• Tidak ada hasil yang ditemukan

Disusun Oleh RANI WAHIDRA PUTRI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Disusun Oleh RANI WAHIDRA PUTRI"

Copied!
145
0
0

Teks penuh

(1)

PERAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) SEHATI DALAM PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH DI JORONG MALANA PONCO-JATI NAGARI BARINGIN KECAMATAN LIMA KAUM KABUPATEN TANAH DATAR

SUMATERA BARAT

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sosial

(S.Sos)

Disusun Oleh

RANI WAHIDRA PUTRI 11170540000007

JURUSAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

1942 H/2021 M

(2)

LEMBAR PERSETUJUAN

PERAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) SEHATI DALAM PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH DI JORONG MALANA PONCO-JATI NAGARI BARINGIN KECAMATAN

LIMA KAUM KABUPATEN TANAH DATAR SUMATERA BARAT

Skripsi

Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sosial

(S.Sos)

Oleh

RANI WAHIDRA PUTRI 11170540000007

Dibawah Bimbingan

Wati Nilamsari, M., Si NIP: 197105201999932002

JURUSAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

1942 H/2021 M

(3)

LEMBAR PENGESAHAN

Skripsi berjudul “Peran Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati Dalam Pemanfaatan Pekarangan Rumah di Jorong Malana Ponco-Jati Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat”

disusun oleh Rani Wahidra Putri, NIM 11170540000007 telah diujikan dalam sidang Munaqasyah Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah pada tanggal 30 Agustus 2021. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana sosial (S. Sos,) pada program studi Pengembangan Masyarakat Islam.

Jakarta, 30 Agustus 2021

Sidang Munaqasyah

Ketua Sidang Sekretasis Sidang

Dr. Muhtadi, M. Si WG. Pramita Ratnasari, S. Ant., M. Si NIP. 197506012014111001 NIP. 197206061998031003

Penguji I Penguji II

Dr. Tantan Hermansah, M. Si Rosita Tandos,S.Ag,M.A,M.Comdev, PhD NIP. 19760617200501006 NIP. 1975061200812010

Mengetahui,

Dosen Pembimbing Skripsi

Wati Nilamsari, M. Si NIP. 197105201999032002

(4)
(5)
(6)

i ABSTRAK

Rani Wahidra Putri, 11170540000007, Peran Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati Dalam Pemanfaatan Pekarangan Rumah di Jorong Malana Ponco- Jati Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat

Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati merupakan kelompok kerjasama antara ibu rumah tangga dengan Dinas perikanan dan Pangan. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan taraf hidup anggota kelompok wanita tani (KWT) Sehati, memperluas wawasan untuk mengembangkan usaha tani bersama, dan sebagai wadah bagi dinas perikanan dan pangan untuk melaksanakan program pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, perdagangan

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yaitu penelitian yang menggambarkan fenomena yang terjadi di lapangan terkait dengan subjek penelitian, dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap narasumber dan analisis data yang bersifat indukatif dengan merangkum data besar yang masih mentah untuk diolah menjadi informasi yang dapat diinterpretasikan untuk dikaji permasalahan dan tidak mengubah setting alami dengan pengambilan instrument utama dan tidak mengubah atau memodifikasi sebjek penelitian.

Sumber data penelitian adalah sumber data primer berasal dari data-data yang diperoleh dari sumber informan utama dan sumber data sekunder diperoleh dari buku-buku, jurnal, dokumen, dll. Alat pengumpul data penelitian ini melalui proses observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati dalam pemanfaatan pekarangan rumah dan hasil dari pemanfaatan pekarangan rumah.

Penelitian ini menggunakan teori peran Jim Ife yang menjelaskan bahwa peran kelompok dapat diketahui melalui peran fasilitatif, peran edukasi, peran representasi, dan peran teknis.

Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa dalam pemanfaatan pekarangan rumah di Jorong Malana Ponco-Jati Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat sudah mulai dilakukan dengan baik dengan peran fasilitasi melalui kerjasama yang dilakukan oleh anggota KWT Sehati dengan Penyuluh Pertanian Nagari Baringin dari Dinas Perikanan dan Pangan pada program pemanfaatan pekarangan rumah dan fasilitas pertanian yang diberikan oleh Dinas Perikanan dan Pangan. Peran mendidik melalui diskusi kelompok, teori dan praktek yang diajarkan penyuluh pertanian mengenai pengolahan lahan pertanian sehingga menghasilkan tanaman yang bernilai ekonomis dan dapat meningkatkan taraf hidup kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati. Peran representasi melalui pelatihan yang diberikan oleh anggota kelompok wanita tani (KWT) Sehati kepada masyarakat agar dapat mengelola lahan pertanian dengan baik sehingga dapat mewujudkan keberhasilan program menjadi program berkelanjutan (sustainable). Peran teknis melalui proses pengelolaan lahan pertanian dengan pembuatan pupuk organik sehingga menghasilkan tanaman yang berkualitas dan bernilai ekonomis. Pada Pengolahan hasil panen belum dapat menghasilkan produk yang bernilai komersil karena tidak adanya inovasi dan kreatifitas kelompok dalam mengolah hasil panen.

Kata kunci (Peran, Pemberdayaan, Kelompok Wanita Tani)

(7)

ii

(8)

iii

KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Rasa syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang Memiliki, Mahadaya ilmu pengetahuan, Mahakuasa atas segala rahmat, nikmat dan karunia-Nya lah kami dapat menjalankan kehidupan sehari-hari. Shalawat dan Salam juga penulis haturkan kepada Sang Baginda Nabi Muhammad Shallahu „Alaihi wa Sallam serta kepada para keluarga dan sahabat-sahabat atas teladan yang baik, semoga syafa’at dan karunia-Nya bisa sampai kepada kita. Aamiin

Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat guna mendapatkan gelar Sarjana Sosial (S.Sos) di Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam proses penyusuna skripsi ini penulis bayak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, baik secara moril maupun materil. Maka penulis mengucapkan terimakasih kepada :

1. Prof. Dr. Amany Burhanudin Umar Lu. bis, Lc. MA, Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Dr. Suparto, M.Ed, Ph.D. selaku Dekan, Dr. Siti Napsiyah, S. Ag., BSW, MSW., Wakil Dekan I Bidang Akademik, Dr. Sihabuddin N, M. Ag., Wakil Dekan II Bidang Administrasi, Cece Sastra Wijaya MA., Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Dr. Muhtadi, M. Si. Ketua jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dan WG. Pramita Ratnasari, S. Ant., M. Si yang telah memberikan masukan, dukungan dan arahan kepada mahasiswa/i.

4. Wati Nilamsari M. Si selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu dan memberikan arahan dengan sangat baik sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

5. Bapak dan Ibu dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Khususnya dosen jurusan Pengembangan Masyarakat Islam yang telah memberikan ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat bagi penulis.

(9)

iv

6. Bagian Tata Usaha (TU) Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah membuat surat-surat pengantar untuk penelitian di lapangan.

7. Kedua Orang tua beserta keluarga atas segala do‟a, perhatian, kasih sayang, dan segala bentuk dukungan moril dan materil lainnya kepada penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini.

8. Bagian Kaur Tata Usaha dan penyuluh Pertanian Nagari Baringin yang telah memberikan informasi tentang profil nagari baringin dan program pada Kelompok Wanita Tani (KWT) di Nagari Baringin.

9. Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati Jorong Malana Ponco-Jati Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat yang telah meluangkan waktu dan memberikan banyak informasi serta mengizinkan peneliti melakukan wawancara dengan anggota kelompok.

10. Teman-teman PMI Angkatan 2017 khususnya kelas A, penulis banyak ucapan terimakasih kepada mereka yang telah memberikan Do‟a, Motivasi dan dukungan.

Semoga semua pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan skripsi ini mendapatkan balasan kebaika dari Allah Subhanallahu Ta’ala. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat baik bagi penulis dan seluruh pihak yang terlibat dalam pemberdayaan ibu rumah tangga pada Kelompo Wanita Tani (KWT) Sehati di Jorong Malana Ponco-Jati Nagara Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat, dan juga sebagai acuan bagi peneliti untuk menulis skripsi.

Batusangkar, 30 Agustus 2021 Penulis,

Rani Wahidra Putri 11170540000007

(10)

v DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN ...

LEMBAR PENGESAHAN ...

LEMBAR PERNYATAAN ...

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR BAGAN ... ix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah Penelitian ... 1

B. Identifikasi Masalah Penelitian……… .. 5

C. Batasan Masalah……….6

D. Rumusan Masalah………..………….6

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 6

F. Tinjauan Pustaka ... 7

G. Metode Penelitian ... 10

H. Sistematika Penulisan ... 21

BAB II LANDASAN TEORI ... 23

A. Teori Peran... 23

B. Teori Pemberdayaan ... 37

C. Petani ... 41

1. Pengertian Petani ... 41

2. Pengertian Kelompok Tani ... 41

3. Karakteristik Kelompok Tani ... 43

a. Ciri-ciri kelompok tani ... 43

b. Unsur pengikat kelompok tani ... 44

c. Fungsi kelompok tani ... 44

d. Klasifikasi kemampuan kelompok tani ... 45

D. Kerangka Berpikir ... 47

(11)

vi

BAB III GAMBARAN UMUM LATAR PENELITIAN ... 49

A. Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum ... 49

1. Kondisi Geografis Nagari Baringin ... 49

2. Gambaran Umum Demografi Nagari Baringin ... 51

3. Sejarah Nagari Baringin ... 62

B. Profil Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati ... 68

1. Tujuan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati ... 70

2. Administrasi Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati ... 70

3. Kepengurusan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati... 70

4. Profil Informan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati ... 71

5. Potensi Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati ... 72

6. Permodalan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati ... 75

BAB IV DATA DAN TEMUAN PENELITIAN ... 77

A. Peran Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati dalam melakukan Pemanfaatan pekarangan Rumah ... 77

1. Peranan Fasilitasi ... 77

2. Peranan Mendidik ... 79

3. Peranan Representasi ... 80

4. Peranan Teknis ... 81

B. Hasil Pemanfaatan Pekarangan Rumah oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati ... 82

1. Hasil yang diperoleh oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati ... 82

2. Metode yang dilakukan dalam mengembangkan hasil ... 87

a. Manajemen usaha yang dilakukan Kelompok Wanita Tani ... 87

b. Metode penyuluhan ... 87

3. Potensi Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati ... 88

BAB V PEMBAHASAN ... 89

A. Analisis Peran Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati dalam Melakukan pemberdayaan ... 89

1. Peranan memfasilitasi (fasilitative roles) ... 90

2. Peranan mendidik (educational roles) ... 90

3. Peranan representasi (representational roles). ... 91

(12)

vii

4. Peranan teknis (technical roles). ... 91

B. Analisis Hasil Pemanfaatan Pekarangan Rumah oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati Hasil yang diperoleh oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati... 94

1. Hasil yang diperoleh oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati ... 95

2. Metode yang dilakukan dalam mengembangkan hasil ... 96

3. Potensi Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati ... 98

BAB VI PENUTUP ... 100

A. Kesimpulan ... 100

B. Saran ... 101

DAFTAR PUSTAKA ... 103

LAMPIRAN ... 109

(13)

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Kerangka Pemilihan Informan ... 21

Tabel 3.1 Luas Wilayah Jorong di Nagari Baringin ... 49

Tabel 3.2 Luas Lahan Menurut Penggunaan di Nagari Baringin ... 50

Tabel 3.3 Luas wilayah dan Jumlah Penduduk Berdasarkan Jorong Tahun 2018…51 Tabel 3.4 Komposisi Penduduk Menurut Jenis Kelamin Di Nagari Baringin (Tahun 2011 S/D Tahun 2017 ) ... 52

Tabel 3.5 Kepadatan Penduduk Di Nagari Baringin Tahun (2011-2017) ... 53

Tabel 3.6 Jumlah Penduduk Usia 15 Tahun ke atas yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha Di Nagari Baringin Tahun 2017 ... 53

Tabel 3.7 Jumlah Penduduk MenurutPendidikan yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin Tahun 2017 ... 54

Tabel 3.8 Agama di Nagari Baringin ... 54

Tabel 3.9 Sentra Produksi Komoditas UngulanDi Nagari Baringin Tahun 2017…56 Tabel 3.10 Jumlah Petani Menurut Sub sektor Di Nagari Baringin ... 56

Tabel 3.11 Jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian di Nagari Baringin ... 56

Tabel 3.12 Tabel Sumber Penerimaan Nagari ... 57

Tabel 3.13 Luas Perkebunan Di Nagari Baringin Tahun 2017 ... 58

Tabel 3.14 Jumlah Populasi Ternak Di Nagari Baringin Tahun (2015 – 2017 )... 59

tabel 3.15 Jumlah Hotel, Homestay dan Rumah Makan/RestoranDi Nagari Baringin (2014 - 2017) ... 60

Tabel 3.16 Perkembangan Koperasi di Nagari Baringin Tahun 2015 – 2017... 61

Tabel 3.17 Perkembangan Industri di Nagari Baringin Tahun 2015 – 2017... 61

Tabel 3.18 Pemerintahan Umum ... 61

Tabel 3.19 Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati Jorong Malana Ponco-Jati Nagari Baringin Kecamatan Lima Kum Kbupaen Tanah Datar Sumatera Barat .. 70

Tabel 3.20 Profil Informan ... 71

Tabel 3.21 Potensi Kelompok Wanita Tani (KWT) ... 73

(14)

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1 Penyuluhan Pertanian ... 78

Gambar 4.2 pengelolaan Lahan Pertanian ... 78

Gambar 4.3 diskusi kelompok ... 79

Gambar 4.4 kelompok bersama Penyuluh Pertanian melakukan survey lahan ... 80

Gambar 4.5 pot di pekarangan rumah ... 81

Gambar 4.6 Penyemaian Sayur kangkung ... 83

Gambar 4.7 Panen Sayur Kangkung ... 83

Gambar 4.8 budidaya tanaman dalam pot ... 84

Gambar 4.9 bantuan dinas Perikanan dan Pangan ... 84

Gambar 4.10 Bahan pengolahan pupuk organik ... 85

Gambar 4.11 Budidaya Itik ... 86

Gambar 4.12 Pemasaran Sayur Kangkung... 86

(15)

x

DAFTAR BAGAN

Bagan 2.1 Kerangka Berpikir ... 48

(16)
(17)

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak lepas dari hubungan dengan manusia lain. Manusia sangat bergantung kepada manusia lain untuk mempermudah kelangsungan hidupnya. Hubungan antara manusia dengan manusia lain, menimbulkan reaksi sosial akibat hubungan tersebut. Reaksi yang ditimbulkan menjadikan tindakan seseorang menjadi luas. Dibutuhkan penyesuaian diri dalam menghadapi hubungan dengan sekelilingnya, untuk itu manusia menggunakan akal dan pikiran. Menurut R.M. Maclver dan Charles H. Page, kelompok sosial merupakan himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama dan memiliki hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi (R.M. Maclver dan Charles H. Page dalam Soerjono, 2017:

99).

Indonesia merupakan negara agraris dengan sebagian besar penduduknya bekerja pada bidang pertanian. Indonesia memiliki lahan pertanian yang luas, sumber daya alam yang beragam dan berlimpah. Pertanian memiliki peranan yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan pokok. Selain itu pertanian juga berperan besar dalam sektor sosial, perekonomian, dan perdagangan.

Badan Pusat Statistik mencatat bahwa jumlah rumah tangga usaha pertanian perkebunan pada tahun 2013 sebanyak 17,7 juta rumah tangga (Badan Pusat Statistik, 2013). Di Nagari Baringin Kabupaten Tanah Datar sendiri tercatat sebanyak 202 hektar yaitu sebesar 15,36 % lahan perkebunan campuran, Perkebunan seluas 66 hektar yaitu sebesar 5,02 % sehingga luas lahan yang dapat digunakan sebesar 20,38 % dari luas keseluruhan daerah di Nagari Baringin yang dapat digunakan (Badan Pusat Statistik, 2017).

Perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam peningkatan ekonomi keluarga. Potensi dan semangat kaum perempuan yang tinggi menjadi faktor penting dalam mendukung ekonomi keluarga, akan tetapi masih banyak perempuan kurang berdaya karena pengetahuan dan keterampilan yang rendah serta kurangnya akses untuk menambah pengetahuan dan keterampilan. Di pedesaan masyarakat yang memliki kondisi

(18)

2

ekonomi menengah ke bawah masih banyak, maka tidak sedikit perempuan juga ikut membantu perekonomian keluarga.

Diperlukan wadah yang mampu memberikan motivasi berupa pengetahuan dan keterampilan kepada ibu rumah tangga terutama pembinaan secara kelompok untuk mengembangkan kemampuan serta penyuluhan kewirausahaan yang dapat dilakukan di rumah. Dengan adanya keinginan untuk berdaya maka terbentuklah Kelompok wanita Tani (KWT) yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup, memperluas wawasan untuk mengembangkan usaha.

Kelompok Wanita Tani (KWT) adalah kelompok kerjasama antara ibu rumah tangga dengan Dinas perikanan dan Pangan untuk menuju kesejahteraan. Kelompok ini bergerak dalam pemberdayaan masyarakat khususnya ibu rumah tangga yang mau mengelola dan memanfaatkan pekarangan rumah menjadi tempat yang lebih produktif. Dengan pemanfaatan pekarangan rumah ini diharapkan ibu rumah tangga dapat meningkatkan kepeduliannya terhadap lingkungan rumah sehingga dapat memanfaatkan pekarangan rumah secara maksimal.

Adanya pemanfaatan pekarangan rumah yang dilakukan oleh ibu rumah tangga untuk bertani yang tidak sulit dilakukan maka Dinas Perikanan dan Pangan bersedia memberikan bantuan berupa fasilitas pengadaan bibit, pupuk, hewan ternak, dan pembinaan sikap dan mental sehingga nantinya bisa menciptakan petani yang mandiri dan terampil. Menurut Jim Ife, Pemberdayaan artinya memberikan sumber daya, kesempatan, pengetahuan dan keterampilan kepada warga untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menentukan masa depannya sendiri dan berpartisipasi dalam dan mempengaruhi kehidupan dari masyarakatnya (Jim Ife dalam Zubaedi, 2013:

58).

Peningkatan pembinaan kelompok wanita tani diarahkan pada penerapan sistem agribisnis, peningkatan peranan, peran serta petani dan anggota masyarakat pedesaan lainnya dengan menumbuh kembangkan kerjasama antar petani dan pihak lain yang terkait dengannya. Pengembangan kelompok wanita tani dan diarahkan pada peningkatan kemampuan setiap kelompok tani

(19)

3

dalam melaksanakan fungsinya, peningkatan kemampuan para anggota dalam mengembangkan agribisnis, penguatan kelompok tani menjadi kuat dan mandiri.

Salah satu program yang saat ini diemban oleh kelompok wanita tani yaitu budidaya peternakan itik kering yang dikelola oleh anggota Kelompok wanita tani. Itik kering ini diberikan oleh dinas Pangan dan Perikanan untuk dimafaatkan dan diharapkan anggota kelompok wanita tani dapat mengelola dan menjadikan program ini bergerak dan berlanjut nantinya sehingga dengan bantuan tadi kelompok wanita tani dapat mengembangkan dan meningkatkan jumlahnya. Permasalahan yang ditemukan di Nagari Baringin adalah kelompok wanita tani belum mampu secara maksimal melakukan pemaanfaatan pekarangan, memelihara tanaman hias, budi daya sayur dan taaman obat serta budidaya itik kering karena membutuhkan tenaga, keterampilan dan biaya yang cukup banyak. Dibutuhkan kerjasama secara kelompok dan pembinaan tim ahli untuk pemberdayaan kelomp wanita tani, sehingga mampu berperan dengan baik dalam mendukung ekonomi keluarga.

Kerjasama dan bimbingan yang terprogram diharapkan dapat meningkatkan peran ibu rumah tangga sebagai anggota Kelompok Wanita Tani di Jorong Malana Ponco-Jati Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat sehingga mereka dapat melakukan pemberdayaan walaupun hanya dari rumah saja. Pemanfaatan pekarangan rumah juga tidak memberatkan bagi ibu rumah tangga, karena dijadikan sebagai usaha dan kegiatan sampingan. Akan tetapi bantuan sarana dan prasarana dari dinas Perikanan dan Pangan pada pemberdayaan ini masih terbatas, baik dari segi jumlah bantuan yang diberikan maupun jenisnya.

Anggota kelompok bekerjasama dalam pengadaan barang yang dibutuhkan dengan alat sederhana atau meminjam milik petani setempat (Desi, Wawancara, 03 Februari 2021).

Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati juga dibimbing untuk membuat pupuk hasil fermentasi limbah sisa sayuran dan kotoran sapi untuk dijadikan pupuk organik agar bibit tanaman yang tumbuh bisa lebih bagus dan sehat.

(20)

4

Pupuk di fermentasikan sebulan atau seminggu sebelum bibit ditanam agar tanah memiliki pH yang cocok dengan tanaman yang akan ditumbuhi.

Ibu rumah tangga sebagai anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati juga diberikan bibit tanaman dan pupuk organik hasil fermentasi untuk ditanam di pekarangan rumah sehingga nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan anggota kelompok serta dikembangkan dan dibagikan ke tetangga dan orang lain untuk dimanfaatkan kembali, sehingga dapat memberdayakan masyarakat sekitar juga. Disamping itu hasil dari tanaman dan tumbuhan yang sudah berkembang dan memiliki nilai yang cukup bagus dijual dan uang hasil akan dimanfaatkan untuk pengembangan anggota kelompok wanita tani itu sendiri.Allah berfirman dalam Q.S Al-Isra‟ ayat 7 tentang ketika kita berbuat baik kepada orang lain maka manfaatnya akan kembali kepada kita.

ْْم ُك ِس ُفْه َ

ِلِ ْم ُتْن َسْحَا ْمُتْن َسْحَا ْنِا اَهَل َف ْمُت ْ

ىلق

أ َسَا ْن ِا َو

ىلق

Artinya : “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dani jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri…” (Q.S Al-Isra‟ 17:7)

Diriwayatkan dalam Hadits yang diwayatkan oleh Ahmad, Ath-Thabrani, ad-Darruqutni Qudsi mengenai sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat.

ِِسانلا مُهُعَفنَأ ِِساَّنلِل ُِرْيَخ

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”

(HR. Ahmad, Ath-Thabrani, ad-Darruqutni).

Kebiasaaan masyarakat minangkabau bercocok tanam telah dilakukan secara turun temurun dari nenek moyang terdahulu, bahkan sebelum panen maupun bercocok tanam terdapat prosesi adat seperti tari panen dan sebagainya. Sebelum turun ke ladang maupun sawah petani berkumpul mengikuti prosesi adat dan mempersiapkan segala keperluan untuk bercocok tanam. Masyarakat minangkabau juga memiliki kebiasaan gotong royong dalam mengerjakan sesuatu, makanya orang minang memiliki kekerabatan yang sangat erat satu sama lain. Pepatah minang mengatakan “Kaba baiak baimbauan, kaba buruak bahambauan” (kabar baik dihimbaukan, kabar buruk

(21)

5

dihamburkan) makanya kekeluargaan orang minang sangat erat karena kebiasaan ini.

Dengan kegiatan memanfaatkan pekarangan rumah ini, ibu-ibu rumah tangga tidak meninggalkan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga untuk mengelola rumah dan mengasuh anak karena hal ini dapat dilaksanakan di rumah masing-masing dan nantinya diadakan sekali pertemuan dalam semingggu perkumpulan secara langsung di rumah anggota kelompok wanita tani untuk mengevaluasi kendala selama proses pemberdayaan. Hasil dari kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) dapat dimanfaatkan sebagai sumber kesejahteraan diri dan keluarga. Faktor yang mempengaruhi kesejahteraan ini adalah faktor ekonomi dan finansial yang dapat dikelola dan bersifat sustainable (berkelanjutan).

Pada kegiatan kelompok wanita tani sebelumnya sering mengalami kegagalan karena keterbatasan tenaga dan modal dalam mengolah pertanian.

