• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sambutan Gubernur Kalimantan Barat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Sambutan Gubernur Kalimantan Barat"

Copied!
123
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Sambutan Gubernur Kalimantan Barat

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan perkenan-Nya maka buku Profil Perkembangan Kependudukan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2020 dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan Pasal 83 Ayat (1) yang menyatakan

“Data Penduduk yang dihasilkan oleh Sistem Informasi Administrasi Kependudukan dan tersimpan di dalam database kependudukan dimanfaatkan untuk kepentingan perumusan kebijakan di bidang pemerintahan dan pembangunan” serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2010 tentang Penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan, maka Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalimantan Barat berupaya untuk menyusun Buku Profil Perkembangan Kependudukan Tahun 2020.

Berdasarkan Pasal 6 huruf (d) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, Pemerintah Provinsi berkewajiban dan bertanggung jawab menyelenggarakan urusan administrasi kependudukan, yang dilakukan oleh Gubernur dengan kewenangan meliputi “Penyajian Data Kependudukan berskala provinsi berasal dari data kependudukan yang telah dikonsolidasikan dan dibersihkan oleh Kementerian yang bertanggung jawab dalam urusan pemerintahan dalam negeri”.

Dengan terbangunnya database kependudukan Provinsi Kalimantan Barat yang bersumber dari database kependudukan Kabupaten/Kota, maka disusunlah Profil Perkembangan Kependudukan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2020.

Melalui Buku Profil Perkembangan Kependudukan ini, diharapkan dapat memberikan gambaran secara umum tentang berbagai aspek kependudukan di Provinsi Kalimantan Barat serta dapat dimanfaatkan untuk pelayanan publik, perencanaan pembangunan, pengalokasian anggaran, pembangunan demokrasi penegakan hukum dan pencegahan kriminal oleh seluruh stakeholder.

Pontianak, Juni 2021

GUBERNUR KALIMANTAN BARAT,

H. SUTARMIDJI, S.H., M.Hum.

(3)

Kata Pengantar

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Puji dan syukur kami sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas Rahmat dan Karunianya, maka penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2020 dapat diselesaikan dengan baik, meskipun masih terdapat hal-hal yang perlu disempurnakan dalam penyusunannya.

Profil perkembangan kependudukan ini merupakan kondisi kependudukan Provinsi Kalimantan Barat yang dihasilkan dari pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil, selain itu juga untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah bahwa Pemerintah Daerah diwajibkan menyusun profil perkembangan kependudukan yang dilaksanakan setiap tahunnya.

Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan sumbang saran serta masukan, sehingga buku profil perkembangan kependudukan tahun 2020 Provinsi Kalimantan Barat ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya, semoga dapat memberikan gambaran tentang berbagai aspek kependudukan untuk dipergunakan sebagai sumber data bagi semua stakeholder dalam rangka penyusunan perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan secara umum di Provinsi Kalimantan Barat.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Buku Profil Perkembangan Kependudukan Provinsi Kalimantan Barat tahun 2020 masih terdapat kekurangan dan kelemahan, maka kami sangat mengharapkan masukan, kritik dan saran untuk perbaikan penyusunan pada waktu yang akan datang.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

YOHANES BUDIMAN, S.IP., M.Si Pembina Utama Muda NIP. 19691215 198903 1 004

(4)

DAFTAR ISI

SAMBUTAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL... vi

DAFTAR GRAFIK ... viii

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Tujuan ... 2

C. Ruang Lingkup... 2

D. Sumber Data ... 3

E. Pengertian Umum... 3

F. Sistematika Penyajian Profil Kependudukan ... 7

BAB II. GAMBARAN UMUM PROVINSI KALBAR ... 8

A. Letak Geografis ……….8

B. Gambaran Ekonomi ... 9

C. Pendidikan ... 10

D. Pertanian ... 11

E. Perkebunan ... 13

F. Kelautan dan Perikanan ... 14

G. Budaya ... 15

H. Pariwisata ... 16

I. Perdagangan ... 17

J. Industri dan Pertambangan ... 18

K. Pelabuhan ... 19

BAB III. PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN ... 21

A. Kuantitas Penduduk ... 21

A.1 Jumlah Dan Persebaran Penduduk………..21

A.1.1 Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk ... 21

A.1.2 Persebaran dan Kepadatan Penduduk ... 23

A.2 Penduduk Menurut Karakterisrik Demografi ... 24

(5)

A.2.1 Jumlah dan Proporsi Penduduk Berdasarkan

Umur dan Jenis Kelamin 24

A.2.2 Umur Median (Median Age) ... 26

A.2.3 Penduduk Lansia ... 28

A.2.4 Sex Ratio dan Dependency Ratio ... 28

A.2.5 Lahir – Mati (Fertilitas – Mortalitas) ... 33

A.2.6 Pendidikan... 34

A.2.7 Status Pekerjaan ... 36

A.2.8 Agama ... 37

A.2.9 Golongan Darah ... 38

A.3 Dokumen Kependudukan ... 39

A.3.1 Keluarga yang memiliki Kartu Keluarga (KK) ... 40

A.3.2 Kepemilikan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) ... 41

A.3.3 Kepemilikan Akta Kelahiran ... 41

A.3.4 Kepemilikan Akta Nikah/Akta Perkawinan ... 42

A.3.5 Kepemilikan Akta Kematian... 43

A.3.6 Kepemilikan Akta Perceraian ... 44

A.3.7 Jumlah dan Proporsi Penduduk Menurut Status Kawin ... 45

A.4 Penyandang Cacat ... 47

A.5 Kabupaten, Kecamatan dan Desa Daerah Perbatasan ... 47

A.6 Orang Asing dan Kepemilikan Dokumen Keimigrasian ... 64

A.7 Rentan Administrasi Kependudukan ... 65

A.7.1 Penduduk Rentan ... 65

A.7.2 Penduduk Terpencil ... 65

B. Kualitas Penduduk ... 67

B.1 Indikator Pendidikan ... 67

B.1.1 Angka Melek Huruf ... 67

B.1.2 Angka Partisipasi Kasar (APK) ... 68

B.1.3 Angka Partisipasi Murni (APM) ... 71

B.1.4 Angka Harapan dan Rata-Rata Lama Sekolah... 73

B.1.5 Angka Putus Sekolah... 74

B.2 Indikator Kesehatan ... 75

B.2.1 Kelahiran ... 75

B.2.2 Kematian (Mortalitas) ... 77

(6)

B.3.1 Jumlah Tenaga Kerja dan Angkatan Kerja ... 86

B.3.2 Angka Partisipasi Angkatan Kerja (APAK) ... 90

B.3.3 Jumlah dan Proporsi Penduduk Menurut Jenis Pekerjaan ... 92

B.3.4 Pengangguran Terbuka ... 95

B.4 Indikator Sosial ... 98

B.4.1 Jumlah Penduduk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial... 98

B.4.2 Proporsi Penduduk Penyandang Cacat Berdasarkan Kabupaten/Kota ... 100

B.4.3 Program Pengentasan Kemiskinan ... 102

C. Mobilitas Penduduk ... 103

C.1 Mobilitas Penduduk Permanen (Migrasi) ... 104

C.2 Mobilitas Penduduk Non Permanen ... 105

BAB IV. KEPEMILIKAN DOKUMEN KEPENDUDUKAN ... 106

A. Kepemilikan Kartu Keluarga ... 106

B. Kepemilikan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) ..107

C. Dokumen Akta Pencatatan Sipil ... 109

1. Pencatatan Kelahiran ... 109

2. Pencatatan Kematian ... 110

3. Pencatatan Perkawinan ... 111

4. Pencatatan Perceraian ... 112

5. Pencatatan Pengakuan Anak dan Pengesahan Anak... 112

BAB V. PENUTUP ... 114

(7)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1: Jumlah Penduduk Laki-Laki Dan Perempuan Tahun 2020 ... 21

Tabel 3.2: Pertumbuhan Penduduk ... 22

Tabel 3.3: Persebaran Penduduk Dan Kepadatan Penduduk. ... 24

Tabel 3.4: Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur Dan Jenis Kelamin ... 25

Tabel 3.5: Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur Lima Tahunan Dan Jumlah Kumulatifnya ... 27

Tabel 3.6: Sex Rasio Jenis Kelamin Berdasarkan Kelompok Umur ... 29

Tabel 3.7: Sex Rasio Jenis Kelamin Penduduk Per Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat ... 30

Tabel 3.8: Persentase Penduduk Berdasarkan Usia Muda, Produktif dan Usia Tua ... 32

