NYSE hentikan sementara perdagangan saham.
Rajawali lepas TAXI ke SRTG, MPMX & Golden Valley.
SILO gandeng NIRO di bisnis rumah sakit.
Sinarmas mengisi manajemen BRAU dan ARMS.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
P
erdagangan saham kemarin gagal
mengangkat IHSG ke teritori
positif setelah terimbas sentimen
negatif pasar kawasan Asia akibat
panic selling yang terjadi di bursa
saham
China.
Akibat
terus
berlanjutnya aksi jual yang massif di
bursa
saham
China,
banyak
perusahaan broker saham di sana
yang
menghentikan
aktivitas
berdagangnya.
Indeks
Shanghai
Composite kemarin sempat anjlok
8,2% sebelum tutup koreksi 5,9% dan
berimbas ke pasar saham Asia lainnya
seperti indeks Hang Seng anjlok 5,8%.
Indeks The MSCI Asia Pasific kemarin
anjlok 3,2%. Faktor China ini telah
mendominasi sentimen perdagangan
saham kemarin, menambah faktor
resiko pasar setelah persoalan utang
Yunani
juga
masih
belum
mendapatkan penyelesaiannya.
IHSG kemarin akhirnya koreksi 34 poin (0,7%) di 4871,571 meninggalkan
level 4900. Saham tambang, perkebunan, otomotif, dan perbankan menjadi motor
penurunan indeks. Sedangkan aksi beli selektif melanda saham sektor konsumsi dan
jasa konstruksi. Sementara Wall Street tadi malam bergerak di teritori negatif di
tengah perdagangan yang sempat terhenti selama hampir empat jam. Indeks DJIA
dan S&P masing‐masing koreksi 1,5% dan 1,7% tutup di 17515,42 dan 2046,68
menyusul kejatuhan pasar saham China yang memicu meningkatnya kekhawatiran
krisis keuangan di negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia
tersebut.
Dari zona Euro indeks saham di kawasan tersebut berhasil rebound,
indeks Eurostoxx naik 1% di 3327,50. Rebound pasar saham di kawasan tersebut
dipicu pernyataan pemerintahan Yunani yang berjanji akan menerapkan reformasi di
bidang pajak dan pensiun sebagai langkah awal mendapatkan bantuan darurat
dengan tenor tiga tahun untuk menutup kewajiban utang yang jatuh tempo. Para
pemimpin zona Euro akan kembali bertemu Minggu ini untuk membahas proposal
baru penyelesaian utang Yunani yang akan menentukan negara tersebut tetap
berada di kawasan tersebut atau keluar.
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih akan bergerak
fluktuatif rawan koreksi lanjutan menyusul minimnya insentif positif di pasar. IHSG
diperkirakan bergerak dengan support di 4860 dan resisten di 4910. Di tengah resiko
pasar yang meningkat, aksi beli selektif akan menyasar saham‐saham yang memiliki
isu sekoral yang positif seperti sektor barang konsumsi, infrastruktur dan jasa
konstruksi.
IHSG : S1 4860 S2 4835 R1 4910 R2 4950
Index Last Chg % DJIA 17515.42 (261.49) (1.47) S&P 500 2046.68 (34.66) (1.67) FTSE 100 6490.70 58.49 0.91 CAC 40 4639.02 34.38 0.75 DAX 10747.30 70.52 0.66 NIKKEI 225 19737.64 (429.96) (2.13) HANGSENG 23516.56 (1358.75) (5.46) STI 3284.99 (42.12) (1.27) SHENZHEN 1884.45 (48.38) (2.50) SHANGHAI 3507.19 (219.93) (5.90) Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 51.82 (0.85) (1.61) CPO (RM/M.T) 2209.00 0.00 0.00 Gold (USD/T.oz) 1156.30 1.40 0.12 Nikel (USD/M.T 11195.00 (425.00) (3.66) Timah (USD/M.T) 14100.00 (150.00) (1.05) Coal (USD/M.T) 58.70 0.30 0.51 Exchange Rates Chg % IDR/USD 13263.50 (72.00) (0.54) USD/EUR 1.107 0.01 0.77 JPY/USD 120.73 (2.22) (1.81) IDR/SGD 9880.55 42.48 0.43 IDR/AUD 9902.26 (0.95) (0.01) TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 43.15 2862 0.30 0.70Top Gainers IDR % Chg
INPP 380 18.80 60 SMMT 2,000 17.30 295 FPNI 97 16.90 14 SMAR 4,900 6.50 300 DVLA 1,730 6.50 105
Top Losers IDR % Chg
BSIM‐W2 130 (27.00) (48)
MTSM 525 (25.00) (175)
BRMS 69 (15.90) (13)
HOTL‐W 13 (13.30) (2)
BIPP‐W 15 (11.80) (2)
Top Value IDR % (miliar) SRIL 413 6.20 615 B TLKM 2,900 1.00 587 B BBRI 10,225 (2.40) 521 B BBCA 13,325 0.90 398 B BBNI 5,400 (2.70) 377 B
Top Volume IDR % (juta)
SRIL 413 6.20 1,551.817 SIAP 195 1.00 973.031 ENRG 70 (2.80) 505.718 BWPT 385 (7.70) 444.232 PWON 404 (2.70) 292.289 IHSG 4,871.57 Change (34.48) Change (%) (0.70) Change (%/ytd) (6.80) Total Value (IDR triliun) 5.109 Total Volume (miliar saham) 5.896 Net Foreign Buy (IDR miliar) 60.000 Up: 69 Down: 408 Unchange: 81
News Update
2
