• Tidak ada hasil yang ditemukan

Antropologi Kependudukan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Antropologi Kependudukan"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Kontrak Pembelajaran

Antropologi

Kependudukan

( SOA362 )

Pengajar:

Nurcahyo Tri Arianto Moh. Adib

Pinky Saptandari

Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Airlangga

Surabaya 2012

(2)

KONTRAK PEMBELAJARAN

Nama Mataajaran : Antropologi Kependudukan Kode Mataajaran : SOA362

Pengajar : Nurcahyo Tri Arianto, Moh. Adib, Pinky Saptandari

Beban Studi : 3 sks

Semester : Gasal

Tahun Ajaran : 2012/2013

Hari Pertemuan/Jam : Senin, 10.00-12.30 Tempat Pertemuan : A301

1. Deskripsi Mataajaran

Mataajaran ini mengajak mahasiswa mendalami permasalahan dan dinamika kependudukan (di perkotaan maupun pedesaan) dari perspektif antropologi. Mahasiswa diajak mendalami pengaruh variabel budaya (pengetahuan, nilai, kepercayaan, mitos, dan tabu) terhadap variabel kependudukan (fertilitas, mortalitas, dan mobilitas). Pokok bahasan mata ajaran ini meliputi: (1) latar/orientasi studi, konsep/pendekatan fertilitas, (2) fertilitas, variabel antara, nilai anak, dan modernisasi, (3) konsep/pendekatan mortalitas, kelangsungan hidup anak, dan siklus hidup keluarga, (4) konsep/

pendekatan mobilitas, modernisasi, (5) fertilitas, mortalitas, dan mobilitas, (6) perkembangan kependudukan, (7) keluarga, perkawinan, dan lansia, (8) Keluarga Berencana, (9) kesehatan reproduksi, (10) kebijakan kependudukan, (11-13) PKL dan Seminar. Melalui kegiatan Kuliah Lapangan (PKL), mahasiswa diharapkan akan dapat menganalisis masalah dan dinamika kependudukan dalam konteks budaya, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan kependudukan yang diterapkan oleh pemerintah pada masyarakat.

2. Tujuan Instruksional

Pada akhir mataajaran ini, mahasiswa semester V Antropologi FISIP-UNAIR akan dapat menganalisis masalah dan dinamika kependudukan dalam konteks kebudayaan, khususnya kebudayaan masa kini, dengan benar.

3. Manfaat Mataajaran

Masalah kependudukan tidak dapat dilepaskan dari faktor manusia, khususnya yang berkaitan dengan aspek fisik, sosial, budaya, dan psikologis seseorang, kelompok, maupun masyarakat.

Mataajaran ini akan membahas keterkaitan aspek-aspek tersebut dengan masalah dan dinamika

kependudukan, sehingga dapat dicapai pemahaman dan pemecahan masalah kependudukan secara

utuh (holistik). Melalui mataajaran ini mahasiswa diharapkan dapat memahami: (1) konsep-konsep,

teori-teori, pendekatan, maupun metode dalam studi antropologi kependudukan, (2) keterkaitan

aspek-aspek yang mempengaruhi masalah kependudukan, (3) fenomena hubungan timbal balik

antara keragaman kebudayaan dengan masalah dan dinamika kependudukan, dan (4) penerapan

antropologi kependudukan dalam program dan kebijakan kependudukan. Melalui kegiatan Kuliah

Lapangan, mahasiswa diharapkan dapat menerapkan materi ajar yang dipelajarinya dalam usaha

lebih mengenal serta memecahkan masalah hubungan timbal balik antara keragaman kebudayaan

dengan masalah dan dinamika kependudukan dalam kehidupan masyarakat.

(3)

Departemen Antropologi

FISIP Universitas Airlangga Kontrak Pembelajaran “Antropologi Kependudukan (SOA362)”

2

4. Organisasi Materi

Antropologi Kependudukan

(SOA362)

TIK 6: Perkembangan Kependudukan

TIK 9: Kesehatan Reproduksi

TIK 7: Keluarga, Perkawinan,

Lansia

TIU:

Masalah dan Dinamika Kependudukan dalam Konteks

Kebudayaan

TIK 11,12,13: PKL dan Seminar Antropologi Kependudukan

TIK 1: Orientasi Studi,

Fertilitas

--- Garis entry behavior

TIK 10:

Fertilitas, Mortalitas, dan Mobilitas

TIK 3:

Mortalitas, Kelangsungan Hidup Anak, Siklus Hidup Keluarga

TIK 4:

Mobilitas dan Modernisasi

TIK 2:

Fertilitas, Variabel Antara, Nilai Anak, Modernisasi

TIK 8: Keluarga Berencana

TIK 5: Fertilitas, Mortalitas,

Mobilitas

(4)

5. Strategi Pembelajaran

Komposisi pembelajaran mataajaran ini adalah: K=50 T/D=20 L=30, dngan menekankan kegiatan belajar secara konstruktivisme dan partisipatoris. Penyampaian materi pembelajaran lebih banyak menggunakan metode diskusi dan studi kasus (materi dipelajari seminggu sebelumnya), dengan menggunakan media papan tulis dan LCD. Tugas individual melalui e-learning diperlukan agar mahasiswa dapat lebih memahami materi pembelajaran dengan membahas kasus-kasus guna pemecahan masalah. Kuliah Lapangan dan seminar hasil Kuliah Lapangan diperlukan agar mahasiswa dapat lebih memahami serta mengaplikasikan pengetahuannya dalam kehidupan masyarakat yang sebenarnya. Berlangsungnya pembelajaran juga akan menyesuaikan situasi, khususnya dalam pergantian hari/jam tatap muka dan ruang kuliah, yang akan dibicarakan bersama antara pengajar dengan mahasiswa peserta.

6. Materi/Bahan Bacaan Pembelajaran

Bacaan Wajib

01. Davis, Kingsley dan Judith Blake

1982 “Struktur Sosial dan Fertilitas: Suatu Kerangka Analitis”. Dalam Masri Singarimbun, (ed.), Kependudukan: Liku-liku Penurunan Kelahiran. Terj. Hans Daeng. Cetakan kedua. Jakarta:

LP3ES, hal. 1-47.

02. Dwiyanto, Agus, et al., (eds.)

1996 Penduduk dan Pembangunan. Yogyakarta: Aditya Media.

03. Freedman, Ronald

1983 Teori-teori Penurunan Fertilitas: Suatu Tinjauan. Yogyakarta: Pusat Penelitian dan Studi Kependudukan Universitas Gadjah Mada.

04. Hagul, Peter

1985 Penelitian tentang Kependudukan dan Status Wanita di Indonesia. Yogyakarta: Pusat Penelitian dan Studi Kependudukan Universitas Gadjah Mada.

05. Hastadewi, Yuli, et al.

2004 Kondisi dan Situasi Pekerja Anak pada Beberapa Sektor di Tulungagung dan Probolinggo, Jawa Timur. Pilot Project Penelitian Partisipatoris Berorientasi Aksi terhadap Pekerja Anak 2002-2003.

Jakarta: UNICEF.

06. Kammeyer, Kenneth C.W.

1981 Fertilitas. Cetakan kedua. Yogyakarta: Pusat Penelitian dan Studi Kependudukan Universitas Gadjah Mada.

07. Lee, Everet S.

1982 Suatu Tinjauan Migrasi. Cetakan ketiga. Yogyakarta: Pusat Penelitian dan Studi Kependudukan Universitas Gadjah Mada.

08. Lucas, David, et al., (eds.)

1982 Pengantar Kependudukan. Terj. Nin Bakdi Sumanto dan Riningsih Saladi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

09. Nag, Moni

1979 How Modernization Can Also Increase Fertility. Working Paper No. 49. New York: Population Council Center for Policy Studies.

10. Meyer, Paul A. dan Simon Andjar Legawan, (eds.)

1979 Kumpulan Kertas Kerja Lokakarya Nilai Anak di Indonesia. Yogyakarta: Lembaga Kependudukan Universitas Gadjah Mada.

11. Robinson, Waren C. dan Sarah F. Harbinson

1983 Menuju Teori Fertilitas Terpadu. Terj. Andre Bayo Ala. Yogyakarta: Pusat Penelitian dan Studi Kependudukan Universitas Gadjah Mada.

12. Singarimbun, Masri

1975 Faktor-faktor Sosial-budaya yang Mempengaruhi Fertilitas dan Mortalitas. Yogyakarta: Pusat Penelitian dan Studi Kependudukan Universitas Gadjah Mada.

13. Singarimbun, Masri, (ed.)

1982 Kependudukan:Liku-liku Penurunan Kelahiran. Cetakan kedua. Jakarta: LP3ES.

14. 1988 Kelangsungan Hidup Anak: Berbagai Teori, Pendekatan, dan Kebijaksanaan. Terj Nina Saulina Singarimbun. Yogyakarta: Pusat Penelitian dan Studi Kependudukan Universitas Gadjah Mada.

