ABSTRAK
Maloklusi merupakan keadaan yang menyimpang dari oklusi normal yang meliputi ketidakteraturan gigi-gigi seperti berjejal, protrusif, malposisi atau hubungan yang tidak harmonis dengan gigi lawannya. Keadaan gigi yang tidak harmonis mempengaruhi estetika dan penampilan seseorang serta mengganggu fungsi pengunyahan, penelanan, ataupun bicara.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran maloklusi Angle akibat tidak mendapatkan air susu ibu pada anak usia 6 sampai 8 tahun di SDN Kecamatan Sukajadi Bandung.
Penelitian bersifat deskriptif dengan teknik survei. Sampel penelitian 34 orang yang diperoleh dari teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian dilakukan melalui pengisian kuesioner dan pemeriksaan klinis pada anak yang tidak mendapatkan Air Susu Ibu.
Hasil penelitian diperoleh dari subjek penelitian sebanyak 34 orang, diketahui kelas I Angle sebesar 35,2% dengan jumlah 12 orang, kelas II divisi 1 sebesar 32,3% dengan jumlah 11 orang, kelas II divisi 2 sebesar 5,9% dengan jumlah2 orang, kelas II subdivisi sebesar 3% dengan jumlah 1 orang, dan kelas III Angle sebesar 23,6% dengan jumlah 8 orang.
Kesimpulan penelitian adalah gambaran maloklusi kelas I Angle sebesar 44,1% dengan jumlah 15 orang, kelas II divisi 1 sebesar 32,3% dengan jumlah 11 orang, tidak terdapat kelas II divisi 2, tidak terdapat kelas II subdivisi dan kelas III Angle sebesar 23,6% dengan jumlah 8 orang. Proporsi paling besar adalah anak yang mengalami kelas I yang disertai crowding anterior.
ABSTRACT
Malocclusion is a condition that deviates from normal occlusion irregularities such as crowding teeth, protrusive, malposition or disharmonious relationship with opposite teeth. Circumstances affecting the teeth that are not harmonious aesthetics and appearance of a person and interfere with the function of chewing, swallowing, or speaking.
The purpose of research is to describe the malocclusion Angle of not getting breastfeeding in children aged 6 to 8 years in elementary school of sub-district Sukajadi in Bandung.
The study was descriptive of survey techniques. The research sample of 34 people who obtained purposive sampling techniques. The study use questionnaires and clinical examination in children who don’t get breastfeeding.
The results showed that of the 34 children is Class I Angle by 35,2% with 12 people, Class II division 1 of 32,3% with 11 people, Class II division 2 by 5,9% with 2 people, Class II subdivision of 3% with 1 people and Class III Angle by 23,6% with 8 people.
Conclusion of the study is Class I Angle by 44,1% with 15 people, Class II division 1 of 32,3% with 11 people, there is no Class II division 2, there is no Class II subdivision and Class III Angle by 23,6% with 8 people. Most large proportion are children Class I with crowding anterior.
