• Tidak ada hasil yang ditemukan

Market Preview. erdagangan saham kemarin gagal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Market Preview. erdagangan saham kemarin gagal"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)



NYSE hentikan sementara perdagangan saham.



Rajawali lepas TAXI ke SRTG, MPMX & Golden Valley.



SILO gandeng NIRO di bisnis rumah sakit.



Sinarmas mengisi manajemen BRAU dan ARMS.

DAILY RESEARCH

Statistics

Highlight

Opening Today Nikkei AORD

 Change  

 

 

Market Preview

erdagangan  saham  kemarin  gagal 

mengangkat  IHSG  ke  teritori 

positif  setelah  terimbas  sentimen 

negatif  pasar  kawasan  Asia  akibat 

panic  selling  yang  terjadi  di  bursa 

saham 

China. 

Akibat 

terus 

berlanjutnya  aksi  jual  yang  massif  di 

bursa 

saham 

China, 

banyak 

perusahaan  broker  saham  di  sana 

yang 

menghentikan 

aktivitas 

berdagangnya. 

Indeks 

Shanghai 

Composite  kemarin  sempat  anjlok 

8,2%  sebelum  tutup  koreksi  5,9%  dan 

berimbas  ke  pasar  saham  Asia  lainnya 

seperti  indeks  Hang  Seng  anjlok  5,8%. 

Indeks  The  MSCI  Asia  Pasific  kemarin 

anjlok  3,2%.  Faktor  China  ini  telah 

mendominasi  sentimen  perdagangan 

saham  kemarin,  menambah  faktor 

resiko  pasar  setelah  persoalan  utang 

Yunani 

juga 

masih 

belum 

mendapatkan penyelesaiannya.  

 

IHSG kemarin akhirnya koreksi 34 poin (0,7%) di 4871,571 meninggalkan 

level  4900.  Saham  tambang,  perkebunan,  otomotif,  dan  perbankan  menjadi  motor 

penurunan indeks. Sedangkan aksi beli selektif melanda saham sektor konsumsi dan 

jasa  konstruksi.  Sementara  Wall  Street  tadi  malam  bergerak  di  teritori  negatif  di 

tengah  perdagangan  yang  sempat  terhenti  selama  hampir  empat  jam.  Indeks  DJIA 

dan  S&P  masing‐masing  koreksi  1,5%  dan  1,7%  tutup  di  17515,42  dan  2046,68 

menyusul  kejatuhan  pasar  saham  China  yang  memicu  meningkatnya  kekhawatiran 

krisis  keuangan  di  negara  dengan  kekuatan  ekonomi  terbesar  kedua  di  dunia 

tersebut.  

 

Dari  zona  Euro  indeks  saham  di  kawasan  tersebut  berhasil  rebound, 

indeks  Eurostoxx  naik  1%  di  3327,50.  Rebound  pasar  saham  di  kawasan  tersebut 

dipicu pernyataan pemerintahan Yunani yang berjanji akan menerapkan reformasi di 

bidang  pajak  dan  pensiun  sebagai  langkah  awal  mendapatkan  bantuan  darurat 

dengan  tenor  tiga  tahun  untuk  menutup  kewajiban  utang  yang  jatuh  tempo.  Para 

pemimpin  zona  Euro  akan  kembali  bertemu  Minggu  ini  untuk  membahas  proposal 

baru  penyelesaian  utang  Yunani  yang  akan  menentukan  negara  tersebut  tetap 

berada di kawasan tersebut atau keluar.  

 

Pada  perdagangan  hari  ini,  IHSG  diperkirakan  masih  akan  bergerak 

fluktuatif  rawan  koreksi  lanjutan  menyusul  minimnya  insentif  positif  di  pasar.  IHSG 

diperkirakan bergerak dengan support di 4860 dan resisten di 4910. Di tengah resiko 

pasar yang meningkat, aksi beli selektif akan menyasar saham‐saham yang memiliki 

isu  sekoral  yang  positif  seperti  sektor  barang  konsumsi,  infrastruktur  dan  jasa 

konstruksi. 

IHSG : S1 4860  S2 4835  R1 4910  R2 4950 

Index Last Chg % DJIA  17515.42  (261.49)  (1.47)  S&P 500  2046.68  (34.66)  (1.67)  FTSE 100  6490.70  58.49   0.91   CAC 40  4639.02  34.38   0.75   DAX  10747.30  70.52   0.66   NIKKEI 225  19737.64  (429.96)  (2.13)  HANGSENG  23516.56  (1358.75)  (5.46)  STI  3284.99  (42.12)  (1.27)  SHENZHEN  1884.45  (48.38)  (2.50)  SHANGHAI  3507.19  (219.93)  (5.90)  Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel)  51.82  (0.85)  (1.61)  CPO (RM/M.T)  2209.00  0.00   0.00   Gold (USD/T.oz)  1156.30  1.40   0.12   Nikel (USD/M.T  11195.00  (425.00)  (3.66)  Timah (USD/M.T)  14100.00  (150.00)  (1.05)  Coal (USD/M.T)  58.70  0.30   0.51   Exchange Rates Chg % IDR/USD  13263.50  (72.00)  (0.54)  USD/EUR  1.107  0.01   0.77   JPY/USD  120.73  (2.22)  (1.81)  IDR/SGD  9880.55  42.48   0.43   IDR/AUD  9902.26  (0.95)  (0.01)  TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE  43.15  2862  0.30   0.70  

Top Gainers IDR % Chg

INPP  380  18.80   60  SMMT  2,000  17.30   295  FPNI  97  16.90   14  SMAR  4,900  6.50   300  DVLA  1,730  6.50   105 

Top Losers IDR % Chg

BSIM‐W2  130  (27.00)  (48) 

