Tricahyono, NH
Pendidikan Geografi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
UHAMKA
2021
SURVEY PEMETAAN
ILMU UKUR TANAH
Materi Kuliah
Sesi-9
2
ILMU UKUR TANAH
Beberapa Perjanjian
Dalam Trigonometri/Geometri
Arah + = berlawanan arah jarum jam
0
090
0180
0270
0 36000
090
0180
0270
0 3600Dalam Ilmu Ukur Tanah
Arah + = searah jarum jam Kwadran I = antara Y+ dan X+ Kwadran II = antara Y- dan X+ Kwadran III = antara Y- dan Kwadran IV = antara Y+ dan
X-U
T
S
B
Kw I
Kw II
Kw III
Kw IV
Kw I
Kw II
Kw III
Kw IV
X+ X-Y+ Y-4PENENTUAN POSISI SUATU TITIK
90
O X+270
oX-Y- 180
oY+ 0
O0
I
III
II
IV
5
PENENTUAN POSISI SUATU TITIK
Bila kita akan menentukan posisi beberapa buah titik yang
terletak pada suatu garis lurus, maka titik-titik tersebut
dapat ditentukan melalui jarak dari suatu titik, yang biasa
disebut titik nol.
Dari gambar di atas, dapat diperoleh bahwa jarak A ke B
adalah 6 satuan, yaitu (9) – (3) = 6
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
A
B
6 -4 -3 -2 -1 0 +1 +2 +3A
B
+4 +5 +6 +7 -5+
-Karena titik-titik tersebut terletak pada sebelah kiri dan kanan titik 0,
maka kita harus memberi tanda, yakni tanda negatif (-) pada titik-titik
disebelah kiri titik nol dan tanda positif (+) pada titik-titik yang berada
pada sebelah kanan titik nol.
Dari gambar di atas mudah dimengerti bahwa :
Jarak antara titik A dan B adalah 10 satuan, yang diperoleh dari
(+6) – (-4), begitupun juga titik-titik lainnya.
Jarak biasanya dinyatakan dengan notasi “d”.
Perlu diingat untuk hasil suatu jarak ini akan selalu diperoleh harga
yang positif.
7
Untuk menentukan titik-titik yang tidak terletak pada satu
garis lurus, maka cara yang kita gunakan yaitu melalui
pertolongan dua buah garis lurus yang saling tegak lurus,
yang biasa disebut salib sumbu.
Y+ Y-X+ X-A B C D
Garis yang mendatar dinamakan
absis atau sumbu X, sedangkan
garis yang vertikal dinamakan
ordinat atau sumbu Y.
Di dalam Ilmu Ukur Tanah digunakan perjanjian sebagai berikut : 1. Sumbu Y positif dihitung ke arah utara
2. Sumbu X positif dihitung ke arah timur 3. Kuadran 1 terletak antara Y+ dan X+ 4. Kuadran 2 terletak antara Y- dan X+ 5. Kuadran 3 terletak antara Y- dan X-6. Kuadran 4 terletak antara Y+ dan
X-1
2 3
4
Arti Posisi Horisontal Titik
Permukaan bumi
O P Q R S XA YA Z Y X XA YA O0 A0Bidang datar (sebahagian kecil Dari permukaan Ellipsoida)
A(XA, YA) = koordinat planimetris titik A
Arti Jarak
Permukaan bumi O P Q R S B’ Y X B0 A0Bidang datar (sebahagian kecil Dari permukaan Ellipsoida)
AB = JARAK MENDATAR B’BO= BEDA TINGGI (JARAK VERTIKAL) AOBO= JARAK MIRING
A(XA, YA) B(XB, YB) A0B’ = AB = A0B0Cos = A0B0Sin z B0B’ = A0B0Sin = A0B0Cosz (A0B0)2= (AB)2+ (B0B’)2
ZArti Sudut Mendatar dan Sudut Jurusan
Permukaan bumi O P Q R S B’ Z Y X B0 A0
Bidang datar (sebahagian kecil Dari permukaan Ellipsoida)
= SUDUT MENDATAR
AB = SUDUT JURUSAN SISI AB AC = SUDUT JURUSAN SISI AC
A(XA, YA) C(XC, YC) B(XB, YB) Y’ = U C0
AB
ACSUDUT JURUSAN suatu sisi dihitung dari sumbu Y+ (arah Utara) berputar searah putaran jarum jam (ke kanan) sampai sisi yang bersangkutan.
