• Tidak ada hasil yang ditemukan

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Oklusi merupakan fenomena kompleks yang melibatkan gigi, jaringan periodontal, rahang, sendi temporomandibula, otot dan sistem saraf. Oklusi mempunyai dua aspek, yaitu statis dan dinamis. Aspek statis meliputi bentuk, ketidakteraturan dan hubungan antara gigi dengan jaringan pendukungnya. Aspek dinamis meliputi fungsi sistem stomatognasi yang secara keseluruhan terdiri dari gigi, struktur pendukung, sendi temporomandibula, sistem neuromuskular dan sistem nutrisi (Bhalajhi, 2004).

Maloklusi atau kelainan oklusi adalah oklusi yang menyimpang dari keadaan normal. Menurut Navabi dkk (2012), maloklusi adalah ketidakteraturan gigi geligi atau ketidakharmonisan hubungan lengkung gigi yang biasanya berkembang sejak masa kanak-kanak dan dapat berakibat pada ketidakpuasan terhadap penampilan wajah, gangguan fungsi pengunyahan, penelanan, bicara, hubungan temporo-mandibula serta dapat mengakibatkan berkembangnya karies gigi dan penyakit periodontal.

Perawatan ortodontik bertujuan untuk mencapai hubungan oklusi dan fungsi yang baik, perbaikan keadaan dentofasial dan estetis wajah, serta menghasilkan kedudukan gigi yang stabil setelah perawatan ( Graber dan Swain, 1985 ). Pasien yang mendapatkan perawatan ortodontik, biasanya peduli terhadap lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan perawatan ortodontik.

Karakteristik maloklusi merupakan salah satu faktor yang dapat berpengaruh

(2)

terhadap lama perawatan ortodontik (Skidmore dkk, 2006 ). Penyelesaian perawatan ortodontik yang tepat pada waktunya membantu memperkirakan biaya perawatan dan mampu meningkatkan kepuasan pasien (Simister, 2007). Waktu perawatan ortodontik selama 3 tahun dapat menyebabkan efek negatif pada gigi dan jaringan periodontal, serta dapat menyebabkan hilangnya semangat pada beberapa pasien dan bahkan pada ortodontisnya (Vig dkk,1990).

Alat ortodontik adalah alat dengan tekanan ringan yang diaplikasikan pada gigi atau sekelompok gigi dan struktur pendukungnya yang mengakibatkan adanya perubahan di dalam tulang sehingga memungkinkan terjadinya gerakan gigi. Secara luas, alat ortodontik diklasifikasikan menjadi alat ortodontik lepasan dan cekat (Bhalajhi, 2004). Beberapa alat ortodontik cekat yang tersedia pada dasarnya termasuk salah satu dari dua filosofi dasar, yaitu penggunaan kekuatan ringan untuk menggerakkan hanya mahkota saja pada awal perawatan dilanjutkan dengan koreksi akar dengan slot vertikal dan penggunaan kekuatan besar untuk menggerakkan mahkota dan akar bersama-sama dengan slot horizontal (Mulimani dkk, 2009).

Teknik Begg merupakan teknik perawatan ortodontik cekat yang dikembangkan oleh Raymond Begg pada tahun 1920 dengan memodifikasi teknik Ribbon Arch dan populer pada tahun 1960 (Proffit dkk, 2007). Braket Begg mempunyai slot vertikal yang sempit, dimana kawat busur secara longgar berada di dalam slot tersebut dan dipertahankan posisinya dengan menggunakan pin pengunci (Williams dkk, 1995).

(3)

Keuntungan teknik Begg adalah koreksi awal posisi gigi cepat walaupun menggunakan kekuatan yang lebih ringan daripada yang dibutuhkan pada teknik Edgewise. Kerugiannya, pada perawatan tahap lanjut peralatan lebih rumit karena perlu adanya kawat busur tambahan. Longgarnya hubungan antara braket dan kawat busur menyebabkan timbulnya kesulitan untuk mempertahankan posisi gigi sehingga memungkinkan terjadinya gerakan gigi yang tidak diinginkan (Williams dkk, 1995).

Teknik Straight Wire adalah modifikasi dari alat Edgewise standar yang diperkenalkan oleh Andrews pada tahun 1970. Konsep dasar teknik ini menggunakan braket yang mempunyai komponen first, second dan third order sehingga tidak membutuhkan tekukan kawat seperti pada alat Edgewise, oleh karena itu disebut Preadjusted Edgewise Appliance (Bhalajhi, 2004).

