38
Universitas Kristen Petra
4. ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Restoran De Soematra Surabaya
De Soematra Function House 1910 terletak di Jalan Sumatera No. 75 – Surabaya, sebuah bangunan kolonial yang elegan dan mewah. Diantaranya, itu pernah ditempati oleh Biro Aristech AIA (Algemeen Ingenieurs en Architecten Bureau), perusahaan arsitektur dan teknik terkenal selama periode Belanda yang memproduksi markah tanah lokal seperti Gedung Internasional. Salah satu bangunan tertua di Surabaya, memiliki fitur yang paling banyak dicari pada periode itu, rinciannya adalah seperti langit-langit setinggi 6 meter, panel kayu, dan panel kaca inset dalam pintu. Dikembalikan ke kemegahan dengan cinta, De Soematra Function House 1910 adalah showcase utama Surabaya dalam kemewahan kolonial. Pada akhir 2012, De Soematra Function House 1910 telah terpilih sebagai salah satu Warisan Budaya "Cagar Budaya" di Surabaya-Jawa Timur.
Di tengah-tengah lingkungan colonial yang otentik, De Soematra Function House adalah tempat yang megah, berkelas tinggi dan multi fungsi yang mengkhususkan diri dalam mengadakan acara khusus yang mengesankan dan unik. Suasana mewah dan layanan bintang lima membedakannya dari setiap tempat lain atau function hall di daerah surabaya. Selain bangunan yang indah, dekorasi seperti beragam rangkaian bunga tertata rapi dan cantik mulai dari pintu masuk hingga ke dalam ruangan pribadi, meja hingga lemari dan kabinet. Para tamu dapat menikmati ruang tunggu dan empat ruang makan pribadi serta dua ruangan multifungsi yang terletak outdoor di taman yang dapat digunakan. Setiap ruangan pribadi dilengkapi meja bundar yang besar yang digunakan untuk dua orang yang memberikan kesan eksklusif dan romantis.
Restoran De Soematra menyajikan set menu yang bisa dipilih sesuai dengan selera dan terdapat perbedaan harga disetiap set menu. Salah satu hidangan pembuka yang ada di restoran De Soematra adalah “pan fried baby lobster with ratatouille, spicy tomato, eggplant caviar & basil oil”, hidangan ini dimasak dengan baik sehingga tidak berbau amis meskipun hidangan ini adalah
39
Universitas Kristen Petra
seafood. Lobster yang dihidangkan lembut, sangat cocok dengan saus dan side dish yang ada.
Pada awalnya restoran De Soematra hanya menyediakan set menu, tapi sekarang mereka telah menambah type of menu yaitu ala carte. Dimana setiap menu yang ada di set menu dibuat agar dapat dipesan secara ala carte atau terpisah tanpa harus memesan set menu sekaligus. Restoran De Soematra menyediakan ruangan pribadi hanya untuk konsumen yang memesan set menu, sedangkan outdoor digunakan untuk konsumen yang memesan ala carte.
Jikalau berencana untuk mengadakan workshop perusahaan, pameran mode atau pernikahan, ulang tahun maupun high tea di De Soematra Function House 1910, akan menjadi sebuah acara yang berkesan dan tidak terlupakan.
4.2 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian 4.2.1 Hasil Uji Validitas
Uji Validitas dilakukan kepada 30 responden pertama. Menurut Ghozali (2009) suatu pernyataan dikatakan valid apabila rhitung > rtabel. Tingkat signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5%, maka didapat rtabel adalah 0.195.
Hasil pengolahan uji validitas terhadap butir – butir pertanyaan yang telah diajukan kepada 30 responden pertama akan dipaparkan pada tabel di bawah ini:
40
Universitas Kristen Petra
Tabel 4. 1 Uji Validitas
Pernyataan Korelasi
Pearson
R tabel Keterangan
Variabel Atmosfer Bangunan Restoran De Soematra
Surabaya terlihat menarik 0.872 0.195 Valid
Interior Restoran De Soematra
Surabaya terlihat menarik 0.898 0.195 Valid
Tata letak ruangan Restoran De Soematra Surabaya tertata dengan rapi
0.815 0.195 Valid
Dekorasi Restoran De Soematra
Surabaya sesuai dengan tema klasik 0.730 0.195 Valid Variable Kualitas Makanan
Rasa makanan yang disajikan oleh
Restoran De Soematra Surabaya enak 0.715 0.195 Valid Makanan yang disajikan oleh
Restoran De Soematra Surabaya memiliki kandungan gizi yang baik
0.816 0.195 Valid
Restoran De Soematra Surabaya menawarkan berbagai macam variasi menu
0.728 0.195 Valid
Restoran De Soematra Surabaya menyajikan makanan yang segar (Contoh : Makanan yang seharusnya hangat, saat disajikan masih hangat.
