• Tidak ada hasil yang ditemukan

EARLY-ONSET BIPOLAR DISORDERS. Dr. Ika Widyawati, SpKJ(K)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EARLY-ONSET BIPOLAR DISORDERS. Dr. Ika Widyawati, SpKJ(K)"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

EARLY-ONSET

EARLY-ONSET

BIPOLAR DISORDERS

BIPOLAR DISORDERS

(2)

EPIDEMIOLOGI

EPIDEMIOLOGI

• NCS (National Comorbidity Survey): ggn bipolar-I menurut DSM-III-R  ± 0,4% pd usia 15-54 thn.

• Peter M.Lewinsohn dkk  1% (terutama ggn bipolar-II) pd remaja usia 14-18 thn. • Studi retrospektif  onset pd usia 12 thn. • Studi berbasis komunitas  tdk ada

(3)

• Estimasi prevalensi tdk jelas  o.k:

1. definisi bipolar bervariasi  bbrp penulis menggunakan spektrum ggn bipolar (ggn bipolar-I, bipolar-II, hipomanik &

siklotimik) & penulis lainnya melaporkan angka ggn bipolar-I (full blown, episode manik akut).

2. kontroversi tentang perbedaan antara gbran

klinis ggn bipolar masa kanak sbg kondisi kronis & tdk remisi vs ggn bipolar dewasa yg dicirikan dgn periode kambuhan &

(4)

• Diagnosis yg sesuai utk anak2

prapubertas menunjukkan gejala2 

mood yg labil, iritabilitas yg ekstrim, rapid

mood cycles  merupakan suatu

pertanyaan yg tdk terjawab  apakah ini sbg bentuk awal dari ggn bipolar atau

harus diklasifikasikan berbeda??? 

kontroversi ini menantang para klinisi dlm memandang ggn bipolar pd anak2 sbg

(5)

• McElroy dkk: mixed mania yg

mem-pengaruhi 20-30% orang dewasa dgn manik.

Subyek dgn mixed mania cenderung memiliki perjalanan yg kronis, tdk ada episode yg terpisah, onset ggn pada

masa kanak & remaja, angka bunuh diri yg tinggi, respons yg buruk terhadap

terapi, riwayat defisit neuro-psikologis yg dini yg diduga kuat GPPH.

 diidentifikasi sindrom manik pada org dewasa yg menunjukkan gbran atipikal ggn bipolar pd anak2.

(6)

GANGGUAN BIPOLAR ATIPIKAL

GANGGUAN BIPOLAR ATIPIKAL

PADA ANAK

PADA ANAK

• Gambaran manik masa kanak.

• Iritabilitas yg berat, menetap & sering bersifat kejam/ kekerasan.

• Ledakan2nya sering berupa perilaku

mengancam atau menyerang terhadap anggota keluarga, anak2 lain, orang dewasa atau

gurunya.

• Diantara ledakan2nya, anak2 ini dapat digambarkan memiliki mood yang mudah

tersinggung atau mudah marah yang persisten. • Sering didiagnosis dgn gangguan tingkah laku

(GTK).

• Gejala agresif merupakan alasan utama untuk hospitalisasi  angkanya tinggi.

(7)

• Perjalanan gangguan manik cenderung kronis & berkelanjutan.

• Cth: penelitian Geller & Joan Luby (1990-an) pada anak2 yg manik 

menyimpulkan: manik onset masa kanak bersifat non episodik, kronis,

rapid-cycling, mixed manic state.

• Carlson dkk: manik onset dini komorbid dgn gangguan perilaku pada masa kanak & memiliki episode remisi yg lebih sedikit dlm periode 2 thn dibanding dgn kasus2 manik onset dewasa.

(8)

• Ggn bipolar pada anak2 cenderung memberi gambaran atipikal  mood iritabel, manik bercampur dgn gejala2 depresi mayor, perjalanan yg kronis.

• Meski gbran atipikal pd anak2 dgn

manic-like symptom memungkinkan utk salah

diagnosis, namun ggn bipolar pada remaja lebih dapat diterima.

• Faraone dkk: membandingkan gbran

manik pd anak2 dgn diagnosis remaja dgn manik onset masa kanak & remaja dgn

(9)

• Dgn perkecualian lebih euforia diantara

remaja dgn manik onset remaja, frekuensi gejala manik lainnya hampir sama antara anak & remaja dgn manik.

• Gbran klinis manik diantara remaja dgn onset masa kanak jarang yg bifasik;

biasanya kronis & bercampur dgn onset yg simultan antara depresi & manik.

(10)

KOMORBIDITAS DENGAN GPPH

KOMORBIDITAS DENGAN GPPH

• Gejala yg membingungkan & tumpang tindih antara ggn bipolar dgn GPPH.

• Studi sistematik pd anak2 & remaja

menunjuk kan  angka GPPH berkisar dari 60-90% pd pasien anak dgn ggn

bipolar.

