1
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BERAS HITAM (ORYZA SATIVA L.INDICA) TERHADAP KADAR TOTAL KOLESTEROL PADA TIKUS WISTAR (RATTUS NOVERGICUS) YANG DIBERI DIET PRODISLIPIDEMIA
Frederick Yohanes N. Waworuntu*
*Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi
ABSTRAK
Di negara maju dan berkembang, penyakit kardiovaskular telah menjadi penyebab utama kematian. Dislipidemia salah satu yang berperan dalam kejadian Penyakit Jantung Koroner. Beras hitam mengandung komponen aktif antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan sehingga bermanfaat bagi kesehatan dalam menangkal radikal bebas, serta mengurangi pembentukan plak aterosklerotik. Manfaat utama serbuk beras hitam adalah Membersihkan racun dan toksin dari dalam tubuh (detoksifikasi), Membantu memelihara ketahanan tubuh (imunitas), dan Membantu memelihara keseimbangan sistem organ dan hormon. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian ekstrak beras hitam terhadap kadar total kolesterol tikus wistar (Rattus
novergicus).
Jenis penelitian adalah true experiment, dengan pre test post test control group design. Sampel yang digunakan adalah tikus wisatr jantan berusia >8 minggu, berat badan 150-200 gram dengan jumlah 28 tikus wistar dan dibagi 4 kelompok yaitu A1 diberi perilaku ekstrak beras hitam, A2 diberi perlakuan pemberian prodislipidemia dan ekstrak beras hitam, B1 diberi perlakuan prodislipidemia dan B2 hanya diberikan pakan.
Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan bermakna A1 p=0,037 dan A2 p=0,002. Kelompok lainnya tidak terdapat perbedaan bermakna yaitu B1 p=0,070 dan B2 p=0,217.
Pemberian ekstrak beras hitam dan diberi diet prodislipidemia dapat menurunkan total kolesterol pada tikus wistar.
Kata Kunci : Ekstrak Beras Hitam, Kadar Total Kolesterol, Diet Prodislipidemia ABSTRACT
In developed and developing countries, cardiovascular disease has become a major cause of death. Dyslipidemia one of which plays a role in the incidence of coronary heart disease. Black rice atiostianin containing the active components that act as antioxidants that are beneficial to health in counteracting free radicals, as well as reducing the formation of atherosclerotic plaques. The main benefit is the black rice powder Cleaning poisons and toxins from the body (detoxification), Helps maintain the body's resistance (immunity), and helps maintain hormonal balance and organ systems. The purpose of this study to know the effect of black rice extract on levels of total cholesterol Wistar rats (Rattus novergicus).
This type of research is true experiment, with pretest posttest control group design. The sample used is wisatr male rats aged> 8 weeks, weight 150-200 grams with 28 Wistar rats and divided into 4 groups: A1 given the behavior of black rice extract, A2 treated prodislipidemia administration and black rice extract, B1 treated prodislipidemia and B2 only given feed.
The results showed significant differences A1 p = 0.037 and A2 p = 0.002. The other group was not significantly different B1p = 0.070 and B2 p = 0.217.
Black rice extract and fed a diet can lower total cholesterol prodislipidemia in wistar rats.
2 PENDAHULUAN
Penyakit Jantung Koroner merupakan pembunuh utama pria dan wanita di Amerika Serikat, Eropa dan sebagian Asia. Studi klinis telah menunjukkan bahwa PJK berkorelasi dengan ateroma (plak aterosklerosis) beserta komplikasinya seperti trombosis (Orford, et al., 2000; Kher & Marsh, 2004). Oleh karena itu, dalam pencegahan dan penanganan aterosklerosis, penting untuk mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan status antioksidatif dan untuk menghambat hiperlipidemia serta inflamasi pada penderita (Wang et al., 2007). Banyak hal yang berperan dalam kejadian Penyakit Jantung Koroner, salah satunya adalah dislipidemia. Dislipidemia merupakan suatu keadaan dimana terdapat abnormalitas profil lipid dalam darah seperti peningkatan kolesterol total, Low Density Lipoprotein (LDL), trigliserida, dan penurunan kolesterol High Density Lipoprotein (HDL). Kadar lipid non HDL yang meningkat menyebabkan penyempitan pembuluh darah atau aterosklerosis (Colpo, 2005).