Makanan yang seharusnya disajikan dingin, saat disajikan masih dingin.)
0.738 0.195 Valid
Aroma dari makanan yang disajikan oleh Restoran De Soematra Surabaya menggugah selera
0.659 0.195 Valid
Penampilan makanan Restoran De Soematra Surabaya menarik secara visual
0.470 0.195 Valid
41
Universitas Kristen Petra
Pernyataan Korelasi
Pearson
R tabel Keterangan
Variable Kualitas Layanan Karyawan Restoran De Soematra Surabaya menyajikan makanan sesuai pesanan Saya
0.712 0.195 Valid
Karyawan Restoran De Soematra Surabaya membuat nota dengan benar
(Sesuai dengan pesanan)
0.476 0.195 Valid
Karyawan Restoran De Soematra Surabaya dapat memberikan pelayanan dengan cepat
0.578 0.195 Valid
Karyawan Restoran De Soematra Surabaya tanggap terhadap kebutuhan Saya
0.629 0.195 Valid
Karyawan Restoran De Soematra
Surabaya melayani dengan sopan 0.760 0.195 Valid Karyawan Restoran De Soematra
Surabaya memiliki pengetahuan yang baik tentang menu yang ditawarkan
0.402 0.195 Valid
Karyawan Restoran De Soematra Surabaya melayani Saya dengan ramah
0.730 0.195 Valid
Karyawan Restoran De Soematra Surabaya memberikan perhatian personal kepada Saya
0.616 0.195 Valid
Karyawan Restoran De Soematra Surabaya menanyakan saran dan komentar Saya mengenai layanan Restoran De Soematra Surabaya
0.668 0.195 Valid
Variable Perceived Value Apa yang saya terima di Restoran De Soematra Surabaya sesuai dengan apa yang Saya korbankan
(Waktu, tenaga, biaya)
0.850 0.195 Valid
Pengalaman fine dining di Restoran De Soematra Surabaya sesuai dengan biaya yang dikeluarkan
0.881 0.195 Valid
Apa yang Saya terima di Restoran De Soematra Surabaya lebih baik jika dibandingkan dengan restoran fine dining lainnya
0.909 0.195 Valid
Sumber : Lampiran 2
42
Universitas Kristen Petra
4.2.2 Hasil Uji Reliabilitas
Hasil kuesioner dikatakan reliabel apabila memiliki nilai cronbach’s alpha lebih dari 0.6. Berikut hasil uji reliabilitas pada setiap variabel:
Tabel 4.2 Uji Reliabilitas Variabel Cronbach’s
Alpha
Ketetapan Keterangan
Atmosfer (X1) 0.849 0.6 Reliabel
Kualitas Makanan (X2) 0.775 0.6 Reliabel
Kualitas Layanan (X3) 0.792 0.6 Reliabel
Perceived Value (Y) 0.852 0.6 Reliabel
Sumber : Lampiran 3
Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa semua variabel memiliki nilai diatas 0.6. Jadi dapat disimpulkan bahwa semua variabel dinyatakan reliabel.
4.3 Profil Responden
Berikut ini adalah uraian gambaran umum subjek penelitian berdasakan jenis kelamin, usia, jenis pekerjaan, pendidikan terakhir, total uang saku atau pendapatan setiap bulan, berapa kali kunjungan dilakukan dalam enam bulan terakhir, pernah mencoba set menu atau ala carte atau keduanya, berapa besar pengeluaran setiap kali bertransaksi di Restoran De Soematra, dari mana mengetahui mengenai Restoran De Soematra.
Tabel 4.3 Profil responden berdasarkan jenis kelamin.
Jenis Kelamin Frekuensi Presentase (%)
Pria 46 46.0%
Wanita 54 54.0%
Total 100 100.0%
Sumber : Lampiran 4
Berdasarkan tabel 4.1, diketahui bahwa responden Restoran De Soematra Surabaya wanita berjumlah 54. Sedangkan sisanya 46 adalah responden laki- laki.
Hal ini menunjukkan mayoritas responden adalah wanita.
