• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS AKHIR PENDIDIKAN PANCASILA Sila

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TUGAS AKHIR PENDIDIKAN PANCASILA Sila"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS AKHIR PENDIDIKAN PANCASILA

KELOMPOK 7

Oleh :

1. Bagas Suryo Anggoro (672015239)

2. Febri (672015089)

3. Teguh Septianto Nahading (672015144)

TEKNIK INFORMATIKA

(2)

BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG

Sejarah indonesia menunjukan bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, yang memberi kekuatan hidup kepada bangsa Indonesia serta membimbingnya dalam mengejar kehidupan yang layak dan lebih baik, untuk mencapai masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Melestarikan kesaktian Pancasila itu, perlu usaha secara nyata dan penghayatan dan pengamamalan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya oleh setiap warga negara Indonesia, setiap penyelenggara negara serta setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik di pusat maupun di daerah.

Pancasila yang telah diterima dan ditetapkan sebagai dasar negara seperti tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan kepribadian dan pandangan hidup bangsa, yang telah diuji kebenaran, kemampuan dan kesaktiannya, sehingga tak ada satu kekuatan manapun juga yang mampu memisahkan Pancasila dari kehidupan bangsa Indonesia.

Hal ini dilihat dari pada saat zaman penjajahan dan kolonialisme yang mengakibatkan penderitaan bagi seluruh bangsa Indonesia, yang kemudian diperjuangkan oleh bangsa Indonesia akhirnya merdeka sampai sekarang ini, nilai-nilai pancasila tumbuh dan berkembang dalam setiap kehidupan masyarakat Indonesia. Tentunya pengamalan sila-sila pancasila-sila juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam filsafat pancasila, kita dituntut untuk mempelajari apa hakikat pancasila, baik sebagai pandangan hidup maupun sebagai dasar Negara begitu pula mengenai apa hakikat tiap-tiap sila. Dalam tulisan ini saya akan mencoba menggali bagaimana hakikat sila pertama pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa dalam filsafat dan Etika pancasila.

2. RUMUSAN MASALAH

1) Apa isi dari masing-masing sila dalam Pancasila?

2) Apa makna dari masing-masing sila dalam Pancasila?

3) Apa tujuan dari masing-masing sila dalam Pancasila?

4) Bagaimana Keadaan Pancasila di dalam kehidupan masyarakat?

3. TUJUAN

1) Untuk mengetahui isi dari masing-masing sila dalam Pancasila

2) Untuk mengetahui makna dari masing-masing sila dalam Pancasila

3) Untuk mengetahui tujuan dari masing-masing sila dalam Pancasila

(3)

BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian Pancasila

Secara etimologis atau menurut logatnya "Pancasila" berasal dari bahasa india, yakni bahasa Sansekerta. Bahasa kasta Brahmana. Menurut Prof.H. Muhammad Yamin, di dalam bahasa Sansekerta perkataan Pancasila memiliki dua macam arti, yaitu: panca :

artinya "lima"

syila : dengan huruf 1 biasa (huruf i pendek), artinya "baru sendi", "alas" atau "dasar". syiila : dengan huruf i panjang, artinya "peraturan tingkahlaku yang peninting/baik/senonoh". dari kata "syiila" ini dalam bahasa indonesia menjadi "susila", artinya "tingkahlaku yang baik"

Dengan demikian makan perkataan "Panca-Syila" (dengan huruf i biasa) berarti "berbatu sendi yang lima", "berdasar yang lima" atau "lima dasar", sedangkan "Panca-Syiila" (dengan i panjang) berarti "lima aturan tingkahlaku yang penting". Pancasila adalah landasan dari segala keputusan bangsa dan menjadi ideologi tetap bangsa serta mencerminkan kepribadian bangsa. Pancasila merupakan ideologi bagi negara Indonesia. Dalam hal ini Pancasila dipergunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan negara. Pancasila merupakan kesepakatan bersama bangsa Indonesia yang mementingkan semua komponen dari Sabang sampai Merauke.

Pancasila mempunyai lima sila, diantaranya :

1) SILA KE SATU A. Pengertian

Ketuhanan berasal dari kata tuhan yang diberi imbuhan berupa awalan ke- dan akhiran -an. Penggunaan awalan ke- dan akhiran -an pada suatu kata dapat merubah makna dari kata itu dan membentuk makna baru. Penambahan awalan ke- dan akhiran -an dapat memberi makna perubahan menjadi antara lain: mengalami hal….sifat-sifat…

Kata ketuhanan yang beasal dari kata tuhan yang diberi imbuhan ke- dan -an bermakna sifat-sifat tuhan. Dengan kata lain ketuhanan berarti sifat-sifat tuhan atau sifat-sifat yang berhubungan dengan tuhan.

(4)

B. Tujuan

Tujuan yang ditekankan pada sila pertama dari Pancasila ini adalah sifat-sifat luhur atau mulia, bukan Tuhannya.

C. Point Penting

a) Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-maisng menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

b) Hormat dan menghormati serta bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.

c) Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

d) Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaannya kepada orang lain. e) Frasa Ketahuan Yang Maha Esa bukan berarti warga Indonesia harus memiliki

agama monoteis namun frasa ini menekankanke-esaan dalam beragama. f) Mengandung makna adanya Causa Prima (sebab pertama) yaitu Tuhan Yang

Maha Esa.

g) Menjamin peenduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut agamanya.

h) Negara memberi fasilitas bagi tumbuh kembangnya agama dan dan iman warga negara dan mediator ketika terjadi konflik agama.

i) Bertoleransi dalam beragama, dalam hal ini toleransi ditekankan dalam cahyo. Bintangnya memiliki 5 sudut maksudnya untuk menerangi dasar Negara yang lima dan tujuan Negara yang lima. Sedangkan warna hitam melambangkan warna alam atau warna asli.

E. Contoh Sikap

a) Sikap Positif

(5)

dan menjalankan ibadahnya di tempat ibadah masing-masing. Di Salatiga, dua bangunan rumah ibadah yang berbeda yaitu Gereja GKI Salatiga dan Masjid Pendawa yang terletak di Jalan Jend. Sudirman Salatiga.

b) Sikap Negatif

 Pembakaran masjid di tolikara Papua dan pembakaran gereja di Aceh Singkil.

 Menjelek-jelekan Agama lain.

F. Kesimpulan

Dari sila ke-1 dapat diambil kesimpulan untuk mewujudkan negara yang berlandaskan kepada ketuhanan, dimana setiap warga sadar akan ketuhanan yang maha esa tampa ada penekanan terhadap suatu golongan agama tertentu (agama yang menjadi agama nasional di indonesia).

2) SILA KE DUA A. Pengertian

Sila kedua mengandung nilai yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia hari. Karena seorang manusia dalam melakukan aktifitas sehari-hari tidak lepas dari manusia lain. Sehingga sila kedua tersebut mampu memberikan dasar kepada kita sebagai manusia agar senantiasa memanusiakan orang lain dalam kehidupan. Selain itu, dalam sila kedua juga terdapat nilai keadilan dimana menuntut kita sebagai manusia yang tidak dapat lepas dari manusia lainnya harus menghormati, menghargai dan menjunjung tinggi keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

B. Tujuan

Tujuan yang di tekan dari sila ke 2 ialah HAM dalam kehidupan bermasyarakat demi mewujudkan suatu pemerintahaan yang adil dan sejahtera.

C. Point Penting

a) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

b) Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.

(6)

d) Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.

e) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.

f) Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

g) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.

h) Berani membela kebenaran dan keadilan.

i) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.

j) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

D. Arti Lambang

Lambang : rantai

Kemanusiaan Yang adil dan beradab

Arti : mata rantai yang berbentuk segi empat melambangkan laki-laki sedangkan lingkaran adalah perembuat. Mata rantai yang saling berkait pun melambangkan satu sama lain dan perlu bersatu sehingga menjadi kuat seperti rantai.

E. Contoh Sikap

a) Sikap Positif

Berpartisipasi dalam menyebarluaskan peraturan mengenai HAM terhadap masayarakat. Ajukan usulan serta himbauan tentang perumusan kebijakan umum yang terkait dengan HAM, baik pada pemerintah daerah ataupun tingkat pusat. Dengan cara suka-rela atau saling bersama mensupport pemerintah daerah serta lembaga sosial dalam memberi bantuan kemanusiaan. b) Sikap Negatif

Munir Said Thalib merupakan aktifis HAM yang pernah menangani kasus-kasus pelanggaran HAM. Munir lahir di Malang pada 8 Desember 1965. ia meninggal pada 7 September 2004 di dalam pesawat Garuda Indonesia ketika Munir sedang melakukan perjalanan menuju Amsterdam, Belanda. Spekulasi mulai bermunculan, banyak berita yang mengabarkan bahwa Munir meninggal di dalam pesawat karena serangan jantung, dibunuh, bahkan diracuni. Namun, sebagian orang percaya bahwa Munir meninggal karena diracun menggunakan Arsenikum di makanan atau minumannya saat ia merada di dalam pesawat.

(7)

ditumpangi munir dijatuhi hukuman 14 tahun penjara karena terbukti bahwa ia merupakan tersangka dari kasus pembunuhan Munir, karena dengan sengaja Pollycarpus menaruh Arsenik di makanan Munir sehingga ia meninggal di pesawat.

F. Kesimpulan

Dari sila ke-2 dapat diambil kesimpulan bahwa HAM adalah hal yang sangat penting karna HAM merupakan pokok bahasan dalam sila kedua, setelah kita mengenal tuhan dan membangun negara berlandaskan ketuhanan. hal ini karena setiap agama mengajarkan bahwa apa yang diberikan dan diciptakan oleh tuhan pasti bertujuan baik, bergitu juga manusia, dilahirkan untuk suatu tujuan.

3) SILA KE TIGA A. Pengertian

Sila ketiga menumbuhkan sikap masyarakat untuk mencintai tanah air, bangsa dan negara Indonesia, ikut memperjuangkan kepentingan-kepentingannya, dan mengambil sikap solider serta loyal terhadap sesama warga negara. menempatkan manusia Indonesia pada persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan Bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Menempatkan kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan pribadi, berarti manusia Indonesia sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan Negara dan Bangsa, bila diperlukan. Sikap rela berkorban untuk kepentingan negara dan Bangsa, maka dikembangkanlah rasa kebangsaan dan bertanah air Indonesia, dalam rangka memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Persatuan dikembangkan tas dasar Bhineka Tunggal Ika, dengan memajukan pergaulan demi kesatuan dan persatuan Bangsa Indonesia.

B. Tujuan

Tujuan yang ditekankan pada sila ketiga yaitu dalam hidup berbangsa dan bernegara kita harus menghargai budaya orang lain dan menerima perbedaan ras, agama, suku, budaya dll, dan mengerti Cross Cultural Understanding agar tercipta yang namanya Persatuan Indonesia.

C. Point Penting

(8)

b) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.

c) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.

d) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.

e) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

f) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

D. Arti Lambang

Lambing : Pohon Beringin Persatuan Indonesia

Arti : Pohon Beringin memiliki arti yaitu merupakan pohon besar dimana banyak orang yang bisa berteduh dibawahnya, seperti halnya semua rakyat Indonesia bisa berteduh dibawahnya, seperti halnya semua rakyat Indonesia bisa ‘berteduh’ dibwah naungan negara Indonesia. Selain itu, pohon beringin memiliki sulur dan akar yang menjalar ke mana-mana, namun tetap berasal dari satu pohon yang sama, seperti halnya keragaman suku bangsa yang menyatu di bawah nama Indonesia.

E. Contoh Sikap

a) Sikap Positif

 Di lingkungan keluarga:

a. Mencintai sesama anggota keluarga dan membina kerukunan serta keutuhan keluarga.

b. Mengutamakan kepentingan keluarga.

c. Tidak memaksakan kehendak kepada anggota keluarga.

d. Saling menyayangi, tolong-menolong, saling menghormati, dan menghargai serta bergotong-royong di antara sesama anggota keluarga.

 Di lingkungan Sekolah

a. Menghindari sikap dan perilaku yang mencemarkan nama baik sekolah.

b. Mencintai dan saling menghormati antarteman, guru dan petugas sekolah.

(9)

d. Bergaul dengan teman tanpa saling mengejek dan membedakan antarsuku, agama, ras, dan golongan.

 Di lingkungan masyarakat

a. Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.

b. Mengembangkan transmigrasi.

c. Giat mengikuti sistem keamanan lingkungan dan bela negara.

d. Mencintai dan membeli produk bangsa Indonesia.

b) Sikap Negatif

 Membanggakan produk asing.

 Terlalu sering menggunakan bahasa asing

 Menghianati Negara

 Terpecah belah dan terjadi pemberontakan

 Ragu terhadap Indonesia

 Berkorban untuk mendapatkan pamrih

 Bersikapacuhkepadabangsa Indonesia saat terjadi konflik di berbagai tempat di Indonesia

 Membuat dan mempofrokasi terjadinya konflik

 Melanggar tata tertib lalu lintas

F. Kesimpulan

(10)

4) SILA KE EMPAT A. Pengertian

Manusia Indonesia sebagai warga negara dan warga masyarakat Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama. Dalam menggunakan hak-haknya ia menyadari perlunya selalu memperhatikan dan mengutamakan kepentingan negara dan kepentingan masyarakat.Karena mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama, maka pada dasarnya tidak boleh ada suatu kehendak yang dipaksakan kepada pihak lain. Sebelum diambil keputusan yang menyangkut kepentingan bersama terlebih dahulu diadakan musyawarah. Keputusan dilakukan secara mufakat. Musyawarah untuk mencapai mufakat ini, diliputi oleh semangat kekeluargaan, yang merupakan ciri khas Bangsa Indonesia.

B. Tujuan

a) Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. b) Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.

c) Mengutamakan budaya bermusyawarah dalam mengambil keputusan bersama. d) Bermusyawarah sampai mencapai katamufakat diliputidengan semangat

kekeluargaan.

C. Point Penting

a) Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.

b) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.

c) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

d) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan. e) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai

hasil musyawarah.

f) Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.

g) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

(11)

i) Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.

j) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

D. Arti Lambang

Lambang : Kepala Banteng

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

Lambang sila ke 4 adalah binatang banteng (Latin:Bos javanicus) atau lembu liar merupakan binatang sosial, yang sama halnya dengan manusia . Pertama kali dicetuskan oleh Presiden Soekarno dimana pengambilan keputusan yang dilakukan bersama (musyawarah), gotong royong, dan kekeluargaan merupakan nilai-nilai khas bangsa Indonesia.

E. Contoh Sikap

a) Sikap Positif

 Wakil – wakil rakyat yang diberi kepercayaan untuk melaknakan tugsnya Pemerintah membangun dan menyusun program untuk kemajun masyarakatnya sesuai dengan mandat yang dipercayakan

 Pemilihan kepala desa dengan cara musyawarah Pemilihn kepala desa dilkukan dengan cara bermusyawarah dan mengambil keputusan secara bersama – sama.

 Dosen memberikan kesempatan menyampaikan pendapat tampa interfensi Ketika dosen memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya tau memberikan sanggahan mengenai materi atau permasalahan tanpa adanya iterfensi dari dosen.

b) Sikap Negatif

 Menginterfensi orang - orang agar memilih dia dalam pemilihan bupati. Ada oknum tertentu yang relamengiterfesi orang lain atau masyarakt untuk memenangkn di di pemilihan bupati, entah itu suap mmaupun ancaman.

(12)

mematuhi peraturan berlalulintas seperti tidak memakai helm, kenalpot racing,dll. Ini disebabkan karna kurang pemahaman tentng perturan berlalulintas ini.

 Pemimpin rapat yang mengambil hasil rapat tanpa menimbang sanggahan dri peserta rapat. Terkadang ada juga pemimpin rapat yang mementingkan kepentingan golongan tau indifidu dan mengambil keputusan tanpa menimbang sanggahan atau masukan dari anggota rapat.

F. Kesimpulan

Sila ke-4 memiliki makna Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. artinya setiap warga Negara Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama. Karna kita memiliki kedudukan hak dan kewajiban yang sama, maka tidak bole ada pemaksaan kehendak kepada orang lain.

Dalam kehidupan berbanga, sila ke-4 masih memiliki penyimpangan dalam penerapannya, seperti ketidak percayaan masyarkat terhadap lembaga dalam Negra, wakil rakyat yang merugikan negara dan rakyat, warga masyarakat yang tidak mematuhi peraturan yang dibuat oleh pemerinta, dll.

5) SILA KE LIMA A. Pengertian

Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia menunjukkan bahwa manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam masyarakat Indonesia. Keadilan sosial memiliki unsur pemerataan, persamaan dan kebebasan yang bersifat komunal.

Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, ini mengandung arti bahwa setiap rakyat Indonesia mendapat perlakuan yang adil dalam berbagai bidang seperti bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan hankam serta adil dalam bidang materil dan spirituil. Dalam sila ini diakui bahwa kedudukan pribadi tidak dapat dipisahkan dengan kedudukannya sebagai warga masyarakat. Melaikan ditempatkan dalam suatu keselarasan dan keharmonisan.

B. Tujuan

(13)

Keadilan sosial adalah langkah yang menentukan untuk melaksanakan Indonesia adil dan makmur.

b) Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, intinya adalah adanya persamaan manusia di dalam kehidupan bermasyarakat, tidak ada perbedaan kedudukkan ataupun strata di dalamnya, semua masyarakat mendapatkan hak-hak yang seharusnya diperoleh dengan adil.

C. Point Penting

a) Melakukan perbuatan yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.

b) Mengembangkan sikap adil terhadap sesame

c) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban

d) Menghormati hak orang lain

e) Tidak menggunakan hak-hak milik untuk hal-hal yang bertentangan dengan atau kepentingan umum

f) Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama

g) Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan social

D. Arti Lambang

Lambang : Padi dan Kapas

Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia

Padi dan Kapas melambangkan sila ke lima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Padi dan kapas digunakan karena merupakan kebutuhan dasar setiap manusia, yakni pangan dan sandang sebagai syarat utama untuk mencapai kemakmuran yang merupakan tujuan utama bagi sila kelima ini.

E. Contoh Sikap

a) Sikap Positif

 Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.

Seperti merusak fasilits umum seperti lampu jalan, tempat sampah, dll agar perilaku msyrakat yang tertip dapt terwujut.

(14)

Tidak menginterfensi orang lain dan melakukan perbuatan yang dapat merugikan orang lain agar mereka dapat merasakan hak – hak mereka yang harusnya mereka dapat.

 Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Keseimbangan hak dan kewajiban sangatlah perlu, karna ketika kita telah melakukan kewajiban kita maka kita akan mendapatkan hak – hak kita ebagai hasil dari apa yng sudah kita penuhi (kewajiban kita).

b) Sikap Negatif

 Hidup bergaya mewah.

Ketika kita hidup dengn mewah secara tidak langsung kita menciptakan keenjangan sosoial dimana ada perbedaan antara yang kaya dan yang miskin, kemudian yang tidak punta mulai di pandang rendah.

 Fonis hukuman yang berat sebelah

Ada oknum yang menjadikan hukum sebagai sarana memperkaya diri, menerima suap dan memberikn hukum yang tidak seimbang adalah contoh yang membuat kalangn bawa atau orang miskin tidak berdaya di depan sidang.

 Pendidikan masyarakat pedalaman tidak diperhatikan

Kurangnya perhadian pemerintah maupun masyarakat luas terhadap masyarakat pedalaman yang seharusnya mendapat pendidikan yang semestinya didapat, nytanya masi banyak masyarakat pedelaman indonesia yang pendidikannya masi terbelakang.

F. Kesimpulan

Sila ke – 5 bukan Cuma hanya dasar negara tetapi menjadi cita – cita masyarakat indonesia dri dulu hingga sekarang. Sila ke – 5 juga mengandung arti arti bahwa setiap rakyat Indonesia mendapat perlakuan yang adil dalam berbagai bidang seperti bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan hankam serta adil dalam bidang materil dan spirituil.

(15)

keseimbangan hak dan kewajiban karena keadilan itu terletak pada keharmonisan antara menyadari hak dan menjalankan kewajiban.

BAB III CONTOH KASUS

Narasumber

 Feliks Abedyoga Parapat (sila-1)

 Bapak Muhammad Muji(sila-2)

(16)

 Evrahim Wiroma Shoran(sila-4)

 Erwin Rante (sila-5)

Pembahasan Video

(17)

dan Bapak Muhammad Muji yang seorang pedagang bakso keliling, serta 1 orang masyarakat yang kami tanya secara acak di suatu burjo.

Ketika kami melakukan survey kami ngumpulkan fakta bahwa 5/5 dari reponden yang kami tanyai berhasil menjawab bunyi dari masing-masing sila, namun ketika kami menanyakan makna dari masing-masing sila masih ada yang belum mengerti tentang makna dari sila tersebut. meskipun kurang mengerti beberapa dari mereka tetap berusaha untuk menjawab apa makna dari sila yang kami tanyakan, mereka berusaha menjelaskan berdasarkan penalaran yang mereka tangkap.

Hasil Wawancara :

(Sila ke-1)

kami : namanya siapa ya mas? responden 1 : Feliks Abedyoga Parapat kami : Apa sih bunyi dari sila 1?

responden 1 : Bunyi sila ke satu itu adalah Ketuhanan Yang Maha Esa kami : Apa makna dari sila ke satu?

responden 1 : Makna dari sila ke satu itu adalah tentang kehidupan beragama yang saling menghargai

kami : Ada lagi?

responden 1 : ya.. saling menghargai antar umat beragama aja kami : Apa implementasi dari sila ke satu dalam masyarakat?

responden 1 : Menurut saya kalau untuk sila pertama itu, kita ambil contohnya aja kalau,biasanya orang adzankan kita yang umat kristen, kita yang harus tenang, musik di kecilin. Sebaliknya kalo agama lain juga mau beribadah, ya kita jangan menggangu, jangan membuat keributan atau memicu sebuah keributan yang besar untuk memancing agama lain untuk emosi karena sikap kita atau oongan kita

(Sila ke-2)

kami : boleh tau namanya bapak siapa? responden 2 : Bapak Muhammad Muji

kami : Apa sih bunyi dari sila 2?

(18)

kami : Apa makna dari sila ke dua?

responden 2 : Yah, mewujudkan yang adil dan beriman

kami : Apa implementasi dari sila ke duadalam masyarakat?

responden 2 : ya kita harus saling apa ya?... bisa bantu membantu biar kehidupan kita merata gitu.

(Sila-3)

kami lupa menanyakan nama dari kakak yang kami wawancarai kali ini kami : Apa sih bunyi dari sila 3?

responden 3 : Persatuan indonesia

kami : Apa makna dari sila ke tiga?

responden 3 : ya dilihat jelas dari namanya, kita harus bersatu sebagai bangsa Indonesia

kami : Apa implementasi dari sila ke tiga dalam masyarakat?

responden 3 : ya contoh sederhana aja di lingkungan kita, bagai mana kita saling membantu, bergotong-royong, itu sudah merupakan persatuan.

(Sila-4)

kami : boleh tau namanya siapa kak? responden 4 : Evrahim Wiroma Shoran kami : Apa sih bunyi dari sila 4?

responden 4 : ke empat ya, emm.. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

kami : Apa makna dari sila ke empat?

responden 4 : aduh maknanya apa ya? saya ngak tau serius! hahaha kami : Apa implementasi dari sila ke empat dalam masyarakat? responden 4 : pemilihan mungkin, pemilihan

kami : pemilihan apa?

responden 4 : bupati mungkin, hehe. maksudnya ngak ada tindak kriminal atau apa gitu.

(19)

kami : namanya siapa ya kak? responden 5 : Erwin Rante

kami : Apa sih bunyi dari sila ke 5?

responden 5 : sila ke lima, kalo ngak salah, keadilan sosial itu, ya kan? Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia

kami : Apa makna dari sila ke lima?

responden 5 : ya, pemerintah yang harus adil, kalo buat keadilan pastinya setiap warga negara itu punya tingkat sama dimata pemerintah, terus penegakan hukum semua sama, terus harus mendapat bantuan sosial, entah itu miskin atau kaya harus rata.

kami : Apa implementasi dari sila ke satu dalam masyarakat?

responden 5 : contohnya di Jakarta deh, ada kartu Jakarta pintar, jadi semua orang kaya eh, semua orang miskin itu, semuanya dapat nggak terkecuali untuk semua bagian akses kesehatan, pendidikan semuanya dapat

BAB IV PENUTUP

1. Tanggapan

Pancasila sebagai dasar negara dan sebagai identitas bangsa Indonesia sangatlah penting untuk dipahami dan dihayati dalam kehidupan sehari – hari bangsa indonesia walaupun dalam realita berbangsadan bernegara masi banyak penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat.

Pada butir – butir pancasila tercantum pokok – pokok pikiran leluhur bangsa indonesia yang mendambakan adanya masyarakat yang ber - keTuhan, ber kemasuaan yang adil, memiliki persatuan dan kesatun, ber – Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan, dan terwujudnya keadilan soial bagi seluruh masyarakat indonesia.

2. Kesimpulan

(20)

Sila ke-1 mengandung tujuan agar dimana setiap warga sadar akan ketuhanan yang maha esa tampa ada penekanan terhadap suatu golongan agama tertentu (agama yang menjadi agama nasional di indonesia).

Sila ke-2 membahas tentang HAM adalah hal yang sangat penting karna HAM, setelah kita mengenal tuhan dan membangun negara berlandaskan ketuhanan.

Sila ke-3 menekankan kepada setiap masyarakat bangsa indonesia agar mempunyai rasa nasionalisme dan patriotisme, yang mana setiap warga harus memiliki rasa cinta terhadap tanah air, bangsa dan negara Indonesia.

Sila ke-4 menekankan bahwa setiap warga Negara Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama dengan kata lain setip warga negara indonesia Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.

Sila ke – 5 mengandung arti bahwa setiap rakyat Indonesia mendapat perlakuan yang adil dalam berbagai bidang seperti bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan hankam serta adil dalam bidang materil dan spirituil.

3. Kritik dan Saran

 Kritik :

Penyimpangan yang terjadi pada pancasila bersumber dari kurangnya pemhaman masyarakat luas terhadap pentingnya pncasila bagi kemajuan masyarakat dan kepada pemerintah yang mengawasi jalanya pengimplementasina pancasila ini sering melalukan tindakan yang melenceng dari pancasila itu sendiri sehingga timbulah rasa acu masyarakat terhadap pancasila.

 Saran :

Perlunya penanaman pemahaman pancasila yang extra ketat mulai dari SD sampai sarjana yang harus dilakukan oleh pemerintah maupun lingkungan keluarga agar pemuda pemudi masa depan akan memahami betul dan mengimplemantasikan makna dan tujuan pancasila itu sendiri. Dan kepada pemberi contoh buruk kepada masyarakat (dalam hal ini pemerintah yang melakukan dindak pidana, dll) harus mendapat hukuman yang lebih berat lagi agar dapat menjadi tolak ukur bagi pemerintah yang hendak melakukan tindakan yang melanggar peraturan – peraturan yang sudah tetapkan.

(21)

DAFTAR PUSTAKA Buku :

Mufid, Ibram. 2011. Hakikat Pengertian Pancasila(Sila Kedua) Rukiyati, dkk.2008.Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: UNY Press

Siswoyo, Dwi. 2013. Pandangan Bung Karno tentang Pancasila dan Pendidikan Cakrawala Pendidikan, Februari 2013

Iskandar,dkk.1997.Pancasila.Yogyakarta: Yayasan Penerbit FKIS-IKIP

Isis.1980.Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila(Ekaprasetya Pancakarsa).Yogyakarta: IKIP Yogyakarta

Internet :

https://lppkb.wordpress.com/2011/12/28/buku-pancasila/

http://syahri93.blogspot.co.id/2013/07/makna-sila- ke-4- pancasila.html

http://tricklik.blogspot.co.id/2013/12/arti-dan- makna-sila- kelima-pancasila.html

http://www.kompasiana.com/diahsuci/memingat-kembali- 5-lambang- dan-arti- pada-setiap- sila

http://www.kompasiana.com/diahsuci/memingat-kembali-5-lambang-dan-arti-pada-setiap-sila-pancasila_552ac2326ea834ae4d552d27

Referensi

Dokumen terkait

Menimbang, bahwa setelah membaca, meneliti dan mempelajari dengan seksama berkas perkara dan surat-surat yang berhubungan dengan perkara ini, turunan resmi putusan Pengadilan

Tabel 2 menunjukkan hasil analisis faktor subskala Ekonomi, item terbaik berkumpul pada suatu faktor dengan muatan faktor yang tinggi.. Item berkumpul pada faktor

[r]

Patokan dalam penyusunan program audit: § Tujuan audit harus dinyatakan secara jelas dan memungkinkan untuk dapat dicapai § Setiap langkah pemeriksaan harus merinci prosedur audit

Secara simultan diperoleh hasil variabel ukuran perusahaan, umur perusahaan, reputasi auditor, financial laverage , reputasi underwriter , return on equity , dan debt to

Jika anda merasa wajah anda tidak cerah, anda harus segera mencari tips memutihkan wajah yang aman supaya wajah anda kembali menawan dan enak dipandang.. Wajah yang tidak cerah,

Selain pemeliharaan baglog, dalam budidaya jamur tiram juga perlu dilakukan perawatan untuk mencegah atau mengendalikan hama dan penyakit yang mungkin bisa menyerang jamur tiram..