• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBAR PENGESAHAN JURNAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LEMBAR PENGESAHAN JURNAL"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBAR PENGESAHAN JURNAL

EFEKTIFITAS METODE PEMBELAJARAN THINK, TALK, WRITE TERHADAP MATERI OPERASI HITUNG PADA BENTUK ALJABAR

( Suatu Penelitian Yang Dilaksanakan Di Smp N 1 Gorontalo )

JURNAL RAFLIN LANGINDO

NIM : 411409121

Mengetahui :

Ketua Jurusan P. Matematika

Dra. Lailani Yahya M.si NIP : 196812191994032001

(2)

EFEKTIFITAS METODE PEMBELAJARAN THINK, TALK, WRITE (TTW) TERHADAP MATERI OPERASI HITUNG PADA BENTUK ALJABAR

[email protected]

Raflin Langindo, Ali Kaku, Yamin Ismail.

ABSTRAK

Penelitian ini merupakan penelitian yang ingin melihat keefektifan dari metode pembelajaran TTW (think, talk, write) ditinjau dari hasil belajar matematika pada materi operasi hitung pada bentuk aljabar dengan cara membandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini didasari oleh karena masih rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika khususnya pada materi operasi hitung pada bentuk aljabar. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 1 Gorontalo, dan sampel dalam penelitian ini diambil dengan metode pengambilan sampel purposive sampling diperoleh kelas VIII-1 sebagai kelas control dan kelas VIII-2 sebagai kelas eksperimen yang masing-masing sampel berjumlah 30 dan 32. Adapun yang menjadi hipotesis dalam ppenelitian ini adalah “ Metode pembelajaran TTW ( think, talk, write) efektif dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional dilihat dari rata-rata hasil belajar dari kedua sampel pada materi operasi hitung pada bentuk aljabar. sebelum melakukan uji hipotesis terlebih dahulu kita melakukan uji homogenitas dan uji normalitas. Setelah kita melakukan pengujian tentang uji homogenitas didapat kedua varians atau sampel homogen. Selanjutnya ```melakukan pengujian normalitas data apakah kedua sampel berdistribusi normal atau tidak. Dan setelah malakukan pengujian didapat kedua sampel tersebut berdistribusi normal. Karena kedua sampel tersebut berdistribusi normal maka kita dapat melakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji statistic parametric. dalam hal ini kita akan menggunakan uji t dengan taraf siknifikan α = 0.05 dan dk = n1 + n2 – 2 diperoleh thitung > ttabel , yang berarti H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran TTW lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional, yang mengindikasikan bahwa metode pembelajaran Think, talk, write efektif dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional.

Kata Kunci : Efektifitas Metode Pembelajaran TTW (Think, Talk, Write )

Raflin Langindo, Mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Gorontalo. Dr. Ali Kaku, M.Pd, Dosen Pada Jurusan Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Gorontalo. Drs. Yamin Ismail, M.Pd, Dosen pada Jurusan Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Gorontalo.

(3)

Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dan umum dalam proses kelangsungan hidup manusia dan peradabannya. Bagi suatu Negara pendidikan merupakan salah satu aspek yang memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kemajuan Negara tersebut .

Pendidikan yang telah, sedang dan akan dilaksanakan dalam Berbagai jalur dan jenjang bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun juga menjadi tanggung jawab masyarakat dan semua pihak yang terlibat dalam proses dan hasil pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Melalui pendidikan diharapkan tercipta generasi baru yang lebih potensial dan dapat berkembang menjadi sumber daya manusia yang lebih berkualitas. Karena generasi baru itulah yang akan melanjutkan pembangunan bangsa. Oleh karena itu pendidikan merupakan kebutuhan sekaligus tuntutan yang tidak bisa diabaikan.