43
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.4 Profil responden berdasarkan usia
Usia Frekuensi Presentase (%)
17-24 tahun 64 64.0%
25-32 tahun 21 21.0%
33-40 tahun 9 9.0%
Diatas 41 tahun 6 6.0%
Total 100 100.0%
Sumber : Lampiran 4
Dari tabel di atas, diketahui bahwa responden di Restoran De Soematra Surabaya yang berusia 17-24 tahun sebanyak 64 orang, 25-32 tahun sebanyak 13 orang, 33-40 tahun sebanyak 11 orang, diatas 41 tahun sebanyak 9 orang. Hal ini menunjukkan sampel didominasi oleh responden berusia 17-24 tahun.
Tabel 4.5 Profil responden berdasarkan jenis pekerjaan.
Jenis Pekerjaan Frekuensi Presentase (%)
Pelajar / Mahasiswa 39 39.0%
Pegawai negeri 1 1.0%
Pegawai swasta 27 27.0%
Wiraswasta 16 16.0%
Profesional 17 17.0%
Total 100 100.0%
Sumber : Lampiran 4
Tabel di atas menunjukkan bahwa responden yang berprofesi sebagai pelajar / mahasiswa sebanyak 39 orang, pegawai swasta sebanyak 27 orang, professional sebanyak 17 orang, wiraswasta sebanyak 16 orang, dan sebagai pegawai negeri sebanyak 1 orang. Hasil ini menunjukkan mayoritas responden merupakan pelajar / mahasiswa.
44
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.6 Profil responden berdasarkan pendidikan terakhir Pendidikan Terakhir Frekuensi Presentase (%)
Dibawah SMA / SMK 1 1.0%
SMA / SMK / Sederajat 34 34.0%
Diploma / Sederajat 7 7.0%
S1 46 46.0%
Diatas S1 12 12.0%
Total 100 100.0%
Sumber : Lampiran 4
Tabel di atas menunjukkan responden Restoran De Soematra Surabaya yang memiliki pendidikan terakhir Sarjana (S1) sebanyak 46 orang, SMA atau SMK dan sederajat sebanyak 34 orang, diatas Sarjana (S1) sebanyak 12 orang, Diploma atau sewderajat sebanyak 7 orang, dibawah SMA atau SMK sebanyak 1 orang. Hasil ini menyimpulkan bahwa responden didominasi oleh orang yang memiliki pendidikan terakhir Sarjana (S1) dan SMA atau SMK.
Tabel 4.7 Profil responden berdasarkan total uang saku atau pendapatan setiap bulan.
Total uang saku atau
pendapatan setiap bulan Frekuensi Presentase (%) Dibawah atau sama dengan
Rp 1.999.999
15 15.0%
Rp 2.000.000 - Rp 4.999.999
43 43.0%
Rp 5.000.000 - Rp 7.999.999
22 22.0%
Diatas atau sama dengan Rp 8.000.000
20 20.0%
Total 100 100.0%
Sumber : Lampiran 4
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa responden yang memiliki uang saku atau pendapatan sebesar Rp 2.000.000-Rp 4.999.999 adalah 43 orang, Rp 5.000.000-Rp 7.999.999 sebanyak 22 orang, lebih dari Rp 8.000.000 sebanyak
45
Universitas Kristen Petra
20 orang, dan kurang dari Rp 2.000.000 sebanyak 15 orang. Hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas responden di Restoran De Soematra Surabaya memiliki pendapatan atau uang saku sebesar Rp 2.000.000-Rp 4.999.999
Tabel 4.8 Profil responden berdasarkan kunjungan dalam enam bulan terakhir
Jumlah Kunjungan Frekuensi Presentase (%)
1 – 2 kali 73 73.0%
3 – 4 kali 20 20.0%
5 – 6 kali 5 5.0%
7 – 8 kali 2 2.0%
Total 100 100.0%
Sumber : Lampiran 4
Tabel di atas menunjukkan bahwa responden di Restoran De Soematra Surabaya yang telah melakukan kunjungan dalam enam bulan terakhir sebanyak 1–2 kali adalah 73 orang, 3–4 kali sebanyak 20 orang, 5–6 kali sebanyak 5 orang, dan 7–8 kali sebanyak 2 orang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden melakukan kunjungan di Restoran De Soematra Surabaya dalam enam bulan terakhir adalah sebanyak 1 – 2 kali.