Tabel 3.9: Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan Terakhir ... 35

Tabel 3.10: Persentase Penduduk Menurut Pendidikan Terakhir ... 36

Tabel 3.11: Jumlah Penduduk Menurut Jenis Pekerjaan Penduduk di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2020 ... 37

Tabel 3.12: Jumlah Penduduk Menurut Agama ... 38

Tabel 3.13: Penduduk Berdasarkan Golongan Darah ... 39

Tabel 3.14: Kepemilikan Kartu Keluarga (KK) di Kalimantan Barat ... 40

Tabel 3.15: Wajib KTP Penduduk di Provinsi Kalimantan Barat ... 41

Tabel 3.16: Kepemilikan Akta Kelahiran ... 42

Tabel 3.17: Kepemilikan Akta Perkawinan ... 43

Tabel 3.18: Jumlah Akta Kematian ... 44

Tabel 3.19: Jumlah Akta Perceraian……. ... 44

Tabel 3.20: Jumlah Penduduk Menurut Status Perkawinan ... 45

Tabel 3.21: Jumlah Penduduk Menurut Status Cerai ... 46

Tabel 3.22: Jumlah Penduduk Penyandang Cacat ... 47

Tabel 3.23: Kabupaten, Kecamatan dan Desa serta Penduduk Daerah Perbatasan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2020 ... 49

Tabel 3.24: Data Gedung Sekolah di Kawasan Perbatasan Tahun 2020 ... 63

Tabel 3.25: Pengeluaran Dokumen Keimigrasian... 64

Tabel 3.26: Komunitas Adat Terpencil Di Kalimantan Barat ... 66

Tabel 3.27: Jumlah Sekolah dan Jumlah guru TK, SD, SMP,SMA Provinsi Kalimantan Barat………. ... 68

Tabel 3.28: Angka Partisipasi Kasar / Gross Enrollment Ratio Tahun 2020 ... 69

Tabel 3.29: APK SD Kab/Kota se Kalimantan Barat Tahun 2020 ... 69

Tabel 3.30: APK SMP-SMA Kab/Kota se Kalimantan Barat Tahun 2020 ... 70

Tabel 3.31: APM SD Kab/Kota se Kalimantan Barat Tahun 2020 ... 71

Tabel 3.32: APM SMP - SMA Kab/Kota se Kalimantan Barat Tahun 2020 ... 72

Tabel 3.33: Angka Partisipasi Murni/Net Enrollment Ratio Tahun 2020 ... 73

Tabel 3.34: Angka Harapan Lama Sekolah dan Angka Rata-Rata Lama Sekolah .. 74

(8)

Tabel 3.36: Angka Kelahiran Menurut Kelompok Umur (ASFR) ... 76

Tabel 3.37: Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR) ...77

Tabel 3.38: Bayi Lahir Mati Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat ... 78

Tabel 3.39: Angka Kematian Neonatal / NNDR ... 79

Tabel 3.40: Penyebab Kematian Neonatal ... 80

Tabel 3.41: Angka Kematian Post Neo-Natal ... 81

Tabel 3.42: Angka Kematian Balita Kab / Kota di Provinsi Kalimantan Barat ... 82

Tabel 3.43: Kematian Ibu/Maternal Mortality Provinsi Kalimantan Barat ... 84

Tabel 3.44: Status Gizi Buruk di Provinsi Kalimantan Barat ... 85

Tabel 3.45: Proporsi Tenaga Kerja Berdasarkan Kelompok Umur ... 86

Tabel 3.46: Proporsi Tenaga Kerja Kabupaten/Kota ... 87

Tabel 3.47: Proporsi Angkatan Kerja Berdasarkan Kelompok Umur Di Provinsi Kalimantan Barat ... 88

Tabel 3.48: Proporsi Angkatan Kerja Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat ... 89

Tabel 3.49: Angka Partisipasi Angkatan Kerja (APAK)... 90

Tabel 3.50: Jumlah dan Proporsi Penduduk Angkatan Kerja Menurut Pendidikan yang ditamatkan dan Jenis Kelamin ... 91

Tabel 3.51: Jumlah Penduduk Menurut Jenis Pekerjaan di Provinsi Kalimantan Barat (Sesuai Formulir F 1.01) ... 92

Tabel 3.52: Jumlah dan Proporsi Penduduk Menurut Jenis Pekerjaan ... 95

Tabel 3.53: Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut Kelompok Umur di Provinsi Kalimantan Barat ... 96

Tabel 3.54: Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat ... 97

Tabel 3.55: Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2020... 98

Tabel 3.56: Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2020 ...100

Tabel 3.57: Angka Kecacatan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2020...101

Tabel 3.58: Data Fakir Miskin Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2020 ... 102

Tabel 3.59: Mobilitas Penduduk Permanen (Migrasi) ... 104

Tabel 4.1: Kepemilikan Kartu Keluarga di Provinsi Kalimanta Barat ... 107

Tabel 4.2: Persentase Penduduk Wajib KTP-el dan Kepemilikan KTP-el Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat ... 108

Tabel 4.3: Jumlah Penerbitan Akta Kelahiran Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat ... 109

Tabel 4.4: Penerbitan Akta Kematian Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat ...110

Tabel 4.5: Jumlah Penerbitan Akta Perkawinan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat ...111

Tabel 4.6: Jumlah Penerbitan Akta Perceraian Kabupaten ... 112

(9)

DAFTAR GRAFIK

Grafik 3.1: Pertumbuhan Penduduk Tahun 2019-2020 ... 23 Grafik 3.2: Piramida Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur

Dan Jenis Kelamin ... 26 Grafik 3.3: Sex Ratio Penduduk Kalimantan Barat ... 31 Grafik 3.4: Penduduk Berdasarkan Usia Muda, Produktif dan Usia Tua ... 33

(10)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Penduduk merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam semua aspek pembangunan. Paradigma baru tentang pembangunan sudah bergeser pada pentingnya pembangunan berdimensi pada manusia. Penduduk bukan hanya sebagai obyek dari pembangunan tapi sekaligus sebagai subjek dari pembangunan, artinya penduduk berperan penting dalam kesuksesan semua aspek pembangunan. Dalam pelaksanaannya, penduduk tidak saja menjadi pelaksana tetapi juga menjadi sasaran dari pembangunan itu sendiri. Selain itu penduduk juga merupakan salah satu komponen penting dalam perencanaan pembangunan terutama dalam perencanaan seperti: pendidikan, kesehatan, sosial, pembangunan infrastruktur dan lain sebagainya.

Tujuan suatu negara dibentuk adalah dalam rangka mensejahterakan penduduk yang tinggal dalam negara tersebut. Untuk mencapai tujuan pembentukan negara tersebut, penyelenggara negara (pemerintah) membutuhkan data dan informasi kependudukan yang akurat agar kebijakan yang disusun benar-benar efisien dan efektif untuk keperluan penduduk.

Efisiensi dan efektivitas kebijakan yang disusun harus didukung oleh data kependudukan yang akurat, maka dari itu Undang-undang Nomor 24 tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan mengamanatkan bahwa satu-satunya data kependudukan yang digunakan untuk menyusun kebijakan perencanaan pembangunan nasional, provinsi dan kabupaten/kota adalah data kependudukan yang dihasilkan oleh Kementerian Dalam Negeri. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, menegaskan bahwa dalam Perencanaan Pembangunan Daerah harus didasarkan pada data dan informasi yang dikelola dalam sistem informasi pembangunan daerah.

Dalam rangka pelaksanaan pemanfaatan data dan informasi kependudukan, sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan disajikan

(11)

Perkembangan Kependudukan berisi gambaran kondisi, perkembangan dan prospek kependudukan di suatu wilayah (provinsi dan kabupaten/kota).

Penyusunan profil perkembangan kependudukan di kabupaten/kota disusun berdasarkan data registrasi dan data dari lintas sektor, dimana data registrasi diperoleh dari hasil pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan sedangkan data dari lintas sektor diperoleh dari sektor lain yang terkait.

Kerangka pikir pedoman penyusunan profil perkembangan kependudukan mencakup 5 (lima) hal pokok, yaitu :

1. Menyajikan perkembangan profil secara kuantitatif sehingga tampak jelas apa yang sudah berlangsung, kondisi terakhir dan apa yang diproyeksikan di kemudian hari;

2. Mengidentifikasi kelompok atau segmen kependudukan yang membutuhkan perhatian khusus dan upaya-upaya yang diperlukan untuk penanganannya sehingga menjadi berkualitas;

3. Dari point 1 dan 2 teridentifikasi potensi penduduk yang dapat dijadikan asset pembangunan daerah dan nasional;

4. Mengkoordinasikan, melakukan bimbingan teknis dengan instansi terkait untuk memperoleh kesepakatan dan pemahaman dalam penyusunan dan pemanfaatannya;

5. Mendorong percepatan terwujudnya database penduduk dan analisa untuk kebijakan pembangunan daerah.

B. Tujuan

Penyusunan profil perkembangan kependudukan adalah dalam rangka menyiapkan acuan bagi instansi pemerintah dalam rangka menyusun kebijakan pembangunan.

