Apakah itu program KTG ?
KTG adalah singkatan dari
Komunitas Take and Give
Atau dalam bahasa kita Program
Saling Memberi dan
Menerima
1
Program KTG
diselenggarakan
Oleh
Mohuyula Bangun Ekonomi Rakyat ( M-BER )
berpusat di Gorontalo
dan memiliki perwakilan disetiap provinsi
seluruh wilayah RI
1
PROGRAM KTG
BUKANLAH
ARISAN BERANTAI, ATAU ARISAN BERJANGKA
PROGRAM KTG JUGA BUKAN MLM ATAU ( MULTI LEVEL MARKETING )
KTG ADALAH MURNI PROGRAM PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT MELALUI UPAYA PENGGALANGAN
KEBERSAMAAN YANG “SALING MEMBERI DAN
SALING MENERIMA” GUNA MENGATASI KESULITAN
SECARA BERSAMA DAN ATAU MENINGKATKAN
KESEJAHTERAAN SECARA BERSAMA
Karena program ini memposisikan masyarakat didua peran yakni ; Ada masyarakat yang berperan sebagai Pemberi dan ada masyarakat yang menjadi Penerima (secara bergiliran ).
Anggota yang menjadi Pemberi adalah ; Masyarakat yang akan berperan sebagai
pemberdaya Sedangkan Penerima adalah Masyarakat yang ikut program KTG dan berhak untuk diberdayakan melalui program ini.
Dengan demikian Pemberi dan Penerima secara bergantian diberdayakan, artinya ada kesepakatan bersama dimasyarakat sebagai anggota untuk saling memberdayakan diri
Program ini berangkat dari sebuah gagasan sederhana yakni ; Jika kita masyarakat di dinegeri yang berpenduduk sudah hampir mencapai 300
juta jiwa bersepakat, mengumpulkan uang Rp 100 / orang / hari, makasetiap harinya akan terkumpul dana 300.000.000 x Rp 100 =
Rp 30 Milyar ( tiga puluh milyar rupiah ) Jika 50 % dana yang terkumpuldijadikan Biaya Penyelenggaraan Program ( BPP ) dan 50 % menjadi Dana Pemberdayaan dan Kesejahteraan ( DPK ) seperti membantu mereka yang kesulitan modal usaha, terkena bencana alam, atau membantu mereka yang kesulitan biaya pengobatan, atau juga membantu membiayai studi anaknya, maka setiap hari akan ada 1.500 orang yang bisa di bantu dengan dana Rp 10 juta ( sepuluh juta rupiah ) per orangnya.
Itu berarti setiap tahun program ini akan mampu membantu ratusan ribu masyarakat negeri ini, memberdayakan ekonomi mereka bahkan mungkin ikut mengentaskan mereka dari belitan kemiskinannya tanpa harus membebani anggaran negara atau
.
Daerah ( APBN / APBD ), tapi cukup hanya dengan mengajak masyarakat mengumpulkan uang
Rp 100yang oleh masyarakat saat ini tidak lagi diperhitungkan sesuatu yang bernilai ekonomi, bahkan sudah dianggap sebagai limbah atau bahan rongsokan. Namun di program KTG uang receh seperti tersebut diatas akan bernilai manfaat yang besar karena bisa meningkatkan income per kapita dan daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama dalam upaya membantu masyarakat yang beberapa tahun terakhir ini kondisi ekonomi keluarganya merosot dampak pandemi covid 19, Maka program KTG ini menjadi salah satu solusi alternatifnya.
Yang perlu difahami bahwa program KTG bukanlah arisan yang jika menyetor misalnya Rp 100.000 kembalinya juga Rp 100.000, tetapi program KTG adalah murni program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penggalangan kebersamaan yang maksud dan tujuannya saling memberi d an menerima guna mengatasi kesulitan dan meningkatkan kesejahteraan bersama.
Program KTG memang akan lebih efektif manfaatnya jika didukung oleh keterlibatan banyak penduduk sebagaimana digambarkan diatas.