Tabel 4.9 Profil responden berdasarkan type of menu
Type of Menu Frekuensi Presentase (%)
Set menu 41 41.0%
Ala carte 25 25.0%
Set menu dan Ala carte 34 34.0%
Total 100 100.0%
Sumber : Lampiran 4
Dari tabel di atas ditunjukkan bahwa responden yang pernah mencoba set menu sebanyak 41 orang, set menu dan ala carte sebanyak 34 orang, dan ala carte sebanyak 25 orang. Hasil dari tabel tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden yang pernah mencoba set menu di Restoran De Soematra Surabaya adalah sebanyak 41 orang.
46
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.10 Profil responden berdasarkan total pengeluaran setiap transaksi Total Pengeluaran Frekuensi Presentase (%) Dibawah atau sama dengan
Rp 499.999
29 29.0%
Rp 500.000- Rp 999.999 37 37.0%
Rp 1.000.000- Rp 1.999.999 21 21.0%
Diatas atau sama dengan Rp 2.000.000
13 13.0%
Total 100 100.0%
Sumber : Lampiran 4
Dari hasil tabel tersebut dapat diketahui bahwa responden yang pengeluarannya setiap melakukan transaksi di Restoran De Soematra Surabaya sebesar Rp500.000-Rp999.999 sebanyak 37 orang, kurang dari Rp499.999 sebanyak 29 orang, Rp1.000.000-Rp1.999.999 sebanyak 21 orang, dan lebih dari Rp 2.000.000 sebanyak 13 orang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pengeluaran responden setiap kali melakukan transaksi di Restoran De Soematra Surabaya sebesar Rp 500.000 – Rp 999.999.
Tabel 4.11 Profil responden berdasarkan dari mana konsumen mengetahui Konsumen Mengetahui Frekuensi Presentase (%)
Teman 21 21.0%
Keluarga 11 11.0%
Internet 67 67.0%
Rekan Bisnis 1 1.0%
Total 100 100.0%
Sumber : Lampiran 4
Dari hasil tabel tersebut dapat diketahui bahwa responden mengetahui mengenai Restoran De Soematra Surabaya dari internet sebanyak sebanyak 67 orang, teman sebanyak 21 orang, keluarga sebanyak 11 orang, dan rekan bisnis
47
Universitas Kristen Petra
sebanyak 1 orang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden mengetahui mengenai Restoran De Soemtra adala melalui internet.
4.4 Analisa Statistik Deskriptif
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan batasan nilai untuk setiap kelas yang dihitung dengan rumus berikut (Neuman, 2003).
(4.1)
Karena dalam penelitian ini menggunakan skala Likert 1 sampai dengan 5, maka didapat hasil hitung sebagai berikut :
= 0.8
Dalam penelitian ini terdapat tiga kelas, yaitu : sangat buruk, netral, dan sangat bagus. Maka batasan nilai untuk setiap kelas adalah 0.8 sehingga pembagian nilai untuk setiap kelas adalah sebagai berikut :
Tabel 4.12 Skala Interval
Kategori Batasan
Sangat Buruk 1 – 1,8
Buruk 1,81 – 2,60
Netral 2,61 – 3,40
Baik 3,41 – 4,20
Sangat Baik 4,21 – 5
Sumber: Olahan Peneliti
48
Universitas Kristen Petra
4.4.1 Mean
Tabel 4.13 Mean variabel Atmosfer
Atmosfer Mean Kategori
Bangunan Restoran De Soematra Surabaya terlihat
menarik 3.96
Baik Interior Restoran De Soematra Surabaya terlihat
menarik 4.19
Baik Tata letak ruangan Restoran De Soematra
Surabaya tertata dengan rapi 4.13
Baik Dekorasi Restoran De Soematra Surabaya sesuai
dengan tema klasik 4.33
Sangat Baik
Total 4.15 Baik
Sumber : Lampiran 5
Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadap indikator–indikator Atmosfer yaitu indikator X1.1 tergolong baik, indikator X1.2 tergolong baik, indikator X1.3 tergolong baik dan indikator X1.4 tergolong sangat baik. Secara keseluruhan kepuasan responden di Restoran De Soematra Surabaya tergolong baik. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata- rata sebesar 4,15.