C. Ruang Lingkup

1. Data kuantitatif yang berkaitan dengan pengendalian kuantitas penduduk;

2. Data kualitatif yang berkaitan dengan pengembangan kualitas penduduk; dan 3. Data kuantitatif dan kualitatif yang berkaitan dengan pengarahan mobilitas

penduduk.

(12)

D. Sumber Data

Sumber data penyusunan Buku Profil Perkembangan Kependudukan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2020, terdiri dari :

1. Data yang bersumber dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat.

2. Data yang bersumber dari Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Kantor Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Kalimantan Barat, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, dan instansi vertikal lainnya yang terkait.

E. Pengertian Umum

1. Penduduk adalah Warga Negara Indonesia dan Orang Asing yang bertempat tinggal di Indonesia (Undang-undang No. 24 tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan);

2. Administrasi Kependudukan adalah rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan melalui pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi administrasi kependudukan serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lain (Undang-undang No. 24 tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan);

3. Perkembangan kependudukan adalah kondisi yang berhubungan dengan perubahan keadaan kependudukan yang dapat berpengaruh dan dipengaruhi oleh keberhasilan pembangunan berkelanjutan (Undang-undang No 52 tahun 2009 Tentang Perkembangan Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga) 4. Data Kependudukan adalah data perseorangan dan atau data agregat yang

terstruktur sebagai hasil dari kegiatan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil (Undang-undang No. 24 tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan);

5. Kualitas Penduduk adalah kondisi penduduk dalam aspek fisik dan non fisik yang meliputi derajat kesehatan, pendidikan, pekerjaan, produktivitas, tingkat sosial, ketahanan, kemandirian, kecerdasan, sebagai ukuran dasar untuk

(13)

yang bertakwa, berbudaya, berkepribadian, berkebangsaan dan hidup layak.

(Undang-undang No 52 tahun 2009 Tentang Perkembangan Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga);

6. Profil Perkembangan Kependudukan adalah gambaran kondisi, perkembangan dan prospek kependudukan (Permendagri No 65 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Profil perkembangan Kependudukan);

7. Peristiwa Kependudukan adalah kejadian yang dialami penduduk yang harus dilaporkan karena membawa akibat terhadap penerbitan atau perubahan Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk, dan/atau surat keterangan kependudukan lainnya meliputi pindah datang, perubahan alamat, serta status tinggal terbatas menjadi tinggal tetap Sipil (Undang-undang No. 24 tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan);

8. Peristiwa Penting adalah kejadian yang dialami oleh seseorang meliputi kelahiran, kematian, lahir mati, perkawinan, perceraian, pengakuan anak, pengesahan anak, pengangkatan anak, perubahan nama, dan perubahan status kewarganegaraan Sipil (Undang-undang No. 24 tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan);

9. Kematian atau mortalitas menurut WHO adalah: suatu peristiwa menghilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen yang bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup (Badan Pusat Statistik);

10. Ratio jenis kelamin adalah suatu angka yang menunjukkan perbandingan jenis kelamin antara banyaknya penduduk laki-laki dan penduduk perempuan di suatu daerah pada waktu tertentu;

11. Mobilitas Penduduk adalah merupakan gerak penduduk secara keruangan dengan melewati batas daerah administrasi tertentu seperti Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, desa/kelurahan ;

12. Mobilitas penduduk Permanent (migrasi) adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/Negara (migrasi internasional);

(14)

13. Mobilitas Penduduk non-permanent (circulation/sirkuler) adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk tidak menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif. Mobilitas penduduk non- permanent dibagi menjadi dua yaitu ulang-alik atau nglaju (commuting) dan

menginap/mondok.

14. Penduduk musiman merupakan salah satu jenis mobilitas penduduk non- permanent yang bekerja tidak pada daerah domisilinya dan menetap dalam kurun waktu lebih dari satu hari tetapi kurang dari satu tahun dan dilakukan secara berulang.

15. Mobilitas penduduk ulang-alik atau nglaju (commuting) adalah gerak penduduk dari daerah asal ke daerah tujuan dalam batas waktu tertentu dan kembali ke daerah asal pada hari yang sama.

16. Migrasi kembali (return migration) adalah banyaknya penduduk yang pada waktu diadakan sensus bertempat tinggal di daerah yang sama dengan tempat lahir dan pernah bertempat tinggal di daerah yang berbeda.

17. Migrasi semasa hidup (life time migration) adalah bentuk migrasi dimana pada waktu diadakan sensus tempat tinggal sekarang berbeda dengan tempat kelahirannya.

18. Migrasi risen (recent migration) adalah bentuk migrasi melewati batas wilayah administrasi (desa/kecamatan/kabupaten/provinsi) dimana pada waktu diadakan sensus bertempat tinggal di daerah yang berbeda dengan tempat tinggal lima tahun yang lalu.

19. Transmigrasi adalah perpindahan penduduk secara sukarela untuk meningkatkan kesejahteraan dan menetap di wilayah pengembangan transmigrasi atau lokasi permukiman transmigrasi.

20. Urbanisasi adalah suatu proses bertambahnya konsentrasi penduduk di perkotaan dan atau proses perubahan suatu daerah perdesaan menjadi perkotaan, baik secara fisik maupun ukuran-ukuran spasial dan/atau bertambahnya fasilitas perkotaan, serta lembaga-lembaga sosial, maupun perilaku masyarakat.

21. Penduduk Usia Kerja adalah penduduk yang berusia 15 tahun sampai dengan 64 tahun.

(15)

22. Angka Partisipasi Angkatan Kerja adalah proporsi angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja.

23. Pengangguran adalah orang yang termasuk angkatan kerja, namun pada saat pendataan/survey atau sensus tidak bekerja dan sedang mencari kerja.

24. Angka Pengangguran adalah proporsi jumlah pengangguran terhadap angkatan kerja.

25. Bukan Angkatan Kerja adalah penduduk usia 15 tahun ke bawah dan penduduk berusia 64 tahun ke atas.

26. Lahir hidup adalah suatu kelahiran bayi tanpa memperhitungkan lamanya di dalam kandungan, dimana si bayi menunjukkan tanda-tanda kehidupan pada saat dilahirkan, misalnya ada nafas, ada denyut jantung atau denyut tali pusar atau gerakan otot.

27. Lahir mati adalah kelahiran seorang bayi dari kandungan yang berumur paling sedikit 28 minggu tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan pada saat dilahirkan.

28. Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR) adalah rata-rata banyaknya anak yang akan dimiliki oleh seorang wanita pada masa reproduksinya jika ia mengikuti pola fertilitas pada saat TFR dihitung.

29. Angka Kematian Bayi Baru Lahir adalah banyaknya kematian baru lahir, usia kurang dari satu bulan (0-28) hari pada suatu periode per 1.000 kelahiran hidup pada pertengahan periode yang sama.

30. Angka Kematian Bayi Lepas Baru Lahir adalah banyaknya kematian bayi lepas baru lahir (usia 1-11 bulan) pada satu periode per 1.000 kelahiran hidup pada pertengahan periode yang sama.

31. Angka Kematian Bayi/IMR adalah banyaknya kematian bayi usia kurang dari satu tahun (9-11 bulan) pada suatu periode per 1.000 kelahiran hidup pertengahan periode yang sama.

32. Angka Kematian Ibu/MMR adalah banyaknya kematian ibu pada waktu hamil atau selama 42 hari sejak terminasi kehamilan per 100.000 kelahiran hidup, tanpa memandang lama dan tempat kelahiran yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya.

33. Angka Kematian Kasar/CDR adalah banyaknya kematian yang terjadi pada

(16)

34. Rumah Tangga adalah sekumpulan orang yang tinggal dalam satu rumah/bangunan tempat tinggal dan makan dari satu dapur.

35. Keluarga adalah sekumpulan orang yang tinggal dalam satu rumah yang mempunyai hubungan kekerabatan akibat perkawinan, adopsi dll.