• Meski angka GPPH tinggi pd sampel anak muda dgn ggn bipolar, namun usia onset memodifikasi risiko utk komorbid GPPH.

(11)

• Wozniak dkk: 90% anak manik juga mengalami GPPH.

• West dkk: hanya 57% remaja dgn manik komorbid GPPH.

• Meski onset GPPH lebih dini dibanding

dgn manik pd anak2, gejala & sindromnya tumpang tindih antara manik pd anak2 & GPPH  timbul pertanyaan: apakah

anak2 yg menunjukkan gejala manik &

GPPH akan mengalami GPPH atau manik atau keduanya??

(12)

• Satu metode menguji transmisi ggn

komorbid pd keluarga  bila GPPH &

manik dikaitkan dgn faktor etiologi familial  studi keluarga menemukan manik dlm keluarga pasien GPPH & GPPH dlm

keluarga pasien manik.

• GPPH & ggn bipolar berbagi kriteria diagnosis.

cth: 7 kriteria utk episode manik dari DSM-IV-TR, 3 diantaranya utk kriteria GPPH  mudah teralih perhatiannya, hiperaktivitas motorik & banyak bicara.

(13)

KOMORBIDITAS DENGAN

KOMORBIDITAS DENGAN

GANGGUAN TINGKAH LAKU

GANGGUAN TINGKAH LAKU

• GTK juga berkaitan kuat dengan gangguan bipolar anak2.

• Wozniak dkk: anak2 praremaja

diwawancara terstruktur  memenuhi

kriteria utk ggn bipolar & sering komorbid dgn GTK.

• Usia onset manik hampir sama pd subyek dgn atau tanpa komorbid GTK.

• Pd ke-2 kelompok ini  manik digbrkan dgn mood yg iritabel, perjalanan yg kronis & tercampur dgn gejala depresi mayor.

(14)

• Hanya 2 gejala manik yg membedakannya  physical restlessness & poor judgment  yg umum terjadi pd manik dgn GTK.

• Subyek yg komorbid & nonkomorbid dgn ggn bipolar memiliki angka yg tinggi utk depresi mayor, ggn cemas, ggn menentang &

psikosis dibanding dgn anak2 GTK & GPPH. • Ggn bipolar komorbid GTK dikaitkan dgn

fungsi yg lebih buruk & meningkatnya risiko utk dirawat.

• Subyek dgn GTK & ggn bipolar juga memiliki risiko familial & personal yg lebih tinggi utk ggn mood dibanding dgn subyek GTK

lainnya yg memiliki risiko personal lebih tinggi utk ggn kepribadian antisosial.

(15)

KOMORBIDITAS DENGAN

KOMORBIDITAS DENGAN

GANGGUAN CEMAS

GANGGUAN CEMAS

• Cemas sering dilewatkan pada studi ggn bipolar.

• Anak2 dengan ggn panik & anak2 dgn ggn bipolar sering tumpang tindih.

• Wozniak dkk  lebih banyak ggn panik & cemas lainnya pada anak2 dengan ggn bipolar.

• L.Trevor Young dkk  pasien2 dgn ggn bipolar & angka kecemasan yg tinggi  mengalami perilaku bunuh diri,

penyalahgunaan alkohol, siklotimik, gangguan cemas & cenderung tidak responsif terhadap lithium.

(16)

KOMORBIDITAS DENGAN

KOMORBIDITAS DENGAN

GANGGUAN PENYALAHGUNAAN

GANGGUAN PENYALAHGUNAAN

ZAT

ZAT

• Ggn bipolar onset juvenil  faktor risiko utk ggn penyalahgunaan zat.

• Timothy Wilens dkk: ggn bipolar

meningkat secara bermakna utk risiko ggn penyalah-gunaan zat, terlepas dari GTK.

• Risiko utk penyalahgunaan zat 

dilaporkan pd subyek dgn ggn bipolar onset remaja.

(17)

• Biederman dkk: studi keluarga terhadap risiko ggn penyalahgunaan zat yg

dikaitkan dgn ggn bipolar & GTK, termasuk adiksi zat psikoaktif & alkohol.

• Perlu utk melihat hubungan antara

penggunaan zat & disregulasi mood pd remaja.

• Identifikasi dini & tatalaksana pd anak

muda dgn ggn bipolar dpt mencegah onset atau komplikasi ggn penyalahgunaan zat.

(18)

GANGGUAN BIPOLAR

GANGGUAN BIPOLAR

DAN TRAUMA PADA ANAK

DAN TRAUMA PADA ANAK

• Pernah diduga bahwa ggn bipolar pada anak2 merupakan akibat dari trauma &

hubungan antara trauma & ggn bipolar yg pernah dilaporkan pada org dewasa 

penelitian masih terbatas.