Sudut jurusan dari 00sampai 3600
Arti Sudut Mendatar dan Sudut Jurusan
Permukaan bumi O P Q R S B’ Z Y X B0 A0Bidang datar (sebagian kecil Dari permukaan Ellipsoida)
XB = XA+ dABSin AB YB = YA+ dABCos AB A(XA, YA)
C(XC, YC) B(XB, YB) Y’ = U C0
AB
ACBagaimana jika titikA, B, danCdiketahui koordinatnya, Dihitung dAB, dAC, AB, AC
XC = XA+dACSin AC YC = YA+dACCos AC
dAC 12PENGERTIAN JARAK
.
Titik A danBterletak di permukaan bumi. Garis penghubung lurus ABdisebutJarak Miring. Garis AA’ danBB’ merupakan garis sejajar dan tegak lurus bidang datar.
Jarak antara kedua garis tsb disebutJarak Mendatardari A keB.
JarakBB”disebut Jarak Tegak dari A keBatau biasa disebut
Beda Tinggi. SudutBAB” disebut
Sudut Miring (α)
Antara Sudut Miring, Jarak Miring, Jarak Mendatar dan Beda Tinggi, terdapat hubungan sbb : AB” = A’B’ = ABCos α BB” = ABSin α (AB)2= (A’B’)2+ (BB”)2
A
B
Y
X
B”
B’
A’
A’B’ = Jarak Mendatar
AB= Jarak Miring
BB” = Beda Tinggi antara A danB
13
PENGERTIAN SUDUT MENDATAR & SUDUT JURUSAN
.
Yang diartikan sudut
mendatar di A’ adalah
sudut yang dibentuk oleh
bidang A
BB’
A’ dengan
ACC’A’. Sudut BAC
disebut sudut mendatar =
sudut
Sudut antara sisi AB
dengan
garis y’ yang sejajar
sumbu Y disebut sudut
jurusan sisi AB
=
ab.
Sudut Jurusan sisi A
C
adalah
ac
A’Y
X
B’ C’ y’ A B C
abac
PENGERTIAN SUDUT JURUSAN
.
Jadi Sudut Jurusan adalah :
Sudut yang dihitung mulai
dari sumbu Y+ (arah
utara) berputar searah
jarum jam sampai titik ybs.
Sudut Jurusan mempunyai
harga dari 0
osd. 360
o.
