• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah - Pengaruh Kualitas Pelayanan Publik Terhadap Minat Baca Mahasiswa (Studi Pada Perpustakaan Universitas Sumatera Utara)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah - Pengaruh Kualitas Pelayanan Publik Terhadap Minat Baca Mahasiswa (Studi Pada Perpustakaan Universitas Sumatera Utara)"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1.1. Latar Belakang Masalah

Saat ini pendidikan merupakan hal yang sangat penting karena merupakan akar dari peradaban sebuah bangsa. Pendidikan sekarang telah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimiliki setiap orang agar bisa menjawab tantangan kehidupan. Bagi suatu bangsa yang ingin maju, pendidikan harus dipandang sebagai sebuah kebutuhan sama halnya dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Maka tentunya peningkatan mutu pendidikan juga berpengaruh terhadap perkembangan suatu bangsa.

(2)

Membaca adalah kunci ke gudang ilmu. Ilmu yang tersimpan dalam buku harus digali dan dicari melalui kegiatan membaca.

Ada kalanya taraf kemajuan suatu bangsa dilihat dari sejauh mana membaca menjadi kebiasaan masyarakatnya. Semakin tinggi minat baca masyarakat pada umumnya akan berpengaruh pada semakin maju pola pikir masyarakat tersebut. Membaca merupakan bagian dari aktivitas belajar yang memperluas pengetahuan pembaca. Bagi seorang pelajar, kegiatan membaca sudah menjadi keharusan mengingat banyak perkembangan pengetahuan yang tidak disampaikan oleh dosen kepada mahasiswa maupun guru kepada murid dalam proses belajar mengajar dikelas sehingga perlu pengetahuan untuk memperdalam materi tersebut diluar jam pelajaran, yaitu dengan banyak membaca. Namun semua itu perlu didukung dengan adanya minat baca dari diri sendiri. Minat baca ini tumbuh dari kesadaran mahasiswa itu sendiri terhadap kebutuhan akan pentingnya informasi untuk memperluas pengetahuan. Pembinaan minat baca merupakan hal yang sangat penting dalam upaya meningkatkan prestasi mahasiswa. Terlebih adanya system belajar mandiri, menjadikan minat baca sebagai salah satu bentuk kemandirian siswa dalam belajar (Suryaningsih,2003)

(3)

Iptek bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Minat baca, buku dan Perpustakaan adalah tiga elemen pokok dalam suatu sistem pendidikan yang actual.

Presentase minat baca yang ideal adalah 80% dari total penduduk.Saat ini, minat baca anak Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Berdasarkan studi lima tahunan yang dikeluarkan oleh Progress in International Reading Literacy Study

(PIRLS) pada tahun 2006, yang melibatkan siswa sekolah dasar (SD), hanya menempatkan Indonesia pada peringkat 45 dari 50 negara yang dijadikan sampel penelitian. Tabel berikut menunjukkan peringkat prestasi membaca pelajar antar Negara peserta. (Rata-rata skor internasional=500 dan standar deviasi=100) 

Tabel I.1 Skor Prestasi Literasi Membaca

No Negara Skor No Negara Skor

1 Rusia 565 24 Selandia Baru 532

2 Hongkong 564 25 Slowakia 531

3 Kanada, Alberta 560 26 Skotlandia 527

4 Singapura 558 27 Perancis 522

5 Kanada, britis kolombia 558 28 Slovenia 522

6 Luksemburg 557 29 Polandia 519

7 Kanada, Ontario 555 30 Spanyol 513

8 Italia 551 31 Israel 512

9 Hungaria 551 32 Islandia 511

10 Swedia 549 33 Moldova 500

(4)

Sumber : Progressin International Reading Literacy Study (PIRLS)

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa rata-rata skor prestasi literasi membaca siswa kelas IV Indonesia (405) berada dibawah rata-rata internasional (500). Indonesia berada pada posisi 41 dari 45 negara peserta. Posisi Indonesia ini lebih baik jika dibandingkan dengan Qatar, Kuwait, Maroko dan Afrika selatan namun tidak lebih baik dari 40 negara yang berada diatas.