MTSM  525  (25.00)  (175) 

BRMS  69  (15.90)  (13) 

HOTL‐W  13  (13.30)  (2) 

BIPP‐W  15  (11.80)  (2) 

Top Value IDR % (miliar) SRIL  413  6.20   615 B  TLKM  2,900  1.00   587 B  BBRI  10,225  (2.40)  521 B  BBCA  13,325  0.90   398 B  BBNI  5,400  (2.70)  377 B 

Top Volume IDR % (juta)

SRIL  413  6.20   1,551.817  SIAP  195  1.00   973.031  ENRG  70  (2.80)  505.718  BWPT  385  (7.70)  444.232  PWON  404  (2.70)  292.289  IHSG 4,871.57 Change (34.48) Change (%) (0.70) Change (%/ytd) (6.80) Total Value (IDR triliun) 5.109 Total Volume (miliar saham) 5.896 Net Foreign Buy (IDR miliar) 60.000 Up: 69 Down: 408 Unchange: 81

(2)

News Update

2



NYSE hentikan sementara perdagangan saham. Tak ada angin tak ada hujan, New York Stock Exchange (NYSE) tiba-tiba menghentikan perdagangannya di Rabu pagi (8/7) waktu Amerika Serikat. Perdagangan dihentikan setelah berjalan sekitar tiga jam. Pihak bursa saham di New York tersebut tidak langsung memberi penjelasan. Namun, melalui akun Twitter, pihak NYSE menjelaskan penyebab penutupan mendadak perdagangan. "Masalah yang kami hadapi adalah masalah teknis internal dan bukan akibat dari pelanggaran cyber," tulis akun @NYSE, Rabu (8/7). Namun tidak ada penjelasan masalah teknis apa yang dialami. NYSE memilih menghentikan perdagangan untuk menghindari masalah yang mungkin muncul akibat masalah teknis tersebut. "Kami melakukan yang terbaik untuk mendapat hasil memuaskan dan akan memberikan update secepat mungkin," tutur pihak NYSE. Perdagangan saham di bursa lain di Amerika Serikat tetap berjalan seperti biasa, termasuk untuk saham-saham yang tercatat di NYSE. Pelaku pasar juga tidak terlalu cemas melihat situasi ini. "Semua terkendali. Tidak ada tanda-tanda kepanikan sama sekali," kata Mark Otto, pialang dari J. Streicher & Co, seperti dikutip Reuters. Sementara itu, indeks saham di AS cenderung melemah hari ini, lantaran terkena sentimen negatif perkembangan di China. Indeks saham di China hari ini merosot tajam dan ditutup melemah lebih dari 5%. (Kontan Online)



Menanti proposal baru Yunani. Drama krisis utang Yunani masih berlanjut. Kali ini, sang tokoh utama kembali harus berhadapan dengan babak menegangkan di detik-detik akhir episode. Yunani hanya punya kesempatan hingga Minggu (12/7) untuk menentukan masa depan. Dalam pertemuan mendadak Selasa lalu (7/7), para pemimpin Uni Eropa (UE) sepakat memberikan waktu perpanjangan bagi Yunani. Negeri Para Dewa tersebut diberikan peluang untuk memberikan proposal utang baru hingga Minggu (12/7). Rencananya, para pemimpin Yunani dan UE bakal kembali menggelar pertemuan darurat di Minggu. Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk mengatakan, Yunani punya waktu empat hari untuk memberikan proposal baru. Tapi, Kanselir Jerman Angela Merkel berharap, Yunani bisa menyerahkan proposal utang baru, Kamis (9/7). Alasannya, agar Merkel bisa meminta parlemen Jerman untuk memberikan kuasa soal negosiasi program bantuan utang baru di Minggu. Tusk mengatakan, proposal utang baru akan menentukan nasib sistem perbankan Yunani dan perbankan Eropa."Saat ini adalah momen kritis bagi zona euro," ujar Tusk, seperti dikutip BBC, Rabu (8/7). Komisioner Ekonomi UE, Pierre Moscovici menambahkan, pemimpin Eropa tidak ingin Yunani terdepak dari zona euro. Tapi, hal itu tergantung penuh pada proposal baru Yunani. Sementara, Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker mewanti-wanti agar Yunani bersikap serius memberikan proposal baru. "Kami sudah menyiapkan skenario Grexit (Greece Exit), andai Yunani terpaksa keluar dari zona euro," tandas Juncker. Sebagai gambaran, pengetatan likuiditas yang diberlakukan sejak pekan lalu tak mampu menolong perbankan Yunani lolos dari kekeringan likuiditas. Sebab Bank Sentral Eropa (ECB) menolak memberikan bantuan likuiditas darurat. Presiden Prancis, Francois Holland mengatakan, ECB akan menentukan kebijakan likuiditas lanjutan setelah hasil pertemuan Minggu. Andai tidak tercapai kesepakatan di akhir pekan ini, perbankan Yunani dipastikan kehabisan duit. Awalnya Yunani diprediksi memberikan proposal baru pada pertemuan Selasa (7/7). Namun, Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras datang dengan tangan kosong. (Kontan Online)