DAFTAR ISI
COVER ... i
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
SURAT PERNYATAAN MAHASISWA ... iii
LEMBAR PERSETUJUAN PERBAIKAN ... iv
ABSTRAK ... v
ABSTRACT ... vi
PRAKATA ... vii
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR GAMBAR ... xiv
DAFTAR TABEL ... xv
DAFTAR DIAGRAM ... xvi
DAFTAR LAMPIRAN ... xvii
BAB I PENDAHULUAN ...1
1.1 Latar Belakang ...1
1.2 Identifikasi Masalah ...3
1.3 Tujuan Penelitian ...3
1.4 Manfaat Penelitian ...3
1.4.1 Manfaat Akademik ...3
1.4.2 Manfaat Praktis ...4
1.6 Metode Penelitian ... 6
1.7 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 7
2.1 Maloklusi ... 7
2.1.1 Definisi Maloklusi... 7
2.1.1 Etiologi Maloklusi ... 7
2.1.1.1 Faktor Herediter ... 8
2.1.1.2 Faktor Lokal ... 10
2.1.1.3 Faktor Iatrogenik ... 12
2.1.1.4 Etiologi Lainnya ... 12
2.1.2 Klasifikasi Angle ... 13
2.1.2.1 Klasifikasi Maloklusi Angle Kelas I ... 13
2.1.2.2 Klasifikasi Maloklusi Angle Kelas II ... 13
2.1.2.3 Klasifikasi Maloklusi Angle Kelas III ... 15
2.2 ASI ... 16
2.2.1 Definisi ASI ... 16
2.2.2 Manfaat ASI ... 17
2.2.2.1 Manfaat ASI Bagi Bayi ... 17
2.2.2.2 Manfaat ASI Bagi Ibu... 17
2.2.3 Masalah Dalam Pemberian ASI ... 18
2.3 Gambaran Terjadinya Maloklusi Pada Anak yang Tidak Mendapatkan ASI ... 20
BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN ... 23
3.1 Alat dan Bahan Penelitian ... 23
3.2 Metode Penelitian ... 23
3.2.1 Disain Penelitian ... 23
3.2.2 Jenis Penelitian ... 24
3.2.3 Definisi Operasional ... 24
3.3 Populasi dan Sampel Penelitian ... 26
3.3.1 Populasi ... 26
3.3.2 Besar Sampel ... 26
3.3.3 Sampel Penelitian ... 27
3.3.4 Kriteria Sampel Penellitian ... 28
3.4 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 28
3.5 Prosedur Penelitian ... 28
3.6 Pengolahan Data ... 29
3.7 Aspek Etik Penelitian ... 30
3.8 Alur Penelitian ... 31
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 32
4.1 Hasil Penelitian ... 32
4.2 Pembahasan ... 36
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 38
5.1 Kesimpulan ... 38
5.2 Saran ... 38
LAMPIRAN ... 43
DAFTAR GAMBAR
No Judul Hlm
Gambar 2.1 Gambaran Maloklusi Kelas I Angle ... 13
Gambar 2.2 Gambaran Maloklusi Kelas II Angle ... 14
Gambar 2.3 Gambaran Maloklusi Kelas II Angle divisi 1... 14
Gambar 2.4 Gambaran Maloklusi Kelas II Angle divisi 2... 15
Gambar 2.5 Gambaran Maloklusi Kelas III Angle ... 15
Gambar 3.1 Gambaran Maloklusi Kelas I Angle ... 24
Gambar 3.2 Gambaran Maloklusi Kelas II Angle ... 25
Gambar 3.3 Gambaran Maloklusi Kelas III Angle ... 26
DAFTAR TABEL
No Judul Hlm
Tabel 4.1 Gambaran Anak yang Tidak Mendapatkan ASI Berdasarkan Jenis Kelamin.. ... 32 Tabel 4.2 Gambaran Anak yang Tidak Mendapatkan ASI Berdasarkan Usia ....