NYSE hentikan sementara perdagangan saham. Tak ada angin tak ada hujan, New York Stock Exchange (NYSE) tiba-tiba menghentikan perdagangannya di Rabu pagi (8/7) waktu Amerika Serikat. Perdagangan dihentikan setelah berjalan sekitar tiga jam. Pihak bursa saham di New York tersebut tidak langsung memberi penjelasan. Namun, melalui akun Twitter, pihak NYSE menjelaskan penyebab penutupan mendadak perdagangan. "Masalah yang kami hadapi adalah masalah teknis internal dan bukan akibat dari pelanggaran cyber," tulis akun @NYSE, Rabu (8/7). Namun tidak ada penjelasan masalah teknis apa yang dialami. NYSE memilih menghentikan perdagangan untuk menghindari masalah yang mungkin muncul akibat masalah teknis tersebut. "Kami melakukan yang terbaik untuk mendapat hasil memuaskan dan akan memberikan update secepat mungkin," tutur pihak NYSE. Perdagangan saham di bursa lain di Amerika Serikat tetap berjalan seperti biasa, termasuk untuk saham-saham yang tercatat di NYSE. Pelaku pasar juga tidak terlalu cemas melihat situasi ini. "Semua terkendali. Tidak ada tanda-tanda kepanikan sama sekali," kata Mark Otto, pialang dari J. Streicher & Co, seperti dikutip Reuters. Sementara itu, indeks saham di AS cenderung melemah hari ini, lantaran terkena sentimen negatif perkembangan di China. Indeks saham di China hari ini merosot tajam dan ditutup melemah lebih dari 5%. (Kontan Online)
Menanti proposal baru Yunani. Drama krisis utang Yunani masih berlanjut. Kali ini, sang tokoh utama kembali harus berhadapan dengan babak menegangkan di detik-detik akhir episode. Yunani hanya punya kesempatan hingga Minggu (12/7) untuk menentukan masa depan. Dalam pertemuan mendadak Selasa lalu (7/7), para pemimpin Uni Eropa (UE) sepakat memberikan waktu perpanjangan bagi Yunani. Negeri Para Dewa tersebut diberikan peluang untuk memberikan proposal utang baru hingga Minggu (12/7). Rencananya, para pemimpin Yunani dan UE bakal kembali menggelar pertemuan darurat di Minggu. Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk mengatakan, Yunani punya waktu empat hari untuk memberikan proposal baru. Tapi, Kanselir Jerman Angela Merkel berharap, Yunani bisa menyerahkan proposal utang baru, Kamis (9/7). Alasannya, agar Merkel bisa meminta parlemen Jerman untuk memberikan kuasa soal negosiasi program bantuan utang baru di Minggu. Tusk mengatakan, proposal utang baru akan menentukan nasib sistem perbankan Yunani dan perbankan Eropa."Saat ini adalah momen kritis bagi zona euro," ujar Tusk, seperti dikutip BBC, Rabu (8/7). Komisioner Ekonomi UE, Pierre Moscovici menambahkan, pemimpin Eropa tidak ingin Yunani terdepak dari zona euro. Tapi, hal itu tergantung penuh pada proposal baru Yunani. Sementara, Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker mewanti-wanti agar Yunani bersikap serius memberikan proposal baru. "Kami sudah menyiapkan skenario Grexit (Greece Exit), andai Yunani terpaksa keluar dari zona euro," tandas Juncker. Sebagai gambaran, pengetatan likuiditas yang diberlakukan sejak pekan lalu tak mampu menolong perbankan Yunani lolos dari kekeringan likuiditas. Sebab Bank Sentral Eropa (ECB) menolak memberikan bantuan likuiditas darurat. Presiden Prancis, Francois Holland mengatakan, ECB akan menentukan kebijakan likuiditas lanjutan setelah hasil pertemuan Minggu. Andai tidak tercapai kesepakatan di akhir pekan ini, perbankan Yunani dipastikan kehabisan duit. Awalnya Yunani diprediksi memberikan proposal baru pada pertemuan Selasa (7/7). Namun, Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras datang dengan tangan kosong. (Kontan Online)
Rajawali lepas TAXI ke SRTG, MPMX & Golden Valley. Divestasi Rajawali Corpora terhadap PT Express Transindo Tbk (TAXI) semakin mengerucut. Nantinya, 1,09 miliar atau 51% saham TAXI akan diambil oleh 3 perusahaan yakni PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) dan PT Mustika Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), dan Golden Valley Advisors Inc. Ira Dompas, Sekretaris Perusahaan SRTG menyebut tiga pihak pembeli saham TAXI pun baru melakukan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) pada Senin, 6 Juli. Meski begitu, ia mengaku belum tahu berapa masing-masing porsi pengambilan SRTG, MPMX, dan Golden Valley. Sekedar informasi, SRTG merupakan perusahaan investasi aktif yang memiliki portfolio di 3 sektor kunci yakni