PPOM
penyakit paru
obstruksi menahun
Oleh:Oleh:
Slamet Sumarno
Slamet Sumarno
Rumkit polpus rs Sukanto
Rumkit polpus rs Sukanto
Jakarta timur
Jakarta timur
0813 8213 9050
▸ Baca selengkapnya: implementasi pola nafas tidak efektif sdki
(2)Pengertian.
Penyakit paru yg mengenahi jalan nafas dan Penyakit paru yg mengenahi jalan nafas dan
beralan lebih dari 3 bulan berturut-turut.
beralan lebih dari 3 bulan berturut-turut. Asma ppom yang disebabkan oleh faktor Asma ppom yang disebabkan oleh faktor
elergi dan serangan hilang timbul.
elergi dan serangan hilang timbul.
Bronchitis chronik ppom karena infeksi Bronchitis chronik ppom karena infeksi
jalan nafas.
jalan nafas.
Empizema ppom karena kerusakan Empizema ppom karena kerusakan
penyangga jalan nafas.
TANDA-TANDA PPOM
BATUK (SPUTUM YG KENTAL+ SILIA BATUK (SPUTUM YG KENTAL+ SILIA
LEMAH)
LEMAH)
RETENSI SPUTUMRETENSI SPUTUM
SESAK NAFAS (RR CEPAT) KARENASESAK NAFAS (RR CEPAT) KARENA
SPASME OTOT-OTOT INSPIRATORSPASME OTOT-OTOT INSPIRATOR
RESIDUAL VOLUME YG TINGGIRESIDUAL VOLUME YG TINGGI
JLN NAFAS SEMPIT (SPAME+SPUTUM)JLN NAFAS SEMPIT (SPAME+SPUTUM)
TIDAK KECUKUPUN KEBUTUHAN O2TIDAK KECUKUPUN KEBUTUHAN O2
NAMA LAIN PPOM
EMPHY AND CHRONIC EMPHY AND CHRONIC
BRHONCHITIS SYNDROM 1958.
BRHONCHITIS SYNDROM 1958. CRONIC PULMONARY CRONIC PULMONARY
INSULFISIENSI 1960
INSULFISIENSI 1960
CRONIC AIR WAY OBSTRUCTIE CRONIC AIR WAY OBSTRUCTIE
1966
1966
CRONIC OBSTRUCTI PULMONARY CRONIC OBSTRUCTI PULMONARY
DESEASE ( COPD) ATAU
DESEASE ( COPD) ATAU
PENYAKIT PARU OBSTRUKSI
PENYAKIT PARU OBSTRUKSI
MENAHUN (PPOM) 1979.
PENCETUS.
1.
1. POLUSIPOLUSI 2.
2. ELERGIELERGI 3.
3. INFEKSI JALAN NAFASINFEKSI JALAN NAFAS
MANIFESTASI
MANIFESTASI
ANAK DAN LANSIAANAK DAN LANSIA SOSIAL EKONOMISOSIAL EKONOMI
PENGETAHUAN TTG KESEHATAN.PENGETAHUAN TTG KESEHATAN. JENIS KEMALIN. JENIS KEMALIN.
ETIOLOGI.
SISA INFEKSI JALAN NAFAS ATAS SISA INFEKSI JALAN NAFAS ATAS
/BAWAH
/BAWAH
(PERTUSIS, PNEUMONIA, TBC.(PERTUSIS, PNEUMONIA, TBC.
OBSTRUKSI BRONKUS OBSTRUKSI BRONKUS
(ATELEKTASIS).
(ATELEKTASIS). KONGINETAL KONGINETAL
PATOLOGI ASMA
IRITASI JALAN NAFAS (POLUSI)IRITASI JALAN NAFAS (POLUSI)
SPASME BRONKUS (RETENSI MUKUS)SPASME BRONKUS (RETENSI MUKUS) OBSTRUKSI MUKUS.OBSTRUKSI MUKUS.
HYPER AKTIF - EDEMA KELENJAR MUKUS.HYPER AKTIF - EDEMA KELENJAR MUKUS. SESAK NAFAS ( O2 TDK MENCUKUPI ).SESAK NAFAS ( O2 TDK MENCUKUPI ).
1. RR CEPAT UTK MENAIKAN CAPASITAS .P.
1. RR CEPAT UTK MENAIKAN CAPASITAS .P.
2. SPASME OTOT INSPIRATOR (USAHA ME
2. SPASME OTOT INSPIRATOR (USAHA ME
NINGKATKAN JUMLAH UDARA INSPIRASI.NINGKATKAN JUMLAH UDARA INSPIRASI.
