• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teori Antrian Antrian M/M/1. Rijal Fadilah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Teori Antrian Antrian M/M/1. Rijal Fadilah"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

(1)

Teori Antrian

Antrian M/M/1

(2)

Dasar Antrian

• Pelanggan (customer) tiba untuk pelayanan, dan jika semua pelayan (server) sibuk, pelanggan diantrikan dan dilayani kemudian

• Parameter: Kecepatan kedatangan (arrival rate), kecepatan pelayanan (service rate), jumlah pelayan (server)

• Pengukuran: waktu tunggu, waktu pelayanan, waktu di dalam sistem, utilisasi server, jumlah pelanggan dalam antrian, jumlah pelanggan dlm sistem, ...

(3)

Dasar Antrian

• Single queue system biasa digunakan utk merepresentasikan shared resource networks

• Network of queues biasa digunakan utk merepresentasikan tipe jaringan yg lain

– Process networks

(4)

Resource Sharing Networks

• Time-shared computers (Programs: CPU/DISK/IO) • Statistical Multiplexer/Concentrator

• Packet-based (Packets: links) • Channel-based (Calls: channels)

• Multiple-access & random access networks (Packets: shared medium)

(5)

Resource Sharing Networks

• Ukuran performansi

– Waktu tunggu

– Probabilitas blocking

• Pertanyaan

– Bagaimana relasi antara jumlah user, pola penggunaan, jumlah resource dan performansi?

(6)

Process Networks

• Multi-stage switch

• Distributed simulation system • Manufacturing process

(7)

Process Networks

• Ukuran performansi

– Waktu penyelesaian (delay)

– Throughput (penyelesaian persatuan waktu)

• Pertanyaan

– Bagaimana performansi dipengaruhi oleh pola penggunaan berbeda?

– Proses mana yg menjadi “bottlenecks” yg membatasi performansi?

– Apakaha input berbeda diperlakukan secara adil dalam hal performansi?

(8)

Switching Networks

• Jaringan telepon (telepon: circuit switches) • Jaringan signaling telepon (switches; STP)

• Jaringan Paket X.25 (komputer: packet switches) • Internet (komputer: router)

(9)

Switching Networks

• Ukuran performansi

– Delay (end point to end point) – Throughput

– Utilization

– Blocking probability – Loss

• Pertanyaan

– Topologi jaringan yg terbaik? – Bagaimana me-routekan?

(10)

Apa yang Bisa Dipelajari?

Faktor

• Jumlah pelanggan

• Pola penggunaan (workload) • Karakteristik service • Jumlah resource Performansi • Waktu tunggu • Blocking • Loss

(11)
(12)

Model Dasar

• Pelanggan dari suatu populasi tiba pada sistem dg waktu kedatangan random

• adalah rate kedatangan pelanggan

• Sistem antrian mempunyai c server identik

• Pelanggan ke-j meminta pelayanan dan akan memerlukan sj unit waktu pelayanan dari satu server • Jika semua server sibuk, pelanggan yg datang

(13)

Model Dasar

• Disiplin pelayanan menspesifikasikan urutan dimana pelanggan dipilih dari antrian

– Contoh: FIFO, LIFO, priority, random, …

• Waktu tunggu tQj adalah waktu diperlukan pelanggan ke-j antara memasuki sistem dan memasuki pelayanan • Total delay dari sistem j = tQj + sj

• n = jumlah pelanggan dlm sistem

– suatu random variable

• nq = jumlah pelanggan dlm antrian

(14)

Notasi Antrian

a/b/m/K • a = tipe proses kedatangan

– M (Markov) menunjukan kedatangan Poisson, shg waktu antar kedatangan iid exponential random variables

• b = service time distribution

– M (Markov) menunjukan distribusi eksponensial – D (Determistic) menunjukan service time konstan

– G (General) menunjukan iid service times mengikuti suatu general distribution

(15)

Notasi Antrian

a/b/m/K • m = jumlah server

• K = jumlah maksimum pelanggan yg dibolehkan dlm sistem

(16)

Background: Proses Poisson

• Kedatangan terjadi dg rate

• Probabilitas [secara eksak satu pelanggan tiba dlm interval [t, t+ t]] = t

• Probabilitas [tidak ada kedatangan dlm interval [t, t+ t]] = 1 - t

• Dg membuat t mendekati nol, kita mendapatkan proses Poisson

(17)

Distribusi Kedatangan

(18)

Jumlah Kedatangan

• Mis. E[n] adalah mean dari jumlah kedatangan dlm perioda interval t – Mean – Variance 0 ) ( ] [ n n t t nP n E

t

n

E

n

E

n 2 2 2

]

[

]

[

(19)

Kelayakan

Apakah proses Poisson cukup layak digunakan?

• Secara umum proses Poisson adalah model yg baik jika terdapat sejumlah user yg besar (sumber paket)

sehingga

– Users serupa

(20)

Kelayakan

• Misalkan kita menggabungkan n proses Poisson

• Tiap proses mempunyai rate /n, shg rate gabungan (aggregate) =

• Waktu antar kedatangan , utk tiap proses mempunyai distribusi F(s) = P{ s} dan independen

• Proses penggabungan mendekati proses Poisson dg rate dg n

(21)

Waktu Antar Kedatangan

• Mis. T = waktu antar kedatangan dlm proses Poisson

– T adalah random variables

– Utk proses Poisson, waktu antar kedatangan adalah exponentially distributed random variables

(22)

Memoryless Property

• Distribusi eksponensial adalah memoryless

– Apa yg terjadi setelah waktu t adalah independen thd apa yg terjadi sebelum t

– Pengetahuan masa lalu tidak membantu memprediksi masa depan

• Untuk waktu service

– Waktu tambahan yg diperlukan utk menyelesaikan service pelanggan yg sedang berlangsung independen thd kapan service dimulai

(23)

Memoryless Property

• Utk waktu antar kedatangan

– Waktu utk kedatangan berikutnya independen thd kapan kedatangan terakhir terjadi

• Distribusi eksponensial adalah satu-satunya distribusi kontinyu mempunyai sifat memoryless

• Distribusi diskrit yg mempunyai sifat memoryless adalah distribusi geometric

(24)

Markov Property

• Memoryless property memungkinkan menggunakan Markov Chain untuk menganalisa antrian M/M/1

• Diberikan independensi dari waktu antara kedatangan dan waktu service, jumlah pelanggan dlm sistem kedepan hanya tergantung pd N(t), jumlah pelanggan dlm sistem pada saat t

(25)

Markov Property

• Proses random adalah proses Markov jika masa depan proses diberikan saat ini independen thd masa lalu

• Markov chain adalah proses Markov dg discrete state space

(26)

Markov Property

• Jika kita tahu sistem ada dlm state a pd saat tk,

probabilitas transisi ke state lainnya pd saat tk+1 dpt ditentukan

(27)

Little’s Law

• Jumlah pelanggan rata-rata dlm sistem (antrian) sama dgn rate kedatangan dikalikan waktu rata-rata dlm

(28)

Little’s Law

• Misalkan

– Rate kedatangan ( )

– Jumlah dlm sistem, n(t), jumlah dlm antrian nQ(t), jumlah dlm pelayanan nS(t)

– Waktu dlm sistem , waktu dlm antrian Q, waktu dlm pelayanan s

• Relasi parameter-parameter dg Little’s Law

– Jumlah dlm sistem : E[n] = .E[ ] – Jumlah dlm antrian : E[nQ] = .E[ Q] – Jumlah dlm service : = E[nS] = .E[s]

(29)

Utilisasi

• Utilisasi dari sistem single server

(30)

In-Class Exercise

• Pelanggan memasuki toko dg rate rata-rata 32 pelanggan per jam. Rata-rata pelanggan menghabiskan waktu 12 menit di dlm toko. Berapa banyak pelanggan yg kita harapkan kita jumpai di dlm toko dlm sembarang waktu?