infrastruktur, sumber daya alam, dan konsumer. Nah, pengambilalihan TAXI ini dilakukan dalam rangka menambah portfolio investasi Saratoga. Kemudian, MPMX merupakan anak usaha SRTG yang bergerak di bidang otomotif konsumen terintegrasi yang memiliki usaha utama pada sektor distribusi dan ritel, suku cadang otomotif konsumen, layanan kendaraan bermotor, dan layanan keuangan. Nantinya, pengambilan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja MPMX ke depannya dan berfokus pada otomotif konsumen. Sedangkan, Golden Valley adalah perusahaan induk yang memiliki fokus investasi di Indonesia. Saat ini, Rajawali juga tengah melakukan due diligence untuk melepas seluruh sahamnya di PT Nusantara Infrastructure Tbk (META). Terdapat 5 penawar META yang terdiri dari investor strategis dan finansial lokal maupun asing. (Kontan Online)
SILO gandeng NIRO di bisnis rumah sakit. PT Siloam Hospitas International Tbk (SILO) menjalin kerjasama dengan PT Nirwana Development Tbk (NIRO) untuk mengembangkan rumah sakit baru. Keduanya, telah melakukan penadatangan nota kesepahaman (MoU) pada Rabu hari ini (8/7). Dengan kerjasama ini, SILO akan membangun rumah sakit di kawasan mixed use milik NIRO yang tersebar di lima wilayah. Ini dilakukan untuk memperluas pangsa pasar SILO di kelas menengah ke bawah. “Kami berkomitmen menyediakan layanan kesehatan berkualitas dan mudah diakses. Kerjasama ini akan menunjang strategi SILO dalam mengembangkan rumah sakit di berbagai wilayah yang potensial,” tutur Romeo di Tangerang, Rabu (8/7) Dalam kerjasama ini, NIRO akan menyediakan lahan dan membangun rumah sakitnya. Sementara SILO akan mengelola termasuk didalamnya menyediakan peralatan medis. Tahap awal, SILO akan membangun rumah sakit Siloam Medica di proyek mixed use milik di Solo milik NIRO. Wilson Efendi, Direktur Utama NIRO mengatakan pembangunan tersebut akan dimulai seusai lebaran dan ditargetkan rampung semester II 2016. “Setelah itu rampung, akan dibangun rumah sakit di proyek kita yang ada di Cirebon,” ungkap Wilson. Saat ini, NIRO memiliki proyek mixed use di lima kota wilayah di Indonesia yang menyasar masyarakat kelas dua dan kelas tiga. Itu artinya, SILO akan menambah lima ruma sakit baru di proyek tersebut. Adapun tipe rumah sakit yang akan dikembangkan selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan masayarakata setempat. (Kontan Online)
Sinarmas mengisi manajemen BRAU dan ARMS. Grup Sinarmas telah menjadi pemenang dalam perebutan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU). Walau transaksi pengambilalihan belum 100% selesai, namun Grup Sinarmas akan segera mengisi manajemen BRAU dan Asia Resource Minerals Plc (ARMS). Managing Director Grup Sinarmas Gandi Sulistyanto Soeherman akan menduduki jabatan Komisaris Utama BRAU. Laksamana TNI (Purn) DR Marsetio menjabat Wakil Presiden Komisaris dan Komisaris Independen. Lebih lanjut, Deswandhy Agusman akan menduduki posisi Komisaris Independen. Lalu DR. H. Darmono akan mengisi kursi Komisaris. Nah, Fuganto Widjaja yang merupakan Direktur Utama PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) akan mengisi posisi Direktur Utama BRAU. Kemudian Bambang Heruawan Haliman dan Edy Santoso, S.H., M.H. bertindak sebagai Direktur. Lalu Arief Wiedhartono merupakan Direktur Independen. Lebih lanjut, pihak Sinarmas pun akan mengisi manajemen ARMS. Setelah penyelesaian transaksi ini, Asia Coal Energy Ventures Limited (ACE) akan mengontrol lebih dari 50% dari saham ARMS. Lalu manajemen ARMS sebelumnya yakni Komisaris yang dijabat Wal King, Direktur Independen Senior yaitu Sir Richard Gozney, dan Direktur Eksekutif serta Chief Executive Officer (CEO) Hamish Tyrwhitt mengundurkan diri. Dengan ini, ARMS memiliki 3 orang baru yang menduduki kursi manajemen. Mereka adalah Kin Chan, Dwi Suseno, dan Fuganto Widjaja. Kin Chan merupakan Chief Investment Officer Argyle Street Management Limited. Ia juga merupakan Komisaris TIH Limited dan Direktur OUE Limited. Kemudian, Dwi Suseno dan Fuganto Widjaja merupakan bagian dari Grup Sinarmas. Dwi adalah Managing Director Sinarmas Mining and Energy. Sementara Fuganto adalah Direktur PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA). (Kontan Online)Stock Picks
3PTPP 3850‐4000.