Namun jika program ini diselenggarakan di daerah – daerah di
Indonesia meski penduduknya yang terekrut hanya berkisar
1.000.000 orang anggota, maka formulasinya harus dirubah yakni
dengan menyesuaikan iurannya dengan keikut sertaan
masyarakat yang menjadi anggota, misalnya iuran KTG tetap Rp
100 / orang / hari dan penyaluran Dana Pemberdayaan dan
Kesejahteraannya ( DKP ) yang tadinya perhari dirubah menjadi
setiap bulan selama setahun atau 12 bulan dan Biaya
Penyelenggaraan Program ( BPP ) menjadi 50 %, maka simulasi
programnya menjadi seperti perhitungan yang tercantum
dihalaman berikut :
SIMULASI PROGRAM KTG
Dengan Iuran Rp 100 / Hari atau Rp 3.000 / orang / bulan atau Rp 36.000 / orang / tahun termasuk BPP dan anggota KTG yang terekrut sebanyak 1.000.000 orang peserta, maka perhitungannya menjadi :
Iuran anggota = Rp 100 / hari
Per bulan = Rp 3.000
Iuran KTG = Rp 3.000 x 1.000.000 = Rp 3.000.000.000.-
BPP pertahun = 50 % = Rp 18.000
BPP per bulan = Rp 18.000 : 12 x 1.000.000 = Rp 1.500.000.000
Jadi DPK tetap = Rp 1.500.000.000
Penyaluran DPK kepada 100 orang setiap bulan sebagai penerima dan 83.234 sebagai pemberi.
Periode pengundian DPK ( penggiliran peraih ) sebanyak 12 kali per
tahun ( 12 x 83.334 = 1.000.000 ) dalam hitungan setiap bulan , maka DPK yang disiapkan untuk 5 kategori adalah sebagai berikut :
Penerima Sat. Kategori DPK Jumlah
1 Org Peraih Ke-I @ Rp 75.000.000 = Rp 75.000.000
4 Org Peraih Ke-II @ Rp 30.000.000 = Rp 120.000.000
20 Org Peraih Ke-III @ Rp 15.000.000 = Rp 300.000.000
75 org Peraih Ke-IV @ Rp 7.500.000 = Rp 562.500.000
( Pemberi )
83.234 Org Peraih Ke-V @ Rp 5. 316 = Rp 442.500.000
Total = Rp 1.500.000.000
NO Penyelenggara Personalia Insentif
Per bulan JUMLAH
1 Penanggung jawab 5 Orang Rp 6.000.000 Rp 30.000.000 2 Koodinator Provinsi 10 Orang Rp 5.000.000 Rp 50.000.000 3 Koordinator Kab/Kota 20 Orang Rp 4.000.000 Rp 80.000.000
4 Koordinator
Kecamatan 50 Orang Rp 3.000.000 Rp 150.000.000 5 Pendamping Pokmas 500
Pokmas Rp 2.000.000 Rp 1.000.000.000
Total Rp 1.310.000.000
Jasa perekrutan Anggota KTG
NO Penyelenggara Target anggota ( Orang )
Jasa Rekrutan anggota
KTG Jumlah
1 Penanggung jawab 1.000.000 Rp 6 Rp 6.000.000
2 Koodinator Provinsi 100,000 Rp 50 Rp 5.000.000
3 Koordinator Kab/Kota 50.000 Rp 80 Rp 4.000.000
4 Koordinator
Kecamatan 20.000 Rp 150 Rp 3.000.000
5 Pendamping Pokmas 2.000 Rp 1.000 Rp 2.000.000
Pemanfaatan Sisa Dana BPP per bulan
Dan penerimaan Dana Pengembangan lembaga penyelenggara setiap bulan
Sisa BPP Rp Rp 1.500.000.000 – Rp 1.310.000.000 = Rp 190.000.000 digunakan untuk :
1) Dana Pengembangan M-BER dan BOP Penyelenggara
M-BER Provinsi = 80 % x Rp 190.000.000 = Rp 152.000.000
M-BER Pusat = 20 % x Rp 190.000.000 = Rp 38.000.000 2) Pajak penyelenggara ( Pph 21 )
3) Biaya tal terduga lainnya
PENENTUAN PERAIH / PENERIMA DANA PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN ( DPK )
1. Penentuan peraih atau penerima Dana Pemberdayan dan Kesejahteraan ( DPK ) akan dilakukan berdasarkan undian nomor urut pendaftaran anggota KTG ( 1 s/d 1.000.000 ) Artinya semua anggota memiliki kesempatan yang sama untuk meraih DPK urutan ke-I s/d urutan ke-V
2. Penjadwalan peraih dalam 12 kali pengundian dilakukan dihadapan Notaris, Kepolisian dan perwakilan Pemerintah serta perwakilan anggota KTG didaerah penyelenggara, yang dimulai dengan penentuan Pokmas peraih selanjutnya anggota peraih dan hasilnya akan diumumkan dimedia massa dan media sosial yang didaftarkan anggota dan yang dimiliki penyelenggara.