- Keluarga luas (ayah, ibu, anak dan keluarga lain)

- Keluarga inti (ayah, ibu dan anak kandung/tiri atau ayah dengan anak atau ibu dengan anak).

F. Sistematika Penyajian Profil Kependudukan

Adapun materi yang disajikan dalam buku Profil Perkembangan Kependudukan Provinsi Kalimantan Barat ini, tersusun dalam sistematika sebagai berikut :

Bab I : Pendahuluan

Pada bagian pendahuluan ini, diuraikan latar belakang, tujuan, ruang lingkup, sumber data dan konsep penyusunan buku Profil Kependudukan.

Bab II : Gambaran Umum Daerah Provinsi Kalimantan Barat Bab III : Perkembangan Kependudukan

Bab IV : Kepemilikan Dokumen Kependudukan Bab V : Penutup

(17)

BAB II

GAMBARAN UMUM

PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Provinsi Kalimantan Barat adalah salah satu dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, yang beribu kota di Kota Pontianak. Luas wilayah 147.307,00 Km² atau sekitar 7,73% dari luas Indonesia. Dari Utara ke Selatan sepanjang lebih dari 600 KM dan sekitar 850 Km dari Timur ke Barat. Di sebelah barat berbatasan dengan Selat Karimata dengan lebar 400 Km dan kedalaman perairan laut natuna sampai dengan 200 m, sedangkan di sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Tengah. Sebelah Utara berbatasan langsung dengan Sarawak (Malaysia Timur) dan Provinsi Kalimantan Utara, sedangkan sebelah selatan berbatasan dengan Laut Jawa dan Provinsi Kalimantan Tengah.

Memperhatikan batas-batas wilayah tersebut, maka letak Provinsi Kalimantan Barat sangat strategis untuk dikembangkan. Jalur transportasi udara antar kabupaten/kota dan antar provinsi di Pulau Kalimantan dan di luar Pulau Kalimantan sudah tersambung dengan moda transportasi pesawat udara, sedangkan transportasi darat antar kabupaten/kota juga sudah tersambung melalui jalan darat. Bahkan dengan provinsi lain di Pulau Kalimantan sudah tersambung melalui Jalan Trans Kalimantan, begitu juga transportasi darat menuju Negara tetangga Malaysia (Sarawak) dan Brunai Darussalam sudah dapat menggunakan transportasi darat. Selain transportasi darat dan udara, moda transportasi laut juga sering digunakan untuk menyeberang ke Pulau Natuna, Pulau Jawa dan pulau-pulau lainnya di Indonesia.

A. Letak Geografis

Provinsi Kalimantan Barat terletak antara 2008 LU dan 3005 LS serta di antara 108o0 BT dan 114o10 BT.Dengan letak geografis seperti itu, Provinsi Kalimantan Barat dilalui oleh garis khatulistiwa (garis lintang 0o) tepatnya di Kota Pontianak.

Karena berbatasan dengan Negara Malaysia bagian timur, saat ini

(18)

(border) untuk masuk ke Negara Malaysia bagian timur, yaitu di Kabupaten Sambas border Aruk, di Kabupaten Bengkayang border Jagoi Babang, di Kabupaten Sanggau border Entikong, di Kabupaten Sintang Border Jasa, dan di Kabupaten Kapuas Hulu border Badau.

Wilayah Kalimantan Barat sebagian besar merupakan daratan dengan topografi dataran rendah dengan luas sekitar 147.307 Km2 atau 7,53 persen dari luas Indonesia atau 1,13 kali luas pulau Jawa. Wilayah ini membentang lurus dari Utara ke Selatan sepanjang lebih dari 600 Km dan sekitar 850 Km dari Barat ke Timur, Dilihat dari besarnya wilayah, Kalimantan Barat termasuk Provinsi terbesar ketiga, setelah Irian Jaya (421.891 Km2) dan Kalimantan Tengah (152.600 Km2).

Provinsi Kalimantan Barat memiliki ratusan sungai, ada yang besar dan ada juga yang kecil. Sebagian besar digunakan untuk jalur transportasi sungai terutama untuk mencapai daerah pedalaman. Bahkan sungai Kapuas merupakan sungai terpanjang di Indonesia dengan panjang 1.086 Km, dari panjang tersebut yang dapat dilayari sepanjang 942 Km. Sungai-sungai panjang lainnya adalah Sungai Melawi yang dapat dilayari 471 Km, Sungai Pawan sepanjang 197 Km, Sungai Kendawangan sepanjang 128 Km, Sungai Jelai sepanjang 135 Km, Sungai Sekadau sepanjang 117 Km, Sungai Sambas sepanjang 233 Km, dan Sungai Landak sepanjang 178 Km. Selain sungai juga terdapat danau yang terkenal yaitu Danau Sentarum dan Danau Luar yang berada di Kabupaten Kapuas Hulu. Danau Sentarum seluas 117.500 hektar, pada musim kemarau Danau Sentarum airnya kering, dan dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk menangkap ikan.

B. Gambaran Ekonomi

Perekonomian Kalimantan Barat berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan IV-2020 mencapai Rp 55.631,31 miliar dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 34.703,91 miliar.

Ekonomi Kalimantan Barat triwulan IV-2020 (c-to-c) terkontraksi 1,82 persen atau menurun jika dibandingkan pada tahun 2019 yang tumbuh sebesar 5,09 persen. Dari sisi produksi, konstraksi terbesar didorong oleh Lapangan

(19)

Pergudangan yang masing-masing terkontraksi sebesar 19,3 dan 19,1 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran konstraksi terbesar terjadi pada Komponen Pengeluaran Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) yang terkonstraksi sebesar 1,88 persen.

Ekonomi Kalimantan Barat triwulan IV-2020 terkontraksi sebesar 2,22 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, kontraksi terbesar didorong oleh Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan yang terkontraksi sebesar 22,58 persen.

Dari sisi Pengeluaran, kontraksi terbesar dialami oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang terkontraksi sebesar 9,95 persen.

Ekonomi Kalimantan Barat triwulan IV-2020 tumbuh sebesar 3,64 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi didorong oleh Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial yang tumbuh sebesar 30,19 persen.

Sementara dari sisi Pengeluaran dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yaitu sebesar 14,45 persen.

Struktur ekonomi Kalimantan Barat pada triwulan IV-2020 didominasi oleh Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 19,95 persen, Industri Pengolahan 16,64 persen, Konstruksi 13,34 persen dan Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 13,08 persen. Sementara dari sisi Pengeluaran didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yaitu sebesar 49,54 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 31,67 persen, dan Pengeluran Konsumsi Pemerintah sebesar 14,46 persen.

C. Pendidikan

Kualitas penduduk dapat dilihat dari tingkat pendidikannya. Semakin tinggi tingkat pendidikan selayaknya semakin tinggi kualitas penduduk tersebut.

Indikator kualitas pendidikan dapat dilihat dari angka partisipasi sekolah, pendidikan tertinggi yang ditamatkan, dan juga angka melek huruf (kemampuan membaca dan menulis).

Menurut Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Kalimantan Barat kekurangan guru juga menjadi masalah yang dapat mengurangi kualitas pendidikan. Kekurangan tenaga guru di Kalimantan Barat sangat parah, tidak hanya terjadi pada sekolah negeri, pada sekolah swasta juga mengalami keterbatasan. Keterbatasan tenaga guru juga terjadi di daerah perkotaan,

(20)

apalagi pada daerah pedalaman. Selain itu, masih banyak tenaga guru di Kalimantan Barat pada sekolah negeri yang berstatus tenaga honorer.

Walaupun dalam kondisi yang cukup memprihatinkan, Provinsi Kalimantan Barat masih dapat menunjukkan prestasi di tingkat nasional dan internasional, banyak prestasi yang diraih oleh siswa-siswi baik di bidang seni maupun pada perlombaan bidang studi. Demikian juga halnya dengan prestasi di tingkat perguruan tinggi, banyak prestasi yang diperoleh pada perlombaan tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi dan Nasional.

D. Pertanian

Struktur ekonomi Kalimantan Barat pada tahun 2020 masih ditopang oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 24 persen dari total produk domestik regional bruto (PDRB) sebesar Rp 214 triliun.

Peranan strategis sektor pertanian bagi pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Barat antara lain berkontribusi dalam PDRB, Penerimaan devisa melalui ekspor hasil pertanian, penyediaan bahan baku industri serta berperan dalam pemetaan pembangunan melalui ketahanan pangan, penyediaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan dan peningkatan pasar dalam negeri.

Pada tahun 2020, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat mendapat Program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) budidaya padi dari Kementerian Pertanian seluas 21.736 hektare.

Program tersebut sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi agar terus tercipta swasambada pangan.

Plh Kadistan TPH Kalimantan Barat, Dony Saiful Bahri (cari nama pejabat defenitif dan nama dinas) menjelaskan bahwa program PATB 2020 tersebar di 10 Kabupaten di Kalimantan Barat. Kabupaten Sambas yang merupakan daerah lumbung padi Kalimantan Barat mendapat bantuan PATB paling luas yakni ada 5.000 hektare. Pengalokasian program PATB ini dilakukan sebanyak dua tahap.

Tahap pertama 15.608 hektare dan sisanya tahap kedua seluas 6.128 hektare.

Dalam PATB, di setiap hektare petani dibantu benih inbrida sebanyak 40 kilogram, pupuk NPK non subsidi 200 kilogram, pupuk hayati 4 liter, herbisida 3 liter, pestisida 1 liter, pembuatan sumur dan bantuan olah tanah

(21)

Berdasarkan data BPS Kalimantan Barat, pada tahun 2019 lalu, baku sawah di Kalbar 529.762 hektare dan baru dimanfaatkan seluas 356.641 hektare atau 67,32 hektare. Jenis sawah yang belum dimanfaatkan tersebut yakni sawah tadah hujan dan sawah rawa pasang surut dan lebak. Sedangkan lahan kering (kering) dari potensi 298.495 hektare di Kalimantan Barat baru dimanfaatkan seluas 114.781 hektare atau 38,45 persen. Dengan masih banyak potensi lahan baik sawah maupun ladang yang belum dimanfaatkan maka PATB untuk komoditas padi sangat penting.

Terkait realisasi produksi beras di Kalimantan Barat secara komulatif untuk periode Januari - September 2020 di Kalimantan Barat sebanyak 447.176 ton. Sedangkan untuk kebutuhan beras di Kalimantan Barat yang ada saat ini sebesar 396.787 ton, jadi Kalimantan Barat masih tersedia 88.388 ton.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ingin mewujudkan pertanian tanaman pangan dan hortikultura yang modern, budaya industri yang berbasis pedesaan dan berdaya saing melalui peningkatan pembangunan tanaman pangan dan hortikultura yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, meningkatkan daya saing serta meningkatkan manajemen pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura.

Namun demikian dalam melaksanakan pembangunan pertanian di Kalimantan Barat masih banyak ditemukan permasalahan seperti keterbatasan sarana dan prasarana sektor pertanian, terbatasnya keterampilan teknologi di bidang pertanian, akses layanan usaha yaitu permodalan terbatas, terbatasnya infrastruktur pengairan, terbatasnya pupuk bersubsidi dan masih banyak permasalahan teknis lainnya di lapangan. Permasalahan tersebut mengakibatkan produktivitas belum optimal, luasan lahan petani sempit dan adanya ancaman alih fungsi lahan, wilayah pemasaran skala lokal, pembiayaan usaha tani terbatas, dan saat panen melimpah harga sangat rendah.

Dalam melaksanakan pembangunan pertanian diharapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui instansi terkait diharapkan dapat melakukan langkah-langkah yang konkrit yang didukung dengan ketersediaan sumber daya manusia, sumber daya alam, inovasi teknologi terapan, membangun kelembagaan yang memadai dan menjaga iklim usaha yang kondusif serta

(22)

penyediaan sarana produksi dan permodalan yang memadai sehingga tujuan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

E. Perkebunan

Pandemi covid 19 yang terjadi di Indonesia juga berpengaruh pada perekonomian yang ada di Kalimantan Barat. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat mengatakan siap mengoptimalkan ekspor komoditas perkebunan untuk membantu program pemulihan ekonomi.

Di sela-sela peringatan Hari Perkebunan Nasional ke-63 tahun 2020, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat menjelaskan di tengah pandemi nilai ekspor dari sektor perkebunan hingga November 2020 di Kalimantan Barat mencapai 114,34 juta dolar AS atau Rp 1,6 triliun. Saat ini komoditas unggulan Kalimantan Barat dari perkebunan seperti sawit, karet, kelapa dalam, kopi dan lainnya terus membaik, sehingga menjadi angin segar bagi masyarakat dan daerah.

Dari sisi lapangan kerja, sektor perkebunan juga banyak melibatkan masyarakat. Sektor perkebunan untuk karet ada 1,25 juta orang yang terlibat di dalamnya. Belum lagi perkebunan sawit, kelapa dalam serta lainnya. Kembali, sektor perkebunan menjadi penggerak utama ekonomi dan kesejahteraan di Kalimantan Barat terbukti saat ini khusus Nilai Tukar Petani (NTP) sektor perkebunan di Kalimantan Barat mencapai 124,75 persen.

Sektor Perkebunan di Provinsi Kalimantan Barat komoditi andalan didominasi oleh kelapa sawit dengan hasil olehan menjadi CPO dan PKO, selanjutnya karet dan Kelapa (kelapa dalam, kelapa hibrida, kelapa deres), sedangkan untuk perkebunan lainnya jumlahnya tidak signifikan dan sebarannya terbatas pada daerah-daerah tertentu. Meskipun harga jual karet yang sampai saat ini belum mampu bersaing namun masyarakat petani karet tetap bertahan dan merambah ke usaha perkebunan sawit, sehingga petani kelapa sawit semakin bertambah.

Selain kedua komoditi andalan tersebut di atas, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tetap mengembangkan potensi perkebunan yang ada pada daerah-daerah tertentu yang dapat meningkatkan penghasilan masyarakat perkebunan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi bidang perkebunan.

(23)

irigasi, penyiapan bibit unggul, menjaga ketersediaan pupuk setiap daerah, memberikan subsidi pupuk, meningkatkan keterampilan petani melalui penyuluhan dan pelatihan dan sebagainya. Ekstensifikasi sektor perkebunan melalui upaya meningkatkan luasan lahan perkebunan bagi petani atau dengan upaya alih fungsi lahan.

F. Kelautan dan Perikanan

Kalimantan Barat secara geografis terletak pada posisi 2° 05’ LU – 3° 05’

LS dan 108° 30’ – 114° 10’ BT. Secara dimensi kewilayahan, Kalimantan Barat dapat dibagi menjadi 3 (tiga) dimensi wilayah, yakni wilayah pesisir dan kepulauan, wilayah pedalaman dan wilayah perbatasan antar negara. Untuk wilayah pesisir dan kepulauan terdiri atas Kabupaten dan Kota yang berada di wilayah pesisir yakni Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Ketapang, dan Kabupaten Kayong Utara. Sedangkan untuk wilayah pedalaman terdiri atas Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Sintang, Kabupaten Melawi, Kabupaten Kabupaten Sekadau, Sanggau, Kabupaten Landak, dan Kabupaten Ketapang.

Sementara itu, untuk dimensi wilayah perbatasan antara negara merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia disebelah utara yakni terdiri atas Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang dan Kabupaten Kapuas Hulu.

Total garis pantai sepanjang 1.398 Km. Luas wilayah laut Provinsi Kalimantan Barat sebesar 30.364,59 Km2 dimana tersebar 156 buah pulau- pulau kecil, dengan 217 pulau berpenghuni dan 61 buah pulau lainnya belum berpenghuni. Provinsi Kalimantan Barat juga memiliki potensi ekosistem pesisir seperti mangrove 229.396,60 Ha, terumbu karang 269.563,22 Ha. Potensi sumberdaya ikan lestari mencapai 230.000 ton pertahun serta sumberdaya hayati dan non-hayati maupun sumberdaya buatan lainnya. Adanya potensi tersebut dimanfaatkan berbagai pihak untuk melakukan upaya pemanfaatan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di provinsi ini. Adapun pemanfaatan tersebut meliputi kegiatan konservasi, kepelabuhan, penangkapan ikan, budidaya laut, wisata pantai dan perairan serta alur pelayaran, pipa bawah laut,

(24)

Pembangunan kelautan dan perikanan di Kalimantan Barat diarahkan pada optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan, meningkatkan produktivitas dan produksi perikanan, memperluas lapangan kerja, mendukung peningkatan ekspor non migas dan meningkatkan konsumsi hasil perikanan.

Potensi kelautan dan perikanan Kalimantan Barat meliputi Perikanan Tangkap dengan jumlah kapal perairan laut 10.152 unit, Armada perairan umum 6467 unit, jumlah nelayan 49.792 orang, Perikanan Budidaya dengan luas usaha untuk tambak 14.669,30 Ha, Kolam 7116,17 Ha dan Budidaya laut 2,10 Ha, Keramba 24,28 M2, Keramba Jaring Apung 24 M2. Komoditas unggulan udang, ikan nila, lele,bandeng, mas, patin, gurame dan jelawat. Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau kecil meliputi 156 pulau-pulau kecil, Unit Pengolahan Ikan (UPI) 15 unit, jumlah UMKM pengolah dan pemasar hasil perikanan 862 unit.

Sektor kelautan dan perikanan telah dijadikan salah satu sektor andalan karena perannya yang sangat strategis yaitu sebagai penyedia lapangan kerja, peningkatan pendapatan, sebagai bahan baku industri perikanan serta sebagai penyediaan makanan yang mengandung protein tinggi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat Kalimantan Barat.

Pola usaha perikanan umumnya merupakan pola konvensional (nelayan tangkap), Demikian juga dengan perairan umum masih bersifat konvensional, sedangkan perikanan budidaya umumnya sudah merupakan pola agribisnis baik perorangan ataupun perusahaan.

G. Budaya

Provinsi Kalimantan Barat mempunyai keragaman budaya sebagai karya dari berbagai suku yang ada di Provinsi Kalimantan Barat. Keragaman budaya merupakan asset daerah yang tak ternilai dan tentunya merupakan kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat.

Masuknya pengaruh Islam di Kalimantan Barat sekitar abad XV melalui jalur barat, selatan dan timur. Jalur barat pertama kali orang Islam datang dari China dan mendirikan komunitas Muslim Hanafi di Sambas tahun 1407. Ajaran Islam merupakan pilar utama kebudayaan Melayu, adat istiadat berdasarkan ajaran Islam. Domisili masyarakat Melayu disekitar pesisir sungai dan pantai

(25)

tidak jauh dari perairan, terlihat dari istana raja dan masjid selalu menghadap atau terletak di tepi sungai.

Dalam memeriahkan event-event budaya, masyarakat Kalimantan Barat sering berkolaborasi antara Melayu, Dayak dan Tionghoa yang menggambarkan keharmonisan suku. Keragaman seni tari sering dipagelarkan kepada tamu- tamu yang mengunjungi Kalimantan Barat serta menjadi wahana promosi seni budaya Kalimantan Barat di luar negeri.

Budaya Naik Dango yang ditampilkan oleh masyarakat dayak sebagai ucapan terimakasih atas keberhasilan panen padi telah menjadi event daerah yang setiap tanggal 27 April setiap tahun dilaksanakan.

Pesta yang dilaksanakan sebagai ucapan terimakasih kepada sang pencipta atas panen padi yang berlimpah, yang dapat melambangkan persatuan, aspirasi, identitas kemakmuran yaitu upacara Gawai Dayak. Gawai Dayak dilaksanakan setelah panen padi.

Ada juga upacara adat Robo-Robo yang setiap tahun dilaksanakan.

Upacara adat robo-robo menceritakan prosesi kedatangan raja kabupaten Mempawah.

H. Pariwisata

Sektor pariwisata mempunyai konstribusi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan pemerintah. Sektor pariwisata Kalimantan Barat secara keseluruhan belum digarap secara optimal, sehingga belum memberikan konstribusi yang diharapkan.

Obyek wisata Kalimantan Barat secara garis besar dibedakan menjadi wisata alam dan wisata yang dibuat oleh manusia. Obyek wisata alam berupa, pantai, sungai, bukit, air terjun, sedangkan obyek wisata buatan meliputi hasil kerajinan, makanan olahan dan lain-lain.

Upacara adat yang dilakukan oleh berbagai etnis juga menjadi magnet wisatawan berkunjung ke Kalimantan Barat, seperti festival Cap Go Meh, barongsai dan naga di Kota Singkawang, upacara naik dango dan gawai dayak di Kabupaten Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Ketapang dan Bengkayang serta lomba sampan di Sambas, robo-robo di Kabupaten Mempawah, dan fenomena alam di garis khatulistiwa di Kota Pontianak.

(26)

Pada tahun 2020, pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Adapun rendahnya kepercayaan wisatawan menjadi salah satu penyebabnya. Dalam upaya memulihkan sektor Pariwisata Indonesia khususnya di Kalimantan Barat di Era New Normal sekarang ini, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Prov. Kalimantan Barat menggelar kegiatan Peningkatan dan Pengembangan Pemasaran Pariwisata Kalimantan Barat Tahun 2020.

Pada kegiatan ini, dilakukan Penandatanganan Pernyataan Komitmen Bersama tentang Pembangunan Kepariwisataan di Kalimantan Barat oleh Disporapar Prov. Kalbar, Dinas Kesehatan Prov. Kalbar, Dinas Perhubungan Prov. Kalbar, Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Kalbar, Biro Administrasi Pimpinan Setda Prov. Kalbar, DPD ASITA Kalbar, PERUM DAMRI Cabang Pontianak, DPD PHRI Kalbar, dan HPI Kalbar. Kegiatan bertujuan untuk membangkitkan industri pariwisata di Kalimantan Barat dengan menyusun semua paket wisata, baik alam maupun sejarah untuk selanjutnya akan diadakan launching paket wisata gratis bersama Damri .

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Prov. Kalbar berharap seluruh pihak terkait agar dapat bekerjasama untuk aktivasi pariwisata di Kalimantan Barat khususnya di era new normal ini, sehinggan dapat berjalan seiring dan bersinergi melaksanakan program kegiatan dalam urusan kepariwisataan di Kalimantan Barat.

I. Perdagangan

Sebagai bagian dari NKRI, perdagangan di Kalimantan Barat dilakukan antar kabupaten/kota, antar provinsi, antar pulau dan antar negara.

Perdagangan antar kabupaten/kota dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar berupa papan, beras, sayur-sayuran dan buah-buahan, ikan, kebutuhan daging ayam, kambing dan sapi. Perdagangan antar provinsi dan antar pulau biasanya untuk memenuhi kebutuhan beras, garam, gula, kopi, pakan ternak, pakaian atau bahan pakaian dan lain-lain, sedangkan pasar ekspor dominan adalah produk perkebunan, perikanan dan peternakan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat menyatakan neraca perdagangan Provinsi Kalimantan Barat pada bulan April 2020 surplus sebesar

(27)

dari nilai ekspor Kalimantan Barat pada April 2020 sebesar 94,72 juta dolar AS dan nilai impor Kalimantan Barat 25,66 juta sebesar dolar AS. Terkait ekspor, Bijih, Kerak, dan Abu Logam (HS26), Bahan Kimia Anorganik (HS28), Karet dan Barang dari Karet (HS40), merupakan tiga komoditi unggulan ekspor Kalimantan Barat pada April 2020, yaitu masing-masing berkontribusi 56,42 persen, 19,43 persen, dan 9,20 persen. Negara Tiongkok, India, dan Malaysia merupakan tiga negara tujuan ekspor Kalimantan Barat terbesar pada April 2020 masing-masing mencapai nilai ekspor 57,04 juta dolar AS, 11,95 juta dolar AS dan 9,26 juta dolar AS dengan kontribusi 78,25 juta dolar AS atau 82,62 persen. Sampai dengan saat ini, tujuan ekspor Kalimantan Barat pada April 2020 masih didominasi negara Asia yaitu dengan kontribusi 97,24 persen sedangkan kontribusi nilai ekspor ke negara tujuan utama lainnya seperti Amerika Serikat sebesar 0,53 persen serta 2,23 persen ke negara tujuan lainnya.

Sementara terkait impor, Bahan Bakar Mineral (HS27), Mesin- mesin/Pesawat Mekanik (HS84), serta Kendaraan dan bagiannya (HS87), merupakan penyumbang impor terbesar Kalimantan Barat pada April 2020.

Ketiga golongan barang tersebut menyumbang masing-masing 55,42 persen, 16,10 persen dan 7,09 persen dengan kontribusi 78,61 persen. Negara Malaysia, Tiongkok, dan Singapura merupakan tiga negara pemasok terbesar impor Kalimantan Barat pada April 2020 yaitu masing-masing 58,61 persen, 24,51 persen, dan 7,99 persen, dengan kontribusi 23,38 juta dolar AS atau 91,11 persen dari keseluruhan nilai impor Kalimantan Barat.

J. Industri dan Pertambangan

Provinsi Kalimantan Barat terus mengembangkan sektor industri untuk menciptakan keseimbangan pembangunan antara bidang pertanian dan industri demi memenuhi kebutuhan pokok rakyat dan menciptakan kesejahteraan masyarakat. Ada tiga jenis kelompok industri yang menjadi tumpuan perkembangan industri di Kalimantan barat, yaitu perusahaan industri pengolahan besar, industri sedang, industri kecil dan mikro berupa industri makanan dan minuman, kayu atau bukan kayu, barang-barang anyaman dari rotan, bambu dan sejenisnya dan lain-lain.

(28)

Secara umum bahwa daratan Kalimantan Barat merupakan dataran rendah dan banyak sungai, sedikit berbukit, rawa, gambut dan hutan mangrove.

Untuk daratan sebagian besar terdiri dari jenis tanah Podsolik Merah Kuning, tanah Otgasol, Gley dan Humus, serta tanah aluvial.

Potensi sumber daya mineral di Kalimantan Barat cukup besar, hampir semua jenis galian terdapat di Kalimantan barat yang tersebar di seluruh kabupaten yang ada. Beberapa potensi jenis galian atau jenis tambang antara lain radio aktif terdapat di Kabupaten Melawi, Migas di Melawi dan Sintang, sedangkan Logam, Non Logam, Batubara, Batuan tersebar di seluruh kabupaten di Kalimantan Barat.

Jenis komoditas sumber daya mineral atau pertambangan yang menjadi unggulan dan sudah dikelola oleh perusahaan antara lain adalah logam seperti Bouksit di Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Ketapang, Batubara di Sintang, dan jenis batuan yang diolah dan tersebar di seluruh kabupaten. Sedangkan untuk jenis Radioaktif yaitu Uranium telah dikelola oleh Badan usaha Milik Negara LAPAN di Kabupaten Sintang.

K. Pelabuhan

Pelabuhan laut Dwikora Pontianak merupakan pelabuhan yang teramai dan paling sibuk diantara pelabuhan lainnya di Kalimantan Barat. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya kegiatan bongkar muat barang setiap tahunnya untuk keperluan ekspor dan impor ke beberapa Negara tujuan, yaitu mencapai sebesar antara 70 persen dan 90 persen dari total bongkar muat di Kalimantan Barat.

Kementerian Perhubungan, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, tengah menjalankan proyek strategis Terminal Kijing. Terminal yang terletak di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, merupakan pengembangan dari Pelabuhan Pontianak dan diharapkan menjadi pelabuhan berstandar internasional terbesar di Kalimantan.

Penetapan Terminal Kijing sebagai salah satu proyek strategis nasional berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 56 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Terminal ini ditargetkan dapat beroperasi pada akhir

(29)

Terminal Kijing merupakan pengembangan dari Pelabuhan Pontianak dan menjadi salah satu proyek strategis nasional (PSN) dengan tujuan untuk mengantisipasi dan meningkatkan kapasitas Pelabuhan Pontianak. Mengingat kondisi Pelabuhan Pontianak yang ada saat ini sulit untuk dikembangkan khususnya dalam melayani kapal yang lebih besar dikarenakan kendala teknis berupa kedalaman alur yang dangkal dan sedimentasi yang tinggi. Meskipun beberapa bulan terakhir Indonesia masih dilanda wabah pandemi Covid-19, pembangunan infrastruktur di Indonesia, termasuk pembangunan Terminal Kijing terus berjalan sesuai rencana. Pembangunan Terminal Kijing yang dilaksanakan oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, total investasi pembangunan adalah sebesar Rp 14,45 triliun dan ditargetkan akan mulai beroperasi sebagian pada akhir 2020.

Untuk Pelabuhan udara di Kalimantan Barat terdapat di Kabupaten Kubu Raya (sebelumnya Kabupaten Pontianak) yang sampai saat ini masih bernama Bandara Supadio. Bandara Udara Supadio saat ini sudah berstatus Bandar Udara Internasional. Selain Supadio, juga terdapat bandar udara perintis di Ketapang, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu.

(30)

BAB III

PERKEMBANGAN KEPENDUDUKAN

A. Kuantitas Penduduk

A.1. Jumlah dan Persebaran Penduduk A.1.1. Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk

Provinsi Kalimantan Barat sebagian besar merupakan wilayah daratan seluas 147.307 Km² dengan jumlah penduduk sebanyak 5.472.310jiwa, yang terdiri dari 2.812.218 jiwa (51,39 persen) laki-laki dan 2.660.092 jiwa (48,61 persen) perempuan. Jumlah penduduk terbesar terdapat di Kota Pontianak sebanyak 671.598 jiwa (12.27%), sedangkan penduduk terkecil terdapat di Kabupaten Kayong Utara sebanyak 127.907 jiwa (2,34%). Untuk jelasnya lihat Tabel 3.1 berikut ini:

Tabel 3.1

Jumlah Penduduk Laki-Laki dan Perempuan Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat

NO KABUPATEN/KOTA LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH %

1 Kab. Sambas 327.416 311.869 639.285 11,68

2 Kab. Mempawah 157.478 150.264 307.742 5,62

3 Kab. Sanggau 253.824 235.483 489.307 8,94

4 Kab. Ketapang 297.951 276.905 574.856 10,50

5 Kab. Sintang 214.844 200.690 415.534 7,59

6 Kab. Kapuas Hulu 130.882 124.416 255.298 4,67

7 Kab. Bengkayang 150.403 139.184 289.587 5,29

8 Kab. Landak 211.179 191.574 402.753 7,36

9 Kab. Sekadau 111.586 103.730 215.316 3,93

10 Kab. Melawi 120.816 113.725 234.541 4,29

11 Kab. Kayong Utara 65.795 62.112 127.907 2,34

12 Kab. Kubu Raya 312.027 298.076 610.103 11,15

13 Kota Pontianak 336.195 335.403 671.598 12,27

14 Kota Singkawang 121.822 116.661 238.483 4,36 JUMLAH 2.812.218 2.660.092 5.472.310 100

% 51,39 48,61 100

Sumber : Data SIAK Hasil Konsolidasi Berkala Kemendagri Semester II Tahun 2020 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Prov. Kalbar

(31)

Pertumbuhan penduduk Kalimantan Barat dari Tahun 2019 ke Tahun 2020 mengalami kenaikan yaitu sebesar 0,59 % sebagaimana ditampilkan pada Tabel 3.2. di bawah ini.

Tabel 3.2

Pertumbuhan Penduduk Provinsi Kalimantan Barat

Kabupaten /Kota Jumlah Penduduk (jiwa) Pertumbuhan Per Tahun (%)

2019 2020

Kab. Sambas 636.848 639.285 0,38

Kab. Mempawah 306.358 307.742 0,45

Kab. Sanggau 487.313 489.307 0,41

Kab. Ketapang 573.074 574.856 0,31

Kab. Sintang 410.734 415.534 1,16

Kab. Kapuas Hulu 246.772 255.298 3,40

Kab. Bengkayang 288.589 289.587 0,35

Kab. Landak 401.147 402.753 0,40

Kab. Sekadau 214.297 215.316 0,47

Kab. Melawi 233.673 234.541 0,37

Kab. Kayong Utara 127.301 127.907 0,47

Kab. Kubu Raya 607.560 610.103 0,42

Kota Pontianak 668.935 671.598 0,40

Kota Singkawang 237.429 238.483 0,44

Kalimantan Barat 5.440.030 5.472.310 0,59 Sumber : Data SIAK Hasil Konsolidasi Berkala Kemendagri Semester II Tahun 2020

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Prov. Kalbar

Dari tabel diatas terlihat bahwa pertumbuhan penduduk di Kalimantan Barat, terbesar terdapat di Kabupaten Kapuas Hulu sebesar 3,40 persen dan yang terendah pertumbuhan penduduknya di Kabupaten Ketapang sebesar 0,31 persen. Secara grafik pertumbuhan penduduk Kalimantan Barat disajikan pada grafik batang 3.1 di berikut ini.

(32)

Grafik 3.1

Pertumbuhan Penduduk Tahun 2019-2020

A.1.2 Persebaran dan Kepadatan Penduduk

Penduduk Kalimantan Barat tersebar di 14 kabupaten/kota, 174 Kecamatan dan 2.031 Desa dan 99 kelurahan, kondisi persebaran penduduk tersebut masih belum merata, ada yang padat ada pula yang jarang.

Tingkat kepadatan penduduk Kalimantan Barat rata-rata adalah 37 jiwa/Km². Kota Pontianak merupakan wilayah terpadat penduduknya yaitu 671.598 jiwa yang luas wilayahnya 107,80 Km² (6.230 jiwa/Km²), sedangkan jumlah penduduk yang relatif jarang/kecil adalah Kabupaten Kapuas Hulu dengan jumlah penduduk sebanyak 255.298 jiwa yang luas wilayah 29.842 Km² (9 jiwa/Km²). Tingkat kepadatan penduduk Kalimantan Barat tersaji dalam Tabel 3.3. di berikut ini.

(33)

Tabel 3.3

Persebaran Penduduk dan Kepadatan Penduduk Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat Kabupaten/Kota Jumlah

Penduduk (Jiwa)

Persentase

( % ) Luas Wilayah

(Km²) Kepadatan (Jiwa/Km²)

Kab. Sambas 639.285 11,68 6.716,52 95

Kab. Mempawah 307.742 5,62 2.797,88 110

Kab. Sanggau 489.307 8,94 12.857,80 38

Kab. Ketapang 574.856 10,50 31.240,74 18

Kab. Sintang 415.534 7,59 21.638,20 19

Kab. Kapuas Hulu 255.298 4,67 29.842,00 9

Kab. Bengkayang 289.587 5,29 5.075,48 57

Kab. Landak 402.753 7,36 8.915,10 45

Kab. Sekadau 215.316 3,93 5.444,20 40

Kab. Melawi 234.541 4,29 10.640,80 22

Kab. Kayong

Utara 127.907 2,34 4.568,26 28

Kab. Kubu Raya 610.103 11,15 6.958,22 88

Kota Pontianak 671.598 12,27 107,80 6.230

Kota Singkawang 238.483 4,36 504,00 473

KALBAR 5.472.310 100 147.307 37

Sumber : Data Siak Hasil Konsolidasi Berkala Kemendagri Semester II Tahun 2020 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Prov. Kalbar

*Biro Pemerintahan Setda Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2020, diolah

A.2. Penduduk Menurut Karakteristrik Demografi

A.2.1. Jumlah dan Proporsi Penduduk Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin Pengelompokan penduduk menurut umur di Provinsi Kalimantan Barat dapat dilihat tabel 3.4. berikut ini.

(34)

Tabel 3.4

Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Kelompok

Umur Lk (jiwa) Pr (jiwa) Lk + Pr Persen (%)

00-04 Tahun 201.054 186.803 387.857 7,09

05-09 Tahun 262.455 245.782 508.237 9,29

10-14 Tahun 259.628 243.200 502.828 9,19

15-19 Tahun 262.149 249.421 511.570 9,35

20-24 Tahun 249.751 235.883 485.634 8,87

25-29 Tahun 229.108 218.470 447.578 8,18

30-34 Tahun 236.869 225.119 461.988 8,44

35-39 Tahun 237.107 222.319 459.426 8,40

40-44 Tahun 217.826 201.383 419.209 7,66

45-49 Tahun 177.327 164.078 341.405 6,24

50-54 Tahun 149.010 138.100 287.110 5,25

55-59 Tahun 112.989 108.248 221.237 4,04

60-64 Tahun 90.002 89.454 179.456 3,28

65-69 Tahun 56.484 53.863 110.347 2,02

70-74 Tahun 34.417 38.080 72.497 1,32

>=75 Tahun 36.042 39.889 75.931 1,39 JUMLAH 2.812.218 2.660.092 5.472.310 100%

Sumber : Data SIAK Hasil Konsolidasi Berkala Kemendagri Semester II Tahun 2020 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Prov. Kalbar

Dari tabel di atas kelompok usia muda (usia 0 s.d. 14 tahun) sebesar 25,56 persen, usia produktif (usia 15 s.d 64 tahun) sebesar 69,71 persen, sedangkan yang tergolong usia lanjut (usia 65 tahun ke atas) adalah 4,73 persen. Piramida pengelompokan usia sebagai berikut :

(35)

Grafik 3.2

Piramida Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur dan Jenis Kelamin

Sumber: Data SIAK Hasil Konsolidasi Berkala Kemendagri Semester II Tahun 2020 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Prov. Kalbar

Berdasarkan komposisi usia dan jenis kelamin karakteristik penduduk dari suatu negara, piramida penduduk dapat dibedakan atas tiga model yaitu ekspansif, stationer dan constructive. Model piramida yang ditampilkan di atas adalah model ekspansif yaitu kelompok usia muda yang terdapat dalam suatu wilayah lebih banyak dari pada kelompok usia tua.

A.2.2. Umur Median (Median Age)

Umur median adalah umur yang membagi penduduk menjadi dua bagian dengan jumlah yang sama, yaitu bagian yang pertama lebih muda dan bagian yang kedua lebih tua dari umur median. Kegunaan dari umur median adalah untuk mengukur tingkat pemusatan penduduk pada kelompok-kelompok umur tertentu. Berdasarkan umur median ini, penduduk di suatu daerah dapat dikategorikan sebagai penduduk muda, penduduk intermediate dan penduduk tua.

Bagaimana kondisi penduduk di Kalimantan Barat, dapat dilihat pada perhitungan penduduk di bawah ini.

(36)

- Penduduk intermediate, jika umur median antara 20 tahun sampai 30 tahun (20 tahun < median < 30 tahun).

- Penduduk tua, jika umur median berada pada posisi > 30 tahun.

Untuk menentukan umur median, dapat dihitung dengan menggunakan tabel jumlah penduduk menurut kelompok umur lima tahunan dan jumlah kumulatifnya.

Tabel 3.5

Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur Lima Tahunan dan Jumlah Kumulatifnya KELOMPOK

UMUR JUMLAH

PENDUDUK Kumulatif % Kumulatif

00-04 Tahun 387.857 387.857 7,09

05-09 Tahun 508.237 896.094 16,38

10-14 Tahun 502.828 1.398.922 25,56

15-19 Tahun 511.570 1.910.492 34,91

20-24 Tahun 485.634 2.396.126 43,79

25-29 Tahun 447.578 2.843.704 51,97

30-34 Tahun 461.988 3.305.692 60,41

35-39 Tahun 459.426 3.765.118 68,80

40-44 Tahun 419.209 4.184.327 76,46

45-49 Tahun 341.405 4.525.732 82,70

50-54 Tahun 287.110 4.812.842 87,95

55-59 Tahun 221.237 5.034.079 91,99

60-64 Tahun 179.456 5.213.535 95,27

65-69 Tahun 110.347 5.323.882 97,29

70-74 Tahun 72.497 5.396.379 98,61

>=75 Tahun 75.931 5.472.310 100,00 JUMLAH 5.472.310

Sumber : Data SIAK Hasil Konsolidasi Berkala Kemendagri Semester II Tahun 2020 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Prov. Kalbar

Dengan demikian, umur median penduduk Kalimantan Barat pada tahun 2020 adalah 29 tahun, artinya setengah dari penduduk Kalimantan Barat pada tahun 2020 berusia di bawah 29 tahun dan setengahnya lagi berusia lebih tua

Gambar

Tabel 3.18  Jumlah Akta Kematian
Tabel 3.35  Angka Putus Sekolah  JENJANG
Tabel 3.58  Data Fakir Miskin   Provinsi Kalimantan Barat
Tabel  4.5  menunjukkan  jumlah  perkawinan  yang  dilaporkan  ke  Dinas  Kependudukan  dan  Pencatatan  Sipil  Kabupaten/Kota  dalam  Register  Akta  Perkawinan serta diterbitkan Kutipan Akta Perkawinannya

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis laju aerasi yang tepat pada pengomposan limbah sayuran menggunakan komposter yang dilengkapi dengan sistem

Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan baik secara langsung maupun tidak langsung.” Menurut Mulyono (2006:113), “penyusutan merupakan pembebanan

Selaras dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Lenawan (2009), yang menyatakan bahwa pada kepadatan yang rendah larva ikan gurami mampu memanfaatkan ruang

Monitoring Proxy yaitu untuk memonitoring Proxy server sudah berjalan atau tidak dapat dilakukan langkah sebagai berikut: dengan membuka menu IP— klik web proxy—pilih

Desa Mandiri atau yang disebut Desa Sembada adalah Desa Maju yang memiliki kemampuan melaksanakan pembangunan Desa untuk peningkatan kualitas hidup dan

Mahasiswa juga tidak lagi harus berpatokan dengan datang ke perpustakaan untuk sekedar membaca buku atau mencari bahan materi yang akan dipakai dalam mengerjakan

Dengan kata lain daerah tersebut harus memiliki daya tarik khusus dan atraksi budaya yang dapat dijadikan entertainment bagi wisatawan.. What to see meliputi pemandangan

Eldy (2011), dalam penelitianya tentang analisis rasio likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas terhadap kinerja keuangan koperasi karyawan ( KOPKAR ) ruwajurai PTPN