Di tengah memburuknya iklim pasar, saham sektor jasa konstruksi bergerak defensif
kemarin. Harga saham salah satu emiten jasa konstruksi PT PP Tbk (PTPP) kemarin berhasil melanjutkan
tren penguatannya. Harga sahamnya tutup di Rp3955 berpeluang melanjutkan tren penguatan dengan
target resisten di Rp4000. Katalis positif pergerakan harga sahamnya ke depan adalah besarnya belanja
pemerintah di sektor infrastruktur hingga Rp280 triliun tahun ini yang diperkirakan mulai efektif memasuki
paruh kedua tahun ini. Selain itu, rencana Bank Indonesia (BI) melakukan relaksasi aturan LTV sektor
properti turut menjadi katalis positif pergerakan harga saham sektor jasa konstruksi. Laba bersih perseroan
sepanjang 1Q15 mencapai Rp93,53 miliar tumbuh 52,26% (yoy) dari periode yang sama 2014 sebesar
Rp61,43 miliar. Pertumbuhan ini jauh lebih baik ketimbang rata‐rata emiten BUMN jasa konstruksi yang
mengalami penurunan laba 29% pada periode yang sama. Sedangkan pendapatan usaha hanya turun 1% di
Rp1,98 triliun. Tahun ini kontrak baru ditargetkan tumbuh 30% mencapai Rp27 triliun dari tahun lalu
Rp20,24 triliun. Dengan target tersebut, pendapatan tahun ini diperkirakan tumbuh 52% mencapai Rp19
triliun. Sedangkan laba bersih diperkirakan tumbuh 35% mencapai Rp730 miliar. EPS tahun ini diperkirakan
Rp151. Pada harga saat ini di Rp3955, harga saham PTPP ditransaksikan dengan PE 26,2x. Harga sahamnya
berpeluang ditransaksikan dengan PE 28x sesuai dengan sektornya. Ini berarti harga sahamnya berpeluang
mencapai Rp4228 atau punya ruang penguatan 7% dari harga saat ini. Peluang penguatan lanjutan dalam
jangka pendek akan menguji resisten di Rp4000. Sedangkan level support saat ini di kisaran Rp3850 hingga
Rp3900. Secara technical pergerakan harga sahamnya memasuki area overbough sehingga rawan aksi
ambil untung. Trading Buy, SL 3800
4
UNVR 40000‐41400.
Harga saham emiten sektor konsumsi Unilever Indonesia Tbk (UNVR) kemarin berhasil
rebound terbatas di tengah iklim pasar yang kurang kondusif. Penguatan harganya berusaha menguji
resisten di Rp41400. Pergerakan harga sahamnya sejak pertengahan Juni lalu sideways di area downtrend.
Secara technical level support saat ini di kisaran Rp39500 hingga Rp40000. Sepanjang harga bertahan di
atas Rp39500, harga sahamnya masih berpeluang melanjutkan penguatannya. Saham sektor konsumsi saat
ini mendapatkan sentimen positif menjelang Idul Fitri ditopang meningkatnya permintaan masyarakat.
Kinerja emiten di sektor ini sepanjang tahun mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang tinggi di kuartal
tiga karena adanya momen bulan puasa dan Idul Fitri. Meskipun menghadapi tantangan depresiasi rupiah
atas dolar AS dan melambatnya daya beli masyarakat tahun ini, namun UNVR berhasil mempertahankan
marjin dengan langkah efisiensi dan kenaikan harga jual. Maret lalu perseroan telah menaikan harga jual
produk rata‐rata 1%. Tahun lalu perseroan telah menaikan rata‐rata harga jual dua kali yakni di Maret
sekitar 4%‐5% dan September 5%. Harga komoditas yang terus melemah juga menguntungkan perseroan
karena biaya bahan baku bisa turun. Untuk meminimalisir volatilitas pergerakan mata uang asing terhadap
marjin, perseroan melakukan lindung nilai setiap kuartal. Penjualan bersih perseroan 1Q15 tumbuh 7,88%
mencapai Rp9,41 triliun. Bila dibandingkan pertumbuhan penjualan bersih tahun lalu yang mencapai
12,20%, pertumbuhan sepanjang 1Q15 mengalami perlambatan. Namun di bottom line, perseroan berhasil
mencatatkan laba Rp1,59 triliun atau tumbuh 17% dengan marjin naik menjadi 16,91% dari 15,60% periode
yang sama 2014. Marjin bruto naik dari 48% menjadi 51%. Marjin usaha juga tumbuh menjadi 16,91% dari
15,60%. Tahun ini diperkirakan penjualan bersih bisa tumbuh 11,83% mencapai Rp38,59 triliun. Laba bersih
tumbuh 12,72% mencapai Rp6,47 triliun dengan marjin 16,76%. EPS tahun ini diproyeksikan mencapai
Rp847,78 naik dari 2014 lalu Rp752. Pada harga saat ini di Rp40700, saham UNVR ditransaksikan dengan PE
54,1x (2014) dan PE 48x (E/15). Saham perseroan berpeluang ditransaksikan dengan PE 54x sesuai dengan
industrinya atau mencapai Rp45792. Trading Buy, SL 39400
Stock Picks
Kamis, 9 Juli 2015
5
Stock Picks
KLBF 1620‐1700.