(31)
(32)

Saluran Transmisi

• Parameter

– adalah rate kedatangan

– NQ adalah jumlah rata-rata paket menunggu dlm antrain (belum ditransmisikan)

– W adalah rata-rata waktu tunggu dlm antrian (tidak termasuk waktu transmisi)

• Little’s law memberikan NQ = .W

• Jika X adalah waktu transmisi rata-rata, Teorema Little memberikan utilisasi (rata-rata jumlah transmisi

paket)

(33)

Saluran Transmisi

• Perhatikan kasus dimana

• 1/ adalah rata-rata waktu antar kedatangan

• jika > 1, maka ekspektasi waktu service lebih besar drpd ekspetasi waktu antar kedatangan, yaitu

pelanggan datang lebih cepat drpd yg dp dilayani

– Antrian akan overflow atau meningkat sangat panjang – > 1, menghasilkan situasi yg tidak stabil

(34)
(35)

Network of Transmission Lines

• Paket tiba pada n node berbeda utk transmisi dg rate

1, 2, … , m

• N adalah jumlah paket total dlm jaringan

(36)

Network of Transmission Lines

• Perlu dicatat bahwa rata-rata delay per-paket adalah independen dari distribusi panjang paket dan metoda utk me-routing-kan paket

(37)

Antrian M/M/1

• Antrian tunggal (single queue) • Server tunggal (single server)

• Pelanggan (paket) tiba sesuai dg proses Poisson dg rate per-detik

• Distribusi waktu pelayanan adalah eksponensial dg mean 1/ detik

(38)

Markov Chain

• Karena memoryless property dari r.v. eksponensial, jumlah pelanggan dlm sistem saat t, N(t), dp

(39)

Probabilty Flux

• Probabilitas flux transisi adalah perkalian probabilitas state dimana transisi dimulai dan rate transisi

– Indikasi rata-rata brp kali per-detik event sesuai dg korespondesni transisi terjadi

• Dlm kondisi steady-state, rata-rata brp kali/det suatu state dimasuki adalah sama dg rata-rata brp kali/det suatu state ditinggalkan

(40)

Global Balance

• Total rate transisi keluar dari state n sama dg total rate transisi ke state n

(41)

Global Balance Equations

• Global balance equation utk antrian M/M/1

• Jika ada N state, ada N persamaan, termasuk relasi berikut

(42)

Local Balance

• Utk Markov Chain, rate transisi dari state A ke state B sama dg rate transisi dari B ke A

• Sbg contoh, rate transisi dari n-1 ke n sama dg rate transisi dari n ke n-1

(43)

Local Balance Equations

(44)

Menyelesaikan Local Balance

Equations

(45)

Menyelesaikan

Local Balance Equations

• Normalisasi dicapai melalui ‘conservation of probability’

(46)

Menyelesaikan Local Balance

Equations

• Dg = / dan menggunakan identitas berikut

(47)

Hasil

• Jika = / < 1 , kita dp

• Utilisasi

(48)

Hasil

• Dg Little’s law, dp dicari waktu rata-rata dlm sistem

(49)

Hasil

• Dg Little’s Law lagi, jumlah rata-rata pelanggan dlm antrian

(50)

Hasil Grafik Antrian M/M/1

• Ekspektasi jumlah pelanggan dlm sistem

(51)

In-Class Exercise

• Suatu konsentrator menerima message dari satu grup terminal dan mentransmisikannya melalui suatu saluran transmisi tunggal. Misalkan message tiba sesuai proses Poisson dg rate satu message setiap 4 ms, dan waktu transmisi message mengikuti distribusi eksponensial dg mean 3 ms.

(a) Cari rata-rata jumlah message dlm sistem dan total delay rata-rata

(b) Berapa persentase peningkatan rate kedatangan shg menghasilkan dua kali total delay rata-rata

(52)

Traffic Multiplexing

• Perhatikan suatu link komunikasi

– Kapasitas transmisi tetap (C), rate dimana bit dp ditransmisikan (bit/sec)

– Bbrp aliran trafik dp share capacity

– Skim sharing dp mempengaruhi performansi

• Bentuk-Bentuk Multiplexing

– Statistical multiplexing – Kanal terpisah

• Time Division Multiplexing (TDM)

(53)

Statistical Multiplexing

• Paket-paket dari semua aliran trafik digabungkan ke dlm satu antrian tunggal dan ditransmisikan secara FCFS

(54)

Time Division Multiplexing

• Waktu dibagi dlm m slot, dan masing-masing dari m aliran trafik diberikan satu slot

– Bangun m kanal, masing-masing dg kapasitas C/m

– L-bit paket memerlukan TTDM = Lm/C sec utk transmit jika paket panjang dibandingkan dg panjang satu slot

– L-bit paket memerlukan TTDM = L/C sec utk transmit jika slot sebesar panjang paket, tetapi harus menunggu (m-1) slot antar transmisi

(55)
(56)

Frequency-Division Multiplexing FDM

• Kanal bandwidth W dibagi kedlm m kanal dan masing-masing dari m aliran trafik diberikan satu kanal

– Bangun m kanal, masing-masing dg bandwidth W/m, atau kapasitas C/m (abaikan ‘guard band’ antar kanal)

(57)

Performansi Multiplexing

• Stat Mux mempunyai delay rata-rata lebih kecil drpd TDM atau FDM

– Kapasitas kanal terbuang dg TDM (wasted time slots) dan FDM (wasted bandwidth) jika aliran trafik idle

– Waktu transmisi lebih besar utk TDM dan FDM

• Keuntungan TDM dari FDM

– Stat mux mempunyai delay rata-rata lebih kecil tetapi variasi delay lebih besar

– TDM dan FDM mengeleminasi keperluan utk mengidentifikasi aliran trafik asosiasi dg tiap paket

(58)

Performansi Multiplexing

• Kita dp menggunakan hasil antrian M/M/1 utk menganalisa Statistical Multiplexing (SM) vs Time Division Multiplexing (TDM) atau Frquency Division Multiplexing (FDM)

• Asumsi:

– m aliran paket Poisson, masing-masing dg rate kedatangan /m, ditransmisikan melalui kanal komunikasi tunggal

– Panjang paket utk semua aliran memp distribusi eksponensial dg waktu transmisi rata-rata 1/

(59)

Performansi Multiplexing

• SM mengkombinasikan m aliran dari paket-paket dan mentransmisikannya dlm satu aliran tunggal

(60)

Performansi Multiplexing

• Utk SM

• Utk TDM (atau FDM)

• Rata-rata paket menghabiskan m kali lebih lama dalam antrian dan service dg TDM atau FDM dibandingkan dg SM

Referensi

Dokumen terkait

banyaknya pelanggan yang berada dalam sistem antrian pada suatu waktu 3.395393. m=3, dengan kata lain tidak ada server

Dengan analisa teori antrian, kita dapat mengetahui apakah sistem pelayanan di loket sudah mencapai suatu keadaan yang optimal atau belum.. Model antrian yang

3.1 Model Antrian M/M/1 Dengan Pola Kedatangan Berkelompok Acak Model antrian ini para pelanggan datang secara berkelompok pada waktu yang sama dan mendapat pelayanan

Model antrian yang digunakan adalah model antrian dimana kedatangan pelanggan dalam suatu sistem antrian terjadi secara berkelompok (dengan jumlah pelanggan dalam tiap

Sistem antrian M/M/5/FIFO// menyatakan sistem antrian dengan waktu antardatang berdistribusi eksponensial atau jumlah pelanggan yang datang berdistribusi Poisson, waktu

Jumlah customer dalam sebuah sistem antrian yang  steady state adalah hasil kali dari tingkat kedatangan rata-rata customer per satuan waktu dengan waktu total sistem

Ekspektasi waktu tunggu dalam sistem antrian adalah waktu total yang dihabiskan oleh pasien, dari proses menunggu dilayani sampai proses pelayanan selesai. Perhitungan waktu

Karya ilmiah ini juga mempelajari tentang sistem antrian M/G/1 dengan waktu libur server, dimana jika server menemukan sistem kosong maka dia akan libur untuk suatu panjang