Tabel 4.14 Mean dari variabel Kualitas Makanan
Kualitas Makanan Mean Kategori
Rasa makanan yang disajikan oleh Restoran De
Soematra Surabaya enak 3.92
Baik Makanan yang disajikan oleh Restoran De
Soematra Surabaya memiliki kandungan gizi
yang baik 3.81
Baik
Restoran De Soematra Surabaya menawarkan
berbagai macam variasi menu 3.88
Baik Restoran De Soematra Surabaya menyajikan
makanan yang segar
(Contoh : Makanan yang seharusnya hangat, saat disajikan masih hangat. Makanan yang
seharusnya disajikan dingin, saat disajikan masih
dingin.) 4.13
Baik
Aroma dari makanan yang disajikan oleh Restoran De Soematra Surabaya menggugah
selera 3.99
Baik
Penampilan makanan Restoran De Soematra
Surabaya menarik secara visual 4.25
Sangat Baik
Total 3.99 Baik
Sumber : Lampiran 5
49
Universitas Kristen Petra
Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadap indikator-indikator yang digunakan untuk mengukur variabel Kualitas Makanan di Restoran De Soematra Surabaya adalah baik dan sangat baik. Secara keseluruhan Kualitas Makanan di Restoran De Soematra Surabaya baik. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata- rata sebesar 3.99.
Tabel 4.15 Mean dari variabel Kualitas Layanan
Sumber : Lampiran 5
Dari tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa responden menilai indikator–
indikator yang dimiliki oleh variable Kualitas Layanan di restoran De Soematra baik. Ditunjukkan dengan nilai rata-rata 4.12 yang tergolong baik.
Kualitas Layanan Mean Kategori
Karyawan Restoran De Soematra Surabaya
menyajikan makanan sesuai pesanan Saya 4.30
Sangat Baik Karyawan Restoran De Soematra Surabaya
membuat nota dengan benar (Sesuai dengan
pesanan) 4.20
Baik
Karyawan Restoran De Soematra Surabaya
dapat memberikan pelayanan dengan cepat 3.98
Baik Karyawan Restoran De Soematra Surabaya
tanggap terhadap kebutuhan Saya 4.04
Baik Karyawan Restoran De Soematra Surabaya
melayani dengan sopan 4.30
Sangat Baik Karyawan Restoran De Soematra Surabaya
memiliki pengetahuan yang baik tentang menu
yang ditawarkan 4.16
Baik
Karyawan Restoran De Soematra Surabaya
melayani Saya dengan ramah 4.22
Sangat Baik Karyawan Restoran De Soematra Surabaya
memberikan perhatian personal kepada Saya 4.01
Baik Karyawan Restoran De Soematra Surabaya
menanyakan saran dan komentar Saya mengenai layanan Restoran De Soematra
Surabaya 3.90
Baik
Total 4.12 Baik
50
Universitas Kristen Petra
Tabel 4.16 Mean dari variabel Perceived Value
Perceived Value Mean Kategori
Apa yang saya terima di Restoran De Soematra Surabaya sesuai dengan apa yang Saya
korbankan (Waktu, tenaga, biaya) 3.89
Baik
Pengalaman fine dining di Restoran De Soematra
Surabaya sesuai dengan biaya yang dikeluarkan 4.11
Baik Apa yang Saya terima di Restoran De Soematra
Surabaya lebih baik jika dibandingkan dengan
restoran fine dining lainnya 4.03
Baik
Total 4.01 Baik
Sumber : Lampiran 5
Berdasarkan tabel di atas, penilaian responden terhadap indikator–
indikator yang dimiliki oleh variable Perceived Value adalah baik. Secara keseluruhan konsumen Restoran De Soematra Surabaya memiliki pengalaman fine dining yang sesuai dengan biaya yang dikeluarkan dan bahwa apa yang diterima di Restoran De Soematra lebih baik jika dibanding dengan restoran fine dining lainnya. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata sebesar 4.01.
4.5 Hasil Uji Asumsi Klasik 4.5.1 Hasil Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinearitas diperlukan untuk mengetahui apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas. Kemiripan antar variabel indenpenden dalam suatu model menyebabkan terjadinya korelasi yang sangat kuat antara suatu variabel independen dengan variabel independen lainnya. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel bebasnya.
Deteksi Multikolinearitas pada suatu model dapat dilihat dari beberapa hal , yaitu jika Variance Inflation Factor ( VIF) kurang dari 10 dan jika nilai toleransi lebih dari 0.1, maka model dapat dikatakan terbebas dari multikolinearitas.
