• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPOM penyakit paru obstruksi menahun

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PPOM penyakit paru obstruksi menahun"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

PPOM

penyakit paru

obstruksi menahun

Oleh:

Oleh:

Slamet Sumarno

Slamet Sumarno

Rumkit polpus rs Sukanto

Rumkit polpus rs Sukanto

Jakarta timur

Jakarta timur

0813 8213 9050

▸ Baca selengkapnya: implementasi pola nafas tidak efektif sdki

(2)

Pengertian.

 Penyakit paru yg mengenahi jalan nafas dan Penyakit paru yg mengenahi jalan nafas dan

beralan lebih dari 3 bulan berturut-turut.

beralan lebih dari 3 bulan berturut-turut.  Asma ppom yang disebabkan oleh faktor Asma ppom yang disebabkan oleh faktor

elergi dan serangan hilang timbul.

elergi dan serangan hilang timbul.

 Bronchitis chronik ppom karena infeksi Bronchitis chronik ppom karena infeksi

jalan nafas.

jalan nafas.

 Empizema ppom karena kerusakan Empizema ppom karena kerusakan

penyangga jalan nafas.

(3)

TANDA-TANDA PPOM

 BATUK (SPUTUM YG KENTAL+ SILIA BATUK (SPUTUM YG KENTAL+ SILIA

LEMAH)

LEMAH)

 RETENSI SPUTUMRETENSI SPUTUM

 SESAK NAFAS (RR CEPAT) KARENASESAK NAFAS (RR CEPAT) KARENA

SPASME OTOT-OTOT INSPIRATORSPASME OTOT-OTOT INSPIRATOR

RESIDUAL VOLUME YG TINGGIRESIDUAL VOLUME YG TINGGI

JLN NAFAS SEMPIT (SPAME+SPUTUM)JLN NAFAS SEMPIT (SPAME+SPUTUM)

TIDAK KECUKUPUN KEBUTUHAN O2TIDAK KECUKUPUN KEBUTUHAN O2

(4)

NAMA LAIN PPOM

 EMPHY AND CHRONIC EMPHY AND CHRONIC

BRHONCHITIS SYNDROM 1958.

BRHONCHITIS SYNDROM 1958.  CRONIC PULMONARY CRONIC PULMONARY

INSULFISIENSI 1960

INSULFISIENSI 1960

 CRONIC AIR WAY OBSTRUCTIE CRONIC AIR WAY OBSTRUCTIE

1966

1966

 CRONIC OBSTRUCTI PULMONARY CRONIC OBSTRUCTI PULMONARY

DESEASE ( COPD) ATAU

DESEASE ( COPD) ATAU

PENYAKIT PARU OBSTRUKSI

PENYAKIT PARU OBSTRUKSI

MENAHUN (PPOM) 1979.

(5)

PENCETUS.

1.

1. POLUSIPOLUSI 2.

2. ELERGIELERGI 3.

3. INFEKSI JALAN NAFASINFEKSI JALAN NAFAS

MANIFESTASI

MANIFESTASI

 ANAK DAN LANSIAANAK DAN LANSIA  SOSIAL EKONOMISOSIAL EKONOMI

 PENGETAHUAN TTG KESEHATAN.PENGETAHUAN TTG KESEHATAN.  JENIS KEMALIN. JENIS KEMALIN.

(6)

ETIOLOGI.

 SISA INFEKSI JALAN NAFAS ATAS SISA INFEKSI JALAN NAFAS ATAS

/BAWAH

/BAWAH

(PERTUSIS, PNEUMONIA, TBC.(PERTUSIS, PNEUMONIA, TBC.

 OBSTRUKSI BRONKUS OBSTRUKSI BRONKUS

(ATELEKTASIS).

(ATELEKTASIS).  KONGINETAL KONGINETAL

(7)

PATOLOGI ASMA

 IRITASI JALAN NAFAS (POLUSI)IRITASI JALAN NAFAS (POLUSI)

SPASME BRONKUS (RETENSI MUKUS)SPASME BRONKUS (RETENSI MUKUS)  OBSTRUKSI MUKUS.OBSTRUKSI MUKUS.

 HYPER AKTIF - EDEMA KELENJAR MUKUS.HYPER AKTIF - EDEMA KELENJAR MUKUS.SESAK NAFAS ( O2 TDK MENCUKUPI ).SESAK NAFAS ( O2 TDK MENCUKUPI ).

1. RR CEPAT UTK MENAIKAN CAPASITAS .P.

1. RR CEPAT UTK MENAIKAN CAPASITAS .P.

2. SPASME OTOT INSPIRATOR (USAHA ME

2. SPASME OTOT INSPIRATOR (USAHA ME

NINGKATKAN JUMLAH UDARA INSPIRASI.NINGKATKAN JUMLAH UDARA INSPIRASI.

3. RESIDU UDARA PARU TINGGI.(AKIBAT SPASME OTOT

3. RESIDU UDARA PARU TINGGI.(AKIBAT SPASME OTOT

INSPIRATOR).

INSPIRATOR).

(8)

PATOLOGI BRONKITIS

KRONIK

 POLUSI IRIATOR BRONKUSPOLUSI IRIATOR BRONKUS

 SPASME BRONKUS ADA/TIDAK ADASPASME BRONKUS ADA/TIDAK ADA

 RETENSI SPUTUM (OBSTRUKSI JALAN NAFAS RETENSI SPUTUM (OBSTRUKSI JALAN NAFAS

AKIBAT SPUTUM) AKIBAT SPUTUM)

 EDEMA KELENJAR MUKUS SUDAH TAK ADA.EDEMA KELENJAR MUKUS SUDAH TAK ADA.  ATROPI BRONKUSATROPI BRONKUS

 SESAK NAFAS KARENA .SESAK NAFAS KARENA .

RR CEPAT , RETENSI MUKUS – UDARA RR CEPAT , RETENSI MUKUS – UDARA

INSPIRASI MENURUN KEBUTUHAN O2 TAK INSPIRASI MENURUN KEBUTUHAN O2 TAK

(9)

PATOLOGI EMPISEMA

 IRITASI INFEKSI MENEBABKAN:IRITASI INFEKSI MENEBABKAN:

1.

1. ATROPI BRONKUS.ATROPI BRONKUS. 2.

2. KERUSANGAN JARINGAN EPITIL DAN KERUSANGAN JARINGAN EPITIL DAN

CILIA.

CILIA.

3.

3. SESAK NAFAS. SESAK NAFAS. 4.

4. RR MENINKAT KARENA CAPASITAS RR MENINKAT KARENA CAPASITAS

PARU MENURUN AKIBAT JALAN NAFAS

PARU MENURUN AKIBAT JALAN NAFAS

YG SEMPIT AKIBAT ATROPI BRONKUS.

(10)

SKEMA VENTILASI PPOM

RV

I RV

TV

ERV

RV

ERV

TV

I RV

V C

I C

TLC NORMAL

(11)

PENCETUS 1.

 POLUSI.POLUSI.

 SEL MAS SEL MAS

HYPERAKTIF HYPERAKTIF  DEGENERASI DEGENERASI

(12)

PENCETUS 2.

1.     1.     Anak dan lansia lebih rentan.Anak dan lansia lebih rentan.2.     2.     Sosial ekonomi yang rendah.Sosial ekonomi yang rendah.

3.     3.     Pengetahuuan kesehatan kurang.Pengetahuuan kesehatan kurang.

 1. Manifestasi alergi atau hyperreaktif:1. Manifestasi alergi atau hyperreaktif:  a. Umur dan jenis kelamin.a. Umur dan jenis kelamin.

 b. Mentruasi, kehamilan, lelah b. Mentruasi, kehamilan, lelah

 c. Tengah malam, menjelang fajar c. Tengah malam, menjelang fajar  d. Infeksi jalan nafasd. Infeksi jalan nafas

(13)

.

Etiologi.

1. Sisa :Infeksi , pertusis, pnemunia,tbc 1. Sisa :Infeksi , pertusis, pnemunia,tbc

2. Obstruksi bronkus .Atelektasis. 2. Obstruksi bronkus .Atelektasis.

(14)

Skema penybab problem.

Penyebab

Penyebab AsmaAsma Bronkitis Bronkitis kronik

kronik EmpisemaEmpisema

1. Spame otot bronkus

1. Spame otot bronkus

2. Obstruksi mukus

2. Obstruksi mukus

3. Edema mukosa

3. Edema mukosa

4. Atropi bronkus

4. Atropi bronkus

5. Kerusakan alveoli

5. Kerusakan alveoli

6. Kerusakan struktur

6. Kerusakan struktur

(15)

Tanda-tanda dan gejala gagal nafas.

1. Vital Sign : HR, RR, BOOD PRESURE.

1. Vital Sign : HR, RR, BOOD PRESURE.

2. Gelisah/ tidak sadar.

2. Gelisah/ tidak sadar.

3. Sasak nafas atau gagal nafas.

3. Sasak nafas atau gagal nafas.

4. Gas darah arteria.

4. Gas darah arteria.

5. Batuk / berdahak.

5. Batuk / berdahak.

6. Polanafas tidak efektif.

6. Polanafas tidak efektif.

7. Sikap spesifik, ROM.

7. Sikap spesifik, ROM.

8. Sensorik.

8. Sensorik.

9. Kekuatan otot pernafasan.

9. Kekuatan otot pernafasan.

10. Pengetahuan kesehatan

10. Pengetahuan kesehatan

11. ADL.

11. ADL.

(16)

I. PENGKAJIAN.

1. Vital Sign: 1. Vital Sign:

a. HR. normal 60-80 /min Rest.a. HR. normal 60-80 /min Rest.

b. RR. Normal: 16-20/min. b. RR. Normal: 16-20/min.

c. BPc. BP

(17)

Sesak nafas:

 a. RR > 32 ,dangkal < 12 dalam.a. RR > 32 ,dangkal < 12 dalam.

 b. HR (bradicardi/tachycardi, fibrilasi.b. HR (bradicardi/tachycardi, fibrilasi.  c. BP Sistole kurang dari 80 mmHgc. BP Sistole kurang dari 80 mmHg

 d. PH, PaO2 dan PaCO2 lihat analisa gas d. PH, PaO2 dan PaCO2 lihat analisa gas  e. berat / ringan sesak nafas.e. berat / ringan sesak nafas.

 f. Pola terjadinya sesak nafas:f. Pola terjadinya sesak nafas:

 g. Kecepatan perkembangan sesak nafas:g. Kecepatan perkembangan sesak nafas:  h. Penyerta sesak nafas:h. Penyerta sesak nafas:

(18)

1). Problem dahak :

pekat purulen

DAHAK :

DAHAK : a. BUIH a. BUIH

b. SALIVA b. SALIVA

c. ENDAPAN SPUTUM,.c. ENDAPAN SPUTUM,.

2). Edema

2). Edema

3). Mengi, wheezing.

3). Mengi, wheezing.

4). Demam .

4). Demam .

PEFR.(peack Expirator flow rate), FEV1.

PEFR.(peack Expirator flow rate), FEV1.

BUIH BUIH SALIVA SALIVA

(19)

A alisa gas darah :

a). PH 7.35-7.4

a). PH 7.35-7.4

b). PaO2 80-100mmHg.

b). PaO2 80-100mmHg.

Hipoksemia kurang dari 53 mmHg.Hipoksemia kurang dari 53 mmHg. c). PaCO2 35-45 mmHg Kurang

c). PaCO2 35-45 mmHg Kurang

Hipokarbia kurang 35mmHg Hipokarbia kurang 35mmHg

(20)

Batuk:

a. Macam batuk.

a. Macam batuk.

1). Batuk disadari

1). Batuk disadari

2). Batuk tidak disadar

2). Batuk tidak disadar

3). Kuatnya / lemahnya batuk diukur

3). Kuatnya / lemahnya batuk diukur

dengan spirometri (FEV1).dengan spirometri (FEV1).

4). Secara subyektif dibuat kriteria batuk yang

4). Secara subyektif dibuat kriteria batuk yang

menggambarkan frekuensi batuk , kuatnya

menggambarkan frekuensi batuk , kuatnya

batuk dan sbg.

(21)

Mendengarkan suara nafas dan batuk

1.  

1.  Pola nafas tidak efektif:Pola nafas tidak efektif: a. Lihat gerakan

a. Lihat gerakan

b. aktivitas otot pernafasan. b. aktivitas otot pernafasan. c. Lihat pola nafas:

c. Lihat pola nafas:

1). Dispnue: cepat teratur. 1). Dispnue: cepat teratur.

2). Orthopnue : sulit nafas posisi lain 2). Orthopnue : sulit nafas posisi lain 3). Kusmul : nafas cepat dalam.

3). Kusmul : nafas cepat dalam.

4). Biot : frekuensi menurun, apnue periodik irama tidak teratur. 4). Biot : frekuensi menurun, apnue periodik irama tidak teratur. 5). Cheyene stoke: Cepat, naik turun kadang-kadang apnue irama 5). Cheyene stoke: Cepat, naik turun kadang-kadang apnue irama

(22)

8. Pemeriksaan ROM.

ROM yang perlu dilakukan pengukuran

ROM yang perlu dilakukan pengukuran

minimal

minimal

1.

1. Fleksibilitas sangkar thorak saat inspirasi Fleksibilitas sangkar thorak saat inspirasi

dan ekspirasi maksimal.

dan ekspirasi maksimal.

2.

2. Sendi bahu.Sendi bahu.

3.

3. Sendi intercostal.Sendi intercostal.

4.

(23)

9. Sensorik jalan nafas.

a. Dilakukan dengan memberikan

a. Dilakukan dengan memberikan

aroma yang menyebabkan

aroma yang menyebabkan

gangguan nafas.

gangguan nafas.

b. Reflek menelan.

b. Reflek menelan.

c. Reflek menghisap.

(24)

10. Kekuatan otot pernafasan.

1.

1. Pengerak sendi bahu ( Fleksi, ekstensi, Pengerak sendi bahu ( Fleksi, ekstensi,

abd,add, indo rotasi, eksorotasi.

abd,add, indo rotasi, eksorotasi.

2.

2. Pectoralis, trapesius, sternocledomastoideus.Pectoralis, trapesius, sternocledomastoideus.

3.

3. Abdominalis (fleksor trunk) & extensor trunk).Abdominalis (fleksor trunk) & extensor trunk).

4.

4. Diapraghma. Diapraghma.

5.

(25)

11. Sikap.

1.

1.

Barel chest.

Barel chest.

2.

2.

Skoliosis.

Skoliosis.

3.

3.

Kiposis.

Kiposis.

4.

4.

Asimetriskel shoulder, dada

Asimetriskel shoulder, dada

dll

(26)

12. Test kemampuan kerja fisik

a.

a. Endurance dynamik test.Endurance dynamik test.

b.

b. Test 6 menit jalan Six min wolk test (SWT).Test 6 menit jalan Six min wolk test (SWT).

(0,06Xjarak tempuh(meter)-(0,104 X Usia(th)

(0,06Xjarak tempuh(meter)-(0,104 X Usia(th)

+(0,052X Berat Badan(kg) + 2,9 : 3,5 =METS

+(0,052X Berat Badan(kg) + 2,9 : 3,5 =METS

0,06 jarak tempuh – 0,104 usia +0,052 BB +2,9 : 3,5 = mets.

0,06 jarak tempuh – 0,104 usia +0,052 BB +2,9 : 3,5 = mets.

Contoh: Tuan A.

Contoh: Tuan A.

Umur :61 th, B B :71,5 Kg, TB: 170 Cm

Umur :61 th, B B :71,5 Kg, TB: 170 Cm

Jarak tempuh selama 6 menit= 523 m

Jarak tempuh selama 6 menit= 523 m

(0,06x523)-(0,104x61)+(0,052X71,5)+2,9

(0,06x523)-(0,104x61)+(0,052X71,5)+2,9 = = 9,04 Mets.9,04 Mets.

(27)

Test 12 menit jalan.

Jarak tempuh selama 12 menit dlm

Jarak tempuh selama 12 menit dlm

meter : 12

meter : 12

X= jarak tempuh 1 menit dalam meter.

X= jarak tempuh 1 menit dalam meter.

Y=X-133

Y=X-133

Z=Y x 0,172

Z=Y x 0,172

VO2 maks= Z + 33,3 = ml/Kg/Min

(28)

Kelompok nilai kemampuan.

Baik sekali > 52,1 ml/Kg/Min.

Baik sekali > 52,1 ml/Kg/Min.

Baik = 42,1 ml/Kg/Min

Baik = 42,1 ml/Kg/Min

Cukup = 34,1 ml/Kg/Min

Cukup = 34,1 ml/Kg/Min

Kurang = 28,1 Ml/Kg/Min

Kurang = 28,1 Ml/Kg/Min

Kurang sekali = 14 Ml/Kg/Min (Kalsifikasi Patologis).

Kurang sekali = 14 Ml/Kg/Min (Kalsifikasi Patologis).

Mets. Vo2 maks.Mets. Vo2 maks.

10 --Sehat kurang-=---| 35 ml/kg/min10 --Sehat kurang-=---| 35 ml/kg/min

8---Recavery-=---| 28 ml/kg/min8---Recavery-=---| 28 ml/kg/min

6---Sakit ringan-| 21 ml/kg/min6---Sakit ringan-| 21 ml/kg/min

4----xx---|14 4----xx---|14 ml/kg/min Indikasi rawat.ml/kg/min Indikasi rawat.

2---x---|7 ml/kg/min2---x---|7 ml/kg/min

(29)

13.Pengetahuan tentang kesehatan.

Apakah pasien tahu pencetus penyakitnya ?

Apakah pasien tahu pencetus penyakitnya ?

Apakah tahu Penyakitnya dan pengaruhnya?

Apakah tahu Penyakitnya dan pengaruhnya?

Apakah tahu Cara menjegahnya ?

Apakah tahu Cara menjegahnya ?

Cara meningkatkan kemampuan kerja fisik. ?

Cara meningkatkan kemampuan kerja fisik. ?

Cara memelihara kesehatannya. Dll ?

(30)

II. ANALISA MASALAH.

 Bandingkan hasil pemeriksaan tiap-tiap point Bandingkan hasil pemeriksaan tiap-tiap point

dengan nilai standart normal.

dengan nilai standart normal.

 Pilih masalah yang penyebabnya anda ketahui dan Pilih masalah yang penyebabnya anda ketahui dan

meyangkut hidup dan mati yang dapat di

meyangkut hidup dan mati yang dapat di

intervensi fisioterapi.

intervensi fisioterapi.

 Problem penyerta yang meyangkut kemampuan Problem penyerta yang meyangkut kemampuan

kerja fisik.

kerja fisik.

(31)

III DIAGNOSA FISIOTERAPI.

1.

1. Problem dan penyebab.Problem dan penyebab. 2.

2. Aktual , potensial.Aktual , potensial. 3.

3. Dapat diukur dengan standart ukur baku. Dapat diukur dengan standart ukur baku. 4.

4. Dapat di intervensi fisioterapi.Dapat di intervensi fisioterapi.

Contoh:

Contoh:

1. Sesak nafas karena jalan nafas banyak dahak.

1. Sesak nafas karena jalan nafas banyak dahak.

2. Sesak nafas karena ventilasi rendah.

2. Sesak nafas karena ventilasi rendah.

3. Ventilasi rendah karena otot-otot inspirator spasme.

(32)

IV. Rencana fisioterapi.

1.

1. Bila pasien gelisah atasi penyebabnya: Bila pasien gelisah atasi penyebabnya:

Oksigenasi kurang berikan oksigen 2-6l/min.

Oksigenasi kurang berikan oksigen 2-6l/min.

2.

2. Dapat dilakukan bantuan pernafasan ekspirasi Dapat dilakukan bantuan pernafasan ekspirasi

(pasif breathing).

(pasif breathing).

3.

