• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Konsep Motivasi BAHAN AJAR 7

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Konsep Konsep Motivasi BAHAN AJAR 7"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Konsep Konsep Motivasi

(2)

Konsep Motivasi

• Motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati seseorang

untuk melakukan atau mencapai sesuatu tujuan. Motivasi juga bisa dikatakan sebagai rencana atau keinginan untuk menuju kesuksesan dan menghindari kegagalan hidup. Dengan kata lain motivasi adalah sebuah proses untuk tercapainya suatu tujuan. Seseorang yang

mempunyai motivasi berarti ia telah mempunyai kekuatan untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan..

• Motivasi dapat berupa motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi yang bersifat intinsik adalah manakala sifat pekerjaan itu sendiri yang membuat seorang termotivasi, orang tersebut mendapat kepuasan dengan melakukan pekerjaan tersebut bukan karena rangsangan lain seperti status ataupun uang atau bisa juga

dikatakan seorang melakukan hobbynya. Sedangkan motivasi

ekstrinsik adalah manakala elemen elemen diluar pekerjaan yang melekat di pekerjaan tersebut menjadi faktor utama yang membuat seorang termotivasi seperti status ataupun kompensasi.

(3)

Definisi Motivasi

• Motivasi (motivation) memiliki definisi sebagai proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dari motivasi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan. Intensitas berhubungan dengan seberapa giat seseorang berusaha. Arah berhubungan dengan pengaitan upaya kepada arah dan tujuan yang menguntungkan organisasi, dan mempertimbangkan kualitas serta intensitas upaya secara bersamaan. Ketekunan merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang bisa mempertahankan usahanya.

• Konsep motivasi telah berusaha dikembangkan oleh banyak orang, dan beberapa teori yang paling terkenal mengenai motivasi antara lain teori hierarki kebutuhan, teori X dan teori Y, teori dua faktor, teori kebutuhan Mc Clelland, teori evaluasi kognitif, teori

penentuan tujuan, teori MBO, teori efektivitas diri, teori penguatan, teori keadilan, dan teori harapan. Akan tetapi dalam kenyataannya perlu adanya penerapan konsep-konsep ini ke dalam aplikasi

(4)

Elemen Kunci Motivasi

• Berkaitan dengan definisi motivasi yang telah disebutkan di

atas, berikut adalah elemen kunci dalam motivasi :

1. Intensitas (intensity)

Fokus kepada seberapa besar atau karena usaha seseorang

untuk mencoba mencapai sesuatu dalam hidupnya.

2. Arahan (direction)

Usaha yang sudah ada dan sudah dilakukan, diarahkan ke

suatu tujuan, misalnya tujuan organisasi

3 Kegigihan (persistence)

Elemen ini, fokus kepada seberapa lama seseorang dapat

mempertahankan upaya atau usahanya.

(5)

Teori-Teori Motivasi

• Banyak teori motivasi yang dikemukakan oleh

para ahli yang dimaksudkan untuk memberikan

uraian yang menuju pada apa sebenarnya

manusia dan manusia akan dapat menjadi seperti

apa.

• Landy dan Becker membuat pengelompokan

pendekatan teori motivasi ini menjadi 5 kategori

yaitu teori kebutuhan,teori penguatan, teori

(6)

Teori Motivasi Abraham Maslow

(1943-1970)

• Abraham Maslow (1943;1970) mengemukakan bahwa

pada dasarnya semua manusia memiliki kebutuhan

pokok. Ia menunjukkannya dalam 5 tingkatan yang

berbentuk piramid, orang memulai dorongan dari

tingkatan terbawah.

