i DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
PEPERNYATAAN ORISINILITAS ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
ABSTRAK ... vi
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ... ix
DAFTAR GAMBAR ... x
DAFTAR LAMPIRAN ... xi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Rumusan Masalah Penelitian ... 10
1.3 Tujuan Penelitian ... 10
1.4 Kegunaan Penelitian ... 11
1.5 Sistematika Penulisan ... 11
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Kajian Pustaka ... 14
2.1.1 Konsep Perdagangan Internasional ... 14
2.1.2 Devisa ... 16
2.1.3 Teori Devisa ... 20
2.1.4 Utang Luar Negeri... 21
2.1.5 Teori Utang Luar Negeri ... 22
2.1.6 Ekspor ... 23
2.1.7 Teori Net Ekspor ... 24
2.1.8 Teori Basis Ekspor ... 26
2.1.9 Defenisi Pariwisata... 28
2.1.10 Faktor-Faktor Penarik Wisatawan... 29
2.1.11 Dampak Positif Pariwisata Bagi Ekonomi ... 32
2.1.12 Dampak Negatif Pariwisata Bagi Ekonomi ... 34
2.1.13 Kunjungan Wisatawan Mancanegara ... 35
2.1.14 Teori Kunjungan Wisatawan Mancanegara ... 36
2.1.15 Hubungan Utang Luar Negeri Terhadap Cadangan Devisa ... 40
2.1.16 Hubungan Net Ekspor Terhadap Cadangan Devisa ... 40
2.1.17 Hubungan Belanja Wisatawan Mancanegara Terhadap Cadangan Devisa ... 41
2.2 Hipotesis Penelitian ... 42
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian ... 43
3.2 Lokasi atau Ruang Lingkup Penelitian ... 43
3.3 Objek Penelitian ... 43
3.4 Identifikasi Variabel... 44
ii
3.6 Jenis Data dan Sumber Data ... 45
3.6.1 Jenis Data Menurut Sifatnya ... 45
3.6.2 Jenis Data Menurut Sumbernya ... 46
3.7 Teknik Analisi Data ... 46
3.8 Pengujian Hipotesis Antar Variabel Penelitian... 48
3.8.1 Uji Asumsi Klasik ... 48
3.8.2.1 Uji Normalitas ... 48
3.8.2.2 Uji Autokorelasi ... 48
3.8.2.3 Uji Multikolinieritas ... 49
3.8.2.4 Uji Heteroskedastisitas... 49
3.8.2 Uji Signifikansi ... 50
3.8.2.1 Uji similtan/Secara serempak (Uji F) ... 50
3.8.2.1.Uji Parsial (Uji t) ... 52
3.8.3 Standardized Coefficients Beta ... 55
BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum ... 56
4.1.1 Gambaran Umum Daerah Penelitian ... 56
4.1.2 Perkembangan Cadangan Devisa Indonesia ... 57
4.1.3 Perkembangan Utang Luar Negeri Indonesia ... 58
4.1.4 Perkembangan Net Ekspor Indonesia ... 59
4.1.5 Perkembangan Belanja Wisatawan Mancanegara Indonesia ... 61
4.2 Pembahasan Hasil Penelitian ... 62
4.2.1 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda ... 63
4.2.2 Uji Asumsi Klasik ... 63
4.3.2.1 Uji Normalitas ... 63
4.3.2.2 Uji Autokorelasi ... 64
4.3.2.3 Uji Multikolinieritas ... 65
4.3.2.4 Uji Heteroskedastisitas ... 66
4.2.3 Uji Signifikansi ... 67
4.2.3.1 Uji Simultan/Uji Serempak (Uji F) ... 67
4.2.3.2 Uji Secara Parsial (Uji t) ... 69
4.2.4 Standardized Coefficients Beta ... 73
4.3 Pembahasan Hasil Penelitian ... 73
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 76
5.2 Saran ... 77
DAFTAR RUJUKAN ... 78
LAMPIRAN-LAMPIRAN ... ... 82 DAFTAR TABEL
No. Tabel Halaman
1.1 Posisi Utang Luar Negeri Indonesia (juta US$) 1994-2013 5 1.2 Perkembangan Net Ekspor Indonesia (juta US$) 1994-2013 7
iii
1.3 Belanja Wisatawan Mancanegara 1994-2013 8