... 33 Tabel 4.3 Gambaran Maloklusi Angle pada Anak yang Tidak Mendapatkan ASI
DAFTAR DIAGRAM
No Judul Hlm
Diagram 4.1 Gambaran Anak yang Tidak Mendapatkan ASI Berdasarkan Jenis Kelamin.. ... 33 Diagram 4.2 Gambaran Anak yang Tidak Mendapatkan ASI Berdasarkan Usia
... 34 Diagram 4.3 Gambaran Maloklusi Angle pada Anak yang Tidak Mendapatkan
DAFTAR LAMPIRAN
No Judul Hlm
Lampiran 1 Lembar Persetujuan Komisi Etik Penelitian ... 43
Lampiran 2 Surat Permohonan Penelitian SDN Sukasari 3 ... 44
Lampiran 3 Surat Permohonan Penelitian SDN Cibogo ... 45
Lampiran 4 Surat Permohonan Penelitian SDN Caringin 1, 2, dan 3 ... 46
Lampiran 5 Surat Permohonan Penelitian SDN Sukasari 1 ... 47
Lampiran 6 Surat Permohonan Penelitian SDN Sukawarna 1, 2, 3, dan 5 ... 48
Lampiran 7 Surat Permohonan Penelitian SDN Sarijadi Selatan 1 dan 2... 49
Lampiran 8 Surat Keterangan Penelitian SDN Sukasari 3 ... 50
Lampiran 9 Surat Keterangan Penelitian SDN Cibogo ... 51
Lampiran 10 Surat Keterangan Penelitian SDN Caringin 1, 2, dan 3 ... 52
Lampiran 11 Surat Keterangan Penelitian SDN Sukasari 1 ... 53
Lampiran 12 Surat Keterangan Penelitian SDN Sukawarna 1, 2, 3, dan 5 ... 54
Lampiran 13 Surat Keterangan Penelitian SDN Sarijadi Selatan 1 dan 2 ... 55
Lampiran 14 Inform Consent ... 56
Lampiran 15 Lembar Persetujuan Responden ... 57
Lampiran 16 Lembar Penjelasan Kepada Calon Subjek Penelitian ... 58
Lampiran 17 Lembar Kuesioner ... 60
Lampiran 18 Lembar Pemeriksaan ... 62
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Menyusui adalah proses memberikan makanan pada bayi dengan air susu ibu langsung dari payudara ibu. Menyusui secara ekslusif adalah pemberian air susu ibu (ASI) sampai 6 bulan pertama kehidupan bayi, setelah 6 bulan bayi diberi makanan pendamping ASI (MP-ASI) dan ASI masih diberikan hingga bayi berusia 2 tahun.1,2
Sebagian ibu pada masa modern merasa enggan menyusui anak, terutama di kota besar, semula hal tidak menyusui anak dilakukan oleh para ibu muda di Eropa dan Amerika pada awal abad ke-20. Tindakan tidak menyusui anak menyebabkan anak mudah terserang penyakit karena daya tahannya lemah. Fenomena yang menunjukkan bahwa sebagian ibu tidak menyusui anaknya tidak hanya terjadi dinegara maju, tetapi juga di negara berkembang, misalnya Indonesia ada banyak faktor yang membuat atau mempengaruhi ibu hingga tidak menyusui anaknya.2
2
Data menunjukkan anak yang diberi ASI selama tiga bulan atau kurang memiliki tingkat maloklusi sebesar 32,5%. Anak ASI lebih dari dua belas bulan memiliki tingkat maloklusi hanya 15,9%.3
Aktivitas pemberian air susu ibu (ASI) pada masa awal kehidupan anak, membantu perkembangan rahang bawah dan otot rahang yang kuat dengan adanya gerakan lidah pada saat pemberian air susu ibu (ASI). Jaringan puting payudara ibu yang lunak dan fleksibel bermanfaat dalam pembentukan palatum keras (palatum durum). Kalsium dalam air susu ibu juga membantu dalam pembentukan rahang. Secara alamiah pembentukan rahang akan mengatur gigi geligi dan mengurangi kemungkinan timbulnya maloklusi.4
Maloklusi merupakan oklusi abnormal yang ditandai dengan tidak benarnya hubungan antar lengkung gigi atau anomali dalam posisi gigi. Maloklusi ditentukan dari klasifikasi Angle, menurut Angle molar pertama rahang atas dan rahang bawah adalah kunci oklusi.Erupsi molar pertama rahang atas dan rahang bawah permanen pada usia 6 sampai 7 tahun dan pada usia 6 sampai 8 tahun gigi molar pertama permanen telah erupsi sempurna .5,6
3
Berdasarkan masalah yang dijelaskan penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai gambaran maloklusi Angle akibat tidak mendapatkan air susu ibu pada anak usia 6 sampai 8 tahun di SDN kecamatan “X” Bandung.