Hasil penelitian Tim Program of International Student Assesment (PIS) milik Badan Penelitian dan Pengembangan kementrian pendidikan nasional menunjukkan kegemaran membaca anak usia 15 tahun sangat memprihatinkan. Sekitar 37,6 %

12 Belanda 547 35 Norwegia 498

13 Belgia (flemish) 547 36 Rumania 489

14 Bulgaria 547 37 Georgia 471

15 Denmark 546 38 Masedonia 442

16 Kanada, Nova Skotia 542 39 Trinidad dan Tobago 436

17 Latvia 538 40 Iran 421

18 Amerika Serikat 541 41 Indonesia 405

19 Inggris 540 42 Qatar 353

20 Austria 539 43 Kuwait 330

21 Uthunia 538 44 Maroko 323

22 Taiwan 537 45 Afrika Selatan 302

(5)

hanya mem teks yang d

Dat ur dan perh aupun layan

rdasarkan d g wajib diba da diagram y

mbar 1.1 Pe

Progress in I

ri 11 negar ki level terti USUl Beland

2 2

7 6 5

a bisa menan gan satu info

t sepertiny hatian yang nan yang tid

data Center

aca siswa SM yang telah d

erbandingan

Internation

ra yang dija inggi yakni ada saat ini dak menunja

for Social

MA di 13 n disajikan ber

n Jumlah Bu

al Reading

adikan samp

jumlah buk u, Prancis 30

32

30

0

h

 

Buku

nanya, dan 2 getahuan saj

erus menur i, seperti ter ang minat ba

Marketing ajib dibaca pang 22 buk

ka Seikat

a

cis

g

a

ya bisa men , 2 Juli 2003

) pada tahun

a Amerika sebanyak 3 ku, Swiss 15

(6)

Kanada 13 buku, Rusia 12 buku, Brunei 7 buku, Singapura 6 buku, Thailand 5 buku, dan Indonesia 0 buku.

Melihat rendahnya minat baca pelajar di Indonesia yang didorong oleh rendahnya infrastruktur, sudah sewajibnya pemerintah mengkaji sebab dan akibat hal ini. Infrastruktur yang baik tentunya akan membantu mendorong minat baca seseorang. Perpustakaan merupakan infrastruktur yang wajib diperhatikan jika ingin memacu minat baca, terutama dikalangan mahasiswa. Perpustakaan merupakan tempat untuk memperoleh berbagai informasi yang diinginkan secara otodidak. Pada dasarnya semua Perpustakaan merupakan suatu instansi yang memiliki proses kerja sama, yaitu memberikan pelayanan informasi kepada pengguna.

Namun demikian dalam perkembangannya setiap jenis Perpustakaan memiliki definisi dan kriteria tertentu yang membedakannya dengan Perpustakaan lain. Secara harfiah, Perpustakaan sendiri masih dipahami sebagai sebuah bangunan fisik tempat menyimpan buku – buku atau bahan pustaka. Perpustakaan juga dapat diartikan sebuah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata sUSUnan tertentu yang digunakan pembaca bukan untuk dijual ( Sulistyo, Basuki ; 1991 ).

Perpustakaan umum merupakan unit/satuan kerja, badan atau lembaga

membidangi pengembangan pengetahuan masyarakat yang berada dalam jangkauannya.

Bertugas mengumpulkan, menyimpan, mengatur dan menyajikan bahan pustaka untuk

(7)

(1987: 1) bahwa Perpustakaan perguruan tinggi adalah unit kerja yang merupakan bagian integral dari suatu lembaga induknya yang bersama-sama unit lainnya tetapi dalam peranan yang berbeda, bertugas membantu perguruan tinggi yang bersangkutan melaksanakan Tri Dharmanya.

Pada umumnya setiap perguruan tinggi memiliki Perpustakaan sebagai sarana belajar termasuk diantaranya Universitas Sumatera Utara atau yang biasa disingkat USU. Perpustakaan yang telah didirikan sejak tahun 1970 ini, mampu menampung 750 orang pembaca dalam waktu yang bersamaan. Untuk memperluas daya tampung koleksi dan pengguna Perpustakaan yang terus mengalami peningkatan yang sangat signifikan, sejak tahun 2007 telah dimulai pembangunan Gedung Perpustakaan Unit II seluas 6.323 M2 dari dana bantuan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan anggaran tahun jamak (multi years), namun dari tahun 2009 s.d 2012 lanjutan pembangunan tidak mendapat pendanaan. Dibandingkan dengan dua dekade sebelumnya Perpustakaan mengalami perkembangan pesat khUSUsnya sejak dua puluh tahun terakhir.

(8)

Sum

selama tah n. Peningka

yakni 40,87 i penurunan u sebesar 37 mpu menam pat dilihat ju

0

ian Tata Usa data dari hun 2011 te atan jumlah

7%. Sejalan n jumlah pe 7.57. Jumla

ngan Jumlah

aha Perpusta Perpustaka erjadi penin h pengungju n dengan j engunjung ah koleksi P mlah kunjung ksi yang dim

Apr Mei

ung naik se jumlah pen ningkatan P

fikan pada an yang cuk gan Perpus njung yang

ficant pada Perpustakaa bulan Apri kup ternyata

takaan. Dar ama tahun 2

(9)

Tabel 1.2. Jumlah Koleksi Buku Perpustakaan

No  Jenis Koleksi 

Jumlah

Judul  Eksemplar  Kepingan CD,  Disket, Kaset 

(1)  (2)  (3) (4) (5) 

1.   Buku  128.300 466.112 ‐

2.   Jurnal (Tercetak)  3.577 4.137 ‐

3.   Jurnal (Mikrofis)  515 61.440 ‐

4.   Jurnal Elektronik  

(CD‐ROM & Online) 

20.448   20.448 ‐

5.   Kaset audio/video  206 ‐ 206

6.   Disket Komputer  316 ‐ 316

7.   CD‐ROM, database  31 ‐ 31

8.   CD‐ROM, multimedia  177 ‐ 177

9.   CD‐ROM, fulltext  1.469 1.469 ‐

10.   Deposit USU  39.304 39.304 ‐

11.   Deposit ADB  4.937 5.264 ‐

12.   Deposit WB  1.331 1.461 ‐

13. American Corner 3.475 4.996 -

Jumlah 204.086 641.871 730

(10)

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa jumlah koleksi Perpustakaan USU sangat minim jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa USU keseluruhan. Hal ini sangat disayangkan mengingat USU telah melakukan banyak pembenahan dari tahun ke tahun. Kualitas layanan bisa menjadi salah satu faktor rendahnya atau tidak stabilnya minat baca dikalangan mahasiswa. Meskipun demikian, tidak serta merta dapat langsung menarik kesimpulan terhadap hal ini sehingga perlu dilakukan analisis lebih dalam lagi terkait hal ini.

Oleh karena itu, Berdasarkan latar belakang diatas penulis tertarik untuk melaksanakan penelitian dengan judul : Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Minat Baca Mahasiswa pada Perpustakaan Universitas Sumatera Utara

1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang menjadi focus pada penelitian ini adalah:

1. Bagaimana Kualitas Pelayanan Perpustakaan USU

2. Bagaimana Minat Baca Mahasiswa di Perpustakaan USU

3. Seberapa besar Pengaruh Kualitas Layanan Perpustakaan USU terhadap Minat

Baca Mahasiswa?

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan Perpustakaan USU

(11)

3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Minat Baca Mahasiswa terhadap kulaitas layanan Perpustakaan USU.

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat yang bisa diperoleh dari penelitian ini adalah:

1. Bagi penulis, bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan menulis karya ilmiah dalam menganalisa permasalahan di lapangan

2. Secara akademis, penelitian ini diharapkan sebagai bahan informasi bagi peneliti lain yang mengkaji masalah kualitas pelayanan dan minat baca

3. Bagi instansi terkait, penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumbangsih pemikiran, pertimbangan dan masukan yang berguna bagi kemajuan instansi itu sendiri.

Gambar

Tabel I.1 Skor Prestasi Literasi Membaca
Gambar 1.22 Perkemban
Tabel 1.2.  Jumlah Koleksi Buku Perpustakaan

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan Pendidikan Nasional menurut UU No. 20 tahun 2003: “ Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik

Di dalam UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dijelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses

Dalam UU SISDIKNAS 2003 dijelaskan bahwa pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar

Pendidikan pada hakekatnya merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk

Dalam UU Nomor 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 1 tentang Pendidikan Nasional menyatakan bahwa, “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan

Hal ini sejalan dengan pengertian pendidikan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana