LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
“Penetralan NaOH dan HCl”
Diajukan untuk Tugas Mata Pelajaran KimiaTahun Ajaran 2017/2018
Disusun oleh :
Nama
: PUTRI CAMELIA
Kelas
: XI.4 MIPA
No.absen : 26
SMA NEGERI 2 CIREBON
Penetralan NaOH dan HCl
I. TUJUAN
Menentukan perubahan entalpi 1M pada penetralan NaOH dan HCl pada larutan.
II. ALAT DAN BAHAN perubahan-perubahan fisika (pelarutan, peleburan, dan sebagainya). Satuan tenaga panas biasanya dinyatakan sebagai kalor, joule, atau kilokalori.(Sukardjo, 1997). Termokimia merupakan penerapan hukum pertama termodinamika terhadap peristiwa kimia yang membahas tentang kalor yang menyertai reaksi kimia. Dalam termokimia ada dua hal yang perlu diperhatikan yang menyangkut perpindahan energi, yaitu sistem dan lingkungan.
Sistem adalah Segala sesuatu yang menjadi pusat perhatian dalam mempelajari perubahan energi. Reaksi kimia yang sedang diuji cobakan (reagen-reagen yang sedang dicampurkan) dalam tabung reaksi merupakan sistem.
sistem tersekat merupakan sistem yang tidak dapat melakukan pertukaran
materi maupun energi dengan lingkungannya. Sistem tersekat memiliki jenis energi yang tetap. Contoh untuk sistem tersekat adalah botol termos ideal.
Sistem tertutup adalah sistem yang hanya dapat melakukan pertukaran energi dengan lingkungannya. Contoh untuk sistem tertutup ini adalah sejumlah gas dalam silinder tertutup.
Sistem terbuka adalah sistem yang dapat mempertukarkan materi dan energi
dengan lingkungannya. Akibatnya komposisi dari sistem terbuka tidak tetap (berubah). Contoh untuk sistem terbuka ini adalah sejumlah zat-zat dalam wadah terbuka.
Lingkungan adalah hal-hal di luar sistem yang membatasi system (mengelilingi sistem) dan dapat mempengaruhi sistem. Dalam halini, tabung reaksi, tempat berlangsungnya reaksi kimia, merupakan lingkungan.
2. Reaksi Eksoterm dan Endoterm
Reaksi endoterm adalah reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem ( kalor diserap oleh sistem dari lingkungannya ). Ditandai dengan adanya penurunan suhu lingkungan di sekitar sistem. Entalpi sistem sesudah reaksi lebih besar daripada sebelum reaksi:
Hpereaksi < Hhasil reaksi.
Reaksi eksoterm adalah reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan ( kalor dibebaskan oleh sistem ke lingkungannya ); ditandai dengan adanya kenaikan suhu lingkungan di sekitar sistem. Entalpi sistem sebelum reaksi lebih besar daripada sesudah reaksi atau H pereaksi > H hasil reaksi.
Salah satu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perubahan temperatur di sekitarnya adalah kalometri.
fusi panas reaksi kimia, atau untuk menghitung kapasitas panas sebuah elemen yang tidak diketahui. Beberapa eksperimen dilakukan pada sebuah kalorimeter (atas).
Kalorimeter adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghitung penghantaran panas selama reaksi. Perangkat ini mempunyai dinding-dinding yang terisolasi. Kalorimeter terbagi menjadi dua, yaitu kalorimeter bom dan kalorimeter sederhana. Jika dua buah zat atau lebih dicampur menjadi satu maka zat yang suhunya tinggi akan melepaskan kalor sedangkan zat yang suhunya rendah akan menerima kalor, sampai tercapai kesetimbangan termal. Menurut azas Black :Kalor yang dilepas = kalor yang diterima. Besarnya kalor yang menyebabkan perubahan suhu (kenaikan atau penurunan suhu) air yang terdapat di dalam kalorimeter.
A. Asas Black
Bunyi Asas Black
“Pada pencampuran dua zat, banyaknya kalor yang dilepaskan zat yang suhunya lebih tinggi itu sama dengan banyaknya kalor yang diterima zat yang memiliki suhu yang lebih rendah.”
Qlepas = Qterima
Catatan :
Qlepas itu adalah jumlah dari kalor yang dilepaskan oleh zat Qterima adalah jumlah dari kalor yang diterima oleh zat
B. Hukum Hess
“Entalpi reaksi tidak tergantung pada jalan reaksi melainkan tergantung pada hasil akhir reaksi”.
Dari Hukum Hess tersebut, perubahan entalpi suatu reaksi mungkin untuk dihitung dari perubahan entalpi reaksi lain yang nilainya sudah diketahui. Hal ini dilakukan supaya tidak usah dilakukan eksperimen setiap saat.Hukum Hess dapat digambarkan secara skematis sebagai berikut.
Diketahui diagram Hess reaksi A → C.
Tahap I (secara Iangsung) : A → C → ∆H1
Tahap II (secara tidak langsung) :
Berdasarkan Hukum Hess maka harga ∆H1 = ∆H2 + ∆H3 ∆H1
Banyak reaksi dapat berlangsung menurut dua atau lebih tahapan.