Dalam penelitian ini diperoleh nilai VIF seperti tabel di bawah ini:
51
Universitas Kristen Petra
Tabel 4. 17 Uji Multikolinearitas
Model Collinearity Statistic
Tolerance VIF
Atmosfer 0.532 1.881
Kualitas Makanan 0.402 2.489
Kualitas Layanan 0.420 2.380
Sumber : Lampiran 6
Berdasarkan tabel 4.25 dapat dilihat bahwa masing-masing variabel independen yaitu atmosfer, kualitas makanan, dan kualitas layanan mempunyai nilai tolerance lebih dari 0,1 yang berarti tidak ada korelasi antar variabel independen. Hasil perhitungan nilai variance inflation factor (VIF) juga menunjukkan hal yang sama. Keempat variabel independen di atas memiliki nilai VIF kurang dari 10. Dengan demikian dapat disimpulkan dalam model regresi tidak terjadi multikolinieritas antar variabel independen tersebut.
4.5.2 Hasil Uji Normalitas
Uji normalitas pada penelitian ini digunakan untuk menguji apakah variabel atmosfer ,kualitas makanan, kualitas layanan, dan perceived value memiliki distribusi normal atau tidak. Uji ini menggunakan uji one sample kolmogorov-smirnov test. Tingkat signifikansi yang digunakan adalah 5%. Data dikatakan normal jika probabilitas Asymp.Sig. (two-tailed) > 0,05. Berikut hasil pengujian dengan SPSS 16.0.
Tabel 4.18 Hasil Uji Normalitas
Unstandarized Residual
N 100
Kolmogorov-Smirnov Z 1.015
Asymp. Sig. (2-tailed) 0.254
Sumber: Lampiran 7
Hasil uji normalitas pada tabel 4.26 di atas didapatkan nilai Kolmogorov Smirnov sebesar 1.015. Dari tabel di atas juga dapat terlihat bahwa nilai
52
Universitas Kristen Petra
Kolmogorov Smirnov untuk persamaan regresi signifikan di atas 0,05. Hal ini berarti bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas.
4.5.3 Hasil Uji Heteroskedastisitas
Model Regresi dikatakan kurang baik apabila varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain berbeda (heteroskedastisitas). Heteroskedastisitas dapat dilihat melalui grafik plot antara nilai prediksi variabel independen dengan residualnya. Apabila pola pada grafik ditunjukkan dengan titik-titik menyebar secara acak (tanpa pola yang jelas) serta tersebar di atas maupun di bawah angka 0 dan sumbu Y, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi atau terjadi homoskedastisitas. Berdasarkan hasi pengolahan data, maka hasil Scatterplot dapat dilihat pada gambar berikut :
Gambar 4.1 Hasil Uji Heteroskedistisitas
Sumber : Lampiran 8
Dari grafik Scatterplot yang ada pada gambar 4.1 dapat dilihat bahwa titik- titik menyebar secara acak dan merata, serta tersebar baik di atas maupun di
53
Universitas Kristen Petra
bawah angka nol (0) pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.
4.6 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda
Berikut hasil pengolahan data kuesioner dengan software SPSS 16.0. Hasil ini menggambarkan analisis regresi antara variabel atmosfer, kualitas makanan, dan kualitas layanan terhadap perceived value.
Tabel 4.19 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Unstandarized Coefficient
Sig B Std. Error
Constant -0.180 0.441 0.684
Atmosfer 0.161 0.121 0.187
Kualitas Makanan 0.313 0.152 0.042
Kualitas Layanan 0.551 0.151 0.000
Sumber: Lampiran 9
Tabel 4.20 R Tabel
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .701a .492 .476 .54388
a. Predictors: (Constant), KUALITAS LAYANAN, ATMOSFER, KUALITAS MAKANAN
b. Dependent Variable: PERCEIVED VALUE
Sumber : Lampiran 10
Berdasarkan tabel di atas, maka diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:
Y = -0.180 + 0.161X1 + 0.313X2 + 0.551X3 + e
Dari persamaan yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh dari atmosfer, kualitas makanan dan kualitas layanan terhadap perceived value konsumen di Restoran De Soematra Surabaya. Koefisien yang positif pada nilai koefisien regresi Atmosfer (X1) memiliki arti bahwa variabel tersebut
54
Universitas Kristen Petra
memiliki hubungan dan pengaruh yang searah terhadap loyalitas konsumen di Restoran De Soematra Surabaya. Hal ini berarti apabila atmosfer meningkat, maka perceived value konsumen di Restoran De Soematra Surabaya akan mengalami peningkatan.