Selain itu biasanya juga terjadi miss communication antar anggota kelompok karena perbedaan pendapat yang kemudian mengakibatkan perselisihan (Desi, 03 Februari 2021). Oleh karena itu dilakukan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana ibu rumah tangga sebagai anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) melakukan perannya dalam pemanfaatan pekarangan rumah untuk keberhasilan dan keberlanjutan pemberdayaan yang dilakukan.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana ibu rumah tangga sebagai anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) melakukan peran dalam pemanfaatan pekarangan rumah pada program Kelompok Wanita Tani (KWT) di Jorong Malana Ponco-Jati Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat sehingga nantinya dapat mencari solusi terhadap kendala dan mengembangkan keberhasilan yang telah dicapai dalam program pemberdayaan.

B. Identifikasi Masalah Penelitian

Berdasarkan paparan pada latar belakang masalah, maka identifikasi masalah penelitian ini adalah:

(22)

6

1. Adanya keinginan berdaya ibu rumah tangga di Jorong Malana Ponco-Jati Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten tanah Datar Sumatera Barat untuk meningkatkan taraf hidup.

2. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah di Jorong Malana Ponco-Jati Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten tanah Datar Sumatera Barat.

3. Perlunya sarana dan prasarana untuk pemberdayaan wanita di Jorong Malana Ponco-Jati Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten tanah Datar Sumatera Barat.

C. Batasan Masalah

Untuk menfokuskan masalah dalam penelitian skripsi ini maka penulis membatasi permasalahan ini pada “Peran Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati dalam Pemanfaatan Pekarangan Rumah di Jorong Malana Ponco-Jati Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat”.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah di atas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah :

1. Bagaimana peran Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati dalam pemanfaatan pekarangan rumah di Jorong Malana Ponco-Jati Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat?

2. Bagaimana hasil pemanfaatan pekarangan rumah yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati di Jorong Malana Ponco-Jati Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat?

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan dari Penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui peran Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati dalam pemanfaatan pekarangan rumah di Jorong Malana Ponco-Jati Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat.

(23)

7

2. Untuk menganalisis hasil pemanfaatan pekarangan rumah yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati di Jorong Malana Ponco-Jati Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat.

Sedangkan manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Manfaat Akademik

Dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangan ilmu dan pengetahuan baru yang berkaitan dengan bidang sosial khususnya dalam bidang pemberdayaan masyarakat.

b. Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini dapat sebagai informasi untuk penelitian lebih lanjut dan memberikan pengetahuan kepada mahasiswa dan masyarakat umum bagaimana proses pemanfaatan pekarangan rumah melalui peran Kelompok Wanita Tani (KWT) di Jorong Malana Ponco-Jati Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat.

F. Tinjauan Pustaka

Tinjauan kepustakaan dilakukan terhadap literatur yang relevan dengan penelitian ini dan penempatan konteks sebagai langkah untuk penyusunan skripsi. Tinjauan kepustakaan dilakukan sebagai acuan untuk membantu dalam penelitian dan penulisan skripsi, maka peneliti menggunakan literatur berupa penelitian terdahulu.

Penelitian Vivi, Fatmawati, Endang (2015), membahas tentang “Peranan Kelompok Wanita Tani di Dusun Beringin Desa Sungai Rengas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan”. Pada penelitian ini diungkapkankan bahwa peranan wanita tani sangat besar dalam memberikan konstribusi terhadap pemberdayaan kelompok tani di dusun Beringin. Wanita tani sebagai penunjang dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan tugasnya sebagai ibu rumah tangga menjadi pendorong untuk peran aktif wanita tani dalam melakukan pemberdayaan dan kemandirian.

(24)

8

Rani, E., Effendy, L., dan Krisnawati, E. (2020), menyajikan penelitian mengenai “Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan Memanfaatkan Limbah Sisa Sayuran”. Penelitian ini mengungkapkan bahwa kelompok wanita tani berperan dalam memanfaatkan limbah sisa sayuran sebagai Pupuk Organik Cair pada Budidaya Pakcoy di Kecamatan Samarang.

Hal ini dilakukan karena banyaknya limbah sisa sayuran yang dibuang dan tidak dimanfaatkan sehingga menyebabkan menumpuknya sampah sisa sayuran. Limbah tersebut merupakan hasil panen dari sayuran yang tidak dapat dimanfaatkan seluruhnya sehingga menyisakan limbah.

Mayanfa‟uni Arini (2016), melakukan penelitian mengenai

“Pemberdayaan Perempuan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Cempaka di RW 02 Kelurahan Petukangan Selatan”. Penelitian ini mendeskripsikan pemberdayaan perempuan yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Cempaka dalam upaya menyediakan sumber daya, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan. Pada penelitian ini eksistensi Kelompok Wanita Tani (KWT) Cempaka memberikan pengaruh yang baik terhadap ibu rumah tangga. Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Cempaka memberikan peran terhadap peningkatan pendapatan anggota dari usaha dan keterampilan yang diperoleh melalui pengolahan hasil pasca panen sehingga bisa meningkatkan taraf hidup anggotanya.

Agusti Mona (2021), membahas tentang “Pemberdayaan Perempuan melalui Home Industry selama masa Pandemi Covid-19”. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kegiatan pemberdayaan perempuan melalui Home Industry dalam pembuatan masker selama pandemi covid-19. Kegiatan ini membantu masyarakat yang terdampak covid-19 yang mengalami pemutusan hubungan kerja atau PHK. Pemberdayaan perempuan pada Home Industry dilakukan untuk membangun kemampuan perempuan untuk mengembangkan potensi mereka menjadi tindakan nyata.

Minarti (2014), melakukan penelitian tentang “Pemberdayaan Perempuan melalui Program Keterampilan Menjahit oleh Koperasi Wanita Wira Usaha Bina Sejahtera” dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan program pada Koperasi Wanita dalam pemberdayaan perempuan melalui program

(25)

9

keterampilan menjahit, faktor pendukung dan penghambatnya. Pada penelitian ini perempuan memperoleh pemberdayaan melalui program yang dilaksanakan oleh Koperasi Wanita Wira Usaha.

Jaya Irfan (2016), menyajikan penelitian mengenai “Peran Yayasan Bambu Indonesia dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat melalui Pemanfaatan Tanaman Bambu”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran yayasan bambu Indonesia dalam pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan membuat kerajinan dari bambu. Kelompok masyarakat dilatih dan didampingi agar terampil dalam kerajinan mengolah bambu menjadi kerajian yang memiliki nilai seni dan nilai ekonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran yayasan bambu Indonesia sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Theresia, J.E Kaawoan, Frans (2019), “Peran Dinas Sosial Kota Manado Dalam Pemberdayaan Masyarakat Penyandang Disabilitas dilakukan untuk mengetahui peran Dinas Sosial Kota Manado” dalam pemberdayaan masyarakat penyandang disabilitas. Pada penelitian ini menunjukan bahwa peran dinas sosial kota Manado dalam pemberdayaan masyarakat melalui peran fasilitatif, peran edukatif, dan peran teknis dilakukan cukup baik namun belum maksimal yang ditandai dengan pelatihan dan bantuan sosial yang diberikan belum merata dan masih banyak penyandang disabilitas yang belum diberdayakan sehingga perlunya dilakukan evaluasi terhadap peran dinas sosial kota Manado.

Wicaksono Bryan (2015), “Peran Yayasan Kreativitas Unit Usaha Muslimah (Kuntum) Indonesia Dalam Mengurangi Pengangguran Melalui Praktik Kewirausahaan Sosial di Desa Tegalwaru, Ciampea-Bogor” dilakukan untuk mengetahui peran Yayasan kreativitas unit usaha muslimah Indonesia dalam mengurangi pengangguran melalui praktik wirausaha sosial di desa Tegalwaru Bogor. Pada penelitian ini Tegalwaru memiliki UKM yang cukup banyak akan tetapi tidak didukung oleh pemasaran yang bagus maka didirikan yayasan ini untuk melakukan pembinaan terhadap masyarakat melalui praktik kewirausahaan sosial untuk mengurangi pengangguran. Peran yayasan kreatif unit usaha muslimah dalam mengurangi pengangguran adalah dengan membuat

(26)

10

program pembiayaan kelompok mikro, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), pengembangan kelembagaan komunitas, pembangunan jaringan dan sinergi serta pengembangan informasi dan teknologi tepat guna.

Sehingga terciptanya lapangan pekerjaan yang dapat mengurangi pengangguran di daerah tersebut sehingga masyarakat dapat berdaya.