Rajawali lepas TAXI ke SRTG, MPMX & Golden Valley. Divestasi Rajawali Corpora terhadap PT Express Transindo Tbk (TAXI) semakin mengerucut. Nantinya, 1,09 miliar atau 51% saham TAXI akan diambil oleh 3 perusahaan yakni PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) dan PT Mustika Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), dan Golden Valley Advisors Inc. Ira Dompas, Sekretaris Perusahaan SRTG menyebut tiga pihak pembeli saham TAXI pun baru melakukan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) pada Senin, 6 Juli. Meski begitu, ia mengaku belum tahu berapa masing-masing porsi pengambilan SRTG, MPMX, dan Golden Valley. Sekedar informasi, SRTG merupakan perusahaan investasi aktif yang memiliki portfolio di 3 sektor kunci yakni infrastruktur, sumber daya alam, dan konsumer. Nah, pengambilalihan TAXI ini dilakukan dalam rangka menambah portfolio investasi Saratoga. Kemudian, MPMX merupakan anak usaha SRTG yang bergerak di bidang otomotif konsumen terintegrasi yang memiliki usaha utama pada sektor distribusi dan ritel, suku cadang otomotif konsumen, layanan kendaraan bermotor, dan layanan keuangan. Nantinya, pengambilan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja MPMX ke depannya dan berfokus pada otomotif konsumen. Sedangkan, Golden Valley adalah perusahaan induk yang memiliki fokus investasi di Indonesia. Saat ini, Rajawali juga tengah melakukan due diligence untuk melepas seluruh sahamnya di PT Nusantara Infrastructure Tbk (META). Terdapat 5 penawar META yang terdiri dari investor strategis dan finansial lokal maupun asing. (Kontan Online)



SILO gandeng NIRO di bisnis rumah sakit. PT Siloam Hospitas International Tbk (SILO) menjalin kerjasama dengan PT Nirwana Development Tbk (NIRO) untuk mengembangkan rumah sakit baru. Keduanya, telah melakukan penadatangan nota kesepahaman (MoU) pada Rabu hari ini (8/7). Dengan kerjasama ini, SILO akan membangun rumah sakit di kawasan mixed use milik NIRO yang tersebar di lima wilayah. Ini dilakukan untuk memperluas pangsa pasar SILO di kelas menengah ke bawah. “Kami berkomitmen menyediakan layanan kesehatan berkualitas dan mudah diakses. Kerjasama ini akan menunjang strategi SILO dalam mengembangkan rumah sakit di berbagai wilayah yang potensial,” tutur Romeo di Tangerang, Rabu (8/7) Dalam kerjasama ini, NIRO akan menyediakan lahan dan membangun rumah sakitnya. Sementara SILO akan mengelola termasuk didalamnya menyediakan peralatan medis. Tahap awal, SILO akan membangun rumah sakit Siloam Medica di proyek mixed use milik di Solo milik NIRO. Wilson Efendi, Direktur Utama NIRO mengatakan pembangunan tersebut akan dimulai seusai lebaran dan ditargetkan rampung semester II 2016. “Setelah itu rampung, akan dibangun rumah sakit di proyek kita yang ada di Cirebon,” ungkap Wilson. Saat ini, NIRO memiliki proyek mixed use di lima kota wilayah di Indonesia yang menyasar masyarakat kelas dua dan kelas tiga. Itu artinya, SILO akan menambah lima ruma sakit baru di proyek tersebut. Adapun tipe rumah sakit yang akan dikembangkan selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan masayarakata setempat. (Kontan Online)



Sinarmas mengisi manajemen BRAU dan ARMS. Grup Sinarmas telah menjadi pemenang dalam perebutan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU). Walau transaksi pengambilalihan belum 100% selesai, namun Grup Sinarmas akan segera mengisi manajemen BRAU dan Asia Resource Minerals Plc (ARMS). Managing Director Grup Sinarmas Gandi Sulistyanto Soeherman akan menduduki jabatan Komisaris Utama BRAU. Laksamana TNI (Purn) DR Marsetio menjabat Wakil Presiden Komisaris dan Komisaris Independen. Lebih lanjut, Deswandhy Agusman akan menduduki posisi Komisaris Independen. Lalu DR. H. Darmono akan mengisi kursi Komisaris. Nah, Fuganto Widjaja yang merupakan Direktur Utama PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) akan mengisi posisi Direktur Utama BRAU. Kemudian Bambang Heruawan Haliman dan Edy Santoso, S.H., M.H. bertindak sebagai Direktur. Lalu Arief Wiedhartono merupakan Direktur Independen. Lebih lanjut, pihak Sinarmas pun akan mengisi manajemen ARMS. Setelah penyelesaian transaksi ini, Asia Coal Energy Ventures Limited (ACE) akan mengontrol lebih dari 50% dari saham ARMS. Lalu manajemen ARMS sebelumnya yakni Komisaris yang dijabat Wal King, Direktur Independen Senior yaitu Sir Richard Gozney, dan Direktur Eksekutif serta Chief Executive Officer (CEO) Hamish Tyrwhitt mengundurkan diri. Dengan ini, ARMS memiliki 3 orang baru yang menduduki kursi manajemen. Mereka adalah Kin Chan, Dwi Suseno, dan Fuganto Widjaja. Kin Chan merupakan Chief Investment Officer Argyle Street Management Limited. Ia juga merupakan Komisaris TIH Limited dan Direktur OUE Limited. Kemudian, Dwi Suseno dan Fuganto Widjaja merupakan bagian dari Grup Sinarmas. Dwi adalah Managing Director Sinarmas Mining and Energy. Sementara Fuganto adalah Direktur PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA). (Kontan Online)

(3)

Stock Picks

3

PTPP  3850‐4000. 