1. Definisi Entalpi ( ΔH )
Perubahan energi internal dalam bentuk panas dinamakan kalor. Kalor adalah energi panas yang ditransfer (mengalir) dari satu materi ke materi lain. Jika tidak ada energi yang ditransfer, tidak dapat dikatakan bahwa materi mengandung kalor.
Dengan mengukur kenaikan suhu di dalam kelorimeter, kita dapat menentukan jumlah kalor yang diserap oleh air serta perangkat kalorimeter berdasarkan rumus :
q air = m x c x ∆T
Perubahan entalpi netralisasi adalah perubahan entalpi yang terjadi pada saat reaksi antara asam dengan basa baik tiap mol asam atau tiap mol basa. Contoh:
NaOH(aq) + HCl(aq) →NaCl(aq) + H2O(l) ΔHn = -57,1 kJ mol-1
HCl (Asam Klorida)
digunakan secara luas dalam industri. Asam klorida harus ditangani dengan wewanti keselamatan yang tepat karena merupakan cairan yang sangat korosif.
NaOH (Natrium Hidroksida)
Natrium hidroksida (NaOH), juga dikenal sebagai soda kaustik atau sodium hidroksida, adalah sejenis basa logam kaustik. Natrium Hidroksida terbentuk dari oksida basa Natrium Oksida dilarutkan dalam air. Natrium hidroksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke dalam air. Ia digunakan di berbagai macam bidang industri, kebanyakan digunakan sebagai basa dalam proses produksi bubur kayu dan kertas, tekstil, air minum, sabun dan deterjen.Natrium hidroksida adalah basa yang paling umum digunakan dalam laboratorium kimia.
Penentuan kalor netralisasi HCl-NaOH
Penentuan kalor netralisasi adalah entalpi yang terjadi pada penetralan asam oleh basa atau sebaliknya pada keadaan standar. Perubahan kalor penetralan HCl-NaOH seperti halnya pada percobaan kedua, pencampuran HCl dan NaOH mengalami reaksi endoterm, yaitu mengalami kenaikan suhu. Sebelum melakukan pencampuran keduanya larutan tersebut dilakukan penyamaan suhu antara keduanya. Sebab apabila suhu keduanya berbeda maka terjadi dua perubahan kalor yaitu perubahan kalor reaksi dan perubahan kalor campuran dengan suhu yang berbeda. Reaksinya adalah NaOH + HCl → NaCl + H2O.
3. PROSEDUR PERCOBAAN
=36,536,5.11,9 . 10001000
1) Setelah menuangkan 84 ml HCl ke labu ukur tambahkan air sampai 1000 ml
2) Kocok perlahan hingga tercampur
Buat larutan NaOH 1M 0,3L, dengan perhitungan sebagai berikut Massa = M . V . Mr
= 1 . 0,3 . 40 = 12 gram
1) Timbang NaOH kristal sebanyak 12 gr pada neraca 2) Masukkan kristal NaOH pada gelas kimia
3) Tambahkan aquades hingga 1000 ml 4) Masukkan kedalam labu ukur
2. Ukur suhu awal dari larutan 1M 1L NaOH dan 1M 0,3L HCl dengan menggunakan termometer
3. Catat suhu tersebut sebagai suhu awal dari 1M NaOH dan 1M HCl
4. Bolongi tutup syrofoam menggunakan batang pengaduk sebagai tempat masuk termometer
5. Campurkan kedua larutan didalam wadah, kemudian aduk mengunakan batang pengaduk (jangan terlalu lama mengaduk) dan segera tutup menggunakan styrofoam
6. Masukkan termometer melalui lubang styrofoam dan ukur suhu akhir dari campuran 1M 1L NaOH dan 1M 0,3L HCl sebagai suhu akhir
8. Ulangi langkah diatas sebanyak 3 kali percobaan
Sebanyak 25 mL (=25 gram) larutan HCl 1 M bersuhu 30 dicampur dengan 25 mL (=25 gram) NaOH 1 M bersuhu 29 dalam suatu kalorimeter gelas Styrofoam. Kalor jenis larutan dianggap sama dengan kalor jenis air yaitu 4,18 J.
Penyelesaian :
1. Perubahan Entalpi Reaksi
Larutan Volume(ml) Suhu Awal(t0) Suhu Akhir(ta) Molaritas(M)
NaOH + H2O 25 300 31,80 1
HCl 25 290 30,90 1
NaOH +HCl 50 310 32,80 2
Larutan Volume(ml) Suhu Awal(t0) Suhu Akhir(ta) Molaritas(M)
NaOH + H2O 25 300 31,80 1
HCl 25 290 30,90 1
25 mL = 25 g
VIII. DAFTAR PUSTAKA
http://auliamiyun08.blogspot.co.id/2013/01/laporan-praktikum-kimia-tentang_31.html https://masyitahkimia.wordpress.com/kimia-kelas-xi/semester-1-kls-xi/termokimia/ entalpi-dan-perubahannya/