WHO memperkirakan dislipidemia berhubungan dengan lebih dari separuh kasus penyakit jantung dan pembuluh darah dengan angka kematian sekitar 4 juta per tahun. Dislipidemia dianggap mempunyai peran penting atau bahkan dikatakan lebih penting dibanding faktor-faktor resiko lainnya dalam kejadian kardiovaskular (Setiati, 2010).
Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2007 menunjukkan untuk populasi umur 15 tahun ke atas prevalensi nasional penyakit jantung sebesar 7,2% sedangkan untuk Provinsi Sulawesi Utara prevalensinya lebih tinggi yakni 8,2% (Depkes RI, 2008). Perlu juga untuk mencermati pola konsumsi lemak pada masyarakat yang dapat memicu terjadinya dislipidemia. Rata-rata konsumsi lemak pada tingkat nasional adalah 47,2 gr ± 34,1 dengan tingkat persentase asupan energi dari lemak sebesar 25,6% sedangkan untuk Sulawesi Utara rata-rata konsumsi lemak sebesar 39,2 ± 30,6 gr dengan tingkat persentase asupan energi dari lemak sebesar 19,5% (Depkes RI, 2011).
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian true experiment, dengan rancangan pre test post test control group design untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak beras hitam terhadap kadar total kolesterol tikus wistar (Rattus novergicus) yang diberi diet prodislipidemia. Adapun bentuk rancangan penelitian secara singkat dapat dilihat pada Tabel.1 berikut ini:
Pengukuran pre-test Perlakuan Pengukuran Post-test Kelompok Perlakuan PL0 X PL1 Penelitian ini dilakukan pada bulan September-Desember Tahun 2014 dan bertempat di Laboratorium BTKL (Balai
3 Teknik Kesehatan Lingkungan) untuk proses ekstrasi evaporasi bahan (simplicia) dan Laboratorium Bagian Gizi Fakultas Kedokteran Unsrat untuk isolasi hewan coba.
Besar sampel yang didapatkan berdasarkan rumus Federer adalah 6. Untuk menghindari berkurangnya jumlah sampel akibat drop out yaitu berat badan berkurang secara drastis, tikus mati dalam masa penelitian atau mengalami diare selama penelitian berlangsung maka jumlah sampel ditambahkan 1 ekor untuk masing-masing kelompok sehingga setiap kelompok perlakuan memiliki jumlah sampel 7 ekor.
INSTRUMEN PENELITIAN Bahan Penelitian
Tikus Wistar, Ethanol PA 95%, Pakan BR2 Beras hitam, Aquades, Lemak Babi, Kuning telur bebek, Pasir Zeolit, dan Bedak.
Alat Penelitian
Tempat minum hamster, Blender merk Electrolus, Alat untuk sentrifuge, Tube feeding, Kandang untuk hewan coba, Sarung tangan, Erlenmeyer, Rotary Evaporator merk Hahn Shin, Kertas saring, Vacuum pump, Water bath, Shaker, Syringe ® Disposable, Timbangan merk TANITA, Pengaduk, Labu, Gelas ukur
HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah tikus putih galur wistar (Rattus Norvegicus), dimbil
sebanyak 28 ekor jantan dengan berat badan 150-200 gram dengan usia>8 minggu. Dipelihara dengan menggunakan kandang Cluster box dengan bahan achrylic dengan suhu ruangan berkisar antara 27-32 dan siklus pencahayaan 12 jam. Kandang dibersihkan dan pemeliharaan dilakukan oleh peneliti.
Karakteristik Sampel
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Laboratorium Bagian Gizi Fakultas Kedokteran Unsrat, tikus wistar jantan di gunakan sebagai sampel dengan jumlah 28 ekor dengan usia>8 minggu dan berat badan 150-200 gram. Tikus wistar yang digunakan dibagi 4 kelompok yaitu, kelompok perlakuan yang diberi ekstrak beras hitam, kelompok perlakuan yang diberi prodislipidemia dan ekstrak beras hitam, kelompok perlakuan yang diberi diet prodislipidemia dan kelompok yang hanya diberikan pakan.
Perkembangan rerata berat badan tikus pada kelompok yang diberi perlakuan pemberian prodislipidemia dan ekstrak beras hitam dan kelompok kontrol yang diberi perlakuan prodislipidemia selama masa penelitian mengalami peningkatan paling tinggi dibandingkan dengan kedua kelompok lainnya. Hal ini disebabkan karena pada kelompok perlakuan pemberian prodislipidemia dan ekstrak beras hitam dan kelompok kontrol yang diberikan diet prodislipidemia (DPD) selama 7 hari. Sesuai dengan penelitian Fatimah dan Rindengan,
4 menyatakan bahwa pemberian pakan hiperkolesterolemia selama tujuh hari berpengaruh terhadap peningkatan berat badan tikus pada kelompok dibandingkan pada waktu adaptasi (Fatimah & Rindengan, 2011).