3. RESIDU UDARA PARU TINGGI.(AKIBAT SPASME OTOT
3. RESIDU UDARA PARU TINGGI.(AKIBAT SPASME OTOT
INSPIRATOR).
INSPIRATOR).
PATOLOGI BRONKITIS
KRONIK
POLUSI IRIATOR BRONKUSPOLUSI IRIATOR BRONKUS
SPASME BRONKUS ADA/TIDAK ADASPASME BRONKUS ADA/TIDAK ADA
RETENSI SPUTUM (OBSTRUKSI JALAN NAFAS RETENSI SPUTUM (OBSTRUKSI JALAN NAFAS
AKIBAT SPUTUM) AKIBAT SPUTUM)
EDEMA KELENJAR MUKUS SUDAH TAK ADA.EDEMA KELENJAR MUKUS SUDAH TAK ADA. ATROPI BRONKUSATROPI BRONKUS
SESAK NAFAS KARENA .SESAK NAFAS KARENA .
RR CEPAT , RETENSI MUKUS – UDARA RR CEPAT , RETENSI MUKUS – UDARA
INSPIRASI MENURUN KEBUTUHAN O2 TAK INSPIRASI MENURUN KEBUTUHAN O2 TAK
PATOLOGI EMPISEMA
IRITASI INFEKSI MENEBABKAN:IRITASI INFEKSI MENEBABKAN:
1.
1. ATROPI BRONKUS.ATROPI BRONKUS. 2.
2. KERUSANGAN JARINGAN EPITIL DAN KERUSANGAN JARINGAN EPITIL DAN
CILIA.
CILIA.
3.
3. SESAK NAFAS. SESAK NAFAS. 4.
4. RR MENINKAT KARENA CAPASITAS RR MENINKAT KARENA CAPASITAS
PARU MENURUN AKIBAT JALAN NAFAS
PARU MENURUN AKIBAT JALAN NAFAS
YG SEMPIT AKIBAT ATROPI BRONKUS.
SKEMA VENTILASI PPOM
RV
I RV
TV
ERV
RV
ERV
TV
I RV
V C
I C
TLC NORMAL
PENCETUS 1.
POLUSI.POLUSI.
SEL MAS SEL MAS
HYPERAKTIF HYPERAKTIF DEGENERASI DEGENERASI
PENCETUS 2.
1. 1. Anak dan lansia lebih rentan.Anak dan lansia lebih rentan. 2. 2. Sosial ekonomi yang rendah.Sosial ekonomi yang rendah.
3. 3. Pengetahuuan kesehatan kurang.Pengetahuuan kesehatan kurang.
1. Manifestasi alergi atau hyperreaktif:1. Manifestasi alergi atau hyperreaktif: a. Umur dan jenis kelamin.a. Umur dan jenis kelamin.
b. Mentruasi, kehamilan, lelah b. Mentruasi, kehamilan, lelah
c. Tengah malam, menjelang fajar c. Tengah malam, menjelang fajar d. Infeksi jalan nafasd. Infeksi jalan nafas
.
Etiologi.
1. Sisa :Infeksi , pertusis, pnemunia,tbc 1. Sisa :Infeksi , pertusis, pnemunia,tbc
2. Obstruksi bronkus .Atelektasis. 2. Obstruksi bronkus .Atelektasis.
Skema penybab problem.
Penyebab
Penyebab AsmaAsma Bronkitis Bronkitis kronik
kronik EmpisemaEmpisema
1. Spame otot bronkus
1. Spame otot bronkus
2. Obstruksi mukus
2. Obstruksi mukus
3. Edema mukosa
3. Edema mukosa
4. Atropi bronkus
4. Atropi bronkus
5. Kerusakan alveoli
5. Kerusakan alveoli
6. Kerusakan struktur
6. Kerusakan struktur
Tanda-tanda dan gejala gagal nafas.