Pendidikan itu sendiri bertujuan menumbuh kembangkan potensi manusia Agar menjadi manusia dewasa, beradab, dan normal. Pendidikan akan membawa perubahan sikap, perilaku dan nilai-nilai pada individu, kelompok, dan masyarakat. Arif Rohman (2009: 17) mengemukakan bahwa pendidikan diharapkan dapat menjadikan individu dan kelompok masyarakat sebagai warga negara yang baik, sadar akan hak dan kewajibannya di satu sisi, serta dapat mempersiapkan individu dan kelompok masyarakat untuk memasuki pasar tenaga kerja di sisi yang lain. Kegiatan pendidikan diupayakan dapat menciptakan kemajuan pada semua individu dan masyarakat tanpa kecuali.

Dalam dunia pendidikan, kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pengajaran ilmu murni seperti matematika sangat penting untuk mengantisipasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak terlepas dari perkembangan ilmu murni. Matematika merupakan ilmu yang mendasari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, mempunyai peran penting dalam pengembangan daya pikir, dan pengembangan berbagai disiplin ilmu lain. Melihat begitu pentingnya matematika, maka pembelajaran matematika diberikan di semua jenjang pendidikan di Indonesia mulai dari sekolah dasar.

Matematika sering dianggap sebagai mata pelajaran yang susah untuk dimengerti. Indikasi ini bisa dilihat dari hasil belajar siswa yang kurang memuaskan. Rendahnya hasil belajar ini lebih terlihat khususnya dalam pokok bahasan yang bersifat abstrak sehingga memerlukan visualisasi. Ada beberapa faktor yang berkaitan dengan rendahnya hasil belajar siswa.

Yang paling utama adalah rendahnya usaha dan keinginan siswa untuk mengikuti pelajaran dengan baik dan bersungguh-sungguh (Tatik, D.B. 1997: 73). Faktor lain yang berpengaruh adalah belum banyak guru yang menerapkan variasi metode pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar. Beberapa guru hanya mengajar dengan satu metode yang kebetulan tidak cocok dan sulit dimengerti oleh siswa. Selain itu sarana dan prasarana pendukung juga ikut berpengaruh terhadap rendahnya hasil belajar siswa.

(4)

Pengetahuan tentang metode-metode mengajar sangat diperlukan oleh para pendidik, sebab berhasil atau tidaknya siswa belajar sangat bergantung pada tepat atau tidaknya metode mengajar yang digunakan oleh guru. Menurut Syaiful Bahri (2006: 46), seorang guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya bila guru tersebut tidak menguasai satu pun metode mengajar yang dirumuskan dan dikemukakan para ahli psikologi dan pendidikan.

Guru sebagai pelaksana pendidikan yang langsung berhubungan dengan anak didik, mempunyai peranan penting di dalam usaha peningkatan mutu pendidikan nasional. Salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan pemilihan dan penggunaan metode pembelajaran. Dilakukannya pemilihan metode mengajar karena masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Tujuan pemilihan metode mengajar ini adalah untuk mengefektifkan proses belajar mengajar guna meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi pelajaran tersebut, karena dari kenyataan yang ditemui, bahwa apa yang dicapai masih jauh dari apa yang diharapkan, hasil belajar siswa pun rata-rata masih sangat rendah.

Di antaranya SMP N 1 Gorontalo merupakan salah satu dari beberapa sekolah negeri yang ada di kota gorontalo Penggunaan metode pembelajaran kooperatif masih jarang dilakukan. Sehingga siswa cenderung bosan dan jenuh dalam kegiatan belajar mengajar. banyak siswa yang cenderung menunggu hasil pekerjaan temannya untuk disalin sebagai jawabannya; rata-rata ulangan harian yang masih rendah; guru hanya mengandalkan buku penunjang yang dibeli dari penerbit sebagai sumber belajar; pembelajaran dalam kelas belum menggunakan pembelajaran kooperatif, pembelajaran masih disampaikan secara informatif dan prosedural; dan interaksi yang terjadi dalam kelas masih didominasi oleh siswa yang mempunyai kemampuan lebih.