4.1 Hasil Uji Multikolinieritas ... 65 4.2 Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 65 4.3 Nilai Standardized Coefficients Beta... 73
iv
DAFTAR GAMBAR
No. Gambar Halaman
1.1 Trend Devisa Kurun Waktu 1994-2013 ... 3 1.2 Diagram analisis pengaruh utang luar negeri, net ekspor, dan belanja wisatwan
mancanegara terhadap cadangan devisa ... 47 3.1 Daerah Pengujian Penerimaan dan Penolakan H0 dengan Uji F ... 51
4.1 Perkembangan Cadangan Devisa di Indonesia Tahun 1994-2013 ... … 57 4.2 Perkembangan Utang Luar Negeri di Indonesia tahun 1994-2013 .... …. 59 4.3 Perkembangan Net Ekspor di Indonesia tahun 1994-2013 ... …. 60 4.4 Perkembangan Belanja Wisatawan Mancanegara di Indonesia
tahun 1994-2013 ... 61 4.5 Hasil Uji Normalitas ... 63 4.6 Hasil Uji Autokorelasi ... 64
v
DAFTAR LAMPIRAN
No. Lampiran Halaman
1 Jumlah Cadangan Devisa, Utang luar Negeri, Net Ekspor, dan Belanja Wisatawan
Manjanegara 1994-2013 dalam juta US$.... ... 82
2 Hasil Uji Regresi Linier Berganda ... 83
3 Uji Normalitas dan Uji Autokorelasi ... 84
4 Uji Multikolinearitas dan Uji Heteroskedastisitas ... 85
vi
Judul : Pengaruh Utang Luar Negeri, Net Ekspor, Dan Belanja Wisatawan Mancanegara Terhadap Cadangan Devisa Di Negara Indonesia Tahun 1994-2013
Nama : Sahat Marulitua Togatorop Nim : 1306105112
ABSTRAK
Perdagangan internasional dapat mempengaruhi pertumbuhan perekonomian suatau negara melalui peningkatan transaksi baik ke luar maupun ke dalam negeri. Salah satu hasil dari perdagangan internasional adalah adanya cadangan devisa. Perkembangan jumlah devisa di Indonesia tidak terlepas dari berbagai faktor-faktor yang mempengaruhi cadangan devisa itu sendiri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh ketiga variabel yang menjadi objek penelitian yakni utang luar negeri, net ekspor, dan belanja wisatawan mancanegara terhadap cadangan devisa di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan periode 1994-2013. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS 16.00 dilengkapi dengan uji asumsi klasik dan standardized coefficient beta.
Berdasarkan hasil analisis pengujian, secara simultan diketahui bahwa ketiga variabel bebas memiliki pengaruh signifikan terhadap cadangan devisa di negara Indonesia, sedangkan secara parsial utang luar negeri, net ekspor dan belanja wisatawan mancanegara berpengaruh positif signifikan terhadap cadangan devisa di negara Indonesia. Selain itu, utang luar negeri merupakan variabel bebas yang memiliki pengaruh dominan terhadap cadangan devisa di negara Indonesia dari hasil analisis standardized coefficient beta.
7 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Tata ekonomi Indonesia yang ada sampai akhir 1970an dapat dikatakan tata ekonomi peninggalan kolonial. Kehidupan ekonomi didominasi sektor pertanian, perkebunan dan industri. Sejak proklamasi kemerdekaan dikeluarkan UU NO. 1/67 dan UU NO. 6/68 tentang penanaman modal luar dan penanaman modal dalam negeri, atau tepatnya dimulainya repelita I. Indonesia belum berkesempatan untuk memperbaiki tata ekonomi negara secara baik dan terarah. Salah satu upaya untuk mengubah sektor ekonomi yang masih pincang, karena sektor pertanian dan perkebunan masih sangat dominan dalam perkembangan industrialisasi.