1. Vital Sign : HR, RR, BOOD PRESURE.
1. Vital Sign : HR, RR, BOOD PRESURE.
2. Gelisah/ tidak sadar.
2. Gelisah/ tidak sadar.
3. Sasak nafas atau gagal nafas.
3. Sasak nafas atau gagal nafas.
4. Gas darah arteria.
4. Gas darah arteria.
5. Batuk / berdahak.
5. Batuk / berdahak.
6. Polanafas tidak efektif.
6. Polanafas tidak efektif.
7. Sikap spesifik, ROM.
7. Sikap spesifik, ROM.
8. Sensorik.
8. Sensorik.
9. Kekuatan otot pernafasan.
9. Kekuatan otot pernafasan.
10. Pengetahuan kesehatan
10. Pengetahuan kesehatan
11. ADL.
11. ADL.
I. PENGKAJIAN.
1. Vital Sign: 1. Vital Sign:
a. HR. normal 60-80 /min Rest.a. HR. normal 60-80 /min Rest.
b. RR. Normal: 16-20/min. b. RR. Normal: 16-20/min.
c. BPc. BP
Sesak nafas:
a. RR > 32 ,dangkal < 12 dalam.a. RR > 32 ,dangkal < 12 dalam.
b. HR (bradicardi/tachycardi, fibrilasi.b. HR (bradicardi/tachycardi, fibrilasi. c. BP Sistole kurang dari 80 mmHgc. BP Sistole kurang dari 80 mmHg
d. PH, PaO2 dan PaCO2 lihat analisa gas d. PH, PaO2 dan PaCO2 lihat analisa gas e. berat / ringan sesak nafas.e. berat / ringan sesak nafas.
f. Pola terjadinya sesak nafas:f. Pola terjadinya sesak nafas:
g. Kecepatan perkembangan sesak nafas:g. Kecepatan perkembangan sesak nafas: h. Penyerta sesak nafas:h. Penyerta sesak nafas:
1). Problem dahak :
pekat purulen
DAHAK :
DAHAK : a. BUIH a. BUIH
b. SALIVA b. SALIVA
c. ENDAPAN SPUTUM,.c. ENDAPAN SPUTUM,.
2). Edema
2). Edema
3). Mengi, wheezing.
3). Mengi, wheezing.
4). Demam .
4). Demam .
PEFR.(peack Expirator flow rate), FEV1.
PEFR.(peack Expirator flow rate), FEV1.
BUIH BUIH SALIVA SALIVA
A alisa gas darah :
a). PH 7.35-7.4
a). PH 7.35-7.4
b). PaO2 80-100mmHg.
b). PaO2 80-100mmHg.
Hipoksemia kurang dari 53 mmHg.Hipoksemia kurang dari 53 mmHg. c). PaCO2 35-45 mmHg Kurang
c). PaCO2 35-45 mmHg Kurang
Hipokarbia kurang 35mmHg Hipokarbia kurang 35mmHg
Batuk:
a. Macam batuk.
a. Macam batuk.
1). Batuk disadari
1). Batuk disadari
2). Batuk tidak disadar
2). Batuk tidak disadar
3). Kuatnya / lemahnya batuk diukur
3). Kuatnya / lemahnya batuk diukur
dengan spirometri (FEV1).dengan spirometri (FEV1).
4). Secara subyektif dibuat kriteria batuk yang
4). Secara subyektif dibuat kriteria batuk yang
menggambarkan frekuensi batuk , kuatnya
menggambarkan frekuensi batuk , kuatnya
batuk dan sbg.
Mendengarkan suara nafas dan batuk
1.
1. Pola nafas tidak efektif:Pola nafas tidak efektif: a. Lihat gerakan
a. Lihat gerakan
b. aktivitas otot pernafasan. b. aktivitas otot pernafasan. c. Lihat pola nafas:
c. Lihat pola nafas:
1). Dispnue: cepat teratur. 1). Dispnue: cepat teratur.
2). Orthopnue : sulit nafas posisi lain 2). Orthopnue : sulit nafas posisi lain 3). Kusmul : nafas cepat dalam.
3). Kusmul : nafas cepat dalam.
4). Biot : frekuensi menurun, apnue periodik irama tidak teratur. 4). Biot : frekuensi menurun, apnue periodik irama tidak teratur. 5). Cheyene stoke: Cepat, naik turun kadang-kadang apnue irama 5). Cheyene stoke: Cepat, naik turun kadang-kadang apnue irama
8. Pemeriksaan ROM.
ROM yang perlu dilakukan pengukuran
ROM yang perlu dilakukan pengukuran
minimal
minimal
1.
1. Fleksibilitas sangkar thorak saat inspirasi Fleksibilitas sangkar thorak saat inspirasi
dan ekspirasi maksimal.
dan ekspirasi maksimal.
2.
2. Sendi bahu.Sendi bahu.
3.
3. Sendi intercostal.Sendi intercostal.
4.
9. Sensorik jalan nafas.
a. Dilakukan dengan memberikan
a. Dilakukan dengan memberikan
aroma yang menyebabkan
aroma yang menyebabkan
gangguan nafas.
gangguan nafas.
b. Reflek menelan.
b. Reflek menelan.
c. Reflek menghisap.
10. Kekuatan otot pernafasan.
1.
1. Pengerak sendi bahu ( Fleksi, ekstensi, Pengerak sendi bahu ( Fleksi, ekstensi,
abd,add, indo rotasi, eksorotasi.
abd,add, indo rotasi, eksorotasi.
2.
2. Pectoralis, trapesius, sternocledomastoideus.Pectoralis, trapesius, sternocledomastoideus.
3.
3. Abdominalis (fleksor trunk) & extensor trunk).Abdominalis (fleksor trunk) & extensor trunk).
4.
4. Diapraghma. Diapraghma.
5.
11. Sikap.
1.
1.
Barel chest.
Barel chest.
2.
2.
Skoliosis.
Skoliosis.
3.
3.
Kiposis.
Kiposis.
4.
4.
Asimetriskel shoulder, dada
Asimetriskel shoulder, dada
dll
12. Test kemampuan kerja fisik
a.
a. Endurance dynamik test.Endurance dynamik test.
b.
b. Test 6 menit jalan Six min wolk test (SWT).Test 6 menit jalan Six min wolk test (SWT).
(0,06Xjarak tempuh(meter)-(0,104 X Usia(th)
(0,06Xjarak tempuh(meter)-(0,104 X Usia(th)
+(0,052X Berat Badan(kg) + 2,9 : 3,5 =METS
+(0,052X Berat Badan(kg) + 2,9 : 3,5 =METS
0,06 jarak tempuh – 0,104 usia +0,052 BB +2,9 : 3,5 = mets.
0,06 jarak tempuh – 0,104 usia +0,052 BB +2,9 : 3,5 = mets.
Contoh: Tuan A.
Contoh: Tuan A.
Umur :61 th, B B :71,5 Kg, TB: 170 Cm
Umur :61 th, B B :71,5 Kg, TB: 170 Cm
Jarak tempuh selama 6 menit= 523 m
Jarak tempuh selama 6 menit= 523 m
(0,06x523)-(0,104x61)+(0,052X71,5)+2,9
(0,06x523)-(0,104x61)+(0,052X71,5)+2,9 = = 9,04 Mets.9,04 Mets.
Test 12 menit jalan.
Jarak tempuh selama 12 menit dlm
Jarak tempuh selama 12 menit dlm
meter : 12
meter : 12
X= jarak tempuh 1 menit dalam meter.
X= jarak tempuh 1 menit dalam meter.
Y=X-133
Y=X-133
Z=Y x 0,172
Z=Y x 0,172
VO2 maks= Z + 33,3 = ml/Kg/Min
Kelompok nilai kemampuan.
Baik sekali > 52,1 ml/Kg/Min.Baik sekali > 52,1 ml/Kg/Min.
Baik = 42,1 ml/Kg/Min
Baik = 42,1 ml/Kg/Min
Cukup = 34,1 ml/Kg/Min
Cukup = 34,1 ml/Kg/Min
Kurang = 28,1 Ml/Kg/Min
Kurang = 28,1 Ml/Kg/Min
Kurang sekali = 14 Ml/Kg/Min (Kalsifikasi Patologis).
Kurang sekali = 14 Ml/Kg/Min (Kalsifikasi Patologis).
Mets. Vo2 maks.Mets. Vo2 maks.
10 --Sehat kurang-=---| 35 ml/kg/min10 --Sehat kurang-=---| 35 ml/kg/min
8---Recavery-=---| 28 ml/kg/min8---Recavery-=---| 28 ml/kg/min
6---Sakit ringan-| 21 ml/kg/min6---Sakit ringan-| 21 ml/kg/min
4----xx---|14 4----xx---|14 ml/kg/min Indikasi rawat.ml/kg/min Indikasi rawat.
2---x---|7 ml/kg/min2---x---|7 ml/kg/min
13.Pengetahuan tentang kesehatan.
Apakah pasien tahu pencetus penyakitnya ?
Apakah pasien tahu pencetus penyakitnya ?
Apakah tahu Penyakitnya dan pengaruhnya?
Apakah tahu Penyakitnya dan pengaruhnya?
Apakah tahu Cara menjegahnya ?
