liquid, tekanan atmospheric
Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (atmospheric pressure)
- Suhu = 30°C (suhu kamar)
- Waktu penyimpanan = 1 hari
Spesifikasi :
Kapasitas : 68 m3
Bentuk : persegi panjang
Ukuran : Panjang = 5,2 m
Lebar = 5,2 m
Tinggi bahan = 2,6 m
Bahan konstruksi : Beton
31. YARD AMPAS ( F - 340 )
Fungsi : Menampung produk samping ampas santan kelapa
Dasar Pemilihan : Bahan berbentuk solid
Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (atmospheric pressure)
- Suhu = 30°C (suhu kamar)
- Waktu penyimpanan = 30 hari
Yard (ruang kosong) berbentuk persegi panjang, terbuka.
Spesifikasi :
Kapasitas : 1631 m3
Bentuk : persegi panjang
Ukuran : Panjang = 15,0 m
Lebar = 15,0 m
Tinggi bahan = 7,5 m
32. TANGKI COCONUT MILK ( F - 350 )
Fungsi : menampung produk coconut milk
Type : silinder tegak , tutup bawah datar dan tutup atas dish
Dasar Pemilihan : Umum digunakan untuk liquid pada tekanan atmospheric
Kondisi Operasi : - Tekanan = 1 atm (atmospheric pressure)
- Suhu = 30°C (suhu kamar)
- Waktu penyimpanan = 7 hari
Spesifikasi :
Volume : 7193 cuft = 204 M3
Diameter : 17 ft
Tinggi : 34 ft
Tebal shell : 3/8 in
Tebal tutup atas : 3/8 in
Tebal tutup bawah : ¼ in
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C (Brownell : 253)
Jumlah : 4 buah
Masuk
BAB VI
PERENCANAAN ALAT UTAMA
TANGKI EXTRACTION ( M - 210 )
Fungsi : Ekstraksi daging buah kelapa dengan penambahan air proses.
Type : Silinder tegak , tutup atas dished, tutup bawah conis
dilengkapi pengaduk dan jaket pemanas.
Kondisi Operasi :
Tekanan operasi = 1 atm (tekanan atmosfer)
Suhu operasi = 60oC (Linden EAP : 11)
Waktu proses = 1 jam (Linden EAP : 11)
Berdasarkan pertimbangan atas fase zat yang bereaksi, dan kapasitas
produksi, maka tangki dapat dibedakan jenisnya yaitu : tangki berpengaduk
(mixed flow) dan tangki pipa alir (plug flow). Pada tangki ini, daging buah kelapa
merupakan fase apdat dan air proses merupakan fase cair, maka dipilih jenis
tangki tangki berpengaduk (mixed flow) untuk memudahkan dan mempercepat
Pertama-tama air proses dari utilitas diumpankan pada bagian atas tangki,
kemudian suhu tangki dinaikkan mencapai 60C dengan mengalirkan steam
melalui jaket pemanas, kemudian daging buah yang sudah halus diumpankan
melalui bin daging buah menuju ke bagian atas tangki. Pemanasan campuran
dilakukan dengan pengadukan dan suhu yang dipertahankan 60C dengan waktu
tinggal selama 1 jam proses. Setelah 1 jam proses, maka produk reaksi
dikeluarkan pada bagian bawah tangki yang sudah diatur secara otomatis.
Kondisi feed :
1. Feed daging buah F-192 : Bahan Masuk :
Komponen Berat (kg) Fraksi berat (gr/cc) (Perry 7ed,T.2-118) Daging buah 4559,9349 0,9901 1,070
Air 45,5993 0,0099 1,000 4605,5342 1,0000
campuran =
komponen berat fraksi 1 = 1 0,0099 1,070 0,9901 1 = 1,07 gr/cc
= 1,07 gr/cc x 62,43 = 66,8 lb/cuft (1 gr/cc = 62,43 lb/cuft)
Rate massa = 4605,5342 kg/jam = 10153,3607 lb/jam
rate volumetrik= densitas massa rate = cuft / lb jam / lb 66,8 10153,3607
= 152 cuft/jam
2. Feed air proses dari utilitas :
Rate massa = 2234,3682 kg/jam = 4925,8881 lb/jam
rate volumetrik= densitas massa rate = cuft / lb jam / lb 62,43 4925,8881
= 79 cuft/jam
Tahap-tahap Perencanaan
1. Perencanaan Dimensi Tangki 2. Perencanaan Sistem Pengaduk 3. Perencanaan Sistem Pemanas
1. PERENCANAAN DIMENSI TANGKI Total rate volumetrik = 231 cuft/jam
campuran = 65,5 lb/cuft (produk bawah)
Waktu proses = 1 jam (Linden EAP : 11)
Direncanakan digunakan 1 tangki untuk proses continuous per jam, sehingga
volume tangki = 231 cuft/jam x 1 jam = 231 cuft
Asumsi volume bahan (liquid) mengisi 80 % volume tangki sehingga volume
ruang kosong sebesar 20% dan digunakan 1 buah tangki.
Volume tangki = 231 / 80% = 289 cuft
Menentukan ukuran tangki dan ketebalannya
Diambil dimension ratio H
D = 2 (Ulrich ; T.4-27 : 248)
Dengan mengabaikan volume dished head.
Volume tangki = 4 . D
2
. H
289 = 4
. D2
. 2 D
D = 6 ft = 72 in = 1,83 m (Dmaksimum = 4 m; Ulrich; T.4-18)
Penentuan tebal shell :
Tebal shell berdasarkan ASME Code untuk cylindrical tank :
t min = C
P 6 , 0 fE
ri P
[Brownell & Young ,pers.13-1,hal.254]
dengan : t min = tebal shell minimum; in
P = tekanan tangki ; psi
ri = jari-jari tangki ; in ( ½ D )
C = faktor korosi ; in (diambil 1/8 in)
E = faktor pengelasan, digunakan double welded butt joint.
faktor pengelasan, E = 0,8
f = stress allowable, bahan konstruksi Carbon Steel SA-283
grade C, maka f = 12650 psi [Brownell,T.13-1]
P operasi = P hydrostatis = . H
P hydrostatis =
14412 % 80 3 ,
65
= 4,4 psi
P design diambil 10% lebih besar dari P operasi untuk faktor keamanan.
P design = 1,1 x 4,4 = 5 psi
r = ½ D = ½ x 72 in = 36 in
t min =
0,125 56 , 0 8 , 0 12650
36 5
Dimensi tutup atas, standard dished :
Untuk D = 72 in, didapat rc = 72 in , icr = 4 3/8 in (Brownell & Young, T-5.7)
digunakan persamaan 13.12 dari Brownell & Young.
Tebal standard torispherical dished (atas) :
th =
P 1 , 0 fE
rc P 885 , 0
+ C [Brownell & Young; pers.13.12]
dengan : th = tebal dished minimum ; in
P = tekanan tangki ; psi
rc = crown radius ; in [B&Y,T-5.7]
C = faktor korosi ; in (diambil 1/8 in)
E = faktor pengelasan, digunakan double welded butt joint.
faktor pengelasan, E = 0,8
f = stress allowable, bahan konstruksi Carbon Steel SA-283
grade C, maka f = 12650 psi [Brownell,T.13-1]
P design = 5 psi
th =
12650 0,8
0,1 5
72 5 885 , 0
+ 0,125 = 0,157 in , digunakan t = 3/16 in
h = rc -
4 D rc
2
2 = 0,81 ft
C a
t r
ID sf
b icr
OA
Tutup bawah, conis :
Tebal conical =
C0,6P -fE cos 2
D . P
[Brownell,hal.118; ASME Code]
dengan = ½ sudut conis = 30/2 = 15
tc =
81 5 6 , 0 8 , 0 12650 15
cos 2
12 6 5
o
0,143 in = 3/16 in
Tinggi conical :
h =
2m D tg
[Hesse, pers.4-17]
Keterangan : = ½ sudut conis ; 15
D = diameter tangki ; ft
m = flat spot center ; 12 in = 1 ft
maka h =
21 D 15
tg o
= 2
5 268 ,
2. PERENCANAAN SISTEM PENGADUK
Dipakai impeler jenis turbin dengan 6 buah flat blade. Dari ( Perry 6ed ; p.19-9 ) :
Diameter impeler (Da) = 1/3 diameter shell = 1/3 x 6 = 2,000 ft
Lebar blade (w) = 0,2 diameter impeller = 0,2 x 2,000 = 0,400 ft
Panjang blade = 0,25 x diameter impeller = 0,25 x 2,000 = 0,500 ft
Penentuan putaran pengaduk :
V = x Da x N (Joshi; hal.389)
Dengan : V = peripheral speed ; m/menit
Untuk pengaduk jenis turbin :
peripheral speed = 200 – 250 m/menit (Joshi; hal.389)
Da = diameter pengaduk ; m
N = putaran pengaduk ; rpm
Diambil putaran pengaduk , N = 105 rpm = 1,8 rps
Da = 2,000 ft = 0,61 m
V = x 0,61 x 105 = 201,117 m/mnt (memenuhi range 200 – 250 m/mnt)