Di  tengah  memburuknya  iklim  pasar,  saham  sektor  jasa  konstruksi  bergerak  defensif 

kemarin.  Harga  saham  salah  satu  emiten  jasa  konstruksi  PT  PP  Tbk  (PTPP)  kemarin  berhasil  melanjutkan 

tren  penguatannya.  Harga  sahamnya  tutup  di  Rp3955  berpeluang  melanjutkan  tren  penguatan  dengan 

target  resisten  di  Rp4000.  Katalis  positif  pergerakan  harga  sahamnya  ke  depan  adalah  besarnya  belanja 

pemerintah di sektor infrastruktur hingga Rp280 triliun tahun ini yang diperkirakan mulai efektif memasuki 

paruh  kedua  tahun  ini.  Selain  itu,  rencana  Bank  Indonesia  (BI)  melakukan  relaksasi  aturan  LTV  sektor 

properti turut menjadi katalis positif pergerakan harga saham sektor jasa konstruksi. Laba bersih perseroan 

sepanjang  1Q15  mencapai  Rp93,53  miliar  tumbuh  52,26%  (yoy)  dari  periode  yang  sama  2014  sebesar 

Rp61,43  miliar.  Pertumbuhan  ini  jauh  lebih  baik  ketimbang  rata‐rata  emiten  BUMN  jasa  konstruksi  yang 

mengalami penurunan laba 29% pada periode yang sama. Sedangkan pendapatan usaha hanya turun 1% di 

Rp1,98  triliun.  Tahun  ini  kontrak  baru  ditargetkan  tumbuh  30%  mencapai  Rp27  triliun  dari  tahun  lalu 

Rp20,24  triliun.  Dengan  target  tersebut,  pendapatan  tahun  ini  diperkirakan  tumbuh  52%  mencapai  Rp19 

triliun. Sedangkan laba bersih diperkirakan tumbuh 35% mencapai Rp730 miliar. EPS tahun ini diperkirakan 

Rp151. Pada harga saat ini di Rp3955, harga saham PTPP ditransaksikan dengan PE 26,2x. Harga sahamnya 

berpeluang ditransaksikan dengan PE 28x sesuai dengan sektornya. Ini berarti harga sahamnya berpeluang 

mencapai Rp4228 atau punya ruang penguatan 7% dari harga saat ini. Peluang penguatan lanjutan dalam 

jangka pendek akan menguji resisten di Rp4000. Sedangkan level support saat ini di kisaran Rp3850 hingga 

Rp3900.  Secara  technical  pergerakan  harga  sahamnya  memasuki  area  overbough  sehingga  rawan  aksi 

ambil untung. Trading Buy, SL 3800  

(4)

4

UNVR 40000‐41400. 

Harga saham emiten sektor konsumsi Unilever Indonesia Tbk (UNVR) kemarin berhasil 

rebound  terbatas  di  tengah  iklim  pasar  yang  kurang  kondusif.  Penguatan  harganya  berusaha  menguji 

resisten di Rp41400. Pergerakan harga sahamnya sejak pertengahan Juni lalu sideways di area downtrend. 

Secara  technical  level  support  saat  ini  di  kisaran  Rp39500  hingga  Rp40000.  Sepanjang  harga  bertahan  di 

atas Rp39500, harga sahamnya masih berpeluang melanjutkan penguatannya. Saham sektor konsumsi saat 

ini  mendapatkan  sentimen  positif  menjelang  Idul  Fitri  ditopang  meningkatnya  permintaan  masyarakat. 

Kinerja emiten di sektor ini sepanjang tahun mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang tinggi di kuartal 

tiga karena adanya momen bulan puasa dan Idul Fitri. Meskipun menghadapi tantangan depresiasi rupiah 

atas dolar AS dan melambatnya daya beli masyarakat tahun ini, namun UNVR berhasil mempertahankan 

marjin dengan langkah efisiensi dan kenaikan harga jual. Maret lalu perseroan telah menaikan harga jual 

produk  rata‐rata  1%.  Tahun  lalu  perseroan  telah  menaikan  rata‐rata  harga  jual  dua  kali  yakni  di  Maret 

sekitar 4%‐5% dan September 5%. Harga komoditas yang terus melemah juga menguntungkan perseroan 

karena biaya bahan baku bisa turun. Untuk meminimalisir volatilitas pergerakan mata uang asing terhadap 

marjin, perseroan melakukan lindung nilai setiap kuartal.  Penjualan bersih perseroan 1Q15 tumbuh 7,88% 

mencapai  Rp9,41  triliun.  Bila  dibandingkan  pertumbuhan  penjualan  bersih  tahun  lalu  yang  mencapai 

12,20%, pertumbuhan sepanjang 1Q15 mengalami perlambatan. Namun di bottom line, perseroan berhasil 

mencatatkan laba Rp1,59 triliun atau tumbuh 17% dengan marjin naik menjadi 16,91% dari 15,60% periode 

yang sama 2014. Marjin bruto naik dari 48% menjadi 51%. Marjin usaha juga tumbuh menjadi 16,91% dari 

15,60%. Tahun ini diperkirakan penjualan bersih bisa tumbuh 11,83% mencapai Rp38,59 triliun. Laba bersih 

tumbuh  12,72%  mencapai  Rp6,47  triliun  dengan  marjin  16,76%.  EPS  tahun  ini  diproyeksikan  mencapai 

Rp847,78 naik dari 2014 lalu Rp752. Pada harga saat ini di Rp40700, saham UNVR ditransaksikan dengan PE 

54,1x (2014) dan PE 48x (E/15). Saham perseroan berpeluang ditransaksikan dengan PE 54x sesuai dengan 

industrinya atau mencapai Rp45792. Trading Buy, SL 39400       

Stock Picks

Kamis, 9 Juli 2015

(5)

5

Stock Picks

KLBF  1620‐1700. 