Dalam perkembangan perekonomian Indonesia, sistem devisa pernah dilakukan dengan sistem terkontrol, sesuai dengan UU NO. 32 tahun 1964. Dalam sistem ini sistem devisa dikelompokan dalam 2 kelompok yakni, Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan Devisa Umum (DU). Sesuai dengan undang–undang saat itu setiap DHE dan DU harus diserahkan ke negara melalui Bank Indonesia dan bank-bank lain sebagai pelaksana. Dengan demikian pergerakan lalu lintas devisa, penggunaan dan jumlah devisa diatur oleh Bank Indonesia sebagai bank yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan devisa saat itu.
Seiring berjalannya waktu lalu lintas DU mulai tidak terkendali dan tidak terpantau dengan baik. Salah satunya tidak adanya pengaturan yang tegas mengenai kewajiban pelaporan lalu lintas devisa telah menyebabkan monitoring devisa baik dalam bentuk hutang maupun lalulintas dana luar negeri jangka pendek tidak dapat secara efektif dilakukan (Bank Indonesia, 2004:114). Dengan tidak adanya sistem pelaporan ini maka negara tidak dapat mengetahui jumlah kewajiban luar negeri jangka pendek secara efektif dan berapa besar kewajiban luar negeri khususnya swasta, tidak dapatdiketahui penggunaanya secara rinci dan jelas. Akibat dari
8
permasalahan tersebut sejak 17 Mei 1999 maka diberlakukanya UU NO. 24 tahun 1999 tentang lalu lintas devisa dan sistem nilai tukar. Dalam sistem devisa undang–undang ini menegaskan kewajiban kepada setiap penduduk yang melakukan kegiatan transaksi devisa untuk memberikan keterangan dan data mengenai kegiatan lalu lintas yang dilakukan baik secara langsung atau melalui pihak yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
Dalam perkembangan industrialisasi di Indonesia maka dibutuhkan devisa untuk membiayai pembangunan industri di dalam negeri. Perkembangan pembangunan di Indonesia dapat dibiayai dengan menggunakan devisa yang dimiliki dan membiayai ketidak seimbangan neraca pembayaran dan menjaga kestabilan moneter. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Borrrivoje D. Kruskuvic dan Tina Maricicc (2015) dalam jurnalnya mengatakan bahwa estimated the relationship between economic growth and changes in foreign exchange reserves by applying the method includes the ONK with fixed individual effects. The empirical results in this paper suggest that the increase in foreign exchange reserves causes the growth of GDP. Dalam kaitannya devisa biasanya digunakan untuk membiayai impor dan membayar kewajiban luar negeri, sementara fungsinya untuk menjaga stabilitas moneter adalah untuk mempertahankan nilai tukar mata uang (Dyah Virgora Gandi, 2006).
Dalam peningkatan devisa suatu negara harus dilakukan pengelolaan yang baik untuk menigkatkan devisa tersebut. Aktifitas perdagangan menjadi salah satu faktor peningkatan devisa disuatu negara, namun kecukupan devisa terhadap kegiatan perdagangan ditentukan oleh besarnya kegiatan impor dan sitem nilai tukar yang diadopsi suatu negara. Emoera Chinweobo Emmanuel (2013) mengatakan dalam jurnalnya bahwa low income and developing countries are more assiduously involved in the accumulation. Some argue that the accumulations of External Reserves are to reduce exposition of the economy to external shocks associated with international payments. It is also argued that there is capital account vulnerability, the necessity to control the exchange rate and control inflation (Gupta &
9
Agarwal, 2004). Kegiatan aktifitas perekonomian untuk meningkatkan devisa suatu negara melalui peningkatan ekspor secara agregat dan kegiatan perdagangan baik segi sektor jasa dan barang. Sumbangsihpariwisata di bidang jasa juga menjadi salah satu sumber penerimaan devisa dalam hal sektor jasa. Dampak positif pariwisata terhadap pembangunan ekonomi antara lain dampak terhadap penciptaan lapangan kerja, sumber devisa negara dan distribusi pembangunan secara spiritual (Spillane, 1994).Dalam kurun waktu 1994-2013 terjadi fluktuasi pergerakan devisa yang signifikan. Ditahun 2013 pendapatan devisa yang menurun sebagai titik terendah dalam kurun waktu 1994-2013 sebagai penerimaan terendah. Hal ini dapat terlihat dari Gambar: 1.1
Gambar: 1.1 Trend Devisa Kurun Waktu 1994-2013
Sumber: Bank Indonesia (2016)
Data perkebangan devisa dari tahun 1994-2013 mengalami tren yang berfluktuasi dari tahun ke tahun ini dapat dibuktikan dengan data devisa yakni 110.123, 112.781, 99.862 dalam 3 tahun terakhir per juta US$. Dari data diatas penulis melihat adanya kecenderungan devisa mengalami fluktuasi. Cadangan devisa dikatakan aman apabila cadangan devisa dapat
1316146719132142 23762705293928003204 3630363234724259 5692 5169 6611 9621 1101211280 9939 0 2000 4000 6000 8000 10000 12000
Cadangan Devisa
10
membiayai impor sekurang-kurangnya 3 bulan, apabila devisa tidak dapat mencukupi impor dalam kurun waktu tersebut hal ini disebut titik rawan.Perkembangan devisa yang semakin mengalami tren menurun dari tahun-tahun dapat dilihat variabel–variabel yang mempengaruhi cadangan devisa tersebut.
Salah satu variabel yang mempengaruhi devisa ialah utang luar negeri. Utang luar negeri didefinisikan sebagai utang penduduk (residen) yang berdomisili di suatu wilayah teritori ekonomi kepada bukan penduduk (non residen). Konsep dan terminologi utang luar negeri mengacu pada IMF’s External Debt Statistics: Guide for compilers and Users (2003), beberapa ketentuan pemerintah Republik Indonesia dan Peraturan Bank Indonesia (Sulni, 2016).
Utang luar negeri terbagi atas utang luar negeri pemerintah dan swasta. Utang luar negeri pemerintah adalah utang luar negi yang dilakukan oleh pemerintah untuk mendukung kegiatan pembiayaan negara baik APBN, pembangunan maupun pembiyaan impor. Sedangkan utang luar negeri swasta adalah utang luar negeri yang dilakukan oleh badan atau perseorangan untuk kegiatan pribadi mencakup kegitan bisnis dan kegiatan impor-ekspor oleh seorang maupun perusahaan. Utang luar negeri yang digunakan dalam penelitian ini adalah utang luar negeri gabungan, yakni penggabungan antara utang luar negeri pemerintah maupun swasta. Utang luar negeri ini juga mempengaruhi tingkat cadangan devisa di dalam negeri. Pemerintah Indonesia melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan mengambil kebijakan ekonomi dengan melakukan utang terhadap negara atau lembaga-lembaga keuangan internasional. Menurut Zakaree S.Saheed (2014) dalam jurnalnya mengatakan bahwa many governments have resorted into borrowing either or both within and outside the country. However, most borrowings come with interest attached, which results in debt servicing. Serving external debt may involve demand for foreign currency which tends to affect the exchange rate of the country. Arus masuk modal asing (capital inflows) juga berperan dalam menutup gap devisa yang
11
ditimbulkan oleh defisit pada transaksi berjalan. Selain itu, masuknya modal asing mampu menggerakkan kegiatan ekonomi yang lesu akibat kurang modal (saving investment gap) bagi pelaksanaan pembangunan ekonomi (M. Khairin Majid, 2013:4).
Tabel: 1.1 Posisi Utang Luar Negeri Indonesia (juta US$), 1994-2013
Tahun Utang Luar Negeri Pertumbuhan
1994 107.809 0% 1995 124.389 15% 1996 128.989 4% 1997 136.322 6% 1998 151.467 11% 1999 151.789 0% 2000 143.655 -5% 2001 132.347 -8% 2002 128.115 -3% 2003 133.780 4% 2004 137.488 3% 2005 141.820 3% 2006 135.959 -4% 2007 147.854 9% 2008 157.906 7% 2009 179.393 14% 2010 195.172 9% 2011 213.541 9% 2012 252.500 18% 2013 264.066 5%
Sumber: Badan Pusat Statistik, data diolah (2016)
M. Todaro (1998) berpendapat bahwa akumulasi utang luar negeri (external debt) merupakan suatu gejala umum yang wajar. Rendahnya tabungan dalam negeri tidak memungkinkan dilakukannya investasi secara memadai, sehingga pemerintah negara-negara berkembang harus menarik dana utang dan investasi dari luar negeri. Bantuan luar negeri dapat memainkan peranan yang sangat penting dalam usaha negara yang bersangkutan guna mengurangi kendala utamanya yang berupa kekurangan devisa, serta untuk mempertinggi tingkat pertumbuhan ekonominya. Maka dari hasil penelitian terdahulu dapat dilihat bahwa ada pengaruh jumlah utang luar negeri terhadap devisa di dalam Indonesia.
Di sisi lain faktor yang mempengaruhi cadangan devisa adalah net ekspor yang dilakukan oleh Negara Indonesia. Net ekspor adalah pembelian produk dalam negeri oleh orang
12
asing dikurangi pembelian produk luar negeri oleh warga negara (Mankiw, 2006: 11-13). Pertumbuhan net ekspor yang bagus akan menghasilkan devisa bagi suatu daerah dan selanjutnya dapat digunakan untuk membiayai pembangunan di daerah tersebut.
Menurut (Djamin, 1994:5), ekspor merupakan sumber devisa bagi negara. Bila ekspor naik akan mengakibatkan penerimaan dalam negeri meningkat. Menurut Simi Kedia dan Abon Mozomda (2003) dalam jurnalnya mengatakan bahwa such foreign involvement ranges from simple import or export activity to more complicated decisions including integrated global sourcing, production, and competition. These multinationals face many different product and capital markets, a myriad of legal regimes, political risks, and exchange rate uncertainty. Sedangkan menurut hasil penelitian dalam Jurnal Mega Febriyenti, Hasdi Aimon, Zul Azhar (2013) bahwa net ekspor berpengaruh positif dan signifikan terhadap cadangan devisa di Indonesia. Hal ini terlihat dari koefisiennya 0.360559 dengan nilai probabillitas 0.0079≤0.05. Artinya adalah apabila net ekspor mengalami peningkatan maka sumber pendapatan negara juga akan mengalami peningkatan sebab net ekspor yang meningkat ditandai dengan tingginya ekspor daripada impor. Ekspor yang tinggi daripada impor akan meningkat neraca perdagangan Indonesia. Peningkatan neraca perdagangan ini akan terakumulasi nantinya pada peningkatan posisi cadangan devisa. Dari hasil peneliti terdahulu dapat dilihat adanya pengaruh jumlah net ekspor terhadap cadangan devisa dalam negeri. Hal ini diakibatkan tidak lain adanya penerimaan dari luar negeri akibat dari adanya kegiatan ekspor-impor tersebut. Dari perkembangan data net ekspor pada tabel 1.2 dapat dilihat bahwa adanya kecenderungan net ekspor mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2012 dan 2013 net ekspor mengalami penurunan sampai negatif, hal ini tidak lain akibat dari penurunan dan merosotnya perekonomian global yang berimbas pada perkembangan net ekspor di Indonesia.
Tabel: 1.2 Perkembangan Net Ekspor Indonesia (Juta US$) tahun 1994-2013
13 1994 8.069,9 0% 1995 4.789,3 -41% 1996 6.886,3 44% 1997 11.763,8 71% 1998 21.510,7 83% 1999 24.662,1 15% 2000 28.609,2 16% 2001 25.358,8 -11% 2002 25.869,9 2% 2003 28.507,5 10% 2004 25.060,1 -12% 2005 27.959,1 12% 2006 39.733,1 42% 2007 39.627,5 0% 2008 7.823,1 -80% 2009 19.680,8 152% 2010 22.115.8 12% 2011 26.061 18% 2012 -1.669,2 -94% 2013 -4.076,9 -144%
Sumber: Kementrian Perdagangan Dalam Negeri, data diolah (2016)
Di sisi lain faktor belanja wisatawan mancanegara ke Indonesia turut berkontribusi akan penerimaan cadangan devisa yang dimiliki. Melihat pengaruh besar kecilnya belanja wisatawan mancanegara terhadap Indonesia memberikan adanya peningkatan dan penurunan cadangan devisa Indonesia. Menurut Most. Asikha Aktar dkk (2014) dalm jurnalnya mengatakan bahwa the success of tourism is measured by the increasing number of tourist arrival and foreign exchange earnings. Sejalan dengan hal tersebut dampak pariwisata terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat lokal dikelompokan oleh Cohen (1984) menjadi delapan kelompok besar, yaitu: (1) dampak terhadap penerimaan devisa, (2) dampak terhadap pendapatan masyarakat, (3) dampak terhadap kesempatan kerja, (4) dampak terhadap harga-harga, (5) dampak terhadap distribusi masyarakat ataukeuntungan, (6) dampak terhadap kepemilikan dan kontrol, (7) dampak terhadap pembangunan pada umumnya dan (8) dampak terhadap pendapatan pemerintah.
14
Tahun Belanja Wisatawan Mancanegara
(Juta US$) Pertumbuhan
1994 4.785,26 0% 1995 5.228,34 9% 1996 6.307,69 21% 1997 5.321,46 -16% 1998 4.331,09 -19% 1999 4.710,22 9% 2000 5.748,8 22% 2001 5.396,27 -6% 2002 4.305,55 -20% 2003 4.037,02 -6% 2004 4.797,91 19% 2005 4.521,9 -6% 2006 4.447,98 -2% 2007 5.345,98 20% 2008 7.347,6 37% 2009 6.297,99 -14% 2010 7.603,45 21% 2011 8.554,39 13% 2012 9.129,89 7% 2013 10.054,15 10%
Sumber: Badan Pusat Statistik (data diolah). (2016)
Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor pembangunan dibidang ekonomi. Jika dibandingkan dengan komoditas yang lain, total penerimaan devisa komoditas pariwisata pada tahun 2005 menempati posisi ketiga terbesar setelah komoditas minyak dan gas bumi dan komoditas pakaian. Menurut Maria Claret M. Ruane (2014) pada jurnalnya mengatkan bahwa if more countries and their currencies are involved, most studies use a weighted average of the changes in the real exchange rates among the currencies involved (Crouch, 1993, page 48). Peranan pariwisata dalam penerimaan devisa dan pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) mengindikasikan bahwa kegiatan kepariwisataan mampu menjadi salah satu kekuatan pembangunan yang dapat diandalkan dan tetap bertahan (Novi Dwi Purwanti, Retno Mustika Dewi, 2014: 2)
15 1.2 Rumusan Masalah Penelitian
Dari latar belakang masalah diatas, maka dapat ditarik rumusan masalah berikut:
1. Bagaimana utang luar negeri, net ekspor, dan belanja wisatawan mancanegara berpengaruh secara serempak terhadap devisa di Indonesia?
2. Bagaimana utang luar negeri, net ekspor, dan belanja wisatawan mancanegara berpengaruh secara parsial terhadap devisa di Indonesia?
3. Variabel mana diantara utang luar negeri, net ekspor, dan belanja wisatawan mancanegara yang berpengaruh dominan terhadap devisa di Indonesia?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas yang akan menjadi tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk menganalisis utang luar negeri, net ekspor, dan belanja wisatawan mancanegara berpengaruh secara serempak terhadap devisa di Indonesia.
2. Untuk menganalisis utang luar negeri, net ekspor, dan kunjungan wisatawan berpengaruh secara parsial terhadap devisa di Indonesia.
3. Untuk menganalisis variabel mana diantarautang luar negeri, net ekspor, dan belanja wisatawan mancanegarayang berpengaruh dominan terhadap devisa di Indonesia.
1.4 Kegunaan Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian, maka penelitian ini diharapkan dapat memberikan kegunaan sebagai berikut:
16
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan studi lanjutan dan dapat menambah referensi terkait faktor-faktor yang mempengaruhi devisa di Indonesia dan membuktikan teori yang didapat di perkuliahan dengan kenyataan pada penelitian yang dilakukan. Penelitian ini juga dapat menjadi bahan masukan untuk kepentingan pihak-pihak yang membutuhkan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
2. Manfaat praktis
Secara praktis penelitian ini dapat memberikan informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi devisa di Indonesia, sehingga dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam penelitian selanjutnya untuk mengambil keputusan.
1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penyajian penulisan ini terdiri dari lima bab dimana masing-masing bab berisi hal-hal sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini diuraikan mengenai latar belakang masalah yang kemudian dirumuskan ke dalam beberapa pokok permasalahan, juga dibahas mengenai tujuan dan kegunaan penelitian serta sistematika penyajian penulisan.
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN
Pada bab ini diuraikan teori dan materi yang relevan yang mendukung dalam pemecahan masalah. Teori-teori yang diuraikan dalam bab ini antara lain Konsep Perdagangan Internasional, Teori-teori Perdagangan Internasional yang terdiri dari Teori Pra-Klasik (Merkantilisme); Teori Klasik (Teori Keunggulan Absolut dan Komparatif), Teori cadangan devisa, teori utang luar negeri, teori Net ekspor, teori belanja wisatawan mancanegara, faktor-faktor penarik wisatawan, dampak positif pariwisata bagi ekonomi, dampak negatif pariwisata terhadap ekonomi, Hubungan utang luar negeri dengan cadangan devisa, hubungan net ekspor
17
terhadap cadangan devisa, hubungan belanja wisatawan mancanegara terhadaap cadangan devisa. Selain itu diuraikan pula rumusan hipotesis.
BAB III METODE PENELITIAN
Pada bab ini diuraikan metode penelitian yang meliputi desain penelitian, obyek penelitian, identifikasi variabel, definisi operasional variabel, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, serta teknik analisis data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linier Berganda, Uji Asumsi Klasik yang terdiri dari Uji Normalitas; Uji Multikolinearitas; dan Uji Heteroskedastisitas, Uji Signifikansi Koefisien Regresi yaitu uji F dan uji t, serta Standardized Coefficients Beta.
BAB IV PEMBAHASAN
Bab ini menguraikan mengenai gambaran umum lokasi penelitian, dan pembahasan hasil model yang digunakan dalam menjawab permasalahan yang ada dengan pembahasan uji analisis linier berganda, uji asumsi klasik, uji simultan (uji F), uji parsial (uji t), serta
standardized coefficients beta.
BAB V PENUTUP
Dalam bab ini diuraikan mengenai simpulan dari hasil pembahasan dan saran yang diharapkan dapat membantu perkembangan cadangan devisa negara Indonesia.