Braket Straight Wire mempunyai slot kawat busur persegi yang mempunyai kemampuan menerima kawat busur persegi dan bulat. Penggunaan kawat busur persegi dapat mengontrol gerakan gigi pada semua bidang sedangkan pada penggunaan kawat busur bulat, gigi dapat bergerak tipping secara bebas sepanjang kawat busur, rotasi dan uprighting, tetapi tidak dapat menghasilkan gerakan torquing. Aktivasi braket Straight Wire sudah terdesain di dalam slot braket itu sendiri yang dapat mempengaruhi posisi gigi. Sistem ini mempunyai kerugian karena menghalangi gerakan tipping gigi sepanjang kawat busur, terutama pada penggunaan kawat busur persegi. Gaya friksional yang terjadi antara braket dan kawat busur menyebabkan perlunya pemberian kekuatan yang lebih besar ( Williams dkk, 1995). Teknik Straight Wire cenderung menghasilkan

(4)

kesulitan pada tahap awal perawatan, tetapi efisien pada penyesuaian tahap akhir (Thompson, 1981).

Perbandingan efektifitas perawatan ortodontik teknik Begg dan Straight Wire pada kasus pencabutan dengan menggunakan indeks PAR untuk menilai

tingkat keberhasilannya menunjukkan persentase penurunan indeks PAR sebesar 92% pada teknik Straight Wire dan 47% pada teknik Begg yang berarti bahwa teknik Straight Wire bekerja lebih baik dibandingkan teknik Begg dalam merawat kasus maloklusi dengan pencabutan (Dabas dkk, 2008).

Tingkat keparahan maloklusi dan tingkat keberhasilan suatu perawatan ortodontik merupakan suatu penilaian yang subjektif. Derajat subjektivitas penilaian suatu maloklusi dapat dikurangi menggunakan indeks maloklusi untuk menilai tingkat keparahan dan tingkat keberhasilan perawatan ortodontik secara objektif (Lavelle, 1976., sit. Hassan dan Rohimah, 2007). Terdapat beberapa macam indeks oklusal yang digunakan sesuai dengan tujuannya, antara lain untuk keperluan diagnosis, epidemiologi, kebutuhan perawatan ortodontik, hasil perawatan dan keparahan maloklusi ( Faharani, 2011).

Index of Complexity Outcome and Need (ICON), merupakan indeks

internasional yang menyediakan metode penilaian tunggal untuk mencatat keparahan, hasil dan kebutuhan perawatan suatu maloklusi (Koochek dkk, 2001).

ICON dikembangkan oleh Daniels dan Richmond , terdiri dari lima komponen,

masing-masing diberi bobot yang berbeda sesuai dengan hubungan kepentingannya. Lima komponen ICON adalah komponen dental aesthetics, adanya gigi yang berdesakan pada rahang atas, adanya crossbite, hubungan

(5)

vertikal anterior, dan hubungan antero-posterior pada segmen bukal. Setelah semua skor kasar diperoleh dan dikalikan dengan bobotnya masing-masing, kemudaian dijumlahkan untuk mendapatkan skor total. Skor derajat keparahan maloklusi menurut ICON adalah : kurang dari 29 untuk kriteria sangat ringan, 29 – 50 untuk kriteria ringan, 51 – 63 untuk kriteria moderat, 64 – 77 untuk kriteria berat dan lebih dari 77 untuk kriteria sangat sangat berat (Daniels, dan Richmond, 2000). Penggunaan ICON untuk menganalisis kelainan oklusal mempunyai kelebihan yaitu: mudah digunakan, tidak membutuhkan tahapan-tahapan khusus dan dapat digunakan pada pasien atau model studi tanpa perlu modifikasi pada cara pengukurannya (Farahani, 2011).

Kebutuhan perawatan ortodontik tertinggi terdapat pada kelompok maloklusi ringan (Urtane dkk , 2006). ICON hanya digunakan sebagai indeks untuk mengendalikan tingkat keparahan maloklusi tetapi tidak dapat menentukan perlu atau tidaknya pencabutan sebagai metode solusi kebutuhan ruang pada perawatan ortodontik. Pada tingkat keparahan maloklusi yang sama kemngkinan dijumpai perawatan yang membutuhkan pencabutan dan tidak, oleh karena itu penelitian untuk membandingkan teknik Begg dan Straight Wire terhadap lama perawatan ortodontik ini dilakukan pada kelompok maloklusi ringan menurut ICON dengan dan tanpa pencabutan.