Apakah tahu Cara menjegahnya ?
Cara meningkatkan kemampuan kerja fisik. ?
Cara meningkatkan kemampuan kerja fisik. ?
Cara memelihara kesehatannya. Dll ?
II. ANALISA MASALAH.
Bandingkan hasil pemeriksaan tiap-tiap point Bandingkan hasil pemeriksaan tiap-tiap point
dengan nilai standart normal.
dengan nilai standart normal.
Pilih masalah yang penyebabnya anda ketahui dan Pilih masalah yang penyebabnya anda ketahui dan
meyangkut hidup dan mati yang dapat di
meyangkut hidup dan mati yang dapat di
intervensi fisioterapi.
intervensi fisioterapi.
Problem penyerta yang meyangkut kemampuan Problem penyerta yang meyangkut kemampuan
kerja fisik.
kerja fisik.
III DIAGNOSA FISIOTERAPI.
1.
1. Problem dan penyebab.Problem dan penyebab. 2.
2. Aktual , potensial.Aktual , potensial. 3.
3. Dapat diukur dengan standart ukur baku. Dapat diukur dengan standart ukur baku. 4.
4. Dapat di intervensi fisioterapi.Dapat di intervensi fisioterapi.
Contoh:
Contoh:
1. Sesak nafas karena jalan nafas banyak dahak.
1. Sesak nafas karena jalan nafas banyak dahak.
2. Sesak nafas karena ventilasi rendah.
2. Sesak nafas karena ventilasi rendah.
3. Ventilasi rendah karena otot-otot inspirator spasme.
IV. Rencana fisioterapi.
1.
1. Bila pasien gelisah atasi penyebabnya: Bila pasien gelisah atasi penyebabnya:
Oksigenasi kurang berikan oksigen 2-6l/min.
Oksigenasi kurang berikan oksigen 2-6l/min.
2.
2. Dapat dilakukan bantuan pernafasan ekspirasi Dapat dilakukan bantuan pernafasan ekspirasi
(pasif breathing).
(pasif breathing).
3.
3. Atur posisi agar mudah bernafas dan sirkulasi Atur posisi agar mudah bernafas dan sirkulasi
lebih baik.
lebih baik.
4.
4. Paru-paru aktif bebaskan dari hambatan.Paru-paru aktif bebaskan dari hambatan.
5.
5. Rileksasikan otot-otot yang tegang (spasme) Rileksasikan otot-otot yang tegang (spasme)
yang menghambat fungsi pernafasan.
yang menghambat fungsi pernafasan.
6.
6. Bila sadar berikan apa yang harus dilakukan Bila sadar berikan apa yang harus dilakukan
dan mana yang tidak boleh dilakukan.
Bila sesak nafas.
1.
1.
Bebaskan jalan nafas: semi ekstensi
Bebaskan jalan nafas: semi ekstensi
kepala dan rotasi, berikan posisi half
kepala dan rotasi, berikan posisi half
lying bila mungkin.
lying bila mungkin.
2.
2.
Berikan oksigen
Berikan oksigen
3.
3.
Bantu respirasi: manual atau
Bantu respirasi: manual atau
respirator.
respirator.
4.
4.
Kurangi tahanan perifer (releksasi)
Kurangi tahanan perifer (releksasi)
mengatur posisi semi fleksi
mengatur posisi semi fleksi
(melancarkan sirkulasi).
Dahak/ sputum.
1.
1.
Encerkan : Anjurkan banyak minum,
Encerkan : Anjurkan banyak minum,
Inhalasi, Aerosal.
Inhalasi, Aerosal.
2.
2.
Alirkan ke mulut ( PD)
Alirkan ke mulut ( PD)
3.
3.
Suction bila mungkin.
Suction bila mungkin.
4.
4.
Batuk dan vibrasi (CHEST
Batuk dan vibrasi (CHEST
FISIOTERAPI).
FISIOTERAPI).
5.
5.
Hindarkan faktor pencetus.
Hindarkan faktor pencetus.
6.
Batuk.
1.
1. Hindarkan pencetus.Hindarkan pencetus.
2.
2. Kenalkan tehnik tehnik batuk efektif.Kenalkan tehnik tehnik batuk efektif.
Inspirasi maks. Tahan nafas. Inspirasi maks. Tahan nafas.
Kontraksikan otot ekspirator , batuk.
Kontraksikan otot ekspirator , batuk.