3. Setoran iuran KTG untuk 12 kali Pengundian ( penentuan peraih ) sudah diserahkan pada saat pendaftaran yakni Rp 36.000
4. Bagi para AU ( Anggota Utama ) yang membina 5 Orang anggota Binaan ( AB ) sebesar Rp 36.000 x 5 = Rp 180.000.- maka setoran iurannya dapat diangsur 2 ( dua ) kali dimana angsuran pertama pada saat pendaftaran = Rp 80.000. Dan angsuran ke-2 setelah pengundian Rp 100.000 .
5. Karena semua anggota memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan DPK maka untuk menentukan para peraih DKP setiap bulan, akan ditempuh upaya pengundian atau penjadwalan peraih kepada 83.334 anggota, yang berarti setelah 12 kali pengundian semua anggota sudah mendapatkan giliran penjadwalannya. (83.334 x 12 = 1.000.000 )
6. Ketika program KTG sudah jalan lalu ada masyarakat yang berkeinginan untuk ikut program ini, maka mereka bisa diikutsertakan pada pengundian yang sedang berlangsung, namun tidak berhak diikutsertakan pada pengundian untuk mendapatkan DPK urutan ke-I, dan II tapi hanya bisa dikutkan untuk mendapatkan DPK urutan ke III dan ke- IV .
7. Namun jika para anggota susulan menginginkan untuk bisa ikut semua DPK yang disiapkan penyelenggara, maka syarat anggota susulannya sudah genap berjumlah 1.000.000 orang peserta lagi, maka pengundian akan diselenggarakan untuk kelompok yang baru dengan hak DPK dan penggunaan BPP yang sama serta jadwal penjadwalan peraih atau pengundian tersendiri.
8. Untuk mengatasi kekurangan anggota, Penmas selaku penanggung jawab setiap Pokmas KTG disetiap kecamatan atau kelurahan / desa dapat merekrut anggota dilain kelurahan / desa yang terdekat atau AU dapat merekrut anggota KTG yang sudah direkrut oleh AU lain, dengan ketentuan hanya dibatasi 5 ( lima ) kali dengan nama yang sama dan hanya diberikan kode 1,2.3,4 dan 5
9. Anggota yang sudah resmi terdaftar sebagai anggota KTG dan meninggal dunia pada saat periode berlangsung yang dibuktikan dengan akta kematian yang dikeluarkan instansi resmi ( pemerintah ), tanpa melalui proses pengundian, secara otomatis akan mendapatkan santunan Duka Rp 3.600.000 dan jika namanya terdaftar 5 kali maka dananya juga 5 kali yakni Rp 18.000.000 diambil dari DPK urutan ke-IV yang penyerahannya akan dilakukan oleh penyelenggara M-BER dan Pokmas dimana yang ybs terdaftar.