• Laporan ini menduga masalah perilaku 

“mencuri, berbohong, membolos, vandalisme (sering merusak), kabur, berkelahi,

berkelakuan buruk di sekolah, pengalaman seksual dini, penyalahgunaan zat, diusir dari sekolah, pencapaian akademis yg rendah, & kenakalan” sebelum usia 15 tahun 

(19)

• Ggn bipolar juvenil sering dikaitkan dgn kekejaman/kekerasan yg ekstrim &

disregulasi perilaku yg berat seperti

hiperseksualitas, ggn bipolar pada anak2 dapat sebagai suatu reaksi atau suatu

faktor risiko untuk pajanan trauma. • Wozniak dkk: menggunakan data

longitudinal dari sampel anak laki2 dengan atau tanpa GPPH 

mengidentifikasi gangguan bipolar pada anak2 sebagai anteseden yg penting

untuk kejadian hidup yang traumatik.

• Hubungan waktu antara gangguan bipolar & kejadian traumatik memiliki arti klinis & implikasi terapeutik yang penting.

(20)

• Bila seorang anak yang mengalami trauma menunjukkan mood yg labil & iritabel berat  cenderung seorang klinisi akan

menambah gejala2 ini sebagai suatu pengalaman trauma.

• Kontrasnya  suatu penelitian longitudinal menyebutkan bahwa ggn bipolar merupakan faktor risiko anteseden untuk trauma di masa datang & tidak menunjukkan suatu reaksi

(21)

RESPONS TERAPI

RESPONS TERAPI

• Magda Campbell dkk: efikasi mood

stabilizer (lithium carbonate &

carbamazepine) untuk tatalaksana GTK yang agresif pada anak2.

• GTK yg dirawat inap pada anak2  yg berat, tidak dapat dikontrol & agresi yg kacau.

• Keuntungan terapeutik yg diamati pd anak2 yg diterapi dgn antimanik dapat disebabkan oleh efek antimaniknya dlm tatalaksana anak manik yg agresif yg memenuhi kriteria GTK.

(22)

• Meski terapi dgn mood stabilizer dikaitkan dgn penurunan gejala manik yg

bermakna, namun perbaikan ini lambat & dikaitkan dgn seringnya kekambuhan.

• Biederman dkk: 65% anak2 mengalami perbaikan bila diterapi dgn lithium

carbonate selama 2 thn.

• Studi retrospektif pd 28 anak muda dgn ggn bipolar  82% menunjukkan

perbaikan dlm gejala manik & agresif dgn menggunakan Risperidone.

(23)

• Pavuluri dkk: perbaikan pd anak2 dgn ggn bipolar yg menggunakan Risperidone &

dikombinasi dgn asam valproat atau lithium.

• Frazier dkk: monoterapi dgn olanzapine  perbaikan yg bermakna pd skala

Children’s Depression Inventory & Young Mania Rating Scale pd 23 anak manik

setelah 8 minggu monoterapi dgn kisaran dosis antara 2,5-20 mg/hari.

(24)

• Findling dkk: Risperidone efektif dlm terapi agresi pd anak2 dgn GTK.

• Dilematis pd tatalaksana ggn bipolar komorbid GPPH.

• Rekurensi gejala2 manik setelah

stabilisasi awal menghambat respons terapi GPPH  hipotesis bahwa

stabilisasi mood merupakan suatu prasyarat utk keberhasilan terapi

farmakologis GPPH pd anak2 dgn GPPH & gejala manik.

(25)

THANK YOU

THANK YOU

Referensi

Dokumen terkait

Meskipun penggunaan warna dan elemen bentuk yang terkesan halus dan lembut tetapi penyampaian arti dari visi misi, budaya kerja dan informasi lain terkait

Dari keseluruhan analisis data siswa tentang kemampuan menulis puisi bebas siswa kelas VII.6 SMP Negeri 2 Praya Kabupaten Lombok Tengah.ditinjau dari segi

Aspek perkembangan bahasa anak dimulai sejak lahir dan penggunaan bahasa menjadi efektif ketika seorang anak perlu berinteraksi dengan orang lain. Pertambahan kosa kata seorang

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat tingkat pengetahuan pasien Diabetes Melitus tentang obat antidiabetes oral (OAD) yang lakukan di Puskesmas Jagir di wilayah

Persediaan bahan pembantu / bahan-bahan pelengkap (supplier Stock), yaitu persediaan barang-barang atau bahan-bahan yang diperlukan dalam proses produksi untuk

Kitab itu dikarang oleh Mpu Dharmaja pada masa Sri Kameswara yang dalam Smaradahana dianggap sebagai titisan Dewa Kama.. istriSri kameswara yang bernama Sri Kirana yang sangat

Sistem e-office merupakan suatu kemajuan jaringan teknologi yang mana data dari setiap pemilik Surat Perjalanan Republik Indonesia (SPRI) akan terhubung di seluruh Kantor

Penulis yakin dan percaya Tuhan Yesus ikut campur tangan dalam penulisan skripsi ini, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan hukum/skripsi yang berjudul