Penentuan Jumlah Pengaduk : Jumlah Impeller =
gki tan Diameter
sg liquid tinggi
(Joshi; hal.389)
=
6
1,046 12 % 80
2 buah
Jarak pengaduk = 1,5 Da = 1,5 x 2,0 ft = 3,0 ft
Da E
J H
Bilangan Reynolds ; NRe :
Putaran pengaduk , N = 105 rpm = 1,8 rps
campuran = 65,3 lb/cuft
campuran = 0,0009 lb/ft.dt (berdasarkan sg bahan)
NRe =
Da2 N
522400
Karena NRe > 10000 , maka digunakan baffle. [Perry 6ed ; hal 19-8]
Untuk NRe > 10000 diperlukan 4 buah baffle , sudut 900 (Perry, 6ed , hal. 19-8 )
Lebar baffle, J = J/Dt = 1/12
Lebar baffle, J = 1/12 x Dt = 1/12 x 6 = 0,50 ft
Untuk NRe > 10000 perhitungan power digunakan persamaan 5.5 Ludwig,
halaman190 dengan persamaan :
P = 3
N 3 D 5 gK
[Ludwig,Vol-1,pers.5.5,hal.190]
dengan : P = power ; hp
K3 = faktor mixer (turbin) = 6,3 [Ludwig,Vol-1,T.5.1,hal.192]
g = konstanta gravitasi ; 32,2 ft/dt2 x lbm/lbf
= densitas ; lb/cuft N = kecepatan putaran impeller ; rps
D = diameter impeller ; ft
P = 65,3
1,8 3 2,000
5 2, 32
3 , 6
= 2399,3 lb.ft/dt = 4,4 hp(1 lb.ft/dt=1/550 hp)
Perhitungan losses pengaduk :
Gland losses (kebocoran tenaga akibat poros dan bearing) = 10 %(Joshi:399)
Gland losses 10 % = 10 % x 8,8 0,88 hp (minimum=0,5)
Power input dengan gland losses = 8,8 + 0,88 = 9,68 hp
Transmission system losses = 20 %(Joshi:399)
Transmission system losses 20 % = 20 % x 9,68 1,94 hp
Power input dengan transmission system losses = 9,68 + 1,94 = 11,62 hp
Digunakan power motor = 12 hp
3. PERENCANAAN SISTEM PEMANAS Perhitungan Jaket :
Perhitungan sistem penjaga suhu : ( Kern , hal 719 )
Dari neraca panas : suhu yang dijaga = 60 C
Q = 60883,0094 kkal/jam = 241600 Btu/jam
Suhu masuk rata-rata = 35C = 95F
Suhu kenaikan reaksi = 60C = 140F
T = 140 – 95 = 45F
Kebutuhan media = 93 kg/jam = 206 lb/jam
Densitas media = 0,104 lb/cuft (densitas steam)
Rate volumetrik =
cuft / lb
jam / lb bahan
bahan rate
Asumsi kecepatan aliran = 10 ft/dt [Kern, T.12, hal. 845]
Luas penampang =
dt / ft
dt / cuft aliran tan kecepa
volumetrik rate
= 0,56 / 10 = 0,06 ft2
Luas penampang = /4 (D22 - D12)
dengan : D2 = diameter dalam jaket
D1 = diameter luar bejana = Di bejana + (2 x tebal)
= 6 + 2 ( 3/16 in 0,02 ft ) = 6,04 ft
Luas penampang = /4 (D22 - D12)
0,06 = /4 (D22 – 6,04 2)
D2 = 6,05 ft
Spasi = 2
D D2 1
= 2
,04 6 6,05
= 0,005 ft = 0,06 in 3/16 in
Perhitungan Tinggi Jaket : UD = 25 (Kern, Tabel 8)
A = t U
Q
D
=
45 25 241600
= 215 ft
2
A conis = 0,785 (D x m) 4h2
Dm
0,785d2(Hesse : pers. 4-16)m = 12 in = 1 ft (Hesse : 85)
h : tinggi conical = 0,7 ft
d : Indise Diameter Jaket = 6,05 ft
D : Outside Diameter Jaket = OD + (2 x tebal jaket) = 6,082 ft
A conis = 0,785 (D x m) 4h2
Dm
0,785d2= 52,2 ft2Ajaket = A shell + A conis
215 = ( . (6,05) . h ) + 52,2
hjaket = 8,6 ft
Spesifikasi :
Fungsi : Ekstraksi daging buah kelapa dengan penambahan air proses.