(6)

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah maka dapat diajukan perumusan masalah sebagai berikut :

1. Apakah terdapat perbedaan lama perawatan ortodontik antara teknik Begg dan Straight Wire pada maloklusi ringan menurut ICON ?

2. Apakah terdapat perbedaan lama perawatan ortodontik antara metode pencabutan 4 gigi premolar pertama dan tanpa pencabutan pada maloklusi ringan menurut ICON ?

3. Apakah terdapat interaksi antara teknik perawatan ortodontik menggunakan teknik Begg dan Straight Wire dengan metode perawatan ortodontik menggunakan pencabutan 4 gigi premolar dan tanpa pencabutan terhadap lama perawatan maloklusi ringan menurut ICON ?

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan lama perawatan ortodontik maloklusi ringan menurut ICON antara teknik Begg dan teknik Straight Wire dengan pencabutan 4 gigi premolar pertama dan tanpa pencabutan.

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk menambah informasi tentang perbedaan lama perawatan maloklusi ringan menurut ICON antara teknik

(7)

Begg dan teknik Straight Wire, dengan pencabutan 4 gigi premolar pertama dan tanpa pencabutan.

E. Keaslian Penelitian

Beckwith dkk (1999), melakukan penelitian pada 5 praktisi yang berbeda mengenai faktor yang mempengaruhi lama perawatan ortodontik menemukan bahwa rata-rata waktu perawatan ortodontik menggunakan teknik Straight Wire adalah 28,6 bulan,

Dabas dkk (2008), melakukan penelitian untuk membandingkan efektifitas perawatan ortodontik antara teknik Begg dan Straight Wire pada kasus pencabutan, mendapatkan hasil yang menunjukkan bahwa teknik Straight Wire bekerja lebih baik dibandingkan teknik Begg dalam merawat kasus maloklusi dengan pencabutan, tetapi pada penelitian ini tidak dibandingkan lama perawatan yang dibutuhkan oleh masing-masing teknik.

Mulimani (2009) melakukan penelitian untuk membandingkan efektifitas teknik Begg, Tip-Edge dan Edgewise Pre-Adjusted pada perawatan maloklusi kelas I dengan bimaksiler protrusi menggunakan analisis Centroid dan ICON.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna diantara ketiga teknik dan semuanya dapat merawat kasus bimaksiler protrusi dengan hasil memuaskan. Lama perawatan yang dibutuhkan oleh masing-masing teknik tidak dibandingkan.

Sepengetahuan penulis hingga saat ini belum ada penelitian yang membandingkan lama perawatan maloklusi dengan tingkat keparahan ringan

(8)

menurut ICON dengan pencabutan 4 gigi premolar pertama dan tanpa pencabutan menggunakan teknik Begg dan Straight Wire.

Referensi

Dokumen terkait

Pada tahap pertama ini kajian difokuskan pada kajian yang sifatnya linguistis antropologis untuk mengetahui : bentuk teks atau naskah yang memuat bentuk

“pada masa sebelum sekolah dan (juga) luar sekolah hampir semua anak di dunia telah menjadi 'matherate' artinya mereka mampu mengembangkan kemampuan untuk menggunakan

Segala puji penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Taufiq dan Hidayahnya sehingga dapat terselesaikannya skripsi ini dengan judul: “Strategi

Faktor yang mempengaruhi akumulasi terbesar terjadi pada akar tanaman untuk logam Cr dan Ni, disebabkan akar merupakan jaringan tanaman yang kontak langsung dengan

Bila konselor kurang memiliki kesadaran mengenai beragam budaya yang ada di Indonesia, maka akan mengakibatkan suatu hambatan dalam berkomunikasi dengan konseli, hal ini

mutu pelayanan dan sebagai unsur produk pariwisata pembinaan tersebut dilakukan dengan berbagai kombinasi usaha seperti pendidikan dan latihan, pengaturan dan pengarahan

Berdasarkan hasil penelitian menggunakan uji man-whitney hasil uji statistik dengan efektivitas massage endorphine dan kompres air hangat dengan indikator berat

Penyingkiran inflamasi akut, disertai perawatan penyakit gingiva atau periodontal kronis yang bertumpang tindih dengan lesi GUNA maupun yang berada pada daerah lainnya