• Lima tingkat kebutuhan itu dikenal dengan sebutan

Hirarki Kebutuhan Maslow, dimulai dari kebutuhan

biologis dasar sampai motif psikologis yang lebih

kompleks; yang hanya akan penting setelah kebutuhan

dasar terpenuhi. Kebutuhan pada suatu peringkat

paling tidak harus terpenuhi sebagian sebelum

kebutuhan pada peringkat berikutnya menjadi penentu

tindakan yang penting

(7)

• Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)

• Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh

dari bahaya)

• Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi

dengan orang lain, diterima, memiliki)

• Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi,

dan mendapatkan dukungan serta pengakuan)

• Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui,

memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik:

keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan

aktualisasi diri: mendapatkan kepuasan diri dan menyadari

potensinya)

(8)

• Bila makanan dan rasa aman sulit diperoleh,

pemenuhan kebutuhan tersebut akan

mendominasi tindakan seseorang dan

motif-motif yang lebih tinggi akan menjadi kurang

signifikan. Orang hanya akan mempunyai waktu

dan energi untuk menekuni minat estetika dan

intelektual, jika kebutuhan dasarnya sudah dapat

dipenuhi dengan mudah. Karya seni dan karya

ilmiah tidak akan tumbuh subur dalam

masyarakat yang anggotanya masih harus

bersusah payah mencari makan, perlindungan,

dan rasa aman.

(9)

Teori Motivasi Herzberg (1966)

• Menurut Herzberg (1966), ada dua jenis faktor yang mendorong

seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan

diri dari ketidakpuasan. Dua faktor itu disebutnya faktor higiene

(faktor ekstrinsik) dan faktor motivator (faktor intrinsik). Faktor

higiene memotivasi seseorang untuk keluar dari ketidakpuasan,

termasuk didalamnya adalah hubungan antar manusia, imbalan,

kondisi lingkungan, dan sebagainya (faktor ekstrinsik), sedangkan

faktor motivator memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai

kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah achievement,

pengakuan, kemajuan tingkat kehidupan, dsb (faktor intrinsik).

• Menurut Hezberg, faktor-faktor seperti kebijakan, administrasi

perusahaan, dan gaji yang memadai dalam suatu pekerjaan akan

menentramkan karyawan. Bila faktor-faktor ini tidak memadai

maka orang-orang tidak akan terpuaskan (Robbins,2001:170).

(10)

• Menurut hasil penelitian Herzberg ada tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam memotivasi bawahan (Hasibuan, 1990 : 176) yaitu :

• a. Hal-hal yang mendorong karyawan adalah pekerjaan

yang menantang yang mencakup perasaan berprestasi,bertanggung jawab, kemajuan, dapat menikmati pekerjaan itu sendiri dan

adanya pengakuan atas semua itu.

• b. Hal-hal yang mengecewakan karyawan adalah terutama pada faktor yang bersifat embel-embel saja dalam pekerjaan, peraturan pekerjaan, penerangan, istirahat dan lain-lain sejenisnya.

• c. Karyawan akan kecewa bila peluang untuk berprestasi

terbatas. Mereka akan menjadi sensitif pada lingkungannya serta mulai mencari-cari kesalahan.

(11)

• Herzberg menyatakan bahwa orang dalam melaksanakan pekerjaannya dipengaruhi oleh dua faktor yang merupakan kebutuhan, yaitu :

• a. Maintenance Factors

• Adalah faktor-faktor pemeliharaan yang berhubungan dengan hakikat manusia yang ingin memperoleh ketentraman badaniah. Kebutuhan kesehatan ini merupakan kebutuhan yang berlangsung terus-menerus, karena kebutuhan ini akan kembali pada titik nol setelah dipenuhi.

• b. Motivation Factors

• Adalah faktor motivator yang menyangkut kebutuhan psikologis seseorang yaitu perasaan sempurna dalam melakukan pekerjaan. Factor motivasi ini berhubungan dengan penghargaan terhadap pribadi yang berkaitan langsung denagn pekerjaan.

