Didinding itu mereka menangisi dosa

Teks penuh

(1)

Didinding itu mereka menangisi dosa-dosa mereka,meluahkan harapan, ratapan dan segalanya. Itulah tujuan mereka membuat

FB.

Dan tanpa kita sadari, kita lebih banyak mengadu masalah di FB daripada mengadu

kepada ALLAH SWT, lebih mengutamakan update status daripada shalat dan dzikir

kepada ALLAH SWT.

Hati-hatilah sahabat, bisa-bisa kita nanti menjadi “Tassyabuh” atau menyerupai kaum lain (Yahudi). Nabi melarang dalam sabdanya: “Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dalam

golongannya.”

Oleh karena itu, jangan jadikan WALL FB sebagai tempat luahan perasaan seperti mereka. Tapi jadikanlah ia sebagai tempat membagi ilmu dan nasehat kebaikan

kepada umat Nabi Muhammad SAW. Walaupun hanya kepada 1 orang.

Jadikan Wall FB sebagai media untuk menyebarkan dakwah. Jika anda belum percaya silahkan buka Google dan Search: “Wailing Wall Of Israel.”

Mari kita renungkan.

(2)

sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta. Bahkan seandainya mereka masuk lubang biawakpun niscaya kalian ikut

masuk pula kedalamnya. Para sahabat bertanya: ‘Siapakan mereka itu Ya

Rasulullah?’. Beliau menjawab: “(Yahudi)! Siapa lagi kalau bukan mereka?” [HR. Imam Bukhari]

Jadi postkanlah kata-kata hikmah/nasehat/ ayat Al-Qur’an, Hadits, Ulama terdahulu tentang agama Islam.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu

bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

“Barang siapa mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala sebanyak pahala yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Sebaliknya, barang

siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapat dosa sebanyak yang

diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka

sedikitpun.” (Shahih Muslim 2674-16) Gunakan peluang Yahudi yang akan merusak umat Islam dengan

(3)

Source

:http://www.kaskus.co.id/thread/50f629fe19 7608ba2700000e/dibalik-wall-facebook-ada-rencana-orang-yahudi-dan-freemasonry/

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects : dan dosa