Demikian juga dengan nilai koefisien regresi kualitas makanan (X2) dan kualitas makanan (X3) juga bernilai positif. Hal ini berarti bahwa variabel tersebut juga memiliki hubungan dan pengaruh yang searah terhadap perceived value konsumen Restoran De Soematra Surabaya. Jadi, apabila variabel–variabel tersebut semakin meningkat, perceived value konsumen di Restoran De Soematra Surabaya akan mengalami peningkatan.
4.7 Hasil Pengujian Hipotesis 4.7.1 Hasil Uji t
Uji statistik t digunakan untuk menguji pengaruh dari masing-masing variabel independen secara parsial atau individual terhadap variabel dependen.
Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen dapat dilihat pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil uji statistik t dapat dilihat pada tabel 4.27, jika nilai Sig < 0,05 maka H1 diterima dan H0 ditolak, sedangkan jika nilai Sig > 0,05 maka H1 ditolak dan H0 diterima.
Tabel 4.21 Hasil Uji-t
B Std. Error Beta t Signifikansi
Atmosfer 0.161 0.121 0.133 1.328 0.187
Kualitas Makanan 0.313 0.152 0.236 2.058 0.042 Kualitas Layanan 0.551 0.151 0.409 3.648 0.000
Sumber: Lampiran 9
Berdasarkan perhitungan pada tabel 4.27 dapat diuraikan hasil pengujian hipotesis dan pembahasannya sebagai berikut:
Atmosfer berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap perceived value Hasil uji hipotesis 1 yang ditunjukkan pada tabel 4.27, variabel atmosfer mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,187 dan nilai t sebesar 1.328. Hal ini berarti H1 ditolak sehingga dapat dikatakan bahwa atmosfer memiliki dampak positif tetapi tidak signifikan terhadap perceived value karena tingkat signifikansi
55
Universitas Kristen Petra
yang dimiliki variabel atmosfer > 0.05 (0.187 > 0.05) . Hasil ini menunjukkan bahwa pengaruh atmosfer terhadap perceived value yang tidak signifikan menjelaskan bahwa atmosfer dari masyarakat tidak mempengaruhi perceived value konsumen.
Kualitas makanan berpengaruh positif dan secara signifikan terhadap perceived value
Hasil uji hipotesis 2 yang ditunjukkan pada tabel 4.27, variabel kualitas makanan mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0.042 dan nilai t sebesar 2.058.
Hal ini berarti H2 diterima sehingga dapat dikatakan bahwa kualitas makanan memiliki dampak positif dan signifikan terhadap perceived value karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel kualitas makanan < 0.05 (0.042 < 0.05).
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kualitas makanan, maka akan semakin meningkatkan perceived value.
Kualitas layanan berpengaruh positif dan secara signifikan terhadap perceived value
Hasil uji hipotesis 3 yang ditunjukkan pada tabel 4.27, variabel kualitas layanan mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0.000 dan nilai t sebesar 3.648.
Hal ini menunjukkan H3 diterima sehingga dapat dikatakan bahwa variabel kualitas layanan memiliki dampak positif dan signifikan terhadap perceived value karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel kualitas makanan < 0.05 (0.000
< 0.05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kualitas layanan, maka akan semakin meningkatkan perceived value.
4.7.2 Hasil Uji F
Hasil uji F diputuskan dengan cara membandingkan Fhitung dengan Ftabel. Berikut hasil pengolahan uji-F:
Tabel 4.22 Hasil Uji-F
Model Sum of Squares Df Mean Square F Signifikansi
Regresssion 27.482 3 9.161 30.969 0.000a
Residual 28.397 96 0.296
Total 55.879 99
Sumber: Lampiran 11
56
Universitas Kristen Petra
Hasil uji F dapat dilihat dari tabel 4.28 di atas dan diketahui bahwa nilai F sebesar 30.969 dengan tingkat signifikansi 0,000. Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000 maka Ha diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa atmosfer, kualitas makanan dan kualitas layanan berpengaruh secara simultan atau bersama-sama dan signifikan terhadap perceived value.
4.8 Pembahasan
Dari hasil penelitian menujukkan bahwa model analisis regresi pengaruh atmosfer, kualitas makanan, dan kualitas layanan terhadap perceived value konsumen Restoran De Soematra Surabaya layak untuk digunakan. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji F dimana hasil Fhitung> Ftabel.