Berdasarkan tinjauan kepustakaan di atas dapat diketahui bahwa relevansi antara penelitian tersebut dengan penelitian yang saat ini dilakukan terdapat pada peran perspektif pemberdayaan begitu juga sebaliknya. Pemberdayaan yang dilakukan oleh lembaga, kelompok atau organisasi pada umunya adalah untuk mengetahui peran dari dari lembaga tersebut. Sedangkan pemberdayaan yang dilakukan pada lembaga dilakukan untuk mengetahui peran yang dilakukan. Penelitian yang penulis lakukan lebih cenderung untuk mengetahui jenis peran masing-masing personal yang terlibat pada pemberdayaan wanita kelompok tani dalam pemanfaatn pekarangan rumah, sehingga mempunyai nilai ekonomis dan dapat meningkatkan tarah hidup anggota kelompok.

G. Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan cara untuk mendapatkan suatu informasi yang dapat menjadi bahan penelitian. Penelitian merupakan suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu (Suyitno, 2018: 1). Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan kegunaan tertentu.

Menurut (Darmadi, 2013: 153), cara ilmiah berarti kegiatan penelitian didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris dan sistematis.

Metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) menurut (Sugiyono, 2017: 2) adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu berdasarkan empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan.

Pada penelitian program Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati di Jorong Malana Ponco-Jati Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam untuk mengungkapkan kajian teoritis yang lengkap dan tepat.

(27)

11

Untuk mengkaji suatu kebenaran maka harus didasarkan bukti atas kebenaran pula. Maka untuk membuktikannya diperlukan riset atau penelitian yang disebut penelitian ilmiah. Dalam penelitian ini pendekatan kualitatif sangat membantu peneliti dalam melakukan penelitian. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan secara holistik dan dengan deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa secara alamiah.

1. Pendekatan Penelitian

Menurut Kirk dan Miller (dalam Zuriah, 2007: 91) pendekatan kualitatif adalah tradisi tertentu dalam lmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pengamatan terhadap manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang dalam bahasan dan peristiwanya. Menurut (Sugiyono, 2017: 15), penelitian kualitatif dinamakan metode pospositivistik karena berlandaskan pada filsafat pospositivisme, dinamakan metode artistik karena proses penelitian bersifat seni (kurang terpola), dan disebut interpretive karena data hasil penelitian berkenaan dengan intrepestasi terhadap data yang ditemukan di lapangan. Metode penelitian kualitatif disebut juga metode konstruktif karena data yang ditemukan dapat berserakan selanjutnya dikonstruksikan dalam tema yang lebih bermakna dan mudah utuk dipahami, disebut juga metode penelitian naturalistic karena penelitian dilakukan pada kondisi alamiah (natural setting) , disebut juga metode etnografi karena metode ini lebih banyak digunakan dalam penelitian antropologi budaya.

Pendekatan kualitatif berfokus pada analisis proses dari suatu proses berpikir yang berkaitan dengan fenomena yang terjadi dan data yang didapatkan di lapangan. Menurut (Gunawan, 2013: 83) saat meneliti lapangan, penelitian kualitatif mengkaji pertisipan atau narasumber dengan interaktif. Penelitian ini ditujukan untuk meneliti fenomena-fenomena dari sudut pandang narasumber yang dibutuhkan oleh peneliti.

Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini melakukan pendekatan kualitatif dengan

(28)

12

wawancara mendalam terhadap narasumber dan analisis data yang bersifat indukatif dengan merangkum sejumlah data besar yang masih mentah untuk diolah menjadi informasi yang dapat diinterpretasikan untuk dikaji permasalahan yang terdapat pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati di Jorong Malana Ponco-Jati Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat.

Pada pendekatan kualitatif memiliki setting alami dengan pengambilan suatu data penelitian merupakan instrument utama dengan tidak mengubah atau memodifikasi subjek penelitian dan membiarkan secara alami. Data yang dikumpulkan juga berbentuk kata-kata, gambar, dan angka-angka (sebagai penunjang). Data yang diperoleh meliputi transkip interview, catatan lapangan, foto, dokumen pribadi, dan data lain yang sejenis.

2. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode deskriptif (Deskriptive Research) yaitu penelitian yang menggambarkan situasi tertentu berdasarkan data yang diperoleh di lapangan secara terperinci dengan fokus penelitian yang ditetapkan. Penelitian ini mendeskripsikan secara akurat seperti rumusan masalah yang akan diteliti yaitu “Bagaimana peran Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati dalam pemanfaatan pekarangan rumah di Jorong Malana Ponco-Jati Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat”.

3. Data, sumber data a. Data

Data yang dibutuhkan peneliti dalam hal ini yaitu : 1) Profil Nagari Baringin

2) Peran Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati dalam melakukan pemberdayaan di Jorong Malana Ponco-Jati.

(29)

13

3) Bantuan yang diberikan Dinas Perikanan kan Pangan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati.

4) Potensi Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati 5) Kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati.

6) Tahapan pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT)

7) Hasil pemanfaatan pekarangan rumah yang dilakukan Kelompok Wanita Tani (KWT)

b. Sumber data

Pengertian sumber data menurut (Zuldafrial, 2012: 46) adalah subjek data yang diperoleh. Menurut (Sugiyono, 2009: 225) pengumpulan data jika dilihat dari sumbernya dapa dikategorikan kepada sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer adalah sumber data yang langsung diberikan kepada pengumpul data dan data sekunder adalah sumber data yang diperoleh tidak langsung diberikan kepada pengumpul data.

1) Sumber data primer

Sumber data primer berasal dari data-data yang diperoleh dari sumber informan utama yaitu dengan observasi lapangan dan wawancara secara langsung dengan bagian internal Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati yaitu Penyuluh Pertanian dan Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati .

2) Sumber data sekunder

Sumber data sekunder adalah data yang diperoleh dari buku-buku, jurnal, dokumen, dll.

4. Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian yaitu di Jorong Malana Ponco-Jati Nagari Baringin, Kecamatan Lima kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Pada bulan November 2020 sampai Maret 2020.

5. Teknik Pengumpulan Data a. Observasi

(30)

14

Observasi dengan mendatangi langsung tempat yang akan dilakukannya wawancara secara sistematis mengenai hal yang diteliti.

Hal ini bertujuan untuk membuktikan data konkrit yang akan diwawancara. Menurut (Widoyoko, 2014: 46) observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap unsur-unsur yang Nampak dalam suatu gejala pada objek penelitian. Menurut (Sugiyono, 2017: 145) observasi merupakan suatu proses yang kompleks dan tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis.

Pada penelitian ini pada tahap pengumpulan data peneliti melakukan observasi bertujuan untuk melihat kondisi fisik dari Kelompok Wanita Tani (KWT) sehati di Jorong Malana Ponco-Jati Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat dengan mendatangi langsung tempat diadakan kegiatan ini yaitu kebun KWT di Jorong Malana Ponco. Tujuan dilakukan observasi ini untuk melihat dan mengetahui permasalahan yang terjadi pada kelompok serta bagaimana setiap anggota melakukan peran dalam kelompok.

Menurut (Riyanto, 2010: 98) Jenis-jenis observasi:

1) Observasi partisipan yaitu observasi yang dimana orang yang melakukan pengamatan berperan serta ikut dalam kehidupan orang yang diobservasi.

2) Observasi non partisipan yaitu observasi yang dimana orang yang melakukan pengamatan tidak berperan serta dalam kehidupan orang yang diobservasi.

3) Observasi sistematik (structured observation) yaitu observasi yang apabila pengamat menggunakan pedoman sebagai instrument pengamatan.

4) Observasi non sistematik (structured non observation) yaitu observasi yang dilakukan oleh pengamat dengan tidak menggunakan instrument pengamatan.

(31)

15

5) Observasi eksperimental yaitu observasi yang pengamatan dilakukan dengan cara pengamat dimasukan kedalam suatu kondisi atau situasi tertentu.

Jenis observasi yang akan digunakan pada penelitian ini adalah observasi non partisipan dan observasi sistematik (structured observation) karena peneliti pada penelitian ini tidak ikut andil dalam segala macam kegiatan yang dilakukan dan hanya sebagai peneliti saja. Observasi sistematik digunakan supaya observasi yang dilakukan terstruktur dan tidak keluar dari alur penelitian.

b. Wawancara

Wawancara dengan melakukan percakapan langsung kepada narasumber untuk mendapatkan informasi yang tepat dan terpercaya.