Type : Silinder tegak , tutup atas dished, tutup bawah conis
dilengkapi pengaduk dan jaket pemanas.
Dimensi Shell :
Diameter Shell , inside : 6 ft
Tinggi Shell : 12 ft
Tebal Shell : 3/16 in
Dimensi tutup :
Tebal tutup atas (dished) : 3/16 in
Tinggi Tutup atas : 0,81 ft
Tebal tutup bawah (conis) : 3/16 in
Tinggi Tutup bawah : 0,70 ft
Sistem Pengaduk
Dipakai impeler jenis turbin dengan 6 buah flat blade dengan 2 buah impeller.
Diameter impeler : 2,000 ft
Panjang blade : 0,500 ft
Lebar blade : 0,400 ft
Power motor : 12 hp
Sistem Pemanas
Diameter jaket : 5,05 ft
Tinggi jaket : 8,3 ft
Jaket spacing : 3/16 in
Tebal Jaket : 3/16 in
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C (Brownell,T.13-1)
VII.1. Instrumentasi
Dalam rangka pengoperasian pabrik, pemasangan alat-alat instrumentasi
sangat dibutuhkan dalam memperoleh hasil produksi yang optimal. Pemasangan
alat-alat instrumentasi disini bertujuan sebagai pengontrol jalannya proses
produksi dari peralatan-peralatan pada awal sampai akhir produksi. dimana
dengan alat instrumentasi tersebut, kegiatan maupun aktifitas tiap-tiap unit dapat
tercatat kondisi operasinya sehingga sesuai dengan kondisi operasi yang
dikehendaki, serta mampu memberikan tanda-tanda apabila terjadi penyimpangan
selama proses produksi berlangsung.
Pada uraian diatas dapat disederhanakan bahwa dengan adanya alat
instrumentasi maka :
1. Proses produksi dapat berjalan sesuai dengan kondisi-kondisi yang
telah ditentukan sehingga diperoleh hasil yang optimum.
2. Proses produksi berjalan sesuai dengan efisiensi yang telah
ditentukan dan kondisi proses tetap terjaga pada kondisi yang sama.
3. Membantu mempermudah pengoperasian alat.
4. Bila terjadi penyimpangan selama proses produksi, maka dapat
segera diketahui sehingga dapat ditangani dengan segera.
Adapun variabel proses yang diukur dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :
1. Variabel yang berhubungan dengan energi, seperti temperatur,
tekanan, dan radiasi.
2. Variabel yang berhubungan dengan kuantitas dan laju, seperti pada
kecepatan aliran fluida, ketinggian liquid dan ketebalan.
3. Variabel yang berhubungan dengan karakteristik fisika dan kimia,
seperti densitas, kandungan air.
Yang harus diperhatikan didalam pemilihan alat instrumentasi adalah :
- Level, Range dan Fungsi dari alat instrumentasi.
- Akurasi hasil pengukuran.
- Bahan konstruksi material.
- Pengaruh yang ditimbulkan terhadap kondisi operasi proses yang
berlangsung.
- Mudah diperoleh di pasaran.
- Mudah dipergunakan dan mudah diperbaiki jika rusak.
Instrumentasi yang ada dipasaran dapat dibedakan dari jenis
pengoperasian alat instrumentasi tersebut, yaitu alat instrumentasi manual atau
otomatis. Pada dasarnya alat-alat kontrol yang otomatis lebih disukai dikarenakan
pengontrolannya tidak terlalu sulit, kontinyu, dan efektif, sehingga menghemat
tenaga kerja dan waktu. Akan tetapi mengingat faktor-faktor ekonomis dan
investasi modal yang ditanamkan pada alat instrumentasi berjenis otomatis ini,
maka pada perencanaan pabrik ini sedianya akan menggunakan kedua jenis alat
Adapun fungsi utama dari alat instrumentasi otomatis adalah :
- Melakukan pengukuran.