Dua sudut jurusan dari dua
arah yang berlawanan
berselisih 180
o B B B A A A C ab
ab
abaab
U U U bac
bab = aac - aab
ba – ab = 180
o U15
SUDUT JURUSAN
Sudut Jurusan suatu sisi dihitung dari sumbu Y+ (arah utara) berputar searah jarum jam sampai titik ybs, harganya 0o- 360o
Dua sudut jurusan dari dua arah yang berlawanan berselisih 180o
Misalnya
ba =
ab+ 180
o atau
ba-
ab= 180
oa
abA
d
abU
B
Arah suatu titik yang akan dicari dari titikyang sudah diketahui biasa dikenal dengan sudut jurusan- dimulai dari arah utara geografis (Y+) - diputar searah jarum jam
- diakhiri pada arah yang bersangkutan
A
B
C
ab
acac = sudut jurusan dari A ke C
ab = sudut jurusan dari A ke B
= sudut mendatar antara dua arah
ac=
ab+
16
TRIGONOMETRI dalam Ukur Tanah
A(x,y) X Y
r
x ySin =
Cos =
Tg =
Cotg =
Dalil Pitagoras : r =
+ y
Di Kuadran 117 Y+ Y-X+ X-A B C
D Di dalam Ilmu Ukur Tanah digunakan
perjanjian sebagai berikut :
1. Sumbu Y positif dihitung ke arah utara 2. Sumbu X positif dihitung ke arah timur 3. Kuadran 1 terletak antara Y+ dan X+ 4. Kuadran 2 terletak antara Y- dan X+ 5. Kuadran 3 terletak antara Y- dan X-6. Kuadran 4 terletak antara Y+ dan
X-1 2 3 4 Y+ Y-X+ X-B (X, Y-) r x+ y-
Kuadran 2 terletak antara Y- dan X+
= − Harga Sin negatif
= + Harga Cos positif
= +
− Harga tg negatif
= −
+ Harga cotg negatif
2 2 D alil Pitagoras : r = x + y Y+ Y-X+ X-B (X-, Y-) r x- y-
Kuadran 3 terletak antara Y- dan
= − Harga Sin negatif
= − Harga Cos negatif
= −
− Harga tg positif
= −
− Harga cotg positif
Dalil Pitagoras : r = + y Y+ Y-X+ X-B (X-, Y+) r x-Y+
Kuadran 4 terletak antara Y+ dan
= + Harga Sin positif
= − Harga Cos negatif
= −
+ Harga tg negatif
= +
− Harga cotg negatif
19
MENENTUKAN SUDUT JURUSAN dan JARAK
A B
O
aab dab B’ B” A’ Arah Utara aab aab (Xb, Yb) (Xa, Ya)Apabila diketahui Koordinat Titik A (Xa, Ya) dan B (Xb, Yb), maka :
dan dari Rumus pitagoras diperoleh :
Xb - Xa
Tg
=
Yb - Ya
ab
= arc Tg
Xb - Xa
Yb - Ya
ab
2 2 AB ABd = ( X
ab
) + ( Y )
Xb – Xa = X
ABYb – Ya = ∆Y
ABContoh
diketahui Koordinat Titik A (142, 182) dan B (211, 235) hitung Sudut Jurusan αabdan Jarak dab
Jawab : Xa = 142, Ya = 182, Xb = 211, Yb = 235 = − − = 211 − 142 235 − 182 = 69 53 = 1,3019 = 52,4716° = 52O28’ 17,7” = ( − ) +( − ) = (211 − 142) +(235 − 182) = (69) +(53) = 4761 + 2809 = 7570 =87,006 Y+ X+ A B 142 211 182 235
21
LATIHAN SOAL
1. Jika sudut jurusan dari titik P ke Q mempunyai harga
sinus negatif dan cosinus positif, tentukan arah titik Q
tersebut dengan gambar
2. Diketahui A (+108; +158)
B (+456; +321)
Gambar dan hitung Sudut Jurusan
abdan Jarak d
ab3. Diketahui : P (+1586,15; -4078,50)
Q (+5216,86; +1881,42)
Hitung : Sudut Jurusan, Jarak dan Gambar Koordinat
Titik-Titik Tersebut !
4. Diketahui Koordinat Titik P (-3042,86; -5089,16)
Q (-6209,42; +1253,25)
R (+1867,89; -3896,34)
Hitung : Sudut Jurusan a
pqa
prdan a
qrJarak dpq, dpr, dan dqr
22
CONTOH PERHITUNGAN data hasil pengukuran SUDUT JURUSAN DAN JARAK 2 TITIK
Titik B Titik A Titik 17 Titik 18 Titik 21 Titik 14 Titik 22 Titik 31 Titik 15 Titik 16 Xb Xa + 1842,19 - 1033,56 + 1246,91 - 1003,65 -1284,06 + 1044,69 -1546,72 + 871,44 Xab +2875,75 +2250,56 - 2328,75 - 2418,16 Yb Ya +1768,28 +964,07 +1098,26 +1467,97 -1116,48 + 866,13 + 1280,36 - 1629,81 Yab + 804,21 - 269,61 - 1982,61 + 2910,17 tg ab