(12)

Teori Motivasi Douglas McGregor

• Mengemukakan dua pandangan manusia yaitu teori X (negative) dan teori y (positif), Menurut teori x empat pengandaian yag dipegang manajer

a. karyawan secara inheren tertanam dalam dirinya tidak menyukai kerja b. karyawan tidak menyukai kerja mereka harus diawasi atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.

c. Karyawan akan menghindari tanggung jawab.

d. Kebanyakan karyawan menaruh keamanan diatas semua factor yang dikaitkan dengan kerja.

Kontras dengan pandangan negative ini mengenai kodrat manusia ada empat teori Y :

• karyawan dapat memandang kerjasama dengan sewajarnya seperti istirahat dan bermain.

• Orang akan menjalankan pengarahan diri dan pengawasan diri jika mereka komit pada sasaran.

• Rata rata orang akan menerima tanggung jawab. • Kemampuan untuk mengambil keputusan inovatif.

(13)

Teori Motivasi Vroom (1964)

• Teori dari Vroom (1964) tentang cognitive theory of

motivation menjelaskan mengapa seseorang tidak akan

melakukan sesuatu yang ia yakini ia tidak dapat

melakukannya, sekalipun hasil dari pekerjaan itu sangat

dapat ia inginkan. Menurut Vroom, tinggi rendahnya motivasi

seseorang ditentukan oleh tiga komponen, yaitu:

1. Ekspektasi (harapan) keberhasilan pada suatu tugas

2. Instrumentalis, yaitu penilaian tentang apa yang akan

terjadi jika berhasil dalam melakukan suatu tugas

(keberhasilan tugas untuk mendapatkan outcome tertentu).

3. Valensi, yaitu respon terhadap outcome seperti perasaan

posistif, netral, atau negatif. Motivasi tinggi jika usaha

menghasilkan sesuatu yang melebihi harapanMotivasi

rendah jika usahanya menghasilkan kurang dari yang

diharapkan

(14)

Achievement Theory

Teori achievement Mc Clelland (1961)

• Teori motivasi ini disebut juga sebagai teori

kebutuhan. Mc Clelland (1961) menyatakan ada

tiga hal penting yang menjadi kebutuhan

manusia, yaitu:

• Need for achievement (kebutuhan akan prestasi)

• Need for afiliation (kebutuhan akan hubungan

sosial/hampir sama dengan social need-nya

Maslow)

(15)

Teori Motivasi Clayton Alderfer

(teori ERG)

• Clayton Alderfer mengetengahkan teori motivasi ERG yang

didasarkan pada kebutuhan manusia akan keberadaan (exsistence), hubungan (relatedness), dan pertumbuhan (growth). Teori ini

sedikit berbeda dengan teori maslow. Disini Alfeder mngemukakan bahwa jika kebutuhan yang lebih tinggi tidak atau belum dapat

dipenuhi maka manusia akan kembali pada gerak yang fleksibel dari pemenuhan kebutuhan dari waktu kewaktu dan dari situasi ke

situasi.

• Kebutuhan akan keberadaan diri adalah kebutuhan fisiologis dan material seperti kebutuhan akan minuman, makanan, pakaian, dan tempat tinggal serta kebutuhan akan rasa aman. Di dalam

organisasi, kebutuhan ini mencakup upah, situasi kerja, jaminan sosial, dan lain sebagainya. Kebutuhan akan keterkaitan dengan orang lain meliputi semua kebutuhan yang berkaitan dengan kepuasan hubungan antar pribadi. Sedangkan kebutuhan akan perkembangan diri meliputi kebutuhan akan pengembangan potensi seorang individu.

(16)

Teori Keadilan (equity theory)

• Seseorang akan merasa puas atau tidak tergantung dari apakah dia

merasa adanya keadilan atau tidak atas suatu situasi. Teori ini

menekankan bahwa faktor utama dalam motivasi pekerjaan adalah evaluasi individu atas keadilan dari penghargaan yang diterima.