10. Anggota yang hanya berhasil mendapatkan DPK urutan ke-V pada bulan itu atau yang berperan sebagai Pemberi, akan mendapat pelayanan disetiap Pokmas KTG untuk mendapatkan pinjaman Modal Usaha tanpa bunga atau hanya dikenakan biaya administrasi yang disepakati bersama disetiap pokmas yang sudah memiliki alokasi DUK dan sesuai dana yang tersedia di setiap Pokmas KTG, dengan catatan terlebih dahulu mengajukan proposal pinjaman sejumlah Rp 500.000 s/d Rp 1.000.000 yang diverifikasi oleh Pokmas dimana ybs terdaftar dengan syarat-syarat dan kelayakan usahanya atau masuk dalam kriteria masyarakat yang wajib dan wajar dibantu.
1. Setoran simpanan anggota KTG Rp 100 / hari atau Rp 3.000 per bulan atau Rp 36.000 / tahun termasuk BPP 50 % dengan anggota KTG 1.000.000 orang, maka pemanfaatannya yakni :
NO DPK SA T
DUK ( Dana Usaha
Kecil )
DIS ( Dana Infaq dan Shodaqah )
DPK YANG
DITERIMA JUMLAH
I @ Rp 75.000.000 1 Rp 24.000.000 Rp 1.000.000 Rp 50.000.000 Rp 50.000.000
II @ Rp 30.000.000 4 Rp 4.000.000 Rp 1.000.000 Rp 25.000.000 Rp 100.000.000
III @ Rp 15.000.000 20 Rp 4.500.000 Rp 500.000 Rp 10.000.000 Rp 200.000.000
IV @ Rp 7.500.000 75 Rp 2.000.000 Rp 500.000 Rp 5.000.000 Rp 375.000.000
V @ Rp 5.316 83.234 Rp 4. 000 Rp 1.000 Rp 316 Rp 26.301.944
Total Rp 1.500.000.000 83.334 Rp 612.936.000 Rp 135.900.000 Rp 751.301.994
% Pemanfaatan Dana 40,86 % 9.06 % 50,08 %
2.
Bagi yang hanya mendapatkan giliran meraih DPK urutan ke-V berarti telah berperan sebagai PEMBERI Dengan setoran iurannya Rp 100 / hari termasuk BPP 50%, telah bernilai manfaat kepada banyak orang, baik kepada sesama anggota KTG maupun masyarakat umum lainnya seperti kaum duafa, fakir mikin, tua renta dan anak-anak terlantar karena telah menunjukkan Kepedulian dan Keberpihakannya melalui program ini. Dan jika dihitung–hitung selama setahun semua anggota KTG dibaratkan seperti mengisi kotak amal dengan nilai Rp 700 / minggu dan sebagai bentuk nyata pemberdayaan dimaksud terlihat pada :I. Adanya 1.200 orang anggota KTG sebagai PENERIMA yang bisa diberdayakan melalui program ini dengan total dana yang diterima Rp 751.301.994 setiap bulan
II. Dibagikannya Dana Infaq dan Shodaqah ( DIS ) yang 2,5 % nya disalurkan kepada yang berhak menerima ( Fakir miskin, tua renta dan kaum Duafa serta anak-anak terlantar atau kepada anggota yang mendapatkan musibah bencana alam dan kebakaran sebesar Rp 135.900.000 yang ada di 42 pokmas sejumlah Rp 3.235.714 dan penyalurannya berdasarkan data yang diberikan oleh setiap pokmas dan 50 % nya disumbangkan menjadi dana pengembangan olah raga didaerah-daerah penyelenggara program KTG
III.
