• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN METODE JIGSAW PADA KELAS X ATP SMK BEST AGRO 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN METODE JIGSAW PADA KELAS X ATP SMK BEST AGRO 1"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1070 Vol. 3, No. 1, Januari 2023| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN METODE JIGSAW PADA KELAS X ATP SMK

BEST AGRO 1

Ahmad Musthofa

Pendidikan Profesi Guru, IAIN Palangka Raya Email: [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Adanya hasil belajar siswa yang rendah salah satu penyebabnya adalah kurangnya inovasi dalam penggunaan metode pembelajaran yang belum berjalan dengan baik dan terkesan masih monoton. Maka penulis menerapakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode Jigsaw dalam upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode Jigsaw.

Teknik penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus dan agar dapat mencapai KKM dengan persentase ketuntasan adalah 85%. Observasi hasil belajar siswa ini berdasarkan pada posttest siklus I yaitu tercapai ketuntasan siswa dengan prosentase sebesar 65,52%. Selanjutnya penilaian pada siklus II mengalami kenaikan yang cukup signifikan dengan pencapaian ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 89,66%.

Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran dengan menggunakan Metode Jigsaw terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada materi Ketentuan Berbusana Muslim dan Muslimah sebagai cermin kepribadian dan keindahan diri untuk kelas X ATP SMK BEST AGRO 1.

Kata Kunci : Aktivitas, Hasil Belajar dan Jigsaw.

PENDAHULUAN

Pendidikan adalah segala situasi hidup yang dapat mempengaruhi pertumbuhan individu sebagai pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Sehingga orang dapat memperoleh pengetahuan, pemahaman dan cara bertingkah laku sesuai dengan kebutuhan. Tujuan dari pendidikan menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 ditegaskan bahwasanya pendidikan adalah : Usaha sadar dan terencana untuk

(2)

1071 Vol. 3, No. 1, Januari 2023| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya masyarakat, bangsa dan Negara. (Faturrahman, 2012:6)

Mengacu pada hal tersebut, maka perumusan tujuan pendidikan Islam sangat berorientasi kepada hakekat pendidikan Islam itu sendiri, yang meliputi:

Pertama; tentang tujuan dan tugas hidup manusia, penekanannya adalah bahwa manusia hidup bukan kebetulan dan sia-sia, sehingga peserta didik bisa melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya untuk mengabdi kepada Tuhan sebaik-baiknya. Kedua, rumusan tujuan tersebut hatus sejalan dan memperhatikan sifat-sifat dasar (fitrah) manusia tentang nilai, bakat, minat dan sebagainya yang akan membentuk karakter peserta didik. Ketiga, tujuan pendidikan Islam sesuai dengan tuntutan masyarakat dengan tidak menghilangkan nilai-nilai lokal yang bersumber dari budaya dan nilai-nilai ilahiyah yang bersumber dari wahyu Tuhan demi menjaga keselamatan dan peradaban umat manusia. Keempat, tujuan pendidikan Islam harus sejalan dengan keinginan manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup. Yakni pendidikan Islam tidak semata-mata mementingkan urusan dunia tetapi adanya keselaran antara kehidupan dunia dan dan kehidupan akhirat dikemudian hari.

(Syafe’i, 2015:166).

Ada beberapa faktor yang menyebabkan nilai siswa menjadi kurang maksimal, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Untuk faktor internal yang mempengaruhi dalam belajar siswa antara lain: sikap, malas, waktu, menggampangkan tugas, cara belajar siswa dirumah, menganggap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kurang menarik, dan terlalu santai. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi dalam belajar siswa antara lain: faktor dari keluarga seperti masalah dari keluarga yang mempengaruhi belajar, selain itu faktor dari sekolah lebih banyak dipengaruhi oleh gurunya. (Juniarti, 2015:42).

Selanjutnya, rendahnya nilai yang diperoleh siswa sebagian besar disebabkan penggunaan metode pembelajaran yang tidak tepat dan monoton.

Maka dari itu, untuk menunjang profesiioalitas, bagi seorang pendidik sudah seharusnya memiliki empat kompetensi Pendidikan yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Hanya saja sebagian guru sudah kehilangan jati diri hingga tidak lagi menjadi idola/panutan. Bukan hanya itu saja, sebagian pendidik juga mengalami kesulitan di dalam penggunaan metode pembelajaran karena masih menggunakan cara yang lama (metode ceramah). (Satriani, 2016:48).

Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di kelas X ATP SMK BEST AGRO 1, adalah munculnya permasalahan tentang rendahnya hasil belajar

(3)

1072 Vol. 3, No. 1, Januari 2023| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti khususya terkait materi Ketentuan Berbusana Muslim. Hal tersebut disebabkan minimnya inovasi dalam penggunaan model dan metode pembelajaran. Sebagai contoh konkret, salah satunya adalah proses pembelajaran masih menggunakan model pembelajaran klasik, seperti ceramah, mencatat di papan tulis dan siswa menyalin apa yang ditulis atau dibaca oleh guru. Selain itu, hal yang idak bisa dipungkiri adalah motivasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar juga terlihat menurun sehingga mengurangi motivasi siswa untuk belajar di kelas.

Penggunaan metode klasik yang dipakai selama ini, kurangnya motivasi siswa dalam belajar, suasana kelas yang kurang mendukung yang ada di kelas X ATP SMK BEST AGRO 1, terbukti sebagai penyumbang terbesar adanya ketidaktuntasan hasil belajar siswa. Padahal sejatinya standar yang ditentukan untuk keberhasilan kelas adalah sebanyak 85 % siswa tuntas dalam hasil belajarnya. Namun pada kenyataannya perolehan hasil belajar masih jauh di bawah dari standar yang ditentukan. Adapun nilai yang diperoleh oleh siswa hanya memiliki rentang nilai antara 40 dan 80 sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan adalah 70.

Berdasarkan permasalahan di atas, salah satu solusi yang bisa diterapkan dan bisa meningkatkan hasil,belajar siswa dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti adalah dengan menggunakanmetode Jigsaw. Metode Jigsaw ini akan menjadi solusi efektif agar kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif dan peserta didik memperoleh hasil belajar yang lebih maksimal.

METODOLOGI PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), yaitu penelitian yang dilakukan guru di kelasnya dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan jenis penelitian adalah diskriptif kualitatif. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Hal tersebut dimaksudkan agar data-data yang disajikan tersebut dapat menggambarkan perubahan yang terjadi berupa peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian Tindakan Kelas merupakan suatu kegiatan penelitian dengan mencermati sebuah kegiatan belajar yang diberikan tindakan, yang secara sengaja dimunculkan dalam sebuah kelas, yang bertujuan memecahkan masalah atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas tersebut.

Tindakan yang secara sengaja dimunculkan tersebut diberikan oleh guru atau berdasarkan arahan guru yang kemudian dilakukan oleh siswa. (Mualimin, 2014:6).

Adanya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dapat menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik dalam pendidikan. Hal ini bisa terjadi karena kegiatan penelitian tersebut dilaksanakan sendiri, di kelas sendiri dengan melibatkan siswa sendiri, melalui sebuah tindakan yang direncanakan,

(4)

1073 Vol. 3, No. 1, Januari 2023| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

dilaksanakan, evaluasi, dan refleksi. Dengan demikian akan memperoleh umpan balik yang sistematik mengenai apa yang selama ini dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar untuk diterapkan dengan baik di kelas yang ditekuninya. Jika sekiranya ada teori yang tidak cocok dengan kondisi di kelasnya. (Susilowati, 2018:38).

Siklus penelitian tindakan kelas adalah suatu proses penelitian dan pembelajaran. Proses PTK dibagi dalam tahap-tahap yang setiap tahapnya merupakan rangkaian kegiatan perencanaan. Pelaksanaan penelitian dimulai dengan siklus yang pertama yang terdiri dari empat kegiatan. Yaitu perencanaan tindakan (Planning), mengobservasikan dan mengevaluasi hasil tindakan (Observation and Evalution), dan melakukan refleksi (Reflecting), dan seterusnya.

(Arikunto, 2015:144).

Adapun Penelitian Tindakan Kelas ini berlokasi di SMK BEST AGRO 1 Jl.

Poros Komplek PT TASK Parenggean, Desa Cempaka Putih, Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah dengan subyek penelitian ini adalah siswa kelas X ATP SMK BEST AGRO 1 yang berjumlah 29 siswa, dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini tetap seluruh siswa kelas X ATP SMK BEST AGRO 1, tahun ajaran 2022/2023.

Tabel 1

Data kelas X ATP SMK BEST AGRO 1

No. Keterangan Jumlah

1. Laki-laki 29

Jumlah 29

Menurut Kunandar pengertian dari PTK adalah “sebuah bentuk kegiatan refleksi dari yang dilakuakn para pelaku pendidikan dalam suatu situasi kependidikan untuk pemperbaiki, rasionalitas dan keadilan tentang : pratek-pratek kependidikan mereka, (b) pemahaman mereka tentang pratek-pratek tersebut, (c) situasi dimana pratik-praktek tersebut dilaksanakan.” (Widoyoko, 2012:86).

Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih yaitu penelitian tindakan kelas, maka peneliti menggunakan model rancangan Kemmis dan Taggart (1988) dengan menggunakan 2 siklus. Dan masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi. (Asmunib, 2021, 86).

Adapun tahap-tahap penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut :

(5)

1074 Vol. 3, No. 1, Januari 2023| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

Dalam prosedur penelitian ini, pada tiap siklus penelitian tindakan kelas dilakukan langkah- langkah secara rinci dijelaskan sebagai berikut:

1. Penyusunan rencana tindakan

Dalam penyusunan rencana tindakan ini dimaksudkan untuk penyusunan rencana tindakan yang akan dilakukan dalam melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hal-hal yang dipersiapkan dalam penyusunan rencana tindakan PTK adalah meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Sumber belajar, Mempersiapkan metode yang akan dilakukan, Media pembelajaran, Pedoman observasi dan Instrument penelitian hasil belajar

2. Pelaksanaan tindakan

Dalam tahap pelaksanaan tindakan yang dilakukan adalah mengimplementasikan pembelajaran yang telah disusun dan direncanakan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

3. Pengamatan

Dalam tahap pengamatan peneliti atau guru membutuhkan bantuan kolaborator/ observer dalam melakukan pengamatan terhadap aktivitas pembelajaran baik yang dilakuakn guru atau siswa dalam segi proses atau hasil belajar yang dicapai dalam proses pembelajaran.

4. Refleksi

Dalam tahap refleksi akan dilakukan analisis data mengenai proses, hasil dan hambatan yang ada dalam proses pembelajaran berlangsung.

Selanjutnya hal tersebut akan direfleksi secara bersama-sama guru dan

(6)

1075 Vol. 3, No. 1, Januari 2023| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

kolaborator, khususnya yang berkaitan dengan dampak pelaksanaan tindakan dalam pembelajaran.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ditemukan sebanyak 3 siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM. Hal ini karena kondisi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode Jigsaw belum maksimal dan belum memahami secara penuh terkait dengan materi pembelajaran ataupun metode pembelajaran yang diterapkan. Selain itu siswa masih terlihat acuh dan kurang memperhatikan kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung.

Oleh karena itu perlu adanya penelitian selanjutnya dengan menggunakan siswa dalam jumlah yang besar untuk mengetahui tingkat keberhasilan atas penerapan metode Jigsaw dalam pembelajaran PAI.

Selanjutnya bagi peneliti berikutnya atau pihak lain yang akan melakukan penelitian serupa, maka hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dan masukan bagi kegiatan penelitian di masa mendatang.

HASIL PENELITIAN

Penelitian ini adalah suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi Ketentuan berbusana Muslim da Muslimah sebagai cermin kepribadian dan keindahan diri pada kelas X ATP SMK BEST AGRO 1 dengan menggunakan metode Jigsaw. Setelah peneliti melihat dan membandingkan hasil dari Pretest, Post Test 1 dan Post Test 2, terdapat hasil yang berbeda dengan adanya peningkatan yang cukup signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa.