Pengaruh Pemberian Ekstrak Beras Hitam Pada Kadar Total Kolesterol Yang Diberi Diet Prodislipidemia
Berdasarkan hasil uji t berpasangan pada kelompok yang diberi pemberian ekstrak beras hitam, diketahui bahwa terdapat perbedaan yang bermakna pada pemberian ekstrak beras hitam sebelum dan sesudah dengan nilai p<0,05 yaitu dengan hasil p=0,037. Hal ini menjelaskan bahwa ekstrak beras hitam dapat menurunkan kadar total kolesterol. Pada kelompok perlakuan pemberian prodislipidemia dan ekstrak beras hitam, didapat hasil adanya perbedaan yang bermakna pada pemberian diet prodislipidemia dengan ekstrak beras hitam dengan p<0,05 dengan hasil p=0,002.
Berdasarkan hasil penelitian, pemberiaan ekstrak beras hitam memberikan pengaruh yang signifikan untuk menurunkan kadar total kolesterol. Ini dikarenakan adanya kandungan dalam beras hitam yang memiliki kadar antioksidan yang tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh Fajrin menyatakan bahwa ekstrak etanol ketan hitam yang mengandung antioksidan yang tinggi mampu menurunkan
kadar kolesterol total serum pada tikus putih jantan (Fajrin, 2010). Penelitian lain yang dilakukan oleh Sofian yang meneliti tentang efek ekstrak buah terung ungu terhadap Kadar Total Kolesterol dan Trigliserida menunjukkan penurunan kadar kolesterol total yang signifikan.
Pada kelompok perlakuan diet prodislipidemia tidak terdapat perbedaan secara statistik yang bermakna pada pemberian lemak dengan hasil p=0,070. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Rufaida yang menyatakan bahwa pemberian makanan tinggi lemak dapat meningkatkan kadar kolesterol total. Dan pada kelompok yang hanya diberikan pakan menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan hasil yang diperoleh yaitu p=0,217. Dari hasil keempat kelompok tersebut, didapat hasil yang signifikan pada kelompok yang diberi perlakuan pemberian ekstrak beras hitam dan diberi perlakuan pemberian prodislipidemia dan ekstrak beras hitam dengan nilai p <0,05. Sedangkan pada kelompok yang diberi perlakuan diet prodislipidemia dan kelompok yang hanya diberikan pakan menunjukkan hasil yang tidak signifikan dengan nilai p >0,05.
Penelitian yang dilakukan oleh peneliti sejalan dengan penilitian yang dilakukan oleh Hamdan Yuwafi Naim 2011 dengan judul Pengaruh Pemberian Yoghurt Kedelai Hitam (Black Soyghurt) Terhadap
5 Profil Lipid Serum Tikus Hiperkolesterolemia yaitu hasil penelitian memperlihatkan berat badan yang dikonsumsi tikus jantan selama 21 hari berpengaruh positif terhadap perbaikan profil lipid dengan menurunkan kadar total kolesterol berkisar 3,8 -9,3% dan Peningkatan antosianin berpengaruh nyata terutama pada penurunan kadar total kolesterol.
Penelitian yang dilakukan Fanny Rufaida, Aulanni’am dan Sri Murwani Dengan Judul Profil Kadar Kolestrol Total, Low Density Lipoprotein (LDL) Dan Gambar Histopatologis Aorta Pada Tikus (Rattus Norvegicus) Hiperkolesterolemia Dengan Terapi Ekstrak Air Benalu Mangga (Dendropthoe Pentandra) sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu dalam melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh diet terhadap profil lipid tikus (Rattus norvegicus), didapatkan bahwa diet dapat menurunkan kadar total kolesterol secara signifikan yaitu (p < 0,05). Dalam penelitian ini menunjukan total kolesterol pada kelompok kontrol setelah diberikan makanan tinggi kolesterol selama tiga bulan mengalami kenaikan dari 119,39 mg/dl menjadi 299,59 mg/dl. Sedangkan pada kelompok yang diberikan ekstrak air daun ubijalar ungu total kolesterol hampir sama (128,48 mg/dl menjadi 128,84 mg/dl).
Dalam penelitian ini diketahui bahwa ekstrak beras hitam dapat menurunkan kadar
total kolesterol karena beras hitam kaya akan nutrisi seperti asam amino, kalium, magnesium, kalsium, zat besi serta pigmen antosianin. Beras hitam juga berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, mengatur berat badan tubuh, memperbaiki kerusakan sel hati, mencegah
gangguan fungsi ginjal, mencegah
kanker/tumor, memperlambat penuaan, sebagai antioksidan, membersihkan kolesterol dalam darah, dan mencegah anemia.
KESIMPULAN
1. Rata-rata kadar Total Kolesterol pada tikus wistar sebelum pemberian ekstrak beras hitam pada kelompok A1 yaitu 67,51±2,99. Pada kelompok A2 rata-rata kadar total kolesterol tikus yang diberi diet prodislipidemia dan pemberian ekstrak beras hitam yaitu 89,45±0,22. Pada kelompok B1 yang diberikan diet prodislipidemia yaitu 90,35±6,04 sedangkan pada kelompok B2 yang hanya diberikan pakan yaitu 71,07±4,34.
2. Rata-rata kadar Total Kolesterol pada tikus wistar sesudah pemberian ekstrak beras hitam pada kelompok A1 yaitu 61,54±3,28. Pada kelompok A2 rata-rata kadar Total kolesterol tikus yang diberi diet prodislipidemia dan pemberian ekstrak beras hitam yaitu 75,79±1,16. Pada kelompok B1 yang hanya diberi diet prodislipidemia yaitu 104,41±0,75 dan
6 pada kelompok B2 yang hanya diberikan pakan yaitu 73,80±4,91.
3. Hasil penelitian tentang Kadar Total Kolesterol pada tikus wistar menunjukan adanya perbedaan yang bermakna pada 2 dari 4 kelompok. Pada kelompok A1 terdapat perbedaan yang bermakna antara Kadar Total Kolesterol sebelum dan sesudah pemberian ekstrak beras hitam yaitu p=0,037. Pada kelompok A2 terdapat perbedaan bermakna dengan nilai p=0,002. Pada kelompok B1 tidak terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah pemberian ekstrak beras hitam yaitu p=0,070 dan pada kelompok B2 tidak terdapat perbedaan bermakna dengan nilai p=0,217.
SARAN
1. Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut untuk dapatkan menerapkan penggunaan beras hitam pada manusia.
2. Untuk membiasakan menkonsumsi beras hitam karena kandungan antioksidannya sangat tinggi dan dapat menurunkan Kadar Total Kolesterol.
3. Beras hitam dapat digunakan sebagai bahan makanan fungsional yang memberikan manfaat bagi kesehatan.
DAFTAR PUSTAKA
Colpo, A., 2005. LDL cholesterol : bad, cholesterol, or bad science. Journal of American Physicians and Surgeons, 10(3).
Depkes RI, 2011. Riskesdas 2010, Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Fatimah Feti, Rindengan Barlina, 2011.
Pengaruh Pemberian Diet Emulsi Virgin Coconut Oil (VCO) Terhadap Profil Lipid Tikus Putih (Rattus Norvegicus). Jurnal LITRI, Vol 17 N0 1 hlm 18-24 (Online) (http://perkebunan.litbang.pertanian.go.id/ upload.files/File/publikasi/jurnal/Jurnal% 20Littri%2017%281%292011/Jurnal%20 Littri%2017%281%292011-FetiF.pdf). Kher, N. & Marsh, J. D., 2004. Pathobiology
of atherosclerosis - a brief review. Seminars in Thrombosis and Hemostasis, Volume 30, pp. 665-672.
Naim, H. Y., 2011. Pengaruh Pemberian Yoghurt Kedelai Hitam (Black Soyghut) Terhadap Profil Lipid Serum Tikus Hiperkolesterolemia), Semarang: Universitas Diponegoro. (online) http://eprints.undip.ac.id/35870/1/408_ ebriani_Utaminingrum_G2C007030.pdf. Diakses tanggal 26 April 2014.
7 Orford, J. L. et al., 2000. The comparative
pathobiology of atherosclerosis and restenosis. American Journal of Cardiology, Volume 86, pp. 6H-11H.
Wang, Q. et al., 2007. Supplementation of black rice pigment fraction improves antioxidant and anti-inflammatory status in patients with coronary heart disease. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 16(Suppl 1), pp. 295-301.