Perasaan equity atau inequity atas suatu situasi diperoleh seseorang dengan cara membandingkan dirinya dengan orang lain yang setara, sekantor, maupun di tempat lain. Elemen teori ini meliputi input,

outcome, dan comparison person.

• Input adalah segala sesuatu yang berharga, yang dirasakan oleh seseorang sebagai sumbangan terhadap suatu pekerjaan, misalnya pendidikan, pengalaman, keterampilan, keahlian, dan jumlah jam kerja. Outcome mengandung pengertian sebagai segala sesuatu

yang dirasakan oleh seseorang sebagai hasil dari pekerjaannya, bisa berupa gaji, upah, simbol status, dan kesempatan untuk berprestasi atau aktualisasi dri. Sedangkan comparison person menjelaskan

dengan siapa seseorang membandingkan antara input yang diberikan dengan outcome yang diperolehnya.

(17)

• Ketidakadilan muncul ketika seseorang individu merasa bahwa input yang diberikan tidak sebanding dengan imbalan (outcome) yang

diterima. Secara umum jenis ketidakadilan terbagai menjadi

overpayment inequity, terjadi apabila seorang pegawai menerima

imbalan lebih besar daripada rekan sekerjanya padahal input yang diberikan sama, dan underpayment inequity terjadi apabila seorang pegawai menerima imbalan lebih sedikit dibanding dengan rekan sekerjanya, padahal input yang diberikan lebih besar.

• Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh seseorang ketika ia merasa bahwa ketidakadilan terjadi, yaitu :

• Mengubah input menjadi lebih besar apabila overpayment inequity atau menjadi lebih kecil apabila underpaymen inequity.

• Mencoba mengubah input rekan sekerjanya.

• Mengubah persepsi tentang besaran inpu yang diberikan baik oleh dirinya sendiri meupun oleh rekan sekerjanya.

• Mengganti comparison person yang selama ini dijadikan patokan pengukuran keadilan.

(18)

Teori Evaluasi Kognitif (cognitive

evaluation theory)

• Teori ini mengatakan bahwa memberikan

penghargaan ekstrinsik akan menghilangkan

motivasi instrinsik. Artinya apabila seseorang

mengerjakan sesuatu karena ia menyukainya dan

kemudian diberi reward maka lama kelamaan

motivasinya akan bergeser. Pada akhirnya

motivasi seseorang mengerjakan suatu hal bukan

karena ia menyukainya tapi karena mengharpkan

imbalan yang akan diperolehnya karena

(19)

• Teori Goal-Setting

• Teori ini menjelaskan bahwa agar seseorang berkinerja

dengan baik maka diperlukan penentuan sasaran

keberhasilan berupa target-target yang spesifik, disertai

dengan umpan balik di setiap tahapan pekerjaan.

• Teori Penguatan (reinforcement theory)

• Teori ini menyatakan bahwa seseorang akan berperilaku

dengan memperhatikan akibat-akibat dari perilakunya

tersebut. Sehingga apabila kita menginginkan seseorang

berperilaku yang baik maka kita harus memberikan

konsekuensi yang baik pula misalkan memberikan upah dan

imbalan. Begitu pula sebaliknya, agar seseorang tidak

melakukan perilaku yang buruk maka kita harus

memberikan konsekuensi yang buruk pula terhadap

perilaku buruk tersebut apabila dilakukan, misalnya dengan

memberikan hukuman.

(20)

Teori Pengharapan

(expectancy theory)

• Teori ini mengungkapkan bahwa seseorang akan berperilaku tertentu karena ia mengharapkan sesuatu yang dianggap berharga yang akan dihasilkan dari perilakunya tersebut.

• Teori ini memiliki tiga elemen dasar yaitu harapan, instrumentalitas, dan valensi. Harapan mengacu pada persepsi individu bahwa usaha akan menghasilkan kinerja. Instrumentalitas mengacu pada persepsi individu bahwa kinerja bisa menghasilkan hal positif seperti kenaikan gaji atau hal negatif seperti kelelahan fisik. Sedangkan valensi mengacu pada nilai individu yang melekat pada reward yang diterima seseorang. • Secara sederhana, tiga elemen dasar teori pengharapan bisa diringkas

sebagai berikut : apabila pekerjaan berusaha, maka mereka bisa berkinerja (harapan), apabila berkinerja mereka akan mendapatkan hasil/imbalan (instrumentalitas), dan apabila mereka mendapatkan imbalan tersebut merupakan sesuatu yang dianggap berharga oleh si pekerja (valensi).

(21)

Penelitian David Mcclelland

• Penelitian McClelland terhadap para usahawan menunjukkan bukti yang lebih bermakna mengenai motivasi berprestasi dibanding kelompok yang berasal dari pekerjaan lain. Artinya para usahawan mempunyai n-ach yang lebih tinggi dibanding dari profesi lain.

• Kewirausahaan adalah merupakan kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat dan sumberdaya untuk mencari peluang sukses

(Suryana, 2006).

• Kreativitas adalah kemampuan mengembangkan ide dan cara-cara baru dalam memecahkan masalah dan menemukan peluang (Suryana, 2006). Inovasi adalah kemampuan menerapkan kreativitas dalam rangka

memecahkan masalah dan menemukan peluang (Suryana, 2006).

• Ciri-ciri pokok peranan kewirausahaan (McClelland, 1961 dalam Suyanto, 1987) meliputi Perilaku kewirausahaan, yang mencakup memikul risiko yang tidak terlalu besar sebagai suatu akibat dari keahlian dan bukan

karena kebetulan, kegiatan yang penuh semangat dan/atau yang berdaya cipta, tanggung jawab pribadi, serta pengetahuan tentang hasil-hasil

(22)

• Dari penelitiannya, McClelland menyimpulkan

bahwa kepuasan prestasi berasal dari

pengambilan prakarsa untuk bertindak sehingga

sukses, dan bukannya dari pengakuan umum

terhadap prestasi pribadi. Selain itu juga

diperoleh kesimpulan bahwa orang yang memiliki

n-ach tinggi tidak begitu terpengaruh oleh

imbalan uang, mereka tertarik pada prestasi.

Standar untuk mengukur sukses bagi wirausaha

adalah jelas, misal laba, besarnya pangsa pasar

atau laju pertumbuhan penjualan.

(23)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Penurunan kadar MMP-2 serum dan peningkatan skor APRI untuk menilai fibrosis hati pada penyandang thalassemia mayor yang mendapatkan terapi kelasi besi deferipron lebih

Seperti metode yang peneliti gunakan dalam penelitian Pemaknaan Karikatur “KESETRUM TENDER PROYEK LISTRIK” Pada Cover Majalah Tempo edisi 16-22 Januari 2012...

Setelah mengikuti sesi ini peserta didik memahami dan mengerti tentang anatomi dan fisiologi apendik, memahami patogenesa abses apendik, memahami dan mengerti diagnosa, pengelolaan

menu rapat di beberapa instansi tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan alat dan sumberdaya. Peningkatan permintaan jenis kudapan tradisional tersebut tidak diiringi dengan

Identitas sosial adalah bagian dari konsep diri seseorang yang berasal dari pengetahuan mereka tentang keanggotaan dalam suatu kelompok sosial bersamaan dengan

Nilai t statistic 6,353 > t tabel 1,960 dan p value 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa hipotesis 2 pada penelitian ini dapat diterima yang artinya semakin rendah persepsi

Dengan konsentrasi yang sama besarnya kenaikan titik didih larutan NaCI 0,1 m adalah dua kali dari larutan urea 0,1 m sebab …C. Sifat koligatif larutan jenis

Tulisan tertua di Malaysia iaitu kaligrafi khat telah di guna pakai sejak dari sebelum masihi. Tetapi, di era yang kian membangun kini penggunaan kaligrafi jawi