3. Bantu dengan memberikan kompresi saat
3. Bantu dengan memberikan kompresi saat
batuk ( Force pasive breathing).
batuk ( Force pasive breathing).
4. Kenalkan posisi menguntungkan batuk
Pola nafas tidak efektif.
Berikan pengertian bernafas yang benar.Berikan pengertian bernafas yang benar.
Ajarkan latihan nafas dalam (pursed lipe Ajarkan latihan nafas dalam (pursed lipe
deep breathing).
deep breathing).
Aktifkan diapraghmatik breathing.Aktifkan diapraghmatik breathing.
Releksasi otot- pernafasanReleksasi otot- pernafasan
Kuatkan otot-otot pernafasan.Kuatkan otot-otot pernafasan.
Fisioterapi bangsal dan rawat jalan.
1.
1. Lihat problem diatas dan cara Lihat problem diatas dan cara
mengatasinya.
mengatasinya.
2.
2. Rileksasi dapat digunakan alternatif lain:Rileksasi dapat digunakan alternatif lain:
kontrak rileks.kontrak rileks.
IRIR
MWD, SWD MWD, SWD
Dosis: F: 3 x/mg. I: mild heathing. T:
Dosis: F: 3 x/mg. I: mild heathing. T:
10-15menit, Type: IR, Monode, diplode dll
Batuk berdahak idem.
Ventilasi rendah.
1.
1. RileksasiRileksasi
2.
2. Force pasif breathing segmental (turunkan Force pasif breathing segmental (turunkan
RV)
RV)
3.
3. Mobilisasi thorakMobilisasi thorak
4.
4. Latihan asested, aktif maupun pasifLatihan asested, aktif maupun pasif
5.
Pola nafas tidak adekwat.
1.1. Bersihkan jalan nafas.Bersihkan jalan nafas. 2.
2. Tingkatkan ventilasiTingkatkan ventilasi 3.
3. Kontrol pola nafas (deep breathing).Kontrol pola nafas (deep breathing). 4.
4. Ajarkan segmental breathingAjarkan segmental breathing 5.
5. Tingkatkan ROM sangkar thorak dng mobilisasi thorak.Tingkatkan ROM sangkar thorak dng mobilisasi thorak. 6.
6. Rangsang batuk.Rangsang batuk. 7.
7. Kuatkan otot-otot pernafasan.Kuatkan otot-otot pernafasan. 8.
8. Didik mencegah kambuh, anfal.Didik mencegah kambuh, anfal. 9.
9. Ajarkan cara mengatasi amfal, kambuh mendadak.Ajarkan cara mengatasi amfal, kambuh mendadak. 10.
Dosis.
F I TT R.F I TT R.
F: Frekuensi = Berapa kali intervensi dilakukan per
F: Frekuensi = Berapa kali intervensi dilakukan per
minggu/ per hari.
minggu/ per hari.
I.
I. Intensitas = berapa berat beban yang diberikan Intensitas = berapa berat beban yang diberikan
kepada pasien/klien.
kepada pasien/klien.
T. Time = berapa lama waktu untuk pelaksanaan
T. Time = berapa lama waktu untuk pelaksanaan
modalitas.
modalitas.
T: Type : Jenis, methode, cara yang mana dilakukan.
T: Type : Jenis, methode, cara yang mana dilakukan.
R: Repetisi: berapa kali per menit dilakukan
R: Repetisi: berapa kali per menit dilakukan
( kontraksi).
( kontraksi).
Rencana evaluasi.
Tentukan apa yang mau
Tentukan apa yang mau
dievaluasi.
dievaluasi.
Tentukan standart ukurnya.
Tentukan standart ukurnya.
Bila tidak ada tentukan kriteria
Bila tidak ada tentukan kriteria
data subyektifnya.
data subyektifnya.
Tentukan kapan mau diukur
Tentukan kapan mau diukur
ulang dan dievaluasi.
Pelaksanaan fisioterapi.
1.
1. Persiapan pelaksanaan program dengan Persiapan pelaksanaan program dengan
menyiapkan : sarana dan prasarana.
menyiapkan : sarana dan prasarana.
2.
2. Pelaksanaan program.Pelaksanaan program.
3.
3. Monitoring pasien.Monitoring pasien.
4.
4. Edukasi dan evaluasi rutin.Edukasi dan evaluasi rutin.
5.
5. Pengembalian srana dan prasarana.Pengembalian srana dan prasarana.
6.
6. Penyelesaian dukumentasi dan Penyelesaian dukumentasi dan
administrasi.