- Sebagai pembanding hasil pengukuran dengan kondisi yang ditentukan.
- Melakukan perhitungan.
- Melakukan koreksi.
Alat instrumentasi otomatis ini dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
1. Sensing / Primary Element / Sensor.
Alat kontrol ini langsung merasakan adanya perubahan pada
variabel yang diukur, misalnya temperatur. Primary Element
merubah energi yang dirasakan dari media yang sedang dikontrol
menjadi sinyal yang bisa dibaca (misalnya dengan tekanan fluida).
2. Recieving Element / Elemen Pengontrol.
Alat kontrol ini akan mengevaluasi sinyal yang didapat dari sensing
element dan diubah menjadi data yang bisa dibaca (perubahan data
analog menjadi digital), digambarkan dan dibaca oleh error
detector. Dengan demikian sumber energi bisa diatur sesuai dengan
perubahan-perubahan yang terjadi.
3. Transmitting Element.
Alat kontrol ini berfungsi sebagai pembawa sinyal dari sensing
element ke receiving element. Alat kontrol ini mempunyai fungsi
untuk merubah data bersifat analog (tidak terlihat) menjadi data
Disamping ketiga jenis tersebut, masih terdapat peralatan pelengkap
yang lain, yaitu : Error Detector Element, alat ini akan membandingkan besarnya
harga terukur pada variabel yang dikontrol dengan harga yang diinginkan dan
apabila terdapat perbedaan alat ini akan mengirimkan sinyal error. Amplifier akan
digunakan sebagai penguat sinyal yang dihasilkan oleh error detector jika sinyal
yang dikeluarkan lemah. Motor Operator Sinyal Error yang dihasilkan harus
diubah sesuai dengan kondisi yang diinginkan, yaitu dengan penambahan variabel
manipulasi. Kebanyakan sistem kontrol memerlukan operator atau motor untuk
menjalankan Final Control Element. Final Control Element adalah untuk
mengoreksi harga variabel manipulasi.
Macam instrumentasi pada suatu perencanaan pabrik misalnya :
1. Flow Control ( F C )
Mengontrol aliran setelah keluar suatu alat.
2. Flow Ratio Control ( F R C )
Mengontrol ratio aliran yang bercabang.
3. Level Control ( L C )
Mengontrol ketinggian liquid didalam tangki
4. Weight Control ( W C )
Mengontrol berat solid yang dikeluarkan dari tangki
5. Pressure Control ( P C )
Mengontrol tekanan pada suatu aliran / alat
6. Temperature Control ( T C )
Tabel VII.1. Instrumentasi pada pabrik
NO NAMA ALAT KODE INSTRUMENTASI
1. SILO SODIUM BISULPHITE ( F - 120 ) ( WC - FFC )
2. TANGKI STARCH ( F - 130 ) ( LC )
3. DRUM PRENCUCI ( X - 180 ) ( FC )
4. HEATER ( E - 181 ) ( TC )
5. BIN DAGING BUAH ( F - 192 ) ( WC )
6. TANGKI EXCTRACTION ( M - 210 ) ( TC , FC )
7. POMPA – 1 ( L - 211 ) ( LC )
8. SCREW PRESS ( H - 220 ) ( PI - 20 psig )
9. POMPA – 2 ( L - 221 ) ( FC )
10. PASTEURIZER ( Q - 230 ) ( TC )
11. POMPA – 3 ( L - 231 ) ( LC )
12. HOMOGENIZER ( D - 240 ) ( TC )
13. POMPA – 4 ( L - 241 ) ( LC )
14. COOLER ( E - 250 ) ( TC )
15. BAK AIR KELAPA ( F - 330 ) ( LI )
VII.2. Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja atau safety factor adalah hal yang paling utama yang
harus diperhatikan dalam merencanakan suatu pabrik, hal ini disebabkan karena :
- Dapat mencegah terjadinya kerusakan-kerusakan yang besar yang
disebabkan oleh kebakaran atau hal lainnya baik terhadap karyawan
maupun oleh peralatan itu sendiri.
- Terpeliharanya peralatan dengan baik sehingga dapat digunakan dalam
waktu yang cukup lama. Bahaya yang dapat timbul pada suatu pabrik
banyak sekali jenisnya, hal ini tergantung pada bahan yang akan diolah
maupun tipe proses yang dikerjakan.
Secara umum bahaya-bahaya tersebut dapat dibagi dalam tiga kategori , yaitu :
1.