Tabel 2

Perbandingan Nilai Siklus I dan dan Siklus II

NO NAMA SISWA

NILAI

Tes Siklus I Tes Siklus II

1 M Rifki Gharibaldy 80 90

2 Ardi Prasetyo 70 80

3 Indra Saputra Pratama 60 90

4 Bima Jaya Kusuma 80 80

5 Nanang Sugiarto 90 100

(7)

1076 Vol. 3, No. 1, Januari 2023| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

6 Sapto Prasetyo 80 100

7 Aqif dzikrullah 70 90

8 Muhammad Habib Lutfi 80 90

9 Abde Dewa Bujana 50 60

10 Diky Kurniawan 70 90

11 Ahmad Muzakir 80 100

12 Wahid ramdani 50 80

13 Bagus Dwi Saputra 70 90

14 Deruanto 60 60

15 Muhammad Dirly Firdaus 70 90

16 Ahmad Faisal 70 100

17 Rendi 60 90

18 Muhammad Akbar ramadhan 40 90

19 Adi Pratama 80 100

20 Yajid Mubarak 70 100

21 Khoirul Anam 60 80

22 Dimas hadi Prayogo 70 100

23 Miftahur Rozaq 80 90

24 Firmasnyah Dwi Putra 70 80

25 Muhammad Rangga Adytia 60 90

26 Muhammad Abdul Rafi 60 60

27 Afriza Saputra 70 90

(8)

1077 Vol. 3, No. 1, Januari 2023| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

28 Mustajab Mei Setiawan 50 90

29 Aziz khoiru Ni’am 70 100

Tabel 3

Analisis Hasil Belajar Siklus II

NO Hasil Belajar Tes Siklus I Tes Siklus II

1 Nilai rata- rata 65,86 87,9

2 Nilai Terendah 40 60

3 Nilai Tertinggi 80 100

4 Jumlah Siswa Tuntas 19 26

5 Jumlah Siswa tidak Tuntas 10 3

6 Persentase Ketuntasan 65,52% 89,66 %

7 Persentase Tidak Tuntas 34,48% 10,34%

Peningkatan hasil belajar siswa tampak setelah membandingkan hasil penelitian yang dicapai pada siklus I dan II, tentang evaluasi hasil belajar siswa melalui tes tertulis pada akhir pelajaran.

Untuk prosentase peningkatan hasil belajar peserta didik tiap siklus dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4

Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Per Siklus

NO Siklus Nilai Rata-rata Prosentase Ketuntasan

Belajar

1 Pra 62,10 48,20 %

2 I 65,86 65,52%

3 II 87,90 89,66%

Berdasarkan pencapaian tersebut, maka adanya peningkatan hasil belajar siswa menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik sudah memenuhi target yang ditetapkan peneliti sebesar 85%.

Keberhasilan penelitian tindakan kelas ini tidak terlepas dari peran guru yang secara kontinyu memperbaiki kemampuannya dalam

(9)

1078 Vol. 3, No. 1, Januari 2023| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

menerapkan metode Jigsaw. Metode Jigsaw ini memiliki beberapa keunggulan di antaranya adalah:

1. Pembelajaran terasa menyenangkan

Melalui metode Jigsaw ini, peserta didik dapat belajar sambil bermain. Secara psikologis peserta didik yang berada pada tingkat pendidikan dasar, khususnya pada kelas-kelas awal dekat sekali dengan aktifitas bermain. Mereka lebih menyukai aktifitas-katifitas bermain dari pada aktifitas kognitif yang membutuhkan pemahaman tingkat tinggi.

Oleh karena itu, guru harus dapat memanfaatkan potensi ini untuk meningkatkan proses pembelajaran..

2. Meningkatkan aktifitas peserta didik

Metode ini dapat meningkatkan aktifitas peserta didik dalam pembelajaran. Metode Jigsaw adalah sebuah metode yang berbasis active learning. Pembelajaran aktif cirinya peserta didik aktif mencari dan mengumpulkan pengetahuan dari satu kelompok ke kelompoklain.

Istilahnya saling belanja atau jual beli pengetahuan. Dalam hal ini dibutuhkan pula kerja sama antar peserta didik.Dalam impelementasinya, peserta didik diharuskan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sekelasnya. Sehingga aktifitas ini menuntut peserta didik untuk lebih aktif dalam pembelajaran.