Harga saham emiten farmasi Kalbe Farma Tbk (KLBF) bergerak dalam tren konsolidasi
sejak pertengahan Juni lalu di tengah iklim pasar yang kurang kondusif. Memasuki pertengahan Juli
menyambut Idul Fitri saham sektor konsumsi relatif lebih defensif terhadap gejolak pasar karena ditopang
sentimen meningkatnya belanja masyarakat terhadap barang‐barang konsumsi. Pergerakan harganya
sebulan terakhir bergerak di kisaran support Rp1620 hingga Rp1640 dan resisten di kisaran Rp1680 hingga
Rp1700. Sepanjang bertahan di atas Rp1620 peluang penguatan lanjutan akan terbuka. Kondisi pasar yang
masih berfluktuatif dengan resiko yang meningkat membuat pelaku pasar cenderung bermain dalam
jangka pendek. Penjualan neto perseroan tahun ini diperkirakan tumbuh 10% melambat dari perkiraan
sebelumnya sebesar 17% atau mencapai Rp19,10 triliun. Sedangkan laba tahun ini diperkirakan hanya
tumbuh 11% turun dari perkiraan sebelumnya 21,5% atau mencapai Rp2,29 triliun. EPS proyeksi tahun ini
diperkirakan hanya Rp49. Hingga 1Q15 penjualan bersih hanya tumbuh 4,4% mencapai Rp4,24 triliun
melambat dibandingkan pertumbuhan 1Q14 yang mencapai 16,5%. Sedangkan laba bersih 1Q15 tumbuh
7,2% mencapai Rp528,66 miliar dari 1Q14 sebesar Rp493,10 miliar. Marjin bersih 1Q15 mencapai 12,45%
naik dari 1Q14 sebesar 12,12%. Pada harga saat ini Rp1655 saham perseroan ditransaksikan dengan PE
33,8x (E/15). Harga sahamnya diperkirakan berpeluang ditransaksikan dengan PE 37x atau mencapai
Rp1810, punya ruang penguatan 9,4% dari harga saat ini. Secara technical peluang rebound lanjutan akan
menguji resisten di Rp1680 hingga Rp1700. Sedangkan level support saat ini di Rp1620 hingga Rp1640.
Pergerakan harga sahamnya masih konsolidasi di area downtrend. Sepanjang bertahan di atas level
Rp1620, harga sahamnya berpeluang melanjutkan rebound. Trading Buy, SL 1600
Kamis, 9 Juli 2015
Saham Pilihan
TLKM 2870-2950 TB, SL 2860
BBNI 5300-5550 BoW, SL5200
BBTN 1160-1200 BoW, SL 1150
ADHI 2200-2370 BoW, SL 2150
WIKA 2850-3000 BoW, SL 2800
WSKT 1720-1810 SoS, SL 1640
CPIN 2700-2840 BoW, SL 2650
Stock View
6
Kamis, 9 Juli 2015
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE
IHSG
4871.57 4903.99 4936.42 4847.79 4824.02
PERKEBUNAN AALI 25500 25,633.33 25,766.67 25,283.33 25,066.67 3,725,866.00 36.80 485.51 114.55 13.13 BWPT 385 407.67 430.33 370.67 356.33 LSIP 1535 1,585.00 1,635.00 1,505.00 1,475.00 1,279,973.00 40.33 32.78 122.48 11.71 SGRO 1650 1,693.33 1,736.67 1,603.33 1,556.67 649,627.93 10.94 29.32 141.04 14.07 SIMP 605 611.67 618.33 596.67 588.33 3,171,052.00 2.40 12.14 92.44 12.46 UNSP 50 50.00 50.00 50.00 50.00 659,213.38 36.97 21.64 ‐571.51 0.58PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 655 688.33 721.67 638.33 621.67 9,632,947.40 33.83 45.68 269.20 3.58 BORN 835 928.33 1,021.67 783.33 731.67 BRAU 835 928.33 1,021.67 783.33 731.67 BUMI 58 59.33 60.67 57.33 56.67 9,572,406.53 4.50 191.78 ‐751.57 0.08 DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 631,292.51 8.52 ‐0.52 ‐77.95 ‐23.93 HRUM 1110 1,111.67 1,113.33 1,106.67 1,103.33 1,460,386.97 ‐32.82 45.54 81.61 6.09 ITMG 12200 12,500.00 12,800.00 12,050.00 11,900.00 5,742,974.57 5.02 968.54 ‐299.21 3.15 PTBA 7550 7,875.00 8,200.00 7,325.00 7,100.00 3,093,648.00 11.39 232.76 8.74 8.11 PTRO 415 423.00 431.00 411.00 407.00 929,699.70 5.15 23.76 ‐67.39 4.37