1.2 Identifikasi Masalah
Bagaimana gambaran maloklusi Angle akibat tidak mendapatkan air susu ibu pada anak usia 6 sampai 8 tahun di SDN Kecamatan Sukajadi Bandung.
1.3Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran maloklusi Angle akibat tidak mendapatkan air susu ibu pada anak usia 6 sampai 8 tahun di SDN Kecamatan Sukajadi Bandung.
1.4Manfaat Penelitian
1.4.1 Manfaat Akademik
4
1.4.2 Manfaat Praktis
Manfaat praktis pada penelitian adalah untuk memberikan informasi kepada orang tua khususnya ibu untuk menjelaskan pentingnya pemberian air susu ibu (ASI) dan tindakan untuk pencegahan dini agar tidak terjadi maloklusi.
1.5Landasan Teori
Pemberian ASI merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan dan kelangsungan hidup bayi. Pemberian ASI eksklusif merupakan proses memberikan makan pada bayi yang hanya berupa air susu ibu, tanpa pemberian bahan makanan lain. Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi karena mengandung semua zat gizi yang diperlukan bayi untuk tumbuh dan berkembang menuju potensi maksimal. Bayi mempunyai refleks mengisap dan menelan air susu. Ketepatan posisi mulut bayi pada payudara ibu, frenulum yang normal, dan masuknya air susu merupakan faktor yang menentukan keberhasilan dalam proses menyusui. Proses menyusui pada bayi pada umumnya berlangsung mulai dari lahir sampai bayi berusia dua tahun. Menurut Freud, mulut adalah organ pertama yang memberikan kenikmatan pada bayi sehingga disebut dengan fase oral, dimana bayi akan memperoleh makanan yang menunjang kehidupan melalui rongga mulut dengan cara mengisap.6,7,8,9
5
sel tulang rahang dan tulang lainnya. Proses menyusu air susu ibu (ASI) memberikan peran khusus secara tidak langsung yaitu pada saat aktif mengisap, bayi telah melakukan gerakan mulut yang teratur dan berkesinambungan. Proses menyusu akan membantu proses pemadatan sel tulang rahang.10
Bayi menyusu dengan benar bila daerah areola mamae masuk ke dalam mulut bayi, sehingga seluruh duktus laktiferus yang terletak di puncak payudara bagian belakang puting susu tertekan oleh rahang bayi. Tekanan kedua payudara ketika bersentuhan dengan pipi bayi seolah merupakan kompresor yang menekan rahang kearah dalam mulut bayi. Aktivitas yang dilakukan merupakan proses dalam mencapai suatu oklusi normal. Salah satu keuntungan menyusui adalah membuat gigi anak tumbuh rapih dan teratur.10
Bayi yang tidak menyusu ASI atau yang menyusu botol sering bersifat pasif dalam mengisap karena bergantung pada tetesan susu botol yang dapat keluar tanpa harus diisap. Bayi yang mendapat air susu dengan menggunakan dot, bahan dot yang lebih keras dari puting susu dan areola mammae sehingga dot tidak dapat dilipat oleh lidah dan rahang bayi. Upaya bayi untuk mengatasinya adalah dengan memasukkan seluruh panjang dot ke dalam mulut agar bayi dapat menekan dot untuk mendapatkan tetesan susu. Aktivitas yang dilakukan berarti memaksa mulut bayi tertarik ke depan, sehingga menyebabkan bentuk rahang berubah menjadi lebih maju (bimaxillair protrusive).8
6
susu ibu (ASI) tidak mencukupi, ibu bekerja, bayi bingung puting, bayi malas menyusu, dan tidak adanya dukungan keluarga menyebabkan bayi tidak mendapatkan cukup air susu ibu (ASI). Kemungkinan untuk terjadinya maloklusi pada anak yang tidak mendapatkan air susu ibu (ASI) cukup besar.8
1.6Metode Penelitian
Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan jenis penelitian dilakukan adalah deskriptif dengan teknik survei. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan melalui pengisian kuesioner dan pemeriksaan klinis. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik.