15. 1996 Penduduk dan Perubahan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

(5)

Departemen Antropologi

FISIP Universitas Airlangga Kontrak Pembelajaran “Antropologi Kependudukan (SOA362)”

4

16. Standing, Guy

1985 Konsep-konsep Mobilitas di Negara Sedang Berkembang. Terj. Al Ghozie Usman. Yogyakarta:

Pusat Penelitian dan Studi Kependudukan, Universitas Gadjah Mada.

17. Tina NK, Dwi Aries

1999 Menopause dan Seksualitas. Seri Laporan No. 87. Yogyakarta: Ford Foundation dan Pusat Penelitian Kependudukan Universitas Gadjah Mada.

18. Tukiran, et al. (eds.)

2002 Mobilitas Penduduk Indonesia: Tinjauan Lintas Disiplin. Yogyakarta: Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada.

19. Utomo, Budi, et al., (eds.)

1984 Strategi Penelitian dan Strategi Program Untuk Intensifikasi Penurunan Mortalitas Bayi dan Anak di Indonesia. Jakarta: Proyek Penelitian Morbiditas dan Mortalitas Universitas Indonesia.

Bacaan Tambahan

20. Ananta, Aris; Turro S. Wongkaren; dan Lilis Heri Mis Cicih

1995 Beberapa Implikasi Perkembangan Penduduk Indonesia dalam PJP II. Jakarta: Kantor Menteri Negara Kependudukan/BKKBN.

21. Barlett, Peggy F.

1978 “The Anthropological Approach to Fertility Decision-Making”. Dalam Thomas K. Burch (ed.), Interdisiplinary Perspectives on Decision-Making. AAAS Selected Symposium No. 45. Boulder- Colorado: Westview Press, hal. 163-183.

22. Campbell, Oona, et al.

1999 Social Science Methods for Research on Reproductive Health. Switzerland: WHO.

23. Dick, Howard; James J. Fox; dan Jamie Mackie, (eds.)

1993 Balance Development: East Java in the New Order. Singapore: Oxford University Press.

24. Effendi, Sofian; Sjafri Sairin; dan M. Alwi Dahlan, (eds.)

1993 Membangun Martabat Manusia: Peranan Ilmu-ilmu Sosial dalam Pembangunan. Cetakan kedua.

Yogyakarta: Gajdah Mada University Press.

25. Faturochman dan Agus Dwiyanto, (eds.)

2001 Reorientasi Kebijakan Kependudukan. Yogyakarta: Aditya Media.

26. Fisher, Andrew A. dan James R. Foreit, et al.

2002 Designing HIV/AIDS Intervention Studies: An Operations Research Handbook. New York: The Population Council.

27. Greennhalgh, Susan

1990 “Toward a Political Economy of Fertility: Anthropological Contributions”. Population and Development Review 16 (1): 85-106.

28. 1994 Anthropological Contributions to Fertility Theory. Working Papers No. 64. New York: Population Council.

29. 1995 Situating Fertility: Anthropology and Demographic Inquiry. Cambrige: Cambrige University Press.

30. Hammel, E.A.

1990 “A Theory of Cullture for Demography”. Population and Development Review 16 (3): 455-485.

31. Hammel, E.A. dan Nancy Howell

1987 “Research in Population and Culture: An Evolutionary Framework”. Current Anthopology 28 (2):

141-160.

32. Hidayana, Irwan M., et al., (eds.)

2004 Seksualitas: Teori dan Realitas. Jakarta: Program Gender dan Seksualitas FISIP-UI dan The Ford Foundation.

33. Howell, Nancy

1986 ”Demographic Anthropology”. Annual Review of Anthropology 15: 219-246.

34. Johnston, Francis dan Henry Selby

1978 Anthropology: The Biocultural View. Iowa: Wm.C. Brown.

35. Mantra, Ida Bagoes

1981 Mobilitas Sirkuler di Indonesia. Yogyakarta: Pusat Penelitian dan Studi Kependudukan Universitas Gadjah Mada.

36. Nag, Moni

1973 “Anthropology and Population: Problems and Perspectives”. Population Studies 27 (1): 59-68.

(6)

37. 1976 Fators Affecting Human Fertility in Non-Industrial Societies: A Cross-cultural Study. Yale University Publications in Anthropology No. 66. New Haven: Human Relations Area Files.

38. Nag, Moni; Benjamin White; dan R.C. Peet

1978 “An Anthropological Approach to the Study of the Economic Value of Children in Java and Nepal”.

Current Anthropology 19: 293-306.