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 100 102.33 104.67 97.33 94.67 999,850.63 1,185.87 4.39 5,114.26 5.69 ELSA 465 477.33 489.67 457.33 449.67 918,296.00 ‐12.25 7.42 56.06 15.67
ENRG 70 72.33 74.67 68.33 66.67 2,210,590.04 27.13 4.86 2,610.69 3.60
ESSA 2350 2,450.00 2,550.00 2,300.00 2,250.00 126,590.83 22.89 42.71 28.12 13.76 MEDC 2480 2,535.00 2,590.00 2,415.00 2,350.00 2,303,371.50 7.08 122.83 131.12 5.05
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 625 646.67 668.33 611.67 598.33 INCO 2535 2,613.33 2,691.67 2,493.33 2,451.67 2,430,306.44 ‐3.23 20.62 ‐33.11 30.74 TINS 1165 1,186.67 1,208.33 1,126.67 1,088.33 SEMEN INTP 21175 21,341.67 21,508.33 20,991.67 20,808.33 4,499,774.00 6.65 289.47 ‐7.03 18.29 SMCB 1500 1,518.33 1,536.67 1,488.33 1,476.67 2,356,126.00 9.11 42.23 75.57 8.88 SMGR 11625 11,908.33 12,191.67 11,433.33 11,241.67 6,177,992.74 11.44 219.66 5.39 13.23
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 62 63.33 64.67 61.33 60.67 333,609.60 28.88 2.97 59.01 5.22 JPRS 530 541.67 553.33 521.67 513.33 158,603.63 98.78 6.50 ‐0.37 20.38 KRAS 333 336.00 339.00 331.00 329.00 5,240,035.36 ‐12.47 ‐33.57 ‐698.77 ‐2.48 PAKAN TERNAK CPIN 2720 2,781.67 2,843.33 2,681.67 2,643.33 6,719,521.00 19.02 40.34 ‐7.84 16.86 JPFA 530 541.67 553.33 521.67 513.33 5,674,518.00 14.33 4.97 ‐72.07 26.68
OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 6650 6,791.67 6,933.33 6,566.67 6,483.33 49,821,000.00 6.73 116.76 9.68 14.24 GJTL 840 853.33 866.67 833.33 826.67 3,199,668.00 5.32 96.23 ‐2.66 2.18
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 12150 12,316.67 12,483.33 12,016.67 11,883.33 7,355,089.00 21.44 0.12 6.96 24.94 INDF 6550 6,600.00 6,650.00 6,500.00 6,450.00 16,365,578.00 27.30 156.42 90.13 10.47 MYOR 26000 26,383.33 26,766.67 25,533.33 25,066.67 3,498,158.85 30.25 133.69 ‐45.72 48.62 ROTI 1150 1,166.67 1,183.33 1,126.67 1,103.33 464,595.48 27.03 12.10 9.45 23.76 GGRM 45900 46,750.00 47,600.00 45,400.00 44,900.00 15,670,252.00 23.99 736.58 35.34 15.58 INAF 200 206.67 213.33 196.67 193.33 155,073.95 25.62 ‐12.39 250.04 ‐4.04 KAEF 1020 1,038.33 1,056.67 1,008.33 996.67 867,027.74 8.45 4.21 ‐4.38 60.61 KLBF 1655 1,663.33 1,671.67 1,643.33 1,631.67 4,066,502.64 16.52 10.52 11.04 39.33
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7 EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 362 367.67 373.33 356.67 351.33 1,165,134.03 1.99 14.43 20.67 6.27 ASRI 560 575.00 590.00 550.00 540.00 871,134.65 ‐3.40 15.77 ‐23.45 8.88 BKSL 91 93.00 95.00 90.00 89.00 BSDE 1720 1,751.67 1,783.33 1,686.67 1,653.33 1,254,119.10 ‐39.62 27.93 ‐60.73 15.40 COWL 600 603.33 606.67 593.33 586.67 64,709.78 ‐6.38 1.59 ‐30.99 94.08 CTRA 1255 1,275.00 1,295.00 1,245.00 1,235.00 1,202,303.51 ‐10.35 15.01 5.45 20.90 CTRP 560 571.67 583.33 546.67 533.33 251,211.60 ‐58.80 4.89 ‐84.29 28.62 CTRS 2525 2,540.00 2,555.00 2,510.00 2,495.00 347,893.21 27.73 66.20 25.74 9.54 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 261 265.33 269.67 257.33 253.67 725,835.40 ‐3.64 15.03 51.33 4.34 MDLN 510 524.33 538.67 496.33 482.67 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2295 2,346.67 2,398.33 2,256.67 2,218.33 1,439,602.33 5.83 9.01 40.67 63.65 DGIK 113 115.67 118.33 110.67 108.33 480,924.22 52.77 1.81 ‐44.42 15.61 PTPP 3955 4,006.67 4,058.33 3,881.67 3,808.33 1,999,368.48 55.72 12.69 44.39 77.94 SSIA 940 956.67 973.33 931.67 923.33 918,070.21 ‐17.06 2.64 ‐93.80 89.07 TOTL 925 940.00 955.00 915.00 905.00 547,807.36 ‐6.30 11.12 ‐20.80 20.79 WIKA 2900 2,921.67 2,943.33 2,866.67 2,833.33 2,791,666.54 6.24 27.28 6.78 26.57
INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 4175 4,236.67 4,298.33 4,131.67 4,088.33
JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 580 583.33 586.67 573.33 566.67 262,850.17 17.13 53.83 8.63 2.69 JSMR 5875 5,983.33 6,091.67 5,783.33 5,691.67 2,079,705.80 ‐13.14 55.30 16.71 26.56 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 471,133.26 ‐31.12 6.89 ‐316.19 1.81 EXCL 3255 3,295.00 3,335.00 3,225.00 3,195.00 5,512,751.00 9.78 44.41 20.12 18.33 ISAT 4000 4,003.33 4,006.67 3,998.33 3,996.67 5,773,177.00 ‐0.26 147.24 ‐1,224.62 6.79 TLKM 2720 2,736.67 2,753.33 2,696.67 2,673.33 21,250,000.00 8.71 36.20 4.95 18.78 TRANSPORTASI GIAA 435 443.33 451.67 425.33 415.67 9,206,681.81 17.35 ‐82.55 469.78 ‐1.32 MBSS 700 720.00 740.00 685.00 670.00 435,871.55 21.78 59.94 3.87 2.92 WINS 1150 1,213.33 1,276.67 1,093.33 1,036.67 518,942.64 36.32 23.63 53.05 12.17 KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 305 312.00 319.00 299.00 293.00 2,753,426.38 52.84 17.64 3.30 4.32 BANK BBCA 13325 13,483.33 13,641.67 13,133.33 12,941.67 10,261,849.00 32.93 148.65 26.73 22.41 BBKP 650 656.67 663.33 641.67 633.33 1,641,517.00 15.99 27.33 9.08 5.95 BBNI 5400 5,491.67 5,583.33 5,341.67 5,283.33 7,526,634.00 26.65 128.30 15.63 10.52 BBRI 10225 10,450.00 10,675.00 10,100.00 9,975.00 17,099,293.00 28.06 240.57 16.71 10.63 BBTN 1180 1,196.67 1,213.33 1,161.67 1,143.33 3,123,112.00 28.06 32.29 2.24 9.14 BDMN 4200 4,228.33 4,256.67 4,163.33 4,126.67 5,612,922.00 17.40 91.25 ‐13.01 11.51 BJBR 825 831.67 838.33 816.67 808.33 2,124,681.00 12.48 33.55 ‐12.29 6.15 BMRI 9950 10,033.33 10,116.67 9,883.33 9,816.67 14,313,290.00 25.54 211.05 10.27 11.79 BNGA 665 666.67 668.33 661.67 658.33 4,883,839.00 15.02 43.71 4.22 3.80
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 5425 5,508.33 5,591.67 5,383.33 5,341.67 5,630,170.96 3.52 46.44 14.36 29.20 INTA 287 289.67 292.33 285.67 284.33 398,931.00 ‐48.89 37.27 87.86 1.93 UNTR 17675 17,975.00 18,275.00 17,125.00 16,575.00 13,901,385.00 11.66 42.26 39.66 104.56 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 5250 5,300.00 5,350.00 5,200.00 5,150.00 2,675,101.00 26.32 27.42 ‐27.88 47.87 RALS 670 678.33 686.67 663.33 656.67 1,184,904.00 9.45 5.73 ‐2.88 29.25
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1870 1,896.67 1,923.33 1,836.67 1,803.33 1,496,466.00 9.55 27.61 ‐7.99 16.93 PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 69 79.33 89.67 62.33 55.67 55,860.54 ‐9.06 ‐5.88 94.31 ‐2.94
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
BABP Bank MNC Internasional Tbk. AGM 28/04/2015 0:14:00
MNC Tower, Auditorium Lt B2, Jl. Kebon Sirih
No.17‐19, Jakarta Pusat
BABP Bank MNC Internasional Tbk. EGM 28/04/2015 0:14:00
MNC Tower, Auditorium Lt. B2, Jl. Kebon Sirih
No.17‐19, Jakarta Pusat
ASII
Astra International Tbk.
AGM 28/04/2015 0:08:30
The Ritz‐Carlton Jakarta, Pacific Place
NRCA
Nusa Raya Cipta Tbk
AGM 28/04/2015 0:10:00
Hotel Gran Melia, Ruang Legian 2, Jl. HR. Ra‐
suna Said Blok X‐0 Kav.4, Kuningan, Jakarta
12950
RAJA
Rukun Raharja Tbk.