Keberhasilan proses pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar yang dicapai oleh siswa khusus-nya siswa di SMP N 1 Gorontalo yang tercantum di buku laporan pendidikan. Menurut hasil observasi dan keterangan guru setempat nilai rata-rata matematika selalu dibawah atau kurang dari 75 yang merupakan KKM, seperti halnya pada sub materi operasi pada bentuk aljabar hal ini diakibatkan oleh kurang mampunya siswa dalam memahami konsep operasi hitung pada aljabar.

Menyikapi permasalahan yang berkaitan dengan kondisi kegiatan pembelajaran dikelas, dan upaya meningkatkan kembali hasil belajar matematika, diperlukan metode pembelajaran yang tepat sebagai upaya pembenahan dalam meningkatkan hasil belajar siswa terhadap matematika. Metode pembelajaran diperlukan untuk memperkecil kesulitan siswa dalam mempelajari matematika. Seorang guru (calon guru) matematika perlu mengerti dan memahami tentang metode-metode pembelajaran matematika yang dapat meningkatkan kebermaknaan dan pemahaman terhadap matematika. Selama ini dalam proses belajar mengajar siswa hanya diajak untuk mendengarkan, mencatat tanpa aktifitas. Dengan demikian guru tidak tahu apakah siswanya benar-benar mengerti dengan materi yang disampaikan.

Metode yang baik adalah metode yang dapat menumbuhkan kegiatan belajar siswa. Untuk itu guru harus memahami sepenuhnya materi yang akan disampaikan dan memilih metode pembelajaran yang tepat untuk menyampaikan materi sehingga dapat menciptakan proses belajar mengajar dengan baik. Metode

(5)

pembelajaran yang dapat digunakan yaitu melalui metode pembelajaran Think Talk Write (TTW). Think Talk Write (TTW) dalam pembelajaran matematika adalah suatu metode pembelajaran matematika yang pada dasarnya dibangun melalui berpikir, berbicara, dan menulis. Metode pembelajaran Think Talk Write memberikan lebih banyak kesempatan kepada siswa untuk mengkomunikasikan/ menyampaikan ide atau gagasan kepada seluruh anggota kelompoknya selain kegiatan berpikir, merefleksikan, menyusun ide-ide, dan menguji ide-ide itu sebelum menulisnya. Menurut Huinker & Laughlin (1996: 81) ‘’ thinking and talking are important steps in the process of bringing meaning into student’s writing’’, yaitu berpikir dan berbicara/berdiskusi merupakan langkah penting dalam proses membawa pemahaman ke dalam tulisan siswa. Oleh karena itu suatu metode pembelajaran yang diduga efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah metode pembelajaran Think Talk Write (TTW).

Penggunaan metode pembelajaran ini diharapkan dapat menambah nuansa baru bagi pembelajaran matematika dengan materi yang disampaikan dapat berpengaruh positif terhadap hasil belajar. Dengan demikian diharapkan hasil belajar siswa menjadi lebih baik.

Yang menjadi tujuan penelitian ini adalah : Untuk mendeskripsikan manakah yang efektif antara metode pembelajaran Think Talk Write (TTW) dan metode pembelajaran konvensional pada materi operasi hitung pada bentuk aljabar ditinjau dari hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 1 Gorontalo

PENGERTIAN EFEKTIVITAS

Dalam kamus bahasa Indonesia, efektivitas berasal dari kata efektif yang berarti memiliki efek, pengaruh, atau akibat. Efektiv juga dapat diartikan sebagai memberikan hasil yang memuaskan.

Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2006: 77) efektivitas dapat terjadi bila ada kesesuaian dari semua komponen pengajaran yang telah diprogramkan dalam satuan pelajaran, sebagai persiapan tertulis.

