• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PEMUATAN ARTIKEL DI JURNAL INTE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "STRATEGI PEMUATAN ARTIKEL DI JURNAL INTE"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

1

STRATEGI PEMUATAN ARTIKEL DI JURNAL INTERNASIONAL

Didi Sukyadi

Universitas Pendidikan Indonesia

Abstrak: Menulis karya ilmiah dan memublikasikannya merupakan dua hal yang bagi sebagian kecil akademisi nampaknya tidak dapat diselesaikan sekaligus sebab masing-masing memerlukan pengetahuan dan keterampilan tersendiri. Keterampilan menulis untuk publikasi pada jurnal internasional bereputasi memerlukan perhatian khusus karena keterampilan itu tidak hanya menuntut penguasaan substansi keilmuan, bahasa komunikasi ilmiah yang digunakan tetapi juga keterampilan mengikuti konvensi-konvensi atau kesepakatan-kesepakatan dalam menulis akademik seperti gaya selingkung, gaya bahasa yang digunakan, etika akademik dan konvensi lainnya. Di sisi lain, mencari jurnal yang tepat dan kredibel dalam abad informasi ini tidaklah mudah karena tidak semua informasi yang kita dapatkan bernilai kebenaran. Tidak semua jurnal kredibel, tidak semua penerbit kredibel, dan tidak pula semua lembaga pemeringkat jurnal kredibel. Bila salah memilih kita akan jadi korban. Disamping itu, terdapat pula prosedur kerja yang berlaku dalam dunia publikasi ilmiah yang bila tidak dipahami penulis di awal atau akhir dapat menimbulkan kesulitan. Bila salah merespon, kemungkinan kesuksesan kita dalam publikasi ilmiah akan berkurang. Dalam tulisan ini akan diuraikan sejumlah pengalaman berkaitan dengan pemilihan jurnal kredibel, tips pengiriman artikel kepada jurnal daring, dan bagaimana merespon hasil review mitra bebestari. Pada bagian akhir tulisan diuraikan sepintas mengenai langkah-langkah atau “move” yang harus diikuti dalam menyusun paragraf dan pendahuluan untuk artikel ilmiah.

Katakunci: Jurnal nasional, jurnal internasional, data base, impact factor

PENDAHULUAN

Para ilmuwan melakukan publikasi ilmiah untuk berbagi dengan masyarakat ilmiah mengenai temuan-temuan atau metode baru yang mutakhir dan orisinil, melakukan rasionalisasi atas hasil yang dipublikasikan, melakukan review atau telaah kritis dalam kajian tertentu atau merangkum topik atau bahasan tertentu. Dengan demikian publikasi ilmiah dapat berupa hasil penelitian, hasil pemikiran, telaah kritis (review), makalah posisi (position paper), resensi buku (book review), editorial, atau obituari. Naskah yang layak dipublikasikan adalah naskah yang orisinil, yaitu mengandung kebaruan tertentu, signifikan atau penting dalam bidangnya serta memiliki keterbacaan yang tinggi. Bisa jadi sebuah naskah substansinya bagus tetapi karena bahasanya kurang bagus, nilai substansinya akan hilang. Editor biasanya tak menginginkan naskah yang duplikasi atau pernah dipublikasikan sebelumnya, laporan yang tidak terkait minat ilmiah atau cakupan jurnal ilmiah yang dikelolanya, sudah ketinggalan zaman, serta yang sulit dibaca karena struktur artikel, tata bahasa atau tatatulis yang lemah.

Lantas, artikel seperti apa yang dapat dipublikasikan? Pae (2009) mendeskripsikan bahwa bila kita menjawab "ya" atas pertanyaan-pertanyaan di bawah ini berarti artikel itu dapat dipublikasikan. Apakah kita telah melakukan suatu yang baru dan menarik?

Apakah kita telah memberikan solusi atas masalah-masalah yang sulit?

Sudahkah kita mengkaji secara mendalam hasil terakhir dalam kajian yang kita bahas? Apakah hasil yang kita temukan menarik atau berguna bagi orang lain yang sebidang dengan

kita?

Apakah temuan kita membentuk sebuah ceritera yang utuh, baik dan lengkap?

(2)

2

pembaca yang lebih umum. Kita perlu menyesuaikan informasi yang akan kita sampaikan beserta gaya penulisannya sesuai pertimbangan tadi. Bahkan jurnal dalam bidang yang sama pun dapat menyambangi pembacanya yang berlatar belakang berbeda. Setiap jurnal memiliki gayanya sendiri-sendiri, apakah dalam format penulisan, gaya selingkung, konvensi pengutipan yang digunakan, dan bahasa yang dipilih. Oleh karena itu, sebelum kita menulis kenali dulu "guidelines for the authors" jurnal yang kita tuju yang dilanjutkan dengan membaca beberapa artikel yang telah dipublikasikan dalam jurnal tersebut. Tulisan yang disusun lebih berdasar pada pengalaman ini dirancang menggunakan pendekatan flashback. Pertama akan diuraikan bagaimana kita memilih jurnal yang kredibel, bagaimana cara mengirimkan naskah dan merespon hasilnya. Kedua, tulisan akan diakhiri dengan membahas bagaimana kita dapat menyiapkan naskah bermutu yang layak dipublikasikan pada jurnal idaman kita.