Observasi dan wawancara harus dilakukan karena dua hal ini menjadi penunjang untuk mendapatkan hasil yang konkrit dan terpercaya.

Menurut (Afifuddin, 2009: 131) wawancara adalah metode pengambilan data dengan cara menanyakan sesuatu kepada seseorang yang menjadi informan atau responden.

Menurut Esterberg dalam (Sugiyono, 2017: 232) wawancara dibedakan menjadi tiga macam yaitu :

1) Wawancara terstruktur (structured Interview), digunakan jika peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi yang akan diperoleh. Pengumpul data telah menyiapkan instrument penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternative jawabannya telah disiapkan.

2) Wawancara Semiterstruktur (semistructured Interview), dalam pelaksanaannya lebih bebas jika disbanding wawancara terstruktur.

Tujuannya untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diwawancara diminta pendapat dan ide-ide.

3) Wawancara tak Berstruktur (unstructured Interview), adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara tersususun secara sistematis dan lengkap dalm pengumpulan data.

(32)

16

Pada penelitian ini peneliti melakukan wawancara mendalam dengan metode penelitian kualitatif. Peneliti melakukan wawancara dengan instrument pedoman wawancara terstruktur kepada informan yang terlibat dalam penelitian ini seperti pejabat nagari yang berwenang memberikan informasi mengenai profil nagari untuk mendapatkan informasi yang konkret serta terpercaya. Wawancara selanjutnya dengan Penyuluh Pertanian Nagari Baringin untuk mengetahui upaya pembinaan kelompok sebagai penyedia sarana dan prasarana. Wawancara selanjutnya dilakukan dengan ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) yang memiliki pengetahuan yang luas untuk mengkaji permasalahan tentang peran setiap anggota terhadap pemberdayaan yang dilakukan. wawancara selanjutnya dilakukan dengan salah satu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati di Jorong Malana Ponco-Jati Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat yang memiliki pengetahuan terhadap kelompok karena selalu berperan aktif dalam setiap kegiatan kelompok seperti melaksanakan tupoksi kerja yang diamanatkan kepadanya dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian.

c. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang (Sugiyono, 2017: 239). Dalam proses penelitian di lapangan peneliti memerlukan doumentasi sebagai penunjang observasi dan wawancara pada penelitian ini sehingga data yang dikumpulkan terbukti keabsahannya. Menurut (Arikunto, 2006: 158) dokumentasi merupakan metode penelitian dengan menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya. Menurut (Riyanto, 2012: 103) dokumentasi merupakan metode untuk mengumpulkan data dengan mencatat data-data yang sudah ada.

Dalam penelitian ini peneliti melakukan dokumentasi berupa potret kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT)

(33)

17

Sehati di Jorong Malana Ponco-Jati Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat sehingga dapat dilihat dengan jelas bagaimana anggota kelompok melakukan peran nya untuk kegiatan pemberdayaan sehingga terlihat jelas apa saja permasalahan yang terdapat di kelompok.

6. Teknik Analisis Data

Pada penelitian ini teknik analisis data dalam penelitian kualitatif deskriptif di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data. Menurut Bogdan dan Biklen dalam (Gunawan, 2013: 210) analisis data adalah proses pncarian dan pengaturan secara sistematis dari data yang didapatkan oleh peneliti melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan bahan-bahan yang dikumpulkan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap semua hal yang telah dikumpulkan.

Menurut Miles dan Hubernas dalam (Sugiyono, 2017: 246) bahwasanya aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Kegiatan analisis data terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Aktifitas dan analisis yaitu :

a. Data Reduksi (Reduction Data)

Mereduksi data adalah merangkum, meneliti hal-hal yang pokok, menfokuskan pada hal-hal yang penting, pencarian tema dan polanya. Dalam penelitian kualitatif data yang diperoleh di lapangan sangat banyak, untuk itu perlu dicatat secara teliti dan rinci. Semakin lama peneliti mengumpulkan data di lapangan maka data yang diperoleh semakin banyak, kompleks dan rumit. Maka perlu dilakukan analisis data melalui reduksi data.

b. Penyajian data

Pada penelitian kualitatif data disajikan dalam bentuk uraian singkat, bagan, dan sebagainya. Data juga disajikan dalam bentuk

(34)

18

uraian teks yang bersifat naratif, dalam penelitian juga ditampilkan tabel dan gambar serta penjelasan.

c. Penarikan kesimpulan atau verifikasi

Pada penelitian kualitatif kesimpulan biasanya menjawab rumusan masalah. Kesimpulan pada penelitian kualitatif merupakan temuan yang sebelumnya belum ada.

7. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data.

Dalam menguji keabsahan data penelitian kualitatif program Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati d Jorong Malana Ponco-Jati Nagari Baringin Kecamaan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat, Peneliti menggunakan teknik triangulasi. Teknik triangulasi data digunakan sebagai proses memantapkan kepercayaan yang bermanfaat bagi analisis data di lapangan. Menurut (Afifuddin, 2009: 143) triangulasi yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data.

Menurut (Sugiyono, 2007: 270) Keabsahan data dilakukan untuk membuktikan apakah penelitian ini dilakukan dengan benar, merupakan penelitian ilmiah sekalius untuk menguji data yang diperoleh. Untuk mendapatkan data yang valid, reliable dan objektif maka peneliti harus menjadi human instrument yang baik dan dari berbagai sumber data yang tepat untuk melakukan pengujian keabsahan data secara triangulasi.

Menurut Patton dalam (Afifuddin, 2009: 143) terdapat empat macam triangulasi untuk mencapai keabsahan data yaitu :

a. Triangulasi data.

Dalam triangulasi data menggunakan berbagai sumber data seperti dokumen, arsip, hasil wawancara, hasil observasi atau dengan mewawancarai lebih dari satu subjek yang dianggap memiliki sudut pandang yang berbeda.

(35)

19 b. Triangulasi pengamat.

Pada triangulasi pengamat terdapat pengamat diluar peneliti yang memeriksa hasil pengumpulan data.

c. Triangulasi teori.

Pada triangulasi teori peneliti menggunakan berbagai teori yang berlainan untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan sudah memenuhi syarat.

d. Triangulasi metode.

Pada triangulasi metode peneliti menggunakan berbagai metode untuk meneliti suatu hal yang berkaitan dengan penelitian seperti metode wawancara dan observasi.

Berdasarkan teknik keabsahan data tersebut, dalam penelitian ini peneliti menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode. Triangulasi data peneliti menggunakan berbagai sumber data seperti dokumen, arsip, hasil wawancara, hasil observasi atau dengan mewawancarai lebih dari satu subjek yang dianggap memiliki sudut pandang yang berbeda.

Triangulasi metode peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi.

8. Pedoman penulisan skripsi

Pedoman penelitian ini mengikuti aturan kepenulisan skrispi yang diputuskan oleh SK Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Nomor 507 Tahun 2017 tentang “Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, dan Disertasi) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta”

9. Teknik Pemilihan Informan

Informan penelitian adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar belakang penelitian dan merupakan orang yang benar-benar mengetahui permasalahan yang akan diteliti ( Moleong 2015: 163). Dalam penelitian ini teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling yaitu cara penentuan informan yang ditetapkan secara sengaja dengan kriteria dan pertimbangan

(36)

20

tertentu (Sugiyono, 2017: 144). Pertimbangan tertentu maksudnya memilih sunber data atau orang yang dianggap paling tahu tentang yang dibutuhkan dalam penelitian atau seseorang sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi objek/ situasi sosial yang diteliti.

Penentuan sampel pada metode kualitatif yang dipilih berfungsi untuk mendapatkan informasi yang maksimum dan tidak digeneralisasikan (Licoln dalam Sugiyono 2017: 144). Penentuan sampel dilakukan pada saat peneliti memasuki lapangan dan selama penelitian berlangsung dengan cara memilih orang tertentu dengan memberikan data yang diperlukan berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari sampel sebelumnya untuk mendapatkan data yang lebih lengkap.