AGM 29/04/2015 0:10:00
Intercontonental mid plaza hotel
BPFI
Batavia Prosperindo Finance
Tbk
AGM 30/04/2015 0:01:00
Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance
Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend
Sudirman Kav 21, Jakarta 12920
BPFI
Batavia Prosperindo Finance
Tbk
EGM 30/04/2015 0:10:00
Ruang Rapat PT Batavia Prosperindo Finance
Tbk, Gedung Chase Plaza Lantai 12, Jl.Jend
Sudirman Kav 21, Jakarta 12920
BPII
Batavia Prosperindo Interna‐
sional Tbk
AGM 30/04/2015 0:14:00
Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav.
21, Jakarta Selatan
BPII
Batavia Prosperindo Interna‐
sional Tbk
EGM 30/04/2015 0:14:00
Chase Plaza, Lantai 12, Jl. Jend. Sudirman Kav.
21, Jakarta Selatan
BRAU
Berau Coal Energy Tbk
EGM 30/04/2015 0:10:00
ASBI
Asuransi Bintang Tbk.
AGM 30/04/2015 0:14:00
ASBI
Asuransi Bintang Tbk.
EGM 30/04/2015 0:14:00
TOTL
Total Bangun Persada Tbk.
AGM 30/04/2015 0:09:30
PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL
lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐
karta 11440
TOTL
Total Bangun Persada Tbk.
EGM 30/04/2015 0:09:30
PT Total Bangun Persada Tbk Gedung TOTAL
lantai 8, Jl. Letjend.S.Parman No. 106A, Ja‐
karta 11440
TAXI Express Transindo Utama Tbk AGM 30/04/2015 0:09:30
Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung
Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend.
Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190
TAXI Express Transindo Utama Tbk EGM 30/04/2015 0:09:30
Ruang Seminar BEI (Galeri Bursa) ‐ Gedung
Bursa Efek Indonesia Tower 2 Lt. 1, Jl. Jend.
Sudirman Kav.52‐53, Jakarta 12190
NAGA
Bank Mitraniaga Tbk
AGM
5‐Apr‐15
0:10:00
Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl,
LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410
NAGA
Bank Mitraniaga Tbk
EGM
5‐Apr‐15
0:10:00
Hotel Menara Peninsula ‐ Merica 2 Lt.2, Jl,
LetJen. S. Parman 79 ‐ Jakarta 11410
SIMP
Salim Ivomas Pratama Tbk
AGM 5‐May‐15
0:14:00
Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH,
Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta
Selatan 12910
SIMP
Salim Ivomas Pratama Tbk
EGM 5‐May‐15
0:14:00
Sudirman Plaza ‐ Indofood Tower Lantai PH,
Jalan Jendral Sudirman Kav. 76‐78, Jakarta
Selatan 12910
Kamis, 9 Juli 2015
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN
CUM DIVIDEN RECORDING DATE
PEMBAYARAN
DIVIDEN
KETERANGAN
PLIN
70
15‐Apr‐15
20‐Apr‐15
7‐May‐15
ITMG
645
8‐Apr‐15
13‐Apr‐15
24‐Apr‐15
SMBR
8.34385
8‐Apr‐15
13‐Apr‐15
30‐Apr‐15
WTON
11,82
9‐Apr‐15
14‐Apr‐15
5‐May‐15
BJBR
71.6
8‐Apr‐15
13‐Apr‐15
30‐Apr‐15
MERK
6500
10‐Apr‐15
15‐Apr‐15
5‐May‐15
PGAS
144,84
13‐Apr‐15
16‐Apr‐15
8‐May‐15
BDMN
81,50
14‐Apr‐15
17‐Apr‐15
8‐May‐15
GEMS
3,36
13‐Apr‐15
16‐Apr‐15
20‐Apr‐15
Dividen Interim
KAEF
8.4488
15‐Apr‐15
20‐Apr‐15
8‐May‐15
BBCA
98
16‐Apr‐15
21‐Apr‐15
13‐May‐15
Dividen Final
BJTM
41,86
15‐Apr‐15
20‐Apr‐15
8‐May‐15
ACST
42
15‐Apr‐15
20‐Apr‐15
4‐May‐15
LEAD
40
7‐Apr‐15
10‐Apr‐15
30‐Apr‐15
JASS
159
‐
16‐Apr‐15
23‐Apr‐15
AALI
472
21‐Apr‐15
24‐Apr‐15
15‐May‐15
TURI
10
22‐Apr‐15
27‐Apr‐15
15‐May‐15
BFIN
54
22‐Apr‐15
27‐Apr‐15
15‐May‐15
ASGR
52
23‐Apr‐15
28‐Apr‐15
20‐May‐15
SMGR
375,34
23‐Apr‐15
28‐Apr‐15
20‐May‐15
TOBA
‐
23‐Apr‐15
28‐Apr‐15
20‐May‐15
JASS
100
‐
28‐Apr‐15
7‐May‐15
Dividen Interim
MDIA
10
24‐Apr‐15
29‐Apr‐15
21‐May‐15
SSMS
22,65
24‐Apr‐15
29‐Apr‐15
21‐May‐15
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.