TIPS MEMILIH JURNAL

Sebelum menulis bahkan sebelum memulai penelitian, Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah memilih jurnal yang akan kita kirimi naskah. Pilihlah jurnal yang kredibel baik jurnal nasional maupun internasional. Baik jurnal nasional maupun internasional yang kredibel memiliki pembeda yang sangat jelas dengan jurnal yang tidak kredibel atau abal-abal. Jurnal nasional adalah majalah ilmiah yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1) Karya ilmiah ditulis dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan, 2) Memiliki ISSN, 3) Memiliki terbitan versi online atau daring, 4) Dikelola secara profesional: ketepatan keberkalaan, ketersediaan petunjuk penulisan, identitas jurnal, dll., 5) Bertujuan menampung atau mengomunikasikan hasil-hasil penelitian ilmiah dan atau konsep ilmiah dalam disiplin ilmu tertentu, 6) Ditujukan kepada masyarakat ilmiah/peneliti yang mempunyai disiplin-disiplin keilmuan yang relevan, 7) Diterbitkan oleh penerbit/badan ilmiah/organisasi profesi/perguruan tinggi dengan unit-unitnya, 8) Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia dan atau Bahasa Inggris dengan abstrak dalam Bahasa Indonesia, 9) Memuat karya ilmiah dari penulis yang berasal dari minimal dua institusi yang berbeda, 10) Mempunyai dewan redaksi/editor yang terdiri atas para ahli dalam bidangnya dan berasal dari minimal dua institusi yang berbeda. Jurnal nasional yang memenuhi kriteria sebagaimana disebutkan dihargai maksimal 10, sedangkan bila terindeks DOAJ atau laman lain sesuai dengan pertimbangan tim pakar Dirjen Dikti diberi nilai yang lebih tinggi dari jurnal nasional yaitu maksimal 15. Jurnal nasional terakreditasi Dikti dihargai maksimal 25 dalam PAK.

Jurnal internasional adalah jurnal yang memenuhi kriteria sebagai berikut (butir8): 1) Karya ilmiah yang diterbitkan ditulis dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan, 2) Memiliki ISSN, 3) Ditulis dengan menggunakan bahasa resmi PBB (Arab, Inggris, Perancis, Rusia, Spanyol dan Tiongkok), 4) Memiliki terbitan versi online, 5) Dewan Redaksi (Editorial Board) adalah pakar di bidangnya paling sedikit berasal dari 4 (empat) negara, 6) Artikel ilmiah yang diterbitkan dalam 1 (satu) terbitan paling sedikit penulisnya berasal dari 4 (empat) negara, 7) Terindeks oleh database internasional bereputasi: Web of Science, Scopus, Microsoft Academic Search, dan/atau laman sesuai dengan pertimbangan tim pakar Ditjen Dikti.

(3)

3

DOAJ, CABI, Copernicus, dan/atau laman sesuai dengan pertimbangan tim pakar Ditjen Dikti dan dapat dinilai karya ilmiah paling tinggi 20.

Impact factor (IF) dari sebuah jurnal akademik adalah sebuah ukuran yang menggambarkan rata-rata sitasi atas artikel yang dipublikasikan dalam jurnal tersebut. Ukuran itu digunakan untuk menunjukkan pentingnya jurnal itu dalam bidang keilmuannya. Jurnal ber-impact factor tinggi lebih kredibel daripada jurnal ber-impact factor rendah. Misalnya, jika sebuah jurnal memiliki impact factor 3, setiap artikel dalam jurnal itu rata-rata dikutip sebanyak 3 kali. Tidak semua data-base memberikan data impact factor. Jadi gunakan saja jurnal ber-impact factor yang diakui Dikti sebagai acuan seperti ISI Web of Science dan Scimago Journal Rankings. Untuk mengecek jurnal itu ber-impact factor atau tidak, kita bisa mengecek dalam basis data mereka atau mengecek data yang dikeluarkan oleh pemilik basis data tertentu seperti Thomson Reuter. Misalnya, untuk mengecek impact factor jurnal pada SJR, dalam Google kita ketik Scimago Journal Rankings, lalu cari berdasarkan disiplin ilmu atau negara, atau dengan memasukan kata kunci tertentu, lalu tekan refresh. Basis data yang dianggap bereputasi tapi tidak memberikan data impact factor adalah Scopus, Web of Science, Microsoft Academic Search, SSCI, Econlit, PubMed, Science Direct, Academic Search Elite, Science Citation Index, dan lain-lain. Di level paling rendah adalah basis data yang tidak dianggap bereputasi tetapi memenuhi standar praktek baik dalam tata kerjanya seperti CABI, Copernicus, DOAJ, EBSCOhost, Proquest, dan sejenisnya.

Dalam pemilihan jurnal, kita harus berhati-hati atas jurnal yang tidak kredibel atau jurnal abal-abal. Yang pertama kali harus dilakukan adalah mengecek daftar jurnal yang di-blacklist Dikti. Dengan menggunakan Google dengan mudah kita menemukan bahwa ada jurnal internasional yang di-blacklist Dikti, yaitu: Biology Agriculture and Healthcare, terbitan IISTE International Institute for Science Technology & Education. Journal of Natural Sciences Research terbitan IISTE International Institute for Science Technology & Education, Jurnal Asian Social Science (Canada), dan International Journal of Business and Social Science (USA). Jurnal nasional yang oleh Dikti dianggap meragukan adalah PERCIKAN, Ikatan Keluarga Besar Universitas Jambi (IKBUJ) – Bandung, INOVASI, Jurnal Kajian Pendidikan, Jurnal Himpunan Mahasiswa dan Alumni Pasca Sarjana asal SUMUT, Aktualita, Kantor KPN – Bung Kopertis Wilayah IX Sulawesi, PROSPEK, Kantor Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah IX Sulawesi, IQRA Journal Ilmiah LP2S UMI, Jurnal Tadulako, Alamat : Jl. Sekeloa Gg. Loa II RT 01 RW 02 Bandung. Ada pula jurnal yang oleh Dikti dinyatakan sebagai jurnal palsu, yaitu AGRITEK, BULETIN PENELITIAN, DIDAKTIKA, dan JAM (JURNAL APLIKASI MANAGEMENT).

(4)

4

kesediaan orang itu. Jurnal predator juga tidak mencantumkan nama institusi, alamat negara, alamat email, dan alamat webnya secara transparan. Jurnal predator biasanya menggunakan bahasa Inggris yang tidak standar, banyak kesalahan grammar (misalnya, instruction for the editors), banyak kesalahan ketik, kesalahan ejaan, dan ketidakakuratan dalam pengutipan.

Ciri lain dari jurnal predator menurut Jeffrey Beall (http://scholarlyoa.com/) dalah menerbitkan artikel yang telah diterbitkan di tempat lain (double publication), menerbitkan artikel yang mengandung plagiat, menyalin “authors guidelines” dari jurnal lain tanpa mengedit atau menyesuaikannya, memberikan informasi yang salah mengenai identitas jurnal itu seperi alamat, penanggung jawab utama, alamat kontak dan sejenisnya, jumlah mitra bebestari yang relatif sedikit, laman web yang jelek, tautan webnya banyak yang mati, menggunakan kata-kata “leading publisher, international, advanced, etc.” padahal faktanya jurnal itu baru edisi pertama atau kedua, penerbitnya menerbitkan banyak macam jurnal, tidak menggunakan ISSN atau DOI, tidak melakukan proses peer review, serta menggunakan alamat email tak berbayar seperti yahoo.com, gmail.com, dan email gratis lainnya. Ciri lain jurnal predator adalah sering menggunakan kata “impact factor” agar nampak kredibel, padahal sesungguhnya tidak. Agar nampak kredibel, jurnal predator juga sering menggunakan pengindeks baru yang namanya masih asing yang tidak jelas kriteria dan cara kerjanya seperti apa. Terakhir, jurnal predator biasanya tidak konsisten dalam penerbitan. Dengan kata lain, jadwal terbit yang ditetapkan sering dilanggar sendiri. Di bawah ini daftar laman penting untuk mengecek keberadaan jurnal predator dalam blognya Jeffery Beall, yaitu: http://scholarlyoa.com/individual-journals/

Selain jurnal predator dan jurnal palsu, ada pula jurnal bajakan (hijacked journals), yaitu jurnal yang namanya membajak nama-nama jurnal yang sudah terkenal sehingga penulis pemula menjadi bingung mana yang asli dan mana yang bajakan. Tujuan pembajakan menurut Jeffrey Beall (http://scholarlyoa.com/) jelas untuk mencari keuntungan sesaat dengan memanfaatkan kelemahan mereka yang awam dalam teknologi informasi. Daftar jurnal yang membajak nama jurnal lain dapat diperiksa dalam daftar sebagai berikut: http://scholarlyoa.com/other-pages/hijacked-journals/

Berikutnya ada juga penerbit predator (predatory publishers), yaitu penerbit yang tidak memperhatikan praktek baik dan standar mutu dalam penerbitan tetapi bermaksud mencari untung dengan merugikan orang lain. Salah satu penerbit palsu adalah Lambert Publishing yang menyasar skripsi, thesis dan disertasi mahasiswa kita untuk dipublikasika. Mereka mengirim email secara acak dengan menggunakan bahasa Inggris yang tidak standar. Setelah mendapatkan korbannya, mereka meminta penulis mengedit naskahnya sendiri dan mengirimkannya kepada LAP. Lambert hanya memberi halaman cover dan halaman publikasi dan ISBN dan memasukannya ke Amazon.com sehingga nampak kredibel. Kalau penulisnya mau beli, harganya menjadi mahal, padahal mereka tak kerja apa-apa. Penerbit palsu dapat diperiksa dalam daftar Jeffrey Beall (http://scholarlyoa.com/) dengan alamat sebagai berikut: http://scholarlyoa.com/publishers/

(5)

5

orisinil dan tidak ilmiah, serta semata-mata dimaksudkan untuk mencari uang. Daftar pengindeks palsu yang dikeluarkan Jeffrey Beall (http://scholarlyoa.com/) dapat dicek di http://scholarlyoa.com/other-pages/misleading-metrics/

Publikasi pada Jurnal internasional edisi khusus/suplemen atau jurnal ilmiah nasional terakreditasi edisi khusus/suplemen yang memuat artikel yang disajikan dalam sebuah seminar/simposium/lokakarya dapat dinilai sama dengan jurnal edisi normal (bukan edisi khusus) namun tidak dapat digunakan untuk memenuhi syarat publikasi kenaikan jabatan akademik. Perlu ditekankan, edisi khusus/suplemen ini harus diproses seperti pada penerbitan non edisi khusus (terbitan normal) dan memenuhi syarat-syarat karya ilmiah. Proses penilaian jurnal yang hanya mempunyai edisi elektronik disamakan dengan kriteria jurnal yang berlaku (tidak dibedakan). Artikel dalam jurnal nasional yang terindeks oleh DOAJ atau laman lain sesuai dengan pertimbangan tim pakar Dirjen Dikti yang berbahasa Indonesia dinilai maksimal 15 dan yang berbahasa Inggris 20. Jurnal nasional yang tidak memenuhi kriteri jurnal nasional disetarakan dengan publikasi pada proseding yang tidak didiseminasikan pada suatu seminar atau yang lainnya. Jurnal ilmiah yang walaupun ditulis dalam Bahasa Resmi PBB namun tidak memenuhi syarat-syarat sebagai jurnal ilmiah internasional, disetarakan dengan jurnal ilmiah nasional tidak terakreditasi.

Berdasarkan paparan di atas, sebelum kita mengirim artikel, bila hanya untuk kenaikan golongan kita bisa memilih jurnal nasional, jurnal nasional terakreditasi, atau jurnal internasional terindeks di DOAJ, CABI, Proquest, EBSCO, Emerald, Science Direct, dan yang setingkat itu. Namun bila kita membutuhkan publikasi yang dapat pula digunakan untuk promosi ke Lektor Kepala atau guru besar, paling tidak kita harus memilih jurnal terindeks di Thomson Reuter (ISI Web of Science) atau Scopus. Berikut ini nama-nama jurnal dalam bidang ilmu sosial yang sudah masuk dalam Scimago Journal Rankings (SJR) yang sengaja dipilihkan sebagian besar jurnal-jurnal yang berada di negara-negara yang diperkirakan persaingannya masih bisa ditembus.

Daftar jurnal dalam bidang sosial yang masuk SJR H u m a n i o r a

1 . S o u t h e r n A f r i c a n H u m a n i t i e s , S o u t h A f r i c a

2 . P e r t a n i k a J o u r n a l o f S o c i a l S c i e n c e a n d H u m a n i t i e s , M a l a y s i a .

3 . R u p k a t h a J o u r n a l o f I n t e r d i s c i p l i n a r y S t u d i e s i n H u m a n i t i e s 4 . H u m a n i t i e s D i l i m a n , P h i l i p p i n e s

5 . Kemanusiaan: The Asian Journal of Humanities, Malaysia

L i n g u i s t i k

1. Language and Linguistics. Taiwan.

2. 3L: Language, Linguistics, Literature. Malaysia. 3. Poznan Studies in Contemporary Linguistics. Poland.