Harga  saham  emiten  farmasi  Kalbe  Farma  Tbk  (KLBF)  bergerak  dalam  tren  konsolidasi 

sejak  pertengahan  Juni  lalu  di  tengah  iklim  pasar  yang  kurang  kondusif.  Memasuki  pertengahan  Juli 

menyambut Idul Fitri saham sektor konsumsi relatif lebih defensif terhadap gejolak pasar karena ditopang 

sentimen  meningkatnya  belanja  masyarakat  terhadap  barang‐barang  konsumsi.  Pergerakan  harganya 

sebulan terakhir bergerak di kisaran support Rp1620 hingga Rp1640 dan resisten di kisaran Rp1680 hingga 

Rp1700. Sepanjang bertahan di atas Rp1620 peluang penguatan lanjutan akan terbuka. Kondisi pasar yang 

masih  berfluktuatif  dengan  resiko  yang  meningkat  membuat  pelaku  pasar  cenderung  bermain  dalam 

jangka  pendek.  Penjualan  neto  perseroan  tahun  ini  diperkirakan  tumbuh  10%  melambat  dari  perkiraan 

sebelumnya  sebesar  17%  atau  mencapai  Rp19,10  triliun.  Sedangkan  laba  tahun  ini  diperkirakan  hanya 

tumbuh 11% turun dari perkiraan sebelumnya 21,5% atau mencapai Rp2,29 triliun. EPS proyeksi tahun ini 

diperkirakan  hanya  Rp49.  Hingga  1Q15  penjualan  bersih  hanya  tumbuh  4,4%  mencapai  Rp4,24  triliun 

melambat  dibandingkan  pertumbuhan  1Q14  yang  mencapai  16,5%.  Sedangkan  laba  bersih  1Q15  tumbuh 

7,2% mencapai Rp528,66 miliar dari 1Q14 sebesar Rp493,10 miliar. Marjin bersih 1Q15 mencapai 12,45% 

naik  dari  1Q14  sebesar  12,12%.  Pada  harga  saat  ini  Rp1655  saham  perseroan  ditransaksikan  dengan  PE 

33,8x  (E/15).  Harga  sahamnya  diperkirakan  berpeluang  ditransaksikan  dengan  PE  37x  atau  mencapai 

Rp1810, punya ruang penguatan 9,4% dari harga saat ini. Secara technical peluang rebound lanjutan akan 

menguji  resisten  di  Rp1680  hingga  Rp1700.  Sedangkan  level  support  saat  ini  di  Rp1620  hingga  Rp1640. 

Pergerakan  harga  sahamnya  masih  konsolidasi  di  area  downtrend.  Sepanjang  bertahan  di  atas  level 

Rp1620, harga sahamnya berpeluang melanjutkan rebound. Trading Buy, SL 1600      

 

 

Kamis, 9 Juli 2015

Saham Pilihan

TLKM 2870-2950 TB, SL 2860

BBNI 5300-5550 BoW, SL5200

BBTN 1160-1200 BoW, SL 1150

ADHI 2200-2370 BoW, SL 2150

WIKA 2850-3000 BoW, SL 2800

WSKT 1720-1810 SoS, SL 1640

CPIN 2700-2840 BoW, SL 2650

(6)

Stock View

6

Kamis, 9 Juli 2015

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

IHSG 

4871.57  4903.99  4936.42  4847.79  4824.02 

               PERKEBUNAN AALI  25500  25,633.33  25,766.67  25,283.33  25,066.67  3,725,866.00  36.80  485.51  114.55  13.13  BWPT  385  407.67  430.33  370.67  356.33                LSIP  1535  1,585.00  1,635.00  1,505.00  1,475.00  1,279,973.00  40.33  32.78  122.48  11.71  SGRO  1650  1,693.33  1,736.67  1,603.33  1,556.67  649,627.93  10.94  29.32  141.04  14.07  SIMP  605  611.67  618.33  596.67  588.33  3,171,052.00  2.40  12.14  92.44  12.46  UNSP  50  50.00  50.00  50.00  50.00  659,213.38  36.97  21.64  ‐571.51  0.58 

PERTAMBANGAN BATU BARA

ADRO  655  688.33  721.67  638.33  621.67  9,632,947.40  33.83  45.68  269.20  3.58  BORN  835  928.33  1,021.67  783.33  731.67                BRAU  835  928.33  1,021.67  783.33  731.67                BUMI  58  59.33  60.67  57.33  56.67  9,572,406.53  4.50  191.78  ‐751.57  0.08  DEWA  50  50.00  50.00  50.00  50.00  631,292.51  8.52  ‐0.52  ‐77.95  ‐23.93  HRUM  1110  1,111.67  1,113.33  1,106.67  1,103.33  1,460,386.97  ‐32.82  45.54  81.61  6.09  ITMG  12200  12,500.00  12,800.00  12,050.00  11,900.00  5,742,974.57  5.02  968.54  ‐299.21  3.15  PTBA  7550  7,875.00  8,200.00  7,325.00  7,100.00  3,093,648.00  11.39  232.76  8.74  8.11  PTRO  415  423.00  431.00  411.00  407.00  929,699.70  5.15  23.76  ‐67.39  4.37 

PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI

BIPI  100  102.33  104.67  97.33  94.67  999,850.63  1,185.87  4.39  5,114.26  5.69  ELSA  465  477.33  489.67  457.33  449.67  918,296.00  ‐12.25  7.42  56.06  15.67 

ENRG  70  72.33  74.67  68.33  66.67  2,210,590.04  27.13  4.86  2,610.69  3.60 

ESSA  2350  2,450.00  2,550.00  2,300.00  2,250.00  126,590.83  22.89  42.71  28.12  13.76  MEDC  2480  2,535.00  2,590.00  2,415.00  2,350.00  2,303,371.50  7.08  122.83  131.12  5.05 

PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA

ANTM  625  646.67  668.33  611.67  598.33                INCO  2535  2,613.33  2,691.67  2,493.33  2,451.67  2,430,306.44  ‐3.23  20.62  ‐33.11  30.74  TINS  1165  1,186.67  1,208.33  1,126.67  1,088.33                SEMEN INTP  21175  21,341.67  21,508.33  20,991.67  20,808.33  4,499,774.00  6.65  289.47  ‐7.03  18.29  SMCB  1500  1,518.33  1,536.67  1,488.33  1,476.67  2,356,126.00  9.11  42.23  75.57  8.88  SMGR  11625  11,908.33  12,191.67  11,433.33  11,241.67  6,177,992.74  11.44  219.66  5.39  13.23 

LOGAM DAN SEJENISNYA

GDST  62  63.33  64.67  61.33  60.67  333,609.60  28.88  2.97  59.01  5.22  JPRS  530  541.67  553.33  521.67  513.33  158,603.63  98.78  6.50  ‐0.37  20.38  KRAS  333  336.00  339.00  331.00  329.00  5,240,035.36  ‐12.47  ‐33.57  ‐698.77  ‐2.48  PAKAN TERNAK CPIN  2720  2,781.67  2,843.33  2,681.67  2,643.33  6,719,521.00  19.02  40.34  ‐7.84  16.86  JPFA  530  541.67  553.33  521.67  513.33  5,674,518.00  14.33  4.97  ‐72.07  26.68 

OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA

ASII  6650  6,791.67  6,933.33  6,566.67  6,483.33  49,821,000.00  6.73  116.76  9.68  14.24  GJTL  840  853.33  866.67  833.33  826.67  3,199,668.00  5.32  96.23  ‐2.66  2.18 

INDUSTRI BARANG KONSUMSI

ICBP  12150  12,316.67  12,483.33  12,016.67  11,883.33  7,355,089.00  21.44  0.12  6.96  24.94  INDF  6550  6,600.00  6,650.00  6,500.00  6,450.00  16,365,578.00  27.30  156.42  90.13  10.47  MYOR  26000  26,383.33  26,766.67  25,533.33  25,066.67  3,498,158.85  30.25  133.69  ‐45.72  48.62  ROTI  1150  1,166.67  1,183.33  1,126.67  1,103.33  464,595.48  27.03  12.10  9.45  23.76  GGRM  45900  46,750.00  47,600.00  45,400.00  44,900.00  15,670,252.00  23.99  736.58  35.34  15.58  INAF  200  206.67  213.33  196.67  193.33  155,073.95  25.62  ‐12.39  250.04  ‐4.04  KAEF  1020  1,038.33  1,056.67  1,008.33  996.67  867,027.74  8.45  4.21  ‐4.38  60.61  KLBF  1655  1,663.33  1,671.67  1,643.33  1,631.67  4,066,502.64  16.52  10.52  11.04  39.33 

KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA

(7)

7 EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

PROPERTI DAN REAL ESTAT

APLN  362  367.67  373.33  356.67  351.33  1,165,134.03  1.99  14.43  20.67  6.27  ASRI  560  575.00  590.00  550.00  540.00  871,134.65  ‐3.40  15.77  ‐23.45  8.88  BKSL  91  93.00  95.00  90.00  89.00                BSDE  1720  1,751.67  1,783.33  1,686.67  1,653.33  1,254,119.10  ‐39.62  27.93  ‐60.73  15.40  COWL  600  603.33  606.67  593.33  586.67  64,709.78  ‐6.38  1.59  ‐30.99  94.08  CTRA  1255  1,275.00  1,295.00  1,245.00  1,235.00  1,202,303.51  ‐10.35  15.01  5.45  20.90  CTRP  560  571.67  583.33  546.67  533.33  251,211.60  ‐58.80  4.89  ‐84.29  28.62  CTRS  2525  2,540.00  2,555.00  2,510.00  2,495.00  347,893.21  27.73  66.20  25.74  9.54  ELTY  50  50.00  50.00  50.00  50.00                KIJA  261  265.33  269.67  257.33  253.67  725,835.40  ‐3.64  15.03  51.33  4.34  MDLN  510  524.33  538.67  496.33  482.67                KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI  2295  2,346.67  2,398.33  2,256.67  2,218.33  1,439,602.33  5.83  9.01  40.67  63.65  DGIK  113  115.67  118.33  110.67  108.33  480,924.22  52.77  1.81  ‐44.42  15.61  PTPP  3955  4,006.67  4,058.33  3,881.67  3,808.33  1,999,368.48  55.72  12.69  44.39  77.94  SSIA  940  956.67  973.33  931.67  923.33  918,070.21  ‐17.06  2.64  ‐93.80  89.07  TOTL  925  940.00  955.00  915.00  905.00  547,807.36  ‐6.30  11.12  ‐20.80  20.79  WIKA  2900  2,921.67  2,943.33  2,866.67  2,833.33  2,791,666.54  6.24  27.28  6.78  26.57 

INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI

PGAS  4175  4,236.67  4,298.33  4,131.67  4,088.33               

JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA

CMNP  580  583.33  586.67  573.33  566.67  262,850.17  17.13  53.83  8.63  2.69  JSMR  5875  5,983.33  6,091.67  5,783.33  5,691.67  2,079,705.80  ‐13.14  55.30  16.71  26.56  TELEKOMUNIKASI BTEL  50  50.00  50.00  50.00  50.00  471,133.26  ‐31.12  6.89  ‐316.19  1.81  EXCL  3255  3,295.00  3,335.00  3,225.00  3,195.00  5,512,751.00  9.78  44.41  20.12  18.33  ISAT  4000  4,003.33  4,006.67  3,998.33  3,996.67  5,773,177.00  ‐0.26  147.24  ‐1,224.62  6.79  TLKM  2720  2,736.67  2,753.33  2,696.67  2,673.33  21,250,000.00  8.71  36.20  4.95  18.78  TRANSPORTASI GIAA  435  443.33  451.67  425.33  415.67  9,206,681.81  17.35  ‐82.55  469.78  ‐1.32  MBSS  700  720.00  740.00  685.00  670.00  435,871.55  21.78  59.94  3.87  2.92  WINS  1150  1,213.33  1,276.67  1,093.33  1,036.67  518,942.64  36.32  23.63  53.05  12.17  KONSTRUKSI NON BANGUNAN

INDY  305  312.00  319.00  299.00  293.00  2,753,426.38  52.84  17.64  3.30  4.32  BANK BBCA  13325  13,483.33  13,641.67  13,133.33  12,941.67  10,261,849.00  32.93  148.65  26.73  22.41  BBKP  650  656.67  663.33  641.67  633.33  1,641,517.00  15.99  27.33  9.08  5.95  BBNI  5400  5,491.67  5,583.33  5,341.67  5,283.33  7,526,634.00  26.65  128.30  15.63  10.52  BBRI  10225  10,450.00  10,675.00  10,100.00  9,975.00  17,099,293.00  28.06  240.57  16.71  10.63  BBTN  1180  1,196.67  1,213.33  1,161.67  1,143.33  3,123,112.00  28.06  32.29  2.24  9.14  BDMN  4200  4,228.33  4,256.67  4,163.33  4,126.67  5,612,922.00  17.40  91.25  ‐13.01  11.51  BJBR  825  831.67  838.33  816.67  808.33  2,124,681.00  12.48  33.55  ‐12.29  6.15  BMRI  9950  10,033.33  10,116.67  9,883.33  9,816.67  14,313,290.00  25.54  211.05  10.27  11.79  BNGA  665  666.67  668.33  661.67  658.33  4,883,839.00  15.02  43.71  4.22  3.80 

PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI

AKRA  5425  5,508.33  5,591.67  5,383.33  5,341.67  5,630,170.96  3.52  46.44  14.36  29.20  INTA  287  289.67  292.33  285.67  284.33  398,931.00  ‐48.89  37.27  87.86  1.93  UNTR  17675  17,975.00  18,275.00  17,125.00  16,575.00  13,901,385.00  11.66  42.26  39.66  104.56  PERDAGANGAN ECERAN MAPI  5250  5,300.00  5,350.00  5,200.00  5,150.00  2,675,101.00  26.32  27.42  ‐27.88  47.87  RALS  670  678.33  686.67  663.33  656.67  1,184,904.00  9.45  5.73  ‐2.88  29.25 

ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA

MNCN  1870  1,896.67  1,923.33  1,836.67  1,803.33  1,496,466.00  9.55  27.61  ‐7.99  16.93  PERUSAHAAN INVESTASI

BRMS  69  79.33  89.67  62.33  55.67  55,860.54  ‐9.06  ‐5.88  94.31  ‐2.94 

(8)

Corporate Action

8

Code

Name

Type

Date

Time

Venue

BABP    Bank MNC Internasional Tbk.    AGM    28/04/2015    0:14:00 

MNC Tower, Auditorium Lt B2, Jl. Kebon Sirih 

No.17‐19, Jakarta Pusat   

BABP    Bank MNC Internasional Tbk.    EGM    28/04/2015    0:14:00 

MNC Tower, Auditorium Lt. B2, Jl. Kebon Sirih 

No.17‐19, Jakarta Pusat   

ASII   

Astra International Tbk.   

AGM    28/04/2015    0:08:30 

The Ritz‐Carlton Jakarta, Pacific Place   

NRCA   

Nusa Raya Cipta Tbk   

AGM    28/04/2015    0:10:00 

Hotel Gran Melia, Ruang Legian 2, Jl. HR. Ra‐

suna Said Blok X‐0 Kav.4, Kuningan, Jakarta 

12950   

RAJA   

Rukun Raharja Tbk.   

AGM    29/04/2015    0:10:00 

Intercontonental mid plaza hotel   

BPFI   

Batavia Prosperindo Finance 

Tbk   

AGM    30/04/2015    0:01:00 

Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance 

Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend 

Sudirman Kav 21, Jakarta 12920   

BPFI   

Batavia Prosperindo Finance 

Tbk   

EGM    30/04/2015    0:10:00 

Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance 

Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend 

Sudirman Kav 21, Jakarta 12920   

BPII   

Batavia Prosperindo Interna‐

sional Tbk   

AGM    30/04/2015    0:14:00 

Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav. 

21, Jakarta Selatan   

BPII   

Batavia Prosperindo Interna‐

sional Tbk   

EGM    30/04/2015    0:14:00 

Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav. 

21, Jakarta Selatan   

BRAU   

Berau Coal Energy Tbk   

EGM    30/04/2015    0:10:00 

  

ASBI   

Asuransi Bintang Tbk.   

AGM    30/04/2015    0:14:00 

  

ASBI   

Asuransi Bintang Tbk.   

EGM    30/04/2015    0:14:00 

  

TOTL   

Total Bangun Persada Tbk.   

AGM    30/04/2015    0:09:30 

PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL 

lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐

karta 11440   

TOTL   

Total Bangun Persada Tbk.   

EGM    30/04/2015    0:09:30 

PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL 

lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐

karta 11440   

TAXI    Express Transindo Utama Tbk    AGM    30/04/2015    0:09:30 

Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung 

Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend. 

Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190   

TAXI    Express Transindo Utama Tbk    EGM    30/04/2015    0:09:30 

Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung 

Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend. 

Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190   

NAGA   

Bank Mitraniaga Tbk   

AGM   

5‐Apr‐15 

0:10:00 

Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl, 

LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410   

NAGA   

Bank Mitraniaga Tbk   

EGM   

5‐Apr‐15 

0:10:00 

Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl, 

LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410   

SIMP   

Salim Ivomas Pratama Tbk   

AGM    5‐May‐15 

0:14:00 

Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH, 

Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta 

Selatan 12910   

SIMP   

Salim Ivomas Pratama Tbk   

EGM    5‐May‐15 

0:14:00 

Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH, 

Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta 

Selatan 12910   

Kamis, 9 Juli 2015

(9)

Corporate Action

9

EMITEN

JUMLAH DIVIDEN

CUM DIVIDEN RECORDING DATE

PEMBAYARAN

DIVIDEN

KETERANGAN

PLIN 

70 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

7‐May‐15 

  

ITMG 

645 

8‐Apr‐15 

13‐Apr‐15 

24‐Apr‐15 

  

SMBR 

8.34385 

8‐Apr‐15 

13‐Apr‐15 

30‐Apr‐15 

  

WTON 

11,82 

9‐Apr‐15 

14‐Apr‐15 

5‐May‐15 

  

BJBR 

71.6 

8‐Apr‐15 

13‐Apr‐15 

30‐Apr‐15 

  

MERK 

6500 

10‐Apr‐15 

15‐Apr‐15 

5‐May‐15 

  

PGAS 

144,84 

13‐Apr‐15 

16‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

BDMN 

81,50 

14‐Apr‐15 

17‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

GEMS 

3,36 

13‐Apr‐15 

16‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

Dividen Interim 

KAEF 

8.4488 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

BBCA 

98 

16‐Apr‐15 

21‐Apr‐15 

13‐May‐15 

Dividen Final 

BJTM 

41,86 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

8‐May‐15 

  

ACST 

42 

15‐Apr‐15 

20‐Apr‐15 

4‐May‐15 

  

LEAD 

40 

7‐Apr‐15 

10‐Apr‐15 

30‐Apr‐15 

  

JASS 

159 

‐ 

16‐Apr‐15 

23‐Apr‐15 

  

AALI 

472 

21‐Apr‐15 

24‐Apr‐15 

15‐May‐15 

  

TURI 

10 

22‐Apr‐15 

27‐Apr‐15 

15‐May‐15 

  

BFIN 

54 

22‐Apr‐15 

27‐Apr‐15 

15‐May‐15 

  

ASGR 

52 

23‐Apr‐15 

28‐Apr‐15 

20‐May‐15 

  

SMGR 

375,34 

23‐Apr‐15 

28‐Apr‐15 

20‐May‐15 

  

TOBA 

‐ 

23‐Apr‐15 

28‐Apr‐15 

20‐May‐15 

  

JASS 

100 

‐ 

28‐Apr‐15 

7‐May‐15 

Dividen Interim 

MDIA 

10 

24‐Apr‐15 

29‐Apr‐15 

21‐May‐15 

  

SSMS 

22,65 

24‐Apr‐15 

29‐Apr‐15 

21‐May‐15 

  

(10)

Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.

Branch Office

Jakarta:

Gedung Jaya Lt. 2 Suite L02-05

Jl. M. H. Thamrin No. 12

Jakarta 10340

Phone : +62 21 3193 1811

Yogyakarta:

Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata

Tamansiswa Yogyakarta

Jl. Kusumanegara 121 - Yogyakarta 55165

Phone : 0274-543944

Solo:

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Jalan A. Yani Tromol Pos 1,

Pabelan Kartasura, Surakarta,

Jawa Tengah 57162

(0271) 717417

Makassar :

Jl. Gunung Bawakareng No. 71

Makassar 90157

Phone : +62 411 361 3122

Sampit :

Universitas Darwan Ali

Jl. Batu Berlian No. 10

Kalimantan Tengah 74322

Phone : +62 531 31992

Panin Bank Centre

4

th

Floor Jl. Jend. Sudirman No. 1

Jakarta 10270, Indonesia

Phone

: +62 21 727 99888

Fax

: +62 21 571 0895

Web

: www.firstasiacapital.com

E-mail :

[email protected]

First Asia Research Team :

Ivan Kurniawan ([email protected])

David Nathanael ([email protected])

Referensi

Dokumen terkait

Aktivitas antimalaria fraksi aktif ekstrak etanol daun kembang bulan yang mengandung senyawa terpenoid yang ditunjukkan oleh hasil skrining terbukti memiliki

Hasil pemeriksaan residu pestisida yang dilakukan terhadap wortel di Pasar Terong dan Swalayan Ramayana M’Tos Kota Makassar yaitu memenuhi syarat, hal ini berarti

Dalam penelitian ini, peneliti menguji reliabilitas pada variabel komunikasi pemasaran dan kepercayaaan nasabah dengan suatu angka indeks yang menunjukkan

yang sudah terdefinisi sebelumnya, apabila kata tidak memenuhi poin aturan 1 maka akan Backtracking ke iterasi kedua, apabila iterasi kedua sudah mengganti dengan

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

Metode analisa yang digunakan adalah metode analisa horizontal. Kasmir [10], menyatakan metode analisa horizontal yaitu membandingan laporan keuangan untuk beberapa periode. Dari

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan telur dan larva cacing tambang dan bagaimana tingkat kontaminasinya pada tanah di lingkungan yang merupakan

Implementasi kebijakan pengendalian DBD di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan secara umum masih taraf kurang, khususnya pada faktor sarana dan SDM, dan