• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hemo dialisa dan Gagal Ginjal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Hemo dialisa dan Gagal Ginjal"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1

Pendahuluan

A.

Pendahuluan

Hemodiolisa atau lebih dikenal dengan cuci darah adalah

suatu jenis pengobatan yang umum diketahui di masyarakat.

Hemodialisa atau hemodiolisis adalah jenis pengobatan yang

dilakukan pada penderita gagal ginjal. Sebagai masyarakat

awam, yang kita ketahui adalah bahwa untuk melakukan cuci

darah membutuhkan jumlah uang yang cukup banyak..

Prosedur yang lama dan hal-hal lainnya.

Akan tetapi, apakah sebenarnya dan bagaimanakan cuci

darah itu? Pengobatan jenis adalah pengobatan yang hanya

dilakukan pada penderita gagal ginjal. Cuci darah umumnya

disediakan di rumahsakit besar yang mempunyai peralatan

lengkap.

Sampai sekarang, cuci darah dianggap sebagai metode

pengobatan paling umum untuk penderita gagal ginjal atau

kerusakan ginjal.

Gagal ginjal sendiri adalah suatu kondisi dimana

seseorang tidak dapat mengfungsikan kedua ginjalnya dengan

baik. Hal ini mengakibatkan ginjal yang berfungsi sebagai alat

ekskresi tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Keadaan inimengakibatkan kotoran yang seharusnya

dikeluarkan bersama urine malah masuk ke dalam darah dan

membuat peredaran darah berjalan tidak lancar.

(2)

BAB 2

PEMBAHASAN

B. Gagal Ginjal

Ginjal adalah sepasang organ yang terletak pada daerah pinggang, dilindungi oleh tulang rusuk bawah belakang. Beratnya hanya 120-150 gram saja (seukuran kacang).

Fungsi utama renal adalah menyaring darah dan membantu tubuh membuang kelebihan air, garam, dan limbah metabolisme tubuh. Selain itu juga membantu menyeimbangkan kadar elektrolit dalam tubuh, mengontrol tekanan darah, dan menstimulasi produksi sel darah merah.

Penyakit ginjal memang tidak menular, tetapi menimbulkan kematian dan dibutuhkan biaya mahal untuk pengobatan yang terus berlangsung seumur hidup pasien.

Karenanya peningkatan kesadaran dan deteksi dini akan mencegah komplikasi penyakit ini menjadi kronis.

Gagal ginjal stadium awal sangat sulit dideteksi karena tidak menimbulkan keluhan atau ciri-ciri yang jelas. Di rumah sakit, kasus gagal ginjal biasanya terdeteksi dengan pemeriksaan ureum dan kreatinin darah. Gejala yang berhubungan dengan gagal ginjal biasanya tidak khas, misalnya anoreksia, mual, muntah dan perubahan status mental yang disebabkan oleh penumpukan zat-zat sisa metabolisme tubuh khususnya urea serta pembengkakan tungkai atau bagian tubuh lain karena penumpukan cairan.

Beberapa pasien, terutama yang gagal ginjalnya disebabkan oleh kelainan prerenal, akan mengalami penurunan jumlah urin (jumlah urin normal minimal 0.5–1.0

(3)

Untuk itu secepat nya atasi penyakit gagal ginjal dengan pengobatan herbal gagal ginjal yang mampu menyembuhkan secara alami tanpa operasi, dengan ini gagal ginjal dengan mudah secara herbal dapat di obati tanpa operasi.

a) GAGAL GINJAL

Gagal ginjal adalah kondisi dimana renal gagal berfungsi untuk menyaring darah dan membuang sisa metabolisme tubuh melalui urin. Hal ini bisa bersifat kronis, yaitu terjadi perlahan-lahan selama bertahun-tahun, ataupun akut (secara tiba-tiba).

b) PENYEBAB GAGAL GINJAL AKUT

Ada 3 penyebab utama gagal ginjal akut, yaitu :

 Turunnya level aliran darah ke renal secara drastis. Hal ini dapat disebabkan

oleh: kecelakaan berat yang menyebabkan banyaknya darah hilang, atau infeksi berat (disebut Sepsis) yang mengurangi aliran darah ke renal

 Kerusakan renal yang disebabkan oleh obat-obatan, racun, ataupun infeksi.

Pasien penyakit kronis biasanya mengkonsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka panjang. Obat-obatan ini, dapat bersifat toksik:

 Antibiotik, seperti gentamisin dan streptomisin

- Obat pereda nyeri, seperti aspirin dan ibuprofen

- Beberapa obat tekanan darah, seperti tipe ACE inhibitor

- Pewarna yang digunakan dalam beberapa pemeriksaan X-Ray

 Sumbatan mendadak yang memblokir urine keluar dari renal. Batu ginjal,

tumor, cedera, atau pembengkakan kelenjar prostat dapat mengakibatkan sumbatan.

c) TANDA & GEJALA GAGAL GINJAL

Gejala penyakit ginjal pada awalnya memang tidak begitu terlihat dan akan terlihat jelas ketika penyakit ginjal telah masuk ke stadium kronis. Penyakit ginjal jika tidak segera ditangani akan berakibat pada gagal ginjal dimana organ ini tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai organ ekskresi.

Seperti kita ketahui bahwa pengobatan untuk penyakit ginjal memang dapat dikategorikan mahal. Perawatan medis yang umumnya dilakukan oleh penderita ginjal adalah cuci darah, dimana proses ini ditujukan untuk membersihkan darah dari kontaminasi sisa metabolisme yang tidak

dikeluarkan. Jika ginjal sudah tidak berfungsi lagi maka akan dilakukan langkah pencakokan ginjal dan tentunya dengan biaya yang tidak murah. Oleh karena itu, kenali sejak awa gejala penyakit ginjal agar segera dapat teratasi. Berikut beberapa gejala penyakit ginjal yang umumnya terjadi.

1. Perubahan dalam buang air kecil dan warna urin

(4)

pada penderita ginjal, ketika buang air kecil akan terasa sakit dan jumlahnya lebih sedikit. Selain itu, warna urin biasanya juga lebih pekat. Hal ini

dikarenakan ginjal tidak berfungsi dengan baik. Untuk kasus tertentu, bahkan ada yang buang air kecil disertai darah.

2. Bau mulut

Gejala penyakit ginjal yang kedua ini mungkin susah untuk dibedakan dengan gejala penyakit lain, karena penyakit seperti kanker mulut pun juga disertai dengan bau mulut yang tidak sedap. Bau mulut pada penderita ginjal ini

dikarenakan limbah yang begitu banyak dalam tubuh sehingga akan berakibat pada bau mulut yang tidak sedap.

3. Pembengkakan tubuh

Gejala penyakit ginjal ini dikarenakan dalam cairan yang seharusnya

dikeluarkan tertimbun dalam tubuh karena terganggunya fungsi organ ekskresi. Oleh karena itu, hal ini akan mengakibatkan pembengkakan pada bagian tubuh tertentu seperti di kaki, pergelangan kaki, kaki, wajah, dan / atau tangan.

Beberapa gejala yang lainnya diantaranya sakit/nyeri punggung, tubuh terasa lemas tidak bertenaga dan tidak mampu bekerja berat, mengalami gatal-gatal pada tubuh, perut terasa nyeri dan mual bahkan bisa muntah-muntah, nafsu untuk makan berkurang sehingga berakibat turunnya berat badan, biasanya penderita sakit ginjal disertai pula dengan naiknya tekanan darah, mengalami gangguan tidur atau susah tidur, dan jika sakitnya sudah sangat parah

penderita sakit ginjal bisa sangat pucat dan mengalami sesak napas.

d) PENGOBATAN GAGAL GINJAL AKUT

Pada kasus akut, biasanya pasien perlu melakukan transplantasi ginjal ataupun proses cuci darah (dialisis).

e) TRANSPLANTASI GINJAL

Transplantasi ginjal adalah metode penggantian ginjal dengan cara

pencangkokan ginjal dari orang hidup atau mati kepada pasien. Selain mahal biayanya, proses transplantasi juga biasanya mengalami beberapa kendala, seperti: penolakan, infeksi, sepsis, gangguan pada limpa pasca operasi, ketidakseimbangan elektrolit, dll.

f) PENGOBATAN HERBAL GAGAL GINJAL

(5)

Pengobatan herbal gagal ginjal merupakan solusi cara mengobati gagal ginjal secara herbal tanpa operasi dengan ini gagal ginjal dengan mudah di atasi secara herbal, jadi jika terserang oleh penyakit gagal ginjal obati dari sekarang dengan pengobatan herbal gagal ginjal yang aman dan mampu dalam

mengobati penyakit gagal ginjal secara alami.

Buah manggis mengandung konsentrasi antioksidan yang tinggi, karbohidrat, dan serat. Selain itu juga, kaya akan vitamins dan minerals. Karena sifat ini, dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, sistem kekebalan tubuh, dan membantu tubuh untuk memerangi penyakit secara alami.

Dilihat dari penyebab utama gagal ginjal, xanthone mampu mengatasi masalah-masalah diatas tadi sebagaimana di uraikan dari hasil penelitian berikut: Journal of pharmacology, mempublikasikan bahwa xanthone memilik efek anti kanker seperti kanker payudara , kanker darah (leukeumia) dan kanker hati . Selain itu juga xanthone memiliki banyak manfaat kesehatan terutama kesehatan kardiovaskuler seperti mengatasi sakit jantung, aterosklerosis, hipertensi dan trombosit. Xanthone juga memperlebar pembuluh darah dan memeperlancar peredaran darah. manggis juga kaya akan mineral kalium yang membantu metabolisme energi.

Xamthone lahir dari kajian mendalam dengan melibatkan para ahli berpengalaman. Selama mengkonsumsi xamthone plus tubuh mampu menyerap 100% semua nutrisi. Pada ahirnya semua nutrisi yang terserap tentunya semakin menunjang kesehatan sepenuhnya.

Dari kandungan kulit manggis memang terbukti mampu mengatasi gagal ginjal tanpa operasi, untuk itu obati gagal ginjal dengan pengobatan herbal gagal ginjal aman dalam proses penyembuhan nya

Obati penyakit gagal ginjal dengan pengobatan herbal gagal ginjal mampu mengatasi secara alami tanpa operasi, dan jangan di ragukan lagi khasiat yang terkandung di dalam ace maxs pengobatan herbal gagal ginjal ampuh dalam proses penyembuhan nya

Kemajuan teknologi kedokteran yang berkembang pesat saat ini

memungkinkan para penderita gagal ginjal menjalani rutinitas cuci darah (dialisa) sambil bekerja, cuci mata di mall, bahkan sambil bercinta dengan pasangan! Padahal di masa lalu, kegiatan dialisa harus dilakukan di rumah sakit sambil terbaring lemah selama 5 jam, sebanyak tiga kali seminggu. Belum lagi perasaan gatal di sekujur tubuh sebagai dampak dari terapi cuci darah tersebut.