Proses belajar dan mengajar dalam pembelajaran baik siswa maupun guru bersama-sama menjadi pelaku terlaksananya tujuan pembelajaran. Pelaksanaan proses belajar mengajar matematika akan bermakna jika materi yang diberikan guru kepada siswa dapat dimengerti. Kemmis & MC Taggart (1990: 179) berpendapat bahwa keefektifan mengacu pada ketepatan akan sesuatu aktivitas mengajar atau praktik mengajar, gaya seorang guru atau program. Selain itu menurut Davis (dalam Slamet Soewandi, dkk. 2005: 43) efektivitas mengacu pada sesuatu yang dikerjakan. Keefektifan pembelajaran adalah kesesuaian antara hasil yang dicapai pada saat pembelajaran dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Dari beberapa pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang tidak sepenuhnya berpusat pada guru. Pembelajaran yang efektif mementingkan pada proses belajar dan hasil belajar.

METODE PEMBELAJARN

Metode berasal dari Bahasa Yunani methodos yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Metode berkaitan dengan cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Metode berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan. Pengetahuan tentang metode-metode mengajar sangat diperlukan oleh para pendidik, sebab berhasil atau tidaknya siswa belajar sangat bergantung pada tepat atau

(6)

tidaknya metode mengajar yang digunakan oleh guru. Menurut Syaiful Bahri (2006: 46), metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dalam kegiatan belajar mengajar seorang guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya bila guru tersebut tidak menguasai satu pun metode mengajar yang dirumuskan dan dikemukakan para ahli psikologi dan pendidikan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode dalam rangkaian sistem pembelajaran memegang peranan yang sangat penting. Keberhasilan metode pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran, karena suatu metode pembelajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran.

METODE PEMBELAJARAN TTW

Think Talk Write (TTW) yang diperkenalkan oleh Huinker & Laughlin, pada dasarnya dibangun melalui berpikir, berbicara dan menulis. Alur kemajuan TTW dimulai dari keterlibatan siswa dalam berpikir/berdialog dengan dirinya sendiri setelah proses membaca, selanjutnya berbicara dengan membagi ide (sharing) dengan temannya sebelum menulis. Dalam hal ini siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Menurut Huinker & Laughlin (1996: 81) ‘’ thinking and talking are important steps in the process of bringing meaning into students’s writing’’, yaitu berpikir dan berbicara/berdiskusi merupakan langkah penting dalam proses membawa pemahaman ke dalam tulisan siswa. (Http://andrianida. Blogspot.com)

Selanjutnya untuk merealisasikan pembelajaran matematika dengan metode pembelajaran TTW ini, maka langkah-langkah pembelajaran diatur sebagai berikut:

Siswa dalam kelompok memperoleh LKS yang berisi lembar kegiatan, masalah matematika, dan petunjuk pengerjaannya.

1. Siswa membaca dan memahami masalah yang ada dalam LKS dan membuat catatan kecil secara individu tentang apa yang ia ketahui dan apa yang tidak ia ketahui dalam masalah tersebut. Ketika siswa membuat catatan individu inilah akan terjadi proses berpikir (think) pada siswa. Setelah itu siswa berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut secara individu. Kegiatan ini bertujuan agar siswa dapat membedakan atau menyatukan ide-ide yang terdapat pada bacaan untuk kemudian diterjemahkan menurut bahasanya sendiri.

2. Siswa berdiskusi dalam suatu kelompok membahas isi catatan yang masing-masing dibuatnya secara individu. Dalam hal ini akan terjadi proses (talk) pada siswa. Pada kegiatan ini mereka menggunakan bahasa dan kata-kata mereka sendiri untuk menyampaikan ide-ide matematika dalam diskusi. Diskusi diharapkan dapat menghasilkan solusi atas permasalahan yang diberikan. Diskusi akan efektif jika anggota kelompok tidak terlalu banyak dan terdiri dari anggota kelompok dengan kemampuan yang heterogen. Dalam hal ini menurut Huinker & Lauglin (1996: 82) menyatakan bahwa this method is effective when students working in heterogenesis group consist of two to six students, are asked so explain, summarize, or reflects. Artinya, metode TTW akan efektif ketika siswa bekerja dalam kelompok yang heterogen yang terdiri dari 2 sampai 6 siswa yang bekerja untuk menjelaskan, meringkas, dan merefleksi.