3. Atur posisi agar mudah bernafas dan sirkulasi Atur posisi agar mudah bernafas dan sirkulasi

lebih baik.

lebih baik.

4.

4. Paru-paru aktif bebaskan dari hambatan.Paru-paru aktif bebaskan dari hambatan.

5.

5. Rileksasikan otot-otot yang tegang (spasme) Rileksasikan otot-otot yang tegang (spasme)

yang menghambat fungsi pernafasan.

yang menghambat fungsi pernafasan.

6.

6. Bila sadar berikan apa yang harus dilakukan Bila sadar berikan apa yang harus dilakukan

dan mana yang tidak boleh dilakukan.

(33)

Bila sesak nafas.

1.

1.

Bebaskan jalan nafas: semi ekstensi

Bebaskan jalan nafas: semi ekstensi

kepala dan rotasi, berikan posisi half

kepala dan rotasi, berikan posisi half

lying bila mungkin.

lying bila mungkin.

2.

2.

Berikan oksigen

Berikan oksigen

3.

3.

Bantu respirasi: manual atau

Bantu respirasi: manual atau

respirator.

respirator.

4.

4.

Kurangi tahanan perifer (releksasi)

Kurangi tahanan perifer (releksasi)

mengatur posisi semi fleksi

mengatur posisi semi fleksi

(melancarkan sirkulasi).

(34)

Dahak/ sputum.

1.

1.

Encerkan : Anjurkan banyak minum,

Encerkan : Anjurkan banyak minum,

Inhalasi, Aerosal.

Inhalasi, Aerosal.

2.

2.

Alirkan ke mulut ( PD)

Alirkan ke mulut ( PD)

3.

3.

Suction bila mungkin.

Suction bila mungkin.

4.

4.

Batuk dan vibrasi (CHEST

Batuk dan vibrasi (CHEST

FISIOTERAPI).

FISIOTERAPI).

5.

5.

Hindarkan faktor pencetus.

Hindarkan faktor pencetus.

6.

(35)

Batuk.

1.

1. Hindarkan pencetus.Hindarkan pencetus.

2.

2. Kenalkan tehnik tehnik batuk efektif.Kenalkan tehnik tehnik batuk efektif.

Inspirasi maks. Tahan nafas. Inspirasi maks. Tahan nafas.

Kontraksikan otot ekspirator , batuk.

Kontraksikan otot ekspirator , batuk.

3. Bantu dengan memberikan kompresi saat

3. Bantu dengan memberikan kompresi saat

batuk ( Force pasive breathing).

batuk ( Force pasive breathing).

4. Kenalkan posisi menguntungkan batuk

(36)

Pola nafas tidak efektif.

 Berikan pengertian bernafas yang benar.Berikan pengertian bernafas yang benar.

 Ajarkan latihan nafas dalam (pursed lipe Ajarkan latihan nafas dalam (pursed lipe

deep breathing).

deep breathing).

 Aktifkan diapraghmatik breathing.Aktifkan diapraghmatik breathing.

 Releksasi otot- pernafasanReleksasi otot- pernafasan

 Kuatkan otot-otot pernafasan.Kuatkan otot-otot pernafasan.

(37)

Fisioterapi bangsal dan rawat jalan.

1.

1. Lihat problem diatas dan cara Lihat problem diatas dan cara

mengatasinya.

mengatasinya.

2.

2. Rileksasi dapat digunakan alternatif lain:Rileksasi dapat digunakan alternatif lain:

kontrak rileks.kontrak rileks.

IRIR

MWD, SWD MWD, SWD

Dosis: F: 3 x/mg. I: mild heathing. T:

Dosis: F: 3 x/mg. I: mild heathing. T:

10-15menit, Type: IR, Monode, diplode dll

(38)

Batuk berdahak idem.

Ventilasi rendah.

1.

1. RileksasiRileksasi

2.

2. Force pasif breathing segmental (turunkan Force pasif breathing segmental (turunkan

RV)

RV)

3.

3. Mobilisasi thorakMobilisasi thorak

4.

4. Latihan asested, aktif maupun pasifLatihan asested, aktif maupun pasif

5.