1.7Lokasi dan Waktu Penelitian
38
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian yang dilakukan pada beberapa SDN di kecamatan Sukajadi mengenai gambaran maloklusi Angle pada anak yang tidak mendapatkan ASI adalah kelas I Angle sebesar 44,1% dengan jumlah 15 orang, kelas II divisi 1 sebesar 32,3% dengan jumlah 11 orang, tidak terdapat kelas II divisi 2, tidak terdapat kelas II subdivisi dan kelas III Angle sebesar 23,6% dengan jumlah 8 orang. Proporsi paling besar adalah anak yang mengalami kelas I yang disertai crowding anterior.
5.2 Saran
1. Perlu penelitian lanjutan yang memasukan faktor genetik kedalam kriteria eksklusi.
2. Perlu penelitian lanjutan dimana subjek penelitian lebih homogen (usia dan jenis kelamin)
3. Perlu penelitian lanjutan dimana pada subjek gigi permanennya sudah erupsi seluruhnya.
4. Penyuluhan perlu dilakukan kepada orang tua dengan memberitahukan
39
40
DAFTAR PUSTAKA
1. Nikke Yulitama. Hubungan Teknik Menyusui dengan Terjadinya Lecet Puting Susu pada Ibu Nifas Di Polindes Melati Desa Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. [serial online] Juni 2013 [diunduh 25 Januari 2016]; Available from URL: http://unimasd3bidan.co.id/2013/06/hubungan-teknik-menyusui-dengan.html
2. Suprijati. Faktor-faktor yang Menghambat Ibu Dalam Pemberian ASI ekslusif di Wilayah Puskesmas Pembantu Bagi Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun. Jurnal Delima Harapan [serial online] Juli 2014, Vol 2 [diunduh 25
Januari 2016]; 66-76. Available from URL:
http://akbidharapanmulya.ac.id/atm/konten/editor/samples/jurnal/file_jurnal/t _27.pdf
3. Ali Taqwim, Wasilah Yahya, Putri Kharisma Dewi. Peran Menyusui ASI dan Implikasi Penyapihan Dini Terhadap Perkembangan Motorik Oral Anak (Kajian Medis dan Al-Qur’an). [serial online] Agustus 2011 [diunduh 9 April
2016]; Available from URL:
https://dentosca.wordpress.com/2011/08/05/peran-menyusui-asi-dan- implikasi-penyapihan-dini-terhadap-perkembangan-motorik-oral-anak-kajian-medis-dan-al-quran/
4. Maulani C, Enterprise J. Kiat Merawat Gigi Anak. Jakarta: Penerbit Buku PT Elex Media Komputindo. 2005. P. 42.
5. Fadel Firdaus Bakri, Dwi Kurniawati, Suyadi. Perbedaan Lebar Lengkung pada Maloklusi Klasifikasi Angle di SMPN Salatiga Jawa Tengah. [serial online] Maret 2015 [diunduh 26 Januari 2016]; Available from URL: http://eprints.ums.ac.id/37979/10/File%202%20%20Naskah%20Publikasi..pd f
6. Proffit WR, Fields HW. Contemporary orthodontic. 2rd ed. Saint Louis: Mosby Inc. 1993. P. 2.
41
8. Riyanti E, Saptarini R. Maloklusi pada Anak yang Tidak Mendapatkan ASI. [serial online] Juni 2010 [diunduh 25 Januari 2016]. Available from URL:
http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2010/06/maloklusi_pada_anak_akibat_tidak_mendapatkan_a si.pdf
9. Seminum Y. Teori Kepribadian dan Teori Psikoanalitik Freud. Yogyakarta: Penerbit Kaninus. 2006. P. 102-103.
10. Wahyudin Rajab, M.Epid. Buku Ajar Epidemiologi Untuk Mahasiswa Kebidanan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2009. P. 47.
11. Vigni Astria L, P.S Anindita, Paulina N Gunawan. Gambaran Maloklusi dengan Menggunakan HMAR pada Pasien di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas SAM Ratulangi Manado. [serial online] Juli-Desember 2014, volume 2, nomor 2 [diunduh 29 Mei 2016]. Available from URL: http:// ejournal.unsrat.ac.id/index.php/egigi/article/download/5829/5362
12. D. Roberts-Harry, J. Sandy. A Clinical Guide to Orthodontics. British Dental Journal, Volume 195 No 8. 25 Oktober 2003. P. 433.
13. Andina Rizkya Putri Kusuma. Bernafas Lewat Mulut Sebagai Faktor Ekstrinsik Etiologi Maloklusi. [serial online] 2010 [diunduh 29 Mei 2016].
Available from URL:
http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/majalahilmiahsultanagung/.../19
14. Rahardjo, Pambudi. Ortodontik Dasar. Surabaya. Airlangga University Press. 2009. P. 75-80.
15. Dean M DeLuke. Syndrome of the Head and Neck. North America. Elsevier Inc. 2014. P. 215.
16. Moyers, R. E. Handbook of Orthodontics. 4th ed. Chicago: Year Book
Medical Publisher Inc. 1988. P. 187-188.
17. Thomas Rakosi, Irmtrus Jonas, Thomas M. Graber. Color Atlas of Dental Medicine. New York: Thieme Medical Publishers. 1993. P. 46.
18. Purwanti HS. Konsep Penerapan ASI Eksklusif. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2004. P. 5-6, 74-76.
42
20. Bahiyatun. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas Normal. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2008. P. 16-17, 29-38.
21. Jack Newman. Bila Bayi Belum Bisa Melekat ke Payudara. [serial online] 2009 [diunduh 28 Juni 2016]. Available from URL: http://www.breastfeedinginc.ca/content.php?pagename=doc-WBD-indo
22. Mujiyati, R. A. Zainur S. Hubungan Berat Badan dengan Erupsi Gigi Molar Pertama Rahang Bawah Anak Usia 5-8 Tahun di Kelurahan Bukit Lama Palembang Tahun 2014. [serial online] 2015 [diunduh 16 Juli 2016]. Available from URL: http://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/wp-content/uploads/2015/11/gigi-Penelitian-Mujiyati-Zainur.docx
23. Ratna Puspitasari. Pengaruh Status Gizi Anak Usia 6 sampai 7 Tahun Terhadap Erupsi Gigi Molar pertama Permanen Rahang Bawah di SD TA’ Mirul Islam Kecamatan Laweyan Surakarta 2014. [serial online] 2014
[diunduh 16 Juli 2016]. Available from URL:
http://eprints.ums.ac.id/31246/16/NASKAH_PUBLIKASI.pdf
24. Adinda Munawardah. Perkembangan Akar Gigi Molar pertama Permanen Mandibula pada Usia 6-10 Tahun Ditinjau dari Radiografi Periapikal di Salah Satu SD Negeri Medan. [serial online] 16 Februari 2015 [diunduh 28 Juni
2016]. Available from URL:
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/49868/6/Cover.pdf
25. Anwar Hidayat. Menghitung Besar Sampel Penelitian. [serial online] 13 Agustus 2012. [diunduh 11 maret 2016]. Available from URL:
http://www.statistikian.com/2012/08/menghitung-besar-sampel-penelitian.html
26. Dian Nutjahjati Basuki. Mengapa menyusui perlu dilindungi?. [serial online] 2009 [diunduh 11 maret 2016]. Available from URL: http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2012/05/Artikel-ASI.pdf
27. Robin Hill. What Sample Size is Enough in Internet Survey Research. [serial online] July 1998 Vol 6 Number 3-4 [diunduh 11 maret 2016]. Available
from URL: