• Tidak ada hasil yang ditemukan

Contoh proposal s d m

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Contoh proposal s d m"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: universitas
  • Mata Pelajaran: sumber daya manusia
  • Topik: pengembangan pegawai di dinas energi dan sumber daya mineral provinsi sulawesi selatan
  • Tipe: skripsi
  • Kota: makassar

I. BAB I PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) di instansi pemerintah, khususnya di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan. Peningkatan kualitas pegawai menjadi sangat penting untuk mencapai kinerja operasional yang efisien dan produktif. Penulis menekankan bahwa pengembangan SDM harus dilakukan secara terencana dan berkesinambungan, mencakup aspek fisik dan non fisik. Aspek fisik berhubungan dengan kesejahteraan dan kesehatan, sedangkan aspek non fisik melibatkan pendidikan dan pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang pelaksanaan pengembangan pegawai di instansi tersebut.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan urgensi pengembangan kualitas SDM sebagai syarat utama untuk meningkatkan kinerja pegawai. Penulis mencatat bahwa kualitas SDM yang tinggi berkontribusi pada komitmen pegawai dalam menyelesaikan tugas secara efisien. Selain itu, pengembangan SDM harus memperhatikan aspek kuantitas dan kualitas, di mana kualitas mencakup kemampuan fisik dan non fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi saat ini dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan pegawai di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral.

1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini berfokus pada bagaimana pelaksanaan pengembangan pegawai di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral. Penulis menyoroti pentingnya memahami proses dan kebijakan yang ada untuk meningkatkan kualitas pegawai, serta mengidentifikasi kelemahan yang ada dalam implementasi pengembangan SDM.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pelaksanaan pengembangan pegawai di instansi yang diteliti. Penulis berharap hasil penelitian dapat memberikan wawasan yang lebih baik tentang strategi dan praktik yang diterapkan dalam pengembangan SDM, serta dampaknya terhadap kinerja pegawai.

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini dibagi menjadi tiga kategori: akademis, praktis, dan manfaat bagi penulis. Secara akademis, penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang teori pengembangan pegawai dan menjadi referensi bagi penelitian lanjutan. Secara praktis, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan bagi pemerintah dalam meningkatkan keterampilan pegawai. Bagi penulis, penelitian ini merupakan kesempatan untuk memperluas wawasan dalam penulisan karya ilmiah.

II. BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bagian ini membahas berbagai teori yang mendasari pengembangan pegawai. Pengembangan pegawai dianggap penting untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi organisasi. Penulis merangkum definisi pengembangan dari berbagai ahli, serta menyoroti pentingnya pendidikan dan pelatihan sebagai metode utama dalam pengembangan SDM. Teori-teori ini memberikan kerangka kerja bagi penelitian yang dilakukan dan menunjukkan relevansi pengembangan pegawai dalam konteks organisasi.

2.1. Landasan Teori

Bagian ini menguraikan berbagai definisi pengembangan pegawai menurut para ahli. Pengembangan dipahami sebagai usaha untuk meningkatkan kemampuan pegawai melalui pendidikan dan pelatihan. Penulis mengutip berbagai sumber untuk menunjukkan pentingnya pengembangan dalam mencapai tujuan organisasi, serta bagaimana pengembangan dapat dilakukan secara formal dan informal.

2.2. Pengertian Pengembangan Sumber Daya Manusia

Pengembangan SDM didefinisikan sebagai proses yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas individu dalam organisasi. Penulis menekankan bahwa pengembangan SDM penting untuk menghadapi tantangan globalisasi dan meningkatkan daya saing organisasi. Berbagai pendapat dari ahli memberikan gambaran komprehensif tentang pentingnya pengembangan SDM dalam konteks organisasi.

2.3. Pengertian Pengembangan Pegawai

Pengembangan pegawai diartikan sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pegawai agar dapat bekerja lebih efisien. Penulis menjelaskan bahwa pengembangan pegawai harus dilakukan secara sistematis melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk mencapai hasil yang diinginkan. Berbagai metode seperti pelatihan dan pendidikan dijelaskan sebagai bagian dari pengembangan pegawai.

III. BAB III METODE PENELITIAN

Bagian ini menjelaskan pendekatan dan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Penulis memilih pendekatan kuantitatif untuk memahami fenomena yang terjadi di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral. Metode penelitian deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran tentang keadaan objek penelitian. Penulis juga menjelaskan unit analisis, waktu, lokasi, serta populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian.

3.1. Pendekatan Penelitian

Pendekatan kuantitatif dipilih untuk penelitian ini karena dianggap relevan dalam memahami fenomena yang terjadi di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral. Penulis menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data untuk mengidentifikasi masalah dalam pengembangan pegawai.

3.2. Tipe dan Dasar Penelitian

Tipe penelitian yang digunakan adalah deskriptif, bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kondisi objek penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan dasar survey untuk mengkaji permasalahan secara umum, tanpa mendalami setiap aspek secara detail.

3.3. Unit Analisis

Unit analisis dalam penelitian ini adalah semua pegawai negeri sipil di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan. Penulis berfokus pada pegawai yang terlibat dalam proses pengembangan SDM di instansi tersebut.

Referensi Dokumen

  • Hasil Olahan Data Primer ( Juni 2011 )

Gambar

Gambar 1.Kerangka Teoritis Pengembangan Pegawai di Dinas Energi   dan
Tabel 2. Jenis-jenis Diklat yang diiukti Pegawai di Dinas Energi dan Sumber Daya
Tabel 6. Karakteristik Responden Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan
Tabel 7. Kesesuaian Pendidikan Formal dengan Tugas Pokok
+7

Referensi

Dokumen terkait