39. Netting, Robert McC.; Richard R. Wilk; dan Erick J. Arnold, (eds.)

1984 Households: Comparative and Historical Studies of the Domestic Group. Berkeley: University of California Press.

40. Niehof, Anke

1985 Women and Fertility in Madura (Indonesia). The Hague: Martinus Nijhoff.

41. Polgar, Steven, (ed.)

1971 Culture and Population: A Collection of Current Studies. Chapel Hill: Carolina Population Center.

42. Singarimbun, Masri

1977 Value of Children: A Study in Java. Yogyakarta: Population Institute, Gadjah Nada University.

43. 1986 Perubahan Perilaku Fertilitas di Sriharjo. Yogyakarta: Pusat Penelitian Kependudukan Universitas Gadjah Mada.

44. 1990 “Norma-norma Besarnya Keluarga”. Populasi 2(1): 11-19.

45. Tjondronegoro, Sediono; Said Rusli; dan Umar Tuanaya 1985 Ilmu Kependudukan. Jakarta: Erlangga.

46. Tiluata, Herman, et al.

1985 Studi Kependudukan. Jakarta: Konsorsium Fakultas Ilmu Sosial dan BKKBN.

47. Zubrow, Ezra B.W., (ed.)

1976 Demographic Anthropology: Qualitative Approach. Albuquerque: University of New Mexico Press.

---

48. Adioetomo, Sri Moertiningsih dan Omas Bulan Samosir (eds.)

2010 Dasar-dasar Demografi. Edisi kedua. Jakarta: Salemba Empat dan Lembaga Demografi, FEUI.

49. Darwin, Muhadjir (ed.)

2012 Dinamika Kependudukan dan Penguatan Governance. Yogyakarta: Media Wacana.

50. Mantra, Ida Bagoes

2010 Demografi Umum. Edisi kedua, cetakan X. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

51. Saptandari, Pinky

2011 Antropologi Kesehatan dan Gizi. Surabaya: Departemen Antropologi FISIP Unair dan Putra Media Nusantara.

7. Tugas-tugas

1. Mahasiswa diwajibkan membaca Handout dari pengajar dan Bacaan Wajib yang ditetapkan.

2. Mahasiswa dianjurkan membaca Bacaan Tambahan yang telah ditetapkan.

3. Mahasiswa diwajibkan mengerjakan tugas mingguan sesuai dengan Pokok Bahasan, baik secara individual maupun kelompok (5 mahasiswa per kelompok). Tugas individual harus diupload ke e-learning.

4. Mahasiswa diwajibkan mengikuti Kuliah Lapangan, berikut menyusun laporannya (dalam bentuk makalah, antara 20-30 halaman, yang dipresentasikan secara berkelompok dalam acara seminar hasil Kuliah Lapangan). Topik, format, dan tempat Kuliah Lapangan akan ditentukan kemudian.

5. Mahasiswa harus aktif mengikuti proses pembelajaran.

8. Kriteria Penilaian

Penilaian dari pengajar terhadap kemampuan mahasiswa (tugas, diskusi, Kuliah Lapangan, maupun ujian UTS dan UAS) didasarkan atas kriteria yang telah ditetapkan oleh Rektor UNAIR dan Dekan FISIP-UNAIR. Kriteria penilaian terhadap kemampuan mahasiswa itu adalah:

Nilai Point Range

A 4 75 – 100

AB 3,5 70 – 74,99

B 3 65 – 69,9

BC 2,5 60 – 64,99

C 2 55 – 59,99

D 1 40 – 54,99

E 0 0 – 39,9

Nilai akhir merupakan akumulasi dari nilai Tugas, Diskusi kelas, Kuliah Lapangan, UTS, dan UAS, dengan rincian persentase sebagai berikut:

Tugas/Diskusi : 20 % UTS : 25 %

(7)

Departemen Antropologi

FISIP Universitas Airlangga Kontrak Pembelajaran “Antropologi Kependudukan (SOA362)”

6

111093 191193 010294 050905 070906 030907

010308 210609 310809 120710 030910 080912

Nur, Adib, Pinky

9. Jadual Pembelajaran

Minggu Pokok/Sub Pokok Bahasan Pengajar Bacaan

1.

10 Sept.

2012

Latar/orientasi studi:

Kontrak Pembelajaran

Sejarah

Hubungan dengan Ilmu: Geografi, Kesehatan, Seksualitas, Gender, Sosiologi, Psikologi, Ekonomi

Konsep fertilitas

Faktor-faktor yg. mempengaruhi fertilitas

Pendekatan antropologi biologi dan budaya

NTA 08:73-89; 30; 31; 33; 34:205-216; 36:59-68;

40:; 41:3-8; 45:; 46; 47:1-27

03; 06; 08:53-78; 12; 21:163-183; 28; 29; 40

2.

17 Sept.

2012

Fertilitas, variabel antara, nilai anak, modernisasi:

11 VA Davis & Blake

Elaborasi Freedman dan Bongaarts thd. 11 VA

Konsep nilai anak

Nilai anak, status perempuan dan fertilitas

Kerangka studi nilai anak

Konsep modernisasi

Pengaruh modernisasi thd. fertilitas menurut Moni Nag

Perbandingan pendapat Nag dg. Davis & Blake

NTA 01:1-47; 04:73-89; 08:53-78; 14:viii-xi; 15:3-30;

43:2

04; 08:33-52; 10: 29-41, 93-101, 111-114;

15:93-107; 38: 293-306; 42; 44:11-19; 47:144- 166

08:1-47; 09; 27; 37

3.

24 Sept.

2012

Konsep/pendekatan mortalitas, kelangsungan hidup anak, siklus hidup keluarga:

Konsep dan latar studi mortalitas

Pengaruh faktor biologi, sosial, dan budaya thd. Mortalitas

Latar & model studi kelangsungan hidup anak

Tahap siklus hidup keluarga

NTA 08:33-52; 12; 19: 203-212;

03: 69-81; 08:33-52, 116-132, 133-148;

10:115-119; 14:VII-XX, 205-242, 243-256, 257- 300; 15:93-107; 39:xiii-xxxviii; 1-28; 44:11-19 4.

1 Okt.

2012

Konsep/pendekatan mobilitas dan modernisasi::

Konsep dan bentuk mobilitas

Pendekatan mobilitas

Tipe migrasi

Teori migrasi Everet Lee

Mobilitas dan modernisasi

NTA 08:94-115; 16; 18; 19:9-21, 23-34, 35-56, 73- 82; 35

07; 18; 19:191-198

5.

8 Okt.

2012

Fertilitas, mortalitas, dan mobilitas:

Hubungan fertilitas dan mortalitas (bayi/anak)

Hubungan fertilitas dan mobilitas

Hubungan mortalitas dan mobilitas

NTA 04; 08:33-52, 116-132; 14:205-242, 243-256

6.

15 Okt.

2012

Perkembangan/dinamika kependudukan MA 49:29-36, 37-44

7.

22 Okt.

2012

Keluarga, perkawinan, dan lansia:

Pola-pola perkawinan

Perkawinan dan fertilitas

Fertilitas dan kesehatan repoduksi

Lansia

MA 08:79-93; 09; 11; 37; 40

03:127-145; 167-182, 183-196; 15:3-30, 31-44, 45-71; 17; 22; 26; 32

8.

12 Nop.

2012

Keluarga Berencana MA 48:175-195; 49:19-28,45-60

9.

19 Nop.

2012

Kesehatan reproduksi PS 51:80-114

10.

26 Nop.

2012

Kebijakan kependudukan PS 49:119-140, 291-336

11, 12, 13.

29-30 Nov.

2012

PKL dan Seminar Antropologi Kependudukan:

Identifikasi dan problem solving masalah dan dinamika kependudukan: siklus hidup, yang berkaitan dengan fertilitas, mortalitas, mobilitas,

Pengamatan dan wawancara individual,

Penyusunan laporan sementara.

NTA, MA, PS 03:367-398; 08:168-192; 14; 20; 23:54-74; 24;

25; 43

Referensi

Dokumen terkait

Studi tentang Perilaku Mahasiswa

Pembelajaran Antropologi di SMA difokuskan pada topik-topik sebagai berikut: (1) pemahaman konsep-konsep dasar ilmu Antropologi; (2) pemahaman dan kesadaran

Diskusi kelompok hasil analisis karya sastra menggunakan teori antropologi Pemahaman, Kelengkapan Penjelasan 16 Memahami, Menjelaskan, Mengidentifikasi. UAS / TUGAS AKHIR

Mahasiswa memiliki wawasan tentang teori, konsep dan prinsip-prinsip asuhan keperawatan keluarga, dengan memahami konsep keluarga sebagai dasar

Khusus untuk mahasiswa yang berasal dari lulusan program studi S1 Antropologi tidak diwajibkan mengambil mata kuliah nomor 2 dan 3.. Dua mata kuliah ini sebagai

Dengan proses pembelajaran mengenai penggabungan usaha dan studi kasus yang dilakukan di kelas, mahasiswa diharapkan mampu memahami dan menguasai teori dan konsep

Ringkasan hasil penelitian ini yang berjudul pendekatan antropologi dalam studi islam terdiri atas tiga hal; pertama, secara etimologi Istilah Antropologi berasal dari kata

Teori simbolik interpretatif merupakan pendekatan antropologi yang menekankan penafsiran makna dalam perilaku, benda fisik, dan