Menurut Faisal dalam (Sugiyono 2017: 146), kriteria informan sebagai sumber data dapat dikategorikan sebagi berikut:

a. Menguasai dan memahami sesuatu melalui proses enkulturasi sehingga bukan sekedar mengetahui tapi juga menghayati.

b. Masih sedang berkecimpung pada kegiatan yang sedang diteliti.

c. Mempunyai waktu yang memadai untuk diminta informasi.

d. Tidak cenderung memberikan informasi dari hasil sendiri.

e. Mulanya tergolong seseorang yang cukup asing dengan peneliti sehingga lebih menggairahkan untuk dijadikan guru atau narasumber.

Penelitian ini akan menggali data seluas-luasnya dari pihak yang terlibat dalam peran Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati dalam pemanfaatan pekarangan rumah di Jorong Malana Ponco-Jati. Informan yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah informan yang tahu tentang peran anggota kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati dalam pemanfaatan pekarangan rumah sehingga hasil yang didapat juga rasional, empiris dan sistematis.

(37)

21 Tabel 1.1

Kerangka Pemilihan Informan No Inform

an

Informasi yang dicari Kriteria Informan

Jumlah 1. Staf

umum Nagari Baringi n

Profil Nagari Baringin, Gambaran umum dan kondisi geografis, demografis, ekonomi di Nagari Baringin serta kebudayaan dan tradisi bertani di Nagari Baringin. Alasan KWT akan menghasilkan jika diberdayakan di daerah tersebut

Memiliki pengetahuan

yang luas

tentang kondisi daerah yang akan dilakukan pemberdayaan KWT

1 orang bagian staf Nagari Baringi n

2. Penyulu h Pertania n Nagari Baringi n

Mengetahui bagaimana pemberdayaan yang dilakukan serta bimbingan dan pembinaan yang dilakukan pada kelompok wanita tani (KWT)

Melakukan pembinaan terhadap Kelompok Wanita Tani (KWT)

1 orang dari 2 orang Pembin a

3. Ketua Kelomp ok Wanita Tani (KWT) Sehati

Tahap pelaksanaan

pemberdayaan dan peran anggota kelompok dalam pemanfaatan pekarangan rumah

Memiliki pengetahuan tentang peran anggota

kelompok

wanita tani (KWT)

1 orang

4. Anggot a Kelomp ok Wanita Tani (KWT) Sehati

Hasil pemanfaatan pekarangan rumah yang dilakukan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati

Memiliki pengetahuan dengan hasil pemanfaatan pekarangan

rumah di

kelompok wanita tani (KWT) Sehati

3 orang dari 15 orang

H. Sistematika Penulisan

Pada penulisan skripsi ini penulis menyusun sistematika penulisan yang bertujuan untuk memudahkan pemahaman mengenai penelitian megikuti pedoman penulisan dengan gaya penulisan Chicago 1 : Bidang ilmu sosial (author-date system) yang di putuskan oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2017 dengan aturan dalam penelitian kualitatif sebagai berikut :

(38)

22 BAB I : PEDAHULUAN

Bab ini berisi latar belakang Masalah, Identifikasi Masalah, Batasan Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian, Tinjauan Pustaka, Metode Penelitian, Sistematika Penulisan.

BAB II : LANDASAN TEORI

Bab ini berisi kajian pustaka mengenai teori dan kerangka berpikir yang berhubungan dan mendukung penelitian.

BAB III : GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

Bab ini berisi tentang gambaran umum yang meliputi kondisi geografis demografis, kondisi ekonomi dari lokasi pemberdayaan pemanfaatan pekarangan rumah serta profil Kelompok Wanita Tani (KWT), sejarah berdirinya Kelompok Wanita Tani, Potensi Kelompok, Struktur, kegiatan dan pembinaan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati.

BAB IV : DATA DAN TEMUAN PENELITIAN

Bab ini berisi tentang penyajian data dan temuan hasil penelitian yang berkaitan dengan penelitian seperti pemberdayaan wanita tani, tahapan pemberdayaan, peran kelompok wanita tani, hasil pemanfaatan pekarangan rumah.

BAB V : PEMBAHASAN

Bab ini berisi pembahasan tentang analisis peran kelompok wanita tani, hasil pemanfaatan pekarangan rumah pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati .

BAB VI : PENUTUP

Bab ini merupakan penutup dari penelitian yang berisi kesimpulan dan saran. Diakhir penulis memasukan daftar pustaka dan lampiran-lampiran.

(39)

23 BAB II

TINJAUAN TEORIS

Pada bab ini menjelaskan tentang teori yang digunakan dalam penelitian.

Teori yang dipakai adalah teori peran yang menekankan penelitian ini pada peran Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam pemanfaatan pekarangan rumah. Kemudian teori pemberdayaan yang menekankan pada pembinaan sikap dan mental sehingga nantinya bisa menciptakan petani yang mandiri dan terampil pada kelompok.

A. Teori peran

Di dalam KBBI peran adalah sesuatu yang memegang pimpinan yang utama. Teori peran pengembang masyarakat menurut (Jim Ife dan Frank Tesoriero, 2014: 558) adalah mengembangkan kapasitas masyarakat sehingga mampu mengorganisir dan menentukan sendiri berbagai upaya yang dilakukan dalam memperbaiki kehidupan usaha mereka. Teori peran (Role Theory) adalah teori yang merupakan perpaduan antara teori, orientasi, maupun disiplin ilmu. Selain dari psikologi, teori peran berawal dari sosiologi dan antropologi (Sarwono, 2013: 215). Dalam ketiga ilmu tersebut, istilah

“peran” diambil dari dunia teater. Dalam teater, seorang aktor harus bermain sebagai seorang tokoh tertentu dan dalam posisinya sebagai tokoh ia diharapkan untuk berperilaku secara tertentu. Posisi aktor dalam teater (sandiwara) kemudian dianologikan dengan posisi seseorang dalam masyarakat. Sebagaimana halnya dalam Kelompok Wanita Tani, posisi orang dalam masyarakat memiliki peran serta tangung jawabnya masing-masing untuk keberhasilan program dalam kelompok tersebut, yaitu bahwa perilaku yang diharapkan daripadanya tidak berdiri sendiri, melainkan selalu berada dalam kaitan dengan adanya orang-orang lain yang berhubungan dengan orang dalam Kelompok Wanita Tani. Dari sudut pandang inilah disusun teori- teori peran.

Terdapat beberapa interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari seorang auditor yang terjadi sekaligus. Dalam interaksi tersebut, dua kelompok yang berperan sebagai aktor dan target dilibatkan (Gratia, 2014). Beberapa interaksi sosial tersebut antara lain :

(40)

24

1. Interaksi sosial antara auditor sebagai karyawan (individu) dengan KAP tempat auditor bekerja (organisasi).

2. Interaksi sosial antara auditor sebagai karyawan (individu) dengan organisasi profesi yang menaunginya, yaitu IAPI (organisasi).

3. Interaksi sosial antara auditor (individu) dengan klien (individu dan/atau organisasi) saat auditor melaksanakan tugasnya.

4. Interaksi sosial antara auditor (individu) dengan rekan kerjanya, atasan, dan dengan bawahannya (individu).

5. Interaksi sosial antara auditor (individu) dengan keluarga dan lingkungan masyarakat (individu dan/atau organisasi)

Melihat banyaknya peran yang harus dijalankan oleh akuntan publik dalam kehidupan sehari-hari, teori peran dapat diterapkan untuk menganalisis setiap hubungan dalam interaksi sosial yang melibatkan auditor. Pada praktiknya, kehidupan nyata seseorang dihadapkan pada berbagai peran yang harus dijalankan (Robbins dan Judge, 2008: 372). Setiap peran yang dijalankan akan menjadi berbeda, bergantung pada lingkungan individu itu berada. Peran individu saat berada dalam lingkungan pekerjaan tentu akan berbeda saat individu tersebut berada dalam lingkungan keluarga, lingkungan religius, atau lingkungan kelompok komunitas.

Peran (Role) adalah aspek dinamis dari kedudukan. Jika individu melakukan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukan maka seorang tersebut menjalankan peranan (Soekanto Soerjono, 2017: 210). Kedudukan dan peran merupakan suatu hal yang berkaitan, keduanya tidak dapat dipisahkan. Setiap orang memiliki macam-macam peran yang berasal dari pola-pola pergaulan hidupnya, hal ini menjelaskan bahwa peran menentukan yang diperbuat bagi masyarakat serta kesempatan yang diberikan masyarakat kepadanya. Peran mengatur perilaku seseorang dan menyebabkan batasan terhadap perbuatan orang lain. Hubungan-hubungan sosial yang ada dalam masyarakat merupakan hubungan antar peranan-peranan individu dalam masyarakat yang diatur oleh norma-norma yang berlaku. Sebagai peran normatif dalam hubungannya dengan tugas dan kewajiban dinas perhubungan

(41)

25

dalam penegakan hokum mempunyai arti penegakan hokum secara total penegakan hokum secara penuh (Soekanto Soerjono, 2017: 212).

Peran merupakan aspek yang dinamis dari kedudukan (status) seseorang apabila seseorang melaksanakan hak-hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya maka orang yang bersangkutan menjalankan suatu peranan (Soekanto Soerjono, 2009: 98). Peranan yang melekat pada diri seseorang dibedakan berdasarkan pergaulan di masyarakat. Posisi seseorang dalam masyarakat (social position) merupakan unsur statis yang menunjukan individu pada suatu organisasi. Peran menunjuk pada fungsi, penyesuaian diri, dan suatu proses.masyarakat biasanya memberikan fasilitas terhadap seseorang untuk melakukan perannya (role facilities). Lembaga kemasyarakatan banyak menyediakan fasilitas dan peluang untuk melaksanakan peran seseorang.

Status dan peranan merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan.

Maka permasalahan yang terjadi antara status (status conflict) dan peranan (conflict of roles) harus dipisahkan antara individu dan peranannya yang dinamakan dengan roledistance. Permasalahan tersebut timbul karena individu merasa tertekan dan merasa bahwa diriny tidak sesuai untuk melaksanakan peranan yang diberikan oleh suatu lembaga atau masyarakat kepadanya. Setiap peranan bertujuan agar suatu individu yang melaksanakan peranan dengan orang sekitar diatur oleh nilai-nilai sosial yang diterima oleh keduanya.

Menurut Jim Ife dalam Zubaedi (2013: 5) pengembangan masyarakat merupakan sebuah proses restrukturasi masyarakat dengan pola-pola swadaya partisipatif dalam mengelola dan mengorganisasikan kehidupan sosial- ekonomi sehingga memungkinkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dibanding sebelumnya. Pada pengembangan masyarakat, peran pemberdaya tidak hanya difokuskan pada kerja sosial dan bimbingan tetapi membantu individu agar dapat beradaptasi dengan keadaan yang dialami.

Peran pengembangan masyarakat adalah membangun semangat kewarganegaraan dan memperjuangkan upaya mengentaskan kemiskinan bagi masyarakat lapisan bawah.

(42)

26

Pengembangan masyarakat difokuskan untuk membantu masyarakat lapis bawah dalam mengendalikan secara mandiri terhadap kehidupannya.

Proses ini menuntut intervensi terhadap proses dan struktur yang memfasilitasi akses dan kendali terhadap sumber daya dan mengembangkan cara berpikir dan mengerjakan sesuatu yang bisa meningkatkan kehidupan masyarakat miskin dan tidak beruntung. Peran pemberdaya adalah membantu masyarakat untuk mengidentifikasi isu dan masalah yang terjadi serta memfasilitasi upaya pemecahan terhadap isu dan masalah tersebut.

Berdasarkan penjelasan tersebut peran pemberdaya mencakup (Zebaedi, 2013: 45) :

a. Penelaah isu-isu, kebutuhan dan masalah pada masyarakat b. Persiapan kebijakan dan rumusan berdasarkan isu

c. Pengembangan dan pemeliharaan sumber daya

d. Pengembangan cara untuk mendapatkan akses terhadap sumber daya dan pengambilan kebijakan

e. Pengembangan, pemeliharaan dan penilaian program f. Perencanaan strategi

g. Pengembangan, penafsiran dan pelaksanaan kebijakan

h. Pengembangan dan pemeliharaan demokrasi dan partisipori pengambilan keputusan.

i. Pengembangan dan pemeliharaan jaringan

j. Pendekatan dengan berbagai kelomppok masyarakat

k. Pengembangan, peningkatan keterampilan dan pengetahuan dalam organisasi, pengembangan sumber daya dan kesadaran budaya pada masyarakat.

l. Pemberian bantuan kepada masyarakat

Peran pemberdaya dalam pengembangan masyarakat dilakukan dalam kapasitas sebagai pendamping, bukan sebagai problem solver (pihak yang memecahkan masalah). Kegiatan pemberdayaan sebagai pendamping berpusat pada 3P yaitu: pemungkinan (enabling), pendukung (supporting), dan pelindung (protecting).

(43)

27

Model pendampingan dalam kegiatan pengembangan masyarakat memiliki keterkaitan dengan proses pemberdayaan masyarakat. Pertama pendamping terdiri atas pemberdaya dan yang kedua kelompok yang didampingi atau yang akan diberdayakan. Hubungan antara pendampingan dan pemberdayaan bersifat setara, timbal balik dan mempunyai tujuan yang sama. Tujuan akhir dari pendampingan adalah terjadinya tranfer kendali kepada masyarakat agar mampu memecahkan masalah-masalah kemiskinan yang diahadapinya secara mandiri dan berkesinambungan.

Dalam masyarakat peran dimaknai sebagai suatu tugas yang diberikan pada sesorang atau kumpulan orang yang bersifat statis. Dengan peran yang berbeda akan menimbulkan tingkah laku yang berbeda juga, akan tetapi tinggah laku tersebut akan berubah sesuai lingkungan dan situasi kondisi seseorang yang menjalankan peranan.

Menurut (Soerjono Soekanto, 2017: 211) dalam menjalankan peranannya seseorang mempunyai beberapa aspek yaitu :

1. Peranan yang meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat. Peran yang dimaksudkan adalah rangkaian peraturan-peraturan yang membimbing seseorang dalam kehidupan masyarakat.

2. Peranan merupakan suatu konsep tentang apa yang dilakukan oleh individu dalam masyarak sebagai kelompok.

3. Peranan dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial masyarakat.

Dalam menjalankan tugasnya masyarakat memberikan fasilitas kepada individu (role facilities) untuk menjalankan peranan. Selain itu lembaga masyarakat juga menyediakan peluang bagi masyarakat untuk melaksanakan peranan. Soerjono Soekanto (2017: 211), membagi unsur-unsur peranan ke dalam empat bagian, yaitu:

a. Aspek dinamis dari kedudukan.

b. Perangkat hak dan kewajiban.

c. Perilaku sosial dari pemegang kedudukan.

Gambar

Tabel 3.20  profil informan
Gambar 4.1 penyuluhan Pertanian
Gambar 4.3 diskusi Kelompok
Gambar 4.4 kelompok bersama Penyuluh Pertanian melakukan  survey lahan
+6

Referensi

Dokumen terkait

(Studi Etnografi Usaha Pengrajin Gerabah dalam Menghadapi Perubahan Teknologi di Jorong Galogandang, Nagari III Koto, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa fenomena pernikahan dini, nikah siri dan perceraian yang terjadi di Jorong Mawar, Nagari Lubuk Jantan, Kabupaten Tanah Datar

Rambatan 85213262419 Pemuda Tani Obsaheri Ladang Laweh Nagari Sapi Potong 197 Sumatera Barat Tanah Datar Desi Afrianis, S.Pt Jorong Patai Nagari Padang.

Permasalahan dari penelitian ini yaitu pertama, bagaimana posisi arah kiblat di Jorong Batu Basa Nagari Batu Basa Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar dengan

Rambatan 85213262419 Pemuda Tani Obsaheri Ladang Laweh Nagari Sapi Potong 197 Sumatera Barat Tanah Datar Desi Afrianis, S.Pt Jorong Patai Nagari Padang Magek Kec. Tani Sepakat

Penelitian ini dilaksanakan di Jorong Pincuran Tujuah, Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Tujuan penelitian adalah 1)

Jadi maksud dari judul penelitian ini adalah Tradisi Mamintak Anak Ka Kuburan Di Jorong Sawah Kareh Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar yang

Abstrak.Kampung Wisata di Jorong Nagari, Nagari Sumpu Kabupaten Tanah Datar merupakan salah satu objek wisata di Sumatera Barat yang sedang dikembangkan.Pembangunan kawasan