3. Materi yang disampaikan lebih mudah diingat

Salah satu karakteristik kartu adalah memudahkan siapa untuk mengingat pesan yang ada di dalam kegiatan transaksi jual beli informasi tersebut. Pesan-pesan pendek yang ada pada peta konsep dapat diingat oleh peserta dengan lebih mudah. Karena yang ditampilkan berupa materi sederhana, yang terdiri dari sub- sub materi yang simple dan mudah diingat.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang penerapan metode Jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik Kelas X ATP SMK BEST AGRO 1 Tahun Pelajaran 2022/2023, dapat dikemukakan kesimpulan sebagai berikut:

Penerapan metode Jigsaw pada pembelajaran PAI berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari prosentase ketuntasan belajar secara klasikal pada tahap pra siklus sebesar 48,20%, pada siklus I sebesar 65,52%, pada siklus II 89,66%. Nilai rata-rata hasil peserta didik juga mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu para tahap pra siklus sebesar 62,10, siklus I sebesar 65.52, siklus II naik menjadi 87,90. Hal ini berarti, target yang ditetapkan peneliti yaitu standar ketuntasan hasil belajar peserta didik secara klasikal yang mencapai ≥ 85

(10)

1079 Vol. 3, No. 1, Januari 2023| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

% sudah terpenuhi dan secara individual nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik ≥ 70 sudah tercapai.

Penerapan metode Jigsaw dalam kegiatan pembelajaran yang dikemas dalam kegiatan diskusi siswa, ternyata cukup menrik minat dan meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti dan memperhatikan yang sedang berlangsung. Hal inilah yang kemudian sebagai salah satu pemicu peningkatan hasil belajar siswa di kelas X ATP SMK BEST AGRO 1.

DAFTAR PUSTAKA

Asmunib, S. 2021. Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Pada Siswa Kelas V Semester II SDN Karanganyar Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Jurnal Edukasi Gemilang (JEG), 6 (1).

Efendy, A. 2021. Perbandingan Pembelajaran Matematika Secara Daring dan Pembelajaran Matematika Secara Luring Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Vii MTS Guppi Pagar Alam. Jurnal Ilmiah Matematika Realistik, 2(1)

.

Eko Putro Widoyoko, 2012, Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Faturrahman, I. K.; Ahmadi, S. Amri; HA, Setyono, 2012. Pengantar pendidikan. Jakarta: PT. Prestasi Pustaka Raya.

Gunawan, M. A. 2015. Statistik Penelitian Bidang Pendidikan, Psikologi dan Sosial.

Yogyakarta: Penerbit Pratama.

Juniarti, Nia; Bahari, Yohanes; Riva'ie, Wanto. (2015). Faktor Penyebab Menurunnya Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Sosiologi di SMA. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa. 4.2.

Mualimin. 2014. Penelitian Tindakan Kelas Teori dan Praktik. Ganding Pasuruan.

Satriani 2016 Inovasi Pendidikan: Metode Pembelajaran Monoton ke Pembelajaran Variatif (Metode Ceramah Plus), Jurnal Ilmiah Iqro’, Vol.10, No. 1

Susilowati, Dwi, 2018. Penelitian Tindakan Kelas (Ptk) Solusi Alternatif Problematika Pembelajaran, Edunomika, Vol. 02, No. 01.

Suharsimi A, 2015. Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara.

Referensi

Dokumen terkait

Jenis kuda yang terdapat pada studi kasus ini, terdiri dari kuda lokal Indonesia, warmblood, thoroughbred, kuda arab, kuda generasi, dan kuda pacu Indonesia

Berdasarkan hasil analisis data penelitian yang penulis teliti dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan Pembelajaran Aktivitas Gerak Dasar dapat meningkatkan

Akan tetapi, data yang ada belum dapat menjawab permasalahan yang terjadi dalam kegiatan budidaya, seperti periode pemijahan alaminya, tingkat mortalitas larva

Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan

Wahai kaum guru semua Bangunkan rakyat dari gulita Kita lah penyuluh bangsa. Pembimbing melangkah

Universitas Kristen Maranatha

Dalam penelitian ini penulis berusaha mendeskripsikan kondisi obyektif tentang kematangan karir siswa kelas XI SMA Negeri 81 Jakarta yang meliputi: (1)

Secara teoritis, hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan bagi pendidikan matematika, utamanya untuk mengidentifikasi soal yang ditinjau dari aspek kognitif,