2.1 Jenis Kebutuhan Air
Kebutuhan air yang dimaksud adalah kebutuhan air yang digunakan untuk menunjang segala kegiatan manusia, meliputi air bersih domestik dan non domestik, air irigasi baik pertanian maupun perikanan, dan air untuk penggelontoran kota. Air bersih digunakan untuk memenuhi kebutuhan:
Kebutuhan Air Domestik: keperluan rumah tangga.
Kebutuhan Air Non Domestik: untuk industri, pariwisata, tempat ibadah, tempat sosial, serta tempat-tempat umum lainnya.
a. Kebutuhan Air Domestik
Air domestik adalah air yang digunakan untuk keperluan rumah tangga. Air yang disediakan untuk rumah tangga perumahan melayani penggunaan interior (toilet, shower, mesin cuci, keran, dll) dan penggunaan eksterior (pencucian mobil, penyiraman halaman, dll). Jumlah air yang digunakan oleh rumah tangga bervariasi sesuai dengan faktor-faktor seperti jumlah dan usia penghuni dalam rumah tangga, tingkat pendapatan, lokasi geografis (yang mempengaruhi iklim), serta efisiensi perlengkapan dan peralatan air di rumah. Data untuk tingkat penggunaan air interior disajikan pada gambar berikut.
Gambar Persentase Penggunaan Air Interior Per Kapita
Mandi 1.7%
Air Cucian Pakaian 21.7%
Air Cucian Piring 1.4%
Keran 15.7%
Shower 16.8%
Toilet 26.7%
Kebocoran 13.7%; 13:07; 13.69%
Domestik 2.2%
Kebocoran 13.7%
Penggunaan air di luar ruangan sangat dipengaruhi oleh pola cuaca tahunan;
penggunaan air di iklim panas dan kering secara signifikan lebih tinggi daripada di iklim yang lebih dingin dan lebih basah.
Kebutuhan domestik ditentukan oleh adanya konsumen domestik, yang berasal dari data penduduk, pola kebiasaan dan tingkat hidup yang didukung adanya perkembangan sosial ekonomi yang memberikan kecenderungan peningkatan kebutuhan air bersih.
Semakin banyak jumlah orang, semakin banyak pula kebutuhan air.
Kebutuhan air domestik untuk kota dibagi dalam beberapa kategori, yaitu:
Kota kategori I (Metropolitan)
Kota kategori II (Kota Besar)
Kota kategori III (Kota Sedang)
Kota kategori IV (Kota Kecil)
Kota kategori V (Desa)Standar kebutuhan air domestik yaitu kebutuhan air bersih yang digunakan pada tempat-tempat hunian pribadi untuk memenuhi hajat hidup sehari-hari. Satuan yang dipakai adalah liter/orang/hari. Kebutuhan air per orang per hari disesuaikan dengan standar yang biasa digunakan serta kriteria pelayanan berdasarkan pada kategori kotanya.
Di dalamnya setiap kategori tertentu kebutuhan air per orang per hari berbeda-beda.
b. Kebutuhan Air Non Domestik
Air non domestik adalah air yang digunakan untuk keperluan industri, pariwisata, tempat ibadah, tempat sosial serta tempat komersil dan umum lainnya.
Standar penyediaan air non domestik ditentukan oleh banyaknya konsumen non domestik yang meliputi fasilitas seperti perkantoran, kesehatan, industri, komersial, umum, dan lainnya. Konsumsi non domestik terbagi menjadi beberapa kategori yaitu:
Umum, meliputi: tempat ibadah, rumah sakit, sekolah, terminal, kantor, dsb.
Komersil, meliputi: hotel, pasar, pertokoan, rumah makan, dsb.
Industri, meliputi: peternakan, industri, dsb.
Makin banyak jumlah sarana yang membutuhkan air, kebutuhan air akan makin banyak pula.
Kebutuhan air dapat sangat bervariasi di antara fasilitas komersial tergantung pada jenis kegiatan komersialnya. Misalnya sebuah gedung perkantoran kecil diharapkan menggunakan lebih sedikit air daripada restoran dengan ukuran yang sama. Selain jumlah air yang dibutuhkan oleh karyawan dan pelanggan untuk keperluan minum dan sanitasi, pengguna komersial mungkin membutuhkan air untuk beragam kegunaan seperti pendinginan, pelembab, pencucian, pembuatan es, penyiraman sayuran, air mancur hias,
dan irigasi lanskap. Sedangkan perkiraan kebutuhan air untuk fasilitas seperti rumah sakit dan sekolah biasanya didasarkan pada ukuran fasilitas dan jumlah air yang dibutuhkan untuk setiap pengguna di fasilitas tersebut.
Kebutuhan air non domestik menurut kriteria perencanaan pada Dinas PU dapat dilihat dalam tabel-tabel berikut ini:
Tabel Kebutuhan Air Non Domestik Kategori I, II, III, dan IV
Sektor Nilai Satuan
Sekolah 10 liter/murid/hari
Rumah Sakit 200 liter/bed/hari
Puskesmas 2.000 liter/hari
Masjid 3.000 liter/hari
Kantor 10 liter/pegawai/hari
Pasar 12.000 liter/hektar/hari
Hotel 150 liter/bed/hari
Rumah Makan 100 liter/tempat duduk/hari
Komplek Militer 60 liter/orang/hari
Kawasan Industri 0,2 – 0,8 liter/detik/hektar
Kawasan Pariwisata 0,1 – 0,3 liter/detik/hektar
Tabel Kebutuhan Air Non Domestik Kategori V (Desa)
Sektor Nilai Satuan
Sekolah 5 liter/murid/hari
Rumah Sakit 200 liter/bed/hari
Puskesmas 1.200 liter/hari
Hotel 90 liter/hari
Kawasan Industri 10 liter/hari
Tabel Kebutuhan Air Non Domestik Kategori Lain
Sektor Nilai Satuan
Lapangan Terbang 10 liter/detik
Pelabuhan 50 liter/detik
Stasiun KA dan Terminal Bus 10 liter/detik
Kawasan Industri 0,75 liter/hektar
Kebutuhan air non domestik ditentukan dari besarnya kebutuhan air domestik. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Indra Kusuma Sari, Lily Montarcih dan Dwi Priyantoro besarnya kebutuhan air non domestik dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:
1) Kota besar : (30 – 45) % x kebutuhan air domestik 2) Kota sedang : (20 – 30) % x kebutuhan air domestik 3) Kota kecil : (10 – 20) % x kebutuhan air domestik
Besarnya kebutuhan air non domestik menurut Pedoman Konstruksi dan Bangunan Departemen PU dibagi menjadi tiga kriteria berdasarkan jumlah penduduk. Kebutuhan air non domestik berdasarkan Pedoman Konstruksi dan Bangunan Departemen PU dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel Standar Kebutuhan Air Non Domestik Kriteria
(Jumlah Penduduk)
Jumlah Kebutuhan Air Domestik (% Kebutuhan Air Rumah Tangga)
>500.000 40
100.000 – 500.000 35
<100.000 25
Sumber
https://bpsdm.pu.go.id/center/pelatihan/uploads/edok/2018/11/920dd_2._Proyeksi_Kebutuha n_Air_dan_Identifikasi_Pola_Fluktuasi_Pemakaian_Air.docx.pdf.
Koch, Paul. 2010. Water Source: Principles and Practices of Water Supply Operations Series, Fourth Edition. America: American Water Works Association.
Kodoatie, Robert J. dan Roestam Sjarief. 2008. Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu, Edisi 2. CV. Yogyakarta: Andi Offset.