(6)

Peritoneal Dyalisis/CAPD atau dialisis tanpa mesin dan dapat dilakukan secara mandiri oleh penderita gagal ginjal. Metode ini merupakan metode alternatif dengan menggunakan membran semipermiabel yang berfungsi sebagai ginjal buatan, sehingga mampu menyerap cairan pembersih ke dalam rongga ginjal. Dalam waktu 4 sampai 6 jam dengan frekuensi 4 kali sehari, terjadi proses difusi serta ultrafiltrasi dalam ginjal, sehingga zat racun yang ada di dalamnya terserap ke luar dan diganti cairan baru.

Karena masih tergolong teknologi baru, biaya CAPD masih tergolong mahal. Umumnya, biaya yang dikeluarkan peserta terapi CAPD saat ini masih sebesar Rp 4,2-Rp 5 juta setiap bulannya. Namun, biaya sebesar itu menjadi tak

berarti, jika melihat kondisi tubuh penderita yang bugar dan tetap produktif seperti sebelum terkena gagal ginjal.

"Karena pasien tetap bisa bekerja dan melakukan segala aktivitas seperti biasa, layaknya orang sehat. Bedanya, peserta CAPD punya kantong kecil di perutnya untuk pergantian cairan dialisat itu," kata Direktur Medik RS PGI Cikini, Tunggul Situmorang dalam acara peluncuran website sahabat ginjal.com yang disponsori PT Kalbe Farma, di Jakarta, belum lama ini.

Pengalaman Karyono (45), karyawan swasta yang telah menjalani terapi CAPD selama tiga tahun ini agaknya bisa jadi pelajaran. Karyono mengaku, kualitas hidupnya makin membaik setelah ikut terapi CAPD. Selain itu, ia bisa kembali bekerja dan sama produktifnya seperti sebelum sakit.

"Awalnya saya ragu, karena banyak informasi negatif yang saya dengar soal CAPD. Tetapi karena atasan terus mendesak, akhirnya saya beranikan untuk menjadi peserta CAPD. Bahkan, saudara-saudara saya heran karena raut muka dan badan saya yang terlihat lebih segar. Dan yang terpenting saya sudah bisa tidur enak, sebelumnya saya selalu merasa lemas, letih, gelisah," katanya mengungkapkan.

Belum Memasyarakat

Dr Tunggul menjelaskan, terapi dengan menggunakan pergantian cairan dialisat ini sebenarnya telah masuk ke Indonesia sejak 2004 lalu, namun tidak banyak diketahui masyarakat. Melihat manfaat CAPD yang begitu besar, pihaknya tergugah untuk terus mensosialisasikan CAPD kepada masyarakat luas di Indonesia sebagai salah satu alternatif penanganan bagi penderita gagal ginjal.

(7)

ginjal yang rusak. "Hanya saja masalahnya, masih sedikit donor yang mau memberikan organ tubuhnya. Selain itu jarang sekali ditemukan donor yang cocok dengan penderita gagal ginjal, sehingga tingkat keberhasilannya sangat kecil. Selain itu, biayanya sangat besar," katanya.

Karena itu, penderita gagal ginjal lebih banyak melakukan terapi dialisa atau cuci darah. Metode dialisis pada intinya adalah melakukan fungsi utama ginjal, yakni membersihkan darah dari zat-zat yang tidak berguna pada tubuh dan menjaga kestabilan kandungan darah di dalam tubuh.

Pembersihan ini dilakukan dengan dua cara, haemodialisis (HD) dan

peritonialdialisis (PD). Pada HD, darah yang akan dibersihkan dikeluarkan dari tubuh dan dimasukkan ke ginjal buatan (dializer). Darah dibersihkan dengan menggunakan cairan pembersih (dialisat) dalam serat-serat dializer itu. Setelah bersih, darah baru dimasukkan kembali ke dalam tubuh.

Sedangkan pada metode PD, darah tidak dikeluarkan dari dalam tubuh. Proses pembersihan dilakukan di dalam rongga perut (peritoneum), dengan

memasukkan cairan dialisat ke dalam rongga itu. Cairan ini dibiarkan selama empat hingga enam jam hingga akhirnya dikeluarkan kembali.

Saat ini sudah berkembang metoda PD dengan berbagai cara seperti CAPD atau APD. Keunggulan utama CAPD adalah kemudahannya, sehingga terapi dengan metode itu pun lebih alami. Proses yang berlangsung terus-menerus selama 24 jam setiap harinya itu, menjadikan hampir sama dengan proses yang berlangsung di dalam ginjal.

Sementara itu, jika melakukan cuci darah biasa secara HD, keseluruhan proses dilakukan selama lima jam, yang berarti cairan tubuh dipaksa diperas untuk dicuci mesin. "Akibatnya beban jantung menjadi bertambah dan menyebabkan gangguan tekanan darah," kata Situmorang.

Alamiah

CAPD belum banyak digunakan, padahal terapi itu memiliki kelebihan, yakni tidak mengganggu jantung, kontaminasi dengan hepatitis lebih kecil. Fungsi ginjal yang tersisa masih dapat dipertahankan, dan proses dialisis pun bekerja selama 24 jam sesuai dengan kerja ginjal secara alamiah.

"Pasien juga tidak perlu datang ke rumah sakit untuk melakukan cuci darah, tetapi melakukan cuci darah secara mandiri dengan jadwal yang dapat ia buat sendiri," katanya.

(8)

penderita diabetes dapat diberikan insulin secara intraperitorial. Sedangkan, kekurangan CAPD adalah sering kali menimbulkan infeksi pada rongga perut. Selain itu juga meningkatkan kadar lemak dan mengakibatkan kegemukan (obesitas), serta dapat menimbulkan hernia, serta sakit pinggang. "Kunci utama dari terapi CAPD adalah menjaga kebersihan lubang yang menghubungkan ginjal dalam perut dengan dunia luar, yaitu kantong cairan dialisat. Bila terjadi infeksi di lubang tersebut, maka biayanya sangat mahal. Karena itu, saya selalu mengingatkan pada pasien untuk menjaga kebersihan. Bahkan, kami memberi pelatihan selama tiga hari khusus untuk menjaga agar lubang tetap bersih," katanya.

Tentang jumlah pasien CAPD di seluruh Indonesia , dr Tunggul mengaku tidak tahu pasti. Namun, pasien CAPD di RS PGI Cikini sudah ratusan orang.

Sementara di dunia, ada diperkirakan 120.000 penderita gagal ginjal menggunakan terapi CAPD.

Ditanya faktor penyebab utama terjadinya gagal ginjal, dr Tunggul

mengatakan, penyebab utama adalah hipertensi (darah tinggi) dan diabetes atau kencing manis. Gangguan fungsi ginjal bisa terjadi perlahan-lahan atau mendadak, bahkan tidak disadari oleh penderita karena tubuh tidak

menunjukkan gejala seperti orang sakit. Namun, tiba-tiba dokter mendiagnosa Anda terkena gagal ginjal.

Jika seseorang memperhatikan gejala yang umum menyertai penderita gagal ginjal, kata dr Tunggul, penyakit tersebut bisa diminimalisir sedini mungkin. Adapun beberapa tanda fisik yang harus diwaspadai seperti tubuh bengkak yang diawali dari kedua kaki, kulit terlihat kasar. Penderitanya mengalami gangguan pengecapan, mual, muntah, tidak nafsu makan, lesu, gangguan tidur dan juga sering gatal. Tanda lainnya, sering kram, vena di leher melebar dan ada cairan di selaput jantung dan paru.

"Bila mendapati satu saja dari gejala itu, sudah waktunya untuk waspada. Untuk itu, segera ke rumah sakit untuk chek-up untuk membuktikan

kebenarannya. Kalau kita lihat hasil laboratorium, penderita gagal ginjal ini punya peningkatan asam urat, kalsium, fosfor dan kalium. Hati-hati kalau kaliumnya meningkat, karena memperbesar risiko penyakit jantung," kata dr Tunggul menandaskan.

Kurang minum air putih ternyata dapat mengganggu fungsi ginjal. Gangguan ginjal dalam tahap ringan masih dapat diatasi dengan minum banyak air putih. Namun, kalau sudah gagal ginjal, hanya bisa diatasi dengan cuci darah atau cangkok ginjal yang biayanya sangat mahal.

(9)

cairan di dalam tubuh. Ginjal juga berfungsi untuk membersihkan darah dan berbagai zat hasil metabolisme serta racun di dalam tubuh. Sampah dari dalam tubuh tersebut akan diubah menjadi air seni (urin). Air seni diproduksi terus menerus di ginjal, lalu dialirkan melalui saluran kemih ke kandung kemih. Bila cukup banyak urin di dalam kandung kemih, maka akan timbul rangsangan untuk buang air kecil. Jumlah urin yang dikeluarkan setiap hari sekitar 1-2 liter. Selain itu, ginjal juga berperan untuk mempertahankan volume dan tekanan darah, mengatur kalsium pada tulang, mengatur produksi sel darah merah, dan menghasilkan hormon seperti erythropoetin, renin, dan vitamin D.

Kelainan ginjal dapat terjadi akibat adanya kelainan pada ginjal (penyakit ginjal primer) atau komplikasi penyakit sistematik (penyakit ginjal sekunder), seperti kencing manis (diabetes). Kelainan ringan pada ginjal dapat sembuh sempurna bila penyebabnya sudah diatasi. Kadang cukup dengan pengobatan dan pengaturan diet. Namun, bila keadaannya memburuk, kelainan itu bisa menjadi gagal ginjal yang akut.

Perlu diketahui, kasus gagal ginjal di dunia meningkat lebih dari 50%. Di Indonesia sendiri sudah mencapai sekitar 20%. Di Amerika Serikat saja, negara yang sangat maju dan tingkat gizinya tinggi, setiap tahunnya ada sekitar 20 juta orang dewasa menderita penyakit kronik ginjal.

Gagal ginjal adalah keadaan dimana kedua ginjal tidak mampu menjalankan fungsinya. Penderita biasanya baru merasakan kelainan pada dirinya jika fungsi ginjal menurun sekitar 25%. Bahkan, untuk penderita yang masih muda bisa di bawah 10%. Tidak heran bila umumnya pasien baru ke dokter bila sudah berada dalam tahap terminal. Sekitar 40% gangguan diabetes menjadi penyebab gagal ginjal. Namun, orang yang diyakini mempunyai gejala sakit.

C. Hemodiolisa/Hemodiolisis

Hemodialisa adalah salah satu terapi pengganti ginjal yang paling banyak dipilih oleh para penderita GGT. Pada prinsipnya terapi hemodialisa adalah untuk menggantikan kerja dari ginjal yaitu menyaring dan membuang sisa – sisa metabolisme dan kelebihan cairan, membantu menyeimbangkan unsur kimiawi dalam tubuh serta membantu menjaga tekanan darah.

a) Apa itu hemodialisa?

Hemodialisa adalah metode pencucian darah dengan membuang cairan berlebih dan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh melalui alat dialysis untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak.

(10)

Terapi dibutuhkan apabila fungsi ginjal seseorang telah mencapai tingkatan terakhir (stage 5) dari gagal ginjal kronik. Dokter akan menentukan tingkatan fungsi ginjal seseorang berdasarkan perhitungan GFR atau Glomerular Filtration Rate, dimana pada tingkatan GFR dibawah 15, ginjal seseorang dinyatakan masuk dalam kategori gagal ginjal terminal (End Stage Renal Disease).

Hemodialisa dilakukan bila ginjal anda sudah tidak mampu melaksanakan fungsinya atau biasa disebut dengan gagal ginjal. Gagal ginjal dapat dibagi dua yaitu gagal ginjal akut dimana fungsi ginjal terganggu untuk sementara waktu sehingga hemodialisa dilakukan hanya hingga fungsi ginjal membaik dan gagal ginjal kronis dimana fungsi ginjal rusak secara permanen akibatnya hemodialisa harus dilakukan seumur hidupnya.

Cuci darah dilakukan jika gagal ginjal menyebabkan:

 Kelainan fungsi otak (ensefalopati uremik)  Perikarditis (Peradangan kantong jantung)

 Asidosis (peningkatan keasaman darah) yang tidak memberikan respon

terhadap pengobata lainnya.

 Gagal Jantung

 Hiperkalemia (kadar kalium yang sangat tinggi dalam darah) 

c) Bagaimana Hemodialisis dilakukan?

Pada proses hemodialisa, darah dialirkan ke luar tubuh dan disaring di dalam ginjal buatan (dialyzer). Darah yang telah disaring kemudian dialirkan kembali ke dalam tubuh. Rata – rata manusia mempunyai sekitar 5,6 s/d 6,8 liter darah, dan selama proses hemodialisa hanya sekitar 0,5 liter yang berada di luar tubuh. Untuk proses hemodialisa dibutuhkan pintu masuk atau akses agar darah dari tubuh dapat keluar dan disaring oleh dialyzer kemudian kembali ke dalam tubuh. Terdapat 3 jenis akses yaitu arteriovenous (AV) fistula, AV graft dan central venous catheter. AV fistula adalah akses vaskular yang paling direkomendasikan karena cenderung lebih aman dan juga nyaman untuk pasien.

Sebelum melakukan proses hemodialisa (HD), perawat akan memeriksa tanda – tanda vital pasien untuk memastikan apakah pasien layak untuk menjalani Hemodialysis. Selain itu pasien melakukan timbang badan untuk menentukan jumlah cairan didalam tubuh yang harus dibuang pada saat terapi. Langkah berikutnya adalah menghubungkan pasien ke mesin cuci darah dengan

memasang blod line (selang darah) dan jarum ke akses vaskular pasien, yaitu akses untuk jalan keluar darah ke dialyzer dan akses untuk jalan masuk darah ke dalam tubuh. Setelah semua terpasang maka proses terapi hemodialisa dapat dimulai.

(11)

merupakan perpaduan dari komputer dan pompa, dimana mesin HD mempunyai fungsi untuk mengatur dan memonitor aliran darah, tekanan darah, dan

memberikan informasi jumlah cairan yang dikeluarkan serta informasi vital

lainnya. Mesin HD juga mengatur cairan dialisat yang masuk ke dialyzer, dimana cairan tersebut membantu mengumpulkan racun – racun dari darah. Pompa yang ada dalam mesin Hd berfungsi untuk mengalirkan darah dari tubuh ke dialyzer dan mengembalikan kembali ke dalam tubuh.

d) Apa fungsi dari ginjal buatan (dialyzer) ?

Dialyzer merupakan kunci utama dalam proses hemodialisa. Disebut sebagai ginjal buatan (artificial kidney) karena yang dilakukan oleh dialyzer sebagian besar dikerjakan oleh ginjal kita yang normal. Dialyzer berbentuk silinder dengan panjang rata – rata 30 cm dan diameter 7 cm dan didalamnya terdapat ribuan filter yang sangat kecil. Dialyzer terdiri dari 2 kompartemen masing – masing untuk cairan dialysate dan darah.

Kedua kompartemen tersebut dipisahkan oleh membran semipermiabel yang mencegah cairan dialysate dan darah bercampur jadi satu. Membran

semipermiabel mempunyai lubang – lubang sangat kecil yang hanya dapat dilihat melalui mikroskop sehingga hanya substansi tertentu seperti racun dan kelebihan cairan dalam yang dapat lewat. Sedangkan sel – sel darah tetap berada dalam darah.

e) Apa itu cairan dialysate dan bicarbonate ?

Pada saat proses hemodialisa penderita akan selalu melihat 2 jerigen yang berada di depan mesin HD. Jerigen tersebut berisi cairan dialysate dan

bicarbonate. Cairan dialysate berisi elektrolit dan mineral yang selain membantu proses pembuangan racun dalam tubuh juga membantu menjaga kadar elektrolit dan mineral dalam tubuh. Bersama dengan cairan bicarbonat cairan dialysate tersebut dicampur di dalam mesin dengan bantuan air murni olahan yang menggunakan teknologi reverse osmosis.

Baik cairan dialysate yang telah dicampur dan darah bersama sama (tapi tidak bercampur satu dengan lainnya) menuju ke dialyzer dimana proses penyaring racun – racun dilakukan. Racun tersebut kemudian dibawa keluar bersama cairan dialysate untuk dibuang lewat salurang pembuangan.

(12)

Mesin HD dibuat dengan tingkat keamanan yang sangat tinggi. Bunyi alarm yang terdengar pada saat proses hemodialisa menandakan ada sesuatu hal yang harus di perhatikan dan diperbaiki bila diperlukan. Beberapa hal seperti

masuknya udara dalam blood tubing, temperatur,aliran darah yang tidak sesuai atau proses pencampuran cairan dialysate yang tidak sesuai dengan komposisi yang ditentukan akan menyebabkan alarm di mesin menyala. Perawat yang bertugas akan segera mengecek mesin tersebut dan memastikan proses HD penderita dapat berjalan normal kembali.

g) Mengapa hemodialisa ini penting?

Ginjal merupakan organ vital yang berfungsi membersihkan darah kita dari cairan berlebih, zat-zat sisa yang berbahaya dan elektrolit berlebih. Ginjal juga berfungsi menghasilkan hormone yang penting dalam proses metabolism tubuh dan

merangsang pembentuk sel darah merah. Jika ginjal ini rusak maka bisa dibayangkan bahayanya bagi tubuh kita bahkan bisa menyebabkan kematian akibat menumpuknya cairan dan zat berbahaya dalam tubuh, karena itulah hemodialisa harus dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal tersebut.

h) Bagaimana hemodialisa bekerja?

Pertama kita harus mempersiapkan pembuluh darah sebagai akses masuknya selang dari alat dialysis. Pembuluh darah yang digunakan ada dua yaitu arteri sebagai akses keluarnya darah kotor ke dalam mesin dan vena sebagai jalan masuknya darah bersih dari mesin ke dalam tubuh.

Melalui jarum maka selang dimasukkan ke dalam pembuluh darah. Biasanya anda akan diberikan bius local untuk mengurangi nyerinya. Pembuluh darah yang digunakan biasanya yang berukuran besar misalnya di daerah pangkal paha, daerah lengan dll. Pembuluh darah ini akan digunakan secara bergantian untuk mencegah mengerasnya pembuluh darah yang akhirnya nanti tidak bisa digunakan kembali.

(13)

perlu menunggu 2-6 minggu hingga luka operasi sembuh dan cimino bisa

digunakan. Cimino ini bisa bertahan selama 3 tahun untuk kemudian harus dicari pembuluh darah yang lain.

Setelah akses didapatkan, maka proses hemodialisa akan dilakukan.

Hemodialisa dilakukan dengan alat yang disebut dialyzer. Mesin akan memompa darah kita keluar dari tubuh secara sedikit demi sedikit untuk kemudian dicuci dalam dialyzer ini. Dialyzer merupakan alat seperti filter dengan ribuan serat halus yang akan menyaring semua zat berbahaya, cairan dan elektrolit berlebih. Di dalam dialyzer terdapat cairan khusus yang disebut dialysate yang

mengandung cairan dan formula khusus yang berfungsi menyerap zat yang tidak perlu dan menambahkan zat atau mineral atau elektrolit yang kurang. Komposisi dialysate dapat berubah-ubah sesuai dengan keadaan cairan dan darah anda saat melakukan hemodialisa. Karena itulah setiap kali akan melakukan

hemodialisa anda akan melalui pemeriksaan darah terlebih dahulu dulu untuk melihat komposisi elektrolit dan berbagai komponen kimia darah dalam tubuh saat itu.

Setelah selesai disaring, maka darah yang sudah bersih akan dipompa kembali ke dalam tubuh. Proses ini akan diulang berkali-kali hingga seluruh darah berhasil disaring.

i) Berapa lama proses hemodialisa berlangsung?

Rata-rata tiap orang memerlukan waktu 9 – 12 jam dalam seminggu untuk mencuci seluruh darah yang ada, tetapi karena ini waktu yang cukup panjang, maka biasanya akan dibagi menjadi tiga kali pertemuan dalam seminggu selama 3-5 jam setiap kali hemodialisa.

Tentu saja ini tidak sama untuk tiap orang, lamanya waktu yang dibutuhkan dan berapa kali dalam seminggu harus dilakukan hemodialisa sangat tergantung pada derajat kerusakan ginjal, diet sehari-hari, penyakit lain yang menyertai, ukuran tubuh dll. Karena itu penting untuk konsultasi secara teratur pada dokter yang menangani anda mengenai jadwal hemodialisa anda.

j) Apa komplikasi yang dapat muncul selama hemodialisa?

Menurut Tisher dan Wilcox (1997) serta Havens dan Terra (2005) selama tindakan hemodialisa sering sekali ditemukan komplikasi yang terjadi, antara lain :

1) Kram otot

(14)

Terjadinya hipotensi dimungkinkan karena pemakaian dialisat asetat, rendahnya dialisat natrium, penyakit jantung aterosklerotik, neuropati otonomik, dan kelebihan tambahan berat cairan.

3) Aritmia

Hipoksia, hipotensi, penghentian obat antiaritmia selama dialisa, penurunan kalsium, magnesium, kalium, dan bikarbonat serum yang cepat berpengaruh terhadap aritmia pada pasien hemodialisa.

4) Sindrom ketidakseimbangan dialisa

Sindrom ketidakseimbangan dialisa dipercaya secara primer dapat diakibatkan dari osmol-osmol lain dari otak dan bersihan urea yang kurang cepat dibandingkan dari darah, yang mengakibatkan suatu gradien osmotik diantara kompartemen-kompartemen ini. Gradien osmotik ini menyebabkan perpindahan air ke dalam otak yang menyebabkan oedem serebri. Sindrom ini tidak lazim dan biasanya terjadi pada pasien yang menjalani hemodialisa pertama dengan azotemia berat.

5) Hipoksemia

Hipoksemia selama hemodialisa merupakan hal penting yang perlu dimonitor pada pasien yang mengalami gangguan fungsi kardiopulmonar.

6) Perdarahan

Uremia menyebabkan ganguan fungsi trombosit. Fungsi trombosit dapat dinilai dengan mengukur waktu perdarahan. Penggunaan heparin selama hemodialisa juga merupakan factor risiko terjadinya perdarahan.

7) Ganguan pencernaan

Gangguan pencernaan yang sering terjadi adalah mual dan muntah yang disebabkan karena hipoglikemia. Gangguan pencernaan sering disertai dengan sakit kepala. Infeksi atau peradangan bisa terjadi pada akses vaskuler.

8 ) Pembekuan darah

(15)

- Hipotensi : ini paling sering pada pasien gagal ginjal dengan diabetes mellitus atau kencing manis tapi seiring dengan kemajuan teknologi, resiko ini semakin berkurang.

- Kram otot. Dulu hal ini sering terjadi tetapi dengan mesin dialysis sekarang angka kejadiannya berkurang.

- Reaksi anafilaktik atau alergi terhadap cairan dialysate. Biasanya ini terjadi pada hemodialisa pertama kalinya tapi akan berkurang seirirng seringnya hemodialisa dilakukan.

- Selain itu anda dapat merasa mual, mengantuk, lelah, pusing, dan dingin selama proses hemodialisa dilakukan. Beritahukanlah pada staf yang bertugas agar mereka dapat membantu anda merasa lebih baik.

k) Apa saja yang harus Dilakukan selama menjalani proses hemodialisa?

1. Anda tentu saja harus melakukan hemodialisa secara teratur dan sesuai jadwal agar tercapai hasil yang maksimal.

2. Lakukanlah check up secara teratur dengan dokter yang menangani anda. 3. Diet dan cairan yang tepat (dibahas pada artikel lainnya).

4. Melakukan pengontrolan yang ketat terhadap penyakit lain yang menyertai

keadaan gagal ginjal misalnya kontrol gula darah pada diabetes, kontrol tekanan darah pada hipertensi dan kontrol lainnya.

5. Melakukan transfusi darah atau Recombinant human erythropoietin (EPO) untuk mengatasi anemia yang terjadi karena hemodialisa tidak bisa menggantikan fungsi ginjal dalam menghasilkan hormone yang merangsang pembentukkan sel darah merah.

(16)

Hemodialisis adalah sebuah terapi medis. Kata ini berasal dari kata haemo yang berarti darah dan dilisis sendiri merupakan proses pemurnian suatu sistem koloid dari partikel-partikel bermuatan yang menempel pada permukaan Pada proses digunakan selaput Semipermeabel. Proses pemisahan ini didasarkan pada perbedaan laju transport partikel. Prinsip dialisis digunakan dalam alat cuci darah bagi penderita gagal ginjal, di mana fungsi ginjal digantikan oleh dialisator.

Hemodialisis merupakan salah satu dari Terapi Pengganti Ginjal, yang digunakan pada penderita dengan penurunan fungsi ginjal, baik akut maupun kronik. Hemodialisis dapat dikerjakan untuk sementara waktu (misalnya pada Gagal Ginjal Akut) atau dapat pula untuk seumur hidup (misalnya pada Gagal Ginjal Kronik).

Hemodialisis berfungsi membuang produk-produk sisa metabolisme seperti potassium dan urea dari darah dengan menggunakan mesin dialiser. Mesin ini mampu berfungsi sebagai ginjal menggantikan ginjal penderita yang sudah rusak kerena penyakitnya, dengan menggunakan mesin itu selama 24 jam perminggu, penderita dapat memperpanjang hidupnya sampai batas waktu yang tidak tertentu. Prinsip dari Hemodialisis adalah dengan menerapkan proses osmotis dan ultrafiltrasi pada ginjal buatan, dalam membuang sisa-sisa metabolisme tubuh. Pada hemodialisis, darah dipompa keluar dari tubuh lalu masuk kedalam mesin dialiser ( yang berfungsi sebagai ginjal buatan ) untuk dibersihkan dari zat-zat racun melalui proses difusi dan ultrafiltrasi oleh cairan khusus untuk dialisis (dialisat). Tekanan di dalam ruang dialisat lebih rendah dibandingkan dengan tekanan di dalam darah, sehingga cairan, limbah metabolik dan zat-zat racun di dalam darah disaring melalui selaput dan masuk ke dalam dialisat. Proses hemodialisis melibatkan difusi solute (zat terlarut) melalui suatu membrane semipermeable.

(17)

dapat melewati membran semipermiabel demikian juga sebaliknya. Setelah dibersihkan, darah dialirkan kembali ke dalam tubuh.

Mesin hemodialisis (HD) terdiri dari pompa darah, sistem pengaturan larutan dialisat, dan sistem monitor. Pompa darah berfungsi untuk mengalirkan darah dari tempat tusukan vaskuler ke alat dializer. Dializer adalah tempat dimana proses HD berlangsung sehingga terjadi pertukaran zat-zat dan cairan dalam darah dan dialisat. Sedangkan tusukan vaskuler merupakan tempat keluarnya darah dari tubuh penderita menuju dializer dan selanjutnya kembali lagi ketubuh penderita.

Kecepatan dapat di atur biasanya diantara 300-400 ml/menit. Lokasi pompa darah biasanya terletak antara monitor tekanan arteri dan monitor larutan dialisat. Larutan dialisat harus dipanaskan antara 34-39 C sebelum dialirkan kepada dializer. Suhu larutan dialisat yang terlalu rendah ataupun melebihi suhu tubuh dapat menimbulkan komplikasi. Sistem monitoring setiap mesin HD sangat penting untuk menjamin efektifitas proses dialisis dan keselamatan.

Pada saat proses Hemodialisa, darah kita akan dialirkan melalui sebuah saringan khusus (Dialiser) yang berfungsi menyaring sampah metabolisme dan air yang berlebih. Kemudian darah yang bersih akan dikembalikan kedalam tubuh. Pengeluaran sampah dan air serta garam berlebih akan membantu tubuh mengontrol tekanan darah dan kandungan kimia tubuh jadi lebih seimbang.

Dialisator tersedia dalam berbagai jenis ukuran. Dialisator yang ukurannya lebih besar mengalami peningkatan dalam membran area, dan biasanya akan memindahkan lebih banyak padatan daripada dialisator yang ukurannya lebih kecil, khususnya dalam tingkat aliran darah yang tinggi. Kebanyakan jenis dialisator memiliki permukaan membran area sekitar 0,8 sampai 2,2 meter persegi dan nilai KoA memiliki urutan dari mulai 500-1500 ml/min.

(18)

hemodialisis adalah konsep fluida bergerak. Syarat fluida yang ideal yaitu cairan tidak viskous (tidak ada geseran dalam), keadaan tunak (steady state) atau melalui lintasan tertentu, mengalir secara stasioner, dan tidak termampatkan (incompressible) serta mengalir dalam jumlah cairan yang sama besarnya (kontinuitas).

(19)

BAB 3

PENUTUP

D. KESIMPULAN

Hemodialisis adalah suatu pengobatan yang dilakukan oleh penderita gagal ginjal. Penderita gagal ginjal tingkat akut harus terus menerus melakukan hemodiolisis sampai akhirnya mendapat donor ginjal. Apabila penderita gagal ginjal akut tidak mendapatkan donor ginjal, maka mereka harus melakukan hemodiolisis seumur hidup.

Gambar

grafik  tingkat  alirannya.  Secara  singkat  konsep  fisika  yang  digunakan  dalam

Referensi

Dokumen terkait

Di sisi lain, untuk dapat terus bertahan hidup, penderita gagal ginjal harus melakukan perawatan cuci darah (hemodialisa) yang dilakukan setidaknya 2-3 kali seminggu, yang

Pada umumnya semua pasien yang menjalani cuci darah sudah mengalami perubahan kulit menjadi hitam, selama mereka berada dalam ruang hemodialisa hal tersebut

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Busch (2010) diketahui bahwa pada pasien penyakit ginjal kronik dengan hemodialisa yang menderita anemia didapatkan hasil

Dalam proses hemodialisa diperlukan suatu mesin hemodialisa dan suatu saringan sebagai ginjal tiruan yang disebut dializer, yang digunakan untuk menyaring dan membersihkan darah

Apabila pasien tidak patuh dalam menjalani terapi hemodialisis, akan terjadi penumpukan zat-zat berbahaya dari tubuh hasil metabolisme dalam darah sehingga

Untuk itu keberadaan aplikasi bagi Rumah Sakit yang akan mengirimkan pesan berupa SMS reminder akan jadwal cuci darah serta pengaturan penjadwalan cuci darah,

Tekanan darah tinggi yang biasa disebut dengan hipertensi, memang berbahaya karena membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh dan

Transfusi darah hanya dilakukan pada kondisi khusus saja Transfusi darah hanya dilakukan pada kondisi khusus saja Peningkatan Hb dapat meningkatkan kualitas hidup dan Peningkatan