(7)

3. Dari hasil diskusi siswa merumuskan pengetahuan secara individu berupa jawaban atas masalah/soal (berisi landasan dan keterkaitan konsep, strategi, dan solusi) dalam bentuk tulisan (write) dengan bahasanya sendiri. Pada tulisannya siswa menggabungkan ide-ide yang diperolehnya melalui diskusi. 4. Kegiatan akhir pembelajaran adalah merefleksi dan menyimpulkan atas materi apa yang telah dipelajari.

Sebelumnya dipilih beberapa (atau satu) orang siswa sebagai perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi atau jawabannya, sedangkan kelompok lain diminta untuk memberikan tanggapan.

5. Bersama-sama dengan guru, siswa membuat kesimpulan atas materi yang telah dipelajari. METODE PENELITIAN

Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen yang menggunakan dua kelas yakni kelas control dan kelas eksperimen untuk dibandingkan mana yang efektif antara kelas eksperimen yang menggunakan metode pembelajaran TTW dengan kelas control yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N. 1 Gorontalo. Pemilihan sampel pada penelitian

ini dengan cara menggunakan metode proposiv sampling yaitu sampel bertujuan, Dan diambil dua kelas sebagai kelas penelitian yakni kelas VIII-1 sebgai kelas control dan kelas VIII-2 sebagai kelas eksperimen. dan setelah itu diuji kedua kelas tersebut dengan menggunakan instrument penelitian berupa test hasil belajar, selanjutnya instrument tersebut di uji dengan menggunakan langka-langka sebagai berikut. UJI VALIDITAS

Suatu soal dikatakan valid apabila soal itu dapat mengukur apa yang hendak diukur. Adapun untuk pengujian validitas digunakan validitas dengan melihat korelasi item soal dengan korelasi produk moment. Rumus yang digunakan adalah:

  

 

 

2 2 2 2

y

y

N

x

x

N

y

x

xy

N

r

xy

Dengan taraf nyata ἁ = 0.05 dan N = 32 serta dengan kriteria interval kepercayaan 95% maka harga

   =r   =0.349

= a n 0,0532

tabel

r r

Dengan membandingkan harga rdaftar dengan harga rhitung setiap item soal, dikatakan valit dan dapat

dijadikan instrumen dalam pengumpulan data apabila rtabel< rhitung . dan terbukti sesuai dengan yang ada

pada lampiran(23) , bahwa didapat hasil rtabel < rhitung . hal ini berarti semua item soal valid dan cukup baik

dijadikan sebagai pengumpul data. koefisien validasi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut. UJI RELIABILITASI

Reliabilitas merupakan ketepatan suatu test apabila dilakukan kepada subjek yang sama. Pengujian reliabilitas tes menggunakan rumus alpha sebagai berikut :

              

2 2 11 1 1 t i n n r   (dalam Sugiono : 282)

(8)

Dari hasil perhitungan reliabilitas soal diatas dengan langkah-langkahnya didapat hasil dari reliabilitas test r11 0.67,dapat disimpulkan bahwa soal tersebut reliabel dan berderajat tinggi. hal ini sesuai dengan tolak ukur yang dibuat oleh J.P. Guilford (Suherman 2003: 139)

UJI HOMOGENITAS

Uji homogenitas varians digunakan untuk mengetahui kedua kelas sebagai obyek penelitian homogen atau tidak. karena dalam penelitian ini menggunakan dua kelas maka rumus yang dipakai adalah uji kesamaan dua varians (Sujana, 2005: 249)

Kriteria pengujian adalah terima hipotesis nol (H0) jika    1 , 1 2 1 1 1 n1 FF n1n2

F .untuk taraf nyata α =

0.05 dengan dk pembilang n1 – 1 = 32 - 1 = 31 dan dk penyebut n2 – 1 = 30 – 1 = 29 didapat Ftabel = 1.83

kerana Fhitung =1.373 < Ftabel = 1.83 maka hipotesis nol (H0) diterima artinya kedua varians homogen.

UJI NORMALITAS DATA

Pengujian normalitas data untuk mengetahui apakah data yang diperoleh peneliti berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini uji normalitas yang digunakan adalah uji lilefors (Sudjana, 2005:466)

Kriterianya adalah : tolak hipotesis nol H0 bahwa populasi berdistribusi normal jika L0 yang diperoleh

dari data pengamatan melebihi L dari daftar. dalam hal lainnya hipotesis nol H0 diterima.

UJI HIPOTESIS

Statistik uji yang digunakan dalam penelitian ini untuk menguji hipotesis adalah uji t-tes, uji kesamaan dua rata-rata, dan uji satu pihak.

2 1 2 1 1 1 n n s X X t    Dengan : S2 =

2 1 1 2 1 2 2 2 2 1 1      n n s n s n

Kriteria pengujian adalah terima H0 jika 2 1 1 2 1 1 _   tt t ,dimana 2 1 1

t didapat dari daftar distribusi t

dangan dk = (n1 + n2 - 2) dan peluang (1 - 1 2𝑎⁄ ). untuk harga-harga t lainnya H0 ditolak. (Sudjana 2005 :

239).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dalam penelitian ini metode pembelajaran yang digunakan adalah metode pembelajaran TTW (tink, talk, write). Dalam penerapannya dikelas guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok secara heterogen dan masing-masing kelompok dibagikan LKS (lembar kerja siswa) dan siswa dianjurkan untuk mengerjakan soal tersebut sesuai dengan peintah yang ada dalam LKS. dalam mengerjakan soal tersebut pertama-tama siswa mengerjakannya secara indifidu dan membuat catatan kecil tentang apa yang dia ketahui dan yang tidak ia ketahui, selanjutnya siswa mendiskusikan dengan teman sekelompoknya apa yang ada dalam catatan kecilnya tersebut, dan setelah itu kelompok tersebut mengrumuskan apa yang menjadi hasil dari diskusi mereka dengan menggabungkan seluruh ide mereka dalam kelompok tersebut dalam

(9)

memecahkan masalah yang ada dalam LKS, setelah itu beberapa kelompok mempersentasekan hasil diskusinya dan kelompok lain menanggapi.

Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat keefektifan dari metode pembelajaran TTW dengan cara membandingkannya dengan metode pembelajaran konvensional pada materi operasi hitung pada bentuk aljabar.

Tahap awal yang dilakukan dalam penelitian ini untuk memperoleh data, yaitu dengan melakukan observasi di sekolah, dan diperoleh informasi bahwa kedua kelas yang akan digunaka memiliki kemampuan yang sama, untuk memperkuat informasi tersebut maka peneliti memberikan tes awal yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan awal yang dimiliki ke 2 sampel atau kelas tersebut mengenai materi-materi yang berhubungan dengan materi-materi operasi hitung pada bentuk aljabar. Alasan pemberian tes awal selain untuk melihat kehomogenan kedua sampel, juga untuk melihat kemampuan awal siswa mengenai materi operasi hitung pada bentuk aljabar, yang dimaksutkan disini adalah kemampuan dasar siswa kelas VIII-2 dan VIII-1 SMP N 1 Gorontalo. Dan berdasarkan tes awal tersebut dan dengan mencari kehomogenan kedua sampel dengan menggunakan konsep uji statistic, terbukti bahwa kedua kelas tersebut memiliki kemampuan yang sama.

Sebelum instrument dalam bentuk test hasil belajar digunakan, terlebih dahulu peneliti melakukan validasi instrumen (validasi butir soal) untuk mengetahui apakah test ini layak digunakan sebagai pengumpil data atau tidak. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa validasi ini dilakukan dalam dua tahap yaitu melalui bimbingan dosen (validitas konstruksi) dan melalui pengujian soal (validitas isi). Dan untuk menguji reliabilitas test, digunakan rumus alpha crombach dengan mendapatkan nilai r = 0.67 yang ada pada (lampiran 23) Hasil yang didapat menunjukkan bahwa test ini cukup reliabel sehingga bisa digunakan sebagai alat pengumpul data.

Ketika diketahui bahwa test yang akan digunakan sebagai pengumpul data sudah cukup valid dan reliabel, maka selanjutnya adalah pelaksanaan perlakuan model pembelajaran pada kedua sampel. Untuk melihat apakah metode pembelajaran TTW efektif jika dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional dengan cara melihat rata-rata hasil belajarnya pada materi operasi hitung pada bentuk aljabar.

Setelah kelas kontrol dan kelas eksperimen mendapat perlakuan, selanjutnya guru memberikan post-test. Pemberian post-test ini bertujuan untuk melihat hasil belajar siswa setelah dibelajarkan dengan menggunakan metode pembelajaran TTW yaitu pada kelas eksperimen dengan siswa yang diajarkan menggunakan metode pembelajaran konvensional pada kelas kontrol. Dari test hasil belajar atau data yang didapat, diperoleh nilai rata-rata untuk kelas eksperimen adalah X 80.219 dan untuk kelas kontrol nilai rata-rata yang diperoleh adalah X 54.2.Hal ini menunjukkan bahwa kelas yang dibelajarkan dengan menggunakan metode pembelajaran TTW hasil belajarnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelas yang dibelajarkan dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional.

Selanjutnya akan dilakukan pengujian normalitas terhadap data test hasil belajar yang didapat. Untuk melakukan pengujian ini dilakukan dengan menggunakan uji Liliefors. Untuk kelas eksperimen diperoleh nilai Lo = 0.0705 untuk taraf nyata α = 0,05 dengan n = 32 diperoleh Ldaftar = 0.14,dapat dilihat

(10)

bahwa Lo < Ldaftar . Karena Lo < Ldaftar , maka H0 diterima. Dengan demikian hasil post-test untuk kelas

eksprimen berdistribusi normal.

Selanjutnya pada kelas kontrol, dari data test hasil belajar diperoleh nilai Lo = 0.143 , sedangkan untuk taraf nyata α = 0,05 dengan n = 32 diperoleh Ldaftar = 0.161 karena Lo < Ldaftar , dengan demikian

kelas kontrol juga berdistribusi normal.

Karena kedua sampel berdistribusi normal, maka uji statistik dapat dilanjutkan pada pengujian hipotesis. Untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t (uji kesamaan dua rata-rata), dengan taraf nyata α = 0,05 dan karena berdasarkan uji F kedua sampel memiliki varians yang homogen dan jumlah kedua sampel sama maka digunakan dkn1n223230260. Adapun hipotesis yang akan diuji adalah terima Ho jika

2 1 1 ) ( 2 1 1   

t t t . Berdasarkan perhitungan yang dilakukan diperoleh thitung = 9.078 dan t60)(0,975 2.00 atau tdaftar = 2.00 Dengan demikian Ho ditolak dan H1 diterima. Sehingga

rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran TTW lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional, hal ini mengindikasikan bahwa metode pembelajaran TTW efektif dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional pada materi operasi hitung bentuk aljabar .Yang menyebabkan rata-rata hasil belajar kedua kelas berbeda dikarenakan metode pembelajaran yang digunakan. Pada kelas eksperimen nilai rata-ratanya lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelas kontrol, disebabkan penggunaan metode pembelajaran TTW yang pelaksanaannya dikelas guru menyampaikan pokok materi setelah itu memberikan contoh soal kepada siswa kemudian untuk kelas eksperimen guru membagi siswa dalam beberapa kelompok secara heterogen dan tiap-tiap kelompok tersebut dibagikan LKS yang memuat soal-soal yang akan dikerjakan oleh siswa sesuai dengan aturan pengerjaan yang telah dituangkan dalam LKS tersebut, sehingga menyebabkan semua siswa aktif pada kelompok tersebut dalam mengerjakan soal ,sedangkan pada kelas kontrol tidak ada pembagian kelompok, siswa hanya diminta mengerjakan soal-soal secara mandiri saja, apabila tidak bisa maka guru akan membimbingnya secara langsung. sehingga menyebabkan hanya siswa yang berkemampuan lebih yang mudah mengerti apa yang dijalaskan guru sendangkan yang berkemampuan lemah dalam menangkap penjelasan guru tidak mudah mengerti apa yang disampaikan guru tersebut.

KESIMPULAN DAN SARAN

Sesuai dengan data hasil penelitian serta hasil perhitungan secara statistik dan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa :

1. Metode pembelajaran TTW lebih efektif dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional dilihat dari rata-rata hasil belajar yakni untuk kelas eksperimen adalah 𝑥̅ = 80.219 dan kelas kontrol 𝑥̅ = 54.2

2. Berdasarkan hasil perhitungan statistik didapatkan hasil thitung > ttabel sehingga H0 di tolak yang artinya

bahwa rata hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran TTW lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar siswa yang menggunkan metode pembelajaran konvensional.

(11)

Sesuai dengan hasil penelitian dan kesimpulan pada pembelajaran matematika dengan menggunakan metode pembelajaran TTW, dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut :

1. Agar guru mempergunakan metode pembelajaran TTW dalam meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran dikelas pada mata pelajaran matematika khusus-nya pada materi operasi hitung pada bentuk aljabar.

2. Guru diharapkan dapat mengembangkan hasil penelitian ini dengan menggunakan metode pembelajaran TTW pada mata pelajaran matematika selain materi operasi hitung pada bentuk aljabar, atau pada mata pelajaran yang lain selain matematika.

DAFTAR PUSTAKA

1. Sudjana, 2005. Metode Statistika. Bandung : Tarsito

2. Sugiyono, 2013. Metode Penelitian Pendidikan : Bandung Alfabeta

3. Sugiyono. 2005. Statistika Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta

4. Hamalik, U. (995). Kurikulum Dan Pembelajaran : Jakarta Bumi Aksara. Catakan Pertama

5. Waini Rasyidin (1991). Dasar Filosofis Pendidikan: Materi Pokok Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta : Depdikbud

6. Http://Ekokhoeruln. Blogspot.Com/2013/02/ Teori Hasil Belajar.

7. Http://Konspend.Blogspot.Com/2012/10/Teori Hasil Belajar Dan Faktor Yang Mempengaruhiya .Html

8. Http://Rujukanskripsi.Blogspot.Com/2013/06/Kajian Teori Hakikat Hasil Belajar.Html

9. Http://Andrianida. Blogspot.Com/2013/04/Metode Pembeljaran Ttw Think Talk Write.Htm

10. Http://Www.Lintas.Me/News/Other/Pendidikanekonomi.Com/Jenis-Fungsi-Dan-Indikator-Motivasi-Belajar

(12)

Referensi

Dokumen terkait

Setelah dilakukan pembelajaran melalui strategi Think Talk Write dan Auditory Intellectually Repetition, rerata nilai kelas TTW menjadi 88.29 sedangkan kelas

Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write (TTW) dan Numbered Head Together (NHT) dengan Pendekatan Saintifik disertai Strategi Peta Konsep

Penulis membatasi masalah yang akan diteliti pada kemampuan komunikasi matematik, metode pembelajaran serta penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Talk-Write

Dari hasil analisis disimpulkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh antara metode pembelajaran Think Pair Share (TPS) dan Think Talk Write (TTW) terhadap prestasi

“Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write (TTW) untuk Meningkatkan Keterampilan

Melalui penerapan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dan metode Think Talk Write (TTW), setelah menyimak

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, terbukti bahwa melalui penerapan strategi pembelajaran Think Talk Write (TTW) dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa

Guru dapat menggunakan strategi pembelajaran Think Talk Write TTW disertai LDS dalam pembelajaran biologi, agar siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran sehingga dapat