Melalui hasil Adjusted R2 menunjukkan bahwa atmosfer, kualitas makanan, dan kualitas layanan mempunyai pengaruh terhadap perceived value konsumen Restoran De Soematra Surabaya sebesar 47.6%. Hal ini menujukkan adanya faktor-faktor lain diluar faktor atmosfer, kualitas makanan dan kualitas layanan yang dapat mempengaruhi perceived value.
Hasil penelitian untuk variabel atmosfer menunjukkan bahwa variabel atmosfer memberikan dampak positif tetapi tidak signifikan pada perceived value konsumen Restoran De Soematra Surabaya. Dampak positif didapat dari nilai B sebesar 0.133 pada tabel 4.27. Sedangkan tidak signifikan terlihat dari nilai signifikansi pada tabel 4.27 lebih besar dari 0.05. Dengan demikian hipotesis pertama terbukti berdampak positif tetapi tidak signifikan. Demikian hipotesis pertama tidak terbukti. Selain itu, jika dibandingkan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Nitiwanakul (2012) maka hasil ini sesuai. Hasil penelitian terdahulu tersebut menyatakan bahwa atmosfer tidak signifikan berpengaruh pada perceived value yang dirasakan oleh konsumen. Pengaruh atmosfer yang tidak signifikan terhadap perceived value konsumen dapat disebabkan karena pelanggan lebih peduli tentang kualitas makanan dan kualitas pelayanan sebagai atribut lebih penting dari atmosfer. Karena atmosfer dari kebanyakan restoran fine dining telah memenuhi harapan atau melebihi harapan konsumen, sehingga konsumen tidak memperhitungkannya dalam penilaian perceived value.
Dari sisi variabel kualitas makanan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas makanan memiliki dampak positif dan signifikan terhadap perceived
57
Universitas Kristen Petra
value konsumen. Dampak positif didapat dari nilai B sebesar 0.313 pada tabel 4.27 dan nilai sigifikansi sebesar 0.042 yang lebih kecil dari 0.05 pada tabel 4.27.
Dengan demikian hipotesis kedua tebukti. Hal ini juga terbukti sesuai dengan hasil kuesioner yang didapatkan, dengan hasil rata-rata jawaban responden untuk variabel kualitas makanan adalah baik. Sehingga dapat disimpulkan juga bahwa konsumen Restoran De Soematra Surabaya puas dengan kualitas makanan yang dimiliki oleh Restoran De Soematra Surabaya. Dari hasil observasi yang dilakukan, juga membuktikan bahwa kualitas makanan yang diberikan oleh Restoran De Soematra adalah baik dan memuaskan. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kualitas makanan maka akan semakin meningkatkan perceived value konsumen. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Beneke, Flynn, Greig and Muka (2013) yang menyatakan semakin tinggi kualitas makanan akan meningkatkan perceived value yang dirasakan oleh konsumen.
Berdasarkan hasil penelitian, kualitas layanan merupakan variabel yang paling dominan dan memiliki dampak positif dan signifikan terhadap perceived value konsumen di Restoran De Soematra Surabaya. Dampak positif didapat dari nilai B sebesar 0.551 pada tabel 4.27. Sedangkan signifikan pada tingkat 0.000 yang lebih kecil dari 0.05 pada tabel 4.27. Dengan demikian, hipotesis ketiga terbukti. Hal ini juga dapat dibuktikan dengan hasil rata-rata kuesioner yang tergolong baik. Dari hasil kuesioner yang didapatkan, membuktikan bahwa variabel kualitas layanan adalah yang paling dominan berpengaruh diantara variabel lainnya. Berdasarkan observasi yang dilakukan, kualitas layanan yang diberikan oleh Restoran De Soematra Surabaya sangatlah memuaskan karena karyawan sangat membantu dan memahami konsumen serta memiliki pengetahuan yang baik mengenai menu-menu yang dimiliki oleh Restoran De Soematra Surabaya. Berdasarkan survey melalui kuesioner, karyawan selalu menyajikan makanan sesuai dengan yang dipesan, tanggap terhadap kebutuhan konsumen, melayani konsumen dengan sopan dan ramah, serta memberikan perhatian secara personal terhadap konsumen. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa konsumen puas dengan kualitas layanan yang diberikan oleh Restoran De Soematra Surabaya. Hal ini dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini sesuai
58
Universitas Kristen Petra
dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Gallarza & Saura (2006), Joon &
Kwan (2011), dan Chen (2011) yang menyatakan bahwa kualitas layanan berdampak lebih besar terhadap perceived value dibandingkan dengan kualitas makanan.