digulirkannya Dana Usaha Kecil ( DUK ) yang besarnya Rp 612.936.000 + Rp 26.301.944 = Rp 639.237.944 setiap bulan kepada 42 pokmas KTG dengan dana Rp 15.219.951 setiap Pokmas selama setahun melalui pengajuan proposal usaha untuk mendapatkan pinjaman dana tanpa bunga disetiap Pokmas dengan dana Rp 500.000 s/d Rp 1.000.000 / anggota dengan syarat utama adalah anggota peserta program KTG minimal sudah 3 bulan serta telah melalui uji kelayakan Pokmas KTG yang dibentuk penyelenggara disetiap Kecamatan s/d Kelurahan dan Desa didaerah-daerah penyelenggara program KTG di Jabar. Dan DUK ini akan menjadi Dana Hibah Bergulir program KTG ( DHB-KTG ) yang menjadi milik abadi setiap pokmas KTG.3. Dengan demikian program KTG
lebih memungkinkan untuk bisa
memberdayakan masyarakat dibanding program yang lain dan serupa
dengan program KTG, meski program seperti KTG belum pernah ada
sebelumnya.
4. Sedangkan cara bergabung diprogram ini sangat mudah yakni dengan hanya :
a.Mengirim WA ke M-BER Penyelenggara dinomor WA 087823066570 atau di nomor-nomor / grup WA disetiap pokmas selaku penyelenggara program KTG disetiap kecamatan dan kelurahan / desa dan selanjutnya akan mendapatkan Kartu Identitas Anggota ( KIA ) Sementara seperti contoh dibawah ini
.
b. Setelah menyetor Simpanan KTG disetiap Pokmas KTG dan selanjutnya Pokmas akan mengirim setorannya dinomor
rekening 0119054303100 ( Bank bjb ) a/n M-BER Jabar dan mengirim Resi pengiriman ( Bukti transfer ) ke nomor admin penyelenggara maka anda akan mendapatkan Kartu Anggota KTG yang sudah berisi Nomor Anggota yang menjadi nomor resmi anda diprogram KTG ini.
1. Membantu pemerintah dalam upayanya mengentaskan kemiskinan masyarakat, dan ikut menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang saat ini sedang mengalami kelesuan akibat dampak pandemi covid 19
2. Menciptakan lapangan kerja baru baik sebagai penyelenggara maupun sebagai pendamping masyarakat ( Penmas ) karena setiap kelurahan/desa akan mendapatkan pendampingan Kelompok masyarakat ( Pokmas KTG )
3. Mereduksi praktek-praktek perjudian secara masal yang ada dimasyarakat seperti yang lagi marak sekarang ini berupa Game online, Investasi bodong dan lain sebagainya.
4. Meningkatkan pendapatan daerah / devisa
negara melalui sektor pajak (
Pph 21 )5. Meningkatkan kepercayaan pihak Bank untuk membantu penguatan modal kepada
Kelompok Masyarakat ( Pokmas ) disetiap kecamatan dan kelurahan / Desa
6. Menumbuhkan budaya saling memberi dan menerima dan pada gilirannya akan meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan menjaga keutuhan bangsa.
7. Membantu negara untuk mewujudkan cita-cita bangsa yakni masyarakat yang adil makmur sejahtera.
8. Bisa membantu dalam upaya menggalang
kebersamaa untuk menentukan pilihan
Demikian program pemberdayan ini ditawarkan kepada masyarakat dan pemerintah Provinsi Jawa Barat, guna menjadi program alternatif pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, tanpa harus menunggu alokasi anggaran pemerintah, juga dirasa iurannya tidak memberatkan masyarakat, karena uang receh Rp 100 saat ini tidak lagi berari apa-apa bahkan sudah dianggap limbah atau bahan rongsokan, namun diprogram KTG dijadikan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat didaerah ini.
Ditetapkan di : Jabar
Pada Tanggal : 20 Mei 2022
Badan Pengurus
Perkumpulan Mohuyula Bangun Ekonomi Rakyat ( M-BER ) Penyelenggara Program KTG Provinsi Jawa Barat
Drs H. Miftahussalam M.Si Suhastin Santyati SE Drs. Adang Sugiono MM
Ketua Sekretaris Bendahara