(39)

Pola nafas tidak adekwat.

1.

1. Bersihkan jalan nafas.Bersihkan jalan nafas. 2.

2. Tingkatkan ventilasiTingkatkan ventilasi 3.

3. Kontrol pola nafas (deep breathing).Kontrol pola nafas (deep breathing). 4.

4. Ajarkan segmental breathingAjarkan segmental breathing 5.

5. Tingkatkan ROM sangkar thorak dng mobilisasi thorak.Tingkatkan ROM sangkar thorak dng mobilisasi thorak. 6.

6. Rangsang batuk.Rangsang batuk. 7.

7. Kuatkan otot-otot pernafasan.Kuatkan otot-otot pernafasan. 8.

8. Didik mencegah kambuh, anfal.Didik mencegah kambuh, anfal. 9.

9. Ajarkan cara mengatasi amfal, kambuh mendadak.Ajarkan cara mengatasi amfal, kambuh mendadak. 10.

(40)

Dosis.

F I TT R.

F I TT R.

F: Frekuensi = Berapa kali intervensi dilakukan per

F: Frekuensi = Berapa kali intervensi dilakukan per

minggu/ per hari.

minggu/ per hari.

I.

I. Intensitas = berapa berat beban yang diberikan Intensitas = berapa berat beban yang diberikan

kepada pasien/klien.

kepada pasien/klien.

T. Time = berapa lama waktu untuk pelaksanaan

T. Time = berapa lama waktu untuk pelaksanaan

modalitas.

modalitas.

T: Type : Jenis, methode, cara yang mana dilakukan.

T: Type : Jenis, methode, cara yang mana dilakukan.

R: Repetisi: berapa kali per menit dilakukan

R: Repetisi: berapa kali per menit dilakukan

( kontraksi).

( kontraksi).

(41)

Rencana evaluasi.

Tentukan apa yang mau

Tentukan apa yang mau

dievaluasi.

dievaluasi.

Tentukan standart ukurnya.

Tentukan standart ukurnya.

Bila tidak ada tentukan kriteria

Bila tidak ada tentukan kriteria

data subyektifnya.

data subyektifnya.

Tentukan kapan mau diukur

Tentukan kapan mau diukur

ulang dan dievaluasi.

(42)

Pelaksanaan fisioterapi.

1.

1. Persiapan pelaksanaan program dengan Persiapan pelaksanaan program dengan

menyiapkan : sarana dan prasarana.

menyiapkan : sarana dan prasarana.

2.

2. Pelaksanaan program.Pelaksanaan program.

3.

3. Monitoring pasien.Monitoring pasien.

4.

4. Edukasi dan evaluasi rutin.Edukasi dan evaluasi rutin.

5.

5. Pengembalian srana dan prasarana.Pengembalian srana dan prasarana.

6.

6. Penyelesaian dukumentasi dan Penyelesaian dukumentasi dan

administrasi.

Referensi

Dokumen terkait

4.3.2 Kompetensi Komunikasi Lintas Budaya dalam Adaptasi

Thu, perempuan, yang muncul dalam cerpen Happy Salma adalah sosok perempuan yang nelangsa.. Perempuan

Sebelum mengulas sedikit banyak tentang Proyek Akhir yang penulis angkat, penulis secara pribadi ingin berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu

Dapatan kajian menunjukkan tahap kesediaan pelatih ILP dengan teori dan kemahiran sebelum menjalani latihan sambil kerja (OJT) selama 6 bulan di sesebuah organisasi

MEDIA SOSIAL LINE@ MUSIK INDIE BANDUNG SEBAGAI SARANA PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI.. Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Berdasarkan hasil dari simulasi pada plant TWPT, kontroler hasil desain mampu menjaga kestabilan pada sudut 0 radian dan dapat melakukan pergerakan ( steering

Demikian surat kewenangan ini agar dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.. Yang Diberikan Kewenangan Dian Nurjanah NIP

1. Menyediakan fasilitas untuk melihat siswa dan guru yang sedang terhubung pada website ini. Menyediakan fasilitas untuk menambah, mengedit, dan menghapus informasi