4. VIAL - Vigo International Journal of Applied Linguistics. Spain. 5, Taiwan Journal of Linguistics. Taiwan.

7. ITL - International Journal of Applied Linguistics. Belgium. 8. Electronic Journal of Foreign Language Teaching, Singapore 9. GEMA Online® Journal of Language Studies, Malaysia 10. Asian EFL Journal

(6)

6 Sastra

1. Foreign Literature Studies. China.

2. Research in Contemporary World Literature, Iran. 3. World Literature Studies. Slovakia.

4. Forum for World Literature Studies. China. 5. Journal of Language and Literature. Azerbaijan. 6. IUP Journal of Commonwealth Literature. India.

Pendidikan

1. South African Journal of Education. South Africa. 2. Perspectives in Education. South Africa.

3. Frontiers of Education in China. China. 4. Educational Research and Reviews. Kenya. 5. Journal of Physical Education and Sport. Romania. 6. KEDI Journal of Educational Policy. South Korea.

7. South African Journal for Research in Sport, Physical Education and Recreation. South Africa. 8. Journal of Teacher Education for Sustainability. Poland.

9. New Educational Review. Poland.

10. Histo1ry of Education and Children's Literature. Italy.

11. International Journal of Early Childhood Special Education. Turkey. 12. International Electronic Journal of Mathematics Education. Turkey. 13. New Horizons in Education. China.

14. Educational Sciences. Croatia.

15. Elementary Education Online. Turkey.

16. European Journal of Physical and Health Education. Poland. 17. International Journal of Management in Education. Switzerland. 18. Journal of Psychological and Educational Research. Romania. 19. Journal of Science Education. Colombia.

20. Journal of Special Education and Rehabilitation. Macedonia. 21. Adolescence education newsletter. Thailand.

22. Contemporary Educational Research Quarterly. Taiwan. 23. Biochemistry and Molecular Biology Education. United States. 24. Physics Education. United Kingdom.

25. Journal of Economic Education. United Kingdom.

26. Journal of Economics and Economic Education Research. United States. 27. Malaysian Journal of Learning and Instruction, Malaysia

28. Asia Pacific Education Researcher, Philippines

Hubungan internasional

1. European Journal of International Relations. United Kingdom.

2. British Journal of Politics and International Relations. United Kingdom. 3. Journal of International Relations and Development. United Kingdom. 4. International Relations. United Kingdom.

5. International Relations of the Asia-Pacific. United Kingdom.

Administrasi bisnis

1. Asia-Pacific Journal of Business Administration. United Kingdom.

Pajak

(7)

7

2. Journal of International Accounting, Auditing and Taxation. Netherlands. 3. Journal of the American Taxation Association. United States.

4. Journal of Taxation. United States.

5. Tax Policy and the Economy. United States. 6. Advances in Taxation. United States. 7. e-Journal of Tax Research. Australia.

Sejarah

1. Studies in History. India

2. Frontiers of History in China. China.

3. Social Evolution and History. Russian Federation. 4. IUP Journal of History and Culture. India

Geografi

1. Malaysian Journal of Tropical Geography. Malaysia.

2. Publications - Institute of Geography and Spatial Organization, Polish Academy of Sciences. Poland.

3. Indonesian Journal of Geography. Indonesia.

4. Journal of Environmental Management and Tourism. Romania.

Pariwisata

1. Geojournal of Tourism and Geosites. Romania. 2. Tourism and Hospitality Management. Croatia. 3. Journal of Human Values. India.

Seni

1. Arts of Asia. China.

2. Connaissance des Arts. Turkey.

Musik

1. Musicae Scientiae. Belgium. 2. Revista Musical Chilena. Chile. 3. Arti Musices. Croatia.

4. Musica Hodie. Brazil.

5. Cuadernos de Musica, Artes Visuales Artes Escenicas. Colombia.

Ekonomi

1. Brazilian Journal of Political Economy. Brazil. 2. Society and Economy. Hungary.

3. Economy of Region. Russian Federation.

Hukum

1. Asian Journal of WTO and International Health Law and Policy. Taiwan. 2. Asia Pacific Law Review. China.

3. Frontiers of Law in China. China. 4. Hong Kong Law Journal. China.

5. Journal of Advanced Research in Law and Economics. Romania. 6. Journal of East Asia and International Law. South Korea.

(8)

8 9. Baltic Journal of Law and Politics. Poland.

Ilmu sosial

1. Social Dynamics. South Africa. 2. Social Sciences. Pakistan. 3. Analise Social. Portugal.

4. Mana: Estudos de Antropologia Social. Brazil.

5. Periodica Polytechnica, Social and Management Sciences. Hungary. 6. Journal of Social Research and Policy. Romania.

7. Pakistan Journal of Life and Social Sciences. Pakistan. 8. Asia-Pacific Social Science Review. Philippines . 9. Tempo Social: Revista de Sociologia da USP. Brazil. 10. Journal of the Social Sciences. Kuwait.

11. Kasetsart Journal - Social Sciences. Thailand. 12. Social and Economic Studies. Jamaica. 13. Socialni Studia. Czech Republic.

14. Andamios: Revista de Investigacion Social. Mexico. 15. Dirasat: Human and Social Sciences. Jordan. 16. Social Change. India.

17. Sri Lanka Journal of Social Sciences. Sri Lanka.

Manajemen

1. Journal of Business Economics and Management. Lithuania. 2. Journal of Business Economics and Management. Lithuania. 3. Management. Croatia.

4. E a M: Ekonomie a Management. Czech Republic. 5. Knowledge Management and E-Learning. China. 6. Problems and Perspectives in Management. Ukraine. 7. International Business Management. Pakistan.

8. International Journal of Economics and Management. Malaysia. 9. International Journal of Engineering Business Management. Croatia. 10. Investment Management and Financial Innovations. Ukraine.

11. Theoretical and Empirical Researches in Urban Management. Romania. 12. Asia Pacific Management Review. Taiwan.

13. Asian Academy of Management Journal. Malaysia.

14. Asian Academy of Management Journal of Accounting and Finance. Malaysia. 15. Administratie si Management Public. Romania.

17. Asian Journal of Management Cases. India.

18. Journal of Financial Management and Analysis. India. 19. Asia-Pacific Journal of Accounting and Economics. China. 20. Asian Journal of Business and Accounting. Malaysia.

TIPS MENGIRIM NASKAH

(9)

9

melanggar etika juga akan menyebabkan kita dianggap melakukan tindakan plagiat. Jurnal yang kredibel tidak akan menoleransi hal itu terjadi.

Pengiriman artikel dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, bila penerbit jurnal belum menggunakan sistem jurnal daring atau Open Journal System (OJS), pengiriman dapat dilakukan di luar sistem melalui email. Kedua, bila jurnal yang akan dituju telah sepenuhnya daring, pengiriman artikel dilakukan melalui sistem OJS dengan terlebih dahulu melakukan registrasi sebagai penulis pada sistem. Ikuti langkah registrasi yang ada pada sistem OJS laman jurnal yang dituju dan kirimkan naskah melalui sistem tersebut. Setelah pengiriman anda akan mendapatkan pemberitahuan otomatis dari sistem. Bila dewan editor meminta naskah suplemen seperti CV, data, lampiran, copyright agreeement, pernyataan tidak ada conflict of interest, atau sejenisnya, kita harus segera memenuhinya. Setelah itu, ikuti perkembangan yang terjadi. Bila belum ada perkembangan, kita dapat mengirim email ke dewan editor tentang posisi naskah kita. Bila sudah ada respon dari editor bahwa naskah harus diperbaiki, lakukan segera segala permintaan dan rekomendasi dari dewan editor dan mitra bebestari. Bila kita diminta memperbaiki naskah dalam waktu tiga hari, lakukan dalam 3 hari. Jangan coba-coba menghindar dari permintaan atau batas akhir yang ditetapkan dewan editor karena merekalah yang berkuasa memuat atau menolak naskah kita. Janganlah kita nawar atau ngomel-ngomel dengan apa yang harus dilakukan atau beralasan sibuk atau ada tugas ke luar negeri. Bila kita membuat editor tidak nyaman atau tersinggung, naskah kita walaupun sudah dinyatakan diterima bisa saja dibatalkan.

Sebelum artikel dikirim, pastikan format artikel mengikuti petunjuk bagi penulis dari jurnal yang akan dituju. Perhatikan jenis huruf, besar huruf (font size), jumlah kolom, margin kiri/kanan dan atas/bawah, jumlah kata dalam judul, kepenulisan (authorships), alamat dan afiliasi penulis, abstrak, kata kunci, gambar dan tabel, tata cara pengutipan dan referensi harus sesuai dengan petunjuk bagi penulis yang disediakan (APA, MLA, Harvard, dll?) atau mengikuti gaya selingkung yang ditetapkan. Judul sebaiknya ringkas dan menggambarkan substansi. Judul menggunakan frasa seperti “sebuah analisis semitik deskriptif menggunakan ...” sebaiknya dihindari. Afiliasi harus ditulis menggunakan bahasa Indonesia, jangan menggunakan bahasa Inggris. Gunakan Universitas Pendidikan Indonesia daripada Indonesia University of Education. Alamat email juga harus menggunakan email resmi kampus yang berbayar seperti [email protected] daripada

[email protected]. Masalah kepenulisan juga harus diselesaikan dengan baik. Yang menjadi penulis pertama atau corresponding author adalah peneliti yang banyak bekerja dan berkontribusi atas penelitian dan tulisan yang dihasilkan, bukan karena senioritas. Bila yang dikirim adalah tulisan mahasiswa, pembimbing menempati posisi penulis kedua atau ketiga.

Sebelum dikirim, cek orisinalitas tulisan kita dengan Turnitin agar bisa diperbaiki bila orisinalitasnya masih bermasalah. Lakukan proses proof reading secara berlapis agar terhindar dari kesalahan tatabahasa atau ketidakcermatan dalam penulisan. Bila perlu, proses pembacaan ulang naskah dilakukan oleh lebih dari satu orang dan melibatkan teman sejawat yang cermat dan menguasai substansi tulisan kita. Bila naskah masih bermasalah dalam bahasa Inggrisnya, gunakan penerjemah profesional atau konsultan artikel yang ahli dalam bidangnya agar tulisan kita enak dibaca. Bila dipandang perlu, gunakan perangkat lunak untuk membantu memperbaiki tatabahasa selain Thesaurus, grammar checker atau spelling checker seperti Whitesmoke agar keterbacaan artikel kita makin baik. Ikuti pula tatacara pengutipan yang dianjurkan. Bila dalam petunjuk harus menggunakan APA, MLA, Harvard atau lainnya, ikuti secara total dan cermat agar editor merasa terbantu.

(10)

10

cek lagi akurasi pengutipan kita secara manual. Jangan sampai yang dikutip di naskah tidak ada dalam referensi atau yang terdaftar dalam referensi tidak dikutip dalam naskah. Kita tidak boleh menoleransi kesalahan penulisan nama penulis, tahun, tempat penerbitan dan nama penerbitnya sebab kesalahan penulisan ejaan berarti plagiat dan zero tolerance atas kesalahan ejaan, atau penomoran tabel, grafik dan gambar.

Artikel yang telah direview dan prospektif diterbitkan akan dikirim kembali ke penulis. Perbaiki naskah sesuai dengan masukan dari mitra bebestari dan tenggat waktu yang ditetapkan editor. Setelah diperbaiki, naskah dikirim kembali ke editor untuk diedit ulang dan dilayout. Setelah proses layout selesai, penulis akan diberi versi naskah akhir yang bila kita setujui, naskah itulah yang akan diterbitkan. Naskah itu disebut Proof. Perubahan redaksional dan kepenulisan tidak mungkin lagi dilakukan setelah itu sehingga perlu dicek ulang data, tabel, gambar, dan kutipan. Persetujuan penulis mengenai naskah akhir biasanya dilakukan secara tertulis melalui copyright transfer agreement yang harus kita kirim bersama-sama dengan naskah akhir. Setelah semua selesai, tugas penulis selanjutnya adalah mengecek tampilan publikasi daring dan meminta cetak lepasnya bila penerbit memiliki versi cetak.

Bila artikel kita ditolak, jangan menyerah. Perhatikan saran atau masukan dari mitra bebestari, perbaiki dan kirim ulang ke jurnal lain yang lebih pas sebab tidak ada artikel yang jelek tetapi yang ada adalah pengiriman ke jurnal yang tidak tepat. Bila masukan dari mitra bebestari tidak terlalu membantu, jangan ambil pusing, perbaiki semampu kita, minta masukan dari teman sejawat dan kirimkan ulang. Artikel ditolak bukan masalah karena kita bukan satu-satunya yang artikelnya ditolak, bukan aib dan bukan dosa. Yanag berdosa adalah kalau kita tidak pernah mencoba mengirim artikel karena takut ditolak. Bahkan teman sejawat yang sering publikasi di Scopus tetap saja artikelnya banyak ditolak. Yang harus membuat kita lebih besar hati adalah seorang penulis yang mengirimkan artikel ke sebuah jurnal dimana ia juga menjadi mitra bebestari ternyata bisa ditolak juga artikelnya. Jadi terus mencoba-mencoba dan mecoba sampai berhasil.

Yang dicari mitra bebestari adalah alasan mengapa artikel itu menarik bagi pembaca dan memberikan informasi baru. Penulis harus menggambarkan pertanyaan bagaimana gambaran penelitian penulis dibanding peneliti atau metode lainnya. Gunakanlah gambar untuk meningkatkan kualitas pemahaman pembaca, bukan hanya sekedar hiasan saja. Semua kajian pustaka yang relevan harus dimasukan ke dalam naskah dan juga harus mutakhir paling tidak dua tahun ke belakang. Perbanyak referensi dari sumber jurnal dan bukan hanya dari buku saja. Tunjukkan kepada mitra bebestari bahwa kita mengetahui dan menguasai wilayah kajian kita, membaca informasi mutakhir dan layak memberi kontribusi atas kemajuan bidang ilmu kita. Namun bila ada jurnal yang membatasi tahun dan jumlah referensi, kita harus mengikutinya dengan memilih yang terpenting saja. Sering artikel ditolak mitra bebestari karena rujukannya tidak mutakhir dan tidak meyakinkan.

(11)

11

secara jelas dan akurat per poin (kalau perlu berikan penomoran atas setiap respon) termasuk atas masukan yang diberikan secara daring dalam naskah. Setelah respon pertama disampaikan, tunggulah revisi selanjutnya. Bila kita diminta memperbaiki yang kedua kalinya, perhatikan nada editor baik-baik. Apakah harus melakukan revisi lebih banyak atau merespon atas masukan yang penting-pentingnya saja dan apakah kita punya kemampuan untuk melakukannya. Bila tidak akan mampu merevisi sebagaimana diinginkan editor, pertimbangkan untuk mengirim artikel kita ke jurnal lain.

TIPS MENYIAPKAN NASKAH

Sebelum menulis naskah, perhatikan penggunakan tenses baik-baik. Menurut laman University of Melbourne, kita disarankan menggunakan simple past dalam abstrak, sedangkan dalam pendahuluan kita menggunakan simple present. Dalam kajian pustaka, simple present tense harus kita gunakan jika kita yakin bahwa temuan yang kita kutip masih berlaku kebenarannya walaupun penelitiannya dilakukan pada masa lalu. Simple present digunakan ketika kita menyatakan sebuah teori atau ketika membahas pendapat kita mengenai penelitian lain atau kajian pustaka tertentu. Kita juga dapat menggunakan present perfect dalam merujuk penelitian sebelumnya untuk menunjukkkan kebaruan penelitian tersebut. Kebaruan dapat berupa kebaruan positif, yaitu bahwa penelitian sebelumnya telah memberi dasar yang kuat bagi penelitian kita atau kebaruan negatif, yaitu ketidakcukupan kajian yang telah dilakukan. Ketika merujuk pendapat peneliti lain yang benar pada masa lalu, namun mungkin sekarang sudah berubah, kita menggunakan simple past. Namun ketika merujuk kepada pandangan atau temuan pada masa lalu yang saat ini masih relevan, kita menggunakan present perfect. Tenses ini merupakan alternatif penggunaan simple present dan umumnya digunakan dengan verba laporan (e.g. find, explain, argue, dll). Dalam bagian metode, kita menggunakan simple past dan kalimat pasif sering digunakan dalam konteks ini. Namun ketika merujuk ke gambar atau tabel, kita menggunakan simple present. Sedangkan ketika merujuk ke metode penelitian orang lain, kita menggunakan simple past. Dalam bagian hasil dan pembahasan, kita menggunakan the simple past untuk menggambarkan secara rinci temuan kita, tetapi menggunakan present tense untuk merujuk kepada gambar dan tabel. Kita boleh menggunakan past tense untuk meringkas temuan bersama-sama dengan present tense untuk menjelaskan atau menafsirkan makna temuan. Dalam bagian kesimpulan, kita menggunakan berbagai jenis tenses yang relevan.

TIPS MENULIS ABSTRAK

Yang harus disiapkan pertama kali dalam sebuah artikel adalah halaman judul. Judul harus singkat dan padat tidak lebih dari 12-14 kata, berupa frase, bukan kalimat. Frase yang membicarakan metode atau lokasi sebaiknya dihindari dalam judul, misalnya “Sebuah studi kasus di Kota Bandung” atau “sebuah kajian Systemic Functional Linguistics mengenai …” Setelah judul cantumkan nama penulis tanpa gelar akademik. Yang namanya hanya satu, gunakan inisial atau nama orang tua agar memiliki dua nama. Putuskan dengan baik siapa yang akan disimpan sebagai nama pertama, kedua dan seterusnya. Yang paling banyak berkontribusi harus disimpan sebagai nama pertama. Setelah nama penulis, tuliskan alamat lengkap baik berupa alamat kantor, maupun alamat rumah bila gaya selingkung jurnal memintanya. Bila yang diminta hanya alamat email, cukup email saja yang dicantumkan. Nama afiliasi gunakan versi Indonesianya, sedangkan email juga harus menggunakan email resmi universitas.

(12)

12

harus kita lalui manakala menulis abstrak. Dalam tahap pertama kita harus menciptakan ruang penelitian dengan menyatakan pentingnya penelitian yang kita lakukan. Misalnya:

“Minangkabaunese is commonly known for its ragam adat, a specific cultural-traditional style of the language that has been regarded as having a high value. However, over the last two decades, the ragam adat tends to dry up” (from Adnan, 2009)

Kemudian kita menunjukkan kesenjangan, perbedaan, atau kelemahan penelitian sebelumnya dengan menggunakan kata kunci however, but, unfortunately. Misalnya:

“This theory (Minimalist theory) stands out for its greater power of generalization, and yet it lacks the capacity to explain some natural language data, namely, language not only as a set of grammatical sentences, but also a means of social communication reflecting socio-cultural values of its speakers.” (from Adnan, 2009).

Berikutnya kita harus menggambarkan penelitian yang kita lakukan. Misalnya" The purpose of this research is ….

This paper is to present thoroughly the orthography of the languages in Alor regency. (from Adnan, 2009).

Dalam tahap dua kita harus mendeskripsikan prosedur atau metode penelitian. Gambarkan data dan metode yang kita gunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang kita ajukan. Misalnya:

“Data are taken from audio-recording. Verbal reactions from the interactions in class are analyzed using the critical discourse analysis theory based on the principles of systemic-functional grammar”

Ketika kita menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis data, kita dapat menyatakan prosedur penelitian kita secara ringkas. Namun, ketika menggunakan analisis kualitatif, kita dapat menggambarkan prosedur analisis data secara lebih lengkap.

Tahap ketiga adalah meringkas hasil penelitian kita dengan menggambarkan secara ringkas temuan utama penelitian berdasarkan pertanyaan atau tujuan penelitian yang telah ditetapkan. Misalnya:

“It can be concluded that that interpersonal relationship is still very much dominated by the teachers who have the managerial authority as well as the knowledge in class.”

Terakhir, kita mengakhiri abstrak dengan mengevaluasi atau membandingkan penelitian kita dengan penelitian lainnya. Misalnya:

“These results indicate that speakers of Indonesian are only capable of using the language in survival and social communication.”

Ikuti abstrak dengan kata kunci sekitar tiga atau empat kata. Kata kunci sangat diperlukan dalam mempermudah mesin pencari menemukan penelitian kita. Oleh karena itu, cari kata kunci yang umum, mudah diingat dan banyak digunakan orang.

TIPS MENULIS PENDAHULUAN

(13)

13

Fase 1: membuat klaim sentral. Untuk pembaca spesialis internasional klaim sentral tidak dibatasi oleh batas wilayah atau administrasi negara tertentu, namun mengkaji isu dalam kajian tertentu. Dalam kajian Islam, hubungan antara negara dan hukum syariah merupakan kajian bagi pembaca yang mempelajari hubngan antara Syariah Islam dan negara. Misalnya:

Recently, there has been considerable interest in Islamic Syariat (law) and the state.

In recent years, a number of scholars have re-examined the role of Islamic law and the state.

In the last few years, the issue of Islamic syariat has attracted a lot of interest.

Untuk pembaca spesialis internasional dari berbagai disiplin ilmu, klaim sentral diperuntukkan bagi pembaca secara umum, bukan pembaca dari disiplin ilmu tertentu. Misalnya:

Media coverage of the Afghan burqa and the recent revival of the dispute over headscarves in Europe have drawn a great deal of public attention to veiling among Muslim women. (from Adnan, 2009).

Fase kedua yang harus dilakukan adalah melakukan generalisasi mengenai kajian yang kita lakukan. Generalisasi dibuat untuk menunjukkan bahwa kita menguasai bidang yang dikaji dan untuk memberikan penilaian atas perkembangan terkini yang terjadi. Misalnya:

Many people believe that there have been renewed efforts to establish Islamic law in Indonesia since the fall of Suharto. (from Adnan, 2009).

This view has received a considerable support recently. For example, …. There have been many critics toward the view that ….

Some Islamic parties in Indonesia have attempted to revive Islamic syariah in Indonesia. Recently, Indonesia and several other countries in Asia were hit by tsunami disaster. Currently, Indonesia is having multi-facet crises. (from Adnan, 2009).

Fase ketiga yang harus dilakukan adalah mengkaji dan melaporkan penelitian sebelumnya. Ingat penelitian terdahulu yang dilaporkan hanyalah yang relevan dengan topik yang dibahas, tidak bertele-tele, dan mendukung apa yang akan kita sampaikan. Misalnya:

Clark yang meneliti pemerolehan bahasa seorang anak usia 0-5 tahun secara longitudinal, yaitu Eve, anaknya sendiri, melaporkan bahwa …

Tahap kedua yang harus dilakukan adalah memutuskan wilayah khusus kajian. Langkah ini dapat dilakukan dengan terlebih dahulu menyangkal atau mendebat klaim peneliti sebelumnya. Misalnya:

However, this approach suffers from a number of weaknesses However, the claim has several limitations

Unfortunately, this view is rather weak. (from Adnan, 2009).

Selanjutnya, yang harus kita lakukan adalah menunjukkan kekosongan atau kelangkaan dalam kajian pustaka pada tataran topik yang kita bahas:

Extensive literature exists on this topic, especially in the field of sociology and ethnology. Though most of the works refer to passages in the Qur’an as one of the reasons for veiling, little research has actually explored the details of these passages and the shifts in their interpretation by later generations. (from Adnan, 2009).

(14)

14

This study is quite informative, but there are still questions to be answered. From these studies, one important question remains unanswered.

Langkah terakhir adalah meneruskan tradisi dalam dunia ilmiah, yaitu setiap karya yang dibuat dimaksudkan untuk melengkapi karya-karya yang sudah ada sehingga pengetahuan kita atas suatu hal menjadi semakin baik.

Studies about the impacts of tsunami have covered only the areas around Banda Aceh. These studies should also cover other areas in order to gain a more complete picture of the impacts of the disaster. (from Adnan, 2009).

Tahap tiga yang harus dita lakukan adalah menggambarkan penelitian kita sendiri dengan menyebutkan tujuan utama penelitian yang kita lakukan. Misalnya:

The purposes of this study are … This study was designed in order to …

Langkah berikutnya adalah menjelaskan struktur artikel yang kita buat. Misalnya:

This article follows the following structure. This article is structured in the following way.

Langkah ketiga adalah melaporkan penelitian yang kita lakukan. Topik, tema atau judulnya apa. Gambarkan secara ringkas. Misalnya:

This study examined the implementation of liberal democracy in Indonesia since Indonesian independence.

In this research, rhetorical patterns of research articles were studied.

TEKNIK MERINGKAS DAN PARAFRASE

Dalam sebuah laman web http://www.slideshare.net/samisoomro24/paraphrasing-techniques berisi dokumen power point mengenai teknik paraphrase disebutkan bahwa salah satu keterampilan yang amat penting dalam menulis kajian pustaka adalah melakukan parafrase, yaitu mengatakan hal yang sama dengan cara yang berbeda dengan menggunakan kata-kata kita sendiri. Kita dapat melakukan parafrase dengan menggunakan gabungan teknik baik berupa mengubah klausa menjadi frase (atau sebaliknya), mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung (atau sebaliknya), mengubah kalimat aktif menjadi pasif (atau sebaliknya), mengubah penggunaan kata dengan persamaannya (sinonim) atau bentuk kata (word forms).

1. Mengubah klausa menjadi frase After he studied, John took a nap. After studying, John took a nap.

2. Mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung

Mr. Lee said, “I am ready for lunch.” Mr. Lee said he was ready for lunch.

3. Mengubah kalimat aktif menjadi pasif A hotel employee will carry your bags.

Your bags will be carried by a hotel employee.

4. ……mengganti kata menggunakan sinonim. A hotel employee will carry your bags. Your bags will be carried by a hotel employee.

5. Mengubah bentuk kata

(15)

15

The stallion was content with the mare.

7. Bila tidak menemukan sinonim kita dapat menggantikan kata-kata asli menggunakan definisi.

The stallion was content with the mare. The male horse was happy with the female horse.

8. Menggunakan teknik gabungan Mengubahnya menjadi frase, dan menambahkan sinonim atau definisi. After he ate lunch, Mike took a nap.

After eating lunch, Mike slept a little.

9. Menggunakan teknik gabungan

Mengubahnya menjadi frase, menambahkan sinonim atau definisi.

The house that is across the street is old. The house across the street is old.

The house on the other side of the street is old.

The dwelling on the other side of the road is ancient.

10. Mengubah kata transisi

Although it was raining, Bob walked to work. It was raining, but Bob walked to work. It was raining; however, Bob walked to work.

11. …… dan mengubah bentuk kata

Although it was raining, Bob walked to work. It was raining, but Bob walked to work. It was raining; however, Bob walked to work. Berikut ini contoh bagaimana teknik paraphrase sebagaimana disebutkan di atas digunakan. Contoh:

This model provides a microeconomic theoretic rationale. It explains why researchers have failed to find consistent evidence. They have not found the superiority of one teaching technique over another. These techniques have not led to better production of learning in economics (Becker, 1997, p. 9).

This framework has a clear basis in microeconomic theory. The explanation accounts for why people working in the area have not proven their initial assumption. Their assumption was that one pedagogical technique has clear advantages over the others. However, the evidence was not conclusive. It did not show that one pedagogical style led to a better understanding of economics (Becker 1997 p 9)

(Dari Beaumont (n.d.), Teaching and Learning Unit: Melbourne University)

PUSTAKA ACUAN

Adnan, Z. F. (2009). Merebut hati Audiens internasional: Strategi jitu meraih publikasi di jurnal ilmiah (edisi kedua). Jakarta: Masyarakat Linguistik Indonesia.

Beamount, T. (n.d). Paraphrasing and Summarising. Teaching and Learning Unit. University of Melbourne. Accessed 23 November 2015 from:

http://fbe.unimelb.edu.au/__data/assets/pdf_file/0010/631567/6_Paraphrasing_and_Su mmarising2012.pdf

Beall, J. (n.d.). Scholarly Open Access. Accessed 23rd November 2015 from: http://scholarlyoa.com/

Pae, K.S. (2009). How to write a world class theoretical paper: Tips, traps and travesties. Taiwan: Elsevier Author Workshop Sep 2009. Accessed online on 21 October 2015 from:

(16)

16

evier.com%2Fhtmlmailings%2FAuthorWorkshop-SP-PPT-Sep%252009.pdf&usg=AFQjCNEMCSenvQ8SlZ30N95vHbM0PHUCFw

Paraphrasing technique (nd.). http://www.slideshare.net/samisoomro24/paraphrasing-techniques

University of Melbourne (n.d.). Using tenses in scientific writing: Tense considerations for science

writing. Acessed 23rd November 2015 from:

Referensi

Dokumen terkait

Moleong, Metode Penelitian Kuanlitatif , (Bandung:PT.. Penelitian kualitatif memungkinkan akan terjadi tiga kemungkinan terhadap masalah yang dibawa oleh peneliti

Menentukan kondisi operasi yang optimal (daya microwave , lama waktu ekstraksi, dan rasio antara bahan baku yang akan diekstrak dengan pelarut yang digunakan) dari

Begitu juga dalam penelitian Mizruchi (2002) yang menyatakan bahwa perusahaan Interlocking Directorate terjadi ketika satu orang terkait dengan suatu organisasi dan

Alasan penulis menulis judul tersebut karena mengenal huruf merupakan dasar bagi anak untuk membaca, menulis, dan berkomunikasi. 1.2

menjelaskan bahwa perlakuan dengan kombinasi dosis pupuk 0, 7 kg kompos ampas sagu + 35 g NPK (E) menunjukkan rata-rata jumah daun terbaik yaitu sebanyak

Peningkatan pemberian kompos tandan kosong sawit plus akan diikuti membaiknya kondisi tanah disekitar perakaran tanaman, sehingga tanah mampu meningkatkan daya serap hara

Sehubungan dengan Pelelangan e-Lelang Pemilihan Langsung Paket Pekerjaan Konstruksi pada Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Aceh Tenggara Sumber Dana APBK

Sampel penelitian adalah masyarakat yang berada di Kecamatan Tanralili yang terdiri dari 16 desa yang diambil untuk sampel sebanyak 